Pendidikan Untuk Masa Depan
Mohammad Fakry Gaffar
Fenomena Masa Depan (1)
Bangsa- bangsa di dunia secara global interconnected dalam berbagai aspek kehidupan dengan komleksitas tinggi
Berubah dan berkembang tiada henti dengan berbagai implikasinya terhadap berbagai aspek kehidupan
Driving force penggerak perubahan itu
adalah Ilmu pengetahuan, teknologi, arus
investasi dan Quality of human Resources
Fenomena Masa Depan (2)
Competition, cooperation, transparancy, high speed,chaos,complex,dominasi yang kuat
terhadap yang lemah, good
governance,professionalism. heterogenitas terjadi sebagai fenomena nyata
Lahirnya budaya baru yang bersifat mixed cultures dan global menerpa setiap aspek kehidupan keseharian
Munculnya protection sebagai reaksi terhadap
arus dan dampak globaliasi kehidupan tersebut
State of the Arts Pendidikan Nasional (1)
Secara filosofis, Pendidikan melekat dengan
kehidupan dan memilki kekuatan untuk mendidik manusia secara total guna menghadapi masa
depan
Esensi Pendidikan: untuk menghasilkan manusia berkualitas, berkeribadian, berprilaku mulia dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara
Investasi yang tepat dan memadai terhadap pedidikan merupakan keniscayaan untuk
menjadikan pendidikan memiliki kekuatan yang efektif dalam melaksanakan fungsinya.
State of the Arts Pendidikan Nasional (2)
Kebijakan nasional 20 % APBN adalah strategik namun harus dikelola secara profesional, tepat dan bebas dari berbagai pemborosan dan penyalahgunaan
Sistim Pendidikan nasional Indonesia terdiri dari Pendidikan dasar ,Pendidikan menengah, dan
pendidikan tinggi yang merupakan satu kesatuan yang interconnected yang dikelola berbasis OTDA
Populasi usia sekolah antara 4- 24 tahun dengan
jumlah kira kira 80 juta orang dari 250 juta penduduk Indonesia yang tersebar diseluruh kepulauan
Indonesia yang besar, kompleks dan rumit.
State of the Arts Pendidikan nasional (3)
Proses Pendidikan mencakup: Peserta didik belajar apa, guru mengajar apa dan bagaimana, Resources yang tersedia bagaimana pemanfaatannya, dan
bagaimana hasil belajar yang dicapai.
Pendidikan bersifat multicultural diversed namun diarahkan dalam satu koridor proses pembelajaran untuk mewujudkan tujuan nasional pendidikan
melalui berbagai peraturan perundangan.
Tingkat perkembangan dan capaian pendidikan secara nasional amat beragam dari segi kualitas dan kuantitas.
Progress dan Achievement
Persekolahan secara nasional telah tersebar diseluruh pelosok tanah air hingga
mencapai desa dan kampung
Pendidikan tinggi berkembang pesat baik negeri maupun swasta
Posisi pendidikan nasional Indonesia secara
internaional belum memadai terutama dari
sisi kualitas yang ditunjukkan oleh berbagai
data secara komparatif internasional
Future Prospek (2)
4. Peserta didik harus menjadi fokus proses pendidikan dalam arti learning needsnya , aspirasinya, prilakunya, kesulitannya dalam belajar dan prestasinya sehingga seluruh aspek
pembelajaran terjadi dalam diri peserta didik dan menjadi tumpuan keberhasilan proses pendidikan secara keseluruhan.
5. Guru adalah salah satu element penentu keberhasilan dalam proses pembelajaran. Karena itu kualifikasinya, kompetensinya, sikap profesionalnya, integritas
keperibadiannya, pengembangan dirinya dan
kesejahteraannya merupakan fokus dalam pengelolaan guru secara profesional dan komprehensif.
Future Prospek (1)
A. A. Persekolahan
1. Kurkulum design, structure dan content serta implemntasinya dalam bentuk proses pembelajaran adalah key keberhasilan pendidikan nasional.
Implikasi fenomena masa depan terhadap kurikulum begitu penting untuk diterjemahkan secara integratif agar orientasi pendidikan kemasa depan terlihat nyata.
2. Infrastuktur yang merupakan strategic element untuk mendukung
proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas harus disediakan secara memadai, sistematik dan masif untuk seluruh persekolahan di Indonesia 3. Peserta didik dengan perbedaan latarbelakang budaya dan kemampuan harus diperlakukan sama dalam memperoleh kesempatan pendidikan
untuk mengembangkan diri secara total dan optimal sesuai dengan learning needs masing-masing.
Future Prospek (3)
6. Menjabarkann tantangan dan fenomena masa depan kedalam kurikulum, proses pembelajaran
dan sumber belajar menjadikan keseluruhan proses pendidikan diarahkan untuk mempersiapkan
peserta didik dalam menghadapi masa depan.
7. Mempersiapkan guru dengan kemampuan memberi makna tentng masa depan dan
mengintegrasikan masa depan itu kedalam
kemampuannya dalam proses pembelajaran adalah key dalam memberikan warna masa depan dalam proses pembelajaran.
Future Prospek (4)
B. Perguruan Tinggi
1. Pertumbuhan jumlah perguruan tinggi terutama
perguruan tinggi swasta harus dikendalikan secara ketat dengan menggunakan standard nasonal sebagai
pegangan terutama dalam pengembangan kualitas.
2. Level progress dan achievement perguruan tinggi di
Indonesia amat bervariasi karena itu diperlukan kebijakan nasional yang komprehensif untuk mengembangkan
perguruan tinggi ini menjadi perguruan tinggi nasional berkualitas dalam arti yang sesungguhnya.
Future Prospek (5)
3. Hingga saat ini data menunjukkan perguruan tinggi Indonesia secara
internasional masih tertinggal dibandingkan dengan perguruan tinggi di Jepang, Korea Selatan, Cina , Thailand dan Singapure .
Karena itu diperlukan kebijakan nasional yang agressif terfokus dengan segala resources
yang diperlukan untuk membangun perguruan tinggi Indonesia kearah perguruan tinggi
berkualitas dunia
Future Prospek (6)
4. Untuk mewujudkan perguruan tinggi berkualtias dunia diperlukan evaluasi
menyeluruh untuk menentukan perguruan
tinggi tertentu yang dibangun secara agressif menuju perguruan tinggi berkualitas dunia
tersebut.
5. Pergruran tinggi yang tidak terpilih harus dibangun untuk menjadi perguruan tinggi nasional brkualitas dalam arti yang
sesungguhnya.
Concluding Remarks
1. Pendidikan harus dibangun untuk mempersiapkan manusia Indonesia menghadapi masa depan
untuk kepentingan bangsa dan negara
2. Persekolahan menuntut perhatian yang sangat khusus untuk dibangun guna memberikan
kesempatan pendidikan yang berkualitas secara merata dan berkeadilan diseluruh pelosok
Indonesia
3. Perguruan tinggi kita memerlukan kebijakan agressif untuk membanguan perguruan tinggi berkualitas nasional dan berkualitas dunia.