DIVISI KESEHATAN SOSIAL LINGKUNGAN POSKO 18
● Kerja Bakti
Kerja bakti adalah salah satu kegiatan rutinan yang selalu dilaksanakan tiap hari minggu, waktu kegiatan ini biasa dilaksanakan sehabis senam sehat. Lokasi kerja bakti biasa bertempat di area urban Farming RW 03.
Kegiatan yang biasa kami lakukan saat kerja bakti yaitu memotong bambu yang sudah sangat rimbun dan tumbuh tidak beraturan, membersihkan rumput-rumput liar dan menyapu daun-daun kering yang jatuh.
Biasanya, warga sekitar termasuk pak RW 03 ikut membantu kegiatan kerja bakti yang kami lakukan, mereka juga membawa makanan dan minuman yang nantinya akan kita santap setelah kerja bakti selesai dilaksanakan.
Tujuan dari kerja bakti ini sendiri yaitu mempererat solidaritas antar sesama anggota kelompok juga kepada warga sekitar dan juga ingin berkontribusi dalam membersihkan dan merawat lingkungan di daerah Karangrejo.
● PSN / Jumantik
Demam berdarah adalah penyakit virus yang dibawa oleh nyamuk yang terjadi di daerah tropis seperti di Indonesia. Untuk mencegah adanya warga yang terjangkit penyakit demam berdarah, kelurahan Karangrejo sendiri memiliki kegiatan yang biasa disebut PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan Jumantik (Jum'at Jentik).
PSN dan Jumantik ini biasa dilaksanakan pada hari Jum'at setelah terlaksananya Jum'at berkah. Kami dan para warga yang biasa menjadi petugas PSN dan Jumantik berkeliling ke rumah-rumah dari tiap RW yang ada di Kelurahan Karangrejo. Untuk tiap minggunya, setiap RW akan bergantian mendapat giliran diperiksa oleh para petugas PSN.
Biasanya kegiatan yang dilakukan saat PSN dan Jumantik yaitu menyambangi rumah-rumah warga lalu mengecek genangan air di dispenser, ember, bak mandi, atau tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Ketika jentik didapati di genangan air, maka yang harus dilakukan yaitu membuangnya dan mengganti dengan air yang baru agar jentik-jentik yang ada di dalam air tersebut hilang sehingga jentik itu tidak menjadi nyamuk yang menjadi penyebab demam berdarah.
Kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan yang sangat kami gemari karena bisa mengelilingi rumah-rumah di kelurahan Karangrejo juga mendapatkan konsumsi yang sangat banyak. Semoga kegiatan ini bisa terus ada karena banyak sekali manfaatnya.
● Sosialisasi Pencegahan Gula Berlebih
Diabetes telah menyerang banyak orang di dunia. Namun, hal lain yang menjadi perhatian adalah pesatnya peningkatan jumlah kasus diabetes di kalangan remaja dan anak-anak.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mencatat bahwa jumlah kasus DM pada anak hingga tahun 2023 ini mencapai 1.645 jiwa, yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.
Hal ini menimbulkan keresahan kami, banyak sekali anak-anak di sekitar kami yang cenderung lebih menyukai makanan atau minuman manis yang mengandung
gula berlebih. Maka dari itu, kami dari divisi kesehatan dan lingkungan memiliki gagasan untuk membuat acara sosialisasi mengenai pencegahan gula berlebih di Kelurahan Karangrejo.
Sosialisasi pencegahan gula berlebih ini dilaksanakan di TPQ Tarbiyatun Nisa, alasan kami memilih untuk melaksanakan sosialisasi ini disana karena sasaran dari sosialisasi ini adalah anak-anak yang mayoritas suka makanan dan minuman manis.
Sosialisasi ini dilakukan pada hari Senin, 14 Agustus 2023 sehabis sholat Maghrib. Kami menerangkan akibat mengonsumsi gula berlebih, batas mengonsumsi gula dalam sehari, makanan dan minuman terkenal yang mengandung banyak gula dan cara mengonsumsi gula agar seimbang.
Dalam menerangkan cara mengonsumsi gula agar seimbang, kami mencontohkan makanan dan minuman sehat yang bisa mereka konsumsi untuk pengganti makanan dan minuman yang memiliki kandungan gula berlebih. Oleh karena itu kami memberikan konsumsi buah buahan dan jeli yang sudah kami kurangi gulanya.
Kami sangat senang karena anak-anak TPQ Tarbiyatun Nisa sangat antusias mendengarkan materi dari kami, kami harap sosialisasi yang kami berikan dapat bermanfaat dan bisa memberikan pengetahuan dasar kepada anak-anak tentang gula.
Urban farming
Urban farming adalah praktik bercocok tanam dan beternak di daerah perkotaan atau area yang padat penduduk. Biasanya dilakukan di lahan-lahan kecil seperti pekarangan, atap bangunan, teras, halaman belakang, atau bahkan di dalam ruangan seperti dalam pot atau hidroponik. Urban farming bertujuan untuk memproduksi makanan lokal secara berkelanjutan dan mendekatkan sumber makanan ke komunitas perkotaan.
Kelurahan karangrejo memiliki luas wilayah kurang lebih 68.45 ha dan memiliki jumlah penduduk kurang lebih 7.735 jiwa terhitung sejak 2019. Maka dari itu pemungkiman penduduk di kelurahan karangrejo bisa diangap padat. Dengan adanya urban farming ini diharapkan dapat mengubah ruang perkotaan menjadi area yang hijau dan menyediakan lingkungan yang sehat bagi penduduk kota.
Kegiatan urban farming kami terfokus di RW 003 karena RW 003 masih mempunyai lahan yang dapat dimanfaat kan sebagai tempat terlaksananya proker urban farming tersebut. Selain itu atusias warga dalam gotong royong untuk keperluan menanam tanaman seperti tomat, terong, cabai, kunyit, jahe, kencur, jeruk sambal, dll sangat tinggi sehingga proker urban farming dapat terlaksana dengan lancar.
MPASI (Makanan Pendamping ASI)
MPASI atau Makanan Pendamping ASI adalah jenis makanan yang diberikan pada bayi untuk melengkapi asupan nutrisi yang didapatkan bayi sebelum menginjak usia 1 tahun. MPASI diberikan pada bayi setelah usia 6 bulan karena pada usia tersebut ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si bayi. Jika terlalu cepat (sebelum 4 bulan ) : menyebabkan anaknya belum siap, dapat menganggu penyerapan nutrisi dari ASI dan beresiko obesitas. Jika terlambat ( setelah 6 bulan ) beresiko kurang nutrisi terutama zink dan zat besi.
Alasan kita menjalankan proker ini adalah karena di kelurahan karangrejo masih banyak anak yang belum mendapatkan ASI secara ekslusive karena banyak dari ibu yang bekerja atau sebagai wanita carier. Dan juga di Karangrejo masih terdapat anak yang terindikasi stunting. Agar dapat berkontribusi dibidang tersebut kita menjalankan pelatihan MPASI di Kelurahan Karangrejo.
Tetapi karena banyak alasan yang membuat divisi kesehatan menjadi mengalihkan pelatihan MPASI menjadi membuat makanan tutorial MPASI dan di upload di channel YouTube KKN MIT 16 dari posko 18. Kita menjelaskan sekilas terkait pentingnya MPASI bagi bayi yang berusia 6 tahun ke atas. Dan kita juga memberikan video tutorial untuk bayi usia 12 bulan sampai 23 bulan yang resepnya yaitu “Soup Telur Puyuh Bakso Tahu Ayam”.
Posyandu
Posyandu atau pos pelayanan terpadu merupakan salah satu kegiatan yang rutin diadakan pada saat awal bulan. Posyandu di kelurahan Karangrejo memiliki 6 titik. Yaitu satu titik untuk masing-masing RW, dari RW 01 hingga RW 04.
Pengecualian untuk RW 5 yang memiliki dua titik posyandu, karena posisi geografi yang berbeda dalam satu RW tersebut membuat pihak kelurahan dan kader posyandu memutuskan untuk membuat dua titik posyandu untuk RW 05. Satu titik untuk bagian atas dan satu titik untuk bagian bawah. Pemisahan kedua titik tersebut dalam satu RW dikarenakan agar memudahkan warganya dalam mendapatkan imunisasi untuk bayi- bayi mereka.
Kami memiliki pengalaman baru yang kami dapatkan saat membantu para kader-kader posyandu untuk memantau tumbuh kembang bayi hingga balita. Dimulai dari mengukur berat badan, tinggi badan, besar lengan, dan besar kepala. Yang mulanya kami tidak bisa untuk melakukan itu karena mereka adalah anak-anak yang masih sangat kecil, kami jadi bisa menangani hal tersebut.
Sebenarnya pengukuran tersebut terlihat sepele, tetapi bila yang kami hadapi adalah bayi baru lahir atau masih kecil, rasanya sungguh tertekan karena takut melukai sang adik. Berbeda jika melayani bayi yang usianya mungkin sudah dua tahun keatas masih bisa kami atasi karena mereka juga senang bertemu dengan kami.
Tetapi jika kami menghadapi anak-anak yang pemalu dan penakut yang menangis terus, kami juga mengeluarkan tenaga ekstra untuk melayani menangani adik tersebut.
Memang masih ada rasa takut yang menyerang saat melayani anak yang masih bayi, tetapi kami dibimbing oleh kader posyandu untuk tidak perlu takut atau merasa tertekan sejauh kami tidak melakukan tindakan yang menyeleweng, memukul kepala sang bayi mungkin. Bahkan kami pernah melayani adik bayi yang baru berusia dua bulan. Bayangkan kami memegang kepala yang adik bayi yang masih sangat-sangat lembut, apa tidak takut kita melukai sang adik bayi menggunakan meteran yang kami bawa.
Terkadang kami juga harus ekstra sabar jika ada adik yang berlari-larian saat akan diukur, kadang juga harus segera memutar otak agar dapat menenangkan si adik yang tengah menangis dengan hebat ataupun membujuk dengan ekstra dan lembut pada si adik yang penakut dan pemalu. Jadi kami dapat belajar bagaimana caranya untuk dapat mengerti mood si adik dan bersabar dalam menghadapinya. Hitung- hitung latihan untuk menjadi orang tua di masa depan mendatang.
Pengalaman yang kami dapat ini juga tak luput dari para kader posyandu yang menerima kami dengan suka cita. Para kader posyandu mengajarkan kami hal-hal yang tidak kami dapatkan dalam bangku perkuliahan. Para kader posyandu pun sangat baik dan hangat terhadap kami, setiap kami datang untuk membantu para kader posyandu mereka memberikan suguhan berupa snack dan minuman untuk kami. Dan tidak jarang kami mendapatkan nasi kotak untuk kami bawa pulang ke posko kami.
Kami sangat-sangat mengucapkan terimakasih banyak untuk para kader posyandu yang telah menyambut kami dengan baik dan hangat. Semoga hal-hal baik akan kembali kepada kalian.
Sosialisasi PHBS dan Praktek Sikat Gigi
Untuk sosialisasi PHBS dan praktek sikat gigi, kami menggandeng SDN Karangrejo 01 khususnya untuk adik kelas 1 dan kelas 2. Kami melaksanakan kegiatan pada tanggal 31 Juli. Sebelum itu kami telah meminta tolong ibu kepala sekolah untuk menyampaikan pada murid kelas 1 dan dua untuk membawa sikat gigi, pasta gigi, dan juga gelas plastik.
Ketika harinya tiba, kami langsung membagi kelompok untuk menjemput adik-adik kelas 1 dan 2 untuk keluar kelas menuju halaman sekolah agar dapat berkumpul jadi satu.
Kami langsung memulai untuk menyapa adik-adik sebagai pembukaan begitu mereka telah sampai di halaman dan telah berbaris dengan rapi.
Setelah menyapa dan memperkenalkan siapa kami secara singkat kami langsung membahas tentang pentingnya sikat gigi tiga kali sehari dengan bahasa yang ringan. Kami lalu melakukan ice breaking dan memberikan kuis kecil-kecil untuk adik-adik. Dan sebagai imbalannya kami memberikan sepasang sikat gigi dan pasta gigi untuk adik yang berani maju kedepan.
Meskipun di awal telah di infokan bahwa hari tersebut seluruh kelas 1 dan 2 diharuskan membawa sikat gigi dan pasta gigi, nyatanya masih ada beberapa siswa yang tidak membawa peralatan tersebut. Maka dari itu kami memberikan mereka masing-masing sepasang sikat gigi dan pasta gigi, tentunya mereka harus menjawab pertanyaan dari kami seputar sikat gigi.
Kami lalu membawa adik-adik untuk menuju wastafel untuk melaksanakan sikat gigi massal dan memberikan arahan untuk melakukan sikat gigi dengan benar. Ketika selesai kami memberikan kuis lagi dan memberikan beberapa hadiah untuk mereka yang berani maju menjawab pertanyaan dari kami.
Kegiatan berakhir dengan kami berfoto bersama di halaman sekolah sebagai kenang-kenangan. Kami mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada SDN Karangrejo 01 yang telah menerima, menyambut, dan memberikan kami kesempatan untuk mengisi di sekolah SDN Karangrejo 01. Terimakasih juga untuk ibu kepala sekolah ibu Siti Rochajati, S.Pd yang telah menerima kami dan telah membantu kami dalam menuntaskan program kerja kami.
Senam
Di kelurahan Karangrejo khususnya RW 03, selalu mengadakan kegiatan senam bersama pada hari minggu pagi. Tidak hanya warga RW 03 saja yang mengikuti kegiatan senam ini tetapi juga warga dari RW lain mengikuti senam, bahkan ada juga warga dari kelurahan lain. Senam di RW 03 ini sangat menyenangkan dan tidak terlalu monoton, bahkan mereka membentuk grup yang bernamakan “Senam Karangrejo Joss”.
Para ibu yang mengikuti senam juga sangat semangat, dalam menggerakkan tubuhnya untuk melakukan senam aerobik, yang kita tahu bahwa senam aerobik adalah senam irama yang gerakannya cepat. Meskipun begitu, banyak juga lansia yang masih segar bugar dan masih energik dalam mengikuti senam aerobik yang diadakan setiap hari minggu pagi.
Kami benar-benar tidak menyangka bahwa di kelurahan karangrejo terutama RW 03 ini melaksanakan senam setiap hari minggu yang diikuti oleh ibu-ibu, yang lebih mencengangkan lagi banyaknya lansia yang mengikuti senam dan masih sangat- sangat bersemangat serta tidak mau kalah dengan yang masih muda seperti kami.
Kami mengucapkan terimakasih kepada para ibu anggota senam Karangrejo joss ini. Yang telah membukakan pintu lebar-lebar kepada kami agar kami dapat bersosialisasi kepada masyarakat sekitar tempat tinggal kami.