• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dokumen Sejarah Peradaban Islam

N/A
N/A
M Risky

Academic year: 2024

Membagikan "Dokumen Sejarah Peradaban Islam"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

RANGKUMAN

Pertemuan Ke-1

A. Sejarah Peradaban Islam 1. Sejarah

Secara etimologi, kata sejarah dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu yang dapat mengambil alih dari bahasa Arab yaitu kata syajarah. Kata tersebut masuk ke dalam perbendaharaan bahasa Indonesia semenjak abad XIII, dimana kata itu masuk ke dalam bahasa Melayu setelah akulturasi kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Islam.

Akulturasi kedua antara kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Barat terjadi sejak abad ke-XV. Akibatnya, kata sejarah mendapatkan tambahan perbendaharaan kata-kata: geschiedenis, historie (Belanda), history (Inggris), histore (Perancis), dan geschicte (Jerman).

Di dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia disebutkan bahwa sejarah mengandung tiga pengertian: (1). Kesusasteraan lama: silsilah, asal usul;

(2). Kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau;

(3). Ilmu, pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau serta riwayat.

Mengenai makna sejarah, bisa juga mengacu pada dua konsep yang terpisah sejarah yang tersusun dari serangkaian peristiwa masa lampau, keseluruhan pengalaman manusia; dan sejarah sebagai suatu cara yang dengannya fakta-fakta diseleksi, diubah-ubah, dijabarkan, dan dianalisis 2. Peradaban

Bila membahas peradaban maka tidak akan terlepas dari kebudayaan, karena antara keduanya saling terkait dan tak dapat dipisahkan. Kata peradaban dan kebudayaan dalam bahasa Indonesia sering dipahami sama artinya. Dalam bahasa Arab pun terdapat perbedaan,

yaitu kata tsaqofah (kebudayaan), kata hadlarah (kemajuan), dan kata tamaddun (peradaban). Sutan Takdir Alisyahbana sebagaimana dikutip Jaih Mubarok, menjelaskannya beberapa pengertian kebudayaan, Selanjutnya, Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menjelaskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

yeikh Taqiyuddin anNabhani mengungkapkan bahwa kebudayaan muncul dari suatu peradaban (sekumpulan persepsi tentang kehidupan) tertentu.

Harun Nasution mengatakan bahwa peradaban merupakan kumpulankumpulan dari kebudayaan.

A.A.A. Fyzee yang dikutip Siti Mariam, memberikan pengertian peradaban dalam hubungannya dengan kewarganegaraan karena kata itu diambil dari kata civies (Latin) atau civil (Inggris) yang berarti menjadi seorang warganegara yang berkemajuan. Menurut Voltaire (1694-1778), sebuah bentuk kehidupan disebut beradab dengan ukuran sivilise, politesse, raffinement, dan humanite. Peradaban adalah gabungan dari

(2)

semangat dan sikap serta cara-cara yang menuntun kehidupan sosial dan perilaku masyarakat. Menurut Jaih Mubarok, `Effat al-Sharqawi yang mengutip sosiologi aliran Jerman mengatakan bahwa kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat.

Manifestasi-manifestasi kemajuan mekanis dan teknologis lebih berkaitan dengan peradaban.

3. Pengertian Islam

Kata “Islam” merupakan mashdar dari kata kerja aslamayuslimu- Islaman, mempunyai beberapa pengertian yaitu: (1) melepaskan diri dari segala penyakit lahir dan batin, (2) kedamaian dan keamanan, dan (3) ketaatan dan kepatuhan.

Islam merupakan agama samawi (langit) yang diturunkan oleh Allah SWT melalui utusan-Nya, Muhammad saw., yang ajaran-ajarannya terdapat dalam kitab suci al-Quran dan sunah dalam bentuk perintah- perintah, larangan-larangan, dan petunjuk-petunjuk untuk kebaikan manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Berdasarkan QS. al-Syura ayat 51-52; bahwa wahyu ada tiga macam. Pertama, pengertian atau pengetahuan yang tibatiba dirasakan seseorang timbul dalam dirinya;

timbul dengan tiba-tiba sebagai suatu cahaya yang menerangi jiwanya.

Kedua, pengalaman dan penglihatan di dalam keadaan tidur atau di dalam keadaan trance disebut juga ru’ya (dream) atau kasy (vision). Ketiga, yang diberikan melalui utusan, atau malaikat Jibril dan disampaikan dalam bentuk kata-kata. Wahyu dalam bentuk ketiga itulah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.

Sebagai risalah agama samawi terakhir, Islam berisi tuntunan hidup (pedoman) agar manusia dapat menentukan yang baik, buruk, hak, dan batil sehingga selamat dan bahagia di dunia dan akhirat. Islam lahir di dunia Arab sebagai penyempurna dari agama-agama sebelumnya yang dibawa oleh nabi dan rasul terdahulu sejak zaman Nabi Adam as. sampai Nabi Isa as. Islam turun disebabkan adanya kebutuhan yang mendesak dari seluruh umat manusia akan agama baru, dimana ajaran para rasul terdahulu sudah tidak diindahkan lagi oleh manusia. Nabi Muhammad saw.

Tentang orsinalitas al-Quran dari Nabi Muhammad saw., kaum Orientalis pun mengakuinya. Nicholson dalam buku A History of the Arabs mengatakan “ … its genuineness is above suspicion”, dan Gibb dalam buku Mohammedanism, An Historrical Survey; menulis “ … it seems reasonably well established … that the original from and contents of Mohammed’s discourses were preserved with serupulous precision”.

Bahwa teks al-Quran adalah orisinal dari Nabi dan adalah wahyu yang beliau terima dari Tuhan melalui Jibril dalam bentuk kata-kata yang didengar dan dihafal, dan bukan dalam bentuk pengetahuan yang dirasakan dalam hati atau yang dialami dan dilihat dalam mimpi atau keadaan trance.

(3)

Hadits, sebagai sumber kedua dari ajaran-ajaran Islam, mengandung sunnah (tradisi) Nabi Muhammad saw. Sunnah boleh mempunyai bentuk ucapan, perbuatan atau persetujuan secara diam dari Nabi. Berbeda dengan al-Quran, hadits tidak dicatat dan tidak dihafal pada masa Nabi.

B. Hubungan Sejarah Dengan Al-Quran Dan Hadist 1. Al-qur’an dan hadist sebagai hukum islam

Peradaban Islam mencapai puncak kejayaan karena diterapkan hukum Islam. Di dalam Islam sumber hukum utama adalah Al Qur’an dan Hadits.

Jika Islam tidak menjadikan AlQur’an dan Hadits sebagai sumber hukum, maka peradaban Islam tidak akan maju, baik dalam hal kesustraan, ilmu pengetahuan, dan kesenian.

Kemudian Allah, menjadikan kepada Rasul-Nya penjelasan dari Al Qur’an yang masih global, menafsirkan ayat-ayat yang irkan ayat-ayat yang masih samar, masih samar, menentukan yang tukan yang masih terdapat ikhtimal masih terdapat ikhtimal (kemungkinan), agar dengan penyampaian risalah tersebut menjadi jelas apa yang dikhususkan, kedudukan pengembalian kepadanya, firman Allah Ta’ala.

2. Al-qur’an membicarakan sejarah dan kisah-kisah

Sejarah atau kisah dalam Al Qur’an berisi cerita mengenai orang-orang yang terdahulu baik yang mendapatkan mendapatkan kejayaan kejayaan akibat taat kepada Allah SWT serta ada juga yang mengalami kebinasaan akibat tidak taat mengalami kebinasaan akibat tidak taat atau ingkar atau ingkar terhadap Allah SWT. Dua pertiga Al-Qur’an disajikan dalam bentuk kisah. Al-Qur’an dan Al-Hadits merupakan pedoman hidup bagi manusia. Dengan demikian, betapa berkepentingannya kita terhadap kajian-kajian kesejarahan dalam kedua sumber tersebut.

Kesimpulan dari hubungan Al-Qur’an dan Hadits dengan sejarah peradaban Islam adalah :Al-Qur’an dan hadits merupakan sumber hukum Islam, dengan mengikuti Al Qur’an dan Hadits sebagai sumber hukum maka peradaban umat Islam menjadi berkembang.

Pertemuan Ke-2

A. Peradaban Islam Rosulullah periode mekkah (622-632 M) 1. Piagam madinah darussalam dan darul islam

Piagam Madinah disepakati tidak lama sesudah umat muslim pindah ke Yatsrib yang waktu itu masih tinggi rasa kesukuannya. Piagam Madinah diakui sebagai bentuk perjanjian dan kesepakatan bersama bagi membangun masyarakat Madinah yang plural, adil, dan berkeadaban.

Dalam piagam Madinah setiap kelompok menyepakati 5 perjanjian : 1. Tiap kelompok dijamin kebebasan dalam beragama

2. Tiap kelompok berhak menghukum anggota kelompoknya yang bersalah 3.Tiap kelompok harus saling membantu dalam mempertahankan Madinah baik yang muslim maupun yang non muslim.

(4)

4.Penduduk Madinah semuanya sepakat mengangkat Muhammad SAW sebagai pemimpinnya dan memberi kepu pemimpinnya dan memberi keputusan hukum segala per tusan hukum segala perkara yang dihadapkan kepadany kara yang dihadapkan kepadanya.

5.Meletakkan landasan berpolitik, ekonomi dan kemasyarakatan bagi negeri Madinah yang baru dibentuk.

Adapun Piagam Madinah itu mempunyai arti tersendiri bagi semua penduduk Madinah dari masing-masing golongan yang berbeda. Bagi Nabi Muhammad, maka Ia diakui sebagai pemimpin pemimpin yang mempunyai mempunyai kekuasaan kekuasaan politis. politis. Bila terjadi terjadi sengketa sengketa di antara penduduk penduduk Madinah maka keputusannya harus dikembalikan kepada keputusan Allah dan kebijaksanaan Rasul-Nya.

dalam kehidupan sosial politik di dalam mewujudkan pertahanan dan perdamaian. Piagam Madinah ternyata mampu mengubah eksistensi orang- orang mukmin dan yang lainnya dari sekedar kumpulan manusia menjadi masyarakat politik, yaitu suatu masyarakat yang memiliki kedaulatan dan otoritas politik dalam wilayah Madinah sebagai tempat mereka hidup bersama, bekerjasama dalam kebaikan atas dasar kesadaran sosial mereka, yang bebas dari pengaruh dan penguasaan masyarakat lain dan mampu mewujudkan kehendak mereka sendiri.

Muhammad Jad Maula Bey, dalam bukunya “ Muhammad al-Matsalul Kamil ” menyimpulkan, bahwa di dalam waktu yang relatif pendek tersebut Nabi telah sukses menciptakan tiga pekerjaan besar, yaitu:

a. Membentuk suatu umat yang menjadi umat yang terbaik

b.

b.Mendirikan suatu “negara” yang bernama Negara Islam; dan

c.

Mengajarkan suatu agama, yaitu agama Islam

Pertemuan Ke-3

A. Periode Khulafaurasyidin 1. Abu bakar (632-634 M)

Abu Bakar As-Shidiq adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW. yang mempunyai nama lengkap Abdullah Abi Quhafah At-Tamimi.

Pada zaman pra Islam ia bernama Abu Ka’bah, kemudian diganti oleh Nabi SAW. menjadi Abdullah. Beliau lahir pada tahun 573 M, dan wafat pada tanggal 23 Jumadil akhir tahun 13 H. bertepatan dengan bulan Agustus 634 M, dalam usianya 63 tahun, usianya lebih muda dari Nabi SAW. 3 tahun. Diberi julukan Abu Bakar atau pelopor pagi hari, karena beliau termasuk orang laki-laki yang masuk Islam pertamakali. gelar

“AsShidiq”.

Sebelum terpilihnya Abu Bakar sebagai khalifah, pada mulanya terjadi pendapat atau usulan oleh kaum Anshar dan Muhajirin yang sama-sama di

(5)

antara dua kaum tersebut menginginkan seorang khalifah dari kalangan mereka tapi di tolak tegas .

Kemudian Abu Bakar menyatakan pidatonya, “taatlah kalian kepadaku sepanjang aku taat kepada Allah dan Rasulnya di tengah kalian, jika aku bermaksiat maka tidak wajib kalian taat kepadaku.”

1.Perbaikan Sosial Masyarakat Memerangi kaum murtad.

Mengatasi orang yang tidak mau membayar zakat 2 .Memberantas Nabi-nabi palsu.

setelah Nabi saw wafat mereka semakin berani, diantara orang-orang yang mengaku sebagai Nabi adalah :

1). Aswad al Ansi, orang yang pertama kali mengaku sebagai nabi

2). Musailamah al Kazzab, pada waktu terjadi Perang Yamamah yang menyebabkan banyak penghafal al Qur’an wafat

3). Saj’ah, wanita Kristen yang mengaku sebagai nabi.

4). Thulaihah bin Khuwailid, dalam pertempuran ia kalah dan akhirnya masuk Islam.

2. Ummar Bin Khattab (634-644 M)

Umar bin Khatthab (583-644) nama lengkapnya adalah Umar bin Khatthab bin Nufail keturunan Abdul Uzza Al-Quraisy dari suku Adi.

Umar dilahirkan di Mekah empat tahun sebelum kelahiran Nabi Muhammad. Umar masuk Islam pada tahun kelima setelah kenabian, dan menjadi salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad serta menjadi khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Umar mempertaruhkan seluruh sisa hidupnya untuk membela dakwah Rasul. Umar menjadi benteng dan pilar ajaran Islam yang paling kukuh.

Umar memiliki postur tubuh yang tegap dan kuat, wataknya keras, pemberani dan tidak mengenal gentar, tutur bahasanya halus dan bicaranya fasih. Khalifah Umar bin Khatab dikenal sebagai pemimpin yang sangat disayangi rakyatnya karena perhatian dan tanggungjawabnya yang luar biasa pada rakyatnya. Salah satu kebiasaannya adalah melakukan pengawasan langsung dan sendirian berkeliling kota mengawasi kehidupan rakyatnya. Beberapa keunggulan yang dimiliki Umar, membuat kedudukannya semakin dihormati dikalangan masyarakat Arab, sehingga kaum Qurais memberi gelar ”Singa padang pasir”, dan karena kecerdasan dan kecepatan dalam berfikirnya, ia dijuluki ”Abu Faiz”.

Terpilihnya Menjadi Khalifah Ketika Khalifah Abu Bakar jatuh sakit dan merasa ajalnya akan segera datang, ia berkonsultasi dengan sahabat mengenai khalifah sesudahnya. Ia berkata kepada mereka : “aku sekarang telah menderita sakit seperti yang kalian liat. Sepertinya ajalku akan segera datang. Oleh karena itu,angkatlah seseorang yang kalian cintaisebagai pemimpin kalian yang akan menggantikanku. Kemudian para sahabat bermusyawarah sesama mereka. Hasilnya, mereka menghadap Abu Bakar dan memintanya agar menetapkan seseorang yang ia kehendaki sebagai

(6)

pemimpin mereka. Abu bakar memanggil ustman bin affan dan meminta pendapatnya tentang siapa yang akan dijadikan penggantinya. Ustman mengusulkan nama Umar bin al-khattab. langsung beliau diterima sebagai khalifah yang resmi yang akan menuntun umat Islam pada masa yang penuh dengan kemajuan.

Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syiria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium).

3. Utsman Bin Affan (644-656 M)

Nama lengkapnya ialah Utsman bin Affan bin Abil Ash bin Umayyah dari suku Quraisy. Ia memeluk Islam karena ajakan Abu Bakar, dan menjadi sahabat dekat Nabi Muhammad SAW. pada waktu itu. Ia sangat kaya namun tetap sederhana dan sebagian besar kekayaan nya digunakan untuk kepentingan Islam.

Utsman bin Affan masuk islam pada usia 34 tahun. Berawal dari kedekatannya dengan Abu Bakar beliau dengan sepenuh hati masuk islam bersama Thalhah bin Ubaidillah.

Pada saat itu Setelah melakukan perjuangan dalam menyiarkan agama Islam pada zaman Nabi saw., Utsman berpindah ke negeri Habsyi bersama istrinya (Ruqayyah). Setelah itu ia berpindah lagi ke negeri Madinah.

Setiap peperangan ia selalu hadir bersama Rasulullah saw, Utsman adalah orang yang menuliskan wahyu yang diturunkan Allah kepada Rasul pada masa pemerintahan Abu Bakar hingga sampai pada zaman pemerintahan Umar.

Terpilihnya Utsman Menjadi Khalifah Pasca Umar bin Khattab wafat, orang-orang yang dipilih Umar sebelumnya (pada saat sakit) membentuk sebuah tim formatur yang terdiri dari enam orang calon untuk diangkat sebagai khalifah baru, yaitu Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thalhah, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Abdullah.

Masa pemerintahan Utsman ialah merupakan masa pemerintahan terpanjang yaitu selama 12 tahun (24-36 H/644-656 M), tetapi sejarah mencatat tidak seluruh masa kekuasaannya menjadi saat yang baik dan sukses baginya.

Pada masa khalifah Utsman bin Affan terdapat ketidakseragaman qira’at dan menimbulkan perpecahan, sehinga pada saat itu dipandang perlu untuk ditertibkan. Orang pertama yang mensinyalir adanya perpecahan adalah sahabat Huzaifah ibnu Yaman. Sementara pencapaian beliau tidak sampai disitu, bahkan beliau meninggalkan jejak peradaban yang bermakna dalam kehidupan manusia saat itu hingga sekarang.

4. Ali Bin Abi Thalib

Ali ibnu Abi Thalib ibnu Abdul Muthalib ibnu Hasyim. Ali adalah putera putra Abu Thalib, paman Rasulullah. Nama ibunya adalah Fatimah.

(7)

Ali dilahirkan sepuluh tahun sebelum Nabi saw. yang diutus oleh Allah menjadi rasul. Sejak kecil ia telah dididik dalam rumah tangga Nabi saw.

segala peperangan yang ditempuh oleh Nabi juga diikuti oleh Ali, kecuali pada peperangan Tabuk sebab ia disuruh menjaga kota madinah. Dalam kebanyakan peperangan besar, Ali yang membawa bendera. Ali termasyhur gagah berani, tangkas dan perwira, amat pandai bermain pedang. Abu hurairah meriwayatkan bahwa umar ibnu al-Khattab berkata,

“Ali ibnu Abi Thalib adalah orang yang paling pandai menghukum di antara kami semuanya.

Khalifah Ali bin abi thalib merupakan orang yang pertama kali masuk Islam dari kalangan anak-anak. Nabi Muhammad semenjak kecil diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib, kemudian setelah kakeknya meninggal dia asuh oleh paman nya Abu Thalib. Karena Rasulullah hendak menolong dan membalas jasa pamannya, maka Ali diasuh oleh Nabi saw. Ketika pada masa Kekhalifahan Abu Bakar, Rasulullah selalu mengajak Ali untuk memusyawarahkan masalah-masalah penting. Begitu pula Umar bin Khattab tidak mengambil kebijaksanaan atau melakukan tindakan tanpa musyawarah dengan Ali.

Terpilihnya Ali Menjadi Khalifah Tentunya suara terbanyak dan yang berkuasa setelah Utsman tergenggam di tangan kaum pemberontak itu sendiri adalah Ali. Pada saat itu Ali medapatkan banyak dukungan dari sahabat senior dan juga para pemberontak pada masa khalifah Utsman.

Pada waktu pembaiatan Ali berpidato setelah diangkat untuk menjadi khalifah, yaitu, “Wahai manusia, kamu telah membaiatku sebagaimana yang telah kamu lakukan kepada khalifah-khalifah yang lebih dahulu daripadaku. Aku hanya boleh menolak sebelum jatuh pilihan. Apabila pilihan telah jatuh, menolak tidak boleh lagi.

Pada masa kekuasaan para khulafaur Rasyidin, banyak kemajuan peradaban telah dicapai. Diantara pemikiran yang menonjol pada masa khulafaur Rasyidin adalah sebagai berikut:

1. Menjaga keutuhan Al-Qur`an Al-Kariim dan mengumpulkannya dalam bentuk mushaf pada masa Abu Bakar.

2. Memberlakukan mushaf standar pada masa Utsman bin Affan

3. Keseriusan mereka untuk mencari mencari serta mengajarkan Al- Qur`an dan Sunnah. Maka dari itu pada masa Utsman, sahabat-sahabat mulai menyebar kepelosok untik menyiakan Agama Islam dengan berpegang teguh pada Al-Qur`an dan As-Sunnah.

4. Sebagian orang yang tidak senang kepada Islam, terutama dari pihak orientalis abad ke 19 banyak yang mempelajari fenomena Futuhuhat al-Islamiyah.

5. Islam pada masa awal tidak mengenal pemisahan antara dakwah dan negara, antara Da’i maupun panglima. Tidak dikenal orang yang berprofesi sebagai da’i.

(8)

Pertemuan Ke-4

A. Dinasti Umayyah (661-750 M) 1. Pendirian Dinasti Umayyah

Kerajaan bani umayyah didirikan oleh muawiyah bin abu sufyan pada tahun 41h/661 m di damaskus dan berlangsung hingga pada tahun 132 h/

750 M. Muawiyah bin abu sufyan adalah seorang politisi handal di mana pengalaman politiknya sebagai gubernur syam pada zaman khalifah usman bin affan cukup mengantarkan dirinya mampu mengambil alih kekuasaan dari genggaman keluarga ali bin abi thalib. Kekuasaan dan kejayaan. Dinasti bani umayyah mencapai puncaknya di zaman al-walid.

Dan sesudah itu kekuasaan mereka menurun. Turunan nabi dipanggil dengan keluarga hasyim (bani hasyim), sedangkan keturunan umayyah disebut dengan keluarga umayyah (bani umayyah). Oleh karena itu, muawiyah dinyatakan sebagai pembangun dinasti umayyah. Dilihat dari sejarahnya, bani umayyah memang begitu kental dengan kekuasaan.

Hal ini berlanjut pada masa khulafa’ al-rasyidin, yazid bin abi sufyan ditunjuk oleh abu bakar memimpin tentara islam untuk membuka daerah syam. Dan masa khalifah umar diserahi jabatan gubernur di damaskus. Hal yang sama dilakukan umar adalah menyerahkan daerah yordania kepada muawiyah.

2. Pola Pemerintahan Bani Umayyah

Keberhasilan muawiyah mendirikan dinasti umayyah bukan hanya akibat dari kemenangan diplomasi Siffin dan terbunuhnya Khalifah Ali, akan tetapi ia memiliki basisrasional yang solid bagi landasan pembangunan politiknya di masa depan.

Walaupun muawiyah mengubah sistem pemerintahan dari musyawarah menjadi monarki, namun dinasti ini tetap memakai gelar Khalifah. Namun, ia memberikan interpretasi baru untuk mengagungkan jabatan tersebut.

Dia menyebutnya ‘Khalifah Allah”dalam pengertian “penguasa” yang diangkat Allah dalam memimpin umat denganmengaitkannya kepada al- Qur’an (Q.S. al-Baqarah/2:30).

3.

Ekspansi Wilayah Dinasti Umayyah

Seiring berjalannya waktu, Muawiyah berhasil meredam perlawanan dari kaum yang menolaknya. Pemerintahan Muawiyah ini tidak hanya ditandai dengan terciptanya konsolidasi internal, tetapi juga perluasan wilayah Islam. Pada masa pemerintahannya, peta kekuasaan Islam melebar ke arah Timur sampai Kabul, Kandahar, Ghazni, Balakh, bahkan sampai kota Bukhara. Selain itu, Kota Samarkand dan Tirmiz menjadi wilayah kekuasaannya.

Mengenai ekspansi pada masa Dinasti Umayyah, ahmad ayalabi mengatakan dalam kitabnya, Mausu’at al-Tarikh al-Islami, bahwa ekspansi yang dilakukan pada masa Dinasti Umayyah meliputi tiga front penting, yaitu:

(9)

1) Front pertempuran melawan bangsa Romawi di Asia Kecil. Di masa pemerintahan bani umayyah, pertempuran di front ini telah meluas sampai kepada pengepungan terhadap kota konstantinopel dan penyerangan terhadap beberapa pulau di sekitar laut tengah.

2) Front afrika utara. Front ini meluas sampai ke pantai Atlantik dan kemudian menyeberangi selat Jabal Thariq (Gibraltar) sampai ke spanyol (Andalusia).

3) Front Timur. Front ini meluas mulai dari Irak menuju timur yang kemudian terbagi kepada dua cabang, yang satu menuju ke utara, ke daerah-daerah di seberang sungai Jihun, serta yang kedua menuju ke selatan, meliputi daerah Sind, wilayah India di bagian Barat.

Tidak diragukan lagi bahwa front pertama ini menjadi front ekspansi terpenting bagi Dinasti Umayyah, di mana kota Damaskus dijadikan sebagai ibu kota Daulah Islamiyyah. Muawiyah menjadi gubernur Suriah sejak masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Sejak saat itu, ia merasa bertanggungjawab atas keamanan dan ketentraman penduduk Suriah.

Maka tak heran, jika Umayyah (Muawiyah) berkewajiban untuk mempertahankan wilayahnya sekaligus menghalau para musuh agar menjauh darinya. elama terjadinya fitnah sebelum eranya Muawiyah, yang mana mencakup beberapa tahun terakhir masa kekhalifahan Utsman bin Affan dan juga kekhalifahan Ali bin Abi Thalib, berbuah positif bagi bangsa Romawi, yang kemudian mereka mendapatkan kembali sebagian wilayah dari Armenia yang sebelumnya telah ditaklukkan tentara Islam.

Selanjutnya, ketika fitnah tersebut menghilang, Muawiyah lalu bergegas untuk lebih meningkatkan kekuatan pertahanan tentaranya.

Sehingga jumlah angkatan lautnya mencapai 1700 buah perahu yang dilengkapi dengan senjata dan keahlian individual para tentaranya. Ia lalu melancarkan serangan ke bagian timur Laut Mediterania (Mediterranean Sea), sehingga berhasil merebut kota Rhodes (53 H) dan Crete (54 H), sebagaimana mereka telah menyerang pulau Sicilia dan pulau kecil bernama Arwad, dekat Konstantinopel, selanjutnya pulau Cyprus yang telah Muawiyah taklukkan pada masa khalifah Utsman.

Setelah Muawiyah dan pasukannya berhasil menguasai daratan di Konstantinopel, mereka pun bergegas menuju wilayah perairan dengan maksud untuk menaklukkannya juga. Muawiyah lalu mempersiapkan sekitar 100 buah kapal perang yang memuat berbagai senjata lengkap dengan pasukannya, tujuannya adalah untuk mengepung sebuah kota dekat dengan Konstantinopel. Kemudian, pasukan Muslimin pun berlayar menuju laut Marmarah (Sea of Marmara) dengan mendapatkan banyak kemenangan yang gemilang.

Pertemuan Ke-5

A. Dinasti Abbasiyyah ( 750 – 1258 M) 1. Pendirian Dinasti Abbasiyah

(10)

Dinasti Abbasiyah didirikan pada tahun 132 H/750 M oleh Abul Abbas Ash-shaffah, dan sekaligus sebagai khalifah pertama. Kekuasaan Bani Abbas melewati rentang waktu yang sangat panjang, yaitu lima abad dimulai dari tahun 132-656 H/750-1258 M. Berdirinya pemerintahan ini dianggap sebagai kemenangan pemikiran yang pernah dikumandangkan oleh bani Hasyim (alawiyun) setelah meninggalnya Rasulullah dengan mengatakan bahwa yang berhak berkuasa adalah keturunan Rasulullah dan anak-anaknya.

Kelahiran bani Abbasiyah erat kaitannya dengan gerakan oposisi yang di lancarkan oleh golongan syi'ah terhadap pemerintahan Bani Umayyah.

Golongan Syi'ah selama pemerintahan Bani Umayyah merasa tertekan dan tersingkir karena kebijakan-kebijakan yang di ambil pemerintah.

2. Pola Pemerintahan Pada Masa Dinasti Abbasiyah

Pada zaman Abbasiyah, konsep kekhalifahan berkembang sebagai sistem politik. Menurut pandangan para pemimpin dinasti Abbasiyah, kedaulatan yang ada pada pemerintahan (khalifah) adalah berasal dari Allah.

Hal ini dapat dilihat dengan perkataan al-Mansur "saya adalah sultan Tuhan diatas buminya". Pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan social, politik, ekonomi dan budaya yang terjadi disetiap masa tersebut. Dinasti Abbasiyah dibagi menjadi 5 fase pemerintahan, dan sistem politik yang dijalankan oleh dinasti Abbasiyah I adalah :

1. Para khalifah tetap dari keturunan arab, sedang para Menteri, panglima, gubernur, dan para pegawai lainnya dipilih dari keturunan Persia dan mawali.

2. Kota Baghdad digunakan sebagai ibu kota negara, yang menjadi pusat kegiatan politik, ekonomi, social dan kebudayaan.

3. Ilmu pengetahuan dipandang sebagai suatu yang sangat penting dan mulia.

4. Kebebasan berfikir sebagai hak asasi manusia yang diakui sepenuhnya.

5. Para Menteri turunan Persia diberi kekuasaan penuh untuk menjalankan tugasnya dalam pemerintahan

Selanjutnya, dinasti Abbasiyah dalam periode II, III, dan IV mengalami penurunan terhadap politik nya terutama kekuasaan politik sentral. Hal ini dikarenakan negara-negara bagian sudah tidak menghiraukan pemerintahan pusat, kecuali politik saja.

3. Ekspansi Wilayah Dinasti Abbasiyyah

Khalifah Abu Ja’far Al-Manshur berusaha menaklukkan kembali daerah-daerah yang sebelumnya membebaskan diri dari pemerintah pusat dan memantapkan keamanan daerah pembatasan. Di antara usaha- usahanya tersebut adalah merebut benteng-benteng di Asia, kota malatia, wilayah coppadocia, dan cicilia pada tahun 756-758 M. Ke Utara, bala

(11)

tentaranya melintasi pegunungan Taurus dan mendekati selat Bosporus. Di pihak lain, dia berdamai dengan kaisar Constantine V dan selama genjatan senjata 758-765 M, Bazantium membayar upeti tahunan. Daerah kekuasaan Bani Abbasiyah sama dengan daerah kekuasaan bani umayyah, tetapi tidak termasuk Andalusia.

Di samping itu, berbeda dari daulat Bani Umayyah, dalam penggunaan khalifah disebut “Khalifah Allah”, artinya penguasa yang diangkat oleh Allah. dalam dinasti abbasiyah, khalifah-khalifah abbasiyah memakai

“gelar tahta”, seperti Al-Manshur adalah “gelar tahta” Abu Ja’far. “gelar tahta” itu lebih populer daripada nama yang sebenarnya.

Pertemuan Ke-6

A. Pusat-Pusat Peradaban Islam 1. Baghdad (Irak)

Bagdad (دادغغغب) adalah ibu kota Irak dan provinsi Bagdad. Bagdad merupakan kota terbesar kedua di Asia Barat Daya setelah Teheran, dengan populasinya pada 2003 diperkirakan mencapai 5.772.000. Terletak pada Sungai Tigris pada 33°20 utara dan 44°26 timur. Pada abad ke-8 dan 9, Bagdad dianggap sebagai kota terkaya di dunia. Para pedagang Tiongkok, India, dan Afrika Timur bertemu di sini, bertukaran benda- benda kebudayaannya dan melambungkan Bagdad menjadi renaisans intelektual.

Pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah, baghdad menjadi pusat kegiatan intelektual, musik, puisi, kesastraan dan filsafat mulai berkembang. Sinar ilmu pengetahuan tambah bercahaya yang demikian karena negara-negara bagian dari kerajaan Islam raya berlomba-lomba dalam memberi kedudukan terhormat kepada para ulama dan para pujangga. Pada awal sejarahnya, ilmu-ilmu berkembang dalam bidang qira’ah, tafsir dan hadits dan kemudian menyusul ilmu fiqh. Ilmu-ilmu ini bertambah subur, sesuai dengan evolusi kemajuan masyarakat. Telah diketahui bahwa ilmu fiqh telah matang dan berkembang kaidah- kaidahnya pada masa daulat Abbasiyah II.

2. Kairo (Mesir)

Kairo adalah kota kontras, dengan pencakar-pencakar langit modern berdampingan dengan bangunan-bangunan Romawi kuno, pemakaman dari para Khalifah, benteng-benteng dan 260 buah masjid. Kairo, ibukota Mesir modern, terletak di atas sungai Nil. Khalifah Muiz segera mendirikan kota Kairo pada tahun 359 H. Kota ini dibangun diatas sebidang tanah seluas 170 ha. Dikelilingi oleh pagar batu bata yang berbentuk bujur sangkar dengan panjang sisinya 1200 yard. Sejarah kota Kairo bermula dari penaklukan Islam atas Mesir oleh Amru bin Ash pada tahun 21 H.

(12)

Amru bin Ash telah mendirikan kota Fusthath yang terletak disebelah utara benteng Babilion, tempat utara Amru bin Ash mendirikan kemah untuk pertama kali. Setelah pemeritah Islam berpindah ke dinasti Bani Abbas, mereka mendirikan ibu kota baru yang terletak di arah timur laut dari kota Fusthath dan mereka namai dengan Al-Hamra’ Al Qushwa.

3. Isafah (Persia)

Isfahan ialah kota terkenal di Persia, pernah menjadi ibu kota kerajaan Safawi.Ardasir, raja Persia pernah membangun irigasi untuk pengaturan air dari sungai Zandah, bernama Zirrin Rod, berarti sungai emas. Hingga sekarang perekonomian negeri ini sangat bergantung kepada pertanian kapas, candu, dan tembakau. Pada tahun 625 H, terjadi pertempuran disini, ketika tentara-tentara Mongol menyerbu negeri-negeri Islam dan menjadikan Isfahan sebagai salah satu bagian dari wilayah kekuasaan Mongol itu. Setelah itu kota ini dikuasai oleh kerajaan Usmani tahun 955 H, Pada tahun 1141 H, kota ini berada dibawah kekuasaan Nadir Syah. Ketika raja Safawi , Abbas I menjadikan Isafan sebagai ibu kota kerajaannya, kota ini menjadi kota luas dan ramai dengan penduduk.

4. Delhi (India)

Delhi adalah ibu kota kerajaan-kerajaaan Islam di India sejak tahun 608 H sampai kerajaan Mughal runtuh oleh Inggris tahun 1858. Delhi juga menjadi pusat kebudayaan dan peradaban Islam di India. Sebelum Islam masuk, Delhi berada di bawah kekuasaan keturunan Johan rajput. Tahun 589 H kota ini ditaklukkan oleh Qutb Al-Din Aybak dan tahun 602 H ini dijadikan ibu kota kerajaan tersendiri olehnya. Seni Arsitektur merupakan bidang yang mencapai kemajuan terbesar kerajaan Mughal. Sejumlah bangunan peninggalan Mughal yang sangat indah dan mengagumkan masih dapat kita saksikan hingga sekarang. Sedangkan pada Dinasti Mamluk mendirikan sebuah menara setinggi 257 kaki (Qutb Manar) dan sebuah Masjid bernama “Qutb Al-Islam. Mamluk juga memperluas tembok kota Hindu (kil’a Ray Pithora). Dinasti Khalji memperluas benteng Lalkot yang lama dengan maksud mempertahankan kota dari serangan bangsa Mongol. Dinasti ini juga mendirikan sebuah istana megah tersendiri.

5. Samarkand dan Bukhara (Transoxania)

Kota ini beberapa kali diduduki oleh Iskandar ketika ia dan pasukannya berperang melawan Spitamenes. Tapi

(13)

menurut bangsa Arab, Iskandarlah yang mendirikan kota itu.Setelah tahun 323 M, kota ini menjadi bagian dari sebuah kekuasaan yang berpusat di Bactria. Setelah itu, disana berdiri kerajaan Graeco-Bactrion (Bactria Yunani) pada masa Anthiochus II Theos. Dilihat dari bangunan- bangunan kuno, pengaruh Persia sudah lama tertanam disana. Pengaruh Cina juga besar. Sebelum Islam datang disana sudah terdapat tempat ibadah agama Budha.

Usaha-usaha Islam dalam ekspansi ke negeri ini selalu gagal, kecuali setelah Qutaibah ibn Muslim ditunjuk sebagai gubernur Khurasan.

Pada tahun 204 H, Al-Ma’mun , khalifah dari Bani Abbas di Baghdad menyerahkan semua urusan pemerintahan negeri Transoxiana, khususnya Samarkand dan Bukhara kepada keluarga Asad ibn Saman. Sejk itu, dua kota ini berada di bawah kekuasaan dinasti Samaniah. Samarkand menjadi daerah yang sangat makmur dan sejahtera. Ia menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan Islam.

Penghasilan utama kota Samarkand adalah kertas Samarkand yang terkenal. Sedangkan kota Bukhara terkenal dengan perdagangan dan industri tenunnya. Di Samarkand terdapat makam terkenal, yaitu makam Qasim ibn Abbas (pembawa agama Islam ke negeri ini pada masa Khlaifah Usman bin Affan).

Pertemuan Ke-7

A. Daulah dimasa peradaban islam 1. Daulah Buaihi

Referensi

Dokumen terkait

Pada masa Khalifah Utsman bin Affan, perkembangan ilmu pengetahuan Islam sudah berkembang maju terbukti dengan hasil yang dicapai khalifah Utsman yaitu;

Sebelum meninggal, Umar bin Khattab membentuk dewan formatur yang bertugas memilih penggantinya kelak, yaitu Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan, Sa’ad bin Abi Waqqash,

Abstrak: Khalifah Umar bin Khattab adalah sang inspirator. Gaya kepemimpinannya tidak ingin membiarkan umatnya sengsara. Dengan sikap tegas dan bijaksana, beliau

b.. Kebijakan ini diterapkan Khalifah Umar bin Khattab pada saat wilayah kekuasaan Islam semakin luas seiring dengan banyaknya daerah yang berhasil ditaklukkan, baik melalui

•Seterusnya pada zaman Khalifah Umar bin Al-Khattab sumber pendidikan Islam telah bertambah iaitu dengan menerima ilmu dan tamadun dari sumber luar yang tidak bertentangan dengan

Setelah Abu Bakar wafat mushaf tersbt kemudian disimpan oleh Umar bin Khattab hingga ia wafat, kemudian mushaf tersebut berada pada Hafshah binti Umar.68 Pada tahun 20 H, Khalifah

Jika peserta didik dapat menuliskan wilayah-wilayah yang ditaklukkan oleh khalifah Umar bin Khattab pada masa pemerintahannya dengan benar dan lengkap, skor 6.. Jika peserta didik dapat

Menurut keterangan Khalifah Umar, Ibnu Umar, Umar bin Abdul Aziz dan lain-lainnya, bahwa zakatnya itu 2,5% Pada amalnya Khalifah-khalifah Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz,