• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ekonomi Tak Terbarukan

N/A
N/A
Erlina Rahmawati

Academic year: 2023

Membagikan "Ekonomi Tak Terbarukan"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

MODEL EKONOMI SUMBER DAYA TAK

TERBARUKAN

KELOMPOK

10

(2)

Nama Kelompok

170231100201

01 Wafa

190231100164

Dita Ajeng Andani Fahmi

02

190231100165

Kholifatul Lutfiah

03

190231100183

Farah Fitriyanah

04

190231100189

Yuli Yana Anita

05

190231100203

Moch Zaka Amar M

06

(3)

Sumber daya alam tidak dapat terbarukan adalah sumber daya alam yang tidak memiliki kemampuan regenerasi secara biologis. Selain itu, sumber daya alam ini dibentuk melalui proses geologi yang memerlukan waktu sangat lama untuk dapat dijadikan sebagai sumber daya alam yang siap diolah atau siap pakai.

Contoh : Tambang emas dan tambang minyak

(4)

Dasar-dasar Model Hotelling

Pertama, diasumsikan bahwa harga per satuan output dari sumber daya konstan, artinya kurva permintaan dari sumber daya bersifat elastis sempurna.

Kedua, biaya ekstraksi sumber daya

diasumsikan hanya merupakan fungsi dari output

(5)

Misal harga per satuan output pada periode 0 dan 1 masing-masing adalah P

0

dan P

1

. Jumlah ekstraksi kedua periode ditulis sebagai q

0

dan q

1.

𝐢

𝑑

= π‘π‘ž

𝑑

βˆ€π‘‘ = 1,2

Dimana c adalah biaya per unit ekstraksi. Sehingga manfaat dari ekstraksi sumber daya dapat ditulis sebagai :

πœ‹

𝑑

= 𝑝

𝑑

π‘ž

𝑑

βˆ’ π‘π‘ž

𝑑

βˆ€π‘‘ = 1,2

Penurunan Model Hotelling

(6)

Karena sifat sumber daya alam tidak terbarukan memiliki kendala stok yang terbatas, kendala tersebut dapat ditulis sebagai :

π‘ž0 + π‘ž1 = 𝑆

Artinya, bahwa jumlah yang diekstraksi pada dua periode tersebut harus sama dengan stok yang tersedia (𝑆).

Sebagaimana dikemukakan pada bagian awal bahwa ekstraksi sumber daya alam menyangkut aspek intertemporal. Karena niali manfaat ekonomi periode 0 dan periode 1 tidak sama, manfaat pada periode 1 harus didiskon dengan menggunakan discount rate, dengan demikian total ekonomi ekstraksi sumber daya pada dua periode dapat ditulis :

𝑃𝑉 = πœ‹0 + 1

(1 + 𝛿)πœ‹1

Dimana PV (present value) menggambarkan manfaat ekonomi dalam dua periode dan 𝛿 adalah discount rate yang yang menggambarkan biaya oportunitas dari kapital.

Lanjutan . . . .

(7)

Dengan beberapa asumsi dan penyederhanaan, penentuan ekstraksi yang optimal dapat ditentukan dengan :

π’Žπ’‚π’™π‘·π‘½ = π…πŸŽ + 𝟏

(𝟏 + 𝜹) π…πŸ Dengan kendala :

π’’πŸŽ + π’’πŸ = 𝑺

Persamaan di atas dapat disederhanakan menjadi :

π‘·πŸ βˆ’ π‘ͺ βˆ’ (π‘·πŸŽ βˆ’ π‘ͺ)

(π‘·πŸŽ βˆ’ π‘ͺ) = 𝜹

Lanjutan . . . .

(8)

Kurva Permintaan

p

0 π‘žπ‘‘ q

E 𝛼

𝛼 βˆ’ π›½π‘ž

𝛼 𝛽

Bagian yang diarsir menunjukkan total manfaat yang diperoleh konsumen dari mengkonsumsi sumber daya pada periode t. Dari sisi sosial, daerah tersebut menunjukkan manfaat kotor (gross benefit) yang diperoleh dari ekstraksi dan konsumsi sumber daya tidak terbarukan, atau secara matematis ditulis sebagai :

πœ‹ π‘žπ‘‘ =

0 π‘žπ‘‘

𝛼 βˆ’ π›½π‘ž π‘‘π‘ž = π›Όπ‘žπ‘‘ βˆ’ 𝛽 2π‘žπ‘‘2

(9)

Lanjutan . . . .

Manfaat ekonomi bersih yang diperoleh pada kedua periode adalah : πœ‹0 = 𝛼 βˆ’ 𝛽

2 π‘ž0 π‘ž0 βˆ’ π‘π‘ž0 πœ‹1 = 1

1 + 𝛿 (𝛼 βˆ’ 𝛽

2 π‘ž1) βˆ’ π‘π‘ž1

Sehingga fungsi Lagrangian berubah menjadi : 𝐿 = 𝛼 βˆ’ 𝛽

2 π‘ž0 π‘ž0 + 1

1 + 𝛿 𝛼 βˆ’ 𝛽

2 π‘ž1 π‘ž1 + πœ†( 𝑆 βˆ’ π‘ž0 βˆ’ π‘ž1)

(10)

Syarat keharusan dari persamaan di atas :

πœ•πΏ

πœ•π‘žπ‘‘ = 1

(1 + 𝛿) 𝛼 βˆ’ π›½π‘žπ‘‘ βˆ’ 𝐢 βˆ’ πœ† = 0

πœ•πΏ

πœ•π‘ž0 = 𝛼 βˆ’ π›½π‘ž0 βˆ’ 𝐢 βˆ’ πœ† = 0

πœ•πΏ

πœ•πœ† = 𝑆 βˆ’ π‘ž0 βˆ’ π‘ž1 = 0

Kedua persamaan dapat disederhanakan menjadi :

𝛼 βˆ’ π›½π‘ž0 βˆ’ 𝐢 βˆ’ πœ† = 𝛼 βˆ’ π›½π‘ž1 βˆ’ 𝐢

1 + 𝛿 βˆ’ πœ† 𝛼 βˆ’ π›½π‘ž0 βˆ’ 𝐢 = 𝛼 βˆ’ π›½π‘ž1 βˆ’ 𝐢

(1 + 𝛿)

Lanjutan . . . .

(11)

Ekstraksi Multiperiode

Prinsip-prinsip model dasar Hotelling untuk dua periode di atas pada dasarnya dapat dikembangkan lebih jauh untuk ekstraksi multiperiode.

Hasil akhir dari pengembangan multiperiode ini juga akan menghasilkan Golden Rule yang secara prinsip sama dengan yang telah diturunkan sebelumnya. Untuk menurunkan model multiperiode ini, beberapa notasi sebelumnya disederhanakan untuk memudahkan penurunan matematis. Rente ekonomi πœ‹π‘‘ = π‘π‘‘π‘žπ‘‘ βˆ’ π‘π‘žπ‘‘βˆ€π‘‘ = 1,2 disederhanakan menjadi πœ‹1 π‘žπ‘‘ atau diartikan sebagai rente ekonomi pada periode t merupakan fungsi ekstraksi juga disederhanakan menjadi 1

(1+𝛿)

𝑑 = 𝑝𝑑

(12)

Lanjutan . . . .

Dengan notasi di atas, nilai present value dari rente ekonomi sepanjang waktu yang dapat ditulis sebagai :

𝑷𝑽 = π…πŸŽ + π’‘π…πŸ π’’πŸ + π’‘πŸπ…πŸ π’’πŸ + π’‘πŸ‘π…πŸ‘ π’’πŸ‘ … 𝒑𝒕𝝅𝒕 𝒒𝒕 𝑷𝑽 =

(𝒕=𝟎)𝑻

[𝒑𝒕𝝅𝒕 𝒒𝒕 ]

Sementara kendala ketersediaan sumber daya dapat ditulis sebagai : 𝑺 = π’’πŸŽ + π’’πŸ + π’’πŸ + β‹― 𝒒𝒕

𝑺 =

(𝒕=𝟎)𝑻

𝒒𝒕

Sehingga persamaan Lagrangian dari model multiperiode tersebut ditulis : 𝑳 = (𝒕=𝟎)𝑻𝒑𝒕𝝅𝒕 𝒒𝒕 + πœ†[ 𝑺 βˆ’ (𝒕=𝟎)𝑻 𝒒𝒕]

(13)

Lanjutan . . . .

Syarat keharusan dari fungsi Lagrangian di atas adalah :

πœ•πΏ

(πœ•π‘žπ‘‘) = 𝑝𝑑 πœ•πœ‹

πœ•π‘žπ‘‘ βˆ’ πœ† = 0

πœ•πΏ

πœ•πœ† = 𝑆 βˆ’

𝑑=0 𝑇

π‘žπ‘‘ = 0

Persamaan diatas berlaku untuk t = 0, 1, ..., T sehingga

πœ•πœ‹π‘ž0

πœ•π‘ž0 = π‘πœ•πœ‹(π‘ž1)

πœ•π‘ž1 = 𝑝2πœ•πœ‹(π‘ž2)

πœ•π‘ž2 = β‹― = 𝑝𝑇 πœ•πœ‹ π‘žπ‘‡

πœ•π‘žπ‘‡ = πœ†

Persamaan tersebut menyatakan bahwa present value dari rente ekonomi sumber daya tak terbarukan akan menjadi maksimum jika ekstraksi diatur sedemikian rupa sehingga rente marjinal yang didiskon (discounted marginal rent) sama untuk setiap periode.

(14)

Alur

Ekstraksi Untuk mengetahui seberapa cepat laju

ekstraksi, maka asumsi harga yang

konstan yang kita gunakan sebelumnya

diganti dengan harga yang

nonkonstan, yakni harga yang berubah

terhadap waktu atau p = f(t) yang

disebut sebagai alur harga atau prince

path. Demikian juga dengan kurva

permintaan terhadap sumber daya alam

diasumsikan memiliki kemiringan

negatif (downward sloping)

(15)

Ekstraksi Sumber Daya pada Struktur Pasar Monopoli

Ekstraksi sumber daya alam tidak terbarukan (non-renewable) sering juga dicirikan oleh struktur pasar yang bersifat monopoli.

Hal ini terjadi karena kelebihan teknologi suatu industri dibandingkan dengan industri lain, atau karena menyangkut industri strategis yang harus dikuasai oleh negara. Industri minyak di Indonesia, misalnya masih dimonopoli negara melalui badan usaha milik negara. Berbeda dengan struktur pasar yang kompetitif, pada struktur pasar yang monopolistik, harga pasar (market price) bersifat endogen (ditentukan dari maksimisasi keuntungan), sehingga hukum Hotelling dan laju ekstraksi sedikit berbeda dengan industri yang bersifat kompetitif.

(16)

Lanjutan . . . .

Jika diasumsikan bahwa penerimaan dari ekstraksi sumber daya alam oleh monopolis adalah :

πœ‹π‘š = 𝑝 π‘ž π‘ž βˆ’ 𝑐(π‘ž)

dimana p(q) adalah fungsi permintaan monopolis, dan c(q) adalah struktur biaya, maka syarat keharusan dari maksimisasi keuntungan bagi monopolis dapat ditulis sebagai :

(πœ•πœ‹π‘š)

πœ•π‘ž = 𝑝1 π‘ž π‘ž + 𝑝 π‘ž βˆ’ 𝑐1 π‘ž = 0

dimana 𝑝1 π‘ž π‘ž + 𝑝 π‘ž adalah penerimaan marjinal atau PM dan 𝑐1 π‘ž menunjukkan biaya marginal atau BM.

(17)

Kebijakan Ekonomi Terhadap Ekstraksi Sumber Daya Tidak Terbarukan

Ekstraksi sumber daya tidak terbarukan memberikan manfaat ekonomi yang sangat signifikan bagi pelaku ekstraksi. Keuntungan yang diperoleh dari usaha minyak, gas bumi, pertambangan, dan sejenisnya bisa menghasilkan jutaan dolar bagi pelaku usaha, sehingga sering terjadi apa yang disebut β€œGold Rush”

manakala deposit sumber saya ditemukan. Orang datang berduyun-duyun untuk mengadu keuntungan, sehingga sering kota-kota besar seperti California, Amerika Serikat misalnya, tumbuh karena Gold Rush pada awal tahun 1900-an. Bagaimana kemudian pemerintah memperoleh manfaat dari ekstraksi sumber daya alam ini? Salah satu mekanisme yang bisa digunakan adalah melalui mekanisme rent transfer (transfer rente) dengan memperlakukan pajak pada usaha pertambangan, misalnya. Pajak tersebut dapat berbentuk royalti maupun pajak per unit output.

(18)

Model Ekstraksi Optimal Dengan Biaya Ekstraksi Non-Linier

Pada bagian ini, kita akan mengembangkan model ekstraksi optimal, dimana biaya ekstraksi bersifat tidak linier dan tergantung pada jumlah yang ekstraksi (q) dan juga stok sumber daya (S) atau secara matematis ditulis C (q,S). Dengan menggunakan notasi subscriput) untuk menunjukan fungsi turunan (derivative), kita asumsikan fungsi biaya tersebut memiliki karakteristik turunan kedua (second derivative) tehadap output (q) positif atau Cqq>0 dan turunan pertama (first derivateve) terhadap stok negatif ( Cs), yang berarti bahwa biaya ekstraksi meningkat terhadap jumlah yang diesktraksi, namun menurun terhaadp jumlah stok (semakin banyak stok semakin sedikit biaya ekstraksi).

(19)

Kesimpulan

Sumber daya tidak terbarukan merupakan salah satu topik yang sejak awal abad ke-20 sudah menjadi perhatian ahli ekonomi untuk dianalisis tingkat deplesinya. Bab ini menyajikan analisis ekonomi sumber daya tidak terbarukan, dimulai dengan model sederhana sampai struktur pasar yang berbeda. Bab ini juga menyajikan kondisi ekstraksi yang optimal pada saat biaya ekstraksi tidak bersifat linier. Tidak dipungkiri bahwa pengelolaan sumber daya tidak terbarukan untuk keperluan energi, misalnya menyangkut struktur pasar yang cukup kompleks dan dengan tingkat teknologi yang tinggi.

(20)

Thank You

Referensi

Dokumen terkait

Spektrum frekuensi radio sebagai sumber daya alam terbatas/langka, pemanfaatannya bersifat eksklusif, artinya ketika suatu pita spektrum frekuensi telah diduduki untuk

Sifat Konsumtif Manusia, seperti dikatakan oleh pemimpin India Mahatma Ghandi, β€œSumber daya alam yang ada cukup untuk kebutuhan setiap orang, tetapi tidak cukup

Ada dua hal yang perlu dilihat sebagai upaya pengua- tan pertama, meremajakan kembali sum- ber daya alam seperti Kelapa, Pala, Ceng- kih baik milik individu-individu maupun

Peningkatan partisipasi masyarakat sangat terbatas karena dua hal: Pertama, karena keterbatasan kemampuan untuk mengontrol sumber daya yang memungkinkan partisipasi dalam kemajuan

Ilmu ekonomi sebagai displin Ilmu Pengetahuan merupakan Ilmu yang mempelajari tentang bagaimana memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas akan tetapi sumber daya

3). Lain-lain kebutuhan yang khas masing-masing perorangan. Pada umumnya kebutuhan manusia mempunyai sifat yang tidak terbatas. Artinya, begitu satu macam kebutuhan

Selama sumber-sumber alam yang tersedia belum dimanfaatkan, yang memegang peranan dari proses produksi adalah dua unsur produksi yang lain, yaitu jumlah penduduk dan stok kapital

Secara umum kemiskinan dapat disebabkan oleh dua kondisi, yaitu kemiskinan alamiah dan buatan. Kemiskinan alamiah terjadi antara lain akibat sumber daya alam yang terbatas,