EFEKTIVITAS MODAL, TENAGA KERJA DAN LOKASI TERHADAP PENDAPATAN
USAHA
(Studi Pada Usaha Bandana PT. Cemerlang Kencana Bandana)
Nur Widiawati Universitas BSI Bandung [email protected]
ABSTRAK
Pendapatan usaha merupakan tujuan perusahaan yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam penerimaannya, dimana pendapatan yang dihasilkan dapat mempengaruhi jalannya perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa efektifnya variabel modal, tenaga kerja dan lokasi terhadap pendapatan usaha PT. Cemerlang Kencana Bandana. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, metode yang digunakan dalam pengumpulan data primer dengan metode non probability sampling dengan menggunakan sampling jenuh. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 23 responden. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan pendapatan sebagai variabel dependen dan tiga variabel independen yaitu modal, Tenaga Kerja dan Lokasi. Setelah dilakukan uji penyimpangan asumsi klasik, hasilnya menunjukkan data terdistribusi normal dan tidak diperoleh suatu penyimpangan. Hasi penelitian secara simultan disimpulkan bahwa ketiga variabel independen yaitu modal, tenaga kerja dan lokasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap jumlah pendapatan usaha di PT. Cemerlang Kencana Bandana diterima. Secara parsial variabel modal dan tenaga kerja berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan akan tetapi lokasi berpengaruh secara signifikan. Penelitian ini bermanfaat bagi perusahaan guna meningkatkan efektivitas perusahaan dalam meningkatkan pendapatan usaha.
Kata Kunci: Pendapatan Usaha, Modal, Tenaga Kerja dan Lokasi
ABSTRACT
Income is a company goal that can be influenced by various factors in its acceptance, where the income generated can affect the course of the company. This study aims to examine how effective the variables of capital, labor and location on PT. Brilliant Kencana Bandana. This research method is a descriptive uses quantitative approach, the method used in primary data collection with non-probability sampling method using saturated sampling. This study took a sample of 23 respondents. The analytical tool used is multiple linear regression with income as the dependent variable and three independent variables namely capital, labor and location. After a classic assumption deviation test, the results show that the data are normally distributed and no deviation is obtained. The results of the study were simultaneously concluded that the three independent variables namely capital, labor and location together affect the amount of operating income at PT. Brilliant Kencana Bandana received. Partially, capital and labor variables have no significant effect on income but location has a significant effect.
This research is useful for companies to improve the effectiveness of companies in increasing business income.
Keywords: Operating Income, Capital, Labor and Location
PENDAHULUAN
Kegiatan dalam membuka usaha baik sebagai perusahaan besar ataupun perusahaan kecil membutuhkan sesuatu yang dapat menjadi penunjang dalam mewujudkannya. Modal sangat diperlukan agar usaha yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar. Modal tersebut dari modal materil dan modal non materil, besarnya modal tersebut tergantung pada bentuk usaha yang dikelola. Jumlah modal yang disediakan akan mempengaruhi besar kecilnya usaha tersebut (Tanwijaya & Pakasi, 2018), hal ini dikarenakan peran modal dalam bisnis amat penting untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan sehari-hari sehingga ketersediaan modal kerja menjadi perhatian penting bagi pengusaha. Dengan demikian sebuah bisnis yang besar akan memerlukan biaya operasional yang besar sehingga modal kerja yang diperlukan juga akan semakin besar. Semakin besar penggunaan modal kerja untuk kegiatan produksi akan mendorong peningkatan output sehingga pendapatan yang dicapai akan semakin besar (Wibowo & Su, 2019). Untuk mendapatkan target yang diharapkan tentunya ada sesuatu yang harus dikorbankan seperti halnya modal untuk usaha.
Selain modal, membuka usaha dipastikan memerlukan yang namanya tenaga kerja, baik pemiliknya sendiri maupun orang dari luar yang direkrut sebagai tenaga kerja. Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi yang penting dalam proses produksi hanya saja dalam kegiatannya pemilik perusahaan harus dapat memaksimalkan tenaga kerja dengan baik dan sesuai kebutuhan. Tenaga kerja akan berpengaruh terhadap jumlah produksi yang dihasilkan, baik dalam jumlah penggunaannya maupun kualitasnya (Putri & I Made, 2016), tenaga kerja yang memang sudah ahli dibidang pekerjaannya akan lebih efektif dalam melakukan pekerjaanya dibandingkan dengan yang belum punya pengalaman.
Kegiatan usaha dalam memperkerjakan tenaga kerja harus disesuaikan dengan kapasitas yang dibutuhkan perusahaan
seperti yang tertera di Badan Pusat Statistik (BPS) menggolongkan suatu usaha berdasarkan jumlah tenaga kerja.
Usaha mikro adalah usaha yang memiliki pekerja 1-5 orang. Usaha kecil adalah usaha yang memilik pekerja 6-19 orang.
Usaha menengah memiliki pekerja 20-99 orang dan usaha besar memiliki pekerja sekurang-kurangnya 100 orang (Riadi Muchlisin, 2013). Jika tenaga kerja tidak disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan maka semakin banyak pengeluaran yang dikeluarkan.
Pendapatan pengusaha merupakan keuntungan bagi perusahaan, keuntungan ditentukan dengan cara mengurangi berbagai biaya yang dikeluarkan dari hasil penjualan yang diperoleh. Istilah pendapatan digunakan apabila berhubungan dengan aliran penghasilan pada suatu periode tertentu yang berasal dari penyediaan faktor-faktor produksi (sumber daya alam, tenaga kerja dan modal) masing-masing dalam bentuk sewa, upah dan bunga secara berurutan (Nirfandi, Vecky, & Mauna, 2019) jadi, pendapatan merupakan hasil yang diterima dari hasil usaha yang dilakukan, dimana hasil yang didapat masih harus dikurangkan untuk biaya-biaya sehingga didapatkan keuntungan.
Selain kedua faktor diatas, ketepatan pemilihan lokasi merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh seorang pengusaha sebelum membuka usahanya. Disamping itu, pemilihan lokasi dinilai sangat penting untuk melakukan sebuah usaha (Wulandari, 2013). Lokasi usaha akan menentukan jumlah pendapatan usaha seseorang. Lokasi usaha yang strategis dapat meningkatkan pedapatan pedagang karena memilih lokasi usaha juga adalah strategi bisnis untuk mendapatkan keuntungan, pemilihan lokasi usaha strategis pada usaha dagang dan usaha jasa berfokus pada meningkatkan keuntungan atau pendapatan (Putri & I Made, 2016), memiliki lokasi usaha yang strategis bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi perusahaan juga didukung dengan lokasi usaha yang memiliki kepemilikan sendiri atau tidak sewa.
Dalam menjalankan usaha, kinerja keuangan pengusaha dapat dilihat dari pendapatan atau laba bersih yang dicapai, jika pendapatannya semakin meningkat artinya prospek bisnis yang dijalankan tersebut akan lebih baik (Wibowo & Su, 2019), jika pendapatan yang dihasilkan baik dan meningkat maka perusahaan memiliki kemampuan untuk mengembangkan usahanya baik dalam meningkatkan kualitas ataupun membuka usaha.
KAJIAN LITERATUR Modal
Faktor penentu pendapatan yaitu modal yang dimiliki. Modal merupakan faktor yang mempunyai peran cukup penting dalam proses produksi, karena modal diperlukan ketika pengusaha hendak mendirikan perusahaan baru atau untuk memperluas usaha yang sudah ada, tanpa modal yang cukup maka akan berpengaruh terhadap kelancaran usaha, sehingga akan mempengaruhi pendapatan yang diperoleh (Utari & Dewi, 2014), dengan modal yang cukup dalam memenuhi kebutuhan bagi jalannya perusahaan maka kegiatan usaha akan berjalan dengan baik khususnya modal kerja. Modal kerja adalah besarnya modal yang digunakan pengusaha untuk membiayai kegiatan operasional usaha diukur dalam satuan rupiah rata-rata per bulan (Wibowo & Su, 2019).
Masalah yang dihadapi dalam dunia usaha umumnya adalah modal, dimana suatu usaha akan melakukan perluasan atau pengembangan usaha.
Dalam usaha kecil dan menengah beberapa masalah yang sering muncul adalah kurangnya permodalan, kemitraan, serta peluang usaha.
Permasalahan tersebut dapat
menghambat tumbuh dan
berkembangnya usaha kecil dan menengah. Untuk mencapai suatu keberhasilan dalam suatu usaha diperlukan dana yang cukup (Putriyandari, Yuliyana, & Rahayu, 2019), modal usaha yang cukup adalah faktor utama yang harus dimiliki perusahaan agar usaha yang dijalankannya dapat berkembang.
Tersedianya modal maka usaha akan berjalan lancar sehingga akan mengembangkan modal itu sendiri melalui suatu proses kegiatan usaha.
Modal dalam pengertian ini dapat diinterpretasikan sebagai sejumlah uang yang digunakan dalam menjalankan kegiatan-kegiatan bisnis. Banyak yang memandang bahwa modal uang bukanlah segala-galanya dalam sebuah bisnis, namun perlu dipahami bahwa uang dalam sebuah usaha sangat diperlukan.
Modal yang digunakan dapat merupakan diantaranya:
1. modal sendiri seluruhnya
2. merupakan kombinasi antara modal sendiri dengan modal pinjaman (Latif, Engka, & Sumual, 2018).
Sumber modal yang berasal dari kemampuan untuk mengakses sumber keuangan berdampak pada keberhasilan mengembangkan bisnis (Fauzi, Suharjo,
& Syamsun Muhammad, 2017), untuk dapat mengembangkannya, perusahaan harus dapat menemukan bagaimana sumber modal didapat. Modal usaha ini terdiri dari modal syarat untuk usaha, besar modal, hambatan sumber modal, dan sumber modal dari luar. Modal usaha mutlak diperlukan untuk melakukan kegiatan usaha. Oleh karena itu diperlukan sejumlah dana sebagai dasar ukuran finansial atas usaha yang dijalankan (Abbas, 2018), untuk dapat mendirikan perusahaan dibutuhkan modal sebagai penunjang, baik berasal dari mana modal itu didapat.
Tenaga Kerja
Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Tenaga kerja sebagai penduduk dalam usia kerja (berusia 15-64 tahun) atau jumlah seluruh penduduk dalam satu negara yang dapat memproduksi barang dan jasa jika ada permintaan terhadap tenaga mereka, dan jika mereka mau berpartisipasi dalam aktifitas tersebut (Mulyadi, 2014), dimana setiap sumber daya manuasia yang dirasa mampu untuk melakukan sesuatu pekerjaan. Tenaga kerja
merupakan Individu yang menawarkan keterampilan dan kemampuan untuk memproduksi barang dan atau jasa agar perusahaan dapat meraih keuntungan (Sumarni, Murti dan Suprihanto, 2014).
Dua hal penting yang harus dimiliki oleh tenaga kerja, yaitu kualitas dan kompetensi mutlak diperlukan.
Semakin tinggi kualitas tenaga kerja dan kemampuan untuk berkompetensi maka produktivitas yang dihasilkan akan semakin tinggi. Sebagai aset yang menciptakan keuntungan bagi perusahaan, para pengusaha diharapkan mampu memberikan penghargaan kepada tenaga kerja berupa upah yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidup tenaga kerja itu sendiri (Go & Subagio, 2014), diman upah merupakan bentuk timbal balik atas pekerjaan yang telah dikerjaan oleh tenaga kerja .
Tenaga kerja merupakan faktor produksi yang memiliki peran penting dalam proses produksi. Tanpa adanya tenaga kerja yang mengolah maka tidak akan ada produk yang dihasilkan untuk memenuhi permintaan konsumen (Agustin, Rianto, & Kusuma, 2018).
Banyaknya tenaga kerja yang digunakan oleh pengusaha untuk menjalankan proses produksi dalam satu hari, dinyatakan dalam satuan orang per hari (Wibowo & Su, 2019) semakin banyak jumlah produksi yang dihasilkan maka semakin banyak produk yang cepat terjual.
Tenaga kerja tidak selalu berhubungan dengan subjek, melainkan dengan berbagai faktor seperti sebelum masa kerja ada masalah kesempatan kerja yang sempit, lalu selama masa kerja ada masalah penggajian atau kualitas tenaga kerja yang rendah, dan sesudah masa kerja ada masalah pemenuhan hak pensiunan atau yang lainnya. Semua itu adalah bukti bahwa ketenagakerjaan menyangkut hal yang kompleks (Roring et al., 2019). Untuk mencapai produktivitas kerja karyawan yang tinggi terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan perusahaan. Dengan produktivitas yang tinggi akan dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan, maka dari itu perusahaan
perlu memperhatikan hal-hal berikut yaitu (Mahendra, 2014):
1. masalah Pendidikan 2. upah,
3. insentif, 4. usia
5. pengalaman kerja
Lokasi
Lokasi jualan adalah tempat usaha dimana seseorang mendapat kenyamanan dalam transaksi jual beli barang atau jasa.
Lokasi jualan berarti juga lokasi usaha karena mempunyai pengertian yang sama yaitu sebagai tempat usaha (Putri & I Made, 2016) dalam usaha diperlukan tempat untuk menjalankannya. Pemilihan lokasi yang tepat tentunya akan sangat menguntungkan bagi jalannya perusahaan, terlebih dengan pedapatan yang dapat diterima dari usaha yang dijalankannya. Kegiatan memilih lokasi tidaklah mudah. Kemungkinan masalah yang selalu muncul dalam pemilihan lokasi usaha antara lain, peraturan tempat usaha, peraturan pajak, penerimaan masyarakat sekitar, supply tenaga kerja, ketersediaan air, pembuangan limbah, biaya transportasi (Nur Fu’ad, 2016).
Faktor lokasi yang baik adalah relatif untuk setiap jenis usaha yang berbeda. Landasan dari lokasi adalah ruang. Tanpa ruang maka tidak mungkin ada lokasi (Latif et al., 2018).
Keberhasilan para pedagang atau pengusaha dalam menjual dagangannya adalah lokasi berdagang, semakin strategis lokasi semakin memudahkan para pedagang atau pengusaha menjual barang dagangannya. Memilih lokasi yang strategis sebab pedagang dengan lokasi strategis, pendapatan yang diperoleh cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi yang tidak strategis (Puji, Nining. Wibowo, Edi dan Sri Utami, 2018) lokasi yang strategis mampu mendukung kegiatan usaha.
Keputusan perusahaan untuk menentukan tempat usaha, menjalankan kegiatan usaha atau kegiatan operasional mendistribusikan barang atau jasa yang menjadi kegiatan bisnisnya kepada konsumen. Kegiatan memperlancar arus barang dari produsen ke konsumen, salah
Pendapatan (Y)
Lokasi (X3) Tenaga Kerja (X2)
Modal (X1) satu faktor penting yang diperhatikan
perusahaan adalah penentuan lokasi yang strategis dalam memasarkan produknya (Rahman, 2018).
Berdasarkan uraian diatas dalam menetukan lokasi khususnya lokasi usaha tentu harus dipertimbangkan dengan sebaik mungkin. Ketepatan pemilihan lokasi merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh seorang pengusaha sebelum membuka usahanya. Hal ini terjadi karena pemilihan lokasi yang tepat seringkali menentukan kesuksesan suatu usaha (Wahyudi & Lau Heriyanto, 2014).
Pendapatan
Pendapatan adalah hasil yang didapatkan dari usaha seseorang sebagai ganti jerih payah atas usaha yang dikerjakan, sedangkan pendapatan industri adalah pendapatan yang
diperoleh karena telah
mengorganisasikan seluruh faktor produksi yang dikelolanya, pendapatan yaitu pendapatan yang diperoleh dari jumlah produk fisik yang dihasilkan dikalikan dengan harga jualnya atau dalam matematik dapat dinyatakan (Gestry, 2017):
TR = Q x P Keterangan:
TR = Total Revenue atau Penerimaan, Q = Quantity atau Jumlah Barang, P = Price atau harga
Pendapatan adalah pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan selama sebulan setelah dikurangi dengan biaya-biaya, diukur dalam satuan rupiah rata- rata per bulan (Wibowo & Su, 2019) hal ini merupakan pendapatan bersih yang didapat perusahaa. Agar pendapatan yang diterima oleh perusahaan sesuai dengan yang diharapkan, maka perusahaan harus berusaha semaksimal mungkin untuk memperolehnya (Litriani & Leviana, 2017). Pendapatan sebagai salah satu unsur kesejahteraan. Dari setiap penjelasan dapat disimpulkan bahwa pendapatan merupakan hasil yang diterima dari kegiatan usaha, disamping
itu pendapatan juga merupakan tolak ukur seberapa berhasilnya perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Kerangka Pemikiran
Berikut kerangka penelitian yang digambarkan sebagai berikut:
Hipotesis
H1 : Terdapat pengaruh secara signifikan antara modal dengan pendapatan di PT. Cemerlang Kencana Bandana.
H2 : Terdapat pengaruh secara signifikan anatara tenaga kerja dengan pendapatan di PT. Cemerlang Kencana Bandana.
H3 : Terdapat pengaruh secara signifikan antara lokasi usaha dengan pendapatan di PT. Cemerlang Kencana Bandana.
H4 : Adanya pengaruh modal, tenaga kerja dan lokasi secara simultan terhadap pendapatan usaha di PT. Cemerlang Kencana Bandana.
METODE PENELITIAN Metode Penelitian
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat hal yang perlu diperhatikan yaitu cara, ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan (Sugiono, 2018:2).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk menguji bagaimana pengaruhnya modal, tenaga kerja dan lokasi terhadap pendapatan.
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data
dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.(Sugiono, 2018:147).
Penelitian pada umumnya dilakukan pada populasi atau sampel tertentu yang representative dengan proses penelitian bersifat deduktif dimana untuk menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan hipotesis yang selanjutnya diuji melalui pengumpulan data lapangan, dimana untuk mengumpulkan data digunakan instrument penelitian, yang selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif atau inferensial sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak (Sugiono, 2018:8).
Metode penelitian kuantitatif pada umumnya dilakukan pada sampel yang diambil secara random, sehingga kesimpulan hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi dimana sampel tersebut diambil (Sugiyono, 2018).
HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin, Usia, dan Pendidikan:
Jenis Kelamin Jumlah Presentasi
Laki - Laki 20 87%
Perempuan 3 13%
Jumlah 23 100%
Usia Frekuensi Presentasi %
< = 20 0 0%
21 – 25 1 4%
26 – 29 3 13%
31 – 34 9 39%
35 – 39 4 17%
40 – 44 5 22%
45 – 50 1 4%
Jumlah 23 100%
Pendidikan Frekuensi Presentasi
%
SMA 16 69,57%
Diploma 1 4,35%
Sarjana 6 26,08%
Jumlah 23 100%
Uji Validitas dan Reabilitas Uji Validitas
Uji validitas instrument pada penelitian ini meggunakan rumus korelasi berdasarkan Pearson Product Moment, dengan dasar pengambilan keputusan apabila r- hitung lebih besar dari r- tabel, dan signifikasi kurang dari 0.05 maka dapat dinyatakan bahwa data tersebut valid. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan program SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 20.
Hasil dari uji validitas variabel modal, tenaga kerja, lokasi dan pendapatan menunjukan bahwa nilai rhitung setiap kuesioner dari masing- masing variabel dalam penelitian ini lebih besar dari rtabel hal ini ditunjukan dengan nilai rhitung pada masing-masing item lebih besar dari rtabel (0,413) maka setiap item pernyataan yang berkaitan setiap variabel adalah valid dengan kata lain setiap variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat.
Uji Reliabilitas
Pengujian reliabilitas pada penelitian ini menggunakan Cronbach’s Alfa, dengan kriteria apabila Cronbach’s Alfa lebih dari 0,6 maka kuesioner yang digunakan reliabel dalam mengungkap variabel yang sedang diteliti, uji reliabilitas yang diukur yaitu modal, tenaga kerja, lokasi dan pendapatan.
Pengujian uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah kuesioner tersebut konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Variabel rhitung rtabel Keterangan
Modal (X1) 0,669 0,6 Valid Tenaga
Kerja (X2)
0,742 0,6 Valid
Lokasi (x3) 0,756 0,6 Valid Pendapatan
Usaha (Y)
0,737 0,6 Valid
Analisis Deskriptif 1. Modal
Berdasarkan garis kontinum menunjukan bahawa modal yang terjadi pada PT.
cemerlang Kencana Bandana sebesar 68,2% nilai tersebut berada diantara nilai interval 68% - 84% dengan demikian nilai tersbut menunjukan bahwa modal yang ada di PT. Cemerlang Kencana Bandana diartikan “BAIK”.
2. Tenaga Kerja
Berdasarkan garis kontinum menunjukan bahawa tenaga kerja yang terjadi pada PT. Cemerlang Kencana Bandana sebesar 63,59% nilai tersebut berada diantara nilai interval 52% - 68% dengan demikian nilai tersbut menunjukan bahwa tenaga kerja yang ada di PT.
Cemerlang Kencana Bandana diartikan
“KURANG BAIK”.
3. Lokasi
Berdasarkan garis kontinum menunjukan bahawa lokasi yang dipilih pada PT.
cemerlang Kencana Bandana sebesar 64,87% nilai tersebut berada diantara nilai interval 52% - 68% dengan demikian nilai tersebut menunjukan bahwa modal yang ada di PT. Cemerlang Kencana Bandana diartikan “KURANG BAIK”
4. Pendapatan
Berdasarkan garis kontinum menunjukan bahawa Pendapatan pada PT. Cemerlang Kencana Bandana sebesar 66,87% nilai tersebut berada diantara nilai interval 52% - 68% dengan demikian nilai tersebut menunjukan bahwa pendapatan yang ada di PT. Cemerlang Kencana Bandana diartikan “KURANG BAIK.
Hasil Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk melihat normal tidaknya data yang akan dianalisis. Uji normalitas ini dengan menggunakan Test Kolmogorov-Smirnov menggunakan nilai probabilitas Asymp.sig(2-tailed). Jika hasil lebih besar dari 0,05 maka data dikatakan berdistribusi normal, sebaliknya apabila lebih kecil dari 0,05 dapat disimpulkan bahwa data tidak berdistribusi normal.
Uji statistik normalitas menunjukkan nilai Asymp.sig(2-tailed) yaitu 0,618 lebih besar dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal.
2. Hasil Uji Multikolinearitas
Multikolinieritas merupakan salah asumsi dalam penggunaan regresi, pada penelitian ini pengujian multikolinearitas menggunakan cara “Tolerance and Variance Inflation Factor (VIF)”.
Pedoman yang digunakan untuk menentukan multikolinearitas adalah apabila nilai VIF dari suatu variabel melebihi 10 dan ini akan terjadi bila R² melebihi 0,90 maka variabel tersebut dikatakan berkorelasi sangat tinggi.
Nilai tolerance modal 0.896, tenaga kerja 0,533 dan lokasi usaha 0,528 lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF modal 1.116, tenaga kerja 1,876 dan lokasi 1,895 seluruhnya juga lebih kecil dari 10. Dapat disimpulkan bahwa pada model penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas.
3. Hasil Uji Heterokedastisitas
Uji Heterokedastisitas pada penelitaian ini menggunakan Uji Glejser, Uji Glejser dilakukan dengan cara meregresikan antara variabel independen dengan nilai absolut residualnya. Nilai signifikansi antara variabel independen dengan absolut residual lebih dari 0,05 maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.
Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis selanjutnya bertujuan membuktikan bagaimana modal, tenaga kerja dan lokasi terhadap pendapatan secara parsial maupun simultan
1. Uji T (Parsial)
Varia bel Sig.
Krite ria Sig.
Thitu ng
Krite ria Ttabe l
Keputus an
Modal 0.2
36 <0,05 1.224 >2.08 5
Tidak berpenga ruh Tenag
a Kerja
0.3
43 <0,05 0.972 >2.08 5
Tidak berpenga ruh Lokas
i 0.0
27 <0,05 2.388 >2.08 5
Berpeng aruh
2. Uji F (Simultan)
Berdasarkan hasil pengujian, secara simultan variabel modal, tenaga kerja dan lokasi berpengaruh terhadap pendapatan dengan kriteria pengambilan keputusan menggunakan nilai signifikansi f pada 5%, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 yang lebih kecil dari α = 0,05 dengan nilai f-hitung (7.916) lebih besar (>) dari nilai f-tabel (3.13) sehingga dapat disimpulkan bahwa H4 diterima, yang artinya secara simultan variabel modal, tenaga kerja dan lokasi bersama-sama berpengaruh terhadap variabel pendapatan usaha.
Pengaruh Modal, Tenaga kerja, dan Lokasi Terhadap Pedapatan
Modal
Berdasarkan hasil pengujian dari hipotesis pengaruh variabel modal terhadap pendapatan dalam penelitian ini menunjukan bahwa modal berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan. Hal ini ditunjukan dengan nilai pengaruh sebesar 19,8% dan nilai signifikan sebesar 0,236 atau lebih besar dari (>) a=0,05 dengan nilai thitung (1.224) lebih kecil (<) dari ttabel (2.085) dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak artinya modal berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan perusahaan. Pada penelitian ini terdapat perbedaan hasil
mengenai keterkaitan antara pengaruhnya modal dengan pendapatan usaha, seperti hasil penelitian yang menunjukan bahwa modal berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan, yang dibuktikan bahwa menurut jawaban dari responden modal yang dibutuhkan oleh perusahaan lebih baik berasal dari modal sendiri seperti modal yang berasal dari tabungan, tentunya hal ini bertolak belakang dengan penelitian terdahulu. Jika perusahaan menginginkan perusahaan berkembang maka perusahaan harus menerima resiko untuk mengeluarkan modal yang lebih tinggi untuk mencapai pendapatan yang tinggi, baik dari mana modal itu diperoleh. Perusahaan tidak akan mendapatkan kenaikan dari segi pendapatan jika modal yang dimiliki atau digunakan memiliki keterbatasan, hal itu bisa menghambat perusahaan dalam menaikan pendapatan.
Modal merupakan faktor penting bagi perusahaan untuk menjalankan usahanya, semakin besarnya modal yang dimiliki perusahaan maka semakin tinggi pendapatan yang diterima baik dari mana sumber modal itu diperoleh, pendapat ini sejalan dengan penelitian terdahulu (Putri
& I Made, 2016) yang menyatakan Modal merupakan hal penting dalam sebuah usaha yang akan dibangun.
Dalam sebuah usaha tidak hanya di perlukan modal sendiri tapi juga dibantu dengan modal pinjaman. Dengan adanya modal pinjaman akan mempengaruhi peningkatan pendapatan dan produktivitas usahanya.
Tenaga Kerja
Berdasarkan hasil pengujian dari hipotesis pengaruh variabel tenaga kerja terhadap pendapatan dalam penelitian ini menunjukan bahwa tenaga kerja berpengaruh tidaka signifikan terhadap pendapatan. Hal ini ditunjukan dengan nilai pengaruh sebesar 20,4% dan nilai signifikan sebesar 0,343 atau lebih besar dari (>) a=0,05 dengan nilai thitung Modal Pendapatan
0,198
Tenaga Kerja
Pendapatan 0,204
(0,972) lebih kecil (<) dari ttabel (2.085) dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak artinya tenaga kerja berpengaruh tidak signifikan terhadap pendapatan perusahaan.
Pada penelitian ini terdapat perbedaan hasil mengenai keterkaitan antara pengaruhnya tenaga kerja dengan pendapatan usaha Tenaga kerja merupakan faktor penting setelah modal bagi perusahaan untuk menjalankan usahanya, semakin tinggi tingkat produktivitas tenaga kerja maka semakin besar pendapatan yang akan diterima oleh perusahaan. pendapat ini sejalan dengan penelitian terdahulu (Wibowo &
Su, 2019) yang menyatakan bahwa, Besar kecilnya tenaga kerja akan mempengaruhi proses produksi yang selanjutnya akan mempengaruhi tingkat pendapatan.
Lokasi
Hasil pengujian dari hipotesis pengaruh variabel lokasi terhadap pendapatan dalam penelitian ini menunjukan bahwa lokasi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Hal ini ditunjukan dengan nilai pengaruh sebesar 50,3% dan nilai signifikan sebesar 0,27 atau lebih besar dari (>) a=0,05 dengan nilai thitung (2,388) lebih besar (>) dari ttabel (2.085) dapat disimpulkan bahwa H3 diterima artinya tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan perusahaan.
Sejalan dengan penelitian terdahulu menurut (Apriyani, 2018) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan menunjukkan bahwa semakin tepat pertimbangan pemilihan lokasi usaha maka akan meningkatkan pendapatan, hal ini karena semakin strategis lokasi berdagang yang ditempatinya maka pendapatan yang diterima akan semakin tinggi.
Pengaruh secara Simultan
Kd = r² x 100%
= 0,745x100%
= 55,6%
Berdasarkan hasil penelitian untuk mengetahui seberapa persen pengaruh secara simultan antara variabel independent terhadap variabel dependen menunjukan nilai R square sebesar 0,556 artinya variabel dependen dapat dijelaskan oleh seluruh variabel independen sebesar 55,6% sedangkan sisanya sebesar 44,4% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model penelitian ini. Hasil uji koefisien determinasi menjelaskan ketiga variabel independen kepada variabel dependen sebesar 55,6%
dan jika salah satu variabel hilang maka tidak akan terdapat pengaruh terhadap variabel dependen.
Hasil uji f (simultan) variabel modal, tenaga kerja dan lokasi berpengaruh terhadap pendapatan dengan kriteria pengambilan keputusan menggunakan nilai signifikansi f pada 5%, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 yang lebih kecil dari α = 0,05 dan nilai f-hitung (7.916) > f-tabel (3.13) sehingga dapat disimpulkan bahwa H4 diterima,
Artinya secara simultan variabel modal, tenaga kerja dan lokasi berpengaruh signifikan terrhadap pendapatan usaha karena pada kegiatannya perusahaan membutuhkan ke tiga variabel tersebut sebagai pendukung dalam menjalankan usaha dan kegiatannya dalam meningkatkan pendapatan usaha. Jika salah satu variabel hilang, maka tidak akan terdapat pengaruh terhadap pendapatan usaha.
Sesuai dengan (Putri & I Made, 2016) Lokasi Pendapatan
0,503
Modal
Pendapatan Tenaga
Kerja
Lokasi
55,6%
44,4%
bahwa modal dan lokasi usaha bepengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha. Hal ini pun sesuai dengan yang terjadi pada PT. Cemerlang Kencana Bandana.
Dalam penelitian ini, analisis regresi linier berganda digunakan untuk membuktikan sejauh mana pengaruh variable Modal (X1), Tenaga Kerja (X2) dan Lokasi usaha (X3) Terhadap Pendapatan (Y) sehingga persamaan regresi bergandanya adalah:
Y = a+β₁ X₁ +β₂ X₂ + β₃ X₃
Y = 2.051 + 0,232Xı + 0,070X₂ +0,227X₃ + ε
Dimana:
Y = Pendapatan
a = Nilai Konstanta Modal X1 = Modal
X2 = Tenaga Kerja X3 = Lokasi Usaha
β1, β2, β3 = Koefisien masing-masing faktor.
ε = Standar Error
Hasil hitung mengandung arti bahwa ketiga variabel ini berpengaruh terhadap pendapatan usaha PT.
Cemerlang Kencana Bandana. Nilai konstanta sebesar 2.051 menunjukan apabila ketiga variabel independen bersifat konstan maka nilai pendapatan naik sebesar 2.051, berarti ketika variabel independen sama dengan nol maka perusahaan cenderung mengalami peningkatan pendapatan usaha sebesar 2.051 . Hal ini sesuai dengan perkiraan bahwa modal, tenaga kerja dan lokasi berpengaruh terhadap pendapatan usaha PT.Cemerlang Kencana Bandana.
PENUTUP
Berdasarkan hasil penelitian yang menjabarkan efektifitas dari modal, tenaga kerja dan lokasi terhadap pendapatan usaha dilihat dari 1 objek yaitu pada karyawan PT. Cemerlang Kencana Bandana, peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Hasil penelitian menunjukan bahwa modal tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, dibuktikan bahwa
menurut jawaban dari responden modal yang dibutuhkan oleh perusahaan lebih baik berasal dari modal sendiri seperti modal yang berasal dari tabungan, dimana tabungan sendiri tidak terlalu memiliki resiko yang tinggi, meskipun dalam kegiatannya modal disesuaikan dengan kebutuhan usaha dengan pengeluaran dan pendapatan perusahaan saat kegiatan usah berjalan.
2. Hasil penelitian menunjukan bahwa tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha, seperti hasil penelitian yang menunjukan bahwa tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap pendapatan, jika tenaga kerja dilihat dari segi dimensi produktivitas saja, dalam artian ada faktor lain yang berpengaruh terhadap variabel tenaga kerja diluar hasil penelitian dari peneliti misalnya controlling perusahaan terhadapa tenaga kerja.
3. Hasil Penelitian menunjukan bahwa lokasi berpengaruh terhadap pendapatan jika lokasi yang dimiliki oleh PT.
Cemerlang kencana Bandana berada pada lokasi yang sangat mendukung bagi kegiatan dalam menjalankan usaha, sehingga variabel tersebut dapat mewakili dalam kegiatan perusahaan untuk dapat meningkatkan pendapatan yang diterima
4. Hasil menunjukan bahwa secara simultan modal, tenaga kerja dan lokasi berpengaruh terhadap pendapatan usaha karena pada kegiatannya perusahaan membutuhkan ke tiga variabel tersebut sebagai pendukung dalam menjalankan usaha dan kegiatannya dalam meningkatkan pendapatan usaha.
Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan populasi atau sampel penelitian dan tidak terbatas pada perusahaan manufaktur dan distribusi saja, serta dapat menambahkan variabel independen lain guna menguji pengaruhnya terhadapa pendapatan usaha yang memungkinkan adanya hubungan dan pengaruh lain seperti yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
REFERENSI
Abbas, D. (2018). Pengaruh Modal Usaha, Orientasi Pasar, Dan Orientasi
Kewirausahaan Terhadap Kinerja Ukm Kota Makassar. Jurnal Manajemen, Ide, Inspirasi (Minds), 5(1), 95–111
Agustin, H. U., Rianto, W. H., &
Kusuma, H. (2018). Analisis Pengaruh Modal Dan Tenaga Kerja Terhadap Efisiensi Produksi Genteng Di Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek. Jurnal Ilmu Ekonomi Jie, 2(2), 194–205.
Anas Ilham. (2017). Wah, Ternyata Buff Punya 16 Manfaat.
Apriyani, H. (2018). Pengaruh Pembiayaan Syariah, Lama Usaha, Dan Lokasi Usaha Terhadap Pendapatan Usaha Kecil Dan Mikro. (4).
Arifini, N. K., & Mustika, M. D. S.
(2013). Analisis Pendapatan Pengrajin Perak Di Desa Kamasan Kabupaten Klungkun. E-Jurnal Ep Unud, 2(6), 294–305.
Artaya, I. P., & Arimbawa, I. G. (2018).
Penarapan Metode Korelasi Dalam Mengukur Hubungan Antara Customer Relationship Dengan Customer Loyality Pada Pt Antika Raya Surabaya. Bisma (Bisnis Dan Manajemen), 1(1), 50
Bahri. (2019). Pengantar Kewirausahaan.
Damanik, C. H., Sabijono, H., & Pontoh, W. (2018). Analisis Prosedur Pemungutan Dan Kontribusi Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Pada Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah Kota Bitung. Jurnal Riset Akuntansi Going Concern, 13(03).
Fauzi, A., Suharjo, B., &
Syamsunmuhammad. (2017).
Pengaruh Sumber Daya Finansial, Aset Tidak Berwujud Dan Keunggulan Bersaing Yang Berimplikasi Terhadap Kinerja Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Di Lombok Ntb. Manajemen Ikm -
Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah, 11(2), 151–158.
Gestry, B. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Industri Makanan Khas Di Kota Tebing Tinggi The Analysis Factors Of Typical Food Industry Revenues At Tebing Tinggi City. In Jom Fekon (Vol. 4).
Go, F., & Subagio, H. (2014).
Mengakhiri Era Tenaga Kerja Murah - Google Books. Retrieved July 28, 2019
Herawati, T., Rudatin, C. L. T., & Akbar, D. (2014). Potensi Kota Bandung Sebagai Destinasi Incentive Melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif. Epigram, 11(2).
Hindra, Y. (2016). Kronologis Awal Berkembangnya Buff Atau Bandana Multifungsi.
Hurriyati, R. (2015). Indikator Dalam Lokasi. In Bauran Pemasaran Dan Loyalitas Konsumen, Bandung : Cv Alfabeta (P. 56).
Icel. (2018). Pencemaran Udara.
Retrieved July 23, 2019, From Https://Icel.Or.Id/Tag/Pencemaran- Udara/
Jaya Indra. (2019). Penerapan Statistik Untuk Penelitian Pendidikan - Google Books. Retrieved July 25, 2019.
Juliasty, S. (2009). Cerdas Mendapatkan Dan Mengelola Modal Usaha - Google Books. Retrieved July 30, 2019.
Kasmir. (2016). Pengantar Manajemen Keuangan: Edisi Kedua - Kasmir - Google Books. Retrieved July 28, 2019.
Kusuma, I. (2016). Pasar Global Yang Tidak Terkendali.
Latif, M. R., Engka, D. S. ., & Sumual, J.
I. (2018). Pengaruh Persepsi Tentang Modal Usaha , Lokasi , Dan Jenis Dagangan Terhadap.
18(05), 174–185.
Litriani, E., & Leviana, L. (2017).
Pengaruh Pembiayaan Modal Kerja Terhadap Pendapatan Usaha Nasabah Pada Pt . Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Simpang Patal Palembang. I-Finance, 3(2), 123–140.
Mahendra, A. D. (2014). Analisis Pengaruh Pendidikan, Upah, Jenis Kelamin, Usia Dan Pengalaman Kerja Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja (Studi Di Industri Kecil Tempe Di Kota Semarang).
Mastuti, R., Supristiwendi, & Andika.
(2018). Peternak Ayam Broiler Pedaging. 5(1), 75–83.
Mulyadi. (2014). Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif Pembangunan.
Narimawati, U. (2010). Metodologi Penelitian: Dasar Penyusunan Penelitian Ekonomi. Jakarta:
Genesis.
Nirfandi, G., Vecky, A. J. M., & Mauna, T. B. Marami. (2019). Analisis Pengaruh Modal Dan Biaya Produksi Terhadap Pendapatan Umkm Di Kota Kotamobagu.
Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Menggunan Metode Full Costing, 19(01), 87–
112.
Abbas, D. (2018). Pengaruh Modal Usaha, Orientasi Pasar, Dan Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja Ukm Kota Makassar.
Jurnal Manajemen, Ide, Inspirasi (Minds), 5(1), 95–111.
Agustin, H. U., Rianto, W. H., &
Kusuma, H. (2018). Analisis Pengaruh Modal Dan Tenaga Kerja Terhadap Efisiensi Produksi Genteng Di Desa Sukorejo
Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek. Jurnal Ilmu Ekonomi Jie, 2(2), 194–205.
Anas Ilham. (2017). Wah, Ternyata Buff Punya 16 Manfaat.
Apriyani, H. (2018). Pengaruh Pembiayaan Syariah, Lama Usaha, Dan Lokasi Usaha Terhadap Pendapatan Usaha Kecil Dan Mikro. (4).
Arifini, N. K., & Mustika, M. D. S.
(2013). Analisis Pendapatan Pengrajin Perak Di Desa Kamasan Kabupaten Klungkun. E-Jurnal Ep Unud, 2(6), 294–305.
Artaya, I. P., & Arimbawa, I. G. (2018).
Penarapan Metode Korelasi Dalam Mengukur Hubungan Antara Customer Relationship Dengan Customer Loyality Pada Pt Antika Raya Surabaya. Bisma (Bisnis Dan Manajemen), 1(1), 50
Bahri. (2019). Pengantar Kewirausahaan.
Damanik, C. H., Sabijono, H., & Pontoh, W. (2018). Analisis Prosedur Pemungutan Dan Kontribusi Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Pada Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah Kota Bitung. Jurnal Riset Akuntansi Going Concern, 13(03).
Fauzi, A., Suharjo, B., &
Syamsunmuhammad. (2017).
Pengaruh Sumber Daya Finansial, Aset Tidak Berwujud Dan Keunggulan Bersaing Yang Berimplikasi Terhadap Kinerja Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Di Lombok Ntb. Manajemen Ikm - Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah, 11(2), 151–158.
Gestry, B. (2017). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Industri Makanan Khas Di Kota Tebing Tinggi The Analysis
Factors Of Typical Food Industry Revenues At Tebing Tinggi City. In Jom Fekon (Vol. 4).
Go, F., & Subagio, H. (2014).
Mengakhiri Era Tenaga Kerja Murah - Google Books. Retrieved July 28, 2019
Herawati, T., Rudatin, C. L. T., & Akbar, D. (2014). Potensi Kota Bandung Sebagai Destinasi Incentive Melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif. Epigram, 11(2).
Hindra, Y. (2016). Kronologis Awal Berkembangnya Buff Atau Bandana Multifungsi.
Hurriyati, R. (2015). Indikator Dalam Lokasi. In Bauran Pemasaran Dan Loyalitas Konsumen, Bandung : Cv Alfabeta (P. 56).
Icel. (2018). Pencemaran Udara.
Retrieved July 23, 2019, From Https://Icel.Or.Id/Tag/Pencemaran- Udara/
Jaya Indra. (2019). Penerapan Statistik Untuk Penelitian Pendidikan - Google Books. Retrieved July 25, 2019.
Juliasty, S. (2009). Cerdas Mendapatkan Dan Mengelola Modal Usaha - Google Books. Retrieved July 30, 2019.
Kasmir. (2016). Pengantar Manajemen Keuangan: Edisi Kedua - Kasmir - Google Books. Retrieved July 28, 2019.
Kusuma, I. (2016). Pasar Global Yang Tidak Terkendali.
Latif, M. R., Engka, D. S. ., & Sumual, J.
I. (2018). Pengaruh Persepsi Tentang Modal Usaha , Lokasi , Dan Jenis Dagangan Terhadap.
18(05), 174–185.
Litriani, E., & Leviana, L. (2017).
Pengaruh Pembiayaan Modal Kerja Terhadap Pendapatan Usaha
Nasabah Pada Pt . Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Simpang Patal Palembang. I-Finance, 3(2), 123–140.
Mahendra, A. D. (2014). Analisis Pengaruh Pendidikan, Upah, Jenis Kelamin, Usia Dan Pengalaman Kerja Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja (Studi Di Industri Kecil Tempe Di Kota Semarang).
Mastuti, R., Supristiwendi, & Andika.
(2018). Peternak Ayam Broiler Pedaging. 5(1), 75–83.
Mulyadi. (2014). Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif Pembangunan.
Narimawati, U. (2010). Metodologi Penelitian: Dasar Penyusunan Penelitian Ekonomi. Jakarta:
Genesis.
Nirfandi, G., Vecky, A. J. M., & Mauna, T. B. Marami. (2019). Analisis Pengaruh Modal Dan Biaya Produksi Terhadap Pendapatan Umkm Di Kota Kotamobagu.
Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Menggunan Metode Full Costing, 19(01), 87–
112.
Nur Fu’ad, E. (2016). Pengaruh Pemilihan Lokasi Terhadap Kesuksesan Usaha Berskala Mikro/Kecil Di Komplek Shopping Centre Jepara. Media Ekonomi Dan Manajemen, 30(1), 56–67.
Puji, Nining. Wibowo, Edi Dan Sri Utami, S. (2018). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Sabtu Belanja Di Alun- Alun Karanganyar. 18(2), 306–313.
Putri, N. M. D. M., & I Made. (2016).
Pengaruh Modal Sendiri Dan Lokasi Usaha Terhadap Pendapatan Usaha Mikro Kecil Menengah (Umkm) Di Kabupaten Tabanan (Modal Pinjaman Sebagai Variabel Intervening). Esensi Jurnal Bisnis
Dan Manajemen, 9(2), 142–150.
Putriyandari, R., Yuliyana, W., &
Rahayu, Y. S. (2019). Laporan
Keuangan Umkm Dalam
Menunjang Analisis Pemberian Kredit Perusahaan Umkm. Jurnal Abdimas Bsi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 190–209.
Rahman, D. (2018). Pengaruh Kualitas Produk Dan Lokasi Terhadap Keputusan Pembelian Yoghurt Freshtime (Suatu Survey Pada Konsumen Yoghurt Freshtime).
Riadi, M. (2013). Usaha Mikro, Kecil,
Dan Menengah -
Kajianpustaka.Com. Retrieved June 24, 2019.
Roring, C., Kawung, G. M. ., & Wauran, P. C. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Produksi Petani Bungan Di Kota Tomohon.
19(1), 78–87.
Setiawan, S. A. (2010). Pengaruh Umur, Pendidikan, Pendapatan, Pengalaman Kerja Dan Jenis Kelamin Terhadap Lama Mencari Kerja Bagi Tenaga Kerja Terdidik Di Kota Magelang. Retrieved From Sugiono. (2018). Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif Dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Sugiyono, & Susanto, A. (2017). Cara Mudah Belajar Spss Dan Lisrel.
Sumarni, Murti Dan Suprihanto, J.
(2014). Pengantar Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan. In Pengantar Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan (P. 5).
Suryana. (2014). Kewirausahaan Kiat Dan Proses Menuju Sukses Edisi 4, Salemba Empat Jakarta.
Tanwijaya, W. M., & Pakasi, C. B. D.
(2018). Analisis Keuntungan Usaha Kedai Kopi “Baba Budan” Jalan Roda Di Kota Manado. 14, 313–
320.
Utari, T., & Dewi, P. M. (2014).
Pengaruh Modal, Tingkat Pendidikan Dan Teknologi Terhadap Pendapatan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (Umkm) Di Kawasan Imam Bonjol Denpasar Barat. E-Jurnal Ep Unud, 3(12), 576–585.
Wahyudi, N., & Lau Heriyanto, E. A.
(2014). Analisis Faktor-Faktor Pemilihan Lokasi Usaha Terhadap Kesuksesan Usaha Jasa Mikro Di Kecamatan Sungai Kunjang.
Wibowo, E., & Su, S. (2019). Pengaruh Faktor Kekuatan Ekonomi Terhadap Pendapatan Dengan Lama Usaha Sebagai Variabel Moderating ( Survey Pada Usaha Kedai Kopi Di Surakarta). 3(1), 177–187.
Wulandari, N. (N.D.). Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan Dan Lokasi Terhadap Kepuasan Konsumen ( Studi Kasus Pada Konsumen Kopikita Semarang).