• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh UAS Menfar Part 1

N/A
N/A
KOMANG ERAWATI 2021

Academic year: 2025

Membagikan "Contoh UAS Menfar Part 1"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

CONTOH SOAL UAS MENFAR ( PART 1 )

1. Berikut adalah penyebab kegagalan produk baru, kecuali : a. Salah memperhitungkan besarnya pasar

b. Kesalahan positioning produk c. Kesalahan ketika launching produk d. Desain produk bermasalah

e. Kesalahan pada harga

2. Mengukur kinerja apotek sebagai Unit usaha terdapat tiga cara dalam aspek keuangan yang mendasar, yaitu Cash flow, Rugi-Laba (R/L) dan Neraca.

Komponen Penjualan, HPP, Biaya dan Laba sebagai aspek keuangan terdapat pada:

a. Cash flow b. Rugi-Laba (R/L) c. Neraca

d. Neraca ROI dan ROA e. ROE dan Likuiditas

3. Dalam mengukur kepuasan pelayanan apotek yang diberikan kepada pelanggan dapat dilakukan menggunakan metode Service Quality (Serqual) dengan 5 Dimensi, yaitu Reliability, Assurance, Tangible, Empathy, dan Responsiveness (RATER).

Keaslian obat, kepastian harga dan informasi obat, termasuk kedalam:

a. Reliability b. Assurance c. Tangible d. Empathy

e. Responsiveness.

4. Dalam daur hidup produk, ditahap inilah profit mulai mendekati BEP:

a. Development b. Introduction c. Growth d. Maturity e. Decline

(2)

5. Adanya penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Sosial (JKN) bagi masyarakat Indonesia akan memberi dampak perubahan baik terhadap pasien maupun apotek sebagai pelaku bisnis. Bila apotek kesulitan dalam penyediaan barang sesuai Formularium Nasional (Fornas), maka hal ini dalam analisa TOWS, termasuk:

a. Faktor Strength (S) b. Faktor Weakness (W) c. Faktor Opportunity (O) d. Faktor Treath (T) e. Faktor Equipment (E)

6. Pelayanan yang ekselen diberikan sebuah apotek perlu dilakukan untuk kepuasan pelanggan/pasien. Good Service - Good Business menjelaskan, bahwa dengan memberi pelayanan yang baik akan menghasilkan bisnis yang bertumbuh dan berkelanjutan. Keluhan hendaklah dianggap peluang, konsumen yang setialah yang mengeluh saat pertama dan kita tidak pernah menang dengan pelanggan kegiatan ini termasuk kedalam:

a. Self esteem

b. Exceed expectation c. Recovery

d. Vision e. improve

7. Hubungan lingkungan bisnis dengan strategi perusahaan, sebaiknya perusahaan mengetahui dan memahami tingkat persaingan, tuntutan konsumen dan regulasi yang berlaku. Strategi perusahaan dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu visi-misi (reframe), struktur (structure), SDM (revitalization) dan ...

a. System (sistem) b. Renewal (spirit)

c. Technology (teknologi) d. Communication (komunikasi) e. Competitive (persaingan)

8. Pelayanan yang ekselen diberikan sebuah apotek perlu dilakukan untuk kepuasan pelanggan/pasien.Good Service - Good Business menjelaskan, bahwa dengan memberi pelayanan yang baik akan menghasilkan bisnis yang tumbuh berkelanjutan.

Bersikaplah responsif terhadap perubahan dan kita harus memelihara peningkatan servis yang kontinu, termasuk:

a. Self esteem

b. Exceed expectation c. Recovery

d. Vision e. improve

(3)

9. Dalam mengukur kepuasan pelayanan apotek yang diberikan kepada pelanggan dapat dilakukan menggunakan metode Service Quality (Serqual) dengan 5 Dimensi, yaitu Reliability, Assurance, Tangible, Empathy, dan Responsiveness (RATER). Kualitas pelayanan (kelengkapan obat, kecepatan pelayanan dan kesesuaian produk yang diminta pelanggan), termasuk ke dalam:

a. Reliability b. Assurance c. Tangible d. Empathy e. Responsiveness.

10. Hasil dari analisis lingkungan pada saat operasional perusahaan berlangsung dapat digambarkan ke dalam empat kuadran. "Star" merupakan posisi perusahaan baru yang belum sepenuhnya diketahui tingkat kemampuannya. Hal ini terdapat pada:

a. Kuadran b. Kuadran II c. Kuadran III d. Kuadran IV

e. Tidak termasuk kuadran

11. Sebuah perusahaan yang mampu membayar biaya operasional, hutang dagang dan investasi dalam satu periode tertentu terlihat dari likuiditas dan solvabilitasnya yang baik, demikian juga SDM yang mampu melaksanakan program kerjanya. Hal ini dalam analisa lingkungan termasuk:

a. Faktor Strenght (S) b. Faktor Weakness (W) c. Faktor Opportunity (0) d. Faktor Treath (T) e. Faktor Equiptment (E)

12. Dalam rangka meraih sebanyak-banyaknya pelanggan, produsen sering kali melakukan perbedaan segmen atas produknya untuk positioning di pasar yang didasarkan pada :

a. Product Quality b. Product Feature c. Product Design d. Product Attribute e. Product Decision

(4)

13. Cara Pelayanan Farmasi yang Baik (CPFB) atau Good Pharmacy Practice (GPP) di apotek merupakan standar praktek kefarmasian apoteker bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Lima standar GPP in developing countries (FIP approach), terkait Facility equipment merupakan:

a. Standar 1 b. Standar 2 c. Standar 3 d. Standar 4 e. Standar 5

14. Dalam Sistem Regulasi Untuk Menjamin Kualitas Obat, Good Pharmacy Practices masuk ke dalam tahap:

a. Pengembangan b. Persetujuan Izin Edar c. Produksi

d. Distribusi e. Penggunaa

15. Pelayanan yang ekselen diberikan sebuah apotek perlu dilakukan untuk kepuasan pelanggan/pasien.Good Service - Good Business menjelaskan, bahwa dengan memberi pelayanan yang baik akan menghasilkan bisnis yang bertumbuh dan berkelanjutan. Tetapkanlah, penuhi dan lampaui harapan-harapan pelanggan dan rekor prestasi tidaklah cukup berarti tanpa bukti, kegiatan ini termasuk pada:

a. Self esteem

b. Exceed expectation c. Recovery

d. Vision e. Improve

16. Pelayanan yang ekselen diberikan sebuah apotek perlu dilakukan untuk kepuasan pelanggan/pasien. Good Service - Good Business menjelaskan, bahwa dengan memberi pelayanan yang baik akan menghasilkan bisnis yang bertumbuh dan berkelanjutan. Tetapkanlah, penuhi dan lampaui harapan-harapan pelanggan dan rekor prestasi tidaklah cukup berarti tanpa bukti, kegiatan ini termasuk pada:

a. Self esteem

b. Exceed expectation c. Recovery

d. Vision e. Improve

(5)

17. Disamping memberikan arah (kompas) kemana organisasi menuju, memberi motivasi, juga penting menjadi landasan perilaku setiap karyawan melaksanakan tugas dan fungsinya. Kehandalan dari hasil analisis lingkungannya tersebut digunakan untuk mencapai:

a. Strategi b. Misi c. Visi

d. Analisa lingkungan e. Regulasi & Teknologi.

18. Yang bukan "Hardware" dari "Regulatory Affair":

a. Pengetahuan akan aturan registrasi b. Pengetahuan akan prosedur registrasi c. Kemampuan teknis

d. Kemampuan berkomunikasi e. Kemampuan berkolaboraksi

19. Tahapan pada Product Life Cycle ini menjuluki produk sebagai Cash Cow:

a. Introduction b. Growth c. Maturity d. Decline e. Semua salah

20. Penetapan strategi perusahaan menjelaskan apa yang harus dilakukan, kapan dilaksanakan, siapa pelaksananya, berapa biaya dan apa ukurannya.

Tahap-tahap membuat program kerja perusahaan, diuraikan sbb:

a. Penetapan visi dan misi - analisa kondisi lingkungan - program kerja - strategi b. Analisa kondisi lingkungan - penetapan visi dan misi - strategi - program kerja c. Penetapan visi dan misi - analisa kondisi lingkungan - strategi - program kerja d. Strategi - analisa kondisi lingkungan - penetapan visi dan misi - program kerja e. Strategi - program kerja - analisa kondisi lingkungan - penetapan visi dan misi

21. Cara Pelayanan Farmasi yang Baik (CPFB) atau Good Pharmacy Practice (GPP) di apotek merupakan praktek kefarmasian apoteker bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien Lima standar GPP in developing countries (FIP approach), terkait Law, Regulation and Ethics merupakan:

a. Standar 1 b. Standar 2 c. Standar 3 d. Standar 4 e. Standar 5

(6)

22. Yang bukan fungsi dari saluran distribusi adalah : a. Transportasi

b. Penjualan c. Repacking d. Risk Mitigation e. Warehousing

23. Cara Pelayanan Farmasi yang Baik (CPFB) atau Good Pharmacy Practice (GPP) di apotek merupakan praktek kefarmasian apoteker bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Lima standar GPP in developing countries (FIP approach), terkait Praktek kefarmasian merupakan:

a. Standar 1 b. Standar 2 c. Standar 3 d. Standar 4 e. Standar 5

24. Cara Pelayanan Farmasi yang Baik (CPFB) atau Good Pharmacy Practice (GPP) di apotek merupakan praktek kefarmasian apoteker bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Lima standar GPP in developing countries (FIP approach), terkait Social and community participation merupakan

a. Standar 1 b. Standar 2 c. Standar 3 d. Standar 4 e. Standar 5

25. Strategi perusahaan dalam satu periode yang telah ditetapkan harus terukur (challenging) dan dapat dilakukan (achievable) oleh tim agar manajemen dengan mudah melakukan monitoring dan evaluasi. Cara atau taktik untuk mencapai sasaran tersebut dituangkan sebagai ...

a. Fungsi strategi b. Program kerja

c. Tanggung jawab pegawai d. Tanggung jawab atasan e. Wewenang pimpinan

26. kemampuan teknis dan pengetahuan akan aturan registrasi menjadi hal utama yang harus dikuasai seorang Regulatory Affair. Hal penting lain yang harus dikuasai, kecuali

a. Good management skills b. Good communication skills

(7)

d. Ability to sell your product e. Ability to sell your idea

27. Hasil dari analisis lingkungan pada saat operasional perusahaan berlangsung dapat digambarkan kedalam empat kuadran. "Dog" merupakan posisi perusahaan baru yang belum sepenuhnya diketahui tingkat kemampuannya. Hal ini terdapat pada:

a. Kuadran I b. Kuadran II c. Kuadran III d. Kuadran IV

e. Tidak termasuk Kuadran

28. Manfaat dari sebuah produk darus dapat ditampilkan dalam Tangible Product Attribute. Dibawah ini adalah hal-hal yang termasuk Product Attribute, kecuali : a. Kualitas Produk

b. Desain Produk c. Fitur Produk

d. Pengetahuan Produk e. Tampilan Produk

30. Adanya penyelenggaraan JKN di Indonesia bagi masyarakat akan memberi dampak perubahan baik terhadap pasien maupun apotek sebagai pelaku bisnis. Bila sistem JK semakin baik dan pendapatan terbanyak apotek berasal dari pelayanan JKN, maka hal ini dalam analisa TOWS, termasuk:

a. Faktor Strength (S) b. Faktor Weakness (W) c. Faktor Opportunity (O) d. Faktor Treath (T) e. Faktor Equipment (E)

29. Cara Pelayanan Farmasi yang Baik (CPFB) atau Good Pharmacy Practice (GPP) di apotek merupakan standar praktek kefarmasian apoteker bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Lima standar GPP in developing countries (FIP approach), terkait Quality Management merupakan:

a. Standar 1 b. Standar 2 c. Standar 3 d. Standar 4 e. Standar 5

(8)

30. Pelayanan yang ekselen diberikan sebuah apotek dilakukan untuk kepuasan pelanggan/pasien. Good Service - Good Business menjelaskan, bahwa dengan memberi pelayanan yang baik akan menghasilkan bisnis yang tumbuh berkelanjutan. Memberi servis bukan sekedar bersikap patuh dan keunggulan servis dimulai dari atasan, kegiatan ini termasuk pada:

a. Self esteem

b. Exceed expectation c. Recovery c. Vision

d. Improv

(9)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini perlu dilakukan untuk mengukur seberapa besar kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak apotek berbintang satu di Yogyakarta.. Karena,

Kebanyakan pelanggan dapat merasakan kepuasan yang diberikan Pizza Hut Matos setelah pelanggan menilai pelayanan yang diberikan dengan pelayanan yang diharapkan, jika

Dari latar belakang di atas maka penulis memberi judul ” Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan yang Diberikan Oleh Petugas Kelurahan Pemurus Baru Banjarmasin

Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan seluruh variabel independen yaitu kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, nilai pelanggan dapat menjelaskan variabel

Penelitian ini akan dititikberatkan pada penganalisaan kepuasan pelanggan pemakai jasa servis sepeda motor Honda terhadap kualitas pelayanan yang diberikan

Service excellence atau pelayanan yang terbaik merupakan harapan yang mampu diberikan perlindungan kepada pelanggan untuk mendapatkan kepuasan pelanggan dan menjadi

Merupakan proses penilaian yang diberikan oleh pelanggan terhadap pelayanan serta kinerja petugas rumah sakit, proses pengukuran kepuasan pelanggan ini dilakukan setiap pasien

Julian Valentino 2012 Pengaruh Pelayanan Prima Service Excellence Terhadap Kepuasan Pelanggan di Prima Swalayan Cabang Nganjuk Pelayanan Prima Service Excellence, Kepuasan Pelanggan