PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dengan banyaknya industri yang didirikan untuk menjalankan aktivitasnya dengan memproduksi bubuk batu kapur dan kapur di wilayah tersebut. Industri PBG (Pembakar Batu Kapur) yang berlokasi di Desa Grenden Kecamatan Puger merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan yang memproduksi batu kapur dan bubuk kapur.
Fokus Penelitian
Hal ini disebabkan karena sulitnya bahan baku batu kapur dan semakin tingginya harga bahan baku batu kapur, namun pihak industri harus tetap melakukan produksinya sedemikian rupa sehingga mencapai titik efisiensi agar tidak mengalami kerugian terus menerus dan ingin mengetahui manfaatnya. berkembangnya persaingan industri batu kapur saat ini. Hal inilah yang menyebabkan peneliti berjudul “ANALISIS EFEKTIVITAS BERSAING INDUSTRI KAPUR DAN BUBUK KAPUR DI KABUPATEN PUGER KABUPATEN JEMBER”.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Untuk menambah pengetahuan tentang tingkat efisiensi persaingan usaha pada perusahaan dan sebagai acuan atau rujukan untuk penelitian selanjutnya. Membantu memberikan nasihat dan memberikan kontribusi kepada industri PBG (pembakaran batu kapur) mengenai tingkat efektivitas persaingan usaha dalam perusahaan.
Definisi Istilah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana membangun sistem informasi penjualan batu kapur di CV. Andrita Yudhistyo, “Primordialisme Alam Usaha Batu Kapur (studi kasus masyarakat yang bekerja pada usaha pengolahan batu kapur Desa Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu)”, (2019). Lokasi penelitian ini akan dilakukan di industri PBG (pembakaran batu kapur), Dusun Kapuran, Desa Grenden, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, lokasi tersebut dipilih dengan alasan bahwa di Kecamatan Puger khususnya Desa Grenden terdapat potensi yang cukup besar. sumber daya alam berupa batu kapur, dimana pegunungan kapur merupakan satu-satunya penghasil batu kapur yang ada di kabupaten jember, dan industri PBG (pembakaran batu kapur) dipilih karena merupakan industri yang lebih produktif, harga lebih murah dan merupakan industri yang memiliki titik efisien. dibandingkan dengan industri kapur lainnya karena industri PBG (pembakaran batu kapur) dapat mengatasi permasalahan kenaikan harga bahan baku dengan sedikit atau tanpa kerugian.
Sedangkan pada tahun 2020 hingga tahun 2022 industri PBG (pembakaran batu kapur) mengalami penurunan pendapatan akibat bertambahnya bahan baku.Berdasarkan wawancara lapangan yang dilakukan peneliti dengan Bapak Agus selaku pemilik industri PBG, beliau Dari Dari seluruh penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa secara umum dapat dikatakan bahwa pengendalian biaya dilakukan oleh industri PBG (pembakaran batu kapur).
Berdasarkan hasil penelitian produksi kapur pada industri PBG (pembakaran batu kapur) di desa Grenden kecamatan Puger kabupaten Jember sub bab sebelumnya. Jika produksi ditingkatkan maka industri PBG (pembakaran batu kapur) akan mengalami kerugian. Harga kapur pada industri PBG (pembakaran batu kapur) sebesar Rp 70.000/kuintal, sedangkan pada industri batu kapur Pak Sari sebesar Rp 75.000/kuintal.
Sitematika pembahsan
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Tedahulu
Kajian Teori
Namun diskriminasi harga di pihak konsumen dapat menguntungkan jika mereka termasuk konsumen yang dikenakan harga lebih rendah. Batu Kapur merupakan salah satu bahan galian yang banyak dijumpai pada pegunungan kapur Indonesia yang terbentang dari timur hingga barat, seperti di Jawa Timur hingga Jawa Tengah. Bedanya, terjadi perubahan pada material kapur tersebut, yang kemudian terbawa arus dan diendapkan tidak jauh dari lokasi aslinya.
Dapat dikatakan bahwa sebagian besar benda-benda yang ada di rumah atau kantor pasti memerlukan bantuan kapur dalam tingkat tertentu, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, tingkat konsumsi batu kapur untuk memenuhi kebutuhan manusia sangat besar. Batugamping nonklastik merupakan koloni bintang laut, koral dan koral yang tergabung dalam coelenterates, sehingga tidak menunjukkan lapisan yang baik dan tidak banyak mengalami pencemaran dari mineral lain. Batugamping yang komponennya berasal dari permukaan terumbu melalui fragmentasi mekanis kemudian mengalami pengangkutan dan diendapkan kembali sebagai partikel padat yang tergolong batugamping/batugamping.
Lokasi Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari objek yang dicari sebagai sumber informasi.43 Data tersebut diperoleh melalui wawancara langsung. Data primer adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan data dianalisis dengan mempelajari sikap, perilaku, keyakinan dan karakteristik berbagai orang kunci dalam suatu perusahaan atau organisasi guna memperoleh jawaban langsung atas pertanyaan yang diajukan peneliti. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari berbagai sumber seperti instansi, organisasi/lembaga pemerintah, pendapat para ahli, buku dan jurnal, atau sumber pendukung lainnya.44.
Jadi disini peneliti menggunakan data sekunder untuk memperkuat temuan dan melengkapi informasi yang telah dikumpulkan peneliti.
Teknik Pengumpulan Data
Observasi adalah suatu metode yang digunakan untuk mengamati dan mencatat secara sistematis fenomena-fenomena yang diselidiki. Dalam arti luas observasi tidak hanya terbatas pada observasi yang dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Metode observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung, yaitu pengumpulan data dengan cara ikut serta secara langsung dan sistematis terhadap objek yang diteliti.
Wawancara dengan demikian merupakan alat untuk mengumpulkan informasi secara langsung tentang berbagai jenis data sosial, baik yang tersembunyi maupun yang terlihat. Metode dokumentasi merupakan suatu metode pengumpulan data dengan cara mencari data atau informasi yang dicatat atau dipublikasikan dalam beberapa dokumen yang ada. Dalam hal ini Ari Kunto mengatakan bahwa: Metode penelitian adalah data tentang suatu hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip buku, surat kabar, rapat, agenda dan lain sebagainya.
Teknik Analisis Data
Reduksi data berarti merangkum, memilih permasalahan pokok, memusatkan perhatian pada permasalahan yang penting dan mencari tema dan pola. Dengan demikian, keterbatasan data akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti dalam melakukan pengumpulan data lebih lanjut. Penyajian data dalam penelitian kualitatif berbentuk deskripsi singkat, grafik atau dengan teks naratif.
Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi Kesimpulan dalam penelitian bukanlah suatu karangan atau diambil dari suatu proses tertentu, yaitu menarik, dalam arti memindahkan sesuatu dari suatu tempat ke tempat lain jika memang menarik. Jika peneliti telah menyelesaikan langkah-langkah di atas, maka tahap akhir analisis data adalah memeriksa keabsahan data.
Keabsahan Data
Tahap-Tahap Penelitian
Setelah mendapat izin penelitian, peneliti menyerahkan izin penelitian tersebut kepada koperasi PBG (tempat pembakaran batu kapur). Setelah mendapat izin, peneliti mulai melakukan survei dan penilaian lapangan untuk mengetahui lebih jauh latar belakang subjek penelitian, lingkungan bisnis, dan lingkungan sosial. Setelah menyelesaikan semua tahapan di atas, hendaknya peneliti menyiapkan peralatan penelitian sebelum terjun ke lapangan, dimulai dengan alat bantu tulis seperti pensil, buku catatan, alat perekam, foto potret, dan lain-lain.
Setelah melakukan proses dengan menggunakan metode yang berbeda-beda mulai dari data global hingga data sempit. Kemudian, dengan data hasil observasi, wawancara dan dokumentasi, peneliti akan mendapatkan temuan data yang ingin diperolehnya. Kegiatan penyusunan laporan hasil penelitian merupakan serangkaian kegiatan mulai dari pengumpulan data hingga pemaknaan data.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Objek Penelitian
Gambar 1.1 akan menjelaskan tugas dan tanggung jawab bagian berikut ini. Gambar 1.2 akan menjelaskan tugas dan tanggung jawab bagian berikut ini. Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi kapur adalah batu kapur dan bahan ini bisa diperoleh dari tambang Gunung Sadeng dengan cara membelinya dari para penambang batu kapur.
Pada tahap pembakaran ini, batu kapur akan dibakar dengan menggunakan bahan bakar berupa kayu bekas dan ban bekas yang dilakukan selama lima hari penuh. Batu kapur yang sudah matang dimasukkan ke dalam keranjang dan ditimbang ke dalam keranjang seberat 1 kuintal. Pada tahap ini batu kapur yang sudah matang dan menjadi batu kapur akan dimasukkan ke dalam keranjang, dan bubuk batu kapur tersebut akan dimasukkan ke dalam kantong plastik.
Penyajian dan Analisis Data
Begitu pula dengan industri PBG (pembakaran batu kapur) yang melakukan upaya untuk merevitalisasi roda perekonomiannya. Industri PBG (pembakaran batu kapur) terpaksa mengurangi volume produksi dan penjualan kapur serta mengurangi jumlah keuntungan yang diperoleh. Jadi industri PBG (pembakar batu kapur) termasuk dalam kategori cukup efisien, hal ini dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan jumlah produk ini kedepannya.
Terbukti pada tahun 2019, sebelum harga bahan baku kapur naik, jumlah produksi industri PBG (pembakaran batu kapur) masih normal yaitu 3 sampai 4 kali pembakaran dalam satu bulan. tahun, total produksi pada tahun 2019 sebanyak 28 kali pembakaran. Perbedaan harga antara industri PBG (pembakar batu kapur) dengan industri batu kapur lainnya tidak terlalu besar, yaitu berkisar Rp. Namun ada juga beberapa industri batu kapur yang masih aktif, antara lain industri PBG (pembakaran batu kapur) milik Pak Agus.
Pembahasan Temuan
PENUTUP
Kesimpulan
Apabila pada tahun sebelumnya terjadi kerugian, pihak industri melakukan berbagai pengendalian agar proses produksi berjalan efisien dan efektif. Persaingan dalam industri batu kapur mengalami penurunan yang disebabkan oleh peningkatan bahan baku yang menyebabkan produsen batu kapur mengurangi volume produksinya serta menurunnya minat masyarakat untuk membeli batu kapur dan produsen tidak mampu menaikkan harga batu kapur guna mendapatkan harga yang lebih baik. masih banyak yang harus dilakukan. durasi. Oleh karena itu, banyak industri batu kapur di Kecamatan Puger yang memilih menutup usahanya karena produsen batu kapur tidak ingin mengalami kerugian.
Saran
Industri PBG (pembakaran batu kapur) perlu melakukan penataan ulang tata letak atau penyimpanan bahan bakar kayu untuk menghindari air hujan dan menjamin kualitasnya sehingga tidak menimbulkan pemborosan tenaga, waktu dan biaya. Skala ekonomi pada industri pengolahan kelapa sawit Indonesia menggunakan fungsi biaya variabel. Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi pada Industri Kecil Menengah dan Mebel Rumah Tangga di Kabupaten Blora.
Analisis Skala Ekonomi dan Keuntungan Industri Semen dan Kapur Siap Bangun di Indonesia. “Analisis Efisiensi Persaingan Usaha Pada Industri Batu Kapur dan Serbuk Kapur Di Kecamatan Puger Kabupaten Jember.” Sebagaimana tercantum dalam surat izin penelitian dari lembaga pada tanggal 8 Juni 2022 dan penelitian di industri PBG (pembakaran batu kapur) selesai pada tanggal 23 Mei 2023.