UTS STATISTIKA DASAR
NAMA: DITA AMIRA NIM : 210701502198
KELAS : D
A. Jangka Waktu Pengambilan Data
Menurut Siyoto (2015) data merupakan sesuatu hal yang belum mempunyai arti yang mana bahwa data tersebut masih memerlukan adanya suatu pengolahan bagi penerimanya. Data yang diamaksud yaitu data yang berwujud suatu keadaan, gambar, huruf, angka, suara, matematika, bahasa, serta
simbol-simbol yang bisa digunakan sebagai bahan untuk melihat suatu lingkungan, obyek, kejadian dan suatu konsep. Adapun pengertian pengumpulan data yang dikemukakan oleh Suwartono (2014) yang menjelaskan bahwa pengumpulan data adalah tahap-tahap yang dilakukan seperti mengumpulkan, menghimpun, mengambil, atau memperoleh berbagai data.
Proses pengambilan data berlangsung dua belas hari. Dimulai sejak dikeluarkannya penugasan ujian tengah semester statistika dasar, yaitu pada tanggal 2 November 2021 hingga 14 November 2021.
Pengambilan data dilakukan dengan menyebar kuesioner melaluigoogle form yang dilakukan secara online dan disebarkan melalui aplikasiwhatsappdan Instagram. Adapun pengertian kuesioner menurut Siyoto (2015) yaitu salah satu metode pengumpulan data yang berisikan beberapa pertanyaan tertulis yang bertujuan untuk mendapatkan suatu informasi dari responden berdasarkan yang dialami dan diketahui.
Teknik sampling yaitu suatu cara penarikan sampel yang representative (yang sangat mewakili) dari populasi, serta dapat mendeskripsikan keadaan populasi yang terjadi sebenarnya (Gunawan, 2015).
Adapun teknik sampling yang digunakan pada laporan ini adalah teknik purposive sampling. Populasi pada laporan ini yakni seluruh penduduk di Indonesia yang dapat mengisi kuesioner yang disebarkan melalui aplikasi Whatsapp dan Instagram.
Kuesioner tersebut termasuk jenis kuesioner tertutup karena pertanyaan yang disajikan membatasi narasumber dalam memberikan jawaban seperti memberikan
tanda centang pada kolom atau tempat yang sesuai. Dengan Teknik tersebut diperoleh sampel 50 responden yang memenuhi kriteria.
B. TEKNIK SAMPLING
C. Langkah-Langkah Pengambilan Data
Penulis menyebarkan pemberitahuan kesediaan mengisi kuesioner melalui sosial media termasuk WhatsappdanInstagram.
1
Kemudian responden me-reply atau menghubungi penulis secara pribadi melalui sistem “chat”whatsappataupunInstagram.
2
Selanjutnya penulis memberikan link kuesioner tersebut.
3
Penulis memberikan penjelasan mengenai cara mengisi kuesioner.
4
Setelah responden telah mengisi kuesioner dibagikan, penulis meminta kepada responden untuk men-screenshot bukti telah mengisi kuesioner.
5
Waktu pengumpulan data telah selesai, maka penulis akan mengelola dan menganalisis dengan menggunakan bantuan program komputer berupaSPS.
6
D. Hipotesis dan Uji Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kemudian diuji secara empiris untuk
menentukan apakah hipotesis tersebut akan didukung oleh data-data atau sebaliknya hipotesis tersebut ditolak.
Hipotesis
Hipotesis yang diajukan terdapat hubungan antara shyness dengan kesehatan mental.
Karena dapat disimpulkan bahwa seseorang ketika memiliki perasaan malu (shyness)
cenderung menunjukkan perilaku takut untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial yang mana hal tersebut mempengaruhi kesehatan mental seseorang.
Uji Hipotesis
Untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antara shyness dengan kesehatan mental, maka hipotesis yang diajukan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
H0 = Tidak ada hubungan positif antara shyness dengan kesehatan mental.
Ha = ada hubungan positif antara shyness dengan kesehatan mental.
Rumus korelasi pearson product moment sebagai berikut:
Keterangan:
r = koefisien korelasi N = Jumlah data
X = skor variabel X (bebas) Y = skor variabel Y (terikat)
Beberapa Syarat Korelasi Data Interval Atau Rasio (Scale)
Syarat Uji Normalitas
a. Jika nilai signifikansi > 0,05, maka nilai residual berkontribusi normal
b. Jika nilai signifikansi < 0,05, maka nilai residual tidak berkontribusi normal
Syarat Uji Linearitas
a. Jika nilai signifikan deviation from linearity > 0,05, maka terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas dengan variabel terikat.
b. Jika nilai signifikan deviation from linearity < 0,05, maka tidak terdapat hub ungan yang linear antara variabel bebas dengan variabel terikat.
Adapun Dasar Pengambilan Keputusannya dengan Dasar Probabilitas (Sig)
1. Hasil probabilitas < 0,5 (signifikant).
2. Hasil probabilitas > 0,5 (tidak signifikan)
1. Nilai Pearson Correlation 0,00 s/d 0,20 = tidak ada korelasi 2. Nilai Pearson Correlation 0,21 s/d 0,40 = korelasi lemah 3. Nilai Pearson Correlation 0,41 s/d 0,60 = korelasi sedang 4. Nilai Pearson Correlation 0,61 s/d 0,80 = korelasi kuat
5. Nilai Pearson Correlation 0,81 s/d 1,00 = korelasi sempurna Adapun pedoman derajat hubungan dari uji korelasi pearson,
diantaranya yaitu:
E. Langkah-Langkah Pengolahan Data
1. Pengolahan data demografi
a) Ketika membuat diagram lingkaran, penulis terlebih dahulu memb uat tabel distribusi setiap data di word, kemudian blok tabel data, menyalin data ke excel, klik ‘insert’ dan memilih diagram yang dii nginkan.
b) Ketika membuat diagram batang menggunakan SPSS, terlebih dah ulu menyalin data di excel ke SPSS. Selanjutnya klik ‘Graph’, klik
‘legacy dialogs’, klik ‘bar’, dan pilih ‘simple’. Kemudian klik ‘def ine’, lalu memasukkan variabel yang ingin dibuatkan diagram, da n klik ‘ok’.
a. Uji normalitas
− Membuka program SPSS.
− Entry data atau membuka file data yang akan dianalisis.
- Pilih menu berikut: Analyze → Regression → Linear.
- Kemudian memasukkan variabel dependen (kesehatan mental) dan independen (shyness).
- Pilih bagian save, pilih menu berikut: Unstandardized pada bagian Residuals → Continue → Ok.
- Setelah muncul hasil output, lalu kembali ke data view untuk melihat nilai residualnya.
- Langkah selanjutnya pilih menu berikut: Analyze → Nonparametric Test → Legacy Dialogs
→ 1-Sample K-S.
- Memasukkan Variabel Residual pada kolom Test Variable List dan mencentang Normal pada Test Distribution.
- Kemudian klik Ok, maka otomatis akan muncul tabel One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test 2. Pengolahan data hubungan shyness dengan kesehatan mental menggunakan program
SPSS 25.0 for windows.
b. Uji linearitas
− Pilih menu berikut: Analyze → Compare Means → Means.
− Kemudian memasukkan variabel dependen (kesehatan mental) dan independent (shyness).
− Pilih bagian options, kemudian pilih menu Test for Linearity pada bagian Statistics for First Layer.
− Selanjutnya klik Continue lalu Ok. Maka hasil output telah muncul.
c. Uji korelasi
− Pilih menu berikut: Analyze → Correlate → Bivariate.
− Kemudian memasukkan variabel kesehatan mental dan shyness pada bagian Variables.
− Klik Pearson pada bagian Correlation Coefficients.
− Klik Two-Tailed pada bagian Test of Significance, kemudian klik Flag Significance Correlation, dan klik Ok jika semua telah terpenuhi.
− Maka hasil output korelasi antara shyness dengan kesehatan mental telah muncul.
A. Data Demografi
a. Usia
0 5 10 15 20 25 30 35
Usia
Berdasarkan grafik di samping menunjukkan bahwa responden terbanyak secara
Berturut-turut yaitu berusia 16-18 tahun, 19-21 tahun, 22-28 tahun, 29-33 tahun, dan 12-15 tahun.
b. Jenis Kelamin
Diagram di atas menunjukkan bahwa responden terbanyak didominasi oleh perempuan.
Jumlah responden yang berjenis kelamin laki-laki yaitu 14%, sedangkan perempuan yaitu 86%.
Data Frekuensi
Laki-laki 7
Perempuan 43
14%
86%
JENIS KELAMIN
Laki-laki Perempuan
c. Jenis Kelamin
0 5 10 15 20 25 30 35 40
SD SMP SMA DIPLOMA S-1 S-2 S-3
PENDIDIKAN TERAKHIR
Berdasarkan histogram di atas menunjukkan bahwa responden terbanyak pertama berasal dari pendidikan terakhir SMA yang berjumlahkan 35 responden, kemudian yang kedua yaitu berasal dari Pendidikan terakhir SMP dan Diploma yang berjumlahkan 4 responden, dan yang terakhir yaitu berasal dari Pendidikan terakhir SD yang berjumlahkan 1
responden.
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
SUKU
Berdasarkan histogram disampingkan
menunjukkan bahwa responden berasal dari beberapa suku, yakni Bugis, Jawa, Kaili,
Mandar, Makassar, Sunda, Ternate, dan Toraja.
Responden terbanyak berasal dari suku Kaili yang berjumlah 20 responden, kemudian yang kedua yakni suku Bugis yang berjumlah 11 responden, selanjutnya yang ketiga yakni suku Jawa yang berjumlah 8 responden, lalu yang kelima yaitu suku Makassar yang berjumlah 6 responden, kemudian yang keenam yaitu suku Mandar yang berjumlah 2 responden, dan
urutan ketujuh atau yang terakhir yaitu suku Sunda, Ternate, Toraja yang berjumlah 1 responden.
d. Suku
B. Kesehatan Mental dan Korelasi Shyness
1. Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandar dized Resi
dual
N 50
Normal Parametersa,
b
Mean .0000000
Std. Deviat ion
16.237820 16 Most Extreme Differ
ences
Absolute .084
Positive .075
Negative -.084
Test Statistic .084
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Pada hasil di samping diperoleh nilai signifikansi p = 0,200, sehingga p > 0,005. Dengan demikian sampel demikian sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
2. Uji Normalitas
ANOVA Table Sum of Sq
uares df
Mean Squar
e F
Si g.
MENTAL * SHYNESS
Betwee n Grou ps
(Combined )
15612 .800
35 446.0 80
1.6 81
.1 49 Linearity 6408.
327
1 6408.
327
24.
14 9
.0 00 Deviation fr
om Linearit y
9204.
473
34 270.7 20
1.0 20
.5 08 Within Groups 3715.
200
14 265.3 71
Total 19328
.000
49
Pada tabel disamping menandakan bahwa adanya hubungan antara maka shyness dengan kesehatan mental, karena hasil dari
Deviation from Linearity diperoleh 0,508 > 0,005.
3. Uji Korelasi
Correlations
SHYN ESS
MEN TAL SHYNESS Pearson Corr
elation
1 -.576
**
Sig. (2-tailed) .000
N 50 50
MENTAL Pearson Corr elation
-.576** 1
Sig. (2-tailed) .000
N 50 50
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-t ailed).
Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai
signifikansi antara shyness dengan kesehatan
mental sebesar 0,000. Berdasarkan hasil tersebut di ketahui bahwa nilai 0,000 < 0,05 maka dapat
dikatakan bahwa terdapat hubungan antara
shyness dengan kesehatan mental. Adapula hasil yang didapatkan dari pearson correlation sebesar -0,576. Jika merujuk pada derajat hubungan maka variabel X dengan variabel Y menunjukkan
korelasi sedang. Sedangkan kekuatan asosiasi dua variabel yang diuji menghasilkan angka (-). Maka dapat dikatakan maka hubungan antara shyness dengan kesehatan mental bersifat tidak searah.
Kesimpulan
Uji Korelasi Data
Demografi Jumlah
Responden
Penulis mendapatkan 50 respon den yang memenuhi karakteristi k yang telah ditentukan sebelum nya. Berdasarkan data yang telah ada diketahui bahwa responden terdiri atas rentang umur 12-33 tahun dengan jenis kelamin, pendidikan, suku, serta keadaan shyness dan kesehatan yang berbeda pula.
Berdasarkan pada data
demografi sebelumnya, dapat diketahui bahwa responden terdiri dari 7 (14%) orang yang berjenis kelamin laki-laki dan 43 (86%) orang yang berjenis
kelamin perempuan. Adapula responden yang didominasi yang berusia 16-18 tahun, berasal dari pendidikan terakhir SMA dan responden banyak berasal dari suku kaili.
Hasil uji pearson correlation sebesar -0,576 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000.
Maka terdapat hubungan positif antara shyness dengan kesehatan mental, yang mana bahwa Ha diteri ma sedangkan H0ditolak.