• Tidak ada hasil yang ditemukan

CHAPTER 6: OBLIGASI & PENILAIAN OBLIGASI

N/A
N/A
Anindya Prasisca Rena Zhetira Putri

Academic year: 2023

Membagikan "CHAPTER 6: OBLIGASI & PENILAIAN OBLIGASI"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

(1)

CHAPTER 6:

OBLIGASI &

PENILAIAN OBLIGASI

Anindya Prasisca RZP., M.Sc

(2)

CAKUPAN PEMBAHASAN

Penilaian obligasi

Harga obligasi

Tingkat bunga pasar dan harga obligasi

Maturitas dan harga obligasi

Tingkat kupon dan harga obligasi

Durasi obligasi

1/33

(3)

PENILAIAN OBLIGASI

Penilaian obligasi berarti penentuan harga obligasi

Pada penilaian sekuritas (termasuk obligasi), pada umumnya, digunakan konsep nilai sekarang

(present value)

Dengan prinsip ini, nilai obligasi akan ditentukan oleh nilai intrinsiknya

Nilai (intrinsik) obligasi bisa diestimasi dengan

‘mendiskonto’ semua aliran kas yang berasal dari pembayaran kupon, ditambah pelunasan obligasi sebesar nilai par, pada saat jatuh tempo.

2/33

(4)

PENILAIAN OBLIGASI

Persamaan matematika untuk menentukan nilai intrinsik obligasi:

dalam hal ini:

P = nilai sekarang obligasi pada saat ini (t=0)

n = jumlah tahun sampai dengan jatuh tempo obligasi Ci = pembayaran kupon untuk obligasi i setiap tahunnya r = tingkat diskonto yang tepat atau tingkat bunga pasar Pp= nilai par dari obligasi

2n 2n p

1

t i t

r/2) 1

(

P r/2)

(1

/2 P C

+ +

=

+

=

3/33

(5)

CONTOH 1

Obligasi XYZ akan jatuh tempo pada 20 tahun mendatang.

Obligasi tersebut mempunyai nilai par sebesar Rp 1.000 dan memberikan kupon sebesar 16% per tahun (pembayarannya dilakukan 2 kali dalam setahun).

Jika diasumsi bahwa tingkat bunga pasar juga sebesar 16%, maka harga obligasi tersebut adalah:

= Rp 954 + Rp 46 = Rp 1.000 (sama dengan nilai par)

2n 2n p

1

t i t

r/2) 1

(

P r/2)

(1

/2 P C

+ +

= +

=

/2)40 16 . 0 1 ( 40 1000

1

t (1 0.16/2)t 160/2

P + +

= +

=

4/33

(6)

CONTOH 1 (LANJUTAN)

Dengan menggunakan Tabel A-1 dan A-2 (terlampir dalam buku), nilai obligasi XYZ juga dapat dihitung dengan

perincian sebagai berikut:

Nilai sekarang dari penerimaan bunga:

80 X 11,925 = 954

Nilai sekarang dari pelunasan nilai par:

1.000 X 0,046 = 46

Total nilai obligasi XYZ = Rp 1.000

5/33

(7)

CONTOH 2

Misalnya dengan menggunakan contoh 1 tetapi tingkat bunga pasar turun menjadi 10% maka perhitungan harga obligasi adalah sebagai

berikut:

Nilai sekarang dari penerimaan bunga

80 X 17,159 = 1372,72

Nilai sekarang dari pelunasan nilai par

1.000 X 0,1420 = 142,00

Total nilai obligasi XYZ = Rp 1.514,72 (di atas nilai par)

6/33

(8)

CONTOH 2 (LANJUTAN)

Misalnya tingkat bunga pasar naik

menjadi 18%, dengan contoh obligasi

yang sama, anda akan mendapatkan nilai obligasi ini di bawah nilai par.

7/33

(9)

3 TIPE OBLIGASI

• Obligasi dengan harga lebih tinggi daripada nilai nominalnya dikatakan dijual pada harga premi. Yield to maturity dari premium bonds

adalah lebih kecil daripada tingkat kuponnya.

1. Premium bonds.

8/33

(10)

3 TIPE OBLIGASI

Obligasi dengan harga lebih rendah daripada nilai nominalnya dikatakan dijual pada harga diskon. Yield to maturity dari discount bonds adalah lebih besar daripada tingkat kuponnya.

2. Discount bonds.

Obligasi dengan harga sama dengan nilai nominalnya dikatakan dijual pada harga par.

3. Par bonds.

9/33

(11)

HARGA OBLIGASI

Dengan membandingkan antara tingkat bunga yang disyaratkan dan tingkat kupon, harga

obligasi dapat dikelompokkan menjadi tiga tipe:

a. Jika tingkat bunga yang disyaratkan sama dengan tingkat kupon (lihat contoh 1),

harga obligasi akan sama dengan nilai par- nya, atau obligasi dijual sebesar nilai par.

10/33

(12)

b. Jika tingkat bunga yang disyaratkan lebih tinggi daripada tingkat kupon, harga

obligasi akan lebih rendah dari nilai parnya, atau obligasi dijual dengan diskon.

c. Jika tingkat bunga yang disyaratkan lebih rendah daripada tingkat kupon (lihat

contoh 2), harga obligasi akan lebih tinggi dari nilai parnya, atau obligasi dijual

dengan premi.

HARGA OBLIGASI

11/33

(13)

HARGA OBLIGASI SEPANJANG WAKTU

Harga obligasi (% dari nilai par)

30 15 0 Waktu sampai jatuh tempo

130

100

80

Premium

Par

Discount

Gambar 9.1. Harga obligasi sepanjang waktu.

12/33

(14)

HARGA OBLIGASI SEPANJANG WAKTU

Harga obligasi sepanjang waktu

Pada saat jatuh tempo, nilai obligasi seharusnya sama dengan nilai parnya.

Jika r dijaga konstan:

Nilai dari suatu premium bond akan menurun

sepanjang waktu, hingga nilainya mencapai nilai par (misalnya Rp 1.000).

Nilai dari suatu discount bond akan meningkat

sepanjang waktu, hingga nilainya mencapai nilai par.

Nilai dari suatu par bond akan bertahan sebesar nilai par.

13/33

(15)

TINGKAT BUNGA DAN HARGA OBLIGASI

Harga obligasi sangat terkait dengan besarnya nilai r , yaitu tingkat

keuntungan yang disyaratkan atau yield obligasi.

14/33

(16)

Berikut adalah contoh hubungan antara harga obligasi dan yield untuk obligasi

dengan umur 20 tahun dan kupon sebesar 16% :

TINGKAT BUNGA DAN HARGA OBLIGASI

Yield (%) Harga obligasi (Rp) 8

1016 1820 24

1.791,44 1.514,72 1.000,00 892,56 804,32 670,52

15/33

(17)

TINGKAT BUNGA DAN HARGA OBLIGASI

Harga (Rp)

0 4 8 12 16 20 24

670,52 1791,44

2000

1500

1000

500

Yield (%)

Gambar 9.2. Hubungan antara harga obligasi dan yield untuk obligasi dengan umur 20 tahun dan kupon sebesar 16% .

16/33

(18)

TINGKAT BUNGA DAN HARGA OBLIGASI

Selain menunjukkan adanya hubungan yang terbalik antara yield dengan harga obligasi, gambar tersebut juga mencerminkan adanya empat hal penting

lainnya, yaitu:

1. Jika yield di bawah tingkat kupon, harga jual obligasi akan lebih tinggi dibanding nilai parnya (harga premi).

2. Jika yield di atas tingkat kupon, maka harga obligasi akan lebih rendah dari nilai parnya (harga diskon).

3. Jika yield sama dengan tingkat kupon yang diberikan maka harga obligasi tersebut akan sama dengan nilai parnya.

4. Hubungan antara harga-yield tidak berbentuk garis lurus tetapi membentuk sebuah kurva cekung.

17/33

(19)

MATURITAS DAN HARGA OBLIGASI

Perubahan harga obligasi, akibat perubahan

tingkat bunga pasar, dipengaruhi oleh maturitas dan tingkat kupon dari obligasi.

Bila terjadi kenaikan (penurunan) tingkat bunga maka harga obligasi yang mempunyai maturitas lebih lama akan mengalami

penurunan (kenaikan) harga yang lebih besar dibandingkan dengan obligasi yang mempunyai maturitas yang lebih pendek, ceteris paribus.

18/33

(20)

Perubahan harga obligasi pada berbagai tingkat bunga pasar, pada berbagai maturitas, dan

pada kupon 16%:

MATURITAS DAN HARGA OBLIGASI

Maturitas (tahun)

Harga obligasi pada tingkat bunga dan maturitas yang berbeda (Rp)

6 % 10% 16% 18% 20%

1 5 10 15 20 25

1.185,36 1.426,40 1.744,16 1.980,00 2.156,20 2.286,40

1.106,68 1.231,76 1.373,96 1.460,76 1.514,72 1.547,48

1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000

967,20 935,44 908,32 896,93 906,56 897,66

936,60 877,60 830,12 811,16 804,32 802,20

19/33

(21)

TINGKAT KUPON DAN HARGA OBLIGASI

Perubahan harga obligasi karena adanya

perubahan tingkat bunga juga tergantung pada tingkat kupon yang diberikan oleh obligasi

tersebut.

Bila terjadi perubahan tingkat bunga maka

harga obligasi yang mempunyai tingkat kupon yang lebih rendah akan relatif lebih

berfluktuasi dibandingkan dengan harga

obligasi yang tingkat kuponnya lebih tinggi.

20/33

(22)

Perubahan harga obligasi dan tingkat bunga pasar pada obligasi maturitas 10 tahun, pada berbagai tingkat kupon obligasi:

TINGKAT KUPON DAN HARGA OBLIGASI

Kupon (%)

Harga obligasi pada tingkat bunga dan kupon yang berbeda (Rp)

6 % 10% 16% 18% 20%

8 10 15 20

1231,60 1462,75 2040,62 2618,50

828,36 999,95 1428,92 1857,90

523,00 642,25 940,37 1238,5

462,28 569,85 838,77 1107,7

413,16 510,95 755,42 999,9

21/33

(23)

DURASI

Obligasi yang mempunyai umur maturitas sama, tetapi memberikan kupon yang berbeda,

ternyata tidak bisa dianggap sama umur maturitasnya.

Misalnya:

Obligasi B yang memberikan kupon 18% akan lebih cepat menutupi harga beli obligasi

dibandingkan dengan obligasi A yang kuponnya hanya 16%, meskipun umurnya sama (10 tahun)

22/33

(24)

Durasi merupakan jumlah tahun yang

diperlukan untuk bisa mengembalikan harga pembelian obligasi tersebut. Durasi diukur dengan menghitung rata-rata tertimbang maturitas aliran kas obligasi, berdasarkan konsep nilai sekarang (present value).

DURASI

23/33

(25)

DURASI

3,8 1500

1080 1000

500

80

0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5 5 Waktu (thn)

Gambar 9.3. Pola aliran kas pada obligasi yang kuponnya 16%/thn (dibayar setiap 6 bulan) dan jatuh tempo dalam 5 tahun

Aliran Kas dari Obligasi (Rp)

24/33

(26)

PENENTUAN DURASI

Untuk menghitung besarnya durasi dapat digunakan persamaan berikut:

Durasi Macaulay = D = dalam hal ini:

t = periode dimana aliran kas diharapkan akan diterima n = jumlah periode sampai jatuh tempo

PV(CFt) = nilai sekarang dari aliran kas pada periode t yang didiskonto pada tingkat YTM

P = Harga pasar obligasi

P t ) PV(CF

n 1 t

t

=

25/33

(27)

CONTOH 3

Perhitungan durasi untuk obligasi maturitas 5 tahun, kupon 16% dan diperdagangkan dengan harga Rp1.000

Tahun (1)

Aliran kas (Rp) (2)

PV Factor (3)

Nilai PV (Rp) (4) = (2) X (3)

(4)/Hrg (5)

(1) X (5) (6) 1

2 3 4 5

160 160 160 160 1.160

0,862 0,743 0,641 0,552 0,476

137,92 118,88 102,56 88,32 552,16

0,138 0.119 0,103 0,088 0,552

0,138 0,238 0,309 0,352 2,760 Durasi = 3,797

26/33

(28)

FAKTOR PENENTU DURASI

Lama durasi suatu obligasi akan ditentukan oleh tiga faktor yaitu:

Dari ketiga faktor tersebut, hanya faktor maturitas saja yang mempunyai hubungan searah dengan durasi.

1. maturitas obligasi 2. pendapatan kupon 3. yield to maturity.

27/33

(29)

ARTI PENTING DARI KONSEP DURASI

1. Konsep durasi tersebut bisa menjelaskan kepada kita mengenai perbedaan antara umur efektif berbagai alternatif pilihan obligasi.

2. Konsep durasi dapat digunakan sebagai salah satu strategi pengelolaan investasi, terutama strategi imunisasi (akan dijelaskan lebih lanjut pada Bab X).

3. Durasi dapat digunakan sebagai ukuran yang lebih akurat untuk mengukur sensitivitas harga obligasi terhadap pergerakan tingkat bunga, karena durasi sudah mengkombinasikan kupon dan maturitas

obligasi.

28/33

(30)

DURASI MODIFIKASIAN

Untuk menghitung persentase perubahan harga obligasi karena adanya perubahan tingkat bunga tertentu, maka kita bisa menggunakan durasi yang sudah dimodifikasi dengan cara berikut:

dalam hal ini:

D* = durasi modifikasian r = YTM obligasi

r) (1

D D

an modifikasi

Durasi = = +

29/33

(31)

Durasi modifikasian dapat digunakan untuk

menghitung persentase perubahan harga suatu obligasi akibat adanya perubahan tingkat bunga pasar:

DURASI MODIFIKASIAN

(

1-D *r

)

%perubahan dalam r

harga

%Perubahan

= +

30/33

(32)

CONTOH 4

Dengan menggunakan contoh sebelumnya, yaitu durasi sebesar 3,797 dan YTM sebesar 16%, maka durasi modifikasiannya adalah 3,273.

D

= 3,797/(1 + 0,16) = 3,273

31/33

(33)

Jika diasumsikan terjadi perubahan tingkat

bunga pasar sebesar 3% yaitu dari 10% menjadi 13%, maka perubahan harga obligasi akan

mendekati -9,82%.

CONTOH 4 (LANJUTAN)

9,82%

0.03) (

3,273 -

ΔP P =  + = −

32/33

(34)

HUBUNGAN ANTARA PERUBAHAN HARGA OBLIGASI DAN PERUBAHAN TINGKAT BUNGA DENGAN MENGGUNAKAN DURASI MODIFIKASIAN

Nilai par

Kupon Durasi

modifikasian

Nilai sekarang

670,52 1791,44

2000

1500

1000

500

Harga (Rp)

0 4 8 12 16 20 24 Yield (%)

Gambar 9.4. Hubungan antara perubahan harga obligasi dan perubahan tingkat bunga dengan menggunakan durasi modifikasian

33/33

(35)

CHAPTER 7:

SAHAN &

PENILAIAN SAHAM

(36)

PENGERTIAN SAHAM

Saham: surat berharga yang diterbitkan emiten yang menyatakan bahwa pemilik saham mempunyai hak kepemilikan atas aset-aset perusahaan.

Imbalan yang bisa diterima investor saham:

1. Hak kepemilikan (control of the firm) 2. Dividen

3. Capital gain

(37)

HAK-HAK INVESTOR SAHAM

Hak (istimewa) yang dimiliki investor saham:

1. Hak kepemilikan (control of the firm)

Hak ini tercemin dalam voting right yang dimiliki investor. Makin besar kepemilikan, makin besar hak pemegang saham untuk mengontrol

perusahaan.

2. Preemptive right

Hak investor saham untuk didahulukan dalam pembelian ‘saham baru’ yang diterbitkan olher

perusahaan. Tujuannya: (1) untuk melindungi hak kontrol investor, (2) mengindari dillution of value

(38)

PASAR UNTUK SAHAM

Jenis pasar untuk saham berdasar transaksi:

1. Initial Public Offering (IPO)

2. Pasar primer (Primary Market)

3. Pasar sekunder (secondary market)

Emiten Saham Investors

Rp

Investor A Saham Investor B

Rp

(39)
(40)

DEVIDEN

Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki.

• Dividen dapat dibagi menjadi tiga jenis:

Dividen tunai; metode paling umum untuk pembagian keuntungan.

Dibayarkan dalam bentuk tunai dan dikenai pajak pada tahun pengeluarannya.

Dividen saham; cukup umum dilakukan dan dibayarkan dalam bentuk saham tambahan, biasanya dihitung berdasarkan proporsi terhadap jumlah saham yang dimiliki

Dividen properti; dibayarkan dalam bentuk aset. Pembagian dividen dengan cara ini jarang dilakukan.

Dividen interim; dibagikan sebelum tahun buku Perseroan berakhir.

40

(41)

INDEX SAHAM

Untuk memberikan informasi yang lebih lengkap tentang perkembangan bursa kepada publik, BEI menyebarkan data pergerakan harga saham

melalui media cetak dan elektronik. Saat ini, BEI mempunyai tujuh macam indeks saham:

IHSG, menggunakan semua saham tercatat sebagai komponen kalkulasi Indeks.

Indeks Sektoral, menggunakan semua saham yang masuk dalam setiap sektor.

Indeks LQ45, menggunakan 45 saham terpilih setelah melalui beberapa tahapan seleksi.

Indeks Individual, yang merupakan Indeks untuk masing-masing saham didasarkan harga dasar.

Jakarta Islamic Index, merupakan Indeks perdagangan saham syariah.

Indeks Papan Utama dan Papan Pengembangan, indeks yang didasarkan pada kelompok saham yang tercatat di BEI yaitu kelompok Papan Utama dan Papan Pengembangan.

Indeks Kompas100, menggunakan 100 saham pilihan harian Kompas

41

(42)

MENENTUKAN NILAI INSTRINSIK

Analisis fundamental

menghitung nilai instrinsik menggunakan data keuangan perusahaan

Analisis teknikal

menghitung nilai instrinsik dari data perdagangan saham (harga dan volumen penjualan) yg telah lalu.

42

(43)

ANALISIS TEKNIKAL

( T E C H N I C A L A N A LY S I S )

Terdapat pola pergerakan harga saham yang diyakini akan berulang.

Menggunakan grafik (chart) utk menemukan pola pergerakan harga saham.

Analsis ini merupakan upaya untuk memperkirakan harga saham dengan mengamati perubahan harganya di waktu lalu. Analsis ini didasarkan pada argumen bahwa:

harga saham mencerminkan informasi yang relevan

informasi yang relevan ditunjukkan oleh perubahan harga di waktu lalu

perubahan harga saham akan mempunyai pola tertentu dan pola tersebut akan berulang.

Alat analisis pada analisis teknikal adalah didasarkan pada grafik atau chart, sehingga para penganut aliran ini sering disebut

chartist.

43

(44)

ANALISIS FUNDAMENTAL

Analisis ekonomi dan pasar modal

Analisis industri

Analisis perusahaan

44

(45)

ANALISIS EKONOMI

Terdapat hubungan yang erat antara kondisi ekonomi global dan nasional terhadap kinerja pasar modal suatu negara, apalagi terhadap suatu perusahaan

Menganalisis variabel ekonomi makro suatu negara, spt: Produk domestik bruto (GNP), Tingkat pengangguran, tingkat inflasi, kurs valuta asing, investasi swasta, dan tingkat bunga.

45

(46)

ANALISIS INDUSTRI

Diperlukan untuk memilih industri yg memiliki prospek yang menguntungkan.

Beberapa penelitian menyebutkan;

a. Industri yang berbeda mempunyai tingkat return yang berbeda

b. Tingkat return masing-masing industri berbeda disetiap tahunnya

c. Tingkat return perusahaan-perusahaan di suatu industri yang sama, terlihat cukup beragam

d. Tingkat risiko industri juga beragam

e. Tingkat risiko suatu industri relatif stabil sepanjang waktu

46

(47)

ANALISIS PERUSAHAAN

1. Present value approach

→nilai saham dihitung dg mendiskontokan arus kas masa depan yg diterima investor (diwakili o/ dividen) →

dividend discounted model

=

+

=

1

( 1 )

t

t t

k

Kas Po Arus

47

Ada dua pendekatan dalam analisi fundamental:

(48)

2. P/E ratio approach

→rasio harga pasar saham terhadap laba

→menunjukkan berapa besar investor menilai harga saham dari kelipatan laba yang dilaporkan perusahaan.

E

= P

= Laba per lembar saham saham lembar

per Harga

PER

48

(49)

PENILAIAN SAHAM

Tiga konsep nilai saham:

1. Nilai buku (book value)

Nilai yang tercantum pada pembukuan

perusahaan. Bisa diketahui dari neraca, yaitu: total modal sendiri dibagi jumlah lembar saham beredar 2. Nilai pasar (Market price)

Nilai saham di pasar.

3. Nilai intrinsik (intrinsic value)

Disebut juga nilai teoritis, merupakan present

value dari semua aliran kas yang diterima investor di masa depan

(50)

PENILAIAN SAHAM

Ada tiga model pertumbuhan dividen saham:

1. Model pertumbuhan nol (zero growth model)

Contoh: sebuah saham diperkirakan membayarkan

dividen tiap tahun sebesar Rp500 hingga tak terhingga (zero growth). Ks= 20%. Nilai intrinsik= ???

=

= +

+ + + +

+ +

=

=1

...

t t s

s t

s n 2 n

s 1 2

s 0 1

k D )

k (1 D

) k (1

D )

k (1

D )

k (1 P D

Rp2.500 0,2

Rp500 k

P D

0

=

s

= =

(51)

PENILAIAN SAHAM: CONSTANT GROWTH MODEL

2. Model pertumbuhan constant (constant growth model)

P0 = Harga saham

D0 = Nilai dividen terakhir

g = tingkat pertumbuhan perusahaan

Ks = tingkat keuntungan yang disyaratkan pada saham tsb

Model ini disebut Gordon model sesuai dgn nama penemunya Myron J Gordon

g - k

D g

- k

g) (1

D

) k (1

g) (1

D )

k (1

g) (1

D )

k (1

g) (1

P D

s 1 s

0

s 2 0

s 0 2

s 1 0 1

0

+ =

=

+

+ +

+ + + +

+

= + ...

g k

g) (1

P D

s 0

0

= +

(52)

CONTOH CONSTANT

GROWTH/ GORDON MODEL

Dengan menggunakan Gordon Model, kita dapat menghitung harga saham A, apabila diketahui dividen terakhir adalah Rp 1,82. Tingkat pertumbuhan perusahaan diperkirakan sebesar 10%. Investor

mensyaratkan return sebesar 16%, berapa harga saham A?

P0 = D0(1+g)/Ks-g

= 1,82(1+0,10)/0,16-0,10

= 33,33

52

(53)

Dividen Tumbuh Secara Tidak Konstan (Nonconstant Growth Rate)

Umumnya, tingkat pertumbuhan dividen tidak konstan karena kebanyakan perusahaan2 mengalami life cyles (early- faster growth, faster than economy, then match with economy’s growth, then slower than economy’s growth)

53

(54)

LANGKAH-LANGKAH PERHITUNGAN

NONCONSTANT GROWTH

1. Menentukan estimasi pertumbuhan dividen (g) 2. Menghitung present value dividen selama periode

dimana dividen tumbuh tidak konstan 3. Menghitung nilai saham pada periode

pertumbuhan tidak konstan

4. Menjumlahkan 2 dan 3 untuk mendapatkan P0

54

(55)

CONTOH 1.

NONCONSTANT GROWTH

Sebuah Perusahaan terbuka selama ini membagikan dividen yang jumlahnya bervariasi. Perusahaan memperkirakan kenaikan pendapatan sebesar 20% per tahun selama 2 tahun mendatang, tetapi setelah itu pendapatan akan menurun menjadi 5% per tahun sampai waktu tak terhingga. Pemilik perusahaan menginginkan return sebesar 18%. Dividen terakhir yang dibagikan adalah Rp 200/ lembar. Berapakah harga saham perusahaan tsb sekarang?

55

(56)

SOLUTION 1:

D1 = D0 (1+ 0,20) = 200 (1,20) = 240 D2 = D0 (1+0,20)2 = 200 (1,44) = 288

PV (D1, D2) = 240/(1+0,18)+288/(1+0,18)2

= 203,39 + 206,84= 410,23 P2 = D3/Ks – g = D2 (1+0,05) /0,18 0,05

= 302,40/0,18-0,05 = 2.326 PVP2 = 2.326/(1+0,18)2 = 1.670,5 P0 = 410,23+ 1.670,5 = 2.080,73

56

(57)

EXPECTED RETURN

The percentage yield that an investor forecasts from a specific investment over a set period of time. Sometimes called the holding

period return (HPR).

57

E x p e c te d R e tu r n == + −

r D iv P P P

1 1 0 0

(58)

VALUING COMMON STOCKS

The formula can be broken into two parts.

Dividend Yield + Capital Gain

58

E x p e c te d R e tu rn = = + − r D iv

P

P P P

1 0

1 0 0

(59)

Contoh:

PT. XYZ memperkirakan akan ada pendistribusian dividen tahun depan sebesar 3.000. Harga saham PT ini sekarang adalah 8.000 per lembar. Tahun depan diramalkan harga saham akan naik

menjadi 10.000 per lembar karena perusahaan baru saja

memenangkan proyek besar dari pemerintah. Berapakah Expected return dr saham PT.XYZ?

r = 3000 + 10000 8000 = 62,5 % 8000

59

(60)

WARRANT

Suatu opsi yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sejumlah lembar saham pd harga yang telah ditentukan.

Biasanya warrant diterbitkan bersama obligasi. Sebagai bonus krn membeli obligasi

Sebagai pemanis/sweetener penerbitan obligasi

60

(61)

RIGHT ISSUE

Para pemegang saham mempunyai hak option untuk membeli sejumlah saham baru.

Setiap pemegang saham mempunyai satu right untuk setiap lembar saham yang dimiliki.

Apabila pemegang saham tidak ingin membeli tambahan saham baru maka ia bisa menjual rights nya ke orang yang mau membeli saham tersebut.

61

(62)

FAKTOR-FAKTOR YANG

MEMPENGARUHI HARGA SAHAM

Supply & demand

The company’s performance

Industry condition

Macro economic indicator

World & Domestic events

(63)

TERIMAKASIH

63

Gambar

Gambar 9.1. Harga obligasi sepanjang waktu.
Gambar 9.2. Hubungan antara harga obligasi dan yield untuk obligasi dengan  umur 20 tahun dan kupon sebesar 16% .
Gambar 9.3. Pola aliran kas pada obligasi yang kuponnya 16%/thn (dibayar setiap 6  bulan) dan jatuh tempo dalam 5 tahun
Gambar 9.4. Hubungan antara perubahan harga obligasi dan perubahan tingkat  bunga dengan menggunakan durasi modifikasian

Referensi

Dokumen terkait

Analisis Pengaruh Coupon (Bunga Obligasi), Waktu Jatuh Tempo, dan Liquiditas Obligasi Terhadap Tingkat Perubahan Harga Obligasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

harga dalam bentuk skripsi yang berjudul: “Pengaruh Kupon Obligasi, Jangka Waktu, dan Likuiditas Obligasi terhadap Perubahan Harga Obligasi Korporasi yang terdaftar di Bursa

Walaupun demikian biasanya obligasi konversi ini memiliki tingkat suku bunga kupon yang rendah dimana pemegang obligasi diangap telah menerima kompensasi berupa suatu kesempatan

Walaupun jenis obligasi ini merupakan jenis obligasi hibrida, biasanya obligasi konversi ini memiliki tingkat suku bunga kupon yang rendah dimana pemegang obligasi diangap

Tujuan penelitian ini adalah untuk menegaskan hubungan antara faktor-faktor ( suku bunga, bunga kupon, dan maturity ) yang mempengaruhi harga obligasi Beberapa temuan empiris

Nasabah menyadari bahwa dalam kondisi Obligasi yang dimiliki dijual lebih awal sebelum tanggal jatuh tempo, maka harga Obligasi tersebut mungkin menjadi lebih rendah

Nasabah menyadari bahwa dalam kondisi Obligasi yang dimiliki dijual lebih awal sebelum tanggal jatuh tempo, maka harga Obligasi tersebut mungkin menjadi lebih rendah

 Misalnya, jika seorang investor memegang obligasi selama 5 tahun, maka tingkat bunga jangka panjang yang diharapkan akan sama dengan nilai rata-rata bunga tahunan obligasi