• Tidak ada hasil yang ditemukan

Di mana tanah di pijak...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Di mana tanah di pijak..."

Copied!
80
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dipahami bahwa kedudukan lingkungan alam sekitar sebagai media pengajaran dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu komponen yang dapat dimanfaatkan kembali oleh seorang guru. Oleh karena itu, lingkungan hidup sebagai salah satu kajian ilmu pengetahuan dapat dimanfaatkan dalam kajian konsep-konsep ilmu pengetahuan alam.Dalam hal ini, pengajaran dengan keunggulan lingkungan alam sekitar sebagai media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat memberikan peluang yang baik. keberhasilannya jika dibandingkan dengan tidak memanfaatkannya dalam proses belajar mengajar, hal ini menunjukkan masih banyak guru yang kurang. Pendekatan ini sangat mendukung dalam mengefektifkan proses belajar mengajar dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa sejalan dengan tuntutan kurikulum berbasis kompetensi.

Rumusan Masalah

Dengan pendekatan kontekstual, seorang guru berusaha menunjukkan kepada siswa bagaimana materi lingkungan hidup yang dipelajarinya sebenarnya sangat dekat bahkan berinteraksi langsung dengan pengalamannya sehari-hari. Dengan demikian pembelajaran materi lingkungan hidup dapat berlangsung bermakna, dan pada akhirnya meningkatkan kesadaran siswa terhadap lingkungan hidup.Pemanfaatan lingkungan hidup sebagai sumber belajar dalam pembelajaran tidak terlepas dari berbagai kendala sehingga perkembangannya terasa lambat. Belajar di luar kelas terkesan memakan banyak waktu, tidak serius, dan ada juga yang berpendapat bahwa belajar di luar kelas bukanlah belajar.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sistimatika Penulisan

TINJAUAN PUSTAKA

Hakikat Hasil Belajar IPA

Hakekat Lingkungan Sebagai Sumber Belajar

Edgar Dale dalam (Anonymous, 2007) seorang pakar pendidikan mengemukakan bahwa sumber belajar adalah 'segala sesuatu yang dapat digunakan untuk memperlancar belajar seseorang'. Pendapat lain diungkapkan oleh Asosiasi Pendidikan Komunikasi dan Teknologi AECT dalam (Anonim, 2007) yaitu 'berbagai atau seluruh sumber baik berupa data, orang dan bentuk tertentu yang dapat digunakan siswa dalam pembelajaran, baik secara terpisah maupun kombinasi sehingga memudahkan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Slameto 1995 Sumber belajar adalah segala sumber daya yang berupa data, orang, dan bentuk tertentu yang dapat digunakan siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun bersama-sama untuk memudahkan siswa mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu. . Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat diterapkan atau dipergunakan oleh seseorang untuk memperlancar segala kegiatan belajar, baik secara terpisah maupun secara gabungan sehingga dapat memudahkan seseorang mencapai tujuan belajar yang diinginkan.

Edgar Dale dalam (Anonymous, 2007) seorang pakar pendidikan mengemukakan bahwa sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk memperlancar belajar seseorang. Menurut Rohani (1997), sumber belajar adalah segala macam sumber daya yang ada di luar diri seseorang (siswa) dan yang memungkinkan terjadinya proses belajar (memfasilitasi) akomodasi siswa yang mencakup makhluk hidup dan benda mati yang dapat dijadikan sumber belajar”. .dengan maksud lebih lanjut agar lingkungan hidup dapat menjadi obyek pengamatan, sarana atau tempat melakukan percobaan/penyelidikan dan sebagai tempat memperoleh informasi. Oleh karena itu dapat diasumsikan bahwa banyak sekolah yang miskin atau tidak mempunyai sekolah buatan pabrik. buku sumber atau alat bantu pelatihan tidak memilikinya, namun tidak akan ada sekolah yang tidak memiliki lingkungan sebagai sumber pembelajaran.

Bagaimana memanfaatkan lingkungan sebagai sumber pembelajaran? Nilai suatu lingkungan sebagai sumber belajar tergantung pada kemampuan memanfaatkannya. Menurut Susilo (2003), sumber belajar yang dipilih dari lingkungan dapat berupa benda tempat tertentu, majalah, surat kabar, atau brosur (Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Penerbit Buku Pustaka). Dalam mengembangkan pendidikan biologi, perlu diingat bahwa lingkungan siswa itu sendiri merupakan sumber yang sangat berharga dalam pembelajaran biologi.

Strategi pembelajaran IPA diharapkan mengedepankan pendekatan kontekstual, artinya lingkungan diharapkan dapat menjadi sumber belajar dan memberikan pengalaman bermakna bagi siswa.

Kerangka Pikir

Hipotesis tindakan penelitian ini adalah jika menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar IPA maka hasil belajar IPA konsep tumbuhan hijau di kelas V SD No. 118 Inpres Matajang, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros bertambah. Tumbuhan hijau merupakan tumbuhan yang mempunyai klorofil dan fotosintesis berkerabat dekat karena klorofil sangat penting untuk fotosintesis sehingga memungkinkan tumbuhan menyerap energi dari cahaya. Meskipun klorofil berarti daun berwarna hijau, namun bukan berarti hanya tumbuhan yang berdaun hijau saja yang memiliki klorofil.

Untuk membuat makanan, tumbuhan hijau membutuhkan sinar matahari, akar, air, tanah subur yang banyak mengandung unsur hara, dan karbon dioksida.Proses tumbuhan hijau membuat makanan disebut fotosintesis. Namun ada beberapa manfaat tumbuhan hijau bagi makhluk hidup lainnya, adapun manfaatnya. Batang atau buah untuk sayur misalnya bayam, kangkung, tomat, cabai, daun bawang, daun pepaya, daun singkong, daun seledri dan sawi. b.) Tanaman yang dimanfaatkan untuk bibitnya antara lain kedelai, kacang merah, kacang hijau, kacang tanah dan jambu mete (bijinya menjadi jambu mete). C.).

Tanaman yang dimanfaatkan buahnya antara lain apel, ceremai, manggis, mangga, rambutan, alpukat, dan durian. d.) Tanaman yang dimanfaatkan umbi-umbiannya, misalnya talas, ubi jalar, ubi jalar, kentang dan wortel. e.) Jamu yang digunakan untuk bumbu masakan adalah rempah-rempah, misalnya lada, bawang merah, bawang putih, ketumbar, jahe, kunyit dan lain-lain. Hanya bagian tumbuhan hijau tertentu yang dimanfaatkan hewan untuk makanannya.Kelinci hanya memakan wortel yang berupa umbi-umbian. Untuk membuat makanannya, tumbuhan hijau memerlukan sinar matahari, akar, air, tanah subur yang banyak mengandung unsur hara dan.

Air yang sampai ke daun pada bagian kloroplas (bagian yang mengandung klorofil) digunakan bersama dengan karbon dioksida untuk proses fotosintesis.

Gambar 1.2. Tumbuhan Hijau dapat membuat makananya sendiri
Gambar 1.2. Tumbuhan Hijau dapat membuat makananya sendiri

Jenis Penelitian

Subyek Penelitian

Prosedur Penelitian

Penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA konsep tumbuhan hijau melalui pemanfaatan lingkungan sebagai alat pembelajaran di Kelas V SD No. 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros dilakukan dalam dua siklus. Data hasil belajar siswa dalam bentuk kuantitatif diperoleh melalui tes yang diberikan pada setiap akhir pertemuan. Deskripsi kuantitatif hasil belajar saintifik konsep tumbuhan hijau melalui pemanfaatan lingkungan sebagai alat pembelajaran di Kelas V SD No. 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros.

Hasil belajar siswa yang pada siklus I dikategorikan dalam bentuk persentase, kemudian disajikan pada grafik 1 sebagai berikut. Deskripsi kuantitatif hasil belajar IPA pada konsep tumbuhan hijau dengan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar di kelas V SD no. 118 Inpres Matajang, Kabupaten Maros, Kabupaten Maros. Hasil belajar siswa yang dikategorikan dalam bentuk persentase pada siklus II kemudian ditampilkan seperti pada grafik di bawah ini.

Untuk melihat peningkatan hasil belajar IPA konsep tumbuhan hijau melalui pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar di Kelas V SD No.118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros pada siklus berikutnya. Terjadi peningkatan hasil belajar baik dari rata-rata 47,2 pada siklus I menjadi 60 pada siklus II. Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa sesuai rencana melalui pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar, sehingga hasil belajar siswa juga meningkat.

Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I adalah 67,50 Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar dan hasil belajar siswa yang dicapai pada siklus I, maka dalam pelaksanaan siklus II dilakukan perencanaan sebagai berikut.

Gambar 1.5. Desain Penelitian Tindakan KelasRefleksi Awal
Gambar 1.5. Desain Penelitian Tindakan KelasRefleksi Awal

Tekhnik Dan Alat Pengumpulan Data

Tekhnik Analisis Data

Indikator Keberhasilan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Hasil belajar IPA merupakan prestasi yang dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar yang berkaitan dengan materi suatu mata pelajaran. Istilah hasil belajar berasal dari bahasa Belanda “prestatie”, dalam bahasa Indonesia adalah prestasi yang berarti hasil usaha. Nasution (1982:45) berpendapat bahwa hasil belajar adalah kemampuan siswa berdasarkan hasil pengalaman atau pelajaran setelah mengikuti program pembelajaran secara berkala.

Dari hasil evaluasi tersebut akan diketahui hasil belajar siswa yang biasanya dinyatakan dalam bentuk nilai atau angka. Tingkat hasil belajar dapat menjadi indikator seberapa besar pengetahuan yang dikuasai siswa pada suatu bidang studi atau kurikulum tertentu. Selain hal-hal di atas, masih terdapat faktor-faktor mendasar yang turut mempengaruhi keberhasilan siswa dalam mencapai hasil belajar yang baik.

Dari analisis prestasi terlihat aktivitas dan hasil belajar siswa setelah proses belajar mengajar baik pada I. maupun II. Guru memberikan hadiah atas hasil belajar yang dicapai siswa, kemudian guru dan siswa melakukan refleksi terhadap mata pelajaran yang telah dipelajarinya, dan siswa dibimbing untuk menarik kesimpulan. Tes digunakan untuk memperoleh data hasil belajar siswa, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar.

Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah jika rata-rata skor hasil belajar subjek penelitian dapat meningkat secara signifikan, dan jumlah ketuntasan belajar juga meningkat (ketuntasan belajar sebagai ketuntasan  65%), maka metode Pemanfaatan Lingkungan sebagai alat Sumber Belajar dapat meningkatkan hasil belajar IPA di sekolah dasar. Nilai hasil belajar siswa dirata-ratakan dari 4 kali pertemuan, sehingga hanya diperoleh satu nilai untuk setiap siswa dalam setiap siklusnya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hasil pembelajaran saintifik konsep tumbuhan hijau melalui pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar di kelas V SD no.118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros setelah dilaksanakan delapan kali pertemuan diperoleh hasil yang baik. ditingkatkan.

Gambar 1.1 Kerangka Pikir
Gambar 1.1 Kerangka Pikir

Pembahasan

Lampiran 5 Dari tabel 1.5 diatas terlihat adanya peningkatan kemampuan belajar IPA pada setiap siklusnya, yaitu pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 67,50 termasuk dalam kategori sedang, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh oleh siswa sebesar 82,50 berada pada kategori tinggi. Hasil belajar siswa yang dikategorikan dalam bentuk persentase kemudian dibandingkan antara kedua siklus dan menunjukkan perbedaan seperti terlihat pada grafik 4 berikut. Hasil yang dicapai pada siklus I dan siklus II adalah sebagai berikut: Dari hasil observasi aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar menunjukkan adanya peningkatan dari pertemuan I ke pertemuan berikutnya siswa memperhatikan dan mengikuti instruksi guru. . ketika penyampaian materi pada siklus I yang mencapai 7,25% meningkat menjadi 9,75% pada siklus II.

Interaksi positif antara siswa dan guru pada mata kuliah pada siklus I mencapai 7%, pada siklus II. siklus meningkat menjadi 9,25%. Siswa memberikan pendapatnya ketika ada kesempatan, pada siklus I mencapai 6,5%, pada siklus II. siklus, meningkat menjadi 8,5%. Siswa yang aktif menemukan perbedaan penjelasan mencapai 5,5,5% pada siklus I, dan pada siklus II. siklus, mereka meningkat menjadi 10,25%.

Siswa yang aktif bertanya pada saat penjelasan materi pada tahap pertama mencapai 5%, pada tahap kedua. tarif naik menjadi 8%. Dari temuan di atas maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA Konsep Tumbuhan Hijau kelas V SD No. 118 Inpres Matajang Kecamatan Camba Kabupaten Maros dinyatakan diterima berdasarkan hasil belajar IPA dan kesempurnaan belajar siswa yang meningkat dari siklus ke siklus. Dari mereka yang sebelumnya enggan bertanya kepada guru, pada II. Pada siklus tersebut, banyak siswa yang mulai berani bertanya kepada guru, terutama tentang cara memenuhi syarat pembelajaran.

Nilai belajar siswa meningkat pada setiap siklusnya, yaitu pada siklus I rata-rata nilai belajar siswa sebesar 67,50, meningkat pada siklus II menjadi 82,50 yang berarti terjadi peningkatan sebesar 15.

Gambar 1.8 Grafik Prosentase Hasil Belajar IPA Siklus I dan II
Gambar 1.8 Grafik Prosentase Hasil Belajar IPA Siklus I dan II

PENUTUP

Simpulan

Hasil observasi aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar menunjukkan bahwa terjadi peningkatan peningkatan aktivitas siswa yang terus menerus mulai dari indikator 1 sampai dengan indikator 10, disebabkan adanya perbedaan pertemuan dalam proses pembelajaran dalam dua siklus.

Saran

Berbagai metode akan menghilangkan rasa bosan dalam belajar, oleh karena itu setiap guru diharapkan menemukan metode baru yang dapat meningkatkan motivasi dan kinerja siswa. Tidak Lengkap Tidak Lengkap Tidak Lengkap Tidak Lengkap Tidak Lengkap Tidak Lengkap Tidak Lengkap Tidak Lengkap Tidak Lengkap Tidak Lengkap Tidak Lengkap Tidak Lengkap Tidak Lengkap Tidak Lengkap

Gambar Sayur-Mayur
Gambar Sayur-Mayur

Gambar

Gambar 1.1 Kerangka Pikir
Gambar 1.2. Tumbuhan Hijau dapat membuat makananya sendiri
Gambar  1.3 refleksi  sebagai  tumbuhan  parasit  tidak  dapat membuat makananya sendiri.
Gambar 1.4 Proses Fotosintesis pada tumbuhan hijau
+7

Referensi

Dokumen terkait

Abstrak: Penelitian tindakan kelas ini adalah bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI melalui penerapan pembelajaran Pendekatan Contextual