PENDAHULUAN
Latar Belakang
Model pembelajaran kooperatif Team Accelerated Teaching (TAI) merupakan model pembelajaran yang sangat menarik karena merupakan perpaduan dua hal, yaitu pembelajaran kemampuan masing-masing individu dan pembelajaran kelompok. Dengan menggunakan model pembelajaran ini diharapkan siswa merasa senang dan antusias selama proses pembelajaran sehingga dapat memecahkan masalah. . Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Team Accelerated Teaching (TAI), maka penelitian ini dilakukan oleh: (1) Puspitasari. Disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif Team Accelerated Teaching (TAI) berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Teaching (TAI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari skor hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Team Accelerated Teaching (TAI) lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata skor yang diberikan dengan metode eksplanasi yaitu 71,73 dan 66,10. Oleh karena itu penulis merasa perlu dan termotivasi untuk melakukan penelitian pada kelas X SMA Negeri 1 Bulukumba dan mencoba menerapkan model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan hasil belajar.
Berdasarkan pertimbangan di atas, maka penulis tertarik untuk menggunakannya dengan judul penelitian “Efektivitas Pembelajaran Matematika dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kolaboratif Team Accelerated Teaching (TAI) pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Bulukumba”.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS
Kajian Pustaka
- Efektivitas
- Pembelajaran Matematika
- Model Pembelajaran Kooperatif
- Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Accelerated Instruction
Dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Teaching (TAI), 75% siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran. Pembelajaran kooperatif berasal dari kata Cooperative Learning yang berarti melakukan sesuatu secara bersama-sama dengan saling membantu sebagai suatu kelompok atau tim. Menurut Fathurrohman, pembelajaran kooperatif atau pembelajaran kooperatif merupakan suatu bentuk pembelajaran yang berlandaskan konstruktivisme.
Menurut Huda, pembelajaran kooperatif merupakan sebuah konsep yang sebenarnya sudah ada dalam kehidupan sehari-hari sejak lama. Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem pembelajaran yang berupaya memanfaatkan teman sebaya (siswa lain) sebagai sumber belajar, selain guru dan sumber belajar lainnya dengan membagi siswa ke dalam berbagai kelompok. Manajemen kooperatif mempunyai dua fungsi, yaitu: (a) Fungsi manajemen sebagai perencanaan pelaksanaan menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif terlaksana sesuai dengan rencana dan langkah-langkah.
Keberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukan oleh keberhasilan kelompok. Oleh karena itu, pembelajaran kooperatif hendaknya menekankan pada prinsip kebersamaan atau kerjasama.
Kerangka Pikir
Pembelajaran hanya berpusat pada guru karena guru hanya menggunakan model pembelajaran langsung dan siswa takut bertanya tentang materi yang asing pada saat pembelajaran matematika.
Hipotesis Penelitian
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Satuan Eksperimen Dan Perlakuan
- Definisi Opersional Variable
- Prosedur Penelitian
- Instrument Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Ketuntasan hasil belajar merupakan hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran kolaboratif tipe Team Accelerated Teaching (TAI) jika memenuhi syarat Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75. Uji hasil belajar harus bertujuan untuk mengukur hasil belajar setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif Team Accelerated Teaching (TAI). Kuesioner respon siswa untuk mengetahui respon siswa setelah penerapan model Collaborative Team Accelerated Teaching (TAI).
Hasil belajar siswa dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan pemahaman siswa terhadap materi matematika setelah dilakukan pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Teaching (TAI). Penguasaan hasil belajar matematika siswa secara individual setelah penerapan model pembelajaran kooperatif Team Accelerated Teaching (TAI). Berikut ini diuraikan hasil analisis statistik deskriptif yaitu hasil belajar matematika siswa sebelum dan sesudah pembelajaran melalui penerapan model kooperatif Team Accelerated Teaching (TAI), hasil observasi aktivitas siswa, dan hasil respon siswa. . angket pada pembelajaran matematika model kooperatif Team Accelerated Teaching (TAI). A.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kelas 31 2) Data hasil belajar matematika siswa setelah diberikan perlakuan. Hasil belajar matematika siswa setelah diberikan perlakuan (Posttest) di kelas Tabel distribusi frekuensi dan persentase poinnya dapat dilihat pada tabel 4.5.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa setelah diajar dengan bantuan model kooperatif tipe Team Accelerated Teaching (TAI) memenuhi kriteria keefektifan. Hasil analisis data hasil belajar siswa setelah pembelajaran matematika melalui model kooperatif tipe Team Accelerated Teaching (TAI) menunjukkan terdapat 34 siswa atau 88,23% siswa yang mencapai KKM, sedangkan siswa yang tidak mencapai KKM, sedangkan siswa yang tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 34 siswa atau 88,23% siswa yang mencapai KKM. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebanyak 4 siswa atau 11,73%. Hasil observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika dengan penerapan model kooperatif tipe Team Accelerated Teaching (TAI) kepada siswa.
Ketuntasan belajar siswa setelah diajar menggunakan model kolaboratif Team Accelerated Teaching (TAI) klasik lebih dari 79%. Dilihat dari hasil belajar, model kolaboratif tipe Team Accelerated Teaching (TAI) efektif diterapkan untuk pembelajaran matematika materi eksponensial pada siswa kelas X MIA 3 SMA Negeri 1 Bulukumba.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Hasil Analisis Deskriptif
- Hasil Analisis Inferensial
Skor hasil belajar matematika siswa sebelum diberikan perlakuan (Pre-test) untuk kelas Jika hasil belajar matematika siswa dikelompokkan dalam lima kategori, maka diperoleh tabel distribusi frekuensi dan persentase skor yang ditunjukkan pada tabel 4.2.
Selanjutnya dari hasil analisis deskriptif skor hasil belajar matematika siswa setelah mendapat perlakuan ditunjukkan pada Tabel 4. Jika dihubungkan dengan indikator ketuntasan hasil belajar siswa maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Hasil belajar siswa kelas X MIA 3 SMA Negeri 1 Bulukumba setelah penerapan model kooperatif tipe Team Accelerated Teaching (TAI) telah memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model Collaborative Team Accelerated instruction (TAI) tipe tidak efektif diterapkan pada siswa kelas X MIA 3 SMA Negeri 1 Bulukumba.
Berdasarkan data pada Lampiran E5, 93,74% siswa memberikan tanggapan positif terhadap penerapan model TAI. Disini 100% siswa merasa senang dan lebih percaya diri dalam belajar matematika setelah menggunakan model TAI, sedangkan 88,23% siswa merasa mampu berbagi ilmu kepada teman lainnya setelah proses pembelajaran melalui model TAI diterapkan. Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa secara klasikal sudah tuntas dan mengalami peningkatan, aktivitas siswa belum mencapai kriteria aktif, namun pada setiap pertemuan mengalami peningkatan, begitulah reaksi dari siswanya positif. terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Teaching (TAI). Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah rata-rata skor hasil belajar siswa (pretest-posttest) berdistribusi normal.
Artinya pada interval indeks gain ≥ 0,7 dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar berkategori tinggi. Artinya H0 ditolak dan H1 diterima yaitu rerata nilai belajar posttest siswa Kelas X MIA 3 SMA Negeri 1 Bulukumba lebih dari atau sama dengan KKM. Dari analisis di atas dapat disimpulkan bahwa rata-rata skor hasil belajar siswa setelah pembelajaran melalui model kooperatif tipe Team Accelerated Teaching (TAI) telah memenuhi kriteria keefektifan. 3) Rata-rata gain ternormalisasi siswa setelah diajar menggunakan model kooperatif tipe Team Accelerated Teaching (TAI) dihitung dengan cara.
Berdasarkan hasil analisis (Lampiran E) terlihat bahwa p-value (sig.(2-tailed)) sebesar 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa mean gain ternormalisasi siswa kelas X MIA 3 SMA Negeri 1 Bulukumba lebih dari 0,29. Artinya H0 ditolak dan H1 diterima yaitu gain ternormalisasi hasil belajar siswa berada pada kategori tinggi.
Pembahasan Hasil Penelitian
- Pembahasan Hasil Analisis Deskriptif
- Pembahasan Hasil Analisis Inferensial
Dengan kata lain, hasil belajar siswa setelah pembelajaran matematika melalui model kolaboratif Team Accelerated Teaching (TAI) berada pada kategori sedang, hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa telah memenuhi kriteria ketuntasan klasikal. kelas 40 Walaupun belum terpenuhi salah satu indikator keefektifan di luar hasil belajar, namun dapat disimpulkan bahwa “pembelajaran matematika efektif melalui model kolaborasi Team Accelerated Teaching (TAI) pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Bulukumba”.
41 Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil belajar siswa setelah pembelajaran melalui model kooperatif tipe Team Accelerated Teaching (TAI) tampak p-value (sig. (2-tailed)) adalah 0,000 < 0,05 lebih dari 74 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa “model kooperatif tipe Team Accelerated Teaching (TAI) efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika siswa kelas X di SMA Negeri 1 Bulukumba”. Secara deskriptif model kooperatif tipe Team Accelerated Teaching (TAI) pada siswa kelas X MIA 3 SMA Negeri 1 Bulukumba mendapat respon dengan persentase rata-rata sebesar 93,74%.
4 Apakah Anda merasa lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran berkat model kooperatif Team Accelerated Teaching (TAI)? 6 Apakah menurut Anda lebih mudah mengerjakan soal matematika secara berkelompok dengan menggunakan model kooperatif tipe Team Accelerated Teaching (TAI)? 7 Apakah Anda merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk belajar setelah menerapkan model kooperatif Team Accelerated Teaching (TAI)?
8 Apakah bapak setuju jika ada pembelajaran lain guru harus menerapkan model kolaborasi Team Accelerated Teaching (TAI)? Apakah Anda merasa lebih aktif dan kreatif saat proses pembelajaran melalui model kolaboratif Team Accelerated Teaching (TAI)? Apakah Anda merasa lebih mudah mengerjakan soal matematika dalam model kelompok Team Accelerated Teaching (TAI) yang kolaboratif?
Apakah Anda lebih percaya diri dan termotivasi belajar setelah menerapkan model kooperatif Team Accelerated Teaching (TAI)? Apakah Anda setuju guru sebaiknya menggunakan model kooperatif seperti Team Accelerated Teaching (TAI) pada pembelajaran berikutnya?
SARAN DAN KESIMPULAN
Kesimpulan
Hal ini berdasarkan hasil analisis baik deskriptif maupun inferensial yaitu: (a) secara deskriptif hasil belajar matematika yang dicapai siswa lebih besar dari KKM 75 yaitu rerata skor 82,35 dengan standar deviasi 8,38 (dalam tinggi). kategori ), secara keseluruhan inferensial juga puas, (b) secara deskriptif gain ternormalisasi yang diperoleh sebesar 0,86 (kategori tinggi) lebih besar dari 0,70 dan secara inferensial taraf signifikansi 5% juga memuaskan, (c) secara deskriptif ketuntasan klasikal yang diperoleh sebesar 88,26%. lebih besar dari kriteria yang ditetapkan yaitu 75% juga telah terpenuhi secara meyakinkan. Kriteria keberhasilan aktivitas siswa belum terpenuhi, namun terjadi peningkatan aktivitas siswa ke arah yang lebih baik pada setiap pertemuan. Model kooperatif tipe Team Accelerated Teaching (TAI) efektif digunakan untuk pembelajaran matematika materi eksponensial di kelas untuk setiap indikator dijelaskan pada poin-poin selanjutnya.
Saran
Guru meminta siswa berlatih di rumah menyelesaikan soal latihan dari buku teks/referensi lain. Guru memberikan hadiah kepada kelompok berdasarkan nilai peningkatan hasil belajar individu dari skor dasar ke skor berikutnya (saat ini). Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Accelerated Teaching) untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA siswa Kelas IV SDN 3 Labuan Panimba.
Efektivitas Penerapan Model Cooperative Setting Berbasis Masalah Menggunakan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Matematika di Kelas X SMA Negeri 11 Makassar: Tesis FMIPA UNM.