• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI KADAR SARI LARUT AIR DAN ETANOL SIMPLISIA BAWANG PUTIH (Allium sativum)

N/A
N/A
Rabiatul Awalia

Academic year: 2025

Membagikan "EVALUASI KADAR SARI LARUT AIR DAN ETANOL SIMPLISIA BAWANG PUTIH (Allium sativum)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

EVALUASI KADAR SARI LARUT AIR DAN ETANOL SIMPLISIA BAWANG PUTIH (Allium sativum)

Mata Kuliah : Farmakognosi

Dosen Pengampu : Apt. Putri Lestari, M.Farm Tanggal Pengumpulan : 06 Mei 2025

Disusun oleh :

Aisyah Rahmatilah (2400047) Alya Putri Arfendra (2400048)

PROGRAM STUDI DIII FARMASI SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU

YAYASAN UNIVERSITAS RIAU

(2)

Pendahuluan

Evaluasi kadar sari larut air dan etanol pada simplisia merupakan parameter penting dalam menentukan mutu bahan baku obat tradisional. Kadar sari larut air menunjukkan jumlah senyawa polar yang dapat diekstraksi, sedangkan kadar sari larut etanol mencerminkan senyawa semi-polar hingga non-polar yang terekstraksi. Tujuan dari resume ini adalah untuk menganalisis dan meringkas metode serta hasil uji kadar sari larut air dan etanol dari simplisia kulit bawang putih berdasarkan artikel ilmiah yang telah ditentukan.

Identitas Jurnal

a. Judul Artikel: Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Kulit Bawang Putih (Allium sativum) dengan Metode Difusi Cakram

b. Penulis: Panal Sitorus, Eka Margaret Sinaga, Jon Kenedy Marpaung, Ayu Vevariantina

c. Nama Jurnal: Jurnal Farmanesia d. Tahun Terbit: 2018

e. Volume, Nomor, Halaman: Vol. 5 No. 2 f. Doi : https://doi.org/10.51544/jf.v5i2.2735 g. LinkURL:

https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/2/article/view/2735

Isi Resume

a. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menentukan aktivitas antijamur dan efektivitas ekstrak etanol kulit bawang putih terhadap jamur Candida albicans.

(3)

b. Jenis Simplisia yang Digunakan

● Nama umum: Kulit Bawang Putih

● Nama latin: Allium sativum

● Asal Tanaman : Tidak disebutkan secara spesifik dalam artikel.

c. Metode Analisis yang Digunakan 1. Pelarut: Etanol

2. Metode Ekstraksi: Tidak dijelaskan secara rinci dalam artikel.

3. Parameter yang Diuji:

a. Kadar air

b. Kadar sari larut air c. Kadar sari larut etanol d. Kadar abu total

e. Kadar abu tidak larut asam

4. Alat-alat: Tidak dijelaskan secara spesifik dalam artikel.

d. Hasil dan Data

Hasil penelitian menunjukkan bahwa simplisia kulit bawang putih (Allium sativum) memiliki kadar air sebesar 7,98%, yang menandakan bahwa simplisia tersebut telah memenuhi persyaratan kadar air maksimal yang diperbolehkan dalam penyimpanan simplisia kering. Kadar sari larut air yang diperoleh adalah 18,11%, sementara kadar sari larut etanol sebesar 7,30%. Nilai ini menunjukkan bahwa simplisia kulit bawang putih memiliki kandungan senyawa aktif polar lebih tinggi dibandingkan dengan senyawa semi-polar hingga non-polar. Selain itu, kadar abu total dari simplisia ini adalah 1,06%, dan kadar abu tidak larut dalam asam sebesar 0,27%, yang mengindikasikan tingkat kemurnian simplisia dan minimnya

(4)

memenuhi standar mutu yang ditetapkan dalam Farmakope Herbal Indonesia.

e. Pembahasan atau Diskusi Peneliti

Hasil menunjukkan bahwa simplisia kulit bawang putih memiliki kadar sari larut air yang lebih tinggi dibandingkan dengan kadar sari larut etanol. Hal ini mengindikasikan bahwa senyawa aktif dalam kulit bawang putih lebih banyak yang bersifat polar. Selain itu, hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, dan saponin yang berkontribusi terhadap aktivitas antijamur.

f. Kesimpulan Peneliti

Ekstrak etanol kulit bawang putih menunjukkan efektivitas antijamur terhadap Candida albicans, meskipun efektivitasnya tergolong kurang pada konsentrasi 100% hingga 500%. Penelitian ini memberikan dasar untuk pengembangan lebih lanjut dalam formulasi sediaan antijamur berbasis bahan alam.

Analisis dan Tanggapan Mahasiswa

Berdasarkan hasil yang diperoleh, kadar sari larut air (18,11%) dan kadar sari larut etanol (7,30%) dari simplisia kulit bawang putih memenuhi persyaratan mutu simplisia menurut Farmakope Herbal Indonesia, yang mensyaratkan kadar sari larut air minimal 10% dan kadar sari larut etanol minimal 5%. Hal ini menunjukkan bahwa simplisia kulit bawang putih memiliki potensi sebagai bahan baku obat tradisional dengan aktivitas antijamur.

(5)

Kesimpulan Resume

Simplisia kulit bawang putih (Allium sativum) memiliki kadar sari larut air dan etanol yang memenuhi standar mutu simplisia, serta menunjukkan aktivitas antijamur terhadap Candida albicans. Penelitian ini mendukung potensi penggunaan kulit bawang putih sebagai bahan alam dalam pengembangan sediaan antijamur.

Daftar Pustaka

Sitorus, P., Sinaga, E. M., Marpaung, J. K., & Vevariantina, A. (2018). Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Kulit Bawang Putih (Allium sativum) dengan Metode Difusi Cakram. Jurnal Farmanesia, Vol. 5 No. 2.

https://doi.org/10.51544/jf.v5i2.2735

Referensi

Dokumen terkait

Pemberian ekstrak etanol bawang putih ( Allium sativum , L.) dapat menurunkan kadar kolesterol LDL pada tikus putih ( Rattus norvegicus ) jantan galur Sprague

4.1.2 Hasil Penelitian dan Analisis Statistik Efek Antimikroba Ekstrak Etanol Bawang Putih (Allium sativum Linn.) terhadap Staphylococcus aureus dan

Hal ini mendorong untuk dilakukan penelitian tentang aktivitas antibakteri fraksi semipolar ekstrak etanol bawang putih ( Allium sativum L.) terhadap Streptococcus mutans yang

Mengetahui pengaruh konsentrasi dan perbedaan daya hambat antibakteri sari bawang putih (Allium sativum Linn.) kating dan sin chung terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas

Aktivitas Antibakteri Fraksi Etanol-Air dari Ekstrak Etanol Bawang Putih (Allium sativum Linn.) terhadap Bakteri Streptococcus mutans dan Pseudomonas aeruginosa

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol Bawang Putih (Allium sativum L .) terhadap perilaku seksual pada mencit... Universitas

Berdasarkan pembahasan diatas menunjukkan bahwa ekstrak umbi dan kulit umbi bawang putih ( Allium sativum Linn) berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur Malassezia

Judul : Uji Antioksidan Ekstrak Air Bawang Merah (Allium Cepa L.), Bawang Putih (Allium Sativum L Bawang Batak (Allium Chinense L.) dengan Metode DPPH.. Kategori