• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dokumen Tentang Observasi Nisa

N/A
N/A
Zaini Ahmad

Academic year: 2023

Membagikan "Dokumen Tentang Observasi Nisa"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

Setiap individu mempunyai keunikan masing-masing, mempunyai kemampuan dan karakteristiknya masing-masing. Mulai dari yang cepat memahami pelajaran, hingga yang lamban. Mulai dari siswa yang berprestasi, hingga anak yang sarat akan masalah.

Observasi merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam mengetahui bagaimana cara mengajar yang baik. Dalam hal ini saya selaku mahasiswa PGSD melakukan observasi di MTS TA’LIMUL AULAD untuk memenuhi tugas dalam bentuk laporan observasi pembelajaran di kelas.. Laporan hasil observasi ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Kelas. Dengan adanya observasi ini diharapkan kita dapat mengetahui bagaimana seorang guru mengajar suatu pembelajaran. Kemudian kita sebagai sorang calon guru tentunya dapat memilih mana yang baik dan tidak baik untuk diajarkan kepada murid kita ketika sudah mengajar kelak.

2. Rumusan Masalah

a. Bagaimana proses pembelajaran di MTs.

b. Bagaimana metode mengajar yang efektif.

c. Bagaimana menjadi guru yang baik.

3. Tujuan

a. Mengetahui proses pembelajaran di MTs.

b. Mengetahui metode dan strategi mengajar yang tepat.

c. Mengetahui cara menjadi guru yang baik.

4. Manfaat observasi

Setelah melakukan observasi di Sekolah Dasar diharapkan kita dapat memahami bagaimana cara mengajar yang benar dan mengaplikasikannya ketika kita menjadi guru dimasa yang akan datang.

5. Metode

Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan observasi adalah observasi langsung dan wawancara.

(2)

BAB II

HASIL OBSERVASI A. Gambaran Objek

1. Identitas Guru (Narasumber)

Nama Guru : MUSLIMAH SPd.I NIP :

Tempat, Tanggal Lahir : 02 Desember 1990 Guru Bidang studi : Guru Kelas

Masa Kerja : 2. Pelaksanaan Observasi

Tempat : MTs TA’LIMUL AULAD Jumlah Peserta didik : 22 siswa

Tanggal : 29 Maret 2022

Waktu : 07:00 WIB – 09:00 WIB B. Sarana dan Prasarana Sekolah

Lingkungan Sekolah : 1. Ruang Kelas

2. Ruang Perpustakaan

3. Ruang Laboratorium/Praktik 4. Ruang Pimpinan

5. Ruang Guru

6. Ruang TU & Konseling 7. Ruang Ibadah

8. Ruang UKS 9. Toilet 10. Gudang

11. Tempat Bermain/Olahraga Ruang Kelas :

Sarana Pendukung Ada Tidak Ada

Meja & Kursi siswa 

Meja & Kursi Guru 

Sirkulasi Udara yang Baik 

Papan Tulis 

Alat Pencahayaan 

Jadwal Pelajaran/Piket Kelas 

Absensi 

Jam Dinding 

Rak Sepatu 

(3)

Rak Buku/Lemari 

Alat Kebersihan 

Bendera Indonesia 

Foto Presiden, Wakil, dan Garuda, Dll. 

C. Kegiatan Pembelajaran

Dalam kegiatan pembelajaran di kelas MTs TA’LIMUL AULAD metode pembelajaran yang digunakan adalah problem solving. Guru hanya menggunakan metode tersebut diatas, dikarenakan materi pelajaran yang sudah mendekati ulangan harian. Sehingga materi tidak lagi berupa materi inti, melainkan materi pembahasan soal latihan. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang diterapkan guru, yaitu:

1. Kegiatan Awal (15 Menit) Membuka pelajaran

 Guru memasuki ruangan belajar dan menyapa dengan salam. Kemudian peserta didik memberikan salam kepada guru dan membaca do’a sebelum memulai proses pembelajaran.

 Mempersiapkan Perlengkapan Belajar Mengajar.

Guru bersama peserta didik mempersiapkan buku-buku pelajaran serta perlengkapan belajar lainnya.

 Mengkondisikan peserta didik

 Apersepsi

 Setelah perlengkapan belajar mengajar telah dipersiapkan dengan baik. Guru mulai memotivasi peserta didik dan mengulang kembali materi pelajaran sebelumnya.

2. Kegiatan Inti (60 menit)

· Peserta didik mengumpulkan tugas mereka yang sudah diberikan oleh guru pada pertemuan sebelumnya. Dan bagi siswa yang tidak mengumpulkan tetap mendapat konsekuensinya yaitu nilai tidak memenuhi kriteria atau KKM. Hal itu bertujuan mendidik agar pentingnya mengerjakan tugas dan mengumpulkan tepat waktu.

 Guru menjelaskan pemecahan masalah dari tugas yang sudah diberikan kepada siswa.

agar siswa tahu apabila ada kesalahan dari soal yang sudah para siswa kerjakan.

 Terjadi proses tanya jawab antara siswa kepada guru dari materi yang belum dipahami oleh siswa.

 Guru melihat secara langsung buku catatan para siswa, apakah para siswa mencatat materi yang sudah diajarkan.

3. Menutup pembelajaran (15 menit)

Guru mengingatkan kembali kepada peserta didik bahwa dipertemuan berikutnya akan diadakan ulangan harian. Kemudian bersama-sama menutup pelajaran dengan berdo’a dan memberikan salam..

D. Deskripsi Proses Pembelajaran

(4)

Menurut hasil observasi yang dilakukan, saat proses pembelajaran berlangsung guru menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Untuk menciptakan suasana yang demikian, guru menjadikan suasana yang lebih santai atau informal. Menciptakan suasana yang lebih santai dan informal dilakukan guru dengan cara menyapa setiap murid yang mulai merasa bosan mengikuti pelajaran, Guru juga mampu mendekatkan dirinya dengan peserta didik baik melalui pendekatan multidisipliner dan pendekatan Interdisipliner. Kemudian ditambah lagi dengan humor-humor ringan. Sehingga peserta didik lebih termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran.

E. Wawancara P

ertanyaan yang diajukan

1. Bagaimana metode pembelajaran yang Bapak/Ibu gunakan?

2. Apa saja suka duka Bapak/Ibu selama menjadi Guru?

3. Sebaiknya bagaimana menjadi guru yang baik?

4. Bagaimana cara Bapak/Ibu menjadi guru yang disukai oleh peserta didik?

5. Bagaimana cara Bapak/Ibu memotivasi peserta didik yang notabennya bermasalah (nakal, pemalas, dan sebagainya)?

Jawaban N arasumber:

1. Metode pembelajaran yang dilakukan adalah Problem solving, karena materi sudah tersampaikan dipertemuan sebelumnya dan dipertemuan selanjutnya akan diadakan Ulangan harian. Sehingga dengan menggunakan metode tersebut diharapkan peserta didik sudah siap menghadapi ulangan harian.

2. Suka duka menjadi guru, banyak suka yang pasti cita-cita menjadi guru sudah tercapai.

Dukanya, sulit memberikan penerangan kepada peserta didik karena pelejaran ini menjadi momok menakutkan. Kurikulum yang sekarang sudah ditetapkan dari atasan sekolah sedangkan yang dilapangan keadaannya berbeda.

3. Guru yang baik itu:

 Disiplin.

 Mampu menkondisikan (penguasaan) kelas dengan bagus, hal ini berarti mampu berinteraksi dengan peserta didik, hal ini juga penting karena dengan mampu mengkondisikan kelas suatu pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

 Mampu memahami karakter masing-masing peserta didik.

 Tegas bukan galak, tidak diktator.

 Mampu memecahkan masalah yang dialami peserta didik dengan cara memberi motivasi.

4. Cara supaya peserta didik menyukai gurunya adalah sebagai berikut:

 Menyilami apa kemauan mereka, tapi kita strategikan sesuai dengan apa yang kita mau.

 Memberi perhatian kepada peserta didik, baik berupa motivasi, sindiran, gurauan dan sebagainya.

5. Cara memberi memotivasi kepada peserta didik yang bermasalah (nakal, pemalas, dsb):

Sebuah kasus, ada seorang siswa yang tidak pernah membawa buku pelajaran bahkan ada yang sama sekali tidak mempunyai buku. Disini kita harus peduli dengan mereka, metode yang paling baik adalah menyadarkannya dengan pelan-pelan. Misalkan memberikan tugas, kemudian

(5)

mengecek tugas setiap individu, dan apabila ada siswa yang belum mengerjakan tugas harus mendapatkan hukuman agar jera namun hukuman ini bersifat membangun. Lama kelamaan siswa tersebut akan sadar, dia akan membeli sebuah buku dan akan mengerjakan tugas

(6)

BAB III

LAPORAN HASIL PENGELOLAAN KELAS PROFIL SEKOLAH

IDENTITAS SEKOLAH

1. NAMA SEKOLAH MTs TA’LIMUL AULAD

2. NOMOR STATISTIK SEKOLAH (NSS) -

3. NOMOR POKOK SEKOLAH NASIONAL (NPSN 69788460 4. NOMOR INDUK SEKOLAH (NIS) 12.12.6203.0037

5. STATUS SEKOLAH SWASTA

6. TAHUN BERDIRI 12 JUNI 2012

7. TAHUN PERUBAHAN -

8. ALAMAT SEI LUNUK

9. DESA/KELURAHAN Desa Sei Lunuk RT 03

10. KECAMATAN BATAGUH

11. KABUPATEN/KOTA KAPUAS

12. PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

13. OTONOMI DAERAH PEDESAAN

14. KODE POS 73511

15. EMAIL @mtstalimulaulad

16. DAERAH PEDESAAN

17. TELEPON / HP -

18. KELOMPOK SEKOLAH B

19 AKREDITASI B

20. SURAT KELEMBAGAAN -

21. JUMLAH ROMBONGAN BELAJAR / KELAS IV

22. LUAS TANAH 1690 M

23. LUAS BANGUNAN 180 M

24. LUAS KEBUN / HALAMAN 90 M

25. STATUS TANAH MILIK SENDIRI

26. ORGANISASIPENYELENGGARA LEMBAGA SWASTA

(7)

LAPORAN HASIL OBSERVASI MATA KULIAH : PENGELOLAAN KELAS

DOSEN PEMBIMBING : AHMAD SUBHAN, S.PD.I, M.Pd

PENGAMAT : AHMAD HUSAINI

NIM :

SEMESTER : IV (PRODI TARBIYAH)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)

KUALA KAPUAS

Referensi

Dokumen terkait

a) Bagi Siswa, penelitian ini diharapkan dapat memberikan suasana baru dalam kegiatan belajar mengajar sehingga siswa tidak merasa bosan dengan metode yang digunakan guru

Oleh karena itu, guru harus dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan agar siswa tidak merasa bosan ataupun merasa jenuh dalam mengikuti

sebab guru kurang kreatif dalam mengajar materi pembelajaran lari cepat, sehingga siswa merasa bosan dan jenuh dalam mengikuti pembelajaran lari cepat.

Guru mulai menyapa peserta didik dengan menayakan keadaan peserta didik dan memastikan kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran hari ini.. Peserta didik dan guru

berkomunikasi, tidak merasa bosan dan aktif belajar, serta tidak mengantuk dalam belajar. Kendala Yang Dihadapi Guru Menciptakan Kelas Green School Sebagai Taman

4.Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dengan orang tua murid dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik.. 5.Guru memelihara hubungan

Siswa yang semula merasa bosan dengan proses pembelajaran dengan metode ceramah, mulai ada perubahan pada siklus I dalam mengikuti pelajaran karena di awali

Guru mulai menyapa peserta didik dengan menayakan keadaan peserta didik dan memastikan kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran hari ini.. Peserta didik dan guru memulai pembelajaran