Stratifikasi Sosial
A. Pengertian Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial berasal dari istilah social stratification yang berarti sistem berlapis-lapis dalam masyarakat. Kata stratification berasal dari kata stratum (jamaknya: strata) yang berarti lapisan.
Stratifikasi sosial adalah perbedaan individu atau kelompok dalam masyarakat yang menempatkan seseorang pada kelas-kelas sosial yang berbeda-beda secara hierarki dan memberikan hak serta kewajiban yang berbeda-beda pula antara individu pada suatu lapisan sosial lainnya. Stratifikasi sosial muncul karena adanya sesuatu yang dianggap berharga dalam masyarakat. Sistem stratifikasi merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat, yang diwujudkan dalam kelas tinggi, kelas sedang dan kelas rendah.3 Atau dapat pula diartikan sebagai pembedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan berbeda-beda secara vertikal. Biasanya stratifikasi didasarkan pada kedudukan yang diperoleh melalui serangkaian usaha perjuangan.
[ CITATION Sya15 \l 1033 ]
Stratifikasi sosial adalah sebuah konsep yang menunjukkan adanya pembedaan dan atau pengelompokan suatu kelompok sosial (komunitas) secara bertingkat. Misalnya: dalam komunitas tersebut ada strata tinggi, strata sedang dan strata rendah. Pembedaan dan/atau pengelompokan ini didasarkan pada adanya suatu simbol -simbol tertentu yang dianggap berharga atau bernilai baik berharga atau bernilai secara sosial, ekonomi, politik, hukum, budaya maupun dimensi lainnya dalam suatu kelompok sosial (komunitas). [ CITATION Sin10 \l 1033 ]
B. Bentuk Stratifikasi Sosial
Ilmu sosiologi menggambarkan bahwa setidaknya ada dua bentuk dari stratifikasi social.Kedua bentuk tersebut adalah:
1) Stratifikasi Sosial Terbuka Nama: Sabilla Ramanisa NPM: 2306151964
Varian: S1 Reguler Kesehatan Masyarakat 2023 Dosen Pengampu: Prof. Dr. dra Evi Martha, M.Kes.
Setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk naik lapisan;
Menggunakan usaha dan kecakapan anggota masyarakat itu sendiri;
Menstimulus anggota masyarakat untuk mengembangkan kecakapannya.
2) Stratifikasi Sosial Terbuka
Terdapat perbedaan kesempatan untuk naik lapisan;
Menggunakan faktor-faktor yang sudah ditentukan (kelahiran, usia, umur, danlainnya) untuk naik lapisan.
Menurut J. Milton Yinger dalam Moeis (2008), secara teoritis, keterbukaan suatusistem stratifikasi diukur oleh mudah-tidaknya dan sering-tidaknya seseorang yang mempunyai status tertentu memperoleh status dalam strata yang lebih tinggi, setiap anggota masyarakat dapat menduduki status yang berbeda
dengan status
orangtuanya, bisa lebih tinggi bisa lebih rendah; sedangkan stratifikasi sosial yang tertutupditandakan dengan keadaan manakala setiap anggota masyarakat tetap berada padastatus yang sama dengan orang tuanya
C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stratifikasi Sosial
Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut:
1) Kekayaan
Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada.
2) Kekuasaan dan wewenang
Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapiran teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan.
3) Kehormatan
Kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan.
Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya.
D. Alasan Keberadaan Stratifikasi Sosial
1) Manusia pada umumnya bercita-cita agar ada perbedaan kedudukan dan peranan dalammasyarakat. Tetapi cita-cita tersebut terkadang tidak sesuai kenyataan.
2) Setiap masyarakat harus menempatkan individu-individu pada tempat- tempat tertentudalam struktur sosial dan mendorong untuk melaksanakan kewajiban-kewajibannya sebagai akibat penempatan.
3) Masyarakat menghadapi dua persoalan yaitu pertama menempatkan individu-individutersebut dan kedua mendorong agar mereka melaksanakan kewajibannya.
4) Kedudukan dan peranan tertentu memerlukan kemampuan latihan terlebih dahulu.Pentingnya kedudukan dan peranan juga tidak selalu sama.
5) Hal yang terpenting adalah individu-individu tersebut mendapatkan hak ataskewenangan untuk melakukan tindakan. Hak-hak tersebut di lain pihak jugamendorong individu-individu untuk memperoleh kedudukan dan peran tertentu dalammasyaraka
Referensi
Aji, S. H. R., 2015. Stratifikasi sosial dan kesadaran kelas.
Singgih, S. D., 2010. Prosedur analisis stratifikasi sosial dalam perspektif sosiologi. Masyarakat Kebudayaan dan Politik Unair.
Maunah, B. (2015). Stratifikasi Sosial dan Perjuangan Kelas dalam Perspektif Pendidikan Sosiologi. TA'ALLUM, 19-38.
Moeis, S. (2008). Struktur Sosial: Stratifikasi Sosial. Bandung: Universitas PendidikanIndonesia