• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING STUDI KASUS PADA PT. MASAJI TATANAN KONTAINER INDONESIA CABANG MEDAN

N/A
N/A
Jalak Medan

Academic year: 2023

Membagikan "PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING STUDI KASUS PADA PT. MASAJI TATANAN KONTAINER INDONESIA CABANG MEDAN"

Copied!
123
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, setiap perusahaan harus mempunyai sumber daya yang cukup yaitu sumber daya manusia. Seluruh potensi sumber daya manusia yang ada mempunyai dampak besar terhadap upaya organisasi dalam mencapai tujuannya. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang dapat bekerja secara efektif oleh karena itu penggunaan SDM merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan untuk mencapai tujuan organisasi.

Sumber daya manusia merupakan satu-satunya sumber daya yang mempunyai akal, perasaan, keterampilan, pengetahuan dan kreatifitas. Fungsi sumber daya manusia pada umumnya adalah untuk meningkatkan produktivitas dalam mendukung organisasi agar lebih kompetitif dan mencapai tujuan. Manajemen sumber daya manusia mencakup semua keputusan dan praktik manajemen yang secara langsung mempengaruhi sumber daya manusia.

Identifikasi Masalah

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Mengetahui dan menganalisis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja pada PT.

Manfaat Penelitian

Penelitian ini mengetahui hubungan atau pengaruh kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Rumah Sakit Taman Harapan Baru Bekasi.

KAJIAN PUSTAKA

Uraian Teori

  • Kinerja Karyawan
    • Pengertian Kinerja Karyawan
    • Faktor – Faktor Yang Memengaruhi Kinerja Karyawan
    • Tujuan Dan Manfaat Kinerja Karyawan
    • Indikator Kinerja Karyawan
  • Kepemimpinan
    • Pengertian Kepemimpinan
    • Faktor – Faktor Yang Memengaruhi Kepemimpinan
    • Tujuan Dan Manfaat Kepemimpinan
    • Jenis – Jenis Gaya Kepemimpinan
    • Indikator Kepemimpinan
  • Disiplin Kerja
    • Pengertian Disiplin Kerja
    • Faktor – Faktor Yang Memengaruhi Disiplin Kerja
    • Tujuan Dan Manfaat Disiplin Kerja
    • Jenis – Jenis Disiplin Kerja
    • Indikator Disiplin Kerja
  • Motivasi Kerja
    • Pengertian Motivasi Kerja
    • Faktor – Faktor Yang Memengaruhi Motivasi Kerja
    • Tujuan Dan Manfaat Motivasi Kerja
    • Indikator Motivasi Kerja

Kompensasi memegang peranan penting dalam meningkatkan kinerja pegawai karena salah satu alasan utama seseorang bekerja adalah untuk memenuhi penghidupannya melalui imbalan yang diterimanya dari pekerjaan (Riana & Alsyaumi, 2016). Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya masing-masing, untuk mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan secara sah, tanpa melanggar hukum dan sesuai dengan standar dan etika. . Apalagi menurut (Shmailan, 2016), kinerja pegawai adalah tindakan yang dilakukan pegawai dalam melaksanakan pekerjaan yang dilakukan perusahaan.

Menurut beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja merupakan hasil mutu sesuai dengan standar yang telah ditentukan berdasarkan tanggung jawab yang diberikan dalam pelaksanaan tugas yang diberikan kepadanya. Dalam prakteknya, tidak selalu terjadi kinerja pegawai berada pada kondisi yang diinginkan oleh pegawai itu sendiri atau organisasi. Semakin banyak keterampilan dan keahlian yang Anda miliki, maka Anda akan mampu melakukan pekerjaan dengan benar dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan.

Sedangkan menurut Sutrisno (2011, p. 176), faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja adalah : .. 2) Wewenang dan tanggung jawab 3) Disiplin. Manfaat lain dari kepemimpinan adalah membantu manajer mengambil keputusan ketika menerapkan standar kinerja kepada karyawan.

Kerangka Konseptual

Disiplin kerja yang dikelola dengan baik akan menghasilkan kepatuhan pegawai terhadap berbagai peraturan organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja. Motivasi kerja memberikan alasan bagi seseorang untuk bekerja dengan baik sesuai dengan prosedur, standar dan tujuan yang telah ditentukan. Kemudian terkait dengan hal tersebut, manajer harus bertanggung jawab dan aktif menyikapi segala kekurangan dan kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang motivasi karyawannya, karena dengan motivasi yang tinggi karyawan dapat menyelesaikan semua pekerjaan yang menjadi tugas dan fungsi utamanya dan keadaan ini akan terjadi. jelas mempengaruhi. kinerja karyawan.

Hasibuan (2016) menyatakan bahwa pemimpin yang menggunakan wewenang dan kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk melakukan sebagian pekerjaan guna mencapai tujuan organisasi. Motivasi kerja yang tinggi dapat didukung dengan kepemimpinan yang tepat, sehingga kepemimpinan yang tidak tepat dalam penerapannya akan kurang memberikan motivasi bagi pegawai dalam menjalankan pekerjaannya. Hasil penelitian (Dewi Suyani & Hazmanan Khair, 2019) (Aldino, 2017) menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh terhadap motivasi kerja.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Pradipto & Rahardja, 2015) (Jufrizen & Hadi, 2021) menyatakan bahwa disiplin kerja berpengaruh terhadap motivasi kerja. Setiap pemimpin hendaknya menjaga segala potensi yang ada dibawah kepemimpinannya. Pemimpin berfungsi mengendalikan kekuasaan dan melindunginya secara arif dan bijaksana. Dengan adanya disiplin kerja pada setiap karyawan di perusahaan maka akan membawa kemajuan bagi perusahaan.

Pegawai yang menjalankan disiplin kerja yang berbeda akan mempunyai kemungkinan memperoleh penghasilan, kemungkinan menduduki suatu jabatan, kemungkinan promosi dan kemungkinan mengembangkan kompetensi pribadi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam organisasi, sehingga hal ini akan lebih memotivasi mereka untuk bekerja. pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya (Jufrizen & Hadi, 2021). Dari uraian kerangka konseptual, maka variabel yang ingin diteliti dalam kerangka konseptual ini adalah kepemimpinan, disiplin kerja, motivasi kerja dan kinerja pegawai, yang akan diuraikan sebagai berikut:

Gambar 2. 1 Skema Kerangka Konseptual Kepemimpinan
Gambar 2. 1 Skema Kerangka Konseptual Kepemimpinan

Hipotesis

Masaji Tataan Container Indonesia Cabang Medan memperoleh nilai frekuensi jawaban responden mengenai variabel kinerja pegawai sebagai berikut: Penilaian diatas sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Jufrizen, 2017), (Astuti, 2018), (Rizal & Radiman, 2019), (Jufrizen & Lubis, 2020), (Jufrizen, 2017), yang menyimpulkan bahwa pengaruh kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Jufrizen, 2017) (Prayogi & Nursidin, 2018) (Tupti & Arif, 2020) menyimpulkan bahwa motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Artinya variabel mediasi (motivasi kerja) merupakan mediator antara disiplin kerja dengan kinerja pegawai. Pengaruh budaya organisasi, pelatihan dan motivasi terhadap kinerja pegawai Universitas Tjut Nyak Dhien Medan. Analisis pengaruh gaya manajemen dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening (studi pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah).

Pengaruh disiplin kerja dan pelatihan terhadap kinerja pegawai dengan budaya organisasi sebagai variabel moderasi pada rumah sakit BUMN di Kota Medan. Saat ini saya sedang melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Kepemimpinan Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pada PT. Masaji Tatanan Kontainer Indonesia Cabang Medan)”.

METODE PENELITIAN

Pendekatan Penelitian

Defenisi Operasional

Tempat Dan Waktu Penelitian

Teknik Pengambilan Sampel

  • Populasi
  • Sampel

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisa Data

HASIL PENELITIAN

Hasil Penelitian

  • Deskripsi Hasil Penelitian
  • Identitas Responden
    • Jenis Kelamin
    • Usia
    • Pendidikan
  • Analisis Variabel Penelitian
    • Variabel Kinerja Karyawan (Y)
    • Variabel Kepemimpinan (X1)
    • Variabel Disiplin Kerja (X2)
    • Variabel Motivasi Kerja (Z)

Dari tabel 4.4 diatas terlihat persentase responden terdiri dari pegawai berpendidikan S, pegawai berpendidikan D, pegawai berpendidikan menengah dan 2 orang (4,3%) pegawai berpendidikan magister. . Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden merupakan pegawai dengan pendidikan sarjana. Masaji Tataan Container Indonesia Cabang Medan diperoleh nilai frekuensi tanggapan responden mengenai variabel kepemimpinan sebagai berikut :.

Masaji Tataan Container Indonesia Cabang Medan diperoleh nilai frekuensi tanggapan responden mengenai variabel disiplin kerja sebagai berikut :. Masaji Tataan Container Indonesia Cabang Medan diperoleh nilai frekuensi jawaban responden mengenai variabel motivasi kerja sebagai berikut :.

Tabel 4.2. Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel 4.2. Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Analisis Data

  • Analisis Model Pengukuran / Measurement Model Analysis
    • Convergent Validity
    • Discrimminant Validity
    • Cronbach Alpha
    • Composite Reliability
  • Analisis Model Struktural / Structural Model Analysis (Inner
    • R – Square
    • F – Square
    • Pengujian Hipotesis

Kesimpulan dari uji validitas konvergen adalah seluruh nilai loading berada diatas 0,5 sehingga dapat disimpulkan seluruh nilai loading sudah sesuai. Ghozali, 2013) menyatakan bahwa ukuran ini dapat digunakan untuk mengukur reliabilitas skor komponen variabel laten dan hasilnya lebih konservatif dibandingkan reliabilitas komposit. Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa nilai AVE (Average Variance Extracted) untuk seluruh konstruk mempunyai nilai > 0,50.

Cronbach alpha seharusnya > 0,70 untuk penelitian konfirmatori, dan > 0,53 masih dapat diterima untuk penelitian eksplorasi (Hair et al., 2021). Dengan melihat nilai Cronbach alpha pada blok indikator pengukur konstruk, maka dapat disimpulkan dari tabel diatas bahwa seluruh konstruk mempunyai reliabilitas yang sesuai dengan batas nilai minimal yang dipersyaratkan. Reliabilitas komposit harus > 0,70 untuk penelitian konfirmatori dan masih dapat diterima untuk penelitian eksplorasi (Hair et al., 2021).

Artinya variabel X yaitu kepemimpinan dan disiplin kerja kemampuan menjelaskan Z (motivasi kerja) sebesar 78,8% sehingga model tergolong kuat (signifikan). Pengukuran F-square atau effect size merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui dampak relatif suatu variabel yang mempengaruhi (eksogen) terhadap variabel yang dipengaruhi (endogen). Perubahan nilai ketika variabel eksogen tertentu dikeluarkan dari model dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah variabel yang dihilangkan tersebut mempunyai dampak substantif terhadap konstruk endogen (Juliandi, 2018).

Kriteria F-Square menurut (Juliandi, 2018) adalah sebagai berikut: (1) Jika nilai = 0,02 → Kecil pengaruh variabel eksogen terhadap endogen; (2) Jika nilai = 0,15 → Sedang/sedang pengaruh variabel eksogen terhadap endogen; dan (3) Jika nilai = 0,35 → Besar pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen. 0,05 yang berarti pengaruh Z (motivasi kerja) terhadap Y (kinerja karyawan) adalah positif dan signifikan. Pengaruh langsung 2) Pengaruh tidak langsung (indirect effect). Tujuan analisis pengaruh tidak langsung berguna untuk menguji hipotesis adanya pengaruh tidak langsung suatu variabel yang mempengaruhi (eksogen) terhadap variabel yang dipengaruhi (endogen) yang dimediasi/dimediasi oleh variabel intervening (variabel mediator) (Juliandi, 2018).

Pengaruh total merupakan penjumlahan pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung (Juliandi, 2018).

Gambar 4.1. Hasil Uji Algorithm (Outer Loading)  Sumber: Hasil Pengolahan Data SmartPLS 3 (2023)  4.2.1.2 Discriminant Validity
Gambar 4.1. Hasil Uji Algorithm (Outer Loading) Sumber: Hasil Pengolahan Data SmartPLS 3 (2023) 4.2.1.2 Discriminant Validity

Pembahasan

  • Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan
  • Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
  • Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
  • Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja
  • Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Motivasi Kerja
  • Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Melalui
  • Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui

Berdasarkan hasil pengujian secara parsial pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai, terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan hasil uji parsial pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan diperoleh Z dari Y dengan nilai TStatistics(|O/STDEV|) = 3,238 dan P-values ​​0,000 dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hasil uji parsial pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja, terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan dengan kinerja pegawai melalui motivasi kerja.

Berdasarkan hasil pengujian secara simultan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja, antara disiplin kerja dan kinerja pegawai melalui motivasi kerja. Pengaruh motivasi dan beban kerja terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Medan.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Manajemen harus melakukan evaluasi kinerja secara berkala untuk mengidentifikasi masalah atau area yang memerlukan perbaikan.

Keterbatasan Penelitian

Pengaruh manajemen dan disiplin terhadap motivasi kerja dan dampaknya terhadap kinerja pegawai RSUD Kabupaten Bungo. Pengaruh kepemimpinan dan kepemimpinan transaksional terhadap kinerja karyawan dengan Locus of Control sebagai variabel moderasi. Pengaruh kepuasan kerja, disiplin kerja dan budaya kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah.

Pengaruh gaya kepemimpinan dan program keselamatan dan kesehatan kerja terhadap motivasi kerja (studi pada karyawan tetap bagian pemeliharaan PT Badak Lang Bontang). Pengaruh Kepemimpinan dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Melalui Motivasi Kerja Pada PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Utara (Disertasi Doktor). Saya sering memberikan motivasi dan semangat kepada rekan kerja serta membantu terciptanya hubungan baik antar sesama karyawan.

Gambar Outer Loadings
Gambar Outer Loadings

Gambar

Gambar 2. 1 Skema Kerangka Konseptual Kepemimpinan
Tabel 3. 1 Indikator Kinerja
Tabel 3. 2 Indikator Kepemimpinan
Tabel 3. 4 Indikator Motivasi Kerja
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa variabel gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini dapat dilihat dari nilai probabilitas

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa variabel gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.. Hal ini dapat dilihat dari nilai probabilitas

a. Lingkungan kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap motivasi kerja karyawan. Lingkungan kerja mempengaruhi 11,7% perubahan motivasi kerja karyawan.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Sehfudin (2011) yang mana hasil penelitian mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Audia Junita (2012) yang menyatakan bahwa ada pengaruh signifikan kepuasan kerja terhadap disiplin kerja karyawan. Hipotesis

an (2012) PT.Prima Zirang Utama Semarang Kepemimpinan, Disiplin Kerja, Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan terhadap kinerja

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dilihat dari perhitungan yang telah

Penelitian yang dilakukan oleh Andarias Kuddy 2017 menunjukkan bahwa Variabel Kepemimpinan memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap kinerja Pegawai Dinas Pertanian dan Ketahanan