• Tidak ada hasil yang ditemukan

Download (3MB) - Repository IAIN Bengkulu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Download (3MB) - Repository IAIN Bengkulu"

Copied!
111
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana pandangan hukum Islam tentang sanksi perzinahan adat ngecik nioh pinang di Desa Napal Putih.

Batasan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan para pembaca, khususnya mahasiswa dan akademisi lainnya. Dengan adanya penelitian ini peneliti berharap dapat menambah dan melengkapi karya ilmiah tentang penerapan sanksi adat nikah ngecik nioh pinang pada pelaku zina menurut hukum Islam. Penelitian ini juga memberikan pemahaman dan informasi kepada masyarakat mengenai pelaksanaan sanksi adat nikah ngecik nioh pinang bagi pelaku zina menurut hukum Islam.

Penelitian Terdahulu

Sementara itu, peneliti saat ini lebih fokus pada pandangan hukum Islam terhadap sanksi adat di desa Napal Putih. 14 Elon Suparlan, “Penerapan Sanksi Adat Bagi Pelaku Zina Di Kecamatan Seluma Utara Kabupaten Seluma Dalam Perspektif Hukum Islam,” Jurnal Qiyas, Vol. Sementara itu peneliti membahas permasalahan penerapan sanksi adat perkawinan dalam Ngecik Nioh Pinang bagi pezina dari sudut pandang hukum Islam.

Metode Penelitian

Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber asli yang memuat informasi berkaitan dengan pokok permasalahan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dengan masyarakat dan tokoh agama masyarakat Desa Napal Putih. Analisis data merupakan bagian dari proses pengujian data yang digunakan sebagai bukti suatu kesimpulan penelitian.

Sistematika Penulisan

Penyajian data merupakan salah satu kegiatan dalam penyusunan laporan hasil penelitian yang dilakukan, sehingga data yang terkumpul dapat dipahami dan dianalisis sesuai tujuan yang diinginkan. BAB III memuat tentang sejarah singkat biografi, keadaan geografis, keadaan demografi dan keadaan sosiologi Desa Napal Putih, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. BAB IV berisi tentang hasil penelitian dan pembahasan, penerapan sanksi adat zina ngecik nioh pinang di desa Napal Putih, dan pandangan menurut hukum Islam mengenai sanksi adat zina ngecik nioh pinang di desa Napal Putih.

KAJIAN TEORI

Dasar hukum perkawinan

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu wanita dari jenismu, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Musnad Ahmadi 6310: Hasan memberitahu kami Hasan memberitahu kami Ibnu Lahi'ah memberitahu kami Hujai Ibnu Abdullah memberitahu saya dari Abu Abdurrahman Al Hubuli dari Abdullah bin "Amr, bahawa Rasulullah s.a.w. dia damai,

Hukum perkawinan

Seseorang yang mempunyai kemampuan dan kemahuan untuk berkahwin, tetapi walaupun dia belum berkahwin, tidak bimbang untuk melakukan zina, maka hukum berkahwin bagi orang itu adalah sunnah. 25. Bagi orang yang berkemampuan untuk berkahwin dan juga mempunyai kebolehan mengawal diri agar tidak terbabas melakukan zina jika berzina. Bagi orang yang mempunyai kemampuan untuk berkahwin, tetapi jika tidak, mereka tidak bimbang untuk melakukan zina, dan jika mereka melakukannya, mereka tidak akan meninggalkan isteri mereka.

Rukun dan syarat sah perkawinan

Hukum mubah ini juga ditujukan kepada orang yang ragu-ragu tentang perkahwinan seperti mereka mempunyai keinginan tetapi belum mempunyai kemampuan dan mereka mempunyai kemampuan tetapi belum mempunyai keinginan untuk berkahwin. 27. Syarat-syarat perkahwinan adalah asas kepada sahnya perkahwinan, jika syarat-syarat perkahwinan itu terpenuhi maka perkahwinan itu sah dan timbul hak serta kewajipan sebagai suami isteri. Seperti yang dinukilkan oleh Abdul Rahman Ghozali dalam kitab fiqh munakahatnya, syarat-syarat perkahwinan adalah seperti berikut: .. syarat bakal suami a) Bakal suami adalah seorang muslim.

Perzinahan

  • Dasar hukum zina
  • Sanksi bagi pelaku zina
  • Zina dalam KUHP

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa perzinahan adalah suatu perbuatan terlarang yang dilakukan dengan sengaja antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang tidak terikat secara hukum dalam perkawinan. Jadi perzinahan merupakan perbuatan keji dan wajib dihindari karena banyak ancaman dari Allah yang terkandung dalam Al-Qur'an terhadap orang yang melakukan perbuatan tersebut. Ketentuan mengenai rajam tidak disebutkan secara langsung dalam Al-Qur'an, namun keberadaannya diwujudkan melalui perkataan dan perbuatan Nabi 39.

Ya, hukuman rejam adalah benar di dalam kitab Allah dan dikenakan kepada pesalah yang telah berkahwin dan suami kepada setiap lelaki dan perempuan apabila ada bukti kukuh, ada mengandung atau pesalah mengaku. ةذللا نم ايزقابم ةّتبلا احم وجمراف آينز اضا ةخيّشلا و خيّشلا Maksudnya: "Lelaki yang bersuami dan perempuan yang. Berdasarkan hadis di atas, jumhur ulama bersepakat bahawa walaupun Al-Quran tidak menyebut azab seksaan ini tetap hukuman rejam. dikenali.

Artinya: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka sebatlah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali sebat, dan janganlah kamu belas kasihan kepada keduanya, cegahlah kamu dari (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhir, dan hendaklah (pelaksanaan) azab mereka disaksikan oleh sekumpulan orang yang beriman." Sedangkan menurut jumhur, lelaki yang berzina dengan perempuan kemudian berkahwin dengannya, perkahwinan itu tidak memberi kesan kepada zina yang mereka lakukan sebelum ini. Dalam Al-Qur'an surah Al-Ahqaf ayat 15, menentukan tempoh kehamilan dan penyusuan 30 bulan.

KUHP adalah hubungan seksual atau persetubuhan di luar nikah yang dilakukan oleh seorang laki-laki dan seorang perempuan, baik keduanya atau salah satu di antaranya masih terikat perkawinan dengan orang lain.48.

Hukum Adat

  • Ciri-ciri dan sifat-sifat hukum adat
  • Batas-batas berlakunya hukum adat
  • Pengertian ‘urf
  • Macam-macam ‘urf
  • Syarat-syarat ‘urf
  • Dasar hukum ‘urf
  • Kehujjahan ‘urf
  • Kedudukan ‘urf dalam menetapkan hukum

Urf berlaku umum, artinya “urf berlaku pada sebagian besar kasus yang terjadi di masyarakat, dan keabsahannya diterima oleh mayoritas masyarakat. Secara umum, “urf dimaksudkan untuk menjaga kemaslahatan umat dan mendukung pembentukan hukum dan penafsiran. dari beberapa bagian. Pada umumnya 'urf atau adat istiadat ini diamalkan oleh seluruh ulama fiqih, khususnya di kalangan ulama mazhab Hananafiyah dan Malikiyah.

Menurut ulama Hanafiyah, “urf” lebih diutamakan daripada qiyas khafi dan juga daripada nas umum. Sebaliknya, jika urf itu mendatangkan kemudaratan, maka urf tersebut tidak dibenarkan dalam Islam. Walaupun 'urf' itu dianggap baik dari segi perasaan beragama sesuatu kumpulan, adat seperti ini tidak boleh diterima oleh akal fikiran.

Adat istiadat atau “urf” berlaku secara umum dan merata di kalangan masyarakat dalam lingkungan biasa atau di kalangan mayoritas warganya. Urf yang digunakan dalam menetapkan undang-undang sudah ada pada saat itu, bukan “urf yang muncul belakangan. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa 'urf atau adat istiadat dapat dijadikan landasan dalam menetapkan undang-undang.

Namun penerimaan ulama terhadap adat ini bukan semata-mata karena disebut adat atau 'urf.

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

Keadaan Ekonomi dan Kependudukan

Secara ekonomi masyarakat Desa Napal Putih diukur berdasarkan pekerjaan termasuk dalam kategori sejahtera yang ditandai dengan dinamika pertumbuhan penduduk dan pembangunan. Namun ada juga yang bekerja sebagai PNS, pegawai swasta, guru, buruh dan di perusahaan swasta lainnya. Tabel 3.1 menunjukkan jenis pekerjaan masyarakat di Desa Napal Putih berbeda-beda, mulai dari petani, buruh tani, PNS, TNI, pegawai perusahaan swasta, pedagang keliling, dengan jumlah total 861,61.

Desa Napal Putih terdiri dari tiga desa yaitu Desa Ratu, Desa Bermani, dan Desa Sinar Bulan. 61 Dokumentasi data profil di Kantor Desa Napal Putih Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2021. Jumlah penduduk Desa Napal Putih tahun ini sebanyak 1.167 jiwa, terdiri dari laki-laki 609 orang dan perempuan 558 orang dengan jumlah keluarga 357 keluarga.62.

Pendidikan dan Agama

63 Dokumentasi data profil di kantor Desa Napal Putih, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Benggala Utara Tahun 2021.

Pemerintahan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Desa Napal Putih Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu terkait sanksi adat ngecik nioh pinang terhadap pezina adalah sebagai berikut. Masyarakat Desa Napal Putih melaksanakan sanksi adat tersebut bagi siapa saja yang melanggar aturan yang telah ditetapkan disana, dimana setiap tindakannya harus diiringi dengan pertanggung jawaban dan sanksi dalam pelaksanaannya. Pelaksanaan sanksi adat zina yang disebut juga ngecik nioh pinang ini dilakukan pada saat bayi berumur 40 hari dan 3 kali suci.

Masyarakat desa Napal Putih masih menerapkan sanksi adat ngecik nioh pinang yang masih berlaku sampai sekarang, karena jika tidak dilaksanakan maka akan menjadi bencana di desa tersebut. Sanksi tradisional ini masih dipraktekkan sampai sekarang karena diberikan kepada kita oleh nenek moyang kita dahulu kala. Saya tidak menentang adanya sanksi adat di desa Napal Putih karena sanksi tersebut sudah ada sejak zaman Ninik Mamak dan sudah menjadi adat di desa Napal Putih.

Saya setuju dengan adanya sanksi adat bagi pelaku zina ini, karena memberikan efek jera bagi saya dan pelaku lainnya, saya berharap sanksi zina ngecik nioh pinang di desa kami terus dilaksanakan. Masyarakat desa Napal Putih bagi pelaku yang melanggar norma dan kesusilaan, dalam penerapan sanksi adat terhadap perzinahan yang ada dengan mencuci desa. Dan pelaksanaan sanksi adat bagi pelaku zina dilakukan di Desa Napal Putih bagi masyarakat yang melanggar aturan atau hukum adat yang ada, dan ini termasuk dalam kategori 'Urf al-khas (adat istiadat umum), yaitu adat istiadat yang diketahui dan tersebar hanya pada satu daerah dan komunitas tertentu. .

Pelaksanaan sanksi adat ngecik nioh pinang masih dilakukan oleh masyarakat Desa Napal Putih dan sanksi adat tersebut diturunkan secara turun temurun dari zaman nenek moyang terdahulu. Pandangan hukum Islam mengenai penerapan sanksi adat ngecik nioh pinang di desa Napal Putih kecamatan Napal Putih diperbolehkan karena tidak ada dalam Islam yang dilarang dalam sanksi adat ini selama masyarakat tidak mengimaninya. tidak mengarah pada pembentukan aliansi. Suparlan, Elon, “Penerapan Sanksi Adat Bagi Pelaku Zina Di Kecamatan Seluma Utara Kabupaten Seluma Dalam Perspektif Hukum Islam”, Jurnal Qiyas, Vol.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pandangan ‘urf terhadap sanksi adat zina ngecik nioh

PENUTUP

Saran

Huda, Syamsul, “Perzinahan Dalam Perspektif Hukum Islam dan KUHP”, Jurnal Studia Islamika, Vol. Husniawati, Atik, “Penerapan Sanksi Hukum Adat di Desa Sumber Jaya Ditinjau dari Hukum Islam”, Skripsi, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifudin Jambi, 2018. Ishak, “Analisis Hukum Islam Mengenai Perbuatan Zina di Pasal 284 KUHP dalam Reformasi Peradilan Pidana”, Jurnal Kanun Ilmu Hukum, no.

Laia, Sri Wahyuni, “Penerapan Hukum Adat Nias dalam Mengatasi Kasus Zina”, Jurnal Pendidikan dan Pembangunan, Vol. Lisa, “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Efektivitas Sanksi Adat Massal Bagi Pelaku Zina Di Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bangtaeng”, Skripsi Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 2018. Saptomo, Ade, “Budaya Hukum dan Kearifan Lokal perspektif komparatif,” Skripsi, Fakultas Hukum, Universitas Pancasila Press, Jakarta, 2013.

Saputra, Habib, “Sanksi Adat Terhadap Pelaku Kehamilan Di Luar Nikah Perspektif Hukum Islam Di Kabupaten Rejang Lebong,” Disertasi Fakultas Syariah IAIN Bengkulu, Bengkulu, 2019. Segaf, Quraisy, “Sanksi Pidana Adat Dalam Tentang Sanksi Pidana Islam hukum di Pelayangan Seberang Kota Kabupaten Jambi,” Disertasi Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi, 2019. Upara, Abdul Rahman, “Penerapan Sanksi Pidana Adat Terhadap Pelaku Tindak Pidana Zina Dalam Rangka Pidana Adat Hukum dan Hukum Pidana Nasional pada Masyarakat Adat Tobati di Jayaputa”, Jurnal Pluralisme Hukum.

Wahyuni, “Penetapan Sanksi Adat Rambu Langi Bagi Pelarian di Desa Sasa Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara”, Skripsi, Fakultas Hukum Universitas Hasanudin Makassar, 2018. Wandi, Sulfan, “Eksistensi “Urf dan Adat” sebagai Dalil Fiqih”, Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, Vol. Zuliani, Ratih, “Penerapan Denda Adat Bagi Pelaku Zina Di Desa Ganting Damai Kecamatan Salo Dilihat Dari Perspektif Fiqh Siyasah,” Skripsi, Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Suska Riau, Pekan Baru, 2020.

Referensi

Dokumen terkait

a) Penentuan Lokasi untuk Uji Coba Model. Lokasi uji coba model di Desa Segala Anyar – Kecamatan Pujut, waktu pelaksanaan akhir bulan Juli sampai pertengahan Agustus tahun

Penelitian kelayakan usahatani jagung hibrida dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli tahun 2019, lokasi penelitian berada di Desa Sidodadi, Kecamatan

Faktor Pendukung Orangtua dalam Melaksanakan Ibadah Shalat 5 Waktu pada Remaja di Desa Raman Endra Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur Berdasarkan penelitian yang telah

Faktor Lokasi usaha Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan informan dengan pertanyaan mengenai tingkat potensi untuk usaha mikro di Desa Tebat Monok, PS mengatakan bahwa wilayah

dilaksanakan di SMP Negeri 11 Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah, yang menjadi informan adalah guru Pendidikan Agama Islam dan siswa, dengan teknik pengumpulan data

Data kuantitatif, diperoleh dari hasil validasi ahli penelitian dalam kegiatan menggunakan media hasil pengembangan untuk mengetahui media pembelajaran tabung angka untuk berhitung

diri yang sering digunakan masyarakat Desa Tebat Sibun Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma sebagai berikut: 1 DM 1.8 Jampi Gajah Biring/Mantra Gajah Biring Gajah biring Gajah

Berdasarkan hasil penelitian mengenai persepsi masyarakat terhadap Institut Agama Islam Negeri IAIN Bengkulu Studi di Desa Air Selimang Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang,