• Tidak ada hasil yang ditemukan

DOKUMEN STATISTIK KEPERAWATAN

N/A
N/A
Kamaruddin Tone

Academic year: 2024

Membagikan "DOKUMEN STATISTIK KEPERAWATAN"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

STATISTIK KEPERAWATAN STATISTIK KEPERAWATAN

A.

A.

  

Statistik Deskriptif00Statistik Deskriptif00

Adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara Adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Termasuk dalam statistik deskriptif antara lain adalah penyajian data generalisasi. Termasuk dalam statistik deskriptif antara lain adalah penyajian data melalui tabel, grafik, diagram, modus, mean, median, dan presentase.

melalui tabel, grafik, diagram, modus, mean, median, dan presentase.  

B.

B.

  

Statistik InferensialStatistik Inferensial Adalah teknik statistik

Adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel danyang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik ini akan cocok digunakan bila hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik ini akan cocok digunakan bila sampel diambil dari populasi yang jelas, dan teknik pengambilan sampling diambil sampel diambil dari populasi yang jelas, dan teknik pengambilan sampling diambil secara random. Contohnya seperti Uji T, Uji Chi Square, Uji Wilcoxon, Uji Mann secara random. Contohnya seperti Uji T, Uji Chi Square, Uji Wilcoxon, Uji Mann Whitney, Spearman rank.

Whitney, Spearman rank.  

1)

1)     St  Sta attist istik No ik Non-Pa n-Para ram me ettri ri ss

Statistik ini digunakan pada skala ordinal dan nominal, data sampel tidak Statistik ini digunakan pada skala ordinal dan nominal, data sampel tidak  berdistribusi normal (jika datanya interval

 berdistribusi normal (jika datanya interval atau rasio).atau rasio).

a

a))    UJI CH UJI CH I I SQ SQUA UARE RE

Chi square adalah salah satu uji komparatif dan uji hubungan non parametrik yang Chi square adalah salah satu uji komparatif dan uji hubungan non parametrik yang dilakukan pada 2 variabel. Jika

dilakukan pada 2 variabel. Jika uji hubungan klik Contigency Coefficient. Keduauji hubungan klik Contigency Coefficient. Kedua variabel adalah NOMINAL.

variabel adalah NOMINAL.  

Pengambilan Keputusan Pengambilan Keputusan Macam Statistik

Macam Statistik untuk analisa untuk analisa

data data

Statistik Deskriptif Statistik Deskriptif

Statistik Inferensial Statistik Inferensial

Statistik Non Parametris Statistik Non Parametris

Statistik Parametris Statistik Parametris

(2)

a.

a.

  

Jika nilai AsJika nilai Asymp. Sig. < 0,05 , maka terdapat ymp. Sig. < 0,05 , maka terdapat hubungan yanghubungan yang signifikan antara baris dan kolom.

signifikan antara baris dan kolom.

 b.

 b.

  

Jika nilai Asymp. Sig. > Jika nilai Asymp. Sig. > 0,05 , maka tidak 0,05 , maka tidak terdapat hubunganterdapat hubungan yang signifikan antara baris dan kolom.

yang signifikan antara baris dan kolom.

Soal 1:

Soal 1:

Seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara pemberian Seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara pemberian makanan tambahan dini dengan pertumbuhan berat badan bayi di Puskesmas YY.

makanan tambahan dini dengan pertumbuhan berat badan bayi di Puskesmas YY.

Untuk itu dipilih responden bayi usia 4 bulan dan ibu bayi. Ibu bayi diberi kuesioner Untuk itu dipilih responden bayi usia 4 bulan dan ibu bayi. Ibu bayi diberi kuesioner dan bayi ditimbang berat badannya. Adapun variable dalam penelitian ini

dan bayi ditimbang berat badannya. Adapun variable dalam penelitian ini a.

a.

  

Pemberian makanan tambahanPemberian makanan tambahan Kategori :

Kategori :

  

Pemberian makanan tambahan dini yaitu bila ibuPemberian makanan tambahan dini yaitu bila ibu memberi makan pada bayi selain ASI dan PASI seperti memberi makan pada bayi selain ASI dan PASI seperti makanan lumat sebelum berusia 4 bulan

makanan lumat sebelum berusia 4 bulan

  

Pemberian makanan tambahan sesuai usia yaituPemberian makanan tambahan sesuai usia yaitu  pemberian makanan sela

 pemberian makanan selain ASI dan in ASI dan PASI di PASI di atas usia atas usia 44  bulan

 bulan Skala Pengukuran : Nominal Skala Pengukuran : Nominal

 b.

 b.

  

Pertumbuhan berat badan bayiPertumbuhan berat badan bayi Kategori :

Kategori :

  

Pertumbuhan berat badan bayi normal yaitu bila beratPertumbuhan berat badan bayi normal yaitu bila berat  badan bayi berada di garis hijau KMS

 badan bayi berada di garis hijau KMS

  

Pertumbuhan berat badan bayi tidak normal yaitu bilaPertumbuhan berat badan bayi tidak normal yaitu bila  berat badan bayi di atas atau di bawah garis hijau KMS  berat badan bayi di atas atau di bawah garis hijau KMS Skala Pengukuran : Nominal

Skala Pengukuran : Nominal

Data hasil pengukurann terhadap ibu dan bayi dapat dilihat pada Tabel 1.

Data hasil pengukurann terhadap ibu dan bayi dapat dilihat pada Tabel 1.

Kode Pemberian makanan tambahan Kode Pemberian makanan tambahan 1 = Pemberian makanan tambahan dini 1 = Pemberian makanan tambahan dini

0 = Pemberian makanan tambahan sesuai usia 0 = Pemberian makanan tambahan sesuai usia Kode Pertumbuhan berat badan bayi

Kode Pertumbuhan berat badan bayi

(3)

1 = Pertumbuhan berat badan bayi normal 1 = Pertumbuhan berat badan bayi normal 2 = P

2 = Pertumbuhan berat ertumbuhan berat badan bayi badan bayi tidak tidak normalnormal Tabel 1.

Tabel 1.

Data Responden Ibu dan Bayi di

Data Responden Ibu dan Bayi di Puskesmas YYPuskesmas YY

No No

Jenis Jenis Kelamin Kelamin

bayi bayi

Usia Usia Ibu Ibu

Pendidikan Pendidikan

Terakir Terakir

Ibu Ibu

Pemberian Pemberian

ASI ASI ekslusif ekslusif

Pemberian Pemberian makanan makanan terlalu dini terlalu dini

Pertumbuhan Pertumbuhan

BB bayi BB bayi

1

1 L L 29 29 SMA SMA Tidak Tidak ASI ASI Sesuai Sesuai umur umur Tidak Tidak NormalNormal 2

2 L L 22 22 SMP SMP ASI ASI Sesuai Sesuai umur umur NormalNormal 3

3 L L 24 24 SMA SMA Tidak Tidak ASI ASI Sesuai Sesuai umur umur Tidak Tidak NormalNormal 4

4 L L 21 21 SMA SMA Tidak Tidak ASI ASI Dini Dini Tidak Tidak NormalNormal 5

5 L L 28 28 PT PT Tidak Tidak ASI ASI Dini Dini Tidak Tidak NormalNormal 6

6 L L 28 28 PT PT ASI ASI Dini Dini NormalNormal 7

7 L L 26 26 PT PT Tidak Tidak ASI ASI Sesuai Sesuai umur umur NormalNormal 8

8 L L 25 25 SMA SMA Tidak Tidak ASI ASI Dini Dini Tidak Tidak NormalNormal 9

9 L L 22 22 SMA SMA Tidak Tidak ASI ASI Sesuai Sesuai umur umur Tidak Tidak NormalNormal 10

10 L L 29 29 PT PT ASI ASI Sesuai Sesuai umur umur NormalNormal 11

11 L L 32 32 SMA SMA Tidak Tidak ASI ASI Dini Dini Tidak Tidak NormalNormal 12

12 L L 28 28 SMA SMA Tidak Tidak ASI ASI Sesuai Sesuai umur umur NormalNormal 13

13 L L 27 27 PT PT Tidak Tidak ASI ASI Dini Dini NormalNormal 14

14 L L 27 27 PT PT Tidak Tidak ASI ASI Dini Dini Tidak Tidak NormalNormal 15

15 L L 26 26 SMA SMA ASI ASI Sesuai Sesuai umur umur NormalNormal 16

16 L L 23 23 SMA SMA Tidak Tidak ASI ASI Dini Dini Tidak Tidak NormalNormal 17

17 L L 24 24 SMA SMA Tidak Tidak ASI ASI Sesuai Sesuai umur umur NormalNormal 18

18 P P 23 23 SMP SMP ASI ASI Dini Dini Tidak Tidak NormalNormal 19

19 P P 35 35 PT PT Tidak Tidak ASI ASI Sesuai Sesuai umur umur Tidak Tidak NormalNormal 20

20 P P 24 24 PT PT Tidak Tidak ASI ASI Sesuai Sesuai umur umur NormalNormal 21

21 P P 29 29 SMA SMA Tidak Tidak ASI ASI Dini Dini Tidak Tidak NormalNormal

22 P

22 P 22 22 SMA SMA Tidak Tidak ASI ASI Dini Dini NormalNormal 23

23 P P 32 32 PT PT ASI ASI Sesuai Sesuai umur umur NormalNormal 24

24 P P 20 20 SMA SMA Tidak Tidak ASI ASI Sesuai Sesuai umur umur NormalNormal

(4)

25

25 P P 27 27 PT PT Tidak Tidak ASI ASI Dini Dini Tidak Tidak NormalNormal 26

26 P P 27 27 SMP SMP Tidak Tidak ASI ASI Dini Dini Tidak Tidak NormalNormal 27

27 P P 38 38 SMA SMA Tidak Tidak ASI ASI Sesuai Sesuai umur umur NormalNormal 28

28 P P 28 28 SMA SMA Tidak Tidak ASI ASI Dini Dini Tidak Tidak NormalNormal 29

29 P P 25 25 SMA SMA ASI ASI Sesuai Sesuai umur umur NormalNormal 30

30 P P 27 27 PT PT Tidak Tidak ASI ASI Dini Dini Tidak Tidak NormalNormal

Berdasarkan data yan telah diperoleh pada Tabel 1, terdapat langkah-langkah Berdasarkan data yan telah diperoleh pada Tabel 1, terdapat langkah-langkah sebagai berikut :

sebagai berikut :

1)

1)

  

Uji Statistik DeskriptifUji Statistik Deskriptif

  

Pilih Pilih Analyze Analyze Descriptive Descriptive Statistics Statistics Frequencies.Frequencies.

  

Lalu masukkan variabel ke tabel variable(s). Klik Statistics,Lalu masukkan variabel ke tabel variable(s). Klik Statistics, ceklist Mean, Median, Minimum, dan Maximum, ceklist Mean, Median, Minimum, dan Maximum, kemudian klik Continue dan klik OK.

kemudian klik Continue dan klik OK.

(5)

  

Setelah melakukan langkah-langkah tersebut, makaSetelah melakukan langkah-langkah tersebut, maka diperoleh hasil output dibawah ini :

diperoleh hasil output dibawah ini :

(6)

KESIMPULAN : KESIMPULAN :  

Berdasakan output SPSS diketahui bahwa sebagian besar responden Berdasakan output SPSS diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki bayi laki-laki sebanyak 56,7%, dan rata-rata umur Ibu yang menjadi memiliki bayi laki-laki sebanyak 56,7%, dan rata-rata umur Ibu yang menjadi responden adalah 27 tahun. Selain itu dapat diketahui juga pendidikan terakhir ibu responden adalah 27 tahun. Selain itu dapat diketahui juga pendidikan terakhir ibu adalah rata-rata SMA dengan persentase sebanyak 53%. Selanjutnya dapat dilihat adalah rata-rata SMA dengan persentase sebanyak 53%. Selanjutnya dapat dilihat

(7)

 bahwa

 bahwa rata-rata rata-rata ibu ibu tidak tidak memberikan memberikan ASI ASI ekslusif ekslusif kepada kepada bayi bayi hanya hanya sekitarsekitar 23,3% kepada bayi.

23,3% kepada bayi.

2)

2)

  

Statistik Inferensial (UJI CHI SQUARE)Statistik Inferensial (UJI CHI SQUARE)

  

Pilih Pilih Analyze Analyze Descriptive Descriptive Statistics Statistics CrosstabsCrosstabs  

  

Setelah itu, pindahkan 1 variabel ke row dan lainnya keSetelah itu, pindahkan 1 variabel ke row dan lainnya ke column.

column.  

  

Klik Klik statistics statistics Chi Chi Square Square & & Contigency Contigency CoefficientCoefficient   Continue.

Continue.  

  

Klik OK Klik OK   
(8)

  

Setelah melakukan langkah-langkah tersebut, makaSetelah melakukan langkah-langkah tersebut, maka diperoleh hasil output dibawah ini :

diperoleh hasil output dibawah ini :

(9)

KESIMPULAN : KESIMPULAN :

  

Dari hasil analisa data dapat diketahui bahwa 15 bayiDari hasil analisa data dapat diketahui bahwa 15 bayi yang mendapatkan makanan tambahan dini, ada 12 yang mendapatkan makanan tambahan dini, ada 12  bayi

 bayi (40%) (40%) diantaranya diantaranya mengalami mengalami pertumbuhan pertumbuhan BBBB tidak normal. Sedangkan dari 15 bayi yang mendapat tidak normal. Sedangkan dari 15 bayi yang mendapat makanan tambahan sesuai usia ada 4 bayi (13,3%) makanan tambahan sesuai usia ada 4 bayi (13,3%) yang mengalami pertumbuhan badan tidak normal.

yang mengalami pertumbuhan badan tidak normal.

Sehinga dapat diketahui bahwa pemberian makanan Sehinga dapat diketahui bahwa pemberian makanan tambahan dini berhubungan dengan pertumbuhan BB tambahan dini berhubungan dengan pertumbuhan BB  bayi di Puskesmas YY.

 bayi di Puskesmas YY.

  

Dari perhitungan SPSS diperoleh sig. = 0,003 < 0,05 ,Dari perhitungan SPSS diperoleh sig. = 0,003 < 0,05 , maka terdapat hubungan antara pemberian makanan maka terdapat hubungan antara pemberian makanan terlalu dini dengan pertumbuhan BB bayi di Puskesmas terlalu dini dengan pertumbuhan BB bayi di Puskesmas YY.

YY.

  

Pemberian makanan terlalu dini berhubungan denganPemberian makanan terlalu dini berhubungan dengan  pertumbuhan

 pertumbuhan BB BB bayi bayi di di Puskesmas Puskesmas YY YY dengandengan KORELASI KUAT dengan r = 0, 471.

KORELASI KUAT dengan r = 0, 471.

(10)

b)

b)

   UJI UJI SP SPEAR EAR MAN RAN MAN RANK  K 

  

Korelasi spearman rank digunakan untuk mencari hubungan atau untuk menguji Korelasi spearman rank digunakan untuk mencari hubungan atau untuk menguji signiikan hipotesis asosiatif bila masing-masing variabel yang dihubungkan signiikan hipotesis asosiatif bila masing-masing variabel yang dihubungkan  berbentuk ordinal. Tujuannya 1) melihat tingkat kekuatan hubungan 2 var

 berbentuk ordinal. Tujuannya 1) melihat tingkat kekuatan hubungan 2 variabel, 2)iabel, 2) melihat arah ubungan 2 variabel, 3) melihat apakah hubungan tersebut tentang melihat arah ubungan 2 variabel, 3) melihat apakah hubungan tersebut tentang signifikan atau tidak.

signifikan atau tidak.  

Pengambilan Keputusan Pengambilan Keputusan

a.

a.

  

Jika Sig. (2-tailed) < 0,05 , maka ada hubungan yangJika Sig. (2-tailed) < 0,05 , maka ada hubungan yang signifikan antar variabel.

signifikan antar variabel.

 b.

 b.

  

Jika Sig. (2-tailed) > 0,05 , maka tidak ada hubungan yangJika Sig. (2-tailed) > 0,05 , maka tidak ada hubungan yang signifikan

signifikan antar antar variabel.variabel.

Soal 2 : Soal 2 :

Peneliti ingin mengetahui apakah terdapat

Peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibuhubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio dengan tingkat kecemasan pasca imunisasi polio pada anak tentang imunisasi polio dengan tingkat kecemasan pasca imunisasi polio pada anak di Posyandu DD tahun 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang di Posyandu DD tahun 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai Balita yang berada di Pos

mempunyai Balita yang berada di Posyandu DD sebanyak 130 orang. Pengambilanyandu DD sebanyak 130 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan

sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling teknik Simple Random Sampling  dan diperoleh sampel dan diperoleh sampel sebanyak 37 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner.

sebanyak 37 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner.

Pertama, kuesioner tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio yang dibuat Pertama, kuesioner tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio yang dibuat oleh peneliti berdasarkan teori imunisasi polio. Kedua, kuesioner tingkat oleh peneliti berdasarkan teori imunisasi polio. Kedua, kuesioner tingkat kecemasan ibu pasca imunisasi polio, dan diperoleh data pada Tabel 2.

kecemasan ibu pasca imunisasi polio, dan diperoleh data pada Tabel 2.

Tabel 2 Tabel 2 Data Ibu di Posyandu DD yang

Data Ibu di Posyandu DD yang menjadi Sampel Penelitianmenjadi Sampel Penelitian

(11)

No

No UmurUmur (tahun) (tahun)

Jumlah Jumlah

anak anak

Tingkat Tingkat kecemasan kecemasan

Tingkat Tingkat pengetahuan pengetahuan 1

1 21 21 1 1 Rendah Rendah RendahRendah 2

2 25 25 1 1 Rendah Rendah RendahRendah 3

3 26 26 1 1 Sedang Sedang SedangSedang 4

4 21 21 1 1 Sedang Sedang RendahRendah 5

5 30 30 3 3 Rendah Rendah TinggiTinggi 6

6 22 22 1 1 Rendah Rendah TinggiTinggi 7

7 19 19 1 1 Sedang Sedang SedangSedang 8

8 23 23 1 1 Sedang Sedang SedangSedang 9

9 36 36 4 4 Rendah Rendah SedangSedang 10

10 32 32 3 3 Rendah Rendah TinggiTinggi 11

11 21 21 1 1 Rendah Rendah TinggiTinggi 12

12 20 20 1 1 Rendah Rendah SedangSedang 13

13 29 29 2 2 Sedang Sedang RendahRendah 14

14 23 23 2 2 Rendah Rendah TinggiTinggi 15

15 35 35 3 3 Sedang Sedang SedangSedang 16

16 24 24 1 1 Sedang Sedang SedangSedang 17

17 32 32 3 3 Rendah Rendah TinggiTinggi 18

18 26 26 2 2 Sedang Sedang SedangSedang 19

19 28 28 2 2 Rendah Rendah SedangSedang 20

20 23 23 1 1 Sedang Sedang SedangSedang 21

21 29 29 1 1 Rendah Rendah TinggiTinggi 22

22 30 30 1 1 Sedang Sedang SedangSedang 23

23 38 38 4 4 Rendah Rendah TinggiTinggi 24

24 25 25 1 1 Rendah Rendah TinggiTinggi 25

25 20 20 1 1 Rendah Rendah TinggiTinggi 26

26 23 23 1 1 Rendah Rendah TinggiTinggi 27

27 24 24 1 1 Sedang Sedang RendahRendah 28

28 20 20 1 1 Rendah Rendah TinggiTinggi 29

29 22 22 1 1 Rendah Rendah TinggiTinggi

(12)

30

30 27 27 2 2 Sedang Sedang RendahRendah 31

31 24 24 1 1 Rendah Rendah TinggiTinggi 32

32 28 28 2 2 Rendah Rendah TinggiTinggi 33

33 25 25 1 1 Rendah Rendah TinggiTinggi 34

34 22 22 1 1 Sedang Sedang SedangSedang 35

35 35 35 2 2 Tinggi Tinggi RendahRendah 36

36 32 32 3 3 Sedang Sedang RendahRendah 37

37 24 24 1 1 Sedang Sedang TinggiTinggi

Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel 2, terdapat langkah-langkah sebagai Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel 2, terdapat langkah-langkah sebagai  berikut :

 berikut :

1)

1)

  

Uji Statistik DeskriptifUji Statistik Deskriptif

  

Pilih

Pilih Analyze Analyze Descriptive Descriptive StatisticsStatistics Frequencies.

Frequencies.

  

Lalu masukkan variabel ke tabel variable(s). KemudianLalu masukkan variabel ke tabel variable(s). Kemudian ceklist Mean, Median, Maximum, dan Minimum, ceklist Mean, Median, Maximum, dan Minimum,
(13)

  

Setelah melakukan langkah-langkah tersebut, makaSetelah melakukan langkah-langkah tersebut, maka diperoleh hasil output dibawah ini :

diperoleh hasil output dibawah ini :

(14)

KESIMPULAN : KESIMPULAN :

Berdasarkan output SPSS diketahui bahwa sebagian besar resonden memiliki 1 Berdasarkan output SPSS diketahui bahwa sebagian besar resonden memiliki 1 anak sebanyak 23 orang dan rata-rata umur ibu yang menjadi responden adalah 23 anak sebanyak 23 orang dan rata-rata umur ibu yang menjadi responden adalah 23 tahun dan 24 tahun. Selain it

tahun dan 24 tahun. Selain itu, dari output SPSS dapat dilihat ju, dari output SPSS dapat dilihat juga bahwa sebagianuga bahwa sebagian rata-rata tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio berada pada stase tinggi rata-rata tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi polio berada pada stase tinggi dengan persentase sebanyak 45,9% yang mana tingkat kecemasan ibu pasca dengan persentase sebanyak 45,9% yang mana tingkat kecemasan ibu pasca imunisasi polio pada anak berada di stase rendah dengan persentase sebanyak imunisasi polio pada anak berada di stase rendah dengan persentase sebanyak 56,8%.

56,8%.

(15)

2)

2)

  

Statistik Inferensial (Uji Spearman Rank)Statistik Inferensial (Uji Spearman Rank)

  

Pilih Pilih Analyze Analyze Correlate Correlate Bivariate.Bivariate.

  

Kemudian pindahkan variabel ke kolom variables, laluKemudian pindahkan variabel ke kolom variables, lalu ceklist Spearman dan klik OK.

ceklist Spearman dan klik OK.  

  

Setelah melakukan langkah-langkah diatas, makaSetelah melakukan langkah-langkah diatas, maka diperoleh hasil output SPSS dibawah ini :

diperoleh hasil output SPSS dibawah ini :  

(16)

KESIMPULAN : KESIMPULAN :

  

Dari hasil analisa data dapat diketahui bahwa 37 ibuDari hasil analisa data dapat diketahui bahwa 37 ibu yang melakukan imunisasi polio pada anak, ada 16 ibu yang melakukan imunisasi polio pada anak, ada 16 ibu yang tidak cemas pasca imunisasi

yang tidak cemas pasca imunisasi polio dengan tingkatpolio dengan tingkat  pengetahuan yang tingg

 pengetahuan yang tinggii

  

Dari perhitungan SPSS diperoleh sig. = 0,000 < 0,05 ,Dari perhitungan SPSS diperoleh sig. = 0,000 < 0,05 , maka ada hubungan antara tingkat pengetauan ibu maka ada hubungan antara tingkat pengetauan ibu tentang imunisasi polio dengan tingkat kecemasan ibu tentang imunisasi polio dengan tingkat kecemasan ibu  pasca

 pasca imunisasi imunisasi polio polio pada pada anak anak di di Posyandu Posyandu tahuntahun 2017.

2017.

cc))    WI WI L LCOXON (Uj COXON (Uji Tan i Tand da a))

(17)

Digunakan untuk menganalisis DATA BERPASANGAN karena adanya dua Digunakan untuk menganalisis DATA BERPASANGAN karena adanya dua  perlakuan

 perlakuan yang yang berbeda. berbeda. Wilcoxon Wilcoxon digunakan digunakan bila bila DATA DATA TIDAKTIDAK BERDISTRIBUSI

BERDISTRIBUSI NORMAL. NORMAL. Selain itu uji wilcoxon Selain itu uji wilcoxon digunakan paddigunakan pada data skalaa data skala ORDINAL (dengan data berpasangan).

ORDINAL (dengan data berpasangan).

  

Pengambilan Keputusan Pengambilan Keputusan a.

a.

  

Jika nilai Sig. Jika nilai Sig. < 0,05 < 0,05 , maka , maka HH00 diterima H diterima H11 ditolak. ditolak.

 b.

 b.

  

Jika nilai Sig. > 0,05 , maka HJika nilai Sig. > 0,05 , maka H00 ditolak H ditolak H11 diterima. diterima.

Soal 3 : Soal 3 :

Seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat pengaruh senam lansia Seorang peneliti ingin mengetahui apakah terdapat pengaruh senam lansia terhadap kadar gula darah pada Lansia di BPLU QQ. Rancangan penelitian yang terhadap kadar gula darah pada Lansia di BPLU QQ. Rancangan penelitian yang digunakan adalah

digunakan adalah pre-post  pre-post one group one group test test . Pengambilan darah dilakukan sebelum. Pengambilan darah dilakukan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan senam lansia. Res

dan sesudah diberikan perlakuan senam lansia. Responden berjumlah 18 orang yangponden berjumlah 18 orang yang diberikan perlakuan berupa senam lansia secara rutin 3 kali dalam 1 minggu. Data diberikan perlakuan berupa senam lansia secara rutin 3 kali dalam 1 minggu. Data mengenai kadar gula responden dapat dilihat pada Tabel 3.

mengenai kadar gula responden dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3 Tabel 3

Data Pre-Post Kadar Gula Responden Data Pre-Post Kadar Gula Responden No

No Pre Pre PostPost

1

1 Hipoglikemik Hipoglikemik HiperglikemikHiperglikemik 2

2 Hipoglikemik Hipoglikemik NormalNormal 3

3 Hipoglikemik Hipoglikemik NormalNormal 4

4 Normal Normal NormalNormal 5

5 Normal Normal HiperglikemikHiperglikemik 6

6 Normal Normal HiperglikemikHiperglikemik 7

7 Normal Normal NormalNormal 8

8 Hiperglikemik Hiperglikemik NormalNormal 9

9 Hiperglikemik Hiperglikemik HiperglikemikHiperglikemik 10

10 Hiperglikemik Hiperglikemik HiperglikemikHiperglikemik 11

11 Hiperglikemik Hiperglikemik HiperglikemikHiperglikemik

(18)

13

13 Hiperglikemik Hiperglikemik HiperglikemikHiperglikemik 14

14 Hiperglikemik Hiperglikemik HiperglikemikHiperglikemik 15

15 Hiperglikemik Hiperglikemik HiperglikemikHiperglikemik 16

16 Hiperglikemik Hiperglikemik HiperglikemikHiperglikemik 17

17 Hiperglikemik Hiperglikemik HiperglikemikHiperglikemik

Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel 3, terdapat langkah-langkah sebagai Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel 3, terdapat langkah-langkah sebagai  berikut :

 berikut :

  

Pilih Pilih Analyze Analyze Nonparametric Nonparametric test test LegacyLegacy Dialog

Dialog 2 2 Related Related SamplesSamples

  

Pindahkan kedua variabel hasil ke kolom test paired listPindahkan kedua variabel hasil ke kolom test paired list Wilcoxon

Wilcoxon

  

Pilih Pilih Option Option Descriptive Descriptive ContinueContinue

  

Klik OKKlik OK
(19)

  

Setelah melakukan langkah-langkah diatas, makaSetelah melakukan langkah-langkah diatas, maka diperoleh hasil output SPSS dibawah ini :

diperoleh hasil output SPSS dibawah ini :  

(20)

KESIMPULAN : KESIMPULAN : Hipotesis penelitian : Hipotesis penelitian :

H

H00 = tidak ada pengaruh senam lansia terhadap kadar gula darah pada l = tidak ada pengaruh senam lansia terhadap kadar gula darah pada lansiaansia

H

H11 = ada pengaruh senam lansia terhadap kadar gula darah pada lansia = ada pengaruh senam lansia terhadap kadar gula darah pada lansia

Dalam hasil output SPSS diperoleh P = 0,096 > 0,05 , maka H

Dalam hasil output SPSS diperoleh P = 0,096 > 0,05 , maka H00 diterima artinya diterima artinya tidak ada pengaruh senam lansia terhadap kadar gula darah pada lansia di BPLU tidak ada pengaruh senam lansia terhadap kadar gula darah pada lansia di BPLU QQ.

QQ.

d

d))     MA  MA NN WH NN WH II TN TNE E Y (UJ Y (UJ I I U) U)

Uji ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan dua

Uji ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan dua sampel yang tidak berhubungansampel yang tidak berhubungan atau berpasangan satu sama lain. Data skala yang digunakan adalah Nominal dan atau berpasangan satu sama lain. Data skala yang digunakan adalah Nominal dan Ordinal.

Ordinal.

Pengambilan Keputusan Pengambilan Keputusan

a.

a.

  

Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05 maka terdapatJika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05 maka terdapat  perbedaan yang signifikan antar variabel.

 perbedaan yang signifikan antar variabel.

 b.

 b.

  

Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05 maka tidak terdapatJika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05 maka tidak terdapat  perbedaan yang signifikan antar variabel.

 perbedaan yang signifikan antar variabel.

Soal 4 : Soal 4 :

Peneliti ingin mengetahui perbedaan pemberian ASI ekslusif dan ASI non Ekslusif Peneliti ingin mengetahui perbedaan pemberian ASI ekslusif dan ASI non Ekslusif dengan perubahan berat badan bayi di puskesmas RR. Untuk itu peneliti mengambil dengan perubahan berat badan bayi di puskesmas RR. Untuk itu peneliti mengambil sampel dengan teknik

sampel dengan teknik total sampling total sampling , dimana jumlah populasi sama , dimana jumlah populasi sama dengan jumlahdengan jumlah sampel, yaitu sebanyak 38 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar sampel, yaitu sebanyak 38 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi d

observasi dan KMS. an KMS. Data Data responden responden dapat dilihat dapat dilihat pada pada Tabel 4 Tabel 4 ::

Tabel 4 Tabel 4 Data bayi yang

Data bayi yang menjadi Respondenmenjadi Responden

(21)

No

No Jenis Jenis KelaminKelamin UsiaUsia (bulan) (bulan)

Pemberian Pemberian

ASI ASI

Perubahan Perubahan Berat badan Berat badan 1

1 Laki-laki Laki-laki 2 2 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi lebihlebih 2

2 Laki-laki Laki-laki 6 6 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 3

3 Laki-laki Laki-laki 6 6 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 4

4 Laki-laki Laki-laki 5 5 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 5

5 Laki-laki Laki-laki 4 4 Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi kurangkurang 6

6 Laki-laki Laki-laki 5 5 Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 7

7 Laki-laki Laki-laki 6 6 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 8

8 Laki-laki Laki-laki 2 2 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi lebihlebih 9

9 Laki-laki Laki-laki 3 3 Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi kurangkurang 10

10 Laki-laki Laki-laki 6 6 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 11

11 Laki-laki Laki-laki 5 5 Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 12

12 Laki-laki Laki-laki 4 4 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 13

13 Laki-laki Laki-laki 4 4 Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi kurangkurang 14

14 Laki-laki Laki-laki 4 4 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 15

15 Laki-laki Laki-laki 3 3 Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 16

16 Laki-laki Laki-laki 6 6 Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 17

17 Laki-laki Laki-laki 6 6 Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 18

18 Laki-laki Laki-laki 5 5 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 19

19 Perempuan Perempuan 2 2 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 20

20 Perempuan Perempuan 3 3 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi lebihlebih 21

21 Perempuan Perempuan 3 3 Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi kurangkurang 22

22 Perempuan Perempuan 3 3 Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 23

23 Perempuan Perempuan 3 3 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 24

24 Perempuan Perempuan 4 4 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 25

25 Perempuan Perempuan 4 4 Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 26

26 Perempuan Perempuan 4 4 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 27

27 Perempuan Perempuan 5 5 Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi kurangkurang 28

28 Perempuan Perempuan 6 6 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 29

29 Perempuan Perempuan 2 2 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik

(22)

30

30 Perempuan Perempuan 3 3 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 31

31 Perempuan Perempuan 1 1 Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 32

32 Perempuan Perempuan 3 3 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi lebihlebih 33

33 Perempuan Perempuan 1 1 Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi baikbaik 34

34 Perempuan Perempuan 2 2 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi lebihlebih 35

35 Perempuan Perempuan 4 4 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi lebihlebih 36

36 Perempuan Perempuan 1 1 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi lebihlebih 37

37 Perempuan Perempuan 5 5 Non Non Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi lebihlebih 38

38 Perempuan Perempuan 5 5 Ekslusif Ekslusif Gizi Gizi kurangkurang Kode

Kode pemberian pemberian ASI ASI : : 1 1 = = ASI ASI ekslusif, ekslusif, 0 0 = = Non Non EkslusifEkslusif Kode

Kode perubahan perubahan BB BB : : 1 1 = = Gizi Gizi kurang, kurang, 2 2 = = Gizi Gizi baik, baik, 3 3 = = GiziGizi lebih

lebih

Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel 4, terdapat langkah-langkah sebagai Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel 4, terdapat langkah-langkah sebagai  berikut :

 berikut :

  

Pilih Pilih Analyze Analyze Nonparametric Nonparametric test test LegacyLegacy dialogs

dialogs 2 2 Independent Independent SamplesSamples

(23)

  

Pindahkan variabel hasil ke kolom Test Variable List danPindahkan variabel hasil ke kolom Test Variable List dan  pindahkan variabel intervensi ke grouping

 pindahkan variabel intervensi ke grouping variabel.variabel.

  

Klik Klik Define Define Group Group Ketik Ketik 1 1 pada pada grup grup 1, 1, 2 2 pada pada grupgrup 2

2 Klik Klik ContinueContinue

  

Klik Klik Options Options Descriptive Descriptive ContinueContinue

  

Pilih Pilih Mann Mann Whitney Whitney U U pada pada test test type type Klik Klik OK OK   

  

Setelah melakukan langkah-langkah diatas, makaSetelah melakukan langkah-langkah diatas, maka diperoleh hasil output SPSS dibawah ini :

diperoleh hasil output SPSS dibawah ini :  

(24)

KESIMPULAN : KESIMPULAN : Dari hasil output SPSS

Dari hasil output SPSS yang diperoleh Asyyang diperoleh Asymp. Sig.(2-tailed) = 0,007 < 0,05, mp. Sig.(2-tailed) = 0,007 < 0,05, makamaka terdapat perbedaan antara pemberian ASI Ekslusif dan ASI non Ekslusif dengan terdapat perbedaan antara pemberian ASI Ekslusif dan ASI non Ekslusif dengan  perubahan BB Bayi di Pu

 perubahan BB Bayi di Puskesmas RR.skesmas RR.

 2)

 2)     St  Sta attist istik Pa ik Param rame ettrris is

Statistik parametris memerlukan terpenuhi banyak asumsi. Asumsi yang utama Statistik parametris memerlukan terpenuhi banyak asumsi. Asumsi yang utama adalah data yang akan dianalisis harus berdistribusi normal. Selanjutnya dalam adalah data yang akan dianalisis harus berdistribusi normal. Selanjutnya dalam  penggunaan salah satu test mengharuskan data dua kelompok atau

 penggunaan salah satu test mengharuskan data dua kelompok atau lebih yang diujilebih yang diuji harus homogen.

harus homogen.

a)

a)

  

UJI T UJI T BERPASANGANBERPASANGAN

Adalah salah satu pengujian hipotesis dimana data yang digunakan tidak bebas.

Adalah salah satu pengujian hipotesis dimana data yang digunakan tidak bebas.

(25)

 penelitian dikenai 2

 penelitian dikenai 2 buah perlakuan yang berbeda. Walaupun menggunakan objekbuah perlakuan yang berbeda. Walaupun menggunakan objek  penelitian yang sama,

 penelitian yang sama, peneliti tetpeneliti tetap memperoleh 2 ap memperoleh 2 macam data macam data sampel, yaitu sampel, yaitu datadata dari perlakuan pertama dan data dari perlakuan kedua. Sering dikenal untuk dari perlakuan pertama dan data dari perlakuan kedua. Sering dikenal untuk rancangan PRE-TEST.

rancangan PRE-TEST.

Syarat uji t berpasangan adalah : Syarat uji t berpasangan adalah :

  

Data berdistribusi normalData berdistribusi normal

  

Skala data interval/rasioSkala data interval/rasio

  

Sampel diambil secara random.Sampel diambil secara random.

Paired T test lebih ditujukan untuk menguji efektifitas suatu perlakuan terhadap Paired T test lebih ditujukan untuk menguji efektifitas suatu perlakuan terhadap suatu besaran variabel yang diinginkan.

suatu besaran variabel yang diinginkan.

Pengambilan Keputusan Pengambilan Keputusan

a.

a.

  

Jika P atau Sig. < α = maka H0 ditolak/ H1 diterimaJika P atau Sig. < α = maka H0 ditolak/ H1 diterima    b.

 b.

  

Jika P atau Sig. > α =Jika P atau Sig. > α = maka H0 diterima/H1 ditolak maka H0 diterima/H1 ditolak   

Soal 5 : Soal 5 :

Peneliti meneliti meneliti apakah terdapat perbedaan kadar gula darah sebel

Peneliti meneliti meneliti apakah terdapat perbedaan kadar gula darah sebelum danum dan sesudah senam diabetes pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RS KK. Desain sesudah senam diabetes pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RS KK. Desain eksperimen yang digunakan adalah

eksperimen yang digunakan adalah the Pretest-Postest designthe Pretest-Postest design tanpa grup control. tanpa grup control.

Responden diberikan pretest berupa dilakukan pengukuran gula darah dengan Responden diberikan pretest berupa dilakukan pengukuran gula darah dengan menggunakan glucometer sebelum dilakukan senam. Kemudian responden menggunakan glucometer sebelum dilakukan senam. Kemudian responden melalukan senam diabetes yang dipimpin oleh instruktur senam. Senam diabetes melalukan senam diabetes yang dipimpin oleh instruktur senam. Senam diabetes dilakukan seminggu sekali selama 3 minggu. Selanjutnya, dilakukan pengukuran dilakukan seminggu sekali selama 3 minggu. Selanjutnya, dilakukan pengukuran gula darah. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar observasi yang gula darah. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar observasi yang digunakan untuk mencatat hasil pengukuran gula darah sebelum dan sesudah digunakan untuk mencatat hasil pengukuran gula darah sebelum dan sesudah dilakukan senam diabetes. Hasil pengukuran gula darah sebelum dan seudah senam dilakukan senam diabetes. Hasil pengukuran gula darah sebelum dan seudah senam dapat dilihat pada Tabel 5.

dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5 Tabel 5 Data Responden di RS KK yang

Data Responden di RS KK yang menjadi sampel penelitianmenjadi sampel penelitian No

No Usia Usia Jenis Jenis Tipe Tipe DM DM Kadar Kadar KadarKadar

(26)

(tahun)

(tahun) Kelamin Kelamin Gula Gula Pre Pre Gula Gula PostPost 1

1 72 72 Laki-laki Laki-laki DM DM tipe tipe 2 2 244 244 208208 2

2 61 61 Laki-laki Laki-laki DM DM tipe tipe 2 2 182 182 143143 3

3 62 62 Perempuan Perempuan DM DM tipe tipe 2 2 232 232 214214 4

4 63 63 Perempuan Perempuan DM DM tipe tipe 2 2 198 198 208208 5

5 49 49 Perempuan Perempuan DM DM tipe tipe 2 2 171 171 237237 6

6 59 59 Perempuan Perempuan DM DM tipe tipe 2 2 250 250 208208 7

7 64 64 Perempuan Perempuan DM DM tipe tipe 2 2 171 171 130130 8

8 74 74 Perempuan Perempuan DM DM tipe tipe 2 2 196 196 190190 9

9 74 74 Perempuan Perempuan DM DM tipe tipe 2 2 245 245 182182 10

10 58 58 Perempuan Perempuan DM DM tipe tipe 2 2 167 167 161161 11

11 57 57 Perempuan Perempuan DM DM tipe tipe 2 2 162 162 143143 12

12 70 70 Perempuan Perempuan DM DM tipe tipe 2 2 191 191 180180 13

13 63 63 Perempuan Perempuan DM DM tipe tipe 2 2 249 249 208208 14

14 59 59 Perempuan Perempuan DM DM tipe tipe 2 2 200 200 197197 15

15 48 48 Laki-laki Laki-laki DM DM tipe tipe 2 2 204 204 198198 Berdasarkan data yang telah diperoleh pada tabel 5, terdapat langkah-langkah Berdasarkan data yang telah diperoleh pada tabel 5, terdapat langkah-langkah sebagai berikut :

sebagai berikut :

  

Pilih Pilih Analyze Analyze Descriptive Descriptive Statistics Statistics ExploreExplore
(27)

  

Masukkan variabel ke Dependent ListMasukkan variabel ke Dependent List

  

Klik Klik Statistic Statistic Ceklist Ceklist Descriptive Descriptive ContinueContinue

  

Klik Klik Plot Plot Normality Normality Plot Plot with with test test ContinueContinue

  

Klik OKKlik OK
(28)

  

Setelah dilakukan langkah-langkah diatas, maka diperolehSetelah dilakukan langkah-langkah diatas, maka diperoleh hasil output SPSS dibawah ini :

hasil output SPSS dibawah ini :  

KESIMPULAN UJI NORMALITAS : KESIMPULAN UJI NORMALITAS : Hipotesis Penelitian :

Hipotesis Penelitian :

H

H00 = distribusi data normal = distribusi data normal H

H11 = distribusi data tidak normal = distribusi data tidak normal

Pvalue sebelum : 0,064 > 0,05 = H

Pvalue sebelum : 0,064 > 0,05 = H00 diterima, data berdistribusi data normal diterima, data berdistribusi data normal Pvalue sesudah : 0,228 > 0,05 = H

Pvalue sesudah : 0,228 > 0,05 = H00   diterima, diterima, data data berdistribusi berdistribusi data data normalnormal Karena distribusi kedua data normal, maka uji T berpasangan terpenuhi.

Karena distribusi kedua data normal, maka uji T berpasangan terpenuhi.

(29)

  

Kemudian akan dilanjutkan dengan langkah-langkah Uji TKemudian akan dilanjutkan dengan langkah-langkah Uji T Berpasangan

Berpasangan

  

Pilih Pilih Analyze Analyze Compare Compare Means Means Paired-Samples Paired-Samples TT Test

Test

  

Klik Klik kedua kedua variabel variabel Pindahkan Pindahkan kedua kedua variabel variabel keke kolom paired varaible

kolom paired varaible

  

Klik Klik Option, Option, tentuukan tentuukan confidence confidence interval interval ContinueContinue

  

Klik OKKlik OK
(30)

  

Setelah dilakukan langkah-langkah diatas, maka diperolehSetelah dilakukan langkah-langkah diatas, maka diperoleh hasil output SPSS dibawah ini :

hasil output SPSS dibawah ini :  

KESIMPULAN

KESIMPULAN UJI T UJI T BERPASANGAN:BERPASANGAN:

Hipotesis penelitian Kadar Gula-Senam Diabetes Hipotesis penelitian Kadar Gula-Senam Diabetes H

H00 = tidak terdapat perbedaan kadar  = tidak terdapat perbedaan kadar gula sebelum dan sesudah senam diabetes gula sebelum dan sesudah senam diabetes padapada  pasien diabetes mellitus tipe 2

 pasien diabetes mellitus tipe 2

(31)

H

H11  = terdapat perbedaan kadar gula sebelum dan sesudah senam diabetes pada  = terdapat perbedaan kadar gula sebelum dan sesudah senam diabetes pada  pasien diabetes mellitus tipe 2

 pasien diabetes mellitus tipe 2

Dari output SPSS diperoleh P = 0,048 < 0,05 , maka H

Dari output SPSS diperoleh P = 0,048 < 0,05 , maka H11 diterima artinya terdapat diterima artinya terdapat  perbedaan

 perbedaan antara antara kadar kadar gula gula sebelum sebelum dan dan sesudah sesudah senam senam diabetes diabetes pada pada pasienpasien diabetes mellitus tipe 2 di RS KK.

diabetes mellitus tipe 2 di RS KK.

b)

b)

  

UJI INDEPENDENT T TESTUJI INDEPENDENT T TEST

Uji beda untuk mencari apakah perbedaan nilai rata-rata (mean) bermakna antara 2 Uji beda untuk mencari apakah perbedaan nilai rata-rata (mean) bermakna antara 2 kelompok yang saling bebas. Skala data yang digunakan adalah interval/rasio.

kelompok yang saling bebas. Skala data yang digunakan adalah interval/rasio.

Syarat uji independent T test : Syarat uji independent T test :

  

Sampel saling bebasSampel saling bebas

  

Skala data rasio/interval Skala data rasio/interval

  

Data setiap kelompok berdistribusi normalData setiap kelompok berdistribusi normal

  

Varians antar kelompok homogen.Varians antar kelompok homogen.

Contoh : Contoh :

Seorang peneliti ingin menganalisa perbedaan jus mentimun dan 15 responden Seorang peneliti ingin menganalisa perbedaan jus mentimun dan 15 responden kelompok jus tomat. diperoleh data sbb :

kelompok jus tomat. diperoleh data sbb :

Tekanan darah pada kelompok yang mendapat jus mentimun dengan kelompok Tekanan darah pada kelompok yang mendapat jus mentimun dengan kelompok yang mendapat jus tomat pada penderita hipertensi di desa RR.

yang mendapat jus tomat pada penderita hipertensi di desa RR.

No. R

No. R TD Kel. jusTD Kel. jus mentimun mentimun

TD Kel. Jus TD Kel. Jus

Tomat Tomat 1

1 150 150 132132

2

2 140 140 130130

3

3 130 130 152152

4

4 130 130 160160

5

5 160 160 161161

6

6 144 144 145145

7

7 133 133 157157

(32)

9

9 152 152 166166

10

10 161 161 149149

11

11 132 132 160160

12

12 130 130 150150

13

13 135 135 142142

14

14 145 145 135135

15

15 152 152 147147

Kode 1 = Jus mentimun, 2 = Jus tomat Kode 1 = Jus mentimun, 2 = Jus tomat

Berdasarkan data yang telah diperoleh pada tabel diatas, terdapat langkah-langkah Berdasarkan data yang telah diperoleh pada tabel diatas, terdapat langkah-langkah  pengujian sebagai berikut :

 pengujian sebagai berikut :

1.

1.

  

UJI NORMALITASUJI NORMALITAS

  

Analyze Analyze Statistics Statistics Descriptive Descriptive ExploreExplore  

  

Masukkan Tekanan Darah ke dependent list dan Kel. jusMasukkan Tekanan Darah ke dependent list dan Kel. jus kedalam factor list

kedalam factor list  

  

Klik Klik Plot Plot Normality Normality Plot Plot with with tests tests OK OK   
(33)

  

Setelah dilakukan langkah-langkah diatas, maka diperolehSetelah dilakukan langkah-langkah diatas, maka diperoleh hasil output SPSS dibawah ini :

hasil output SPSS dibawah ini :  

KESIMPULAN UJI NORMALITAS KESIMPULAN UJI NORMALITAS

Dari hasil output SPSS diatas dapat diperoleh hasil : Dari hasil output SPSS diatas dapat diperoleh hasil :

Sig. Kel. Jus Mentimun 0,066 > 0,05, maka data berdistribusi normal.

Sig. Kel. Jus Mentimun 0,066 > 0,05, maka data berdistribusi normal.

Sig. Kel. Jus Tomat 0,373 > 0,05, maka data berdistribusi normal.

Sig. Kel. Jus Tomat 0,373 > 0,05, maka data berdistribusi normal.

2.

2.

  

UJI HOMOGENUJI HOMOGEN

  

Analyze Analyze Compare Compare Means Means Independent-SamplesIndependent-Samples T test

T test  

(34)

  

Pindahkan Tekanan Darah ke kolom Test Variable(s) danPindahkan Tekanan Darah ke kolom Test Variable(s) dan Kel. Jus kedalam grouping variable

Kel. Jus kedalam grouping variable  

  

Klik Klik Define Define Group Group klik klik 1 1 pada pada group group 1, 1, klik klik 2 2 padapada group

group 2 2 ContinueContinue  

  

Klik OK Klik OK   
(35)

  

Setelah dilakukan langkah-langkah diatas, maka diperolehSetelah dilakukan langkah-langkah diatas, maka diperoleh hasil output SPSS dibawah ini :

hasil output SPSS dibawah ini :  

KESIMPULAN UJI HOMOGEN : KESIMPULAN UJI HOMOGEN :

Dari hasil output SPSS diatas, maka diperoleh hasil Sig. 0,095 > 0,05 artinya Dari hasil output SPSS diatas, maka diperoleh hasil Sig. 0,095 > 0,05 artinya datanya homogen.

datanya homogen.

Dan pada Uji Independent T Test diperoleh hasil output SPSS Sig. (2-tailed) Dan pada Uji Independent T Test diperoleh hasil output SPSS Sig. (2-tailed) diperoleh hasil 0, 061 > 0, 05, H

diperoleh hasil 0, 061 > 0, 05, H00diterima, artinya tidak terdapat perbedaan antaraditerima, artinya tidak terdapat perbedaan antara Tekanan Darah pada kelompok yang mendapatkan jus

Tekanan Darah pada kelompok yang mendapatkan jus mentimun dan kelompok jusmentimun dan kelompok jus tomat pada penderita hipertensi di Desa RR.

tomat pada penderita hipertensi di Desa RR.

Gambar

Tabel 3Tabel 3

Referensi

Dokumen terkait

Hasil tampilan output SPSS Linear Regression. Hasil tampilan output SPSS

Hasil tampilan output SPSS Linear Regression. Hasil tampilan output SPSS

Berdasarkan output SPSS, hasil penelitian pengujian diatas dapat dilihat : Hasil penelitian hipotesis yang pertama menunjukkan bahwa hipotesis H1 diterima dan H0

Berdasarkan hasil output dari pengolahan data menggunakan program SPSS 20 for windows diatas didapatkan hasil korelasi sebesar 0.616 berdasarkan kriteria (0.61 –

Berdasarkan output SPSS pada tabel diatas, maka diperoleh nilai Koefisien Determinasi (R²) sebesar 0.290 atau 29% artinya kontribusi biaya modal terhadap

Berdasarkan tabel output SPSS pada tabel diatas diperoleh nilai signifikansi alpha untuk variabel penuruan tarif PPh adalah sebesar 0,045 &lt; 0,05, ini membuktikan bahwa

Output SPSS hasil uji regresi Dari output diatas diketahui bahwa nilai F hitung = 50,475 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,005, maka model regresi dapat dipakai untuk

Berikut hasil koefisien determinasi penelitian ini : Tabel 4.12 Hasil Koefisien Determinasi Sumber : Output SPSS 25 2021 Berdasarkan hasil koefisien determinasi diatas, nilai R