• Tidak ada hasil yang ditemukan

efektivitas pendekatan ilmiah (scientific

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "efektivitas pendekatan ilmiah (scientific"

Copied!
204
0
0

Teks penuh

Judul Skripsi: Efektivitas Pendekatan Saintifik dalam Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP Negeri 33 Makassar. Efektivitas Pendekatan Saintifik Dalam Implementasi Kurikulum 2013 Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP Negeri 33 Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Proses dan hasil pembelajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan saintifik dalam penerapan kurikulum 2013 di kelas 8 SMP Negeri 33 Makassar. 2) Efektivitas Pendekatan Saintifik Penerapan Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP Negeri 33 Makassar.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Bagaimana proses pembelajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan saintifik pada penerapan kurikulum 2013 di kelas 8 SMP Negeri 33 Makassar. Bagaimana hasil pembelajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan saintifik penerapan kurikulum 2013 di kelas 8 SMP Negeri 33 Makassar. Apakah pendekatan saintifik efektif dalam penerapan kurikulum 2013 dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas 8 SMP Negeri 33 Makassar.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

  • Kurikulum 2013
  • Pengertian Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) a. Pengertian Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach)
  • Mengamati
  • Menanya
  • Mengumpulkan Informasi
  • Mengasosiasi (Menalar)
  • Mengomunikasikan
  • Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP
  • Hasil Belajar Bahasa Indonesia a. Pengertian Hasil Belajar
  • Faktor Internal
  • Faktor Eksternal
  • Penelitian Sebelumnya yang Relevan

Pergeseran ini mencakup proses pembelajaran sebagai berikut. a) Dari yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. Pendekatan saintifik diyakini sebagai jembatan emas bagi perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan siswa. Dalam observasi partisipan, siswa melibatkan diri secara langsung pada pelaku atau objek yang diamati.

Contoh: (1) Apakah siswa perlu belajar dengan giat untuk meningkatkan kualitas hasil belajar? (2) Mengapa siswa yang sangat malas belajar biasanya putus sekolah. Sikap siswa terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia hendaknya lebih positif sebelum mereka terlibat dalam proses pembelajaran.

Tabel 2.1 Tingkatan Pertanyaan
Tabel 2.1 Tingkatan Pertanyaan

Kerangka Pikir

Penelitian ini mengkaji hasil belajar bahasa Indonesia, sedangkan penelitian sebelumnya mengkaji bidang sosial dan fisika. Pembelajaran bahasa Indonesia dari dimensi ritual masih jauh dari memberikan pengayaan spiritual, etika, dan moral. Akibatnya siswa dapat memahami materi secara lisan dan terampil dalam melaksanakannya, namun belum memahami secara mendalam maknanya.

Dalam proses pembelajarannya masih menitikberatkan pada model konvensional yang menekankan pada penggunaan metode ceramah, cenderung monolog dan doktrinal, sehingga lebih bersifat pengayaan hanya bagi individu pendidik. Padahal, siswa yang sudah mempunyai potensi (makna) perlu dikembangkan melalui proses refleksi mendalam dan dialog yang produktif dan kritis. Oleh karena peserta didik dimampukan untuk bereksplorasi secara internal dan intelektual, sehingga kelak akan menemukan kedewasaan dalam dirinya, baik dari segi kasih sayang maupun dari segi dimensi intelektualnya, maka peran pendidik hanya sebagai mitra dialogis bagi peserta didik.

Tidak ada tempat bagi guru, yang pada proses selanjutnya mengajarkan siswa apa yang sudah mereka pahami. Lulusan yang cerdas, kreatif dan berakhlak baik ditentukan oleh proses pendidikan yang dilaluinya. Oleh karena itu, pemerintah telah menerbitkan peraturan terbaru yang mengatur tentang standar pendidikan dasar dan menengah dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65. sejak tahun 2013. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, Kabinet menekankan bahwa proses pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah menggunakan pendekatan saintifik, sehingga diharapkan peserta didik menjadi lebih kreatif dan inovatif.

Dalam penelitian ini dipelajari efektivitas pendekatan saintifik dalam penerapan kurikulum 2013 pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas 8 SMP Negeri 33 Makassar.

Gambar 2.1 Bagan Alur Kerangka Pikir Pengajaran Bahasa Indonesia
Gambar 2.1 Bagan Alur Kerangka Pikir Pengajaran Bahasa Indonesia

Hipotesis Penelitian

Variabel dan Desain Penelitian 1. Variabel Penelitian

  • Desain Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti memanipulasi variabel penelitian dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada perbandingan hasil belajar bahasa Indonesia dengan pendekatan saintifik dan tanpa pendekatan saintifik. Peneliti dapat memanipulasi kondisi tertentu agar subjek dapat dipengaruhi atau diubah dengan memanipulasinya secara sengaja dan sistematis. Peneliti menyadari faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hasil dan mengendalikannya sedemikian rupa sehingga peneliti dapat membangun hubungan logis antara faktor-faktor yang dimanipulasi dan efek yang diamati.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yaitu kelompok yang menerapkan pendekatan saintifik (scientific Approach) dan kelompok kontrol yaitu kelompok pembanding yang tidak menerapkan pendekatan saintifik (scientific Approach) dalam pembelajarannya. Bahasa Indonesia. .

Tabel 3.1 Desain Penelitian  Static Group Comparison
Tabel 3.1 Desain Penelitian Static Group Comparison

Definisi Operasional Variabel

Populasi dan Sampel 1. Populasi

  • Sampel

Dengan demikian, kedua kelas penelitian ini yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol ditentukan berdasarkan teknik random sampling. Dengan demikian kelas yang dijadikan sampel adalah Kelas 8-3 sebagai kelas kontrol dan Kelas 8-5 sebagai kelas eksperimen.

Tabel 3.2 Populasi Penelitian
Tabel 3.2 Populasi Penelitian

Instrumen Penelitian

  • Prosedur Kelas Eksperimen
  • Prosedur Kelas Kontrol

Pembelajaran pada kelas kontrol hampir sama dengan kelas eksperimen, yaitu berlangsung selama empat sesi.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data 1. Analisis Statistik Deskriptif

  • Analisis Statistik Inferensial
  • Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) pada Penerapan Kurikulum 2013 di Kelas 8
  • Hasil Pembelajaran Bahasa Indonesia
  • Efektivitas Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) pada Penerapan Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Untuk memotivasi siswa dalam belajar membaca dan menulis teks biografi, guru menunjukkan dua teks biografi. Aktivitas siswa pada fase ini antara lain percaya diri dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Siswa bertanya tentang perbedaan kedua teks biografi yang dibacanya. Siswa mendiskusikan perbedaan kedua teks biografi dari segi isi secara jujur, percaya diri, dan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Siswa mendiskusikan perbedaan kedua teks biografi ditinjau dari ciri kebahasaannya secara jujur, percaya diri dan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Siswa mendiskusikan teks biografi berdasarkan struktur isinya secara jujur, percaya diri dan menggunakan bahasa. Siswa membandingkan hasil diskusi tentang teks biografi antar teman satu kelompoknya secara jujur, percaya diri dan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Setiap kelompok siswa menyajikan teks biografinya dengan jujur, percaya diri dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kemudian kelompok siswa yang lain menanggapinya dalam diskusi kelas. Kemudian bersama guru, siswa secara jujur, percaya diri dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar menentukan teks biografi yang terbaik. Aktivitas siswa pada tahap observasi meliputi mengamati contoh teks biografi seseorang.

Guru memberikan feedback dengan menanyakan kendala yang dialami siswa dalam menyusun teks biografi. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan menulis teks biografi siswa pada aspek isi dikategorikan kurang baik. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan siswa dalam menulis teks biografi pada aspek kosakata berada pada kategori sangat baik.

Tabel 4.1 Hasil Penilaian Aktivitas Guru Pertemuan I
Tabel 4.1 Hasil Penilaian Aktivitas Guru Pertemuan I

Pembahasan Hasil Penelitian

Penggunaan pendekatan saintifik dalam membaca dan menulis teks biografi mengalami peningkatan yang sangat besar baik dari segi proses maupun hasil belajar siswa. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis teks biografi siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan siswa kelas kontrol. Terkait penggunaan bahasa yang penulis lakukan pada pembelajaran kontrol, rata-rata penggunaan bahasa dalam teks biografi siswa berada pada kategori cukup.

Dilihat dari aspek kondisi kelas eksperimen yang mendukung keberhasilan menulis teks biografi dibandingkan dengan kelas kontrol, terlihat suasana pembelajaran lebih kondusif. Siswa menikmati pembelajaran keterampilan menulis esai biografi dengan pendekatan saintifik dalam penerapan kurikulum 2013 di kelas 8 SMP Negeri 33 Makassar. Selain itu, siswa juga merasakan manfaat yang besar dari pembelajaran keterampilan menulis biografi melalui pendekatan saintifik.

Proses pembelajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan saintifik dalam penerapan kurikulum 2013 di kelas 8 SMP Negeri 33 Makassar dengan materi membaca dan menulis teks biografi terdiri dari lima tahapan yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Proses pembelajaran membaca dan menulis teks biografi dengan menggunakan pendekatan saintifik lebih efektif dan memuaskan siswa. Hasil belajar membaca dan menulis teks biografi menggunakan pendekatan saintifik pada penerapan kurikulum 2013 di kelas 8 SMP Negeri 33 Makassar memperhatikan.

Pendekatan saintifik efektif menerapkan kurikulum 2013 pada pembelajaran bahasa Indonesia aspek membaca dan menulis teks biografi di kelas 8 SMP Negeri 33 Makassar.

Tabel 4.22 Nilai Kemampuan Siswa pada Kelas Eksperimen dan Kontrol  No  Rentangan
Tabel 4.22 Nilai Kemampuan Siswa pada Kelas Eksperimen dan Kontrol No Rentangan

Saran

Hasil belajar bahasa Indonesia dengan pendekatan saintifik sangat tinggi dengan rata-rata skor yang dicapai siswa sebesar 83,1. Nilai tersebut berbeda dengan kelas kontrol sebagai kelas pembanding yang rata-rata nilai siswanya hanya mencapai 52,1 dengan ketuntasan belajar sangat rendah yaitu tidak ada siswa yang berkategori tuntas. Selain itu, penggunaan pendekatan saintifik terbukti meningkatkan kemampuan menulis teks biografi terutama dari segi isi, organisasi, kosa kata, penggunaan bahasa, serta ejaan dan tanda baca.

Oleh karena itu, guru bahasa dan sastra Indonesia dapat menggunakan pendekatan ini untuk mengajarkan keterampilan menulis biografi. Bagi siswa hendaknya lebih giat berlatih menulis teks biografi, sehingga siswa tidak merasa canggung dalam mengungkapkan ide atau pemikirannya dalam menulis teks, sehingga kemampuan menulisnya dapat meningkat. Guru di bidang studi lain dapat mengadaptasi pendekatan ilmiah dalam mengajar mata pelajaran yang mereka ajarkan.

Kami berharap bagi para peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian serupa dengan pendekatan pengajaran yang berbeda sehingga dapat memperoleh alternatif model pembelajaran keterampilan menulis yang berbeda dan lebih inovatif. Jakarta: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk Penjaminan Mutu Pendidikan. “Pengaruh Kelas Sosial Ekonomi Orang Tua Siswa Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia di SMP Negeri 33 Makassar”.

Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Peserta Pendidikan Guru SMP Pertama).

Kompetensi Inti

Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1

Materi Pokok Pertemuan 1

Metode Pembelajaran

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Pertama

Dengan percaya diri dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, siswa menanyakan perbedaan kedua teks biografi yang dibacanya. Siswa mendiskusikan perbedaan kedua teks biografi ditinjau dari struktur isinya secara jujur, percaya diri dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Siswa mendiskusikan perbedaan kedua teks biografi ditinjau dari ciri kebahasaannya secara jujur, percaya diri dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Siswa membandingkan hasil diskusi tentang perbedaan teks biografi antar teman satu kelompoknya secara jujur, percaya diri dan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Setiap kelompok siswa memaparkan perbedaan teks biografi secara jujur, percaya diri dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kemudian ditanggapi oleh kelompok siswa lainnya dalam diskusi kelas. Siswa dipersiapkan untuk mengikuti pembelajaran menyusun teks biografi dengan menanyakan biografi tokoh-tokoh yang pernah mereka baca atau ketahui.

Siswa bertanya tentang langkah-langkah menyusun teks biografi, struktur teks biografi, dan ciri kebahasaan teks biografi. Siswa dalam kelompoknya mendiskusikan secara jujur, percaya diri dan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar penyusunan teks biografi tokoh idolanya berdasarkan informasi tentang tokoh dari sumber yang akurat. Masing-masing kelompok menyajikan teks biografi yang telah disiapkan, kemudian kelompok lainnya memberikan jawaban/masukan secara jujur, percaya diri dan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Siswa bersama guru menentukan teks biografi terbaik dengan jujur, percaya diri dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Penilaian

  • Penilaian Sikap
  • Penilaian Pengetahuan a. Teknik : Tes Tertulis
  • Penilaian Keterampilan a. Teknik : Tes Unjuk Kerja

Siswa menyusun teks biografi tentang tokoh idolanya dengan memperhatikan berbagai informasi tentang alasan memilih tokoh dalam penulisan biografinya, identitas tokoh tersebut, serta perjuangan, prestasi, dan hal-hal yang dapat ditiru oleh tokoh idolanya dengan jujur, percaya diri. dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. 5 merencanakan kegiatan lanjutan berupa pembelajaran tambahan, program pengayaan, layanan konsultasi dan/atau pemberian tugas baik. secara individu atau kelompok sesuai dengan hasil belajar siswa. Aspek yang diamati Ya Tidak Catatan 5 merencanakan kegiatan selanjutnya dalam formulir. pembelajaran remedial, program pengayaan, layanan konseling, dan/atau pemberian tugas yang baik. secara individu atau kelompok sesuai dengan hasil belajar siswa.

Langkah

Langkah

Langkah

Gambar

Tabel 2.1 Tingkatan Pertanyaan
Gambar 2.1 Bagan Alur Kerangka Pikir Pengajaran Bahasa Indonesia
Tabel 3.1 Desain Penelitian  Static Group Comparison
Tabel 3.2 Populasi Penelitian
+7

Referensi

Dokumen terkait

COURSE MODULE Module/Course Title: Spatial Technology Module course code TPE 8204 Student Workload 8 hours, 30 minutes Credits 4.5 Semester 2 Frequency even Duration 1