BAHAN AJAR
Teknik Empty Chair dalam Bimbingan dan Konseling
1. Pengantar Materi
a. Pengertian Teknik Empty Chair
Teknik Empty Chair adalah salah satu teknik dalam terapi Gestalt yang digunakan dalam proses bimbingan dan konseling. Teknik ini melibatkan percakapan imajinatif antara klien dan “sosok” yang dibayangkan berada di kursi kosong. Sosok tersebut bisa berupa orang lain (misalnya orang tua, guru, teman) atau bagian dari diri sendiri (diri yang marah, diri yang takut, dll).
b. Tujuan Teknik Empty Chair
1) Membantu klien mengungkapkan emosi yang terpendam.
2) Mengatasi konflik internal maupun interpersonal.
3) Meningkatkan kesadaran diri (self-awareness).
4) Mendorong klien menyadari peran dan tanggung jawab pribadi dalam suatu masalah.
c. Prinsip Dasar
1) Fokus pada here and now (saat ini dan di sini).
2) Klien didorong untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan tanpa penyensoran.
3) Konselor bertindak sebagai fasilitator, bukan pengarah.
d. Tahapan Pelaksanaan
1) Konselor menjelaskan tujuan dan cara kerja teknik kursi kosong.
2) Klien diminta membayangkan seseorang atau sesuatu di kursi kosong
3) Klien diminta berbicara kepada kursi kosong seolah-olah sosok itu benar-benar hadir.
4) Jika perlu, klien bergantian duduk di kursi kosong dan merespon sebagai “sosok tersebut”.
5) Konselor membantu refleksi dan pemaknaan setelah percakapan.
2. Contoh-Contoh Teknik Empty Chair
Sasha adalah mahasiswi berusia 19 tahun yang sudah Tnenjalani konseling individual selama lebih kurang tuitlh sesi. la mencari pelayanan untuk pertama kalinya karena masalah hubungan dengan pacar putus- sambungnya.
Dengan cepat terlihat bahwa masalah-masalah ini adalah suatu pola di harnpir semua hubungan dengan Sasha, yang terornbang-ambing di antara kekuatan dikendalikan-amarah yang merusak dan ketergantungan tanpa daya berbasi s- ketakutan. Ternyata sangat sulit untuk membangun hubungan yang memercayai dengan Sasha, meskipun begitu terbangun tampaknya sangat kuat. Dengan cepat masalah-masalah penganiayaan seksual dan fisik dibawa ke permukaan, dan Sasha merasa bingung dengan dikotomi yang tampaknya
dialami, direpresentasikan, dan diekspresikannya sesi demi sesi.
Sasha (S) : (Sedikit lesu) Kadang-kadang, saya benar-benar saya benarbenar menjadi begitu lelah. Kadang-kadang, melelahkan sekali untuk meniadi diri saya sendiri.
Kedengarannya konyol. Maksud saya, iika menjadi diri s aya begitu melelåhkan, untu\ saya dan untuk semua Orang, mengapa tidak menjadi orang yang berbeda saia?
Saya serius mengapa tidak? Mengapa tidak menjadi orang yang berbeda?
Konselor (K) : Kalau menjadi diri Anda seperti sekarang begitu melelahkan
S : Ya. lika hal ini begitu buruk, ubahlah! Sekarang saya merasa mudah tersinggung. Saya merasa jengkel d anbahkan saya tidak tahu mengapa. Sasha, saya melihat Anda sedang mengalaminya sekarang, itulah yang teriadi selama ini emosi-emosi Anda bagaimana Anda merasakan itu berubah tiba-tiba, meninggalkan perasaan terkuras dan bingung.
S : Dan marah.
K : Dan marah.
S : Anda tahu, bagian diri saya sangat menginginkan menjadi seperti saya tidak tahu, seperti saudara ipar Scarlett O’Hara Gone Wife the Wind… siapa namanya?
K : Melanie, bukan? Mr. Melanie.
S : Ya! Melanie. Kadang-kadang saya ingin menjadi seperti Melanie.
(Sering kali bisa sangat membantu untuk mengidentifikasi suatu tokoh cerita sebagai upaya untuk mengenali karateristik- karateristik intrapersonal, untuk mendiskusikan perasaan- perasaan complex dengan lebih mudah, atau untuk menggunakannya sebagai sosok yang akan diperjuangkan.)
K Untuk saat-saat lainya?
S Oh, ya, untuk saat-saat lain, seperti Scarlett, tentunya.
K Apa yang dipresentasikan kedua tokoh cerita itu bagi anda?
K Scarlett sudah jelas. Dia kuat. Dia tidak membiarkan apapun menghentikannya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Dia bisa sangat menyakiti orang lain.
Akan tetapi, hal itu tidak membuat orang lain menyakitinya, anda tahu bukan? Saya benar-benar respek kepadanya. Dan, ya, Melani…. Saya tidak akan pernah menjadi Melanie. Dia begitu mengorbankan diri, selalu lembut dalam berbicara dan baik hati, tetapi kadang- kadang tampak sedih. Scarlett menginjaknya karena dia lemah disbanding Scarlett. Sangat lemah.
K Saya seperti mendengar anda menyatakan keinginan untuk menjadi seperti Melani, tetapi kemudian juga
menyatakan bahwa anda tidak akan pernah bisa menjadi seperti dia?
(Konselor professional menewarkan konfrontasi yang sangat tentative untuk membantu Sasha melihat contoh yang sangat konkret dari dikotomi yang dikemukakanya.)
S Betulkan? Sama sekali tidak masuk akal. Saya rasa saya tidak tahu apa yang saya inginkan. Atau siapa say aini.
Atau mengapa saya sekarang seperti ini lalu semenit kemudian seperti orang lain.
K Sasha, saya pikir, seperti kebanyakan orang, memiliki beberapa diri yang membentuk siapa diri anda.
Perbedaannya dengan anda adalah tidak selalu menyadari diri-diri ini atau kegunaan atau maksud mereka. Oleh karena itu, mereka sering saling bertentangan satu dengan yang lain dan bukan justru berkerja bersama-sama.
Apakah ini masuk akal bagi anda?
S Ya. Saya rasa demikian.
K Saya ingin mencoba sesuatu bersama anda sekarang untuk membantu anda mengekspresikan kedua aspek dari diri anda sendiri.
S Baiklah.
K Mungkin pada awal akan terasa bodoh, tetapi kerena saya percaya kemempuan anda untuk melalui itu dan karena saya percaya efektifitas Teknik ini, saya piker ini akan sangat bermanfaat.
S Saya Percaya itu.
K Baiklah. Saya ingin anda melakukan suatu Teknik yang disebut kursi kosong, dan akan benar-benar melibatkan penggunaan dua buah kursi. (Menarik satu kursi lain untuk dihadapkan secara langsung dengan Sasha).
S (Tertawa dengan gugup)
K Boleh saja merasa gugup atau tidak yakin pada awalnya.
Akan tetapi, saya benar-benar berfikir anda bisa melakukannya. Oke, jadi hubungan-hubungan sebelumnya menunjukan, dan juga telah saya lihat, dan juga telah mulai anda sadari, bahwa anda tampaknya bertindak dan merasa dengan cara-cara yang kadang- kadang saling berlawanan. Faktanya,baru saja, anda menghubungkan sisi-sisi berlawanan dari tokoh Melanie dan Scarlett, yang sangat berlawanan satu sama lain.
(Berhenti sebentar) Kalau anda bisa Sasha, apa saja lebel emosional yang dapat anda berikan kepada diri-diri yang saling berlawanan itu?
S Yang satu jelas adalah bagian marah saya. Yang lain, emm, hmm, bagian saya yang lain, bagian yang ketakutan.
K Baiklah. Mana diantara keduanya yang paling anda rasakan saat ini?
S Sebenarnya hari ini saya merasa lebih ketakutan dan rentan.
K Oke. Jadi, bayangkan sebentar seandainya saya bisa menarik dua orang yang terpisah satu sama lain dari diri anda …. Yang satu marah dan yang lain ketakutan.
Pikirkan tentang bagaimana mereka tampak berbeda … salah satu diantara mereka mungkin bahunya terangkat dan kaku, dengan kilat tajam dimatanya dan rahang yang terkunci rapat. Yang lain, mungkin bahunya sedikit melorot, tangannya saling menggenggam, mungkin melihat ke bawah untuk menghindari pandangan orang lain. Akan tetapi, andalah satu-satunya orang yang dapat memberi mereka suara. Hanya anda yang tahu apa yang perlu diucapkan satu sama lain. Jadi, mulai dengan anda
yang rentan, yang saya ingin anda lakukan adalah mengekspresikan bagian dari diri anda yang merasa rentan dan takut. Katakana kepada diri “anda yang marah” apa yang dirasakan oleh “anda yang rentan”.
Jangan menjadi “Sasha yang kuat” sekarang.
Berkonsentrasilah pada perasaan yang dirasakan oleh
“Sasha yang ketakutan.”
(Konselor professional memberdayakan Sasha)
S Sekarang?
K Ya, kapan pun anda siap. Anda dapat melakukannya dan saya akan membantu jika and ajika anda membutuhkan saya.
S (Mengambil nafas dalam dan Panjang saling menggenggamkan kedua tanganya diatas pangkuan, memandang ke arah kedua tangannya lalu berbicara dengan lembut, nyaris berbisik). Saya merasa takut sepanjang waktu. Sepanjang waktu, saya merasa takut.
Itu perasaan yang menyedihkan. (Berhenti beberapa saat, tetapi masih melihat kea rah kedua tanganya, yang masih tetap menggenggam satu sama lain). Saya merasa tidak berdaya (berhenti) dan lemah (berhenti) dan menyedihkan. (Mengambil nafas Panjang lagi) saya merasa orang lain menginjak-injak saya. Saya membiarkan orang berbuat semaunya karena saya ingin mereka mencintai saya atau sekedar menyukai saya.
Sekedar bersikap manis kepada saya. Saya tahu itu sangat menyedihkan. (Berbisik) sangat menyedihkan. (Sedikit lebih keras). Akan tetapi, saya juga merasa baik …. Dan mempercayai orang lain. Hal itu terasa menyenangkan.
Rasanya menyenangkan untuk menjadi orang yang menyenangkan. Saya tidak senang untuk tidak bersikap menyenangkan. Anda mestinya tidak menyakiti orang
lain hanya karena mereka menyakiti anda dan seharusnya malu pada diri anda sendiri. (Mengalihkan pandangannya dari kedua tanganya dan memandang langsung ke arah kursi kosong). Anda yang menyakiti orang lain tidak lebih baik dibandingkan dirinya (pacar Sasha). Kadang- kadang, anda sangat mengiatkan saya pada dirinya.
Tidak, saya mestinya menyatakan itu. Tuhan, kadang- kadang saya membencinya.
K Bagaimana sekarang?
S Sekarang … sekarang saya ingin dia cukup menyukai saya sehingga …. Tidak menyakiti saya. Saya masih berharap dia menyukai saya. Saya masih berharap dia menyukai saya. Dia tampaknya tidak menyukai saya.
Saya tidak tahu kenapa. (Diam)
K Baiklah, Sasha. Saya ingin anda pindah ke kursi Sasha yang marah dan memberinya suara.
S (Pindah ke kursi yang lain) Ya, sekarang saya merasa lebih nyaman! Ya, kau menyedihkan! (Dengan suara merengek) “Aku ingin mereka mencintaiku. Atau sekedar menyukaiku. Sekedar bersikap baik padauk.”Tuhanku yang baik! Bisakah kau menjadi lebih memuakkan? Kau membuatku muak. Seungguh. Kau memuatku muak. Kalua saja kau bisa lebih kuat, kita tidak akan disini! Kau membutuhkan aku. Kau bisa mengakui itu. Kalau bukan untukku, kau tidak akan berhasil. Dan kau bisa “malu” tentangku semaumu. Akan tetapi tidakkah kau berani menyatakan bahwa aku persis seperti dia. Aku adalah aku seperti yang harus menjadi seperti aku untuk menyelamatkanmu dari hidupmu yang menyedihkan. Sayangku, kau adalah pengahalang!
K Mohon diulang. “Kau adalah pengahalang”.
S Kau adalah pengahalang.
K Sekali lagi.
S Kau adalah pengahalang!
K Apa yang anda rasakan sekarang?
S Saya kelelahan dan belum sanggup menjadi berbeda disbanding diri saya sekarang atau dia akan mengorbankan hidup kami. Kami tidak akan berhasil kalau saya tidak kuat. Saya begitu Lelah untuk menjadi kuat.
K Oleh karena kuat sama dengan marah bagi anda.
S Kemarahanlah yang membuat saya kuat. Akan tetapi, itu juga sangat melelahkan.
K Katakan padanya.
S Kalau kau mau sedikit lebih kuat, maka kau tidak harus begitu marah. Kalau kau bisa tidak terlalu menyedihkan, maka aku bisa tidak terlalu jahat. Aku tidak ingin jahat atau marah. Itu pekerjaan yang terlalu berat dan aku Lelah. Aku ingin menjadi lebih seperti kau. Akan tetapi, tidak tepat seperti kau. Kau masih terlalu lemah. (Sasha tampak telah menguras sisi dirinya yang ini dan tampaknya telah sampai pada titik untuk berhenti).
K Saya ingin anda pindah kursi sekali lagi dan mengekspresikan apapun yang masih akan dikatakan oleh Sasha yang rentan.
S (Pindah kursi dan menggenggam kedua tangan di atas pangkuan sekali lagi, tetapi matanya tidak memandang kea rah sana) Aku menyesal sekali kau harus menjadi bagian dari diriku. Ini selalu mengingatkan tentang apa yang telah kita lalui. Aku tidak menyukaimu atau apa yang kau lakukan atau bagaimana kau merasakan atau bagaimana kau memperlalukan orang lain. Akan
tetapi, untuk sekarang, kau adalah bagian yang kubutuhkan dari diriku. (Sasha berhenti beberapa saat dan kemudian memandang kea rah konselor professional, menunjukan bahwa dia sudah selesai).
K Bagus sekali! (Mengembalikan kursi yang tak terpakai ke posisi semula dan Sasha mengikutinya).
S Sangat membantu ….. memikirkan mereka seperti itu ….
membantu saya untuk melihat bahwa saya benar-benar memiliki diri-diri yang berlawanan tetapi bahwa keduanya adalah bagian dari diri saya. Saya merasa lebih menerima itu.
K Keduanya adalah bagian yang anda perlukan dari diri anda mungkin hanya dengan derajat lebih rendah disbanding yang anda pikirkan.
S Jadi, mungkin kalau mereka bisa menjadi sedikit tidak terlalu intens atau belajar untuk mencampur atau sedikit berkompromi.
K Tepat. Mereka adalah positif satu sama lain. Kedua-duanya merepresentasikan karateristik- karateristik luar biasa yang anda miliki dan menunjukan bagaimana anda mengetasi masalah dimasa lalu. Saya ingin andamelanjutkan untuk memikirkan tentang ini selama seminggu ke depan dan saya ingin anda membuat daftar hal-hal positif yang berkaitan dengan masing- masing bagian dari diri anda ini, maupun keadaan-keadaan di mana masing-masing aspek dari diri and aini sangat membantu.
Dengan kata lain, mari kita dapatkan ide tentang kekuatan dan kegunaan mereka, paling tidak jika digunakan dengan tepat dan sedang-sedang saja.
3. Instruksi Praktik Mandiri a. Tujuan Praktik
1) Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan teknik Empty Chair dalam sesi konseling.
2) Mahasiswa mampu membimbing klien dalam proses eksplorasi emosi secara mandiri.
b. Langkah-Langkah Praktik 1. Persiapan
a. Siapkan dua kursi (satu untuk klien, satu untuk kursi kosong).
b. Tentukan satu isu konflik pribadi yang pernah dialami (misalnya rasa bersalah, marah, takut, atau konflik dengan orang lain).
2. Simulasi Sesi
a. Duduk di kursi pertama dan bayangkan seseorang atau bagian diri sendiri di kursi kosong.
b. Mulailah berbicara dengan kursi kosong, ungkapkan pikiran dan perasaan yang selama ini tidak bisa disampaikan.
c. Jika memungkinkan, berpindahlah ke kursi kosong dan responslah sebagai tokoh yang dibayangkan.
d. Ulangi proses dialog selama 5–10 menit.
3. Refleksi
a. Tuliskan apa yang dirasakan selama proses tersebut.
b. Apa yang disadari setelah percakapan tersebut?
c. Adakah perubahan perasaan terhadap diri sendiri atau orang yang dibayangkan?
4. Lembar Penilaian Praktik
a. Penilaian Proses Pelaksanaan (Instrumen Observasi oleh Dosen/Pengamat)
No Aspek yang Dinilai Skor 1-5 Keterangan
1 Kemampuan membangun suasana yang kondusif
2 Kejelasan identifikasi konflik atau tokoh
3 Keaslian dan kedalaman ekspresi emosi
4 Kemampuan berpindah peran dalam dialog
5 Refleksi terhadap proses dan hasil sesi
Total Skor
b. Penilaian Refleksi Diri (Diisi Mahasiswa) Pertanyaan Refleksi Jawaban Mahasiswa
1. Apa yang saya rasakan saat melakukan teknik ini?
2. Apa konflik utama yang saya temukan atau selesaikan?
3. Apa yang paling menantang dari teknik ini?
4. Apa manfaat teknik ini bagi saya sebagai calon konselor?