Proposal
Proposal Proyek Proyek MKWK MKWK Medan, Medan, 14 14 November November 20222022 PROPOSAL
PROPOSAL
“Darurat Perundungan di Lingkungan Se
“Darurat Perundungan di Lingkungan Sekolah”kolah”
Berani Bangkit, Berani Melawan Berani Bangkit, Berani Melawan Dosen Pengampu : Syafril Barus MA Dosen Pengampu : Syafril Barus MA
Mentor
Mentor : : Aqila FAqila Fadia Hayaadia Haya Disusun Oleh :
Disusun Oleh :
KELOMPOK 3 TANPA PERUNDUNGAN KELOMPOK 3 TANPA PERUNDUNGAN
1.
1. Amir Amir Fauzi Fauzi (Ketua) (Ketua) 220200200 220200200 Agama Agama Islam Islam (13) (13) B.Indonesia B.Indonesia (37) (37) KewarganegKewarganegaraan araan (36)(36) 2.
2. Indah Indah Sagala Sagala (Sekretar(Sekretaris) is) 220200215 220200215 Agama Agama Protestan Protestan (19) (19) B.Indonesia B.Indonesia (50) (50) Kewarganegaraan Kewarganegaraan (6)(6) 3.
3. Yedith Yedith Syalom Syalom Situmeang Situmeang 220200165 220200165 AgAgama ama Protestan Protestan (15) (15) B.Indonesia B.Indonesia (1) (1) Kewarganegaraan Kewarganegaraan (2)(2) 4.
4. Tegar Tegar Imam Imam Wahyudi Wahyudi 220200183 220200183 Agama Agama Islam Islam (4) (4) BB.Indonesia .Indonesia (20) (20) Kewarganegaraan Kewarganegaraan (41)(41) 5.
5. Emilie Emilie Krisnauli Krisnauli J. J. Sipahutar Sipahutar 220200189 220200189 AgAgama ama Protestan (8) Protestan (8) B.Indonesia B.Indonesia (26) (26) Kewarganegaraan Kewarganegaraan (25)(25) 6.
6. Lamsinar Lamsinar N. N. Titin Titin Br. Br. Hutapea Hutapea 220200199 220200199 Agama Agama Protestan Protestan (11) (11) B.Indonesia B.Indonesia (36) (36) Kewarganegaraan Kewarganegaraan (35)(35) 7.
7. Fitrie Fitrie Faradita Faradita Harahap Harahap 220200205 220200205 AgAgama ama Islam Islam (14) (14) B.Indonesia B.Indonesia (40) (40) Kewarganegaraan Kewarganegaraan (39)(39) 8.
8. Ari Ari Addina Addina Rahma Rahma 220200206 220200206 AAgama gama Islam Islam (15) (15) B.Indonesia B.Indonesia (41) (41) KKewarganegaraan ewarganegaraan (40)(40) 9.
9. Maria Maria V. V. Tiffany Tiffany P. P. Silalahi Silalahi 220200218 220200218 AgAgama ama Protestan Protestan (20) (20) B.Indonesia B.Indonesia (53) (53) Kewarganegaraan (9)Kewarganegaraan (9) 10.
10. Shanika Shanika Karin Karin Limbong Limbong 220200238 220200238 AgAgama ama Protestan Protestan (12) (12) B.Indonesia B.Indonesia (13) (13) Kewarganegaraan Kewarganegaraan (29)(29) 11.
11. M. M. Fadillah Fadillah A. A. Andika Andika Ritonga Ritonga 220200243 220200243 AgAgama ama Islam Islam (25) (25) B.Indonesia B.Indonesia (18) (18) Kewarganegaraan Kewarganegaraan (34)(34) 12.
12. Anastasya Anastasya Theophilia Theophilia Simarmata Simarmata 220200248 220200248 Agama Agama Protestan Protestan (15) (15) B.Indonesia B.Indonesia (20) (20) Kewarganegaraan Kewarganegaraan (36)(36) 13.
13. Rumiono Rumiono Manurung Manurung 220200258 220200258 AgAgama ama Protestan Protestan (20) (20) B.IndB.Indonesia onesia (30) (30) Kewarganegaraan Kewarganegaraan (3)(3) 14.
14. Nazwa Aqilah Nazwa Aqilah 220200259 220200259 AgAgama Islam ama Islam (2) (2) B.Indonesia (31) B.Indonesia (31) Kewarganegaraan Kewarganegaraan (4)(4) 15.
15. Grace Grace Yosephine Yosephine Manurung Manurung 220200262 220200262 AgAgama ama Protestan Protestan (21) (21) B.Indonesia B.Indonesia (7) (7) Kewarganegaraan Kewarganegaraan (34)(34) 16.
16. Nur Almaira Nur Almaira 220200271 220200271 Agama Islam Agama Islam (7) (7) B.Indonesia (43) B.Indonesia (43) Kewarganegaraan (16)Kewarganegaraan (16) 17.
17. Yovanie Yovanie Clarissa Clarissa Br. Br. Torong Torong 220200173 220200173 Agama Agama Protestan (7) Protestan (7) B.Indonesia B.Indonesia (45) (45) Kewarganegaraan Kewarganegaraan (18)(18) 18.
18. Calya Calya Audiandri Audiandri Nasution Nasution 220200275 220200275 Agama Agama Islam Islam (9) (9) B.Indonesia B.Indonesia (47) (47) Kewarganegaraan Kewarganegaraan (20)(20)
KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR
Segala Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang Segala Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang tak pernah berhenti memberikan pertolongan dan nikmat-Nya, sehingga kami dapat tak pernah berhenti memberikan pertolongan dan nikmat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan proposal ini dengan baik. Proposal berjudul “Darurat Perundungan di menyelesaikan proposal ini dengan baik. Proposal berjudul “Darurat Perundungan di Lingkungan Sekolah, Berani Bangkit, Berani Melawan”, di susun untuk memenuhi Lingkungan Sekolah, Berani Bangkit, Berani Melawan”, di susun untuk memenuhi tugas Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Wajib Kurikulum.
tugas Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Wajib Kurikulum.
Proposal ini berisikan tentang informasi mengenai penyelenggaraan proyek Proposal ini berisikan tentang informasi mengenai penyelenggaraan proyek MKWK kelompok 3 anti perundungan yang berupa sosiali
MKWK kelompok 3 anti perundungan yang berupa sosialisai ke SMP Perguruan Islamsai ke SMP Perguruan Islam Al- Amjad. Di dalam proposal ini kami juga memberikan gambaran agenda yang akan Al- Amjad. Di dalam proposal ini kami juga memberikan gambaran agenda yang akan kami lakukan saat penyelanggaraan sosialisasi. Proposal ini bertujuan untuk kami lakukan saat penyelanggaraan sosialisasi. Proposal ini bertujuan untuk memberikan gambaran proyek sosialisasi yang akan kami laksanakan.
memberikan gambaran proyek sosialisasi yang akan kami laksanakan.
Selama penulisan proposal ini kami banyak mendapatkan bantuan dari be
Selama penulisan proposal ini kami banyak mendapatkan bantuan dari berbagairbagai pihak,
pihak, oleh oleh karena karena itu itu kami kami mengucapkan mengucapkan terimakasih terimakasih kepada kepada seluruh seluruh pihak-pihakpihak-pihak yang mengambil andil dalam penyusunan proposal ini. Kami menyadari masih yang mengambil andil dalam penyusunan proposal ini. Kami menyadari masih terdapatnya kekurangan dan kelemahan dalam penyusunan proposal ini. Kami terdapatnya kekurangan dan kelemahan dalam penyusunan proposal ini. Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk proposal ini guna mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk proposal ini guna menyempurnakan penyusunan proposal ini.
menyempurnakan penyusunan proposal ini.
Medan, 4 November 2022 Medan, 4 November 2022
Penulis Penulis
DAFTAR ISI DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR ... i ... i
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ...ii ...ii
BAB I
BAB I ... 3 ... 3
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN ... 3 ... 3
1.1
1.1 Latar BelakangLatar Belakang ... 3 ... 3
1.2
1.2 Rumusan MasalahRumusan Masalah ... 2 ... 2
1.3
1.3 Lokasi Kegiatan/Proyek Lokasi Kegiatan/Proyek ... 3 ... 3
1.4
1.4 TujuanTujuan ... 3 ... 3
1.5
1.5 Mekanisme dan RancanganMekanisme dan Rancangan... 3... 3
1.6
1.6 Sumber Daya yang DiperlukanSumber Daya yang Diperlukan ... 4 ... 4
1.7
1.7 Jadwal PelaksanaanJadwal Pelaksanaan ...... ...... ...... ... 5... 5
BAB II
BAB II ... 6 ... 6
KERANGKA TEORI
KERANGKA TEORI ... 6 ... 6
1.1
1.1 Pengertian PerundunganPengertian Perundungan ... 6 ... 6
2.2
2.2 Jenis PerundunganJenis Perundungan ... 6 ... 6
2.3
2.3 Dampak PerundunganDampak Perundungan ...... ...... ...... ... 7... 7
2.4
2.4 Tindak Pencegahan Perilaku PerundunganTindak Pencegahan Perilaku Perundungan ... 9 ... 9
2.5
2.5 Lingkungan Sekolah Sebagai Tempat Aksi PerundunganLingkungan Sekolah Sebagai Tempat Aksi Perundungan ...... ... 11... 11
2.6
2.6 Penyebab Terjadinya PerundunganPenyebab Terjadinya Perundungan... 11... 11
BAB III
BAB III ... 13 ... 13
PENDEKATAN DAN METODOLOGI
PENDEKATAN DAN METODOLOGI ... 13 ... 13
3.1
3.1 PendekatanPendekatan ...... ...... ...... ...... .... 13.... 13
3.2
3.2 MetodologiMetodologi ... 13 ... 13
BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
1.1
1.1 Latar BelakangLatar Belakang
Perundungan atau yang lebih dikenal dengan kata
Perundungan atau yang lebih dikenal dengan kata bullying bullying merupakan merupakan perilaku
perilaku tidak tidak menyenangkan menyenangkan baik baik secara secara verbal, verbal, fisik, fisik, ataupun ataupun sosial, sosial, di di duniadunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan maupun sekelompok orang hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan maupun sekelompok orang yang yang lebih lemah darinya. Perundungan dapat terjadi di lingkungan mana pun dimana lebih lemah darinya. Perundungan dapat terjadi di lingkungan mana pun dimana terjadi interaksi sosial antara individu terjadi, termasuk di sekolah, kampus, tempat terjadi interaksi sosial antara individu terjadi, termasuk di sekolah, kampus, tempat kerja, dunia maya, dan lingkungan masyarakat.
kerja, dunia maya, dan lingkungan masyarakat.
Perundungan merupakan tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti Perundungan merupakan tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti individu atau sekelompok orang dengan cara verbal, fisik, maupun psikologis individu atau sekelompok orang dengan cara verbal, fisik, maupun psikologis sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan menjadi tidak berdaya (Sejiwa., sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan menjadi tidak berdaya (Sejiwa., 2008). Selain itu, Beattie (2015) juga mengatakan bahwa perundungan adalah 2008). Selain itu, Beattie (2015) juga mengatakan bahwa perundungan adalah penyalahgunaan
penyalahgunaan kekuatan kekuatan secara secara terstruktur terstruktur dan dan digolongkan digolongkan sebagai sebagai perilakuperilaku agresif yang dilakukan oleh teman sebaya (peer pressure) yang melakukan secara agresif yang dilakukan oleh teman sebaya (peer pressure) yang melakukan secara berulang-ulang
berulang-ulang dan dan ditandai ditandai dengan dengan adanya adanya kekuatan kekuatan yang yang tidak tidak seimbang seimbang atauatau setara.
setara.
Dewasa ini, perundungan atau
Dewasa ini, perundungan atau bullying bullying menjadi masalah yang sangat krusial, menjadi masalah yang sangat krusial, terutama di lingkungan sekolah. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal terutama di lingkungan sekolah. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang berupaya untuk melaksanakan pengajaran dalam bidang pendidikan, perilaku, yang berupaya untuk melaksanakan pengajaran dalam bidang pendidikan, perilaku, serta meningkatkan kualitas siswa. Selain menyediakan fasilitas, sekolah juga serta meningkatkan kualitas siswa. Selain menyediakan fasilitas, sekolah juga seharusnya memberikan dan menjamin kenyamanan siswanya. Sekolah semestinya seharusnya memberikan dan menjamin kenyamanan siswanya. Sekolah semestinya menjadi wadah dimana sikap dan karakter positif dipupuk dan dikembangkan.
menjadi wadah dimana sikap dan karakter positif dipupuk dan dikembangkan.
Namun pada ke
Namun pada kenyataannya, manyataannya, masih banyak ditemukan ksih banyak ditemukan kasusasus-kasus perundungan -kasus perundungan didi lingkungan sekolah. Berdasarkan data Komisi Anak Indonesia (KPAI) pada tahun lingkungan sekolah. Berdasarkan data Komisi Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2022 diperoleh sebanyak 226 kasus kekerasan fisik, psikis, termasuk perundungan.
2022 diperoleh sebanyak 226 kasus kekerasan fisik, psikis, termasuk perundungan.
Perundungan terkadang dianggap sepele dan dirasa menjadi sesuatu yang biasa Perundungan terkadang dianggap sepele dan dirasa menjadi sesuatu yang biasa saja. Padahal, sudah banyak pengaduan dari masyarakat terkait perundungan.
saja. Padahal, sudah banyak pengaduan dari masyarakat terkait perundungan.
Belum lagi ada anak yang tidak berani melaporkannya baik pada guru atau
Belum lagi ada anak yang tidak berani melaporkannya baik pada guru atau orangorang tuanya.
tuanya.
Faktor penyebab terjadinya perundungan atau
Faktor penyebab terjadinya perundungan atau bullying bullying memang sangat memang sangat beragam. Namun dalam perspektif Bourdie, perundungan itu be
beragam. Namun dalam perspektif Bourdie, perundungan itu berada dalam lingkuprada dalam lingkup kekuasaan. Hal yang dimaksud merupakan perwujudan dari sebuah praktik kekuasaan. Hal yang dimaksud merupakan perwujudan dari sebuah praktik kekuasaan. Secara konstektual, pandangan ini membicarakan praktik kekuasaan kekuasaan. Secara konstektual, pandangan ini membicarakan praktik kekuasaan yang sering kali terjadi pada institusi pendidikan. Misalnya budaya interaksi yang sering kali terjadi pada institusi pendidikan. Misalnya budaya interaksi antarsiswa yang mengenal tradisi “senior
antarsiswa yang mengenal tradisi “senior -- junior”. junior”.
Dengan demikian, kami mengangkat tema perundungan dengan judul Darurat Dengan demikian, kami mengangkat tema perundungan dengan judul Darurat Perundungan di Lingkungan Sekolah sebagai implementasi dalam usaha gotong Perundungan di Lingkungan Sekolah sebagai implementasi dalam usaha gotong royong merawat kebinekaan yang merupakan keresahan dalam masyarakat yang royong merawat kebinekaan yang merupakan keresahan dalam masyarakat yang perlu
perlu diberantas. diberantas. Dengan Dengan begitu, begitu, masalah masalah perundungan perundungan secara secara bertahap bertahap dapatdapat berkurang dan semkin
berkurang dan semkin meningkatnya kesadaran para pelajar meningkatnya kesadaran para pelajar akan pentingnya hidupakan pentingnya hidup saling menghormati dan menghargai sesama.
saling menghormati dan menghargai sesama.
1.2
1.2 Rumusan MasalahRumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas maka dapat dirumuskan Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas maka dapat dirumuskan masalah sebag
masalah sebagai berikut :ai berikut : 1.
1. Apa yang dimaksud dengan perundungan?Apa yang dimaksud dengan perundungan?
2.
2. Apa yang menjadi faktor penyebab terjadinya perundungan di lingkunganApa yang menjadi faktor penyebab terjadinya perundungan di lingkungan sekolah?
sekolah?
3.
3. Apa saja yang dikategorikan sebagai perundungan?Apa saja yang dikategorikan sebagai perundungan?
4.
4. Apa sajakah dampak perundungan di lingkungan sekolah?Apa sajakah dampak perundungan di lingkungan sekolah?
5.
5. Bagaimana upaya mengatasi perundungan di lingkungan sekolah?Bagaimana upaya mengatasi perundungan di lingkungan sekolah?
1.3
1.3 Lokasi Kegiatan/ProyekLokasi Kegiatan/Proyek
Lokasi kegiatan atau proyek dengan tema tanpa perundungan ini dilaksanakan Lokasi kegiatan atau proyek dengan tema tanpa perundungan ini dilaksanakan di SD Negeri 060894
di SD Negeri 060894 yang terleyang terletak pada Jl. tak pada Jl. Rebab No.99, Pasar II Titi Rantai, Rebab No.99, Pasar II Titi Rantai, Kec.Kec.
Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara.
Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara.
1.4
1.4 TujuanTujuan
Tujuan terselenggaranya kegiatan proyek ini diantaranya sebagai berikut:
Tujuan terselenggaranya kegiatan proyek ini diantaranya sebagai berikut:
1.
1. Mengetahui definisi perundungan.Mengetahui definisi perundungan.
2.
2. Mengetahui faktor atau penyebab terjadinya perundungan dapat terjadi diMengetahui faktor atau penyebab terjadinya perundungan dapat terjadi di lingkungan sekolah.
lingkungan sekolah.
3.
3. Mengetahui dan mengenal kategori atau bentuk-bentuk perundungan.Mengetahui dan mengenal kategori atau bentuk-bentuk perundungan.
4.
4. Mengetahui dampak atau akibat dari perundungan di lingkungan sekolah.Mengetahui dampak atau akibat dari perundungan di lingkungan sekolah.
5.
5. Mengetahui Mengetahui sanksi sanksi yang yang didapatkan didapatkan apabila melakukan apabila melakukan perundungan.perundungan.
6.
6. Mengetahui upaya atau tindakan pencegahan perilaku perundungan diMengetahui upaya atau tindakan pencegahan perilaku perundungan di lingkungan sekolah.
lingkungan sekolah.
1.5
1.5 Mekanisme dan RancanganMekanisme dan Rancangan
Mekanisme dan Rancangan merupakan cara kerja untuk mencapai tujuan secara Mekanisme dan Rancangan merupakan cara kerja untuk mencapai tujuan secara terstruktur dalam pelaksanaan proyek. Sesuai dengan tema “Darurat Perundungan terstruktur dalam pelaksanaan proyek. Sesuai dengan tema “Darurat Perundungan di Lingkungan Sekolah:
di Lingkungan Sekolah:Berani Bangkit, Berani Melawan”, dalam mekanisme danBerani Bangkit, Berani Melawan”, dalam mekanisme dan rancangan proyek tersebut, penjelasannya sebagai berikut :
rancangan proyek tersebut, penjelasannya sebagai berikut : 1.
1. Menentukan judul proyek dan menyusun proposal proyek dengan melakukanMenentukan judul proyek dan menyusun proposal proyek dengan melakukan pembagian tugas kepada
pembagian tugas kepada masing-masinmasing-masing anggota kelompok.g anggota kelompok.
2.
2. Melakukan pengajuan/penyerahan proposal kepada dosen pembimbing danMelakukan pengajuan/penyerahan proposal kepada dosen pembimbing dan meminta tanda tangan persetujuan dosen pembimbing.
meminta tanda tangan persetujuan dosen pembimbing.
3.
3. Mengumpulkan anggota-anggota kelompok untuk berdiskusi mengenaiMengumpulkan anggota-anggota kelompok untuk berdiskusi mengenai perencanaan kegiatan penyuluha
perencanaan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi yang akan dan sosialisasi yang akan dilakukan.n dilakukan.
4.
4. Melakukan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tentang bahayanyaMelakukan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tentang bahayanya perundungan
perundungan ((bullying bullying ), beserta penyampaian materi sesuai dengan tema), beserta penyampaian materi sesuai dengan tema
“Berani Bangkit, Berani Melawan” yang telah ditentukan pada lingkungan
“Berani Bangkit, Berani Melawan” yang telah ditentukan pada lingkungan
sekolah yang diikuti oleh seluruh siswa di sekolah.
sekolah yang diikuti oleh seluruh siswa di sekolah.
5.
5. Membuka sesi tanya-jawab ataupun memberikan pendapat sehubunganMembuka sesi tanya-jawab ataupun memberikan pendapat sehubungan penyampaian
penyampaian materi, materi, serta serta memberikanmemberikan rewardreward kepada setiap peserta yangkepada setiap peserta yang mengajukan pertanyaan ataupun turut serta dalam memberikan pendapat mengajukan pertanyaan ataupun turut serta dalam memberikan pendapat tentang bahayanya perundungan di lingkungan sekolah.
tentang bahayanya perundungan di lingkungan sekolah.
6.
6. Melakukan pendekatan khusus bagi siswa yang bermasalah dalam karakternya.Melakukan pendekatan khusus bagi siswa yang bermasalah dalam karakternya.
7.
7. Membuka konsultasi online gratis melalui sosial media Instagram. LayananMembuka konsultasi online gratis melalui sosial media Instagram. Layanan konsultasi bertujuan agar konsulti dengan kemampuannya sendiri dapat konsultasi bertujuan agar konsulti dengan kemampuannya sendiri dapat menangani kondisi dan/atau permasalahan pada pihak ketiga.
menangani kondisi dan/atau permasalahan pada pihak ketiga.
1.6
1.6 Sumber Daya yang DiperlukanSumber Daya yang Diperlukan 1.6.1
1.6.1 Sumber Daya DanaSumber Daya Dana No.
No. Sumber daya Sumber daya Banyaknya Banyaknya TaksasiTaksasi 1.
1. Print out Print out proposal proposal 1 1 jilid jilid Rp Rp 8.000,-8.000,- 2.
2. Print out Print out Kuisioner 1 dan 2Kuisioner 1 dan 2 Rp 32.000,-Rp 32.000,- 3.
3. Transportasi Transportasi 15 15 anggota anggota x x 10.0000 10.0000 Rp Rp 150.000,-150.000,- 3.
3. Hadiah Hadiah Rp Rp 150.000,-150.000,-
4.
4. Ucapan Ucapan terimakaterimakasih sih Rp Rp 100.000,-100.000,- 6.
6. Spanduk Spanduk 2 2 Meter Meter Rp Rp 80.000,-80.000,- 7.
7. Bahan Bahan Mading Mading Rp Rp 30.000,-30.000,- Total
Total pengeluaran pengeluaran Rp Rp 550.000,-550.000,-
1.7
1.7 Jadwal PelaksanaanJadwal Pelaksanaan Jadwal
Jadwal Perumusan Perumusan
Tanggal Tanggal 27
27 Oktober Oktober
2022 2022
28 28 Oktober Oktober
2022 2022
29 29 Oktober Oktober
2022 2022
31 31 Oktober Oktober
2022 2022
9 9 November November
2022 2022
21 21 November November
2022 2022 Menentukan
Menentukan judul
judul Diskusi Diskusi terkait terkait rencana rencana kegiatan kegiatan
Survey Lokasi Survey Lokasi Pengumpulan Pengumpulan hasil proyek hasil proyek Pengajuan Pengajuan Proposal ke Proposal ke Lokasi Lokasi Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan ke kegiatan ke lokasi tujuan lokasi tujuan
BAB II BAB II
KERANGKA TEORI KERANGKA TEORI
1.1
1.1
Pengertian PerundunganPengertian Perundungan
Perundungan merupakan salah satu tindakan asusila yang kerap kali kita jumpai Perundungan merupakan salah satu tindakan asusila yang kerap kali kita jumpai di masyarakat. Perundungan adalah perilaku yang dengan secara disengaja untuk di masyarakat. Perundungan adalah perilaku yang dengan secara disengaja untuk melukai orang lain baik itu secara jasmani dan rohani yang dilakuk
melukai orang lain baik itu secara jasmani dan rohani yang dilakukan secara sadar.an secara sadar.
Bullying atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai perundungan, merupakan Bullying atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai perundungan, merupakan persoalan
persoalan serius serius pada pada anak-anak anak-anak di di hampir hampir sebagian sebagian besar besar negara negara di di dunia dunia ini.ini.
Perundungan didefinisikan sebagai tindakan agresif yang dimaksudkan untuk Perundungan didefinisikan sebagai tindakan agresif yang dimaksudkan untuk menyakiti korban, baik secara fisik (misalkan, dengan memukul atau menendang), menyakiti korban, baik secara fisik (misalkan, dengan memukul atau menendang), secara psikologis (misalkan, melalui ancaman ataupun memanggil dengan julukan secara psikologis (misalkan, melalui ancaman ataupun memanggil dengan julukan yang buruk), maupun secara sosial (misalkan dengan mengucilkan atau yang buruk), maupun secara sosial (misalkan dengan mengucilkan atau mengabaikan korban), yang dilakukan secara sengaja, berulang, dan menunjukkan mengabaikan korban), yang dilakukan secara sengaja, berulang, dan menunjukkan adanya perbedaan kekuatan antara pelaku dan korban (Olweus., 1997; Espelage &
adanya perbedaan kekuatan antara pelaku dan korban (Olweus., 1997; Espelage &
Swearer., 2003; Wang, Ianotti, & Nansel., 2009; Burualogo & Gumilang., 2019).
Swearer., 2003; Wang, Ianotti, & Nansel., 2009; Burualogo & Gumilang., 2019).
2.2
2.2 Jenis PerundunganJenis Perundungan Menurut
Menurut Snowski Snowski dalam Fdalam Fadillah (2019), adillah (2019), terdapat 4 terdapat 4 jenis pejenis perundungan rundungan yangyang sering terjadi di masyarakat. Jenis jenis perundungan yang sering terjadi itu sering terjadi di masyarakat. Jenis jenis perundungan yang sering terjadi itu sebagai berikut :
sebagai berikut : 1.
1. Perundungan Fisik.Perundungan Fisik.
Perundungan fisik adalah jenis penindasan yang paling umum. Itu terjadi Perundungan fisik adalah jenis penindasan yang paling umum. Itu terjadi ketika pelaku intimidasi yang ukuran tubuhnya lebih besar mencoba ketika pelaku intimidasi yang ukuran tubuhnya lebih besar mencoba mengintimidasi
mengintimidasi yang yang lebih lebih lemah. Ini lemah. Ini bisa bisa termasuk memukul, termasuk memukul, menendang,menendang,
2.
2. Perundungan VerbalPerundungan Verbal
Perundungan verbal melibatkan penggunaan kata-kata dan pernyataan Perundungan verbal melibatkan penggunaan kata-kata dan pernyataan yang me
yang menyakitkan, pemanggilan nama, dnyakitkan, pemanggilan nama, dan ban bahkan ancaman. ahkan ancaman. Kata-kata danKata-kata dan komentar yang kejam
komentar yang kejam ini ini dibuat dibuat dengan dengan tujuan tujuan utama utama menyakitimenyakiti seseorang. Komentar tersebut mungkin termasuk penghinaan penampilan seseorang. Komentar tersebut mungkin termasuk penghinaan penampilan fisik,
fisik, jenis jenis kelamikelamin, n, agama agama seseorang seseorang atau atau bahkan bahkan cara cara merekamereka berperilaku. Ini juga mel
berperilaku. Ini juga melibatkan ibatkan mengejek mengejek cara seseorang berbicaracara seseorang berbicara ..
3.
3. Perundungan Dunia Maya (cyber bullying)Perundungan Dunia Maya (cyber bullying) Jenis
Jenis intimidasi intimidasi ini ini adalah adalah yang yang paling paling sulit sulit dikenali dikenali dan dan mungkin mungkin yangyang paling
paling berbahaya. berbahaya. Perundungan Perundungan siber siber dapat dapat mencakup mencakup apa apa saja, saja, mulai mulai daridari membuat ancaman online hingga mengirim teks dan email yang menyakitkan membuat ancaman online hingga mengirim teks dan email yang menyakitkan dan menakutkan.
dan menakutkan.
4.
4. Perundungan relasionalPerundungan relasional
Jenis ini pada dasarnya bersifat licik dan lihai, dalam arti melibatkan Jenis ini pada dasarnya bersifat licik dan lihai, dalam arti melibatkan seseorang sebagai b
seseorang sebagai bagian dari agian dari kelompok, memanipulasi reputasi mekelompok, memanipulasi reputasi mereka reka atauatau menyebarkan
menyebarkan desas-desus desas-desus buruk tentaburuk tentang ng mereka. Jenimereka. Jenis intimidas intimidasi ini si ini dapatdapat terjadi
terjadi di di mana mana saja saja mulai mulai dari dari meja meja makan makan siang, siang, taman taman bermain bermain hinggahingga ruang kelas. Si pelaku intimidasi sering menggunakan statusnya sendiri dalam ruang kelas. Si pelaku intimidasi sering menggunakan statusnya sendiri dalam kelompok untuk merendahkan atau mendominasi orang lain.
kelompok untuk merendahkan atau mendominasi orang lain.
2.3
2.3 Dampak PerundunganDampak Perundungan
Perundungan memiliki dampak yang serius terhadap korban. Tidak hanya Perundungan memiliki dampak yang serius terhadap korban. Tidak hanya korban, perundungan juga memiliki dampak kepada pelakunya, Menurut korban, perundungan juga memiliki dampak kepada pelakunya, Menurut Kementrian PPPA dalam Harmonis (2021), berikut merupakan dampak dampak Kementrian PPPA dalam Harmonis (2021), berikut merupakan dampak dampak perundungan terhadap korban
perundungan terhadap korban ::
1.
1. Rendahnya rasa percaya diriRendahnya rasa percaya diri
Bagi mereka yang mengalami tindakan tidak menyenangkan di Bagi mereka yang mengalami tindakan tidak menyenangkan di lingkungan sosial tentu akan memengaruhi rasa percaya dirinya. Anak-anak lingkungan sosial tentu akan memengaruhi rasa percaya dirinya. Anak-anak mungkin akan menjadi pemalu, atau penakut, sehingga sulit untuk mungkin akan menjadi pemalu, atau penakut, sehingga sulit untuk melakukan interaksi sosial.
melakukan interaksi sosial.
2.
2. Munculnya Perasaan yang tidak biasaMunculnya Perasaan yang tidak biasa
Anak-anak korban bullying umumnya akan mengalami perasaan marah, Anak-anak korban bullying umumnya akan mengalami perasaan marah, sedih, tidak berdaya, frustasi, kesepian dan seolah terisolasi dari sedih, tidak berdaya, frustasi, kesepian dan seolah terisolasi dari lingkungannya sendiri. Di sisi lain, mereka justru tidak bisa berbuat apa-apa lingkungannya sendiri. Di sisi lain, mereka justru tidak bisa berbuat apa-apa dengan apa yang dirasakannya.
dengan apa yang dirasakannya.
3.
3. DepresiDepresi
Perundungan yang terjadi secara terus-menerus sangat berbahaya bagi Perundungan yang terjadi secara terus-menerus sangat berbahaya bagi psikologis anak. Mereka bisa saja mengalami depr
psikologis anak. Mereka bisa saja mengalami depresi, hingga memunculkanesi, hingga memunculkan pikiran untuk bunuh diri.
pikiran untuk bunuh diri.
4.
4. Tidak percaya terhadap orang lainTidak percaya terhadap orang lain
Terlalu banyak kejadian tidak menyenangkan yang dialaminya Terlalu banyak kejadian tidak menyenangkan yang dialaminya mengakibatkan anak sulit mempercayai orang lain. Perasaan takut dan mengakibatkan anak sulit mempercayai orang lain. Perasaan takut dan traumanya akhirnya membuatnya lebih nyaman untuk menyimpan traumanya akhirnya membuatnya lebih nyaman untuk menyimpan masalahnya sendirian.
masalahnya sendirian.
Selain terhadap korban, pelaku perundungan juga memiliki dampak untuk orang Selain terhadap korban, pelaku perundungan juga memiliki dampak untuk orang yang melakukan tindak perundungan. Berikut dampak bagi pelaku menurut yang melakukan tindak perundungan. Berikut dampak bagi pelaku menurut Kementri
Kementrian PPPA :an PPPA : 1.
1. Tidak berempatiTidak berempati
Mereka yang bertindak sebagai pelaku b
Mereka yang bertindak sebagai pelaku bullying cenderung tidak memilikiullying cenderung tidak memiliki rasa empati terhadap orang lain. Selain itu, mereka juga akan sering rasa empati terhadap orang lain. Selain itu, mereka juga akan sering bertindak lebih agr
bertindak lebih agresif dan tidak sabaran.esif dan tidak sabaran.
seperti bahagia dan bangga setelah menindas orang yang dianggapnya seperti bahagia dan bangga setelah menindas orang yang dianggapnya lemah.
lemah.
3.
3. Berpotensi melakukan tindak kriminalBerpotensi melakukan tindak kriminal
Anak-anak pelaku bullying yang sudah menganggap tindakannya Anak-anak pelaku bullying yang sudah menganggap tindakannya merupakan hal biasa akan terus merasa ketagihan untuk melakukannya.
merupakan hal biasa akan terus merasa ketagihan untuk melakukannya.
Bahkan, di masa depan nanti, mereka bisa saja melakukan tindak kriminal Bahkan, di masa depan nanti, mereka bisa saja melakukan tindak kriminal yang tentu risikonya lebih berbahaya.
yang tentu risikonya lebih berbahaya.
Pelaku perundungan bahkan mampu dikenakan pasal-pasal dan merupakan Pelaku perundungan bahkan mampu dikenakan pasal-pasal dan merupakan tindak
tindak pidanpidana daa dan dn diatur diatur di di dalam Pasal 76C UU Nomor 35 Tahualam Pasal 76C UU Nomor 35 Tahu n 2014 yangn 2014 yang berb
berbunyunyi i : : “Se“Setiatia p p oraora ng ng dildilararang ang menmenempaempa tktkan, an, membmembiaiarkrkan, an, melamelakukkuk an,an, menyuruh, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak. Ancaman menyuruh, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak. Ancaman hukuman bagi yang melanggar pasal ini adalah pidana. Penjara paling lama hukuman bagi yang melanggar pasal ini adalah pidana. Penjara paling lama 3 tahun 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000 (Tujuh Puluh 3 tahun 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000 (Tujuh Puluh Dua Juta Rupiah). Pelaku perundungan dapat dikenakan pasal ini karena Dua Juta Rupiah). Pelaku perundungan dapat dikenakan pasal ini karena syarat-syarat dalam pasal ini sudah mampu dipenuhi oleh pelaku syarat-syarat dalam pasal ini sudah mampu dipenuhi oleh pelaku peru
peru ndunndungangan..
2.4
2.4 Tindak Pencegahan Perilaku PerundunganTindak Pencegahan Perilaku Perundungan
Perundungan merupakan perbuatan yang memiliki banyak sekali dampak Perundungan merupakan perbuatan yang memiliki banyak sekali dampak negatif.
negatif. Nur Dafiq et Nur Dafiq et al dalam Upaya Pal dalam Upaya Pencegahan Bullying pencegahan Bullying pada Siswa Sekolahada Siswa Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Manggarai NTT (2020) menyatakan:
Menengah Atas di Kabupaten Manggarai NTT (2020) menyatakan: “Dampak“Dampak negatif yang dirasakan akibat bullying adalah marah, rasa dendam, rasa tertekan, negatif yang dirasakan akibat bullying adalah marah, rasa dendam, rasa tertekan, malu, dan merasa sedih. Bahkan emosi negatif pun sering dirasakan oleh korban malu, dan merasa sedih. Bahkan emosi negatif pun sering dirasakan oleh korban bullying.
bullying. Dampak Dampak psikis psikis bullying bullying yang yang berbahaberbahaya ya adalah adalah munculnya munculnya gangguangangguan psikologis,
psikologis, seperti ceseperti cemas berlmas berlebihan, takut, ebihan, takut, depresi, bunudepresi, bunuh diri, h diri, dan PTSD. dan PTSD. AnakAnak yang mengalami tindakan bullying di sekolah akan mengalami depresi dan yang mengalami tindakan bullying di sekolah akan mengalami depresi dan gangguan mental”
gangguan mental”..
Perundungan bukanlah sesuatu yang dapat dianggap sebagai hal sepele.
Perundungan bukanlah sesuatu yang dapat dianggap sebagai hal sepele.
Diperlukan adanya suatu tindakan pencegahan atas tindakan perundungan pada Diperlukan adanya suatu tindakan pencegahan atas tindakan perundungan pada lingkungan pendidikan ini agar para siswa dapat belajar dengan aman, nyaman, lingkungan pendidikan ini agar para siswa dapat belajar dengan aman, nyaman, dan bahagia.
dan bahagia.
Menurut (Ujang & Anwar., 2019) guru, orangtua, dan masyarakat memiliki Menurut (Ujang & Anwar., 2019) guru, orangtua, dan masyarakat memiliki peran
peran penting penting dalam dalam pembentukan pembentukan karakter karakter peserta peserta didik didik sehingga sehingga fenomenafenomena tindakan perundungan yang terjadi di Sekolah Dasar dapat sedikit teratasi.
tindakan perundungan yang terjadi di Sekolah Dasar dapat sedikit teratasi.
Tindakan perundungan di lingkungan pendidikan bukanlah tanggung jawab dari Tindakan perundungan di lingkungan pendidikan bukanlah tanggung jawab dari pelaku
pelaku saja, msaja, melainkan juga elainkan juga merupakan merupakan tanggung tanggung jawab jawab dari dari seorang guru. seorang guru. GuruGuru harus dapat mencegah atau mengatasi tindakan perundungan.
harus dapat mencegah atau mengatasi tindakan perundungan.
Upaya intervensi terhadap tindakan perundungan, Smith (dalam Putri &
Upaya intervensi terhadap tindakan perundungan, Smith (dalam Putri &
Suyanto., 2016) menyebutkan terdapat sebelas pendekatan perundungan di Suyanto., 2016) menyebutkan terdapat sebelas pendekatan perundungan di sekolah baik yang bersifat preventif maupun yang bersifat interventif, yaitu : sekolah baik yang bersifat preventif maupun yang bersifat interventif, yaitu :
1.
1. Melakukan pendekatan dengan kebijakan.Melakukan pendekatan dengan kebijakan.
2.
2. Memotivasi siswa.Memotivasi siswa.
3.
3. Menciptakan atmosfer kelas dengan menciptakan hubungan yang baik diMenciptakan atmosfer kelas dengan menciptakan hubungan yang baik di dalam kelas.
dalam kelas.
4.
4. Kurikulum menyediakan informasi mengenai apa itu perundungan, dampakKurikulum menyediakan informasi mengenai apa itu perundungan, dampak yang diakibatkan kepada korban dan pertolongan yang didapatkan siswa.
yang diakibatkan kepada korban dan pertolongan yang didapatkan siswa.
5.
5. Mengatasi prejudice sosial dan sikap-sikap yang tidak diingankan sepertiMengatasi prejudice sosial dan sikap-sikap yang tidak diingankan seperti SARA.
SARA.
6.
6. Pengawasan dan monitoring perilaku siswa di luar kelas.Pengawasan dan monitoring perilaku siswa di luar kelas.
7.
7. Melibatkan siswa-siswa yang telah dilatih sebagai mediator grup untukMelibatkan siswa-siswa yang telah dilatih sebagai mediator grup untuk membantu dan mengatasi konflik.
membantu dan mengatasi konflik.
8.
8. Memberikan bentuk penalti non fisik atau sanksi.Memberikan bentuk penalti non fisik atau sanksi.
9.
9. Melibatkan orang tua korban perundungan serta perlaku perundungan danMelibatkan orang tua korban perundungan serta perlaku perundungan dan
perundungan
perundungan dan dan juga juga dengan dengan teman-teman-teman teman atau atau pendukung pendukung mereka mereka yangyang terlibat dalam peristiwa perundungan.
terlibat dalam peristiwa perundungan.
11.
11. Pendekatan-pendekatan lainnya yang bertujuan untuk memberi dampakPendekatan-pendekatan lainnya yang bertujuan untuk memberi dampak perubahan perilaku yang positi
perubahan perilaku yang positif kepada siswa dalam maf kepada siswa dalam masalah perundungan.salah perundungan.
2.5
2.5 Lingkungan Sekolah Sebagai Tempat Aksi PerundunganLingkungan Sekolah Sebagai Tempat Aksi Perundungan
Menurut (Putra., 2020), bullying merupakan tindakan mengintimidasi dan Menurut (Putra., 2020), bullying merupakan tindakan mengintimidasi dan memaksa seseorang individu atau kelompok yang lebih lemah untuk melakukan memaksa seseorang individu atau kelompok yang lebih lemah untuk melakukan sesuatu di luar kehendak mereka, dengan maksud untuk membahayakan fisik atau sesuatu di luar kehendak mereka, dengan maksud untuk membahayakan fisik atau secara psikis melalui pelecehan dan penyerangan. Biasanya, kasus bullying secara psikis melalui pelecehan dan penyerangan. Biasanya, kasus bullying dilakukan oleh anak-anak sekolah.
dilakukan oleh anak-anak sekolah.
Menurut laporan Comparitech yang dimuat dalam Katadata, pada tahun 2018 Menurut laporan Comparitech yang dimuat dalam Katadata, pada tahun 2018 terungkap jika dari sejumlah laporan kasus perundungan dalam lingkup terungkap jika dari sejumlah laporan kasus perundungan dalam lingkup pendidikan
pendidikan yang yang terjadi terjadi di di tahun tahun tersebut, tersebut, sekitar sekitar 82,882,8% % terjadi terjadi di di lingkunganlingkungan sekolah (Arifa., 2022). Bahkan, memasuki semester pertama tahun 2022, KPAI sekolah (Arifa., 2022). Bahkan, memasuki semester pertama tahun 2022, KPAI mencatat ada
mencatat ada sejumlah sejumlah kasus kekerasan berupa kasus kekerasan berupa perundungan dan perundungan dan kekerasan fisikkekerasan fisik yang te
yang terjadi rjadi di di dunia pendidikan, bdunia pendidikan, baik yang aik yang dilakukan oleh dilakukan oleh pendidik maupunpendidik maupun sesama peserta d
sesama peserta didik, baik yidik, baik yang diadukan ang diadukan maupun tidak maupun tidak ke KPAI ke KPAI (Sidakaton(Sidakaton .,., 2022).
2022).
Semua hal ini, telah menjadi bukti bahwa di lingkungan sekolah masih terdapat Semua hal ini, telah menjadi bukti bahwa di lingkungan sekolah masih terdapat banyak tindakan k
banyak tindakan k ekerasan terhadap ekerasan terhadap siswa. Linsiswa. Lingkungan sekolah yagkungan sekolah yang seharusnyang seharusnya berperan sebagai pembentuk karakter yang baik, malah m
berperan sebagai pembentuk karakter yang baik, malah menjadi wadah bagi pihakenjadi wadah bagi pihak tertentu untuk melakukan tindakan kekerasan.
tertentu untuk melakukan tindakan kekerasan.
2.6
2.6 Penyebab Terjadinya PerundunganPenyebab Terjadinya Perundungan
Tindakan perundungan di sekolah, terjadi juga bukan tanpa alasan. Orang Tindakan perundungan di sekolah, terjadi juga bukan tanpa alasan. Orang yang melakukan perundungan memiliki alasan tertentu. "Terdapat beberapa faktor yang melakukan perundungan memiliki alasan tertentu. "Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan pelajar usia remaja melakukan perilaku perundungan, yang dapat menyebabkan pelajar usia remaja melakukan perilaku perundungan, yaitu faktor pola asuh, faktor sekolah, faktor harga diri dan faktor norma yaitu faktor pola asuh, faktor sekolah, faktor harga diri dan faktor norma kelompok. Berdasarkan pada hasil analisa, ditemukan adanya kaitan antara faktor kelompok. Berdasarkan pada hasil analisa, ditemukan adanya kaitan antara faktor pola
pola asuh, asuh, faktor faktor sekolah, sekolah, faktor faktor harga harga diri diri dan dan faktor faktor norma norma kelompok kelompok padapada
perilaku
perilaku perundungan perundungan yang yang dilakukan dilakukan oleh oleh subjek" subjek" (Wenny (Wenny Theodore Theodore & S& Shantyhanty Sudar
Sudarji., 2019 : ji., 2019 : 77).77).
"Mayoritas orangtua dan guru di sekolah tidak mengetahui perilaku
"Mayoritas orangtua dan guru di sekolah tidak mengetahui perilaku perundungan
perundungan yang yang dilakukan dilakukan subjek subjek di di sekolah. sekolah. Orang Orang tua tua dan dan guru guru subjek subjek jugajuga tidak memberikan intervensi mengenai perilaku perundungan kepada subjek. Tiga tidak memberikan intervensi mengenai perilaku perundungan kepada subjek. Tiga dari dua subjek melakukan perilaku perundungan untuk meningkatkan harga diri.
dari dua subjek melakukan perilaku perundungan untuk meningkatkan harga diri.
Subjek juga memiliki lingkungan pertemanan yang biasanya melakukan perilaku Subjek juga memiliki lingkungan pertemanan yang biasanya melakukan perilaku perundungan
perundungan.”.”(Theodore & Sudarji., 2019 : 77).(Theodore & Sudarji., 2019 : 77).
Dilansir dari Fimela.com penyebab terjadinya Bullying ada tujuh yaitu : Dilansir dari Fimela.com penyebab terjadinya Bullying ada tujuh yaitu : 1. Pernah jadi korban kekerasan di rumah,
1. Pernah jadi korban kekerasan di rumah, 2. Tidak percaya diri,
2. Tidak percaya diri,
3. Terlalu dibebaskan orang tua, 3. Terlalu dibebaskan orang tua, 4. Ingin menjadi populer,
4. Ingin menjadi populer, 5. Tidak memiliki rasa empati, 5. Tidak memiliki rasa empati, 6. Kurang perhatian di rumah, 6. Kurang perhatian di rumah, 7. Senang mengejek orang lain.
7. Senang mengejek orang lain.
BAB III BAB III
PENDEKATAN DAN METODOLOGI PENDEKATAN DAN METODOLOGI
3.1
3.1 PendekatanPendekatan
Pendekatan yang penulis gunakan dalam proyek ini adalah pendekatan metode Pendekatan yang penulis gunakan dalam proyek ini adalah pendekatan metode kualitatif. Metode kualitatif Menurut Saryono (2010), Penelitian kualitatif kualitatif. Metode kualitatif Menurut Saryono (2010), Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh social yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan social yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitatif. Metode kualitatif lebih menekankan pengamatan fenomena dan kuantitatif. Metode kualitatif lebih menekankan pengamatan fenomena dan menyelidiki isi makna dari fenomena tersebut dan pemahaman secara mendalam menyelidiki isi makna dari fenomena tersebut dan pemahaman secara mendalam terhadap sebuah masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian terhadap sebuah masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Ketajaman dan analisis Penelitian metode Kualitatif sangat generalisasi. Ketajaman dan analisis Penelitian metode Kualitatif sangat dipengaruhi oleh kekuatan ungkapan, kata, perilaku, persepsi, motivasi, dan dipengaruhi oleh kekuatan ungkapan, kata, perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan.
tindakan.
3.2
3.2 MetodologiMetodologi
Metodologi yang digunakan oleh penulis ialah:
Metodologi yang digunakan oleh penulis ialah:
SurveySurvey
Penulis melakukan
Penulis melakukan survey langsung survey langsung ke ke lapangan lapangan dan dan meneliti langsungmeneliti langsung terhadap masalah tersebut.
terhadap masalah tersebut.
Pertukaran pendapatPertukaran pendapat
Penulis bertukar pendapat satu sama lain dan mengusulkan ide-ide baru Penulis bertukar pendapat satu sama lain dan mengusulkan ide-ide baru untuk menge
untuk mengetahui tahui apa yang apa yang harus harus dilakukan.dilakukan.
Berdiskusi dan BerkomunikasiBerdiskusi dan Berkomunikasi
Tujuan dari diskusi ini adalah untuk membahas masalah yang penulis Tujuan dari diskusi ini adalah untuk membahas masalah yang penulis lakukan ketika merumuskan masalah. Penulis berkomunikasi langsung untuk lakukan ketika merumuskan masalah. Penulis berkomunikasi langsung untuk membahas lebih dalam mengenai proyek ini. Sebagai upaya menyukseskan membahas lebih dalam mengenai proyek ini. Sebagai upaya menyukseskan lingkungan sekolah tanpa perundungan.
lingkungan sekolah tanpa perundungan.
Pembuatan video dan poster animasiPembuatan video dan poster animasi
Pada tahap terakhir akan dibuat video animasi yang akan diupload ke Pada tahap terakhir akan dibuat video animasi yang akan diupload ke YouTube dan poster yang akan mendemonstrasikan hasil diskusi dan karya YouTube dan poster yang akan mendemonstrasikan hasil diskusi dan karya proyek.
proyek.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
Arifa, S., 2022. Tentang Perundungan Anak di Lingkungan Sekolah dan Upaya Arifa, S., 2022. Tentang Perundungan Anak di Lingkungan Sekolah dan Upaya Mengatasinya Lewat Program Roots.
Mengatasinya Lewat Program Roots. Indonesia Indonesia : : GoodNews.GoodNews. Available at Available at https://www.goodnewsfromindonesia.id/2022/07/23/tentang-perundungan-anak-di- https://www.goodnewsfromindonesia.id/2022/07/23/tentang-perundungan-anak-di- lingkungan-sekolah-dan-upaya-mengatasinya-lewat-program-roots.
lingkungan-sekolah-dan-upaya-mengatasinya-lewat-program-roots. Diakses pada 30Diakses pada 30 Oktobe
Oktober r 2022.2022.
Christvidya, K.P., 2022. 7 Penyebab Terjadinya
Christvidya, K.P., 2022. 7 Penyebab Terjadinya Bullying Bullying yang Sering Dialami yang Sering Dialami Anak di Sekolah. Indonesia.
Anak di Sekolah. Indonesia. Fimela. Fimela. Available Available atat https://m.fimela.com/lifestyle/read/4863513/7-penyebab-terjadinya-bullying-yang- https://m.fimela.com/lifestyle/read/4863513/7-penyebab-terjadinya-bullying-yang- sering-dialami-anak-di-sekolah.
sering-dialami-anak-di-sekolah. Diakses pada 30 Oktober 2022.Diakses pada 30 Oktober 2022.
Dafiq, N. dkk., 2020. Upaya Edukasi Pencegahan
Dafiq, N. dkk., 2020. Upaya Edukasi Pencegahan Bullying Bullying pada Siswa Sekolah pada Siswa Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Manggarai NTT.
Menengah Atas di Kabupaten Manggarai NTT. Jurnal Penga Jurnal Pengabdian Masybdian Masyarakat.arakat. Vol. Vol.
3(3),120-129.
3(3),120-129.
http://unikastpaulus.ac.id/jurnal/index.php/jrt/
http://unikastpaulus.ac.id/jurnal/index.php/jrt/
Harmonis, H.D., 2021. Dampak
Harmonis, H.D., 2021. Dampak Bullying Bullying bagi Korban dan Pelaku yang Perlu bagi Korban dan Pelaku yang Perlu Orang Tua Waspadai. Indonesia.
Orang Tua Waspadai. Indonesia. Kumparan Kumparan. . Available Available AtAt https://kumparan.com/kumparanmom/dampak-bullying-bagi-korban-dan-pelaku- https://kumparan.com/kumparanmom/dampak-bullying-bagi-korban-dan-pelaku- yang-perlu-orang-tua-waspadai-1wHeDmLtVkD/full
yang-perlu-orang-tua-waspadai-1wHeDmLtVkD/full.. Diakses pada 29 oktober 2022 Diakses pada 29 oktober 2022 Ihsana Sabriani Borualogo dan Erlang Gumilang., 2019. Kasus Perundungan Ihsana Sabriani Borualogo dan Erlang Gumilang., 2019. Kasus Perundungan Anak di Jawa Barat: Temuan Awal Children’s Worlds Survey di Indonesia, Anak di Jawa Barat: Temuan Awal Children’s Worlds Survey di Indonesia, PSYMPATHIC
PSYMPATHIC : : Jurnal Jurnal Ilmiah Ilmiah PsikologiPsikologi, , hal. hal. 15.15.
https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/psy/article/view/4439/2888 https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/psy/article/view/4439/2888
Khiyarusoleh, U. dan Ardani, A., 2019. Pendekatan Guru dalam Menangani Khiyarusoleh, U. dan Ardani, A., 2019. Pendekatan Guru dalam Menangani Kasus Korban
Kasus Korban Bullying Bullying Siswa Kelas IV SD Negeri Kalierang 01 Kecamatan Bumiayu. Siswa Kelas IV SD Negeri Kalierang 01 Kecamatan Bumiayu.
Jurnal
Jurnal Dinamika Dinamika PendidikanPendidikan, , Vol. Vol. 12(3), 12(3), 212-222.212-222.
http://ejournal.uki.ac.id/index.php/jdp/article/view/1301/1064 http://ejournal.uki.ac.id/index.php/jdp/article/view/1301/1064
Nurfadillah,
Nurfadillah, A., A., 2020, 2020, Perlindungan Perlindungan Hukum Hukum Terhadap Terhadap Anak Anak Yang Yang MenjadiMenjadi Korban Aksi Perundungan,
Korban Aksi Perundungan, Jurnal Belo. Jurnal Belo. Volume V No. 1 Agustus 2019-Januari 2020, Volume V No. 1 Agustus 2019-Januari 2020, hal. 92-93.
hal. 92-93. https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/belo/article/view/1315/1096https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/belo/article/view/1315/1096
Putri, F., dan Suyanto, T., 2016. Strategi Guru dalam Mengatasi Perilaku Putri, F., dan Suyanto, T., 2016. Strategi Guru dalam Mengatasi Perilaku Bullying
Bullying di SMP Negeri 1 Mojokerto. di SMP Negeri 1 Mojokerto. Jurnal Jurnal Kajian Kajian Moral Moral dan dan Kewarganegaraan.Kewarganegaraan.
1(4), 62-76.
1(4), 62-76. https://core.ac.uk/download/pdf/230709873.pdf https://core.ac.uk/download/pdf/230709873.pdf
Putra, Y.M.P., 2020, Mengapa
Putra, Y.M.P., 2020, Mengapa Bullying Bullying Masih Terjadi di Sekolah?. Masih Terjadi di Sekolah?.
Republika.co.id
Republika.co.id.. Available Available AtAt
https://www.republika.co.id/berita/q676ws284/mengapa-bullying-masih-terjadi-di- https://www.republika.co.id/berita/q676ws284/mengapa-bullying-masih-terjadi-di- sekolah
sekolah.. Diakses pada 30 Oktober 2022. Diakses pada 30 Oktober 2022.
Sidakaton, S., 2022, KPAI : Perundungan di Sekolah Makin Mengerikan.
Sidakaton, S., 2022, KPAI : Perundungan di Sekolah Makin Mengerikan.
HarianTerbit.co
HarianTerbit.com.m. Available Available AtAt https://www.harianterbit.com/humaniora/pr-https://www.harianterbit.com/humaniora/pr- 2743618924/kpai-perundungan-di-sekolah-makin-mengerikan
2743618924/kpai-perundungan-di-sekolah-makin-mengerikan.. Diakses pada 30 Diakses pada 30 Oktobe
Oktober r 2022.2022.
Wenny Theodore dan Shanty Sudarji, 2019, "Faktor-Faktor Perilaku Wenny Theodore dan Shanty Sudarji, 2019, "Faktor-Faktor Perilaku Perundungan Pada Pelajar Usia Remaja di Jakarta".
Perundungan Pada Pelajar Usia Remaja di Jakarta". Jakarta: Jakarta: Jurnal Jurnal Psibernetika,Psibernetika, 2019.
2019. hlm 77. hlm 77. https://journal.ubm.ac.id/index.php/psibernetika/article/view/1745https://journal.ubm.ac.id/index.php/psibernetika/article/view/1745