• Tidak ada hasil yang ditemukan

DASAR-DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM

N/A
N/A
samma amma

Academic year: 2024

Membagikan "DASAR-DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM "

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

DASAR-DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM

MAKALAH

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Nilai Mata Kuliah Pemikiran Pendidikan Islam pada Program Studi

Pendidikan Agama Islam (Magister) Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Oleh:

MUH TASLIM NIM: 80200223061

DOSEN PENGAMPU:

Dr. H. Munawir Kamaluddin, M.Ag.

Dr. H. Afifuddin Harisah, Lc., M.Ag.

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

(2)

ini sebagai penunjang pembelajaran. Meskipun makalah saya sangat jauh dari kata sempurna dan masih memerlukan perbaikan yang berkelanjutan untuk kemajuan keilmuan.

Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Muhammad saw. Serta keluarganya, para sahabat, tabi’-tabi’in, sampai kepada penyambung-penyambung lidah Nabi sehingga nikmat iman masih kita rasakan sampai detik ini.

Makalah ini membahas tentang “Dasar-Dasar Dan Tujuan Pendidikan Islam” Adanya makalah ini sangat jauh dari kata sempurna, tetapi upaya keras telah penulis lakukan demi kesempurnaan makalah ini. Terlepas dari segala kesalahan bahwa keberadaan makalah ini merupakan tugas yang harus saya selesaikan dan semoga tetap berharap mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, saran serta kritik yang membangun sangat kami harapkan demi perbaikan dan penyempurnaan juga tambahan ilmu untuk saya kedepannya. Atas segala perhatian saya ucapkan banyak terima kasih.

Gowa, 22 Maret 2024

Penulis, Muh Taslim

NIM: 80200223061

ii

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...... ii

BAB I PENDAHULUAN ...... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 1

C. Tujuan ... 1

BAB II PEMBAHASAN ...... 2

A. Dasar-Dasar Pendidikan Islam ... 2

B. Tujuan Pendidikan Islam ... 6

BAB III PENUTUP ....... 7

A. Kesimpulan ... 7

B. Implikasi ... 7

DAFTAR PUSTAKA...8

(4)
(5)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan unsur terpenting bagi manusia untuk meningkatkan kadar keimanannya terhadap Allah SWT, karena orang semakin banyak mengerti tentang dasar-dasar Ilmu pendidikan Islam maka kemungkinan besar mereka akan lebih tahu dan lebih mengerti akan terciptanya seorang hamba yang beriman.

Pendidikan merupakan suatu proses generasi muda untuk dapat menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien.

Pendidikan Islam adalah usaha merubah tingkah laku individu di dalam kehidupan pribadinya atau kehidupan kemasyarakatannya dan kehidupan dalam alam sekitar melalui proses pendidikan.

Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mencapai suatu tujuan, tujuan pendidikan akan menentukan kearah mana peserta didik akan dibawa.

Tujuan pendidikan Islam secara umum adalah untuk mencapai tujuan hidup muslim, yakni menumbuhkan kesadaran manusia sebagai makhluk Allah SWT agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berakhlak mulia dan beribadah kepada-Nya. Dengan landasan yang kokoh dan kuat, tentu pada akhirnya akan dapat mewujudkan tujuan yang maksimal yang menciptakan sosok manusia yang berkualitas yang islami menurut Al-Qur'an, sosok teladan dalam menata kembali pendidikan Islam yang bernilai ibadah.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah yang menjadi dasar atau landasan dalam pendidikan Islam ? 2. Apakah yang menjadi tujuan dalam proses pendidikan Islam ? C. Tujuan

1. Untuk mengetahui dasar atau landasan dalam pendidikan Islam 2. Untuk mengetahui tujuan dalam proses pendidikan Islam

(6)

BAB II PEMBAHASAN A. Dasar-Dasar Pendidikan Islam

Dasar adalah landasan untuk berdirinya sesuatu. Fungsi dasar ialah memberikan arah kepada tujuan yang akan dicapai sekaligus sebagai landasan untuk berdirinya sesuatu. Dasar pendidikan Islam tentu saja didasarkan kepada falsafah hidup umat Islam.

Adapun dasar pendidikan Islam dapat diketahui atas QS. Annisa/4: 59.

ِ للٱ ىَلِإ ُهوّدُرَف ٖء ۡيَش يِف ۡمُت ۡعَزَٰنَت نِإَف ۖۡمُكنِم ِر ۡمَ ۡلٱ يِل ْوُأَو َلوُسلرلٱ ْاوُعيِطَأَو َ للٱ ْاوُعيِطَأ ْآوُنَماَء َنيِذللٱ اَُهّيَأَٰٓي لليِوۡأَت ُنَس ۡحَأَو ٞرۡيَخ َكِل َٰذ ِۚرِخٓ ۡلٱ ِم ۡوَيۡلٱَو ِ للٱِب َنوُنِم ۡؤُت ۡمُتنُك نِإ ِلوُسلرلٱَو Terjemahnya:

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa seluruh urusan umat Islam wajib berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dengan demikian dasar dari pendidikan Islam adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Namun, kedua sumber utama tersebut hanya mengandung prinsip-prinsip pokok saja, sehingga pendidikan Islam terbuka terhadap unsur ijtihad dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunah sebagai nilai utama.

Dari uraian di atas maka dapat diambil pemahaman bahwa dasar pendidikan Islam pada tinjuan sebagai berikut :

1. Tinjauan Al-Qur'an dan Hadits

Al-Quran adalah “Kalam Allah yang diturunkan melalui malaikat Jibril kepada hati Rasulullah dengan lafadz bahasa arab dan makna hakiki untuk menjadi hujjah bagi Rasulullah atas kerasulannya dan menjadi pedoman bagi manusia dengan petunjuknya serta merupakan ibadah bagi yang

(7)

3

membacanya”.Umat islam sebagai suatu umat yang dianugerahkan Tuhan suatu kitab suci Al-Quran, yang lengkap dengan segala petunjuk yang meliputi seluruh aspek kehidupan dan bersifat universal.Pada masa awal pertumbuhan Islam, Nabi Muhammada Saw adalah sebagai pendidik pertama, telah menjadikan Al-Quran sebagai dasar pendidikan Islam disamping Sunnah beliau sendiri. Kedudukan Al- Quran sebagai sumber pokok pendidikan islam dapat dipahami dari ayat Al-Quran itu sendiri.

Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS. Saad/38:29.

ِبَٰبۡلَ ۡلٱ ْاوُل ْوُأ َرلكَذَتَيِلَو ۦِهِتَٰياَء ْآوُرلبلدَيّل ٞكَرَٰبُم َكۡيَلِإ ُهَٰنۡلَزنَأ ٌبَٰتِك Terjemahnya:

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.

Kemudian assunnah dapat dijadikan dasar pendidikan islam karena assunnah hakikatnya tak lain adalah penjelasan dan praktek dari ajaran Al-Qurân itu sendiri, disamping memang assunnah merupakan sumber utama pendidikan islam karena Allah Swt menjadikan Muhammad Saw sebagai teladan bagi umatnya. Seperti yang dijelaskan dalam firman-Nya dalam QS. Al-Ahzab/33:21.

ا ٗريِثَك َ للٱ َرَكَذَو َرِخٓ ۡلٱ َم ۡوَيۡلٱَو َ للٱ ْاوُج ۡرَي َناَك نَمّل ٞةَنَسَح ٌةَو ۡسُأ ِ للٱ ِلوُسَر يِف ۡمُكَل َناَك ۡدَقلل Terjemahnya:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

2. Tinjauan Falsafah Pendidikan Islam

Hampir semua bidang yang mengkaji tentang ilmu pengetahuan, maka yang menjadi sumber kajian utama yaitu filsafat, begitupun pendidikan jika dikaji dari sudut filsafat maka jelas memiliki hubungan yang sangat erat, dan pendidikan Islam secara khusus dimana banyak para ahli mencoba menghubungkan antara

(8)

menjadi pendidikan Islam maka kata “Islam” yang terdapat dalam kata filsafat Islam memiliki arti sifat, karakter, ideology, cita-cita, atau identitas, dimana filsafat pendidikan yang didasarkan pada ajaran Islam yang mengandung prinsip- prinsip ajaran tentang tauhid, yakni mengesakan Allah swt., patuh dan tunduk pada ajaran-Nya dan ajaran Rasul-Nya.

Pendidikan Islam juga mempunyai tujuan tersendiri, sesuai dengan falsafah dan pandangan hidup yang telah digariskan al-Qur'an dan al-Hadits.

Tujuan dalam proses kependidikan Islam adalah idealitas yang mengandung nilai-nilai yang Islam yang hendak dicapai dalam proses kependidikan yang berdasarkan ajaran Islam secara bertahap. Dengan demikian, tujuan tersebut menggambarkan nilai-nilai Islam yang hendak diwujudkan dalam pribadi manusia pada akhir dari proses tersebut.

3. Tinjauan Yuridis Formal Pendidikan Islam

Yuridis formal berarti suatu landasan hukum yang berupa peraturan yang telah disahkan oleh pemerintah yang memiliki kekuatan mengikat dan jika melanggarnya kita dapat dikenakan suatu sanksi. Pendidikan jika ditinjau dari yuridis formal maka yang akan dikaji adalah bagaimana hukum yang melandasi pendidikan baik itu pendidikan Islam maupun pendidikan secara umum sehingga dapat terlaksana dengan baik. Dasar Pendidikan Islam meliputi “dasar ideal yaitu Pancasila, dasar konstitusional adalah Undang-Undang Dasar 1945. Dasar yuridis formal adalah Undang-Undang Pendidikan Nasional, Dasar operasional adalah Kurikulum Pendidikan Nasional yang memuat mata pelajaran agama”. Jika dilihat dari beberapa uraian di atas maka dapat dilihat bahwa dasar Pendidikan Islam adalah aturan yang berkenaan dengan pendidikan sesuai dengan UUD Negara Republik Indonesia.

4. Tinjauan Psikologis Pendidikan Islam

Tinjauan psikologi yaitu dasar yang memberi informasi tentang watak pelajar, para guru, cara-cara terbaik dalam praktek, pencapaian dan penilaian, pengukuran, serta bimbingan. Keberhasilan pendidik dalam mencapai tujuan, harus memiliki informasi tentang watak peserta didik, pendidik, pengukuran dan penilaian yang terbaik. Psikologi pada dasarnya menyentuh banyak bidang

(9)

5

kehidupan diri organisme baik manusia maupun hewan yang pada mulanya digunakan para ilmuwan untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam memahami akal pikiran dan tingkah laku aneka ragam makhluk hidup. Ilmu Pendidikan Islam dengan pendekatan psikologis dapat diartikan sebagai usaha memanfaatkan jasa psikologi Islam pada khususnya dan psikologi pada umumnya untuk mendukung perumusan konsep dan praktis pendidikan. Penggunaan jasa psikologi ini ditujukan, agar konsep dan praktik pendidikan tersebut dapat dirumuskan secara konprehensif dan dapat diterapkan secara efektif dalam mencapai tujuan pendidikan.

5. Tinjauan Sosiologis Pendidikan Islam

Pendidikan disekolah bukan hanya ditentukan oleh usaha murid secara individual atau berkat interaksi antara peserta didik dan guru dalam proses belajar menagajar, melainkan juga oleh interaksi murid dengan lingkungan sosialnya dalam berbagai situasi sosial yang dihadapinya didalam maupun diluar sekolah, terkadang anak berbeda bukan hanya karena berbeda bakat atau pembawaannya akan tetapi ini juga banyak dipengaruhi oleh lingkungan berlainan, status sosial, agama dan nilai-nilai budaya dan keluarganya. Dari fenomena inilah kemudian yang melahirkan pandangan sosilogi dalam pendidikan atau dikenal dengan istilah sosiologi pendidikan, Dasar sosiologi yaitu dasar yang memberikan kerangka budaya di mana pendidikan itu berkembang, seperti memindahkan, memilih dan mengembangkan kebudayaan.

6. Tinjauan Aksiologis Pendidikan Islam

Aksiologi adalah nilai kegunaan ilmu, penyelidikan tentang prinsip-prinsip nilai. Secara etimologis, istilah aksiologi berasal dari Bahasa Yunani Kuno,terdiri dari kata “aksios” yang berarti nilai dan kata “logos” yang berarti teori. Jadi aksiologi merupakan cabang filsafat yang mempelajari nilai. Menurut Suriasumantri aksiologi adalah teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang di peroleh. Sedangkan Pendidikan Islam sebagai pendidikan individu dan masyarakat yang berisikan ajaran tentang sikap dan tingkah laku

(10)

penyusun gambarkan sebagai nilai, manfaat atau pun fungsi dari Pendidikan Islam itu sendiri terhadap berbagai hal yang terkait di dalamnya. Secara filosofis, nilai amat terkait dengan etika yang sering disebut sebagai filsafat nilai, mengkaji nilai-nilai sebagai tolak ukur tindakan dan perilaku manusia dalam berbagai aspek kehidupannya. Sumber-sumber etika dan moral bisa berasal dari hasil pemikiran, adat-istiadat atau tradisi, ideologi, bahkan agama.

B. Tujuan Pendidikan Islam

Tujuan ialah suatu yang diharapkan tercapai setelah sesuatu usaha atau kegiatan selesai. Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mencapai suatu tujuan, tujuan pendidikan akan menentukan kearah mana peserta didik akan dibawa. Tujuan pendidikan Islam secara umum adalah untuk mencapai tujuan hidup muslim, yakni menumbuhkan kesadaran manusia sebagai makhluk Allah SWT agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berakhlak mulia dan beribadah kepada-Nya.

Islam menghendaki agar manusia dididik supaya ia mampu merealisasikan tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah. Tujuan hidup menusia itu menurut Allah ialah beribadah kepada Allah.

Allah berfirman dalam QS. Adz-Dzariyat/51:56.

ِنوُدُب ۡعَيِل للِإ َسنِ ۡلٱَو لنِجۡلٱ ُتۡقَلَخ اَمَو Terjemahnya:

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Ayat di atas menjelaskan bahwa memang fungsi utama hidup adalah beribadah kepada Allah, maka dari itu tujuan pendidikan adalah membimbing dan mendidik seseoranguntuk memahami ajaran agama islam sehingga dapat memahami tujuan utama di ciptakannya di muka bumi ini dan di harapkan mereka memiliki kecerdasan berpikir (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan memiliki kecerdasan spiritual (SQ) untuk bekal hidup menuju kesuksesan dunia dan akhirat.

(11)

7

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Dasar adalah landasan untuk berdirinya sesuatu yang berfungsi memberikan arah kepada tujuan yang akan dicapai. Dasar pendidikan Islam adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai pokok ajaran Islam yang utama yang saling melengkapi kemudian ijtihad sebagai bentuk interpretasi di antara keduanya agar bisa menjawab segala tantangan perkembangan jaman.

Tujuan adalah sesuatu yang diharapkan tercapai setelah sesuatu usaha atau kegiatan selesai. Tujuan pendidikan Islam adalah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah dalam arti beribadah kepada-Nya.

B. Implikasi

Ajaran Islam tentang pendidikan adalah mewajibkan kepada umat Islam untuk melaksanakan dan menegakkan pendidikan. Dalam pendidikan, terkandung nilai-nilai sakral yang bisa mengantarkan manusia menjadi sosok berguna, karena menurut ajaran Islam , pendidikan merupakan kebutuhan hidup mutlak harus dipenuhi, demi untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan dunia akhirat. Oleh karena itu, untuk membentuk manusia berilmu tidak terlepas dari berbagai unsur pendidikan.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. Sosiologi Pendidikan. Cet. I; Jakarta: Rineka Cipta, 1991.

Al-Syaibany, Omar Muhammad Al-Toumy. Falsafatut Tarbiyyah Al Islami, Terj.

Hasan Langgulung dengan judul Falsafah pendidikan Islam . Cet. I;

Jakarta: Bulan Bintang, 1979.

Arifin, M. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : Bumi Aksara. 1991

Departemen Agama RI. Al-Quran Dan Terjemahan. Jakarta : PT Bumi Restu.

1976

Hasbullah,Otonomi Pendidikan, Jakarta :Rajawali, 2010

http://hamzah-harun.blogspot.co.id/2012/02/dasar-dasar-pendidikan- islam_9585.html (diakses tgl 22 September 2015)

Langgulung, Hasan. Asas-asas Pendidikan Islam . Jakarta: Pustaka al-Husna, 1987.

Mahmud, Pemikiran Pendidikan Islam , Cet.1; Bandung: CV. Pustaka Setia, 2011.

Muhaimin, Pemikiran dan Aktualisasi Pengembangan Pendidikan Islam , Jakarta; Rajawali Pers, 2011.

Muhmidayeli, “Moralita Kependidikan: Suatu Telaah Filsafat Pendidikan Islam Tentang Arah Bangun Pendidikan Islam”, Al-Fikra, Vol. 5, No. 1, 2006 Mujib , Abdul, et al., Ilmu Pendidikan Islam, Cet. II; Jakarta: Kencana, 2008.

Nata, Abuddin. Ilmu Pendidikan Islam : dengan Pendekatan Multidisipliner. Cet.

I; Jakarta: Rajawali Pers, 2009.

Nata, Abuddin, Pemikiran Pendidikan Islam dan Barat, Jakarta: Rajawali Pers, 2012.

Pidarta, Made, Landasan Kependidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2007.

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2010

(13)

9

Salam, Burhanuddin. Pengantar Pedagogik: Dasar-dasar Ilmu Mendidik. Cet.1;

Jakarta: Rineka Cipta, 1997.

Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Cet. XVI;

Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010.

Tafsir, Ahmad, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2001

Zuhairini, Dra., dkk., Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1995.

Referensi

Dokumen terkait

Perkembangan sistem dan lembaga pendidikan agama Islam baik formal maupun nonfromal yang terjadi pada abad modern ini, dimana banyak perguruan tinggi Islam baik

Faktor-faktor hasil belajar merupakan hal yang melandasi dalam penelitian media pembelajaran Pendidikan Agama Islam baik yang behavioristik maupun yang

Pendidikan Islam telah hadir bersama dengan lahirnya agama Islam yang dibawa oleh Nabi SAW, pendidikan Islam tidak lain adalah bertujuan untuk membentuk pribadi- pribadi Muslim

Berdasarkan teori eksistensi, hukum Islam sebagai salah satu hukum positif di Indonesia, apabila dikaji secara filofis dan sosiologis, maka hukum Islam telah menjadi “sumber utama”

Malaui, pendidikan-pendidikan Islam baik di lembaga formal maupun non formal, lembaga-lembaga majlis ta’lim yang juga ikut berpartisipasi dalam melakukan perubahan pola piker dan

untuk menyempurnakan akhlak manusia.20 Muhammad Quthb berpendapat bahwa tujuan dari pendidikan Islam adalah untuk membina masyarakat baik secara individu maupun kelompok hingga mampu

Satuan pendidikan untuk jenis pendidikan umum pada jalur formal adalah SD dan SMP untuk jenjang dasar, SMA untuk jenjang menengah, dan Perguruan Tinggi untuk jenjang tinggi.. Sedangkan

Makalah ini menjelaskan tujuan pendidikan