• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS DAKWAH BIMBINGAN KONSELING ISLAM JANUARI 2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "FAKULTAS DAKWAH BIMBINGAN KONSELING ISLAM JANUARI 2022"

Copied!
125
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Konteks Penelitian

Termasuk di dalamnya pencantuman peran guru agama sebagai seseorang yang mempunyai tugas dan wewenang penuh dari pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan bimbingan atau konseling keagamaan kepada masyarakat luas, khususnya di kalangan remaja, baik dalam aspek informatif, konsultatif, dan advokasi. Untuk terlaksananya peran guru agama di kalangan generasi muda secara efektif, diperlukan program-program yang baik yang dapat membimbing dan memberi nasehat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Fokus Penelitian

Metode sendiri merupakan suatu cara pendekatan terhadap suatu permasalahan agar dapat mencapai hasil yang memuaskan, sedangkan teknik yang digunakan oleh pengajar itu sendiri merupakan penerapan metode tersebut dalam praktik, dan perluasan ini dapat dipandang sebagai suatu proses komunikasi.

Tujuan Penelitian

Mendeskripsikan peran penyuluh agama dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba di kalangan remaja secara informatif, konsultatif melalui metode konseling kelompok di Kecamatan Lumajang. Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat penyuluh agama bidang narkoba dalam memberikan konseling pada remaja melalui metode konseling kelompok di kecamatan Lumajang.

Manfaat Penelitian

Kami berharap penelitian ini dapat memberikan masukan atau pemikiran positif mengenai peran konselor agama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba pada remaja melalui metode konseling kelompok. Kami berharap penelitian ini dapat menjadi tambahan literatur atau referensi bagi Kiai Haji Ahmad Sidiqq UIN Jember dan mahasiswa yang ingin mengembangkan kajian tentang peran penyuluh agama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja melalui metode konseling kelompok.

Definisi Istilah

Konseling kelompok merupakan suatu bentuk kegiatan konseling yang dilakukan antara satu orang dengan beberapa klien untuk mencapai tujuan tertentu. Dari berbagai pengertian terkait pengertian istilah di atas, maka yang dimaksud dengan peran penyuluh agama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba remaja melalui metode konseling kelompok adalah kemampuan aparatur sipil negara dalam menjalankan tugas, tanggung jawab dan wewenangnya secara informatif. , konsultatif. dan advokasi dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya).

Sistematika Pembahasan

Lokasi ini dipilih karena lembaga tersebut mempunyai program pendidikan agama narkoba di Kecamatan Kepuharjo, Kabupaten Lumajang. Peran penasehat agama dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba di kalangan remaja khususnya di Kecamatan Kepuharjo dilakukan oleh para penasehat agama narkoba yaitu Bapak Achmad Rofiq, S.Pd.I melalui penyampaian informasi yang benar dan mendidik untuk memberi. remaja tentang bahaya narkoba. Peran penyuluh agama dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba di kalangan remaja secara informatif, konsultatif melalui metode konseling kelompok di kecamatan Lumajang.

Faktor pendukung dan penghambat penyuluh agama narkoba dalam memberikan konseling pada remaja melalui metode konseling kelompok di kecamatan Lumajang. Faktor pendukung atau penghambat konselor agama narkoba dalam memberikan konseling pada remaja dengan menggunakan metode konseling kelompok. Faktor pendukung dan penghambat penyuluh narkoba dalam memberikan konseling pada remaja melalui metode konseling kelompok di kecamatan lumajang yaitu orang tua remaja, lingkungan sekitar, remaja itu sendiri.

Telah dilakukan penelitian mengenai peran penyuluh agama narkoba dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja melalui metode konseling kelompok di kecamatan lumajang, maka pada akhir tulisan ini peneliti ingin memberikan saran yang diharapkan dapat menggunakan banyak pihak sebagai bahan pertimbangan dan peningkatan. Makalah terkait Peran Penyuluh Agama Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja Melalui Metode Konseling Kelompok di Desa Rogotrunan Kabupaten Lumajang Tahun 2021.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Kajian Teori

  • Konsep peran penyuluh agama
  • Narkoba
  • Remaja
  • Metode Konseling kelompok

Hal itu setelah peneliti melakukan wawancara kepada ketua KUA, para penasehat agama dan para remaja Kecamatan Kepuharjo. Peneliti melakukan observasi untuk mengetahui lebih jauh mengenai peran konselor agama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.Dari observasi tersebut peneliti menemukan data berupa tahapan dan metode konseling kelompok. Penyuluh agama bidang narkoba, Achmad Rofiq, S.Pd.I71 menjelaskan faktor pendukung dalam memberikan konseling kepada mereka yang mengatakan demikian.

Lebih lanjut, penyuluh agama bidang narkoba Achmad Rofiq, S.Pd.I76 menyampaikan hal berikut terkait kendala yang terjadi dalam penyuluhannya dan menyampaikan hal tersebut. Seperti halnya pada penyuluhan yang dilakukan oleh para penyuluh agama bidang narkoba yang ketika melakukan kegiatan penyuluhan dengan metode konseling kelompok diselingi dengan lelucon agar remaja merasa senang. Para pendidik agama di bidang narkoba selalu mencari cara agar perilaku dan semangatnya dalam melakukan kegiatan tersebut selalu konsisten.

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang dialami subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan melalui uraian dalam bentuk kata-kata dan bahasa, secara holistik. memahami suatu konteks. khusus alami dan melalui penggunaan berbagai metode alami 55 Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka. Penelitian lapangan artinya peneliti terjun langsung ke lapangan dimana peneliti akan melakukan penelitian untuk memperoleh data dan informasi yang obyektif/akurat sesuai dengan pembahasannya. Tujuan penelitian lapangan adalah mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data yang diperoleh dari lokasi penelitian.

Lokasi Penelitian

Subyek penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Wawancara yaitu dialog atau tanya jawab yang dilakukan pewawancara untuk memperoleh informasi dari responden yang diwawancarai. Alat pengumpul data disebut pedoman wawancara dan sumber datanya adalah responden.60 Pewawancara merupakan petugas pengumpulan informasi yang diharapkan dapat menyampaikan pertanyaan dengan jelas dan mendorong responden untuk menjawab semua pertanyaan dan mencatat dengan benar semua informasi yang diperlukan. Dalam melakukan wawancara diperlukan kesediaan responden dalam menjawab pertanyaan dan keharmonisan antara responden dan pewawancara.

Hasil penelitian dari observasi dan wawancara akan lebih dapat diandalkan jika didukung oleh bukti-bukti yang nyata.

Analisis Data

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang paling penting, memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola, serta membuang hal-hal yang tidak diperlukan. Dengan demikian, data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, serta memudahkan peneliti dalam mengumpulkan dan mencari data selanjutnya jika diperlukan. Pada tahap ini peneliti akan mereduksi data dengan cara merangkum, memilih hal-hal yang paling penting dan memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting.

Peneliti pada tahap ini akan menyusun data-data yang relevan sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan dan mempunyai makna tertentu.

Keabsahan Data

Tahap-tahap Penelitian

Sementara itu, konseling tampak pada implementasi solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi remaja, serta pemberian berbagai solusi oleh para penyuluh agama di bidang narkoba. Namun para ustadz di bidang narkoba selalu mencari cara agar perilaku dan semangat mereka dalam melakukan kegiatan tersebut selalu konsisten. Para ustadz bidang narkoba selalu menanyakan alasan tidak menjadi anggota dan memberikan motivasi kepada generasi muda untuk menjadi lebih baik dan maju di masa depan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di KUA Lumajang khususnya pada bagian pendidikan agama bidang narkoba dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kendala lain datang dari remaja yang kurang antusias dalam artian malas, namun lambat laun dengan kesabaran para ustadz bidang narkoba, hal ini membuahkan hasil. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh KUA Lumajang melalui penyuluh agama bidang narkotika mengenai kendala atau kendala penyuluh agama bidang narkotika dalam memberikan penyuluhan kepada remaja melalui metode konseling kelompok di kecamatan Lumajang terlihat bahwa Kendala atau hambatan yang ada dalam upaya penyuluh agama di bidang narkotika dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja adalah keterbatasan waktu, respon yang masih belum konsisten, dan remaja merasa malas.

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran objek penelitian

Penyajian Data dan Analisis Data

Maka peneliti akan menyajikan data-data yang diperoleh dari penelitian berdasarkan hasil wawancara lapangan dengan ketua KUA, ustadz dan remaja di kecamatan Lumajang khususnya di kecamatan Kepuharjo yang merupakan ide awal dari Kota Bersinar. konsep yang baru dirilis pada tanggal 9 November 2021. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan kepala KUA Lumajang yaitu Bpk. Kepada Wahib M.Agom yang menyampaikan bahwa : ..pengendalian narkoba di Kecamatan Lumajang ditangani oleh para penasehat agama agama sesuai dengan pembagian wilayah penasehatannya, KUA sendiri harus siap berperan dalam pemberantasan ancaman narkoba. karena dampak dari penggunaan obat-obatan terlarang akan merugikan masa depan khususnya bagi para remaja, hal ini terlihat dari adanya sosialisasi di berbagai tempat dan berbagai jenis acara yang dilakukan oleh penyuluh narkoba.” 65. Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh penyuluh agama pada saat itu. bidang narkoba yaitu Achmad Rofiq, S.Pd.I selaku penyuluh narkoba di kecamatan Lumajang yang menjelaskan tentang konsultasi konseling bahwa: ..setiap kali saya mengajar tentang Al Quran, saya selalu mengatur medigre narkoba, kalaupun itu hanya sedikit.

Berdasarkan proses komunikasinya, metode konseling ini dikelompokkan menjadi dua yaitu: metode konseling langsung, metode konseling tidak langsung, dalam metode ini para penyuluh agama bidang adiksi berkomunikasi langsung dengan orang yang dibimbingnya dengan dua cara, yaitu: Metode individual yaitu metode yang dilakukan secara individu secara langsung dengan pihak yang dibimbing, yang lainnya adalah metode kelompok yaitu mentor berkomunikasi langsung dengan mentee dalam bentuk kelompok melalui diskusi, ceramah dan dinamika kelompok. Sesuai yang disampaikan oleh Bapak Achmad Rofiq, S.Pd.I selaku penyuluh agama bidang narkotika, Arul Kusnaedi selaku remaja asal Kecamatan Kepuharjo menyampaikan bimbingan penyuluh. Dari pemaparan para penyuluh agama bidang narkoba dan remaja yang menerima konseling narkoba dengan metode konseling kelompok terlihat bahwa peran penyuluh agama dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja khususnya di kabupaten Kepuharjo sangat informatif. dari segi pak Rofiq sebagai seorang penyuluh agama selalu memberikan yang terbaik dengan menggunakan metode perilaku kepada remaja desa kepuharjo, dari segi penyuluhan pak Rofiq selalu memberikan sharing yang membuat para remaja tidak takut dan enggan untuk membicarakan permasalahannya sehari-hari. .

Pembahasan Temuan

Abdul Jamili dalam bukunya yang berjudul Peran Pengajar Agama Islam Non-PNS Dalam Melestarikan Nilai-Nilai Keagamaan memaparkan tugas pokok pengajar, mengatakan demikian. Tugas utama penyuluh agama pada dasarnya adalah membimbing masyarakat dalam pelaksanaan ajaran agama dan menyampaikan gagasan pembangunan kepada masyarakat dengan menggunakan bahasa agama. Saran bagi penyuluh agama untuk mengembangkan kreativitas dalam memberikan edukasi narkoba agar remaja tidak mengetahui atau bahkan menyentuh narkoba.

Kustini, Mencari Format Ideal Pemberdayaan Pengajar Agama dalam Meningkatkan Pelayanan Keagamaan (Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehidupan Beragama, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia, 2014.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

  • Kegiatan Observasi
  • Kegiatan Wawancara
  • Kegiatan Dokumentasi

Keputusan Bersama Menteri Agama Republik Indonesia dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 574 Tahun 1999-Nomor 178 Tahun 1999 tentang Pedoman Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Keagamaan dan Angka Kreditnya. Naufal Arkandi, “Peran Umat Beragama Dalam Penanggulangan Bahaya Narkoba di Desa Gedung Harapan Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan.” Ma'rifah Nur Aini, “Peran Penyuluh Pencegahan pada Badan Narkotika Nasional Provinsi Jambi dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di SMP Kota Jambi.”

Richa Agustia Sumaya, “Peran Konselor Narkoba Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Remaja: Studi Kasus Kantor Kemenag Kabupaten Jenangan.

Referensi

Dokumen terkait

Adapaun sumber data penelitian ini adalah kepala Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama serta masyarakat dan anak putus sekolah sebagai sumber data primer dengan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode penerapan nilai-nilai Islam yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Banggae Timur, sudah berjalan dengan baik dan

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, atas rahmat dan karunia-Nya peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh

Apa saja program Seksi yang Bapak pimpin dalam Bidang Penyelenggaran Haji dan Umrah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara khususnya terkait

Dengan bantuan ilmu bimbingan konseling Islam, maka para tokoh agama; kiai, da’i, dan muballigh dimungkinkan untuk bekerja secara profesional dan tidak

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode penerapan nilai-nilai Islam yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Banggae Timur, sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan

Setelah melakukan bimbingan, telaah, arahan dan koreksi terhadap penulisan skripsi dari Jazimatul Fithriyah Nim: 1423101067 yang berjudul: “Tracer Study Alumni Program Studi Bimbingan

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI Mahasiswa yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Siska Putri Mail Nim : 16.3200.089 Tempat/tanggal lahir : Parepare, 07 Agustus 1997 Program Studi :