Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dampak penerapan metode resitasi terhadap keberhasilan belajar siswa XI. kelas pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsinya yang berjudul “Pengaruh Penerapan Metode Resitasi terhadap Prestasi Akademik Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam “di SMA Negeri 10 Kota Bengkulu”.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Dalam pembentukan karakter siswa di sekolah, tidak hanya guru yang memegang peranan penting, namun seluruh warga sekolah yang ada di dalamnya. Ketika Anda memperhatikan siswa di kelas, Anda dapat melihat perbedaan individu yang banyak dan beragam.
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penulisan
Kegunaan Penulisan
Sosialisasi kepada keluarga, sekolah dan masyarakat mengenai internalisasi karakter religius pada siswa di SD Islam Terpadu Generasi Rabbani Kota Bengkulu. Sosialisasi faktor-faktor yang mempengaruhi karakter religius pada siswa SD Islam Terpadu Generasi Rabbani Kota Bengkulu, baik kepada orang tua, sekolah dan masyarakat.
Sistematika Penulisan
Diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan memperkaya konsep-konsep keilmuan.
Pengertian Internalisasi
Pengertian Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter merupakan upaya yang disengaja untuk mengembangkan karakter yang baik berdasarkan pada kebajikan-kebajikan esensial yang bersifat objektif bagi individu dan masyarakat. Definisi tersebut sama dengan penjelasan Thomas Lickona yang menekankan bahwa pendidikan karakter yang baik hendaknya tidak hanya mencakup aspek “mengetahui yang baik”, tetapi juga aspek “mengetahui yang baik”.
Tujuan Pendidikan Karakter
Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan karakter sangat mendesak untuk diterapkan di lembaga pendidikan negara Indonesia. Pemerintah telah menetapkan agenda pentingnya pendidikan karakter di sekolah dan telah menjadi kebijakan nasional yang dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.
Nilai-nilai dalam Pendidikan Karakter
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, serta mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain. 17 Kepedulian Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberikan bantuan kepada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
Pengertian Karakter Religius
Karakter religius dapat digambarkan sebagai sikap dan perilaku yang patuh dalam pelaksanaan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.28 Makna wujud Taat dalam melaksanakan ajaran agama adalah menaati perintah dan larangan agama yang dianutnya. . Kementerian Pendidikan Nasional mendefinisikan karakter keagamaan sebagai sikap dan perilaku yang taat menjalankan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap praktik ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.30. Karakter keagamaan sangatlah penting, hal ini mengacu pada Pancasila yang menyatakan bahwa masyarakat Indonesia harus mengimani keberadaan Tuhan Yang Maha Esa dengan konsekuensi menjalankan seluruh ajaran agamanya. kesesuaian dengan ajaran Islam.34.
Berdasarkan pengertian budi pekerti dan agama yang telah dikemukakan di atas, maka budi pekerti beragama dapat diartikan sebagai budi pekerti, budi pekerti, akhlak atau.
Karakteristik Karakter Religius
Suatu perbuatan dianggap baik bila sesuai dengan ajaran yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Sunnah, sedangkan suatu perbuatan dianggap buruk bila bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Ketiga hal pokok tersebut tertuang dalam trilogi ajaran yang mendasari agama Islam, yaitu iman, Islam, ihsan. Seorang yang beragama harus mampu mencakup ketiga hal tersebut, karena Islam tanpa iman berarti tidak ada kesepakatan, dan iman tanpa ihsan berarti tidak ada jalan.
Dapat kita simpulkan bahwa individu yang beragama harus meyakini rukun iman, taat menjalankan ibadah Islam dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Teori-teori Mengenai Karakter
Karakter adalah “keseluruhan kecenderungan dan sifat yang dimiliki secara permanen yang mendefinisikan seorang individu dalam keseluruhan tatanan tingkah laku psikisnya yang menjadikannya khas dalam cara berpikir dan bertindak. Griek menyatakan bahwa karakter dapat diartikan sebagai gabungan dari seluruh ciri-ciri manusia yang bersifat permanen sehingga menjadi ciri khas yang membedakan seseorang dengan orang lain. Sjiamsuri dalam bukunya Kharisma vs Karakter yang dikutip Damanik mengatakan bahwa karakter adalah diri Anda yang sebenarnya.
Batasan ini menunjukkan bahwa karakter merupakan suatu identitas yang dimiliki seseorang yang bersifat permanen, sehingga seseorang atau sesuatu berbeda dengan orang lain.
Teknik-teknik Penanaman Karakter
ىىُحِلۡفُت
Materi Pembelajaran
Bahan ajar adalah segala jenis bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan ajar adalah informasi, alat atau teks yang diperlukan guru/instruktur untuk merencanakan dan mengkaji pelaksanaan pembelajaran.” Bahan ajar memungkinkan peserta didik mempelajari suatu kompetensi atau kompetensi dasar secara runtut dan sistematis, sehingga mampu membangun dan menguasai seluruh kompetensi secara utuh dan terpadu.”
Amri mengatakan guru harus memiliki dan menggunakan bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum, karakteristik sasaran, dan persyaratan pemecahan masalah pembelajaran.
Pembiasaan
Oleh karena itu pendidikan karakter mempunyai kedudukan yang sama dan diperlakukan sama dengan pembelajaran.. melalui pembiasaan dapat diterapkan secara terprogram dalam pembelajaran, dan tidak terprogram dalam aktivitas sehari-hari. A. Kegiatan pembiasaan yang terprogram dalam pembelajaran dapat dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam jangka waktu tertentu untuk mengembangkan kepribadian peserta didik secara individu, kelompok, dan klasikal. Namun jika pada suatu kasus ada anak yang terbiasa membawa kebiasaan buruk dalam kesehariannya, hal tersebut dapat diubah sehingga menjadi kebiasaan yang lebih baik.
Karena bagaimanapun juga, jika manusia tidak menjalankan aktivitasnya dengan baik, biasanya ia akan tergoda dengan berbagai macam perbuatan jahat. e) Mencari waktu yang baik dan cocok, agar tujuan yang ada dapat terwujud dengan baik dan sempurna. f) Berusaha melestarikan tindakan penyangkalan diri, agar senantiasa tumbuh dan berkembang dalam diri.
Hasil Penelitian Terdahulu yang Relevan
Implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan pada program Madrasah Adiwiyata pada siswa MIN Jejeran Bantul Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan di SMA Negeri Banyumas Kabupaten Banyumas dengan cara: a). Implementasi pendidikan karakter peduli lingkungan pada program Madrasah Adiwiyata pada siswa MIN Jejeran Bantul.
Implementasi Pendidikan Karakter Peduli Sosial pada TPQ Roudhatul Qur'an Santri Desa Cepoko Panekan Magetan, tahun.
Kerangka Berpikir
Aisyah Maawiyah, (Skiprsi, 2015) dengan judul “Urgensi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran”, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan karakter harus dilakukan secara terus menerus agar dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Penjelasan dari gambar di atas maka peneliti akan mengkaji bagaimana penerapan karakter religius pada siswa SD Islam Terpadu Generasi Rabbani. Artinya, karakter yang terbentuk di SD Islam Terpadu Generasi Rabbani lebih didominasi oleh aplikasi yang diberikan kepada siswa sehingga melalui aplikasi ini dapat membentuk karakter dalam diri siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, sehingga data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, bukan angka. 50 Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menekankan pada kualitas data atau kedalaman data yang diperoleh.
51 Sedangkan penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alam maupun rekayasa manusia.
Tempat dan Waktu Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Jawaban tersebut masih perlu diuji secara empiris, dan untuk itu diperlukan pengumpulan data, data yang dikumpulkan ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Oleh karena itu fungsi pengumpulan data adalah untuk memudahkan penulis memperoleh data dan dapat diuji keabsahan data yang diperoleh. Menurut Sugiyono, wawancara tidak terstruktur merupakan wawancara bebas dimana peneliti atau pengumpul data tidak menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang telah dipersiapkan secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data.
55 Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang pertanyaannya santai dan tidak fokus, pertanyaan yang diajukan tidak harus pertanyaan yang sudah dipersiapkan, namun pertanyaannya bisa bersifat universal.
Teknik Keabsahan Data
Dalam menerapkan metode dokumentasi, peneliti meneliti benda-benda tertulis seperti buku, dokumen, peraturan, notulensi rapat, catatan harian dan lain sebagainya. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara pada pagi hari ketika sumbernya masih segar dan belum banyak permasalahan akan memberikan data yang valid sehingga lebih kredibel. Uji kredibilitas dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber Triangulasi sumber adalah menguji kredibilitas data dan dilakukan dengan cara memeriksa data yang diperoleh dari berbagai sumber.
Data tersebut dianalisis oleh peneliti untuk menghasilkan suatu kesimpulan, setelah itu dimintakan kesepakatan (member check) dengan ketiga sumber data tersebut.
Teknik Analisis Data
- Sejarah Berdirinya Sekolah Dasar Islam Terpadu Generasi Rabbani Kota Bengkulu
- Letak Geografis Sekolah Dasar Islam Terpadu Generasi Rabbani Kota Bengkulu
- Visi dan Misi Sekolah Dasar Islam Terpadu Generasi Rabbani
- Status
- Strategi
SDIT Generasi Rabbani Kota Bengkulu berdiri sejak tahun 2007, merupakan salah satu SDIT di Kota Bengkulu yang menjadi anggota dan terakreditasi “A” (sangat baik) berdasarkan Surat Keputusan Penetapan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN/SM) nomor 287 /BAN /SM) Penetapan SK nomor 287/Ban-SM.Prov/SK/X2018. SD Islam Terpadu Generasi Rabbani Kota Bengkulu terletak di sebelah utara Kota Bengkulu dan SD IT ini terletak di dua lokasi berbeda tepatnya di Jl. Rinjani 2, Ura e Vogël, Kecamatan Singaran Pati dan di Jl. Jalan Semangka Gandaria RT 19 Rw 07, Panorama Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu. Visi SD Terpadu Islam Generasi Rabbani Kota Bengkulu adalah terwujudnya generasi Rabbani yang cerdas, berakhlak Islami.
SD Islam Terpadu Rabbani Sabuk Kota Bengkulu berdiri sendiri tanpa ada kaitan dengan lembaga lain, baik itu organisasi kemasyarakatan, agama, politik (partai) dan lain sebagainya.
Hasil Penelitian
- Bentuk-Bentuk Internalisai Pendidikan Karakter Religius Siswa Di Sekolah Dasar Islam Terpadu Generasi Rabani
- Faktor Pendukung Internalisasi Pendidikan Karakter Religius Di Sekolah Dasar Islam Terpadu Generasi Rabbani Kota Bengkulu
- Faktor Penghambat Internalisasi Karakter Religius Di Sekolah Dasar Islam Terpadu Generasi Rabbani Kota Bengkulu
Saat membaca Al-Qur'an, santri membaca dengan menggunakan metode Qiroati yang setiap hari diajarkan oleh para Ustad. Jika siswa sudah lancar membaca Al-Qur'an dan telah menyelesaikan Al-Qur'an, maka siswa tersebut akan ditingkatkan dengan Al-Qur'an. “Saya merasa lebih tenang dan leluasa mengikuti proses pembelajaran setelah mengikuti shalat dhuha berjamaah serta dapat membaca Al-Quran dengan baik dan benar.”
Pembahasan Hasil Penelitian
- Bentuk-Bentuk Karakter Religius
Tadarus Al-Qur'an bersama atau muroja'ah dilakukan setiap pagi sebelum memulai pembelajaran di kelas. Untuk membiasakan tadarus, ada ustad dan guru yang membimbing para santri agar tidak bermain atau tidur sambil membaca Al-Quran. Dengan ilmu tersebut Anda bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari hal yang sederhana, hingga kelak ketika Anda sudah dewasa, Anda bisa menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup Anda.
104 Maka dengan pembiasaan yang berulang-ulang maka kebiasaan membaca Al-Qur’an akan menjadi suatu kebiasaan dan mendarah daging dalam diri siswa.
Faktor Pendukung Internalisasi Pendidikan Karakter Religius Kepada Siswa Di Sekolah Dasar Islam Terpadu Generasi Rabbani
- Faktor Keluarga
- Faktor Ustad
Faktor Pendukung Internalisasi Pendidikan Agama Bagi Peserta Didik di SD Islam Terpadu Generasi Rabbani. Tutor adalah seseorang yang mengarahkan, membimbing, memotivasi dan mengarahkan karakter seorang siswa. Apabila timbul permasalahan dalam diri siswa yang tidak sesuai dengan karakter siswa, maka Gurulah yang paling memahami solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dengan aqidah yang kuat maka keimanan seorang santri tidak akan mudah goyah atau patah.
Faktor penghambat internalisasi pendidikan karakter religius pada siswa SD Islam Terpadu Generasi Rabbani.
Faktor Penghambat Internalisasi Penidikan Karakter Religius kepada siswa di Sekolah Dasar Islam Terpadu Generasi Rabbani
Sesuai dengan pendapat Hasan al-Banna: Aqa'id (bentuk jamak dari aqidah) adalah beberapa hal yang harus diyakini kebenarannya melalui hati (Anda), yang mendatangkan ketenangan jiwa, karena itu adalah iman yang tidak tercampur dengan keraguan sedikit pun.111.
Kesimpulan
Saran
Amirullah Syarbini, buku pintar pendidikan karakter; Panduan Lengkap Pendidikan Karakter Anak di Sekolah, Madrasah dan Rumah, (Jakarta: As@- Prima Pustaka, 2012), hal. Implementasi Pendidikan Akhlak dalam Pengembangan Pendidikan Karakter di Madrasah Akiyah Negeri (MAN) 1 Medan, Jurnal Edu- Keagamaan Vol 1(4): Halaman 552.