Dhifo, 2022 : Pengaruh hubungan manusia, sistem informasi manajemen dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan di PT Pepperl+Fuchs Bintan pada masa pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hubungan interpersonal, sistem informasi manajemen dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PT Pepperl+Fuchs Bintan pada masa pandemi Covid-19. Puji dan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan karunia dan kekuatan-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Dampak Hubungan Manusia, Sistem Informasi Manajemen dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Pepperl+Fuchs Bintan pada Masa Pandemi Covid-19” dengan Bagus.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Identifikasi Masalah
- Rumusan Masalah
- Pembatasan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Sistematika Penulisan
Apakah hubungan antarmanusia di masa pandemi Covid-19 berdampak terhadap kinerja karyawan di PT Pepperl+Fuchs Bintan? Apakah sistem informasi pada masa pandemi Covid-19 berdampak terhadap kinerja karyawan di PT Pepperl+Fuchs Bintan? Apakah lingkungan kerja pada masa pandemi Covid-19 berdampak terhadap kinerja karyawan di PT Pepperl+Fuchs Bintan?
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS HIPOTESIS
Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran dan menjadi referensi bagi Fakultas Ekonomi UMRAH. Penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi sebagai bahan penelitian selanjutnya yang lebih mendalam di masa yang akan datang. Sistematika penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas dan sistematis agar pembaca dapat memahami hal tersebut.
METODOLOGI PENELITIAN
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
KESIMPULAN DAN SARAN
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan
- Indikator Kinerja
- Indikator Human Relation (H ubungan Antar Manusia)
- Sistem Informasi Manajemen
- Fungsi Sistem informasi manajemen
- Manfaat Sistem Informasi Manajemen
- Indikator Sistem Informasi Manajemen
- Lingkungan kerja
- Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi lingkungan Kerja
- Indikator lingkungan Kerja
Sri Tina (2019) Dampak Human Relations (hubungan antar manusia) dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bijai. Pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada dinas komunikasi dan informasi kota Binjai.
Kerangka Pemikiran
Pengembangan Hipotesis
- Dampak Human Relation Terhadap Kinerja Karyawan
- Dampak Sistem Informasi Manajemen Terhadap Kinerja Karyawan Selama menerapkan sistem informasi manajemen kinerja karyawan PT
- Dampak Lingkungan Kerja Berdampak Terhadap Kinerja Karyawan Lingkungan kerja di PT Pepperl+Fuchs Bintan sangatlah baik dan nyaman
Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Setiawan (2021) menyatakan bahwa variabel bekerja dari rumah berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Perubahan kondisi lingkungan kerja yang dilakukan PT Pepperl+Fuchs Bintan pada masa pandemi Covid-19 harus benar-benar melalui proses pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan kenyamanan karyawan, karena jika karyawan tidak nyaman maka hasil kerja akan berubah. tidak akan optimal dan akan mempengaruhi kinerja pegawai. Dengan adanya perubahan peraturan untuk memutus rantai pertumbuhan Covid-19 di PT Pepperl+Fuchs Bintan, hal ini berdampak pada kinerja karyawan di PT Pepperl+Fuchs Bintan.
Hipotesis
- Ruang Lingkup Penelitian
Operasionalisasi Variabel Penelitian
- Variabel Independen
- Variabel Dependen
Human Relations adalah komunikasi persuasif yang dilakukan seseorang dengan orang lain secara tatap muka dalam situasi kerja maupun dalam organisasi dengan tujuan untuk meningkatkan semangat kerja dan bekerja sama untuk mencapai hasil yang memuaskan. Sistem informasi manajemen adalah sistem formal pelaporan, pengklasifikasian, dan pendistribusian informasi kepada orang yang tepat dalam suatu organisasi.
- Sampel
- Teknik Pengambilan Sampel
Apabila populasinya banyak dan peneliti tidak dapat mempelajari semua yang ada pada populasi tersebut, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. PT Pepperl+ Fuchs Bintan memiliki 89 karyawan. Menurut Sugiyono, teknik pengambilan sampel pada dasarnya dikelompokkan menjadi dua, yaitu Probability sampling dan Non-probability sampling. Probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.
Non-probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Menurut Sugiyono (2018), stratified random sampling adalah teknik pengambilan sampel yang mana sampel ditentukan berdasarkan stratanya karena peneliti dalam penelitian ini menggunakan populasi yang anggotanya tidak homogen dan bertingkat. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 89 orang dari total populasi karyawan.
Prosedur Pengumpulan Data
- Uji Kualitas Data .1 Uji Validitas
- Uji Reliabilitas
- Uji Asumsi Klasik .1 Uji Normalitas
- Uji Multikolinearitas
- Uji Heteroskedastisitas
- Analisis Regresi Linear Berganda
- Uji Hipotesis Secara Persial (Uji t)
- Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F)
- Analisis Koefisien Determinasi (R 2 )
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi yang ada menemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Dalam arti sederhana, setiap variabel independen menjadi variabel dependen (terikat) dan diregresi terhadap variabel independen lainnya. Meskipun multikolinearitas dapat dideteksi dengan nilai Tolerance dan VIF, namun kita masih belum mengetahui variabel independen mana yang saling berkorelasi Ghozali (2016).
Menurut Ghozali, tujuan uji Heteroskedastisitas adalah untuk menguji apakah terdapat ketimpangan varians residu atau observasi relatif terhadap observasi lain dalam model regresi. Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen yaitu dampak hubungan manusia (X1), sistem informasi manajemen (X2), kondisi kerja (X3), terhadap variabel dependen yaitu kinerja karyawan (Y). Ho : Variabel independen (Hubungan Manusia, Sistem Informasi Manajemen dan Lingkungan Kerja) tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
Ha : variabel independen (Hubungan Manusia, Sistem Informasi Manajemen dan Lingkungan Kerja) berpengaruh signifikan terhadap (Kinerja Pegawai). Dalam penelitian ini uji f digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen Ghozali (2016). Ho : Variabel independen yaitu hubungan manusia, sistem informasi manajemen dan lingkungan kerja secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu kinerja pegawai.
Ha : Variabel independen yaitu Hubungan Manusia, Sistem Informasi Manajemen dan Lingkungan Kerja mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap variabel dependen yaitu Kinerja Pegawai.
Deskripsi Unit Analisis/Observasi
- Gambaran Umum PT Pepperl+Fuchs Bintan
- Visi dan Misi PT Pepperl+Fuchs Bintan
- Bagan Susunan Organisasi PT Pepperl+Fuchs Bintan
Distribusi Responden
Demografi Responden
- Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin
Karakteristik Responden Berdasarkan Status Karyawan
Status Karyawan
Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat dominasi responden dengan pengalaman kerja 0-3 tahun dibandingkan responden dengan pengalaman kerja 3-5 tahun dan 5-10 tahun.
Lama Bekerja
Deskripsi Variable Penelitian
- Deskripsi Variabel Human Relation
- Deskripsi Sistem Informasi Manajemen (X2)
- Deskripsi Lingkungan Kerja (X3)
- Deskripsi Kinerja karyawan (Y) Tabel 4.8
Hal ini menunjukkan bahwa indikator ‘Keterbukaan/dapat mengemukakan pendapat dalam diskusi setiap karyawan’ mempunyai dampak terhadap kinerja karyawan PT Pepperl+Fuchs Bintan. 11 Informasi yang dimasukkan ke dalam sistem informasi manajemen tidak dapat diubah untuk mengambil keputusan yang baik.
Hasil Penelitian
- Hasil Uji Statistik Deskriptif
- Uji Kualitas Data .1 Hasil Uji Validitas
Pada variabel Sistem Informasi Manajemen respon responden minimal 18 dan maksimal 55 dengan mean total respon 38.0674 dan standar deviasi 6.68920. Pada variabel Lingkungan Kerja minimal respon responden sebesar 27 dan maksimal 50 dengan mean total respon sebesar 35,1236 dan standar deviasi sebesar 5,64040 dan pada variabel kinerja pegawai minimal respon responden sebesar 27 dan maksimal 50 dengan mean total respon 35 .1236 dan standar deviasi 5.01700. Uji validitas digunakan untuk mengukur validitas atau keabsahan suatu kuesioner, dimana seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 41 (empat puluh satu) pernyataan yaitu gabungan dari 10 (sepuluh) pernyataan variabel Hubungan Kemanusiaan, dan variabel Sistem Informasi Manajemen. sebanyak 11 (sebelas) pertanyaan, 10 (sepuluh) variabel Lingkungan Kerja dan 10 (sepuluh) variabel Kinerja Pegawai.
Uji validitas dilakukan dengan membandingkan r hitung dengan r tabel untuk signifikansi 5% derajat kebebasan (df) = n-2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel, jika r hitung > r tabel maka pernyataan atau indikator tersebut dinyatakan valid, begitu pula sebaliknya jika r hitung < r tabel maka pertanyaan. Banyaknya item pertanyaan yang valid akan digunakan dalam penelitian ini karena reliabel dan cocok untuk penelitian.
Uji Validitas Sistem Informasi Manajemen Tabel 4.11
Uji Validitas Lingkungan Kerja Tabel 4.12
Uji Validitas Kinerja Karyawan
- Hasil Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas Human Relation Tabel 4.14
Uji Reliabilitas Sistem Informasi Manajemen Tabel 4.15
Uji Reliabilitas Lingkungan Kerja Tabel 4.16
Uji Reliabilitas Kinerja Karyawan Tabel 17
- Uji Asusmsi Klasik .1 Hasil Uji Normalitas
- Hasil Uji Multikolinearitas
- Hasil Uji Heteroskedastisitas
- Uji Analisis Regresi Linear Berganda
- Uji Hipotesis
- Hasil Uji Statistik t (Uji Parsial)
Hal ini menunjukkan bahwa setiap item pertanyaan yang digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten, artinya jika ditanyakan kembali maka pernyataannya akan relatif sama dengan jawaban sebelumnya. Berdasarkan Gambar 4.6 terlihat kurva normal diperoleh dari grafik histogram, sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang diteliti berdistribusi normal. Artinya data sisa diatas yaitu hubungan manusia, sistem informasi manajemen dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai berdistribusi normal.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas antara variabel Hubungan Manusia, Sistem Informasi Manajemen dan Lingkungan Kerja terhadap kinerja pegawai. Pada regresi yang baik seharusnya tidak terjadi heteroskedastisitas, dan dari titik-titik yang tersebar terlihat apakah membentuk suatu pola atau tidak, jika tidak maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Berdasarkan tabel 4.20 diatas diperoleh hasil nilai Sig > α (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa data sampel dalam penelitian ini tidak terdapat heteroskedastisitas antar variabel dalam model regresi.
Nilai konstanta sebesar 7,939, jika variabel Hubungan Manusia, Sistem Informasi Manajemen dan Lingkungan Kerja diterima konstan maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 7,939. Nilai positif (β1) menunjukkan adanya hubungan satu arah antara variabel kinerja pegawai dengan Hubungan Kemanusiaan, artinya jika hubungan antar manusia meningkat sebesar satu persen maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0,246 dengan asumsi variabel independen lainnya tetap. 3) Koefisien regresi (β2) Variabel sistem informasi manajemen (X2). Nilai koefisien regresi (β1) sebesar 0,253. Nilai positif (β1) menunjukkan bahwa sistem informasi manajemen berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai, artinya jika sistem informasi manajemen meningkat sebesar satu persen maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0,253. dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya tetap konstan. 4) Koefisien regresi (β3) Variabel lingkungan kerja (X3).
Nilai positif (β1) menunjukkan adanya hubungan searah antara variabel kinerja pegawai dengan lingkungan kerja, artinya jika lingkungan kerja meningkat sebesar satu persen maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,309 dengan asumsi variabel independen lainnya tetap.
Dampak Human RelationTerhadap Kinerja Karyawan
Bandingkan P-value (Sig) dengan α, jika P-value (Sig) < α maka hipotesis penelitian diterima atau Ho ditolak. Apabila nilai t statistik hitung lebih besar dari nilai t tabel maka hipotesis diterima dan sebaliknya. Maka dalam hal ini H0 ditolak dan H1 diterima, maka Hubungan Kemanusiaan (X1) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y).
Hipotesis 2 :Dampak Sistem Informasi Manajemen Terhadap Kinerja Karyawan
Dampak Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
- Hasil Uji Statistik F (Uji Simultan)
- Uji Koefisien Determinasi (R 2 )
- Pembahasan Hipotesis
- Dampak Human Relation Terhadap Kinerja Karyawan PT Pepperl+fuchs Bintan dimasa pandemi covid-19
- Dampak Sistem Informasi Manajemen Terhadap Kinerja Karyawan PT Pepperl+Fuchs Bintan dimasa pandemi covid-19
- Dampak Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Pepperl+Fuchs Bintan dimasa pandemi covid-19
- Kesimpulan
- Saran
- Human relation
- KOMUNIKASI 1 Saya selalu berkomunikasi dengan atasan saat ada
- LOYALITAS 4 Saya selalu patuh saat di suruh lembur oleh atasan
- SALING MENGHARGAI 6 Saya harus saling menghargai dengan sesama dimasa
- KETERBUKAAN 8 Saya selalu terbuka dalam menghadapi masalah
- KEBENARAN DAN KEAKURATAN
- KONSISTENSI INFORMASI 10 Saya menjadikan sistem informasi manajemen sebagai acuan
- MUDAH DIPAHAMI DAN SESUAI 4
- KETERSEDIAN INFOEMASI 1 Sistem informasi manajemen sudah tersedia dan lengkap dimasa
- Lingkungan Kerja
- HUBUNGAN KERJA 9
- KEAMANAN 6
- SIRKULASI UDARA 4 Ketersedian ventilasi udara dalam ruangan sudah cukup
- PENERANGAN 1 Saya merasa nyaman dengan cahaya lampu diruangan dimasa
- Kinerja Karyawan
- KUALITAS 8 Saya dapat memberikan hasil pekerjaan yang baik sesuai
- TAAT ASAS 6 Saya selalu mematuhi SOP ditetapkan dimasa pandemi
- WAKTU PENYELESAIAN 4 Selalu menyelesaikan tugas tepat dan cepat sesuai waktu
- TARGET 1 Saya dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target
- Variabel human relation
- variabel lingkungan kerja
- Variabel kinerja karyawan
- Uji Multikolinearitas
- Uji Heteroskedastisitas
H0 : Diduga hubungan manusia, sistem informasi manajemen dan lingkungan kerja secara bersamaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. H4 : Diduga hubungan manusia, sistem informasi manajemen dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil uji hipotesis kedua, dimana variabel sistem informasi manajemen mempunyai nilai sig sebesar 0,033 dan nilai thitung sebesar 2,169.
Dengan diterapkannya sistem informasi manajemen yang efektif pada suatu perusahaan diharapkan kinerja karyawan akan meningkat. Setelah dilakukan penelitian terhadap sistem informasi manajemen pada masa pandemi Covid-19 di PT Pepperl+Fuchs Bintan dengan menyebarkan kuesioner kepada 89 responden dengan 11 pertanyaan dengan menggunakan uji hipotesis, diketahui bahwa sistem informasi manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. di PT. Hasil uji hipotesis ketiga dimana variabel sistem informasi manajemen mempunyai nilai sig sebesar 0,035 dan nilai thitung sebesar 2,140.
Artinya hipotesis yang menyatakan bahwa variabel Hubungan Manusia, Sistem Informasi Manajemen dan Lingkungan Kerja secara bersama-sama (bersamaan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Jadi dalam hal ini H0 ditolak dan H4 diterima, menunjukkan bahwa hubungan manusia, sistem informasi manajemen dan lingkungan kerja saling bekerja sama. secara simultan) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Pepperl+Fuchs Bintan di masa pandemi Covid-19. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Apriliana (2020) yang menyatakan bahwa hubungan manusia, sistem informasi manajemen dan lingkungan kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Pengujian secara parsial membuktikan bahwa sistem informasi manajemen mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan di PT Pepperl+Fuchs Bintan. Artinya jika sistem informasi manajemen diterapkan secara efektif maka kinerja pegawai akan meningkat. Pengaruh hubungan manusia, sistem informasi manajemen dan kondisi lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan di cabang Alauddin Makassar. Informasi yang dimasukkan ke dalam sistem informasi manajemen tidak dapat diubah selama pandemi Covid-19 untuk mengambil keputusan yang baik.