Rendahnya minat dan motivasi masyarakat terhadap pendidikan anak untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi Islam. Masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa pendidikan anak dianggap kurang penting ketika melanjutkan ke perguruan tinggi Islam 4.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian 1. Secara Teoritis
Persepsi
Persepsi adalah proses yang ada pada manusia untuk mengetahui atau mengenali dunia dan isinya melalui panca indera. Faktor pribadi yang menentukan persepsi adalah objek yang sesuai dengan tujuan individu yang melakukan persepsi.
Masyarakat
26 . faktor penentu setiap masyarakat berbeda-beda, misalnya pada masyarakat berburu yang faktor penentunya adalah keterampilan berburu. b) Pengertian kelas sosial. Perwujudannya diketahui melalui adanya kelas sosial yang tinggi (upper class), misalnya: pejabat, penguasa dan pengusaha; kelas menengah, misalnya: guru, PNS, pengusaha kecil dan menengah; kelas sosial yang lebih rendah (lower class), misalnya: pekerja, petani dan pedagang kecil. c) Dasar pembentukan kelompok sosial.
Kategori Sosial
Alat solidaritas antar individu atau kelompok yang menempati sistem sosial yang sama dalam masyarakat. Kelompok sosial adalah kumpulan/satuan orang yang hidup bersama, ada hubungan timbal balik, mereka saling mempengaruhi sehingga timbul kesadaran untuk saling membantu.
Perkumpulan (Asosiasi)
29. relatif terbatas, memiliki kepentingan tertentu, hubungan antar anggota tidak bersifat pribadi, memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Kelompok sekunder adalah perkumpulan yang terdiri dari banyak orang dengan bentuk hubungan impersonal dan temporer. Kemitraan kelompok adalah suatu ikatan lahir yang bersifat pokok, biasanya untuk jangka waktu yang singkat, dan terjalin dalam suatu perjanjian berdasarkan ikatan timbal balik (kontrak).
Misalnya: serikat pekerja, koperasi, perusahaan dalam perusahaan dan sebagainya. e) Berdasarkan kebutuhan, ada banyak asosiasi, mis. asosiasi untuk promosi pendidikan, pembentukan dana pendidikan, asosiasi untuk pemberantasan buta huruf. f) Perhimpunan-perhimpunan untuk pemajuan ilmu atau organisasi profesi, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Himpunan Pascasarjana Pendidikan Ilmu Sosial (HISPI), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan sebagainya. g) Berdasarkan kegiatan keagamaan ada banyak perkumpulan, mis. organisasi radio dan televisi keagamaan, kelompok. Zikir, organisasi gereja, gerakan mistik dan sebagainya. h) Berdasarkan aktivitas politik, banyak perkumpulan, misalnya Paprol, kelompok kepentingan atau penekan dan sebagainya. i) Berdasarkan minat untuk memajukan olahraga, ada banyak asosiasi, misalnya: PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia).
Perguruan Tinggi Agama Islam
Pendidikan tinggi terbagi atas pendidikan tinggi agama dan pendidikan tinggi umum, dalam realitas sejarah tentang pendidikan tinggi salah satunya adalah pendidikan tinggi Islam atau pendidikan tinggi keagamaan Islam (PTAI) pada awalnya didorong oleh beberapa tujuan yaitu: (1) melakukan penyelidikan dan pengembangan ilmu – ilmu agama Islam pada tingkat yang lebih tinggi secara lebih sistematis dan terarah; (2) melaksanakan pengembangan dan peningkatan dakwah Islam; dan (3) melakukan reproduksi dan regenerasi ulama dan fungsionaris, baik di birokrasi negara maupun swasta, serta lembaga sosial, dakwah, pendidikan dan sebagainya. Tetapi juga bagaimana al-„ulum al-naqliyah (ilmu abadi) memberikan ruh dan landasan, serta rencana pengembangan al-„ulum al-‘aqliyah (ilmu yang diperoleh), yang meliputi: 1) Seni (ilmu-ilmu fantastis ), seperti: seni dan arsitektur Islam, bahasa, sastra; (2) ilmu-ilmu intelektual, yang meliputi ilmu sosial (teoritis), filsafat, pendidikan, ekonomi, ilmu politik, sejarah, peradaban Islam, geografi, sosiologi, linguistik, psikologi, antropologi; (3) ilmu alam, yang meliputi: filsafat ilmu, matematika, statistika, fisika, kimia, biologi, astronomi, ilmu antariksa, dan sebagainya; (4) ilmu terapan yang meliputi rekayasa dan teknologi, kedokteran, pertanian dan kehutanan; (5) ilmu-ilmu praktis meliputi: ilmu niaga, ilmu administrasi, ilmu perpustakaan, ilmu rumah tangga, ilmu komunikasi dan sebagainya. Pemahaman ulama tidak lagi terbatas pada mereka yang hanya menguasai al'ulum al-naqliyah (ilmu abadi), tetapi juga mereka yang menguasai al-'ulum al-'aqliyah (ilmu yang diperoleh), dan menjadikan al'ulum al-naqliyah ( ilmu yang abadi) sebagai landasan, ruh dan pendekatan serta mewarnai perkembangan al-ulum al'aqliyah (ilmu yang diperoleh).
Kajian-kajian yang akhir-akhir ini berkembang di perguruan tinggi agama Islam tidak hanya menekankan pada pengembangan ilmu agama Islam dalam pengertian al-„ulum al-naqliyah atau ilmu tanziliyah. dkk, Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi di Perguruan Tinggi Islam, (Yogyakarta: Perpustakaan Mahasiswa, 2005), h. yang bersumber dari wahyu) tetapi sekaligus menyangkut kajian al'ulum al'aqliyah atau ilmu-ilmu kauniyah (yang bersumber dari alam semesta ciptaan Tuhan) yang bersifat empiris. Perkembangan al-ulum al-naqliyah atau tanziliyah sendiri mendapat kritikan yaitu paradigma dasar dianggap kurang penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pembangunan nasional, karena sifatnya sangat sektoral dan hanya memenuhi satu sektor tertentu saja. dalam kehidupan Islam di Indonesia yaitu memenuhi kebutuhan akan ulama yang memperoleh ilmu keislaman yang tinggi.
Pendidikan Anak
Pendidikan adalah proses sosialisasi menuju kematangan intelektual, sosial dan moral sesuai dengan kemampuan dan martabat manusia. Al-Abrasyi, memberikan pengertian bahwa pendidikan adalah mempersiapkan manusia untuk hidup sempurna dan bahagia, mencintai tanah air, sehat jasmani, sempurna akhlaknya, tertata pemikirannya, halus perasaannya, cakap dalam pekerjaan mereka, memiliki kata-kata manis, baik secara lisan maupun tulisan. . 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan lingkungan belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan adalah suatu sistem yang berlandaskan pada budaya bangsa dan mengutamakan kepentingan masyarakat dengan menggunakan lima asas yaitu kemandirian, fitrah, budaya, kebangsaan dan kemanusiaan. Dengan kata lain, tujuan atau visi pendidikan sejalan dengan visi masyarakat tempat pendidikan berlangsung. Karena proses pendidikan didasarkan pada nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, maka proses pendidikan merupakan evaluasi dan perwujudan dari nilai-nilai tersebut.
لْوُسَر ِهَّللا
Kajian Penelitian Terdahulu
Perilaku sosial keagamaan mahasiswa KKN Kelas III IAIN Bengkulu tahun 2015 di Desa Bukit Peninjauan II Kecamatan Sukaraja. Agama islam dalam pembentukan perilaku santun anak (Studi kasus pada masyarakat Desa Padang Kedeper Kecamatan Merigi Kelindang Kabupaten Bengkulu Tengah). Persepsi Masyarakat Terhadap Pendidikan Anak Dalam Melanjutkan Pendidikan Tinggi Agama Islam Di Desa Air Teras Kecamatan Talo Kabupaten Seluma.
Dalam penelitian ini penulis membahas tentang persepsi masyarakat terhadap pendidikan anak dalam melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi Islam, sehingga tesis ini belum diangkat sebagai penelitian sebelumnya. Untuk menjaga keaslian dan kebaruan tesis yang akan penulis lakukan, maka penulis akan mengkaji persepsi masyarakat terhadap pendidikan anak lanjutan ke jenjang pendidikan tinggi di Desa Kayu Arang Kabupaten Seluma.
Kerangka Berpikir
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami objek penelitian secara deskriptif dalam bentuk kata dan bahasa, dalam konteks alamiah tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang berbeda. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau metode kuantifikasi lainnya. Jelas bahwa pengertian tersebut membedakan penelitian kualitatif dengan penelitian yang bernuansa kuantitatif, yaitu dengan menekankan bahwa dalam penelitian kualitatif tidak perlu menggunakan upaya kuantifikasi apapun.33.
Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan filosofi postpositivisme, digunakan untuk penelitian pada kondisi objek yang alamiah, (berlawanan dengan eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara sengaja dan bola salju, teknik pengumpulan melalui triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif menekankan pentingnya. Penelitian kualitatif pada umumnya dapat digunakan untuk penelitian tentang kehidupan masyarakat, sejarah, perilaku, fungsionalisasi organisasi, kegiatan sosial, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk menjelaskan aspek-aspek yang sesuai dengan fenomena yang diamati dan menjelaskan ciri-ciri fenomena atau masalah yang ada.
Seting Penelitian
Topik yang akan dikaji adalah masalah Persepsi Masyarakat terhadap Pendidikan Anak untuk melanjutkan ke Jenjang Perguruan Tinggi Islam di Desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma yang terdiri dari pendapat berbagai masyarakat Desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma dengan masalah pentingnya pendidikan anak dalam melanjutkan ke perguruan tinggi agama Islam tingkat menengah. Pemilihan informan menurut Spradley Dahlan Iskandar adalah dengan menentukan subjek yang mudah dijadikan sumber informan, tidak sulit dihubungi dan mudah mendapatkan izin untuk melakukan penelitian, informan yang dipilih adalah mereka yang dianggap mampu memberikan informasi, yaitu terkait terhadap objek penelitian dan diharapkan dapat mempercepat proses penelitian. Pengamatan dilakukan di tengah-tengah masyarakat, khususnya di Desa Kayu Arang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, pada saat aksi berlangsung.
Observasi dilakukan untuk mengetahui apa saja kegiatan dan tanggapan masyarakat ketika diberikan tanggapan terhadap persepsi perguruan tinggi. Selain itu, kondisi lingkungan, sosial, ekonomi dan pendidikan pra sekolah di Desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma juga harus dicermati. Wawancara masyarakat dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pendidikan anak saat mereka melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
Teknik Keabsahan Data
Triangulasi adalah teknik yang mengkaji data dari sumber yang berbeda dengan cara yang berbeda dan pada waktu yang berbeda. Misalnya, mengajukan pertanyaan yang sama kepada subjek penelitian yang berbeda dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda.
Teknik Analisis Data
Karena Desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma merupakan desa agraris maka sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani, selengkapnya sebagai berikut. Jumlah ternak yang dimiliki warga Desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Kabupaten Talo adalah sebagai berikut. Keadaan sarana dan prasarana umum di Desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma secara garis besar adalah sebagai berikut.
Kondisi ekonomi masyarakat Desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma dapat dilihat secara kasat mata perbedaan rumah tangga yang dikategorikan miskin, sangat miskin, sedang dan kaya. Komunitas Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma memiliki tempat ibadah sebanyak 2 masjid, 1 bernama Al-Hidayah dan 1 bernama Nurus Sadar. Struktur organisasi Desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma menganut sistem kelembagaan pemerintahan desa dengan pola minimal yang disajikan secara lengkap pada gambar berikut.
PERANGKAT DESA
SEKDES
Penyajian Data Hasil Penelitian
- Paham masyarakat Desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma terhadap Perguruan Tinggi Agama Islam
- Persepsi masyarakat desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma terhadap Perguruan Tinggi Agama Islam
- Minat Masyarakat desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma terhadap perguruan tinggi agama Islam
Persepsi masyarakat Desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma terhadap Perguruan Tinggi Agama Islam Seluma terhadap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Begitu pula dengan pandangan masyarakat Desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma tentang perguruan tinggi Islam. Persepsi mereka bahwa pendidikan khususnya pendidikan lanjutan dari perguruan tinggi agama Islam sangat penting bagi anak.
Minat masyarakat Desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma terhadap UIN Seluma terhadap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Dari latar belakang di atas, terdapat perbedaan persepsi masyarakat Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma mengenai perguruan tinggi Islam. Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa persepsi yang dibahas dalam penelitian ini adalah persepsi masyarakat terhadap perguruan tinggi Islam di Desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma.
Oleh karena itu tidak heran jika kebanyakan orang tua ingin menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi Islam. Karena masyarakat Desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja Kecamatan Seluma pada dasarnya memahami pentingnya pendidikan dan semua orang tua berusaha untuk menyekolahkan anaknya di Perguruan Tinggi Islam.