Kebijakan Cadangan Pangan Pemerintah
Kebijakan Cadangan Pangan Pemerintah
Ir. Dr. Edy Priyono, M.E.
Deputi III Kepala Staf Kepresidenan
Jakarta, 29 November 2023
Ir. Dr. Edy Priyono, M.E.
Deputi III Kepala Staf Kepresidenan
Jakarta, 29 November 2023
1
2
Komoditas Pangan Strategis
Berdasarkan regulasi yang berlaku
Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 (Cadangan Pangan
Pemerintah)
Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 (Cadangan Pangan
Pemerintah)
1. Beras 2. Jagung 3. Kedelai 4. Bawang 5. Cabai
6. Daging unggas 7. Telur unggas
8. Daging ruminansia 9. Gula konsumsi
10.Minyak goreng 11.Ikan
Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2020 (Bapokting)
Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2020 (Bapokting)
1. Beras
2. Kedelai bahan baku tahu dan tempe
3. Cabai
4. Bawang merah 5. Gula
6. Minyak goreng 7. Tepung terigu 8. Daging sapi 9. Daging ayam 10.Telur ayam 11.ikan
Republik Indonesia
3
Sifat Komoditas Pangan Strategis
Tingkat konsumsi/kebutuhannya tinggi dan melibatkan produsen dalam negeri.
Dengan demikian, komoditas strategis bersifat “politically-sensitive”
Tingkat konsumsi masyakarat terhadap pangan strategis pangan strategis relatif besar. Maka dari itu, sangat mempengaruhi
inflasi serta daya beli.
Konsumsi/Kebutuhannya Tinggi Konsumsi/Kebutuhannya Tinggi
Selain konsumsi yang besar, komoditas pangan strategis juga biasanya diproduksi secara domestik (oleh petani atau industri
dalam negeri).
Diproduksi secara Domestik Diproduksi secara Domestik
0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00
3.50 3.33
1.37
0.85 0.70 0.60
0.36 0.34 0.34
Kontribusi Terhadap Total Konsumsi Rumah Tangga (Persen)
Sumber: BPS (2018)
Bawang Merah
Cabai Besar
Cabai Rawit
Daging Ayam
Telur Ayam
Gula
Jagung
Beras
Daging Sapi
Kedelai 0%
20%
40%
60%
80%
100%
120%
100% 100% 100% 100% 100% 100%
93% 90%
73%
13%
Persentase Produksi Dalam Negeri, 2023
Sumber: Badan Pangan Nasional
4
Beras Sebagai Komoditas Pangan Strategis
Sumber: BKP (2013), Susenas BPS (2023)
Beras menjadi makanan pokok penduduk Indonesia. Hampir 100% penduduk Indonesia
menjadikan beras sebagai makanan pokok Komoditas Pangan Utama
Komoditas Pangan Utama
1954 1987 2022
0 20 40 60 80 100 120
53.5
81.1
98.52
Perkembangan Pola Konsumsi Beras Tahun 1954-2022 (%)
Rumah Tangga Usaha Pertanian Rumah Tangga Usaha Pertanian
Sumber: Survei Pertanian Antar Sensus (2018)
13.16
10.1 7.13
padi
Hortikultura Palawija
Mayoritas Rumah Tangga Pertanian di Indonesia berada pada sektor pertanian
padi
Kantor Staf Presiden Republik Indonesia
5
Jagung Sebagai Komoditas Pangan Strategis
Juta RTP Juta RTP
Juta RTP
Sumber: BPS (2017)
Jagung merupakan salah satu
komponen utama biaya produksi telur ayam, berkontribusi sekitar 19,09%
dari total biaya produksi
Jagung Sebagai Input Utama Peternakan
Jagung Sebagai Input Utama Peternakan
Pakan Buatan Pabrik0 Pakan Lainnya Lainnya 10
20 30 40 50 60
54.12
19.09
12.24
2.53
12.02
Persentase Terhadap Biaya Produksi Ayam Petelur
Republik Indonesia
6
Dilemma Komoditas Beras
“Di satu sisi, kenaikan harga gabah berpotensi meningkatkan pendapatan petani. Namun
di sisi lain, mendorong peningkatan laju inflasi, pelemahan daya beli, dan
kemiskinan.”
Kenaikan Harga Beras
Kenaikan Harga Beras
Kenaikan Harga Gabah Kenaikan Harga Gabah
Faktor-faktor Penyebab Kenaikan Harga Gabah (contoh: Pupuk, Tenaga
Kerja, Siklus Produksi, dsb.) Faktor-faktor Penyebab Kenaikan Harga Gabah (contoh: Pupuk, Tenaga
Kerja, Siklus Produksi, dsb.)
Peningkatan Laju Inflasi Peningkatan Laju Inflasi Potensi Peningkatan
Pendapatan Petani Potensi Peningkatan
Pendapatan Petani Dampak Bagi Petani Dampak Bagi Petani
Pelemahan Daya Beli Masyakarat
Pelemahan Daya Beli Masyakarat
Kemiskinan Kemiskinan
Dampak Bagi Masyarakat Dampak Bagi
Masyarakat
Kantor Staf Presiden Republik Indonesia
7
Dilemma Komoditas Jagung
Harga Jagung Tinggi Harga Jagung Tinggi
Peningkatan Pendapatan dan Kesejahteraan Petani
Peningkatan Pendapatan dan Kesejahteraan Petani
Biaya pakan ternak ayam petelur dan pedaging meningkat
Biaya pakan ternak ayam petelur dan pedaging meningkat
Merugikan Peternak Menguntungkan Petani
Kenaikan harga telur dan daging
ayam
Kenaikan harga telur dan daging
ayam
Tidak
berimbangnya usaha kecil dan
besar Tidak
berimbangnya usaha kecil dan
besar
Merugikan Konsumen
Berpotensi memicu permasalahan
sosial
Republik Indonesia
Fokus Kebijakan Pemerintah:
“Menjaga Stabilitas Harga di Tingkat yang Wajar dan Ketersediaan Pangan”
Perlunya Kebijakan Pemerintah
Pemerintah Perlu Menyeimbangkan Berbagai Kepentingan
Petani (On Farm):
Optimalisasi keuntungan (biaya input, harga jual,
kepastian penjualan)
Petani (On Farm):
Optimalisasi keuntungan (biaya input, harga jual,
kepastian penjualan)
Industri
Pertanian/Pangan (Off Farm):
Optimalisasi keuntungan (kepastian bahan baku, biaya produksi, harga
jual)
Industri
Pertanian/Pangan (Off Farm):
Optimalisasi keuntungan (kepastian bahan baku, biaya produksi, harga
jual)
Konsumen:
Mengoptimalkan utility (keterjangkauan harga, ketersediaan
pasokan)
Konsumen:
Mengoptimalkan utility (keterjangkauan harga, ketersediaan
pasokan)
Kantor Staf Presiden Republik Indonesia
Paradigma Kebijakan Stabilisasi Harga
Floor and Ceiling Price
Floor Price
Ceiling Price
Floor price atau kebijakan harga terendah ini ditujukan untuk menjaga tingkat harga agar tidak terlalu rendah
(contoh: HPP Gabah/Beras). Hal ini ditujukan untuk melindungi
produsen.
Floor Price Floor Price
Ceiling Price atau kebijakan harga tertinggi ditujukan untuk menjaga harga tidak terlalu tinggi (contoh:
HET). Melindungi konsumen Ceiling Price
Ceiling Price
Maka dari itu, kebijakan floor dan ceiling price perlu dilengkapi Penjualan dan Pembelian oleh Pemerintah (pengelolaan CPP)
Maka dari itu, kebijakan floor dan ceiling price perlu dilengkapi Penjualan dan Pembelian oleh Pemerintah (pengelolaan CPP)
Konsekuensi floor price:
Excess Supply Konsekuensi floor
price:
Excess Supply
Konsekuensi ceiling price: Excess
Demand
Konsekuensi ceiling price: Excess
Demand
Republik Indonesia
Kebijakan Cadangan Pangan Pemerintah
Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022
Cadangan Pangan Pemerintah Cadangan Pangan Pemerintah
1. Menjaga stabilitas harga 2. Bantuan kepada
masyarakat
1. Menjaga stabilitas harga 2. Bantuan kepada
masyarakat Pembelian oleh Pemerintah
dari dalam negeri atau luar negeri
Pembelian oleh Pemerintah dari dalam negeri atau luar
negeri
Pengadaan/Pembelian Penyaluran
Melindungi Produsen dan Penguatan
Ketersediaan Melindungi Produsen
dan Penguatan Ketersediaan
Dalam Negeri
Penguatan Ketersediaan
Penguatan Ketersediaan
Luar Negeri
1. Penyimpanan 2. Pemerataan 3. Pemeliharaan 1. Penyimpanan 2. Pemerataan 3. Pemeliharaan
Pengelolaan
Kantor Staf Presiden Republik Indonesia
Stakeholders Terlibat
Sumber: Badan Pangan Nasional
BUMN yang ditugasi oleh tidak hanya Perum Bulog
namun juga BUMN di bidang pangan (FoodID) BUMN yang ditugasi oleh tidak hanya Perum Bulog
namun juga BUMN di bidang pangan (FoodID)
Penugasan BUMN
Republik Indonesia
Kondisi Cadangan Beras Pemerintah
1,63
Juta Ton Stok CBPStok CBP
942
Ribu Ton Pengadaan DN Pengadaan DN1,96
Juta TonPengadaan LN (Impor) Pengadaan LN (Impor)
976
Ribu Ton SPHPSPHP1,24
Juta Ton Bantuan Pangan Bantuan PanganSumber: Perum BULOG (24 November 2023)
Kantor Staf Presiden Republik Indonesia
Ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah Komoditas Lainnya
5.554
Ton
Gula Pasir Gula Pasir
4.981
Ton
Minyak Goreng Minyak Goreng
39.26 7
TonDaging Kerbau Daging Kerbau
21.58 6
TonJagung Jagung
94
Ton Telur Ayam Telur AyamSumber: Perum BULOG (24 November 2023)
Terima Kasih Terima Kasih
14