Nama : Felicia Jocelyn
NIM : 11000121130391
Mata Kuliah : Etika dan Tanggung Jawab Profesi
Kelas : D
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Ign Ridwan Widyadharma, S.H., M.S., Ph.D.
Tugas : 2
Resume Materi Kuliah Pertemuan ke-2!
Dalam melakukan tugas dan pelayanan dalam lingkungan kerja di lingkungan hukum. Diperlukan tiga hal mendasar dalam menjadi acuan berperilaku, yaitu Moral, Etika, dan Budaya. Ketiga hal ini diperlukan untuk membentuk sikap profesionalisme dan bertanggungjawab sebagai suatu perilaku yang mendasar.
“a professional in a group of man pursuing a leraned art as a common calling in the spirit of public service.” Ini berarti bahwa tujuan dari menerapkan sikap yang profesional adalah sebagai bentuk semangat dalam pelayanan publik. Moral berasal dari Tuhan yang merupakan suatu sikap batin individu. Dibentuk agar setiap individu memiliki nilai-nilai positif dan menjadi seseorang yang memiliki adab yang baik.
Etika diperlukan sebagai nilai dari moral dan norma yang menjadi pedoman bagi individu dalam mengatur tindakan atau perilaku yang di dalamnya individu dapat membedakan perilaku yang baik maupun yang buruk. Budaya menjadi aspek yang sangat penting dalam penempatan individu di dalam suatu lingkungan profesi serta beradaptasi. Budaya juga menjadi kontrol sosial tidak langsung terhadap individu dalam pelayanannya kepada publik sehingga individu tersebut tetap memegang prinsip-prinsip profesional.
Prinsip keprofesionalisme ini juga berlaku dalam hubungan sosial individu terhadap individu lainnya. Dalam kehidupan bersosial, akan ada namanya hubungan vertikal dan horizontal. Keatas dan menyamping. Hubungan horizontal ini erat berkaitan dengan yang namanya kekuasaan oleh yang lebih tinggi. Tetapi dalam uraian Bagir Manan (Varia Peradilan No.261, 2007:12) menyatakan bahwa “Setiap kekuasaan selalu mengandung potensi disalahgunakan (mesbruik van recht) atau dilaksanakan sewenang-wenang (detournement de pouvoir)” oleh kelompok penguasa tertentu. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai alasan, dua diantaranya adalah : 1. Kekuasaan mengandung gak dan wewenang (recht en bevoegdheid)
2. Hak dan wewenang, memberi posisi lebih terhadap subjek yang dituntut atau pencari keadilan.
Untuk menjamin penegakan hukum dapat dilaksanakan secara benar dan adil, tidak ada kesewenang-wenangan, tidak ada penyalahgunaan kekuasaan, tidak ada pelanggaran, ada beberapa asas yang harus selalu tampil dan selalu diterapkan dalam setiap penegakan hukum, yaitu :
1. Asas Tidak Berpihak (impartiality);
Di mana seseorang tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.
2. Asas Kejujuran dalam Memeriksa dan Memutus Perkara (fairness);
Dalam memeriksa dan memutus perkara yang dalam hal ini adalah tugas dari seorang hakim, hakim harus memiliki kebenaran bertindak agar segala keputusan sesuai dengan kenyataan yang ada.
3. Asas Beracara Secara Benar (produral due process);
Dalam beracara, wajib memberikan perlakuan yang sama kepada pihak yang berpekara dan melakukan sesuai dengan tata cara yang telah diatur dalam Undang- Undang yang berlaku.
4. Asas Menerapkan Hukum Secara Benar (substantive due process);
Ini bertujuan untuk menjamin dan melindungi hak-hak substantif pencari keadilan.
5. Asas Harmonisasi antara Kepentingan Pencari Keadilan dan Kepentingan Sosial;
6. Asas Jaminan Bebas dari Segala Bentuk Tekanan dan Kekerasan dalam Proses Peradilan.
Penerapan asas-asas tersebut ini dapat memberikan fakta dan kesan yang dapat dijadikan sebagai alur untuk mencari jalan keluar atau alternatif yang perlu dilengkapi dalam hukum dan perannya. Agent of Change atau agen perubahan terhadap hukum dan masyarakat dapay dijadikan sebagai pendorong kemajuan dengan sikap yang etis serta berpedoman pada etika yang hidup dalam masyarakat tersebut. Ini juga memberikan arti bahwa profesional dalam menjalankan profesinya dituntut untuk berkarya dengan kendali etika profesinya tersebut yang kemudian dapat menjadi Agent of Modernization untuk mencapai kesepakatan dan kemauan bersama dalam suatuunited legal opinionyang selaras dan berkesinambungan.