• Tidak ada hasil yang ditemukan

efektivitas media flash card terhadap kemampuan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "efektivitas media flash card terhadap kemampuan"

Copied!
147
0
0

Teks penuh

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media flash card terhadap kemampuan membaca siswa kelas I SD Inpres Bontomanai Kota Makassar. Dengan demikian media flashcard efektif terhadap kemampuan membaca siswa kelas I SD Inpres Bontomanai Kota Makassar.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Media flash card merupakan media yang sangat mumpuni digunakan untuk pembelajaran kosakata bahasa. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul “Efektivitas Media Flash Card Terhadap Kemampuan Membaca Siswa Kelas 1 SD Inpres Bontomanai Kota Makassar.”.

Rumusan Masalah

Penggunaan media flash card dalam proses belajar mengajar menjadikan pengajaran lebih menarik bagi siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar, pemahaman terhadap bahan ajar akan lebih jelas sehingga siswa dapat memahaminya, media pengajaran akan lebih beragam sehingga siswa tidak bosan dan siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar, karena tidak hanya mendengarkan penjelasan guru saja, tetapi juga kegiatan lain seperti mengamati, melakukan dan mendemonstrasikan.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Kajian Pustaka

  • Penelitian yang Relevan
  • Efekvifitas Pembelajaran Bahasa Indonesia
  • Pengertian Kemampuan Membaca
  • Tujuan Membaca
  • Aspek-aspek Membaca
  • Media Flash Card

Membaca senyap (silent reading) paling cocok untuk kemampuan pemahaman, yang juga dapat dibagi menjadi: .. a) membaca ekstensif (b) membaca intensif (intensif membaca). Flash card merupakan kartu bergambar yang mengarahkan siswa pada sesuatu yang berhubungan dengan gambar pada kartu tersebut.

Kerangka Pikir

Pemilihan media dengan flash card dinilai efektif karena akan membuat siswa lebih aktif dan responsif dalam belajar. Oleh karena itu media flash card ini dinilai baik karena akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih aktif dalam belajar dan hasil belajar siswa dapat ditingkatkan.

Hipotesis Penelitian

Jenis Penelitian

  • Desain Penelitian
  • Populasi
  • Sampel

Sugiyono, Populasi adalah wilayah umum yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai jumlah dan ciri-ciri tertentu yang ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa populasi adalah seluruh subjek yang akan diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 SD Inpres Bontomanai Kota Makassar.

Sampel ini adalah desain yang paling tidak dapat diandalkan, namun biasanya paling murah dan mudah dijalankan. Seringkali pengambilan sampel jenis ini dilakukan untuk menguji suatu ide atau bahkan untuk mendapatkan ide tentang suatu topik yang diminati.

Tabel 3.1One Group Prestest-Posttest Design  Prestest
Tabel 3.1One Group Prestest-Posttest Design Prestest

Definisi Operasional Variabel

Instrumen Penelitian

  • Tes hasil belajar Bahasa Indonesia
  • Lembar observasi aktivitas siswa

Lembar observasi ini digunakan untuk mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran melalui media flashcard. 6 Atas petunjuk guru, siswa maju satu per satu untuk membaca kartu pembelajaran. 7 Siswa bertukar informasi.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Sumber : Hidayah Tabel 3.6 Kategorisasi Standar Ketuntasan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas 1 SD Inpres Bontomanai Kota Makassar. Md = Selisih rata-rata antara pretest dan posttest X1 = Hasil belajar sebelum perlakuan (pretest) dengan menggunakan rumus. Md = Selisih rata-rata antara pretest dan posttest X1 = Hasil belajar sebelum perlakuan (pretest) X2 = Hasil belajar setelah perlakuan (posttest) d = Penyimpangan setiap mata pelajaran.

Jika t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti penggunaan media flash card efektif terhadap kemampuan membaca siswa kelas I SD Inpres Bontomanai Kota Makassar. Jika t hitung < t tabel maka H0 diterima yang berarti penggunaan media flash card tidak efektif terhadap kemampuan membaca siswa kelas I SD Inpres Bontomanai Kota Makassar.

Hasil Penelitian

  • Hasil Analisis Statistik Deskriptif

Dari hasil perhitungan diatas diperoleh nilai mean hasil belajar siswa Kelas I SD Inpres Bontomanai sebelum penggunaan media flash card adalah 65,76. Melihat hasil persentase yang ada, dapat dikatakan bahwa tingkat kemampuan membaca siswa sebelum diterapkan media flashcard tergolong rendah. Data diperoleh mengenai hasil kemampuan membaca siswa Kelas I SD Inpres Bontomanai setelah penerapan media flash card. Berikut data yang diperoleh.

Deskripsi Hasil Belajar Bahasa Indonesia (Posttest) Siswa Kelas ISD Inpres Bontomanai Setelah Penerapan Media Flash Card. Dari hasil perhitungan diatas diperoleh rata-rata skor hasil belajar siswa kelas I SD Inpres Bontomanai setelah diterapkan media flash card adalah 89,23 dari skor ideal 100. Deskripsi Kegiatan Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas I SD Inpres Bontomanai dengan menggunakan media flash card.

Tabel 4.3 Tingkat Kemampuan Membaca Pretest  Interval  Kategori Hasil
Tabel 4.3 Tingkat Kemampuan Membaca Pretest Interval Kategori Hasil

Pembahasan

Dari hasil penelitian diatas peneliti dapat menyimpulkan bahwa hipotesis diterima dalam penelitian ini karena penggunaan media flash card efektif. Jika melihat hasil yang ada secara persentase, maka dapat dikatakan bahwa tingkat kemampuan membaca siswa relatif rendah sebelum diperkenalkannya media flash card. Oleh karena itu, kemampuan membaca siswa setelah menggunakan flash card mempunyai hasil belajar yang lebih baik dibandingkan sebelum menggunakan flash card.

Hasil analisis menunjukkan efektivitas media flashcard terhadap keterampilan membaca sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan. Sedangkan pada penelitian yang berjudul “Efektifitas Media Flash Card Terhadap Keterampilan Membaca Siswa Kelas I SD Inpres Bontomanai Kota Makassar”, berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa terdapat perubahan nilai pembelajaran. outcome yaitu hasil pretest, nilai mean hasil belajar siswa sebesar 65,75, sedangkan nilai mean hasil posttest sebesar 89,23. Berdasarkan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial, penelitian yang relevan dan hasil observasi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media flashcard efektif terhadap keterampilan membaca siswa Kelas I SD Inpres Bontomanai Kota Makassar.

Simpulan

Saran

Pendidik, khususnya dewan guru SD Inpres Bontomanai yang melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan flash card, disarankan tidak hanya menjelaskan secara lisan, tetapi juga membimbing siswa yang mengalami kesulitan, meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar. Peneliti diharapkan dapat mengembangkan media flashcard ini dengan menerapkannya pada materi dan mata pelajaran lain untuk mengetahui apakah materi dan mata pelajaran lain tersebut cocok untuk media pembelajaran ini agar mencapai tujuan yang diharapkan dan ada baiknya diadakan pertemuan secara rutin. . sesering mungkin mendiskusikan upaya dan permasalahan yang ditemukan di kelas dengan bertukar pikiran yang mengarah pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengarkan, melihat, membaca] dan mengajukan pertanyaan berdasarkan rasa ingin tahu tentang diri sendiri, makhluk Tuhan dan aktivitasnya, serta benda-benda yang ditemui di rumah dan sekolah.

Penyajian ilmu faktual dengan bahasa yang jelas, logis dan sistematis, dalam karya yang estetis, dalam gerak yang mencerminkan anak yang sehat dan dalam perbuatan yang mencerminkan akhlak anak yang beriman dan berakhlak mulia.

KOMPETENSI DASAR

Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, sopan santun, peduli dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga.

TUJUAN

Dengan mengamati pengukuran di lingkungan sekitar, siswa mampu mengenali permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan pengukuran berat benda dengan alat ukur tidak baku dengan bantuan benda konkrit. Melalui latihan pengukuran berat badan, siswa mampu membandingkan hasil pengukuran berat benda dengan alat ukur tidak standar dengan benda konkrit.

MATERI

PENDEKATAN, STRATEGI, MODEL, & METODE Pendekatan : Scientific

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kemudian guru menjelaskan bahwa mereka akan mencari gambar lambang sila ketiga dan mencari teks bunyi sila ketiga. Guru menjelaskan bahwa beberapa foto telah dipasang di area tertentu di sekolah. Ketika peluit dibunyikan, mereka langsung mencari gambar lambang sila ketiga dan mencari teks bunyi sila ketiga.

Siswa diminta mengirimkan gambar simbol sila ketiga beserta bunyinya yang berhasil mereka kumpulkan dari kartu kata yang mereka temukan. Setelah siswa kembali ke tempat duduknya, mereka diminta mengingat kalimat perintah apa saja yang mereka temui saat bermain game. Selanjutnya guru dan siswa membandingkan berat benda konkrit yang ada di kelas.

SUMBER DAN MEDIA

  • Pengamatan Sikap
  • Penilaian Pengetahuan

Tema : Lingkungan bersih, sehat dan asri (tema 6) Subtema : Gotong royong menjaga kebersihan dan kesehatan.

KOMPETENSI DASAR Muatan: Bahasa Indonesia

Mengaplikasikan peraturan yang berlaku dalam kehidupan seharian di rumah 3.2 Mengenal pasti peraturan yang berlaku dalam kehidupan seharian di. Dengan mengira objek konkrit, pelajar boleh menyatakan ramai ahli set objek dengan nombor yang betul. Dengan mengira objek konkrit, pelajar dapat memadankan nombor (41-99) mengikut ramai ahli set objek yang diberikan dengan betul.

Dengan memahami petunjuk, siswa mampu menjelaskan aturan-aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah mengenai cara menjaga kebersihan lingkungan rumah dengan baik. Dengan mengetahui petunjuknya, siswa dapat mendemonstrasikan kegiatan dengan benar sesuai petunjuk yang berlaku di lingkungan rumahnya. Siswa mampu menjelaskan dan menunjukkan aturan-aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah mengenai cara menjaga kebersihan lingkungan rumah dengan baik.

PENDEKATAN, STRATEGI, MODEL & METODE Pendekatan : Scientific

  • Penilaian Keterampilan

Dengan menyelesaikan apa yang telah dipelajarinya hari ini, siswa dapat bersyukur kepada Tuhan dan memahami keberadaan dirinya sebagai makhluk Tuhan diantara makhluk Tuhan lainnya sehingga memiliki sikap saling menghargai, peduli, jujur, beradab, dan bertanggung jawab. Guru mengatakan bahwa hari ini mereka akan menghitung benda-benda yang ada di lingkungan. Siswa mempunyai kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang benda-benda di lingkungan yang dapat digunakan untuk membuat bilangan.

Siswa menyebutkan contoh kegiatan yang dapat dilakukan untuk menjamin sekolah dan lingkungan sekitar bersih dan sehat. Kegiatan diakhiri dengan mereview apa yang telah mereka lakukan sejak pagi dan diakhiri dengan mengucap syukur kepada Tuhan dan menyimpulkan bahwa Tuhan menciptakan lingkungan untuk manusia oleh karena itu manusia harus bekerja sama untuk menjaga lingkungannya tetap bersih dan sehat. . Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengarkan, melihat, membaca] dan mengajukan pertanyaan berdasarkan rasa ingin tahu tentang diri sendiri, makhluk Tuhan dan aktivitasnya, serta benda-benda yang ditemui di rumah dan di sekolah.

KOMPETENSI DASAR Muatan: Bahasa Indonesia

Menyajikan pengetahuan faktual dengan bahasa yang jelas, sistematis, logis dan sistematik, dalam karya yang estetis, dalam gerak yang mencerminkan anak yang sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak yang beriman dan berakhlak mulia. Setelah membaca teks, siswa dapat menemukan makna kata benda hidup dan benda mati dengan membandingkan benda hidup dan benda mati berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan dengan benar. Setelah melihat gambar, siswa menggunakan makna kata benda bernyawa dan benda mati dalam menulis melalui kegiatan menulis bersambung rapi.

Siswa dapat menentukan makna kata benda bernyawa dan benda mati berdasarkan ciri-ciri yang ditemuinya saat membaca teks.

PENDEKATAN, STRATEGI, MODEL,& METODE Pendekatan : Scientific

Guru melakukan apersepsi dengan melakukan salah satu kegiatan berikut yaitu tanya jawab, mengulas beberapa hal tentang kegiatan sebelumnya membedakan benda hidup dan benda mati. Jawaban dapat sesuai dengan pengetahuan dan pemahaman siswa, namun tetap sesuai dengan ciri-ciri gambar dan benda hidup dan benda mati. Setelah mengamati contoh, siswa dapat menggambar lambang sila kelima Pancasila dengan menebalkan garis-garisnya dengan benar.

Setelah mengamati teks, siswa dapat dengan benar menggunakan kosakata ciri-ciri makhluk hidup dalam tulisan. Ciri-ciri makhluk hidup adalah dapat bergerak dan berpindah, membutuhkan makanan, berkembang biak dan tumbuh. Bagaimana perasaan anda saat menyusun gambar lambang sila keempat Pancasila, latihan membuat kalimat dan bermain dadu untuk menentukan nilai tempat.

PENILAIAN

  • Remedial

Topik 5 Buku Pedoman Guru Kelas 1 dan Topik 7 Buku Siswa Kelas 1 (Buku Topik Kurikulum Terpadu 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016).

Alternatif (Pengayaan)

Gambar

Tabel 3.1One Group Prestest-Posttest Design  Prestest
Tabel 4.3 Tingkat Kemampuan Membaca Pretest  Interval  Kategori Hasil
Tabel  4.5  Kategori  Hasil  KemampuanMembaca  SiswaSetelah  Diterapkan  Media Flash Card
Tabel 4.9Hasil Analisis Data Observasi Aktivitas Siswa

Referensi

Dokumen terkait

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes berpikir kritis matematis (pretest-posttest). Hasil analisis data kuantitatif terhadap uji gain

Lembar tes yang digunakan yaitu berupa soal uraian untuk mengukur keterampilan membaca wacana siswa yang diberikan dalam bentuk pretest dan posttest untuk kelas

Data penelitian ini adalah data skor yang terdiri dari data pretest sebagai data awal, data posttest sebagai data akhir serta peningkatan dari ke- mampuan

Gambar 2 Diagram Nilai Rata-Rata Pretest Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Diagram di atas menunjukkan nilai rata-rata pretest dan posttest tes kemampuan pemecahan masalah kelas

Tes yang dilakukan sebanyak dua kali, pertama pretest dengan bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa tanpa perlakuan, dan kedua posttest untuk mengetahui hasil akhir kemampuan

Pretest Pretest yang dimaksud disini adalah test kemampuan membaca permulaan murid sebelum diterapkan perlakuan, atau proses belajar mengajar dengan menggunakan media big

Tabel 1 Rancangan Penelitian One Group pretest-posttest Design Kelompok Pre-test Perlakuan Post- test Eksperimen 01 X 02 Keterangan : 01 : Tes awal pretest untuk kelas eksperimen

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembelajaran dalam mengenal lambang bilangan adalah salah satu proses untuk meningkatkan kemampuan kognitif,kreativitas pada anak.Anak