• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIVERSITY STUDY OF FRUIT PRODUCER PLANT IN NIAS ISLANDS

N/A
N/A
Ahmad Rifai Nst

Academic year: 2023

Membagikan "DIVERSITY STUDY OF FRUIT PRODUCER PLANT IN NIAS ISLANDS"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

………..

DIVERSITY STUDY OF FRUIT PRODUCER PLANT IN NIAS ISLANDS

Oleh

Yan Piter Basman Ziraluo1) & Markus Duha2)

1,2Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Nias Selatan Telukdalam, Kec. Telukdalam, Kab. Nias Selatan Email: 1[email protected] & 2[email protected]

Abstract

This study aims to identify the kinds of fruit-producing plants in the Nias Island area, describe the characteristics of the fruitproducing plants, describe the diversity of fruitproducing plants, and find out the cultivation techniques of fruit producing plants. This research is a descriptive qualitative research type. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation.

Data analysis techniques through three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions / verification. From the results of the study there were 30 types of plants planted by people in the Nias Island area.

Keywords: Study of Diversity, Plant & Fruit

PENDAHULUAN

Tanaman merupakan tumbuhan yang biasa ditanam orang. Tanaman merupakan beberapa jenis organisme yang sengaja ditanam, di budidayakan pada suatu ruang, untuk dipanen pada masa ketika telah mencapai tahap pertumbuhan tertentu. Tanaman mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia, terutama masyarakat yang tinggal di pulau terluar yang umumnya hidupnya tergantung dengan keadaan tanah yang ada disekitarnya, sehingga tanaman ini dijadikan sebagai bahan pangan dalam kelangsungan hidupnya terlebih tanaman buah-buahan yang memiliki berbagai manfaat dalam kebutuhan sehari-hari.

Tanaman penghasil buah merupakan tanaman yang sengaja ditanam yang menghasilkan buah untuk dapat dikosumsi dalam keadaan segar, mengandung sumber vitamin dan protein, dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan pelengkap kebutuhan lainnya. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa tanaman buah adalah tanaman yang sengaja ditanam, dan merupakan kebutuhan primer manusia yang memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Buah-buahan adalah salah satu komoditas holikultura yang sangat berperan penting bagi

seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat pulau nias. Buah-buahan ini memiliki fungsi yang sangat penting bagi proses metabolisme tubuh karena mengandung banyak vitamin dan mineral. Hal tersebut manjadi salah satu acuan bagi masyarakat untuk menanam atau membudidayakan berbagai jenis tanaman penghasil buah-buahan. Pulau Nias merupakan salah satu daerah terluar yang berpotensi ditumbuhi berbagai jenis tanaman karena tanahnya yang subur, lahan/tanah perkebunan yang luas, faktor lingkungan yang baik dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman, sehingga sangat mendukung dalam memproduksi berbagai jenis-jenis tanaman penghasil buah-buahan dalam jumlah yang banyak.

Di pulau Nias banyak ditumbuhi tanaman penghasil buah, jadi karena banyak tanaman penghasil buah, maka buah dapat di panen dengan banyak sehingga masyarakat tidak perlu belanja di pasar untuk membeli buah misalnya buah pepaya, buah kelapa, buah sirsak, buah nenas dan lain-lain dan masyarakat dapat mengkosumsi buah tanpa mengeluarkan uang.

karena itulah harapan kita, dan harapan negara agar masyarakat sejahtera tidak perlu mengeluarkan uang, sehingga uang tersebut dapat disimpan untuk keperluan lain.

(2)

………..

Jurnal Inovasi Penelitian ISSN 2722-9475 (Cetak)

ISSN 2722-9467 (Online) Seiring dengan perkembangan zaman,

diiringgi juga dengan meningkatnya permintaan akan buah-buahan sejalan dengan peningkatan hasil pendapatan masyarakat dan jumlah penduduk yang semakin bertambah serta meningkatnya pemahaman pentingnya nilai gizi bagi kesehatan khususnya masyarakat yang tinggal di pulau nias. Membuat masyarakat kurang minat untuk mengosumsi buah-buahan. Ini disebabkan karena tanaman buah tidak diproduksi dengan baik. Produksi tanaman buah tidak maksimal dimana hanya berbuah sekali, namun buah kembali dibeli di pasar, hal ini di sebabkan sistem tanam tidak tertata artinya, penanaman buah bercampur baur dengan tanaman lainnya.

Di sinilah dibutuhkan peranan pemerintah dalam menentukan kebijakan- kebijakan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada petani atau masyarakat tentang peningkatan produksi tanaman penghasil buah selain itu untuk mengenali kepada masyarakat tentang spesies-spesies tanaman mana yang menghasilkan buah, dan masyarakat seharusnya di arahkan dan di motivasi melalui kegiatan-kegiatan penyuluhan atau sosialisasi dan teknik pembudidayaan tanaman buah yang baik. Sehingga dengan penyuluhan ini dapat memberi gambaran atau pemahaman kepada masyarakat tentang cara pembudidayaan tanaman buah dengan baik, dengan demikian jika hal tersebut sudah di emban dengan baik maka produktivitas atau hasil dari tanaman penghasil buah ini akan semakin melimpah.

Dari pernyataan tersebut, penulis tertarik untuk melakukan mengidentifikasi tanaman penghasil buah khususnya di wilayah Kecamatan Fanamaya. Karena di wilayah Kecamatan Fanamaya terdapat tanaman buah, tapi masyarakat tidak dapat memproduksi tanaman tersebut, sehinnga penulis beranggapan jangan- jangan tanaman buah yang di tanami oleh masyarakat tidak sesuai dengan kebutuhannya.

Dalam mengidentifikasi tanaman penghasil buah peneliti ingin mengamati

karateristik tanaman buah. Kegiatan Identifikasi tanaman buah tersebut, meliputi eksplorasi dengan cara jelajah, yaitu dengan menjelajahi setiap sudut lokasi yang dapat mewakili tipe-tipe tanaman penghasil buah mencakup jenis-jenis tanaman penghasil buah yang dimanfaatkan oleh masyarakat di pulau nias. Dalam pengidetifikasi tanaman buah ini bertujuan untuk memberi pemahaman serta gambaran kepada masyarakat tentang spesises- spesies tanaman penghasil buah, terlebih sebagai bahan referensi atau acauan kepada dinas pertanian dan pemerintahan Kecamatan Fanayama dalam memberi kebijakan-kebijakan pengembangan produksi tanaman penghasil buah.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Nias Selatan pada bulan November - Desember 2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, dimana data penelitiannya berupa data tentang jenis- jenis tanaman penghasil buah. Tanaman buah ini di manfaatkan sebagai bahan pangan, pelengkap kebutuhan, kerajinan tangan, dan pembuatan obat tradisional. Sumber data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data skunder. Data primer adalah data yang di peroleh secara langsung dari informan baik yang di lakukan melalui kuisioner, wawancara, dan observasi, sedangkan data sekunder adalah data yang di peroleh peneliti dari sumber yang sudah ada berupa arsip atau dokumen – dokumen, foto dan data Statistk, (Subagyo, 2006:87). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisi data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikkan kesimpulan/verivikasi serta pengecekan keabsahan data yang digunakan yakni Triangulasi.

(3)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di wilayah Kabupaten Nias Selatan diperoleh 30 spesies tanaman penghasil buah yakni :

1. Pisang (Musa paradisiaca L)

Secara morfologi tanaman pisang terdiri dari akar (Radix), batang (Caulix), daun (Folium), bunga (flos), buah (Fruntus) dan biji (Semen). Memiliki sistem perakaran akar serabut. Batang di bedakan menjadi dua macam yaitu batang asli yang di sebut bonggol dan batang semi atau batang palsu. Bentuk daun umumnya panjang, lonjong dengan lebar yang tidak sama, bagian ujung daun tumpul, dan tepinya tersusun rata. Buah tersusun dalam tandan tiap tandan terdiri atas beberapa sisir dan tiap sisir terdapat 13 buah tergantung varietasnya. Buah pisang ini dapat di konsumsi secara langsung dan juga dapat di olah menjadi berbagai jenis makanan ringan atau cemilan seperti kripik, pisang goreng dan lain sebagainya.

2. Cokelat (Theobroma cacao L.)

Tanaman coklat memiliki akar tunggang. batang tanaman coklat memiliki ketinggian 4-8 m dengan diameter batang 40

cm, permukaan bantang kasar dan sedikit bekas-bekas cabang. Memiliki daun tunggal dengan tangkai yang hanya memiliki satu helai.

Tangkai daunnya berbentuk bulat, bangun daun kakao memajang pada ujung dan pangkal daunnya runcing. Daun tumbuh pada ujung – ujung tunas, tepi rata, panjang daun 2 cm dan lebar daun 11 cm. Buah yang ketika masih muda berwarna hijau atau hijau agak putih jika sudah masak akan berwarna kuning.

3. Pepaya (Carica papaya L)

Pepaya mempunyai akar tunggang dan akar serabut. Batang Pohon pepaya memiliki tinggi sekirtar 5-10 m. Batang berbentuk bulat berongga dengan permukaan batang kasar yang memperlihatkan bekas-bekas daun patahan tangkai daun. Daun pepaya adalah daun tunggal dengan daun- daun bertulang menjari dengan tangkai daun yang panjang dan berlubang.

Buah pepaya merupakan buah sejati tunggal yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. Berbentuk bulat memanjang dengan panjang 32 cm dan lingkar badan 49 cm.

berbentuk bintang jika penampang buahnya dipotong melintang.

4. Pinang (Arecha catechu L.)

(4)

………..

Jurnal Inovasi Penelitian ISSN 2722-9475 (Cetak)

ISSN 2722-9467 (Online) Pinang mempunyai akar serabut,

tumbuh dari pangkal batang, berbentuk silinder, kurang bercabang tetapi biasanya tumbuh banyak dan masif (padat). Tinggi batang sekitar 10 - 20 m dengan batang tegak lurus bergaris tengah 15 cm, tidak bercabang dan tidak memiliki kambium, dengan bekas daun yang lepas. Daun pinang majemuk menyirip. Pelepah daun berbentuk tabung dengan panjang 80 cm.

Pinang ini berbunga pada awal dan akhir musim hujan dan memiliki masa hidup berkisar 25-30 tahun. Buah berbentuk bulat telur memanjang, buah muda berwarna hijau, bila masak warnanya merah oranye. Biji buah jika masih muda berwarna coklat muda dan jika sudah masak atau sudah tua bijinya berwarna coklat kemerah-merahan dan agak berlekuk-lekuk dengan warna yang lebih muda

5. Cabe rawit (Capsicum annuum L.)

Akar tanaman cabai merupakan akar serabut yang menyebar dan terdapat bintil- bintil kecil yang berfungsi untuk menyerap zat makanan dari dalam tanah dalam hal ini adalah unsur hara dalam tanah. tetapi dangkal. Batang utama berwarna coklat hijau, berkayu panjang antara 50-100 cm dan diameter batang sekitar 3 cm. Daun cabai umumnya berbentuk bulat telur, lonjong dan oval dengan ujung meruncing, permukaan daun licin panjang daun 5 cm dan lebar 3 cm. Bunga cabai rawit ini, memiliki bentuk yang menyerupai bintang.

Bunganya muncul di setiap tangkai daun. Buah cabai rawit memanjang dengan ukuran 5 cm.

buah cabai muda berwarna hijau tua, setelah

masak berwarna merah kecoklatan atau orens dan permukaan buah licin.

6. Nenas (Ananas comosus Merr.)

Tanaman nenas memiliki sistem perakaran serabut. sifat serabut dangkal dan tersebar luas. Batang nenas terbentuk rosel akar, pangkal melebar membentuk pelepah batang nenas tidak terlihat. Batang nenas juga relatif pendek sekitar 50-80 cm. Daun pada tanaman nenas berbentuk seperti pita yang panjang dan berduri sepanjang pinggirnya, berukuran panjang sekitar 57 cm dan lebar sekitar 4,5 cm. Buah nenas merupakan buah majemuk bentuknya bulat memanjang dan berwarna hijau pada saat muda dan kuning kehijauan pada saat masak.

7. Nangka (Artocarpus heterophyllus.)

Akar tanaman nangka ialah akar tunggang dengan memiliki cabang akar yang di sertai dengan bulu-bulu halus yang berfungsi untuk memperluas daerah penyerapan zat makananya karena akar lembaganya tumbuh terus menjadi akar pokok. Memililki batang yang sedang, tinggi hingga 10-15 m. Batang bulat silinder, diameter bisa mencapai 1 m, tajuk padat dan lebat, melebar dan membulat

(5)

apa bila di tempat terbuka. Mempunyai daun tunggal, tersebar, bertangkai 1-4 cm, helai daun agak seperti kuli, kaku, bertepi rata, bulat telur berbalik. Daun nangka ini memiliki ujung daun yang berbentuk meruncing, pangkal daun tanaman nangka memiliki penumpu berbentuk segitiga dan di sertai warna kecoklatan.

Memiliki bunga yang berumah satu atau sering di sebut sebagai monoecious. Buah nangka merupakan buah semu majemuk. Buah berbentuk lonjong dan bulat pemajang.

8. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)

Jeruk nipis atau limau nipis adalah tumbuhan perdu dengan ketinggian dapat mencapai 4 m. Mempunyai akar tungggang dengan kedalaman 3 – 8 m. Batang pohonya berkayu ulet, dengan permukaan batang berduri, dan keras. Memiliki Daun yang majemuk, berbentuk ellips dengan pangkal membulat, ujung tumpul, dan tepi beringgit.

Buah jeruk nipis berbentuk bola pimpong berdiameter 5 cm dan berwarna hijau sampai dengan kekuningan dan Permukaan buah berkerut.

9. Kueni (Mangifera odorata Griff.)

Memiliki akar tunggang. Akar tumbuh memanjang dan bercabang- cabang bisa mencapai 6 meter. Pohon sedang dengan ketinggian 10-15 m, Batang tegak, bercabang bisa sampai berukuran besar, berkayu tajuk bundar atau bunda telur melebar, batang lurus, kulit kayu berwarna kelabu, permukaan batang kasar. Daun Berbentuk lonjong berukuran 13 cm lebar 7 cm, ujung lanjip pendek, tepi daun rata. Buah kueni merupakan buah batu berbentuk lonjong-jorong miring, berukuran 11 lebar 17 cm.

10. Jagung (Zea mays L.)

Tanaman jagung mempunyai Akar serabut akar tebal. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Daun berbentuk bangun pita dengan daun yang berupih, daun terdiri atas pelepah dan helaian daun. Daun berada pada setiap ruas batang dengan kedudukan yang saling berlawanan. Buah jagung mempunyai satu atau dua tongkol, Tongkol jagung diselimuti oleh daun kelebot. Biji jagung terdiri Panjang jagung 15-25 cm berwarna kuning kehijauan dengan permukaan berkerut.

11. Manggis hutan (garcinia forbesii)

(6)

………..

Jurnal Inovasi Penelitian ISSN 2722-9475 (Cetak)

ISSN 2722-9467 (Online) Manggis merupakan tanaman buah

berupa pohon yang berasal dari hutan tropis.

memiliki sisten perakaran akar tunggang, dengan kedalaman 5-8 m. Permukaan batang yang kasar tinggi bantang sekitar 10-20 m diamter batang 83 cm. Daun tunggal, posisi daun berhadapan atau bersilang, tulang daun menyirip, berwarna daun hijau mengilap.

Bentuk buah bulat, permukaan buah licin dengan kepala putik duduk tetap pada bermukaan atas buah, dinding buah tebal.

12. Cempedak (orthocarpus integer)

Berakar tunggang dengan percabanganya yang banyak dan kedalam 5-8 m. Batang cempedak memiliki tinggian 5-10 m.

Daun tunggang dengan tekstur lebih lemas dibandingkan daun nangka, Panjang daun 13 cm dan lebar 6,4 cm tepi daun rata, ujung runcing dan pangkal daun tumpul. Buah nangka ini termasuk dalam buah semusim.

Musim berbuah buah cempedak ada tiga macam yaitu kadang berbuah cepat, berbuah lama, dan bahkan ada yang berbuah dengan tidak istilah musiman artinya bahwa berbuah secara terus menerus. Buah berbentuk bulat memanjang ukuran rata-rata buah cempedak adalah 40 cm dan diameter 20 cm. Berwarna hijau ke kekuning-kuningan ketika masih mudah dan menjadi kuning coklat jika sudah tua. Permukan kulit di selimuti duri yang tumpul.

13. Durian (Durio zibethinus Murr)

Akar Pohon ini sering memiliki baner (akar papan). Pohon durian dapat mencapai ketinggian 40 meter. Kulit batang berwarna coklat kemerahan, mengelupas tak beraturan tanjuknya rindang dan renggang. Daun durian berbentuk jorong atau lanset, dengan letak berseling, bertangkai, berpangkal lancip atau tumpul dan berujung lancip melandai. Buah durian merupakan buah sejati tunggal, bertipe kapsul berbentuk bulat, bulat telur hinggga lonjong, dengan panjang hinggga 25 cm dan diameter hingga 20 cm. kulit buahnya tebal permukaan bersudut panjang (berduri).

14. Sirsak (annona muricata L)

Pohon sirsak memiliki akar tunggang.

batang berkayu dan bulat tumbuh dengan batang yang mengarah lurus dan memiliki cabang ada yang codong keatas dan ada yang mendatar. Pohon sirsak memiliki bentuk daun jorong. ujung daun meruncing dengan pangkal daun tumpul. Warna daun hijau mengkilap dengan tepi daun rata. Permukaan daun licin, panjang daun 14 cm dengan lebar daun 5,7 cm.

(7)

Buah sirsak berbentuk seperti jatung. Panjang buah 21 cm dan lebar 17 cm.

15. Mangga (Mangifera indica L.)

Memilki akar tunggang bercabang- cabang yang panjangnya bisa menjapai 6 m.

Batang tegak, bercabang bisa sampai berukuran besar, berkayu, berbentuk bulat panjang silindris, kasar, berwarna coklat, arah tumbuh, kulit batang cukup tebal dan memiliki tekstur kasar. Daun terdiri dari tangkai daun dan lamina, tidak memiliki pelepah daun, tersusun dalam spiral atau spiral rapat. Bentuk buah mangga beranekaragam ada yang bulat, bulat telur, hingga lonjong memanjang.

16. Rambutan (Nephelium lappaceum L)

Rambutan memiliki perakaran yang tunggang dan akar yang bercabang-cabang, Batang tumbuh tegak, keras dan kuat tinggi pohon sekitar 10 -20 m. Warna kulit pohon yang sudah tua adalah cokelat hitam. Daun majemuk, menyirip genap, berseling dengan 5- 9 daun, berbentuk bulat telur atau. Buah rambutan terbungkus oleh kulit yang memiliki

“rambut” di bagian luarnya (eksokarp) warnanya hijau ketika masih muda, lalu berangsur kuning hingga merah ketika masak

.

17. Alpokat (Persea amaricana Mill)

Memiliki jenis akar tunggang dengan kedalaman 5-10 m. Batang alpukat tegal lurus dan memiliki cabang-cabang muda. Tinggi pohon alpokat sekitar 10-18 m diameter 73 cm dengan permukaan batang kasar.. Daun berwarna hijau tua, permukaan daun kasap, ujung daun runcing, pangkal daun tumpul dan tepi daun rata panjang daun 13 cm dan lebar daun 6,1 cm. Bentuk buahnya ada yang panjang dan ada yang bundar. Kulitnya tipis dan halus sampai. Mempunyai biji yang diselimuti oleh daging buah.

18. Langsat (Aglaia argentia Blume)

Memiliki akar tunggang menancap ke bawah tanah sekitar 5-10 m. Memiliki batang lurus, tegak dan bercabang, kulit batang tipis berwarna coklat dan agak sukar dilepas dari kayunya. Daun tanaman langsat berselang bersirip ganjil dengan 5-7 anak daun. Panjang rachis 30-50 cm dan pangkal membesar.

tangkai daun berkisar antara 0,8-1,2 cm dan membesar pada pangkalnya. Buah memiliki kulit tipis, daging buahnya banyak berair, bergetah sampai buah masak dan rasanya asam menyegarkan.

(8)

………..

Jurnal Inovasi Penelitian ISSN 2722-9475 (Cetak)

ISSN 2722-9467 (Online)

19. Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.)

Tanaman kelapa sawit berakar serabut, perakarannya sangat kuat yang keluar dari pangkal batang. Batang kelapa sawit tumbuh tegak ke atas dengan diameter batang antara 100 cm. Batang nya menempakkan bekas pelepah daun mulai rontok, biasanya mulai dari bagian tengah batang, lalu meluas ke atas dan ke bawah. Daun kelapa sawit merupakan daun majemuk, daunya menyerupai daun pada tanaman kelapa. panjang pelepah daun 6 m.

Buah kelapa sawit termasuk jenis buah keras (drupe), menempel dan bergerombol pada tandan buah.

20. Belimbing manis (Averrahoa carambola L.)

Memiliki akar tunggang dengan kedalam 3-8 m. Pohon belimibing berbatang berkayu tinggi nya sekitar 5-8 m diameter batang 41 cm, berbentuk silindris, tumbuh tegak berwarna coklat tua. Memiliki percabangan yang banyak, Batangnya keras dan kuat. Berdaun majemuk beranak daun 9,

bertangkai panjang berwarna hijau muda, bentuk bulat telur, panjang daun 5 cm cm, lebar daun 3 cm. Berbunga majemuk dengan warna merah keunguan yang muncul dari ketiak daun di ujung cabang dan ada juga yang muncul dari dahannya. Bentuk buah belimbing manis berlekung 6 menyerupai bintang, panjang 12 cm. Memiliki biji yang berwarna putih kecoklatan berbentuk elips dengan kedua ujung lancip.

21. Jambu air (Eugenia aquea)

Memiliki akar tunggang, Berbatang jelas, berkayu, tegak, kulit kasar, silindris, berwarna cokelat kehitaman dan memiliki percabangan simpodial. Daun jambu air memilki ciri-ciri daun tungal tidak lengkap karena hanya memiliki tungkai daun tungal terletak berhadapan, bertangkai 0,5-1,5 cm.

Buah bertipe buni, berbentuk gasing dengan pangkal kecil dan ujung melebar, bermahkota kelopak yang berdaging dan melengkung. Sisi luar berwarna putih sampai merah.

22. Sukun (Artocarpus communis Forst.)

Mempunyai akar tunggang dengan kedalam 6-9 cm. Batang besar dan lurus dengan tinggi pohon 8-15 meter dan diameter batang 82

(9)

cm. Daun sukun tergolong besar, lebar, kaku, dan tebal seperti bertulang, lebar daun 30 dan panjang daunnya 48 cm, bertulang menyirip terususun berselang seling. Buah sukun berbentuk bulat. Kulit buah berduri tumpul, warnanya hijau kekuningan.

23. Jambu biji (Psidium guajava L.)

Memiliiki akar tunggang yang bercabang. Batang berwarna coklat, panjang batang 3-8 m berdiameter 49 cm. Jambu biji memiliki cabang sirung pendek, yaitu cabang- cabang dengan ruas yang pendek. Daun jambu biji merupakan daun majemuk menyirip.

Bentuk daun jambu biji bulat panjang dengan bagian yang terlebar terdapat ditengah helaian daun. Buah jambu biji memiliki buah sejati tunggal. Jambu biji berbentuk bulat.

24. Pala (Myristica fragrans Houtt)

Pohon pala memiliki perakaran akar tunggang dan akar samping yang sangat kuat mencapai 4-6 m. Pohon pala memiliki batang yang bulat dan arah tegak lurus, berkayu, tinggi batang 8-10 m dan lebar 73,6 cm. Bentuk daun lonjong, ujung daun dan pangkal runcing, warna daun hijau mengilap dan permukaan daun licin. Panjang daun 13 cm dan lebar daun

6 cm. Buah pala merupakan buah sejati tunggal yang berdaging, berbentuk bulat lonjong dengan permukaan licin dan posisi buah bagian tengah bergaris, warna buah kuning. Pajang buah 9 cm dan 17 cm.

25. Kendondong (Spondias dulcis Forst.)

Berakar tunggang dengan kedalam 5-8 m. Batang berkayu keras dan kuat karena sebagian besar terdiri dari kayu yang dapat pada pohon dengan bentuk batangnya yang bulat, dan tumbuh tegak dengan ketinggian 8- 15 m, Memiliki daun majemuk, bagian yang terlebar yang berasa di tengah-tengah helaian daunnya berbentuk jorong (oval). Berbuah buni dan berbuah sejati tunggal yang berdaging, mempunyai diameter kurang lebihh 5 cm dan berserat, warna buah hijau kekuningan.

26. Kluwih (Artocarpus camansi)

Tanaman kluwih memiliki akar tunggang. Batang berkayu dengan warna kulit batang coklat tinggi tanaman sekitar 10-20 m.

Lebar tajuk pohon sekitar 5 m. Daunnya tebal seperti belulang, kaku berwarna hijau tua pucat serta kasar karena berbulu di bagian bawah dan mengkilat di bagian atas, tepi daun mecangkap

(10)

………..

Jurnal Inovasi Penelitian ISSN 2722-9475 (Cetak)

ISSN 2722-9467 (Online) menyirip, ujung daun runcing, pangkal daun

bulat, daunnya bertulang menjari, dengan tulang daun menonjol, panjang daun 51 cm dengan lebar 30 cm. Buah kluwih merupakan buah majemuk, berbentuk bulat, berduri pendek dan agak tumpul, berwarna hijau.

27. Labu (Cucurbita moschata Duchesna)

Sistem akar yang menyebar kesegala arah, hingga mencapai kedalaman 40 cm.

Memiliki batang yang kecil dan berbuku-buku, tumbuh memanjang, permukaan batang berambut kasar, dengan diameter batang 5 cm.

Bentuk daunnya berlekuk menjari, daun bertulang menjari dan bertangkai, permukaan daun berambut padat atau kasar ujung daun runjung dan pangkal daun tumpul, tepi daun beringgit panjang daun 14 cm dan lebar daun 15 cm.bentuk buah labu bulat melebar permukaan buah licin.

28. Jeruk bali (citrus maxima)

Tanaman jeruk bali memiliki sistem perakaran akar tunggang.Tanaman jeruk bali memiliki ketinggian sekitar 8-15 m, memiliki percabangan yang banyak terletak saling berjauhan, berwarna coklat, diameter batang 56 cm. Daun berbentuk bulat telur, bagian ujung daun tumpul dan tepi hampir rata, letak daun terpencar dengan tangkai daun bersayap lebar, warna daun hijau tua, permukaan daun licin, panjang daun 14 cm dan lebarnya 8,5 cm.Buah jeruk bali berukuran besar dan berkulit tebal, buahnya berbentuk bulat atau bola, dan berwarna hijau muda.

29. Srikaya

Srikaya termasuk semak, perdu sampai pohon dan memiliki sistem akar tunggang.

Batang tanaman srikaya berberbentuk bulat dengan permukaan batang agak kasar, memiliki percabangan, tinggi tanaman srikaya sekitar 3 cm-5 cm dan diameter batang 26 cm. Daun tanaman srikaya bertangkai tunggal dan kaku, letaknya berseling, helaian bentuk elips memanjang sampai bentuk langkset, ujung daun tumpul. Buah srikaya merupakan buah semu, berbentuk bola atau agak kerucut, permukaan berbenjol-benjol dan berwarna hijau.

30. Markisa (Passiflora quadrangularis L.)

(11)

Memilki akar tunggang dan akar samping yang dangkal. Batangnya kecil, langsing dan panjang. Batangnya merambat dengan bantuan sulur berbentuk pilin (spiral), warna batangnya hijau tua, berdiameter 2,8 cm dan panjang sekitar 8-12 cm. daun tunggal berbentuk bulat menjari, memiliki daun yang lebar dengan bercangkap menjari, pertulangan daun menyirip, panjang daun 15 cm, lebar 14 cm permukaan daunnya licin. Buah markisa berbentuk bulat, permukaan buah licin,

PENUTUP Kesimpulan

Dari penelitian didapatkan tiga puluh jenis tanaman penghasil buah yang terdapat dikepulauan nias. Tanaman tersebut hingga kini masih dibudidayakan oleh masyarakat dan menjadi sumber pendapatan keluarga. Tanaman penghasil buah yang tumbuh di wilayah kepulauan nias umumnya subur oleh karena kondisi tanah yang masih baik dan belum tercemar. Keragaman tanaman buah dipengaruhi oleh keragaman tingkat individu dan keragaman fenotip, sehingga terjadinya keragaman (varietas tanaman buah).

Teknik pembudidayaan yang umunya dilakukan oleh masyrakat atau petani terdapat tiga kegiatan yang dilakukan yakni pemuliaan tanamn, perawatan dan panen.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Badan Pusat Statistik Indonesia. 2015.

Statistik Tanaman Buah-Buahan Dan Sayuran Tahunan. Jakarta: BPS- Statistik

Indonesia, (Online),

(https://media.neliti.com, diakses 08 Juli 2018).

[2] BPS Kabupaten Nias Selatan. Kabupaten Nias Selatan Dalam Angka 2018. 2018..

[3] Emzir. Dr. 2012. MetodologiPenelitian Pendidikan Kuantitatif Dan Kualitatif.

Jakarta: PT Rajawali Pers.

[4] Firmansyah. R, dkk,. 2009. Mudah dan aktif belajar biologi. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional tahun 2009, (Online), (www.buku-e.lipi.go.id, diakses 09 Juli 2018).

[5] Hanun , C. 2008. Teknik Budidaya Tanaman Jilid I. Jakarta: Di Rektorat Pembinaan Sekolah Mengenah Kejuruan (Online), (https://bsd.pendidikan.id, diakses 23 Mei 2018).

[6] Moleong. L.J. 2016 Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

[7] Putra W.S. 2016. Kitab Herbal Nusantara.

Yokyakarta: Kata Hati.

[8] Putra W.S. 2016. 68 Buah Ajaib Penangkal Penyakit. Yokyakarta: Kata Hati.

[9] Rai. I.N, dkk., Buah-Buahan Lokal Bali.

Denpasar : Pelawa Sari, (Online), (https://www.researchgate.ne, diakses 18 Juli 2018).

[10] Saparinto. C, & Susiana R. 2016. Grow Your Own Fruits. Yokyakarta : Lily Publisher.

[11] Sugiyono, Dr. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung: Alvabeta, CV.

[12] Soemarie. Y.B, Astuti T., Rochmah N.

( 2016) Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea Americana Mill.) Sebagai Antiacne. jurnal ilmiah

manuntung, (online),

(https://jurnal.akfarsam.ac.id, di akses 18 juli 2018)

[13] Solikin. Budiharta. S. 2010. Potensi Dan Konservasi Buah Buahan Lokal Jawa Timur . Surabaya-Malang: Kebun Raya

Purwodadi, (Online),

(https://www.researchgate.ne, diakses 23 Mei 2018).

[14] Subagyo. 2006. Metode Penelitian: Dalam Eori Dan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta [15] Sugiyono, Dr. 2012. Metode Penelitian

bisnis Bandung: Alvabeta, CV.

[16] Sunarjono, Drs.H. Hendro. 2010.

Berkebun 21 Jenis Tanaman Buaswh.

Jakarta: Penebar Swadaya.

[17] Tjitrosoepomo, G.1995. Morfologi Tumbuhan. Fakultas Biologi-Universitas Gadjah Mada.

[18] Triton. 2011. Pedoman penulisan ilmiah skripsi dantesis. Jakarta Selatan: Oryza

(12)

………..

Jurnal Inovasi Penelitian ISSN 2722-9475 (Cetak)

ISSN 2722-9467 (Online) [19] Wijaya. Ir. M.S dan Dewi. T.Q. 2016.

Bertanam 13 Tanaman Buah di Pekarangan. Jakarta: Penebar Swadaya.

[20] Zulkarnain, H, Dr . 2017. Budidaya Buah- Buahan Tropis. Jokjakarta: Budi Utama, CV. (Online), (repository.unja.ac.id, diakses 23 Mei 2018).

Referensi

Dokumen terkait

Daun tunggal dengan duduk daun berpasangan dengan panjang daun 5,8-14 cm, lebar daun 3-8 cm, Permukaan tepi daun bagian atas berwarna hijau hitam dan agak berbulu

Hasil karakterisasi morfologis untuk bentuk tajuk (piramida, bulat panjang, membujur dan berbentuk pola), permukaan batang (licin, kasar, sangat kasar), daun

Helaian daun berbentuk lonjong (bulat memanjang) dengan duduk daun berseling antara daun yang satu dengan daun yang lain.. Helaian daun memiliki pangkal daun tumpul, ujung

Daun majemuk berwarna hijau pada atas permukaan dan hijau keperakan pada bagian bawah, berbentuk menjari, tangkai daun memiliki percabangan khusus, cabang utama

Pada talas genotip 5 dan genotip 10 banyak terdapat persamaan nya antara lain dari bentuk helaian daun, bentuk ujung daun, garis tepi daun, warna daging umbi, warna tangkai

Tumbuhan ini merupakan perdu yang tumbuh tegak dan bercabang banyak. Daun tunggal, berhadapan, bulat telur, tepi bergerigi, ujung dan pangkal runcing, permukaan berbulu

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

Daun tunggal, tepi daun rata, memata panah, panjang mencapai 36 cm dan lebar mencapai 11 cm, pangkal berlekuk lancip, ujung meruncing, mempunyai bagian depan anterior dan bagian