• Tidak ada hasil yang ditemukan

COVER SKRIPZ - Digilib UIN SUKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "COVER SKRIPZ - Digilib UIN SUKA"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

Alhamdulillah, penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat, rahmat dan karunia-Nya yang diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan menulis skripsi yang berjudul “Strategi Pendidikan Kader Ustadz (Studi Kasus) di Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah Umbulharjo Yogyakarta)”. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan dapat terselesaikan dengan baik tanpa adanya bantuan, bimbingan dan motivasi dari berbagai pihak. Siti Chamnah, selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah Yogyakarta beserta keluarga, Majelis Asatidz, PPLQ LPM dan Pengurus MPO.

Sahabat Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah (Jeni, Jenul, Rosid, Atam, Amin sahabatku), sahabat PPLQ angkatan 2011-2012 Alfiyah Tsani Putra Putri, santri PPLQ semuanya, bersama kalian aku menemukan komunitas seperti dan kesedihan yang tidak akan pernah terlupakan selamanya. Teman-teman yang kuliah bersama di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, terima kasih semuanya telah menginspirasi saya. Oleh karena itu, pembentukan kader Ustasha sangat diperlukan guna mempersiapkan kader Ustasha agar kaderisasi Ustasha dapat berjalan dengan baik.

Hasil wawancara digunakan untuk memperoleh informasi dari Pengasuh, Majelis Asatidz dan santri tentang sejarah berdirinya dan perkembangan Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah Umbulharjo sampai saat ini dan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan strategi pendidikan ustadz. kader. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Strategi pendidikan Kader Ustadz di Pondok Pesantren Salaf Al-Luqmaniyyah (PPLQ) dengan penilaian manajemen program telah dilaksanakan dengan baik, strategi tersebut adalah: seleksi, pendampingan bergilir, monitoring, pelayanan, evaluasi dan penetapan 2) Dalam penyelenggaraan pendidikan kader Ustadz Di PPLQ terdapat beberapa faktor pendukung dan upaya untuk memaksimalkannya yaitu seluruh unsur pendidikan kader baik kader, kader ustadz dan panitia (Pengurus PPLQ, MPO dan LPM) memiliki orang-orang yang berkualitas baik. sumber daya dan dilatih sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk mengembangkan keterampilan manajemen secara maksimal dengan berbagai langkah kebijakan yang telah dilaksanakan. Dalam pelaksanaan Pendidikan Kader Ustadz di PPLQ terdapat beberapa faktor penghambat dan upaya untuk mengatasinya antara lain konsentrasi Kader Ustadz yang kurang fokus karena mempunyai tanggung jawab di luar pesantren yaitu sebagai santri.

Tabel   1  : Pendidikan Terakhir Ustadz/Ustadzah Pondok Pesantren
Tabel 1 : Pendidikan Terakhir Ustadz/Ustadzah Pondok Pesantren

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana strategi pendidikan kader Ustadz di Pondok Pesantren Salaf Al-Luqmaniyyah dengan tinjauan pengelolaan Program Pendidikan Kader Ustadz. Apa saja faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan Pendidikan Kader Ustadz di Pondok Pesantren Salaf Al-Luqmaniyyah.

Tujuan Dan Kegunaan Penelitian

  • Kegunaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka pokok-pokok permasalahan yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat strategi pendidikan kader ustadz di Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah Yogyakarta.

Tinjuan Pustaka

  • Strategi Pendidikan Kader Ustadz
  • Manajemen Program

Tesis Saudara Ardhi Wardan, mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta (2008) berjudul “Implementasi Pendidikan Kader Muhammadiyah di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta”. Dalam skripsi ini penulis memfokuskan pada pelaksanaan Pendidikan Kader Muhammadiyah yang berlangsung di Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta.6. Tesis Bruder Ahmad Zaeni, mahasiswa Jurusan Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta (2008) berjudul “Pengembangan Kurikulum di Pondok Pesantren Al-luqmaniyyah Umbulharjo Yogyakarta”.

Dalam skripsi ini penulis lebih fokus pada pengembangan kurikulum Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah, hal ini muncul karena mengingat tujuan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan untuk menghasilkan ahli agama masa depan mengharuskan santri dibekali dengan berbagai materi keilmuan yang sudah mapan, maka untuk mencapai hal tersebut setiap Pondok Pesantren Khususnya Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah harus berbenah diri khususnya dalam hal materi tajwid yang menjadi kurikulumnya, agar Pondok Pesantren tetap eksis dalam melahirkan ahli-ahli agama.7. Ada beberapa aspek yang membedakan skripsi penulis dengan ketiga karyanya, yaitu strategi Pendidikan Kader Ustadz ditinjau dari Manajemen Program, sedangkan skripsi berjudul “Pendidikan Kader Mubaligh di Pondok Pesantren Takwinul Muballighin Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta ( Tinjauan Materi dan Metode)” hanya membahas tentang pelatihan kader khatib dari segi materi dan metode yang digunakan dalam PP. Setelah penulis mengulas beberapa temuan penelitian sebelumnya, maka skripsi yang berjudul “Strategi Pendidikan Kader Ustadz (Studi Kasus di Pondok Pesantren Salaf Al-Luqmaniyyah Umbulharjo Yogyakarta)” belum pernah disusun sebelumnya.

Kata “Pondok” berasal dari bahasa Arab funduk yang berarti tempat tinggal.8 Setelah itu dibentuklah sebuah lembaga yang dikenal dengan nama pesantren. Perumahan Islam merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional untuk pengkajian, pemahaman, pendalaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama dengan menekankan pentingnya akhlak agama sebagai pedoman dalam berperilaku sehari-hari. Cara ini dikenal dengan istilah Sorogan atau Pelayanan Perorangan (Individual Learning Process) 11. Sekilas Pendidikan Kader 1) Kader.

Selain itu terdapat perbedaan mendasar antara pengertian pembentukan kader dan pembentukan kader atau pendidikan kader itu sendiri. Hal ini terkait dengan semakin banyaknya masyarakat yang semuanya membutuhkan pemimpin yang mampu mengendalikan lingkungannya masing-masing.20. Pendidikan pegawai atau yang sering disebut dengan pendidikan pegawai merupakan upaya yang dilakukan suatu organisasi untuk membangun karakter pegawainya.

Khusus pada penelitian penulis, peserta taruna adalah santri kelas takhtim putra dan putri Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah yang berjumlah 29 orang. Kegiatan pengkaderan yang dilakukan Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah cenderung menggunakan pola kurikulum konvensional, yaitu penyajian atau konsumsi kurikulum yang sudah ada/ditentukan untuk sistem pengkaderan, yang disusun dalam struktur terpadu dan berkaitan dengan tujuan pendidikan. Di Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah status ustadz lebih rendah dari pada kyai dan semula ustadz adalah santri senior yang diangkat menjadi ustadz berdasarkan kriteria tertentu atas rekomendasi kyai untuk membantu kyai kepada Al untuk mengajar. -Pondok Pesantren Luqmaniyyah.

Dengan demikian, strategi pembinaan tenaga ustadz yang dimaksud penulis dalam proposal ini adalah materi, metode dan pengelolaan program kepegawaian yang dilaksanakan oleh Pengasuh dan Ahlubait (Pengasuh Keluarga).

Metode Penelitian

Pengawasan bisa juga disebut pengendalian, yaitu kegiatan untuk memastikan bahwa apa yang dilakukan telah sesuai dengan rencana, petunjuk dan pedoman. Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian kualitatif.Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain. secara holistik dan melalui uraian dalam bentuk kata dan bahasa. , dalam konteks alam tertentu dan menggunakan metode alam yang berbeda31 yang menggunakan paradigma interpretatif. -Ciri-ciri utama32 dalam penelitian kualitatif adalah bersifat deskriptif, sumber data langsung berupa situasi alam, peneliti sebagai instrumen utama, penekanan pada makna daripada hasil, analisis data bersifat induktif dan makna bersifat primer. . perhatian dalam pendekatan penelitian.

32 Sudarwan Danim, Menjadi Peneliti Kualitatif, Bandung : CV. a) Pengasuh dan pengurus Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah Umbulharjo Yogyakarta. Observasi partisipatif adalah pemahaman dan kemampuan memaknai suatu peristiwa atau fenomena dalam situasi yang terlihat. Melalui observasi partisipatif ini, peneliti harus memainkan banyak peran yang dimiliki peneliti, baik dalam situasi yang sama maupun berbeda.34 Oleh karena itu, observasi dan kepekaan indrawi dalam menyikapi gejala yang terlihat harus sangat hati-hati.

Penggunaan metode observasi partisipatif bertujuan untuk memperoleh data letak geografis, ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan, serta segala hal yang berkaitan dengan strategi pendidikan kader ustadz di Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah Umbulharjo. Percakapan dilakukan oleh dua pihak, yaitu pihak penanya yang mengajukan pertanyaan, dan lawan bicara yang menjawab pertanyaan tersebut. Tujuan wawancara, seperti yang ditunjukkan oleh Lincoln dan Guba, adalah untuk merekonstruksi orang, peristiwa, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kekhawatiran, dan lain-lain. 35.

Metode ini digunakan untuk memperoleh informasi dari para pengasuh, pengurus Asatidz, para santri tentang sejarah berdirinya dan berkembangnya Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah Umbulharjo hingga saat ini dan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan strategi pendidikan. Kader Ustadz. Beberapa kategori data yang dapat dikumpulkan dengan metode ini adalah catatan observasi dan wawancara, catatan santri, dan informasi sejarah umum Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah. Analisis isi adalah suatu teknik penelitian untuk membuat kesimpulan berdasarkan bukti-bukti yang faktual, dapat direplikasi, dan data yang valid dengan memperhatikan konteks.37 Analisis deduktif berasal dari pengetahuan umum dan bertumpu pada pengetahuan kita dalam mengevaluasi peristiwa-peristiwa tertentu, 38 sedangkan analisis induktif dimulai dari pengetahuan tertentu dan fakta-fakta yang konkrit, kemudian diambil generalisasi dari fakta-fakta atau peristiwa-peristiwa tertentu dan konkrit.39.

Moleong, Triangulasi adalah suatu teknik pengujian keabsahan data yang menggunakan sesuatu selain data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding data. Untuk itu peneliti dapat melakukannya dengan cara: mengajukan berbagai pertanyaan, mengeceknya dengan berbagai sumber data, menggunakan berbagai metode agar dapat diperiksa keandalan datanya41.

Sistematika Pembahasan

KESIMPULAN

Kritik dan Saran

Cara Badal/Bantuan adalah dengan menjadwalkan pengurus Ustadz untuk menggantikan Ustadz yang berhalangan hadir di kelas. Kader dinilai kompeten dan cerdas oleh Majelis Asatidz berdasarkan kinerjanya dalam mengaji di kelas. Bagaimana strategi pendidikan kader ustadz dalam hal pengelolaan program dan perencanaan agenda kegiatan yang akan dilaksanakan oleh kader ustadz?

Ustadz didesak untuk mengajar di Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah (PPLQ) agar kaderisasi majelis Asatidz berjalan lancar. Siswa yang diangkat menjadi Majelis Asatidz adalah siswa yang berada pada kelas Takhtim. Pendidikan kader ustadz dilaksanakan dengan perencanaan yang matang, pengorganisasian dan penatausahaan kurikulum, bimbingan dan pengawasan seluruh unsur yang berkaitan dengan pendidikan kader ustadz.

Pendidikan kader ustadz dilaksanakan dengan perencanaan, pengorganisasian kurikulum/administrasi, pemantauan dan evaluasi seluruh unsur yang berkaitan dengan pendidikan kader ustadz. Kustodian memberikan arahan mengenai berbagai usulan kebijakan LPM, MPO, Pengurus dan Dewan Asatidz dalam penyelenggaraan Pendidikan Kader Ustadz serta menetapkan kriteria-kriteria yang menjadi standar penunjukan Dewan Asatidz yang ditetapkan oleh para kader. Upaya yang dilakukan Majelis Asatidz adalah dengan selalu memantau pelaksanaan Pendidikan Kader Ustadz dengan melakukan pembinaan kepada pengurus PPLQ dan berkoordinasi dengan LPM dan MPO.

Upaya Dewan Asatidz untuk memaksimalkan kondisi tersebut adalah dengan melakukan pembinaan mengenai sistem pendidikan dan pelatihan di PPLQ. Kader ustadz yang diproyeksikan menjadi ustadz di PPLQ terkadang tidak mampu memenuhi kebijakan tersebut karena keterbatasan pribadi. Santri telah mendapat izin dari Majelis Asatidz untuk membimbing kelas-kelas di bawahnya (khususnya pada diskusi Minggu sore dan Selasa malam) sebagai strategi pendidikan bagi kader ustadz.

Pengurus PPLQ bertanggung jawab dalam hal operasional dan administrasi, sedangkan LPM dan MPO berkoordinasi dengan Dewan Asatidz. LPM merupakan panitia dan pengatur dalam proses penerjunan Kader Ustadz di masyarakat untuk mengatur arah pendidikan Kader Ustadz, meskipun secara konseptual Majelis Asatidz berperan dalam Pendidikan Kader. LPM berada di bawah koordinasi Dewan Asatidz dalam hal penyelenggaraan Pendidikan Kader Ustadz dengan menerjunkan Kader Ustadz di tengah masyarakat.

Selain itu, LPM secara teknis bertanggung jawab dan selalu mengawasi dan mengendalikan penempatan pengurus Ustadz.

PRIBADI

ORANG TUA

RIWAYAT PENDIDIKAN

Gambar

Tabel   1  : Pendidikan Terakhir Ustadz/Ustadzah Pondok Pesantren
Gambar 1  :  Kader Ustadz sedang Mengikuti Pengajian kitab......................      71  Gambar 2  :  Kader Ustad sedang mendampingi kelas...................................

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Beberapa langkah yang dilakukan oleh BMT Prima dalam pemenuhan kualifikasi kompetensi syariah dengan pegawai yang ada akan tetapi tidak memenuhi kualifikasi sumber daya insani syariah,