Nama : Fenti May Gita NPM : 21500006
Kelas : BK 01
UTS TEORI KONSELING MODERN A. Teori Kepribadian Carl Rogers
1. Masalah Kasus :
Seorang isteri yang beranggapan ia adalah isteri yang baik dan bertanggung jawab kepada pekerjaannya, padahal realitanya tidak seperti itu
2. Deskripsi Masalah :
Terdapat seorang yang sadar dirinya adalah seorang wanita, isteri yang mempunyai anak dan suami, ia juga orang yang sangat bertanggung jawab atas pekerjaannya.
Dia memandang dirinya sebagai isteri yang baik pada keluarganya dan tugasnya dalam bertanggung jawab kepada pekerjaannya. Namun dalam kenyataannya dia tidak menunjukan perilaku yang baik kepada keluarga dan pekerjaannya. Pada suatu ketika dia menjadi sadar akan pengalaman yang dialaminya itu dan mulai mengakui kepada dirinya sendiri seperti apa dia sebenarnya. Pengalaman itu menyadarkan dia akan capaian yang ia inginkan yaitu menjadi isteri yang baik dan melakukan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab dan dia terus memperingati dirinya sendiri bahwa ia seharusnya menjadi seperti itu.
3. Identifikasi pandangan manusia dan pandangan kepribadian :
• Pandangan Manusia :
❖ Tingkah laku manusia hanya dapat dipahami dari bagaimana dia memandang realita secara subjektif. Pandangan subjektif ini mendasari tingkah laku manusia karena keadaan pada dirinya sendiri dan keadaan dalam lingkungan hidup yang diberi makna sesuai dengan pandangan atau penilaian diri sediri.
❖ Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang mencapai aktualisasi diri. Dalam kasus ini seorang isteri yang beranggapan dia adalah istreri yang baik dan bertanggung jawab kepada pekerjaannya. Tapi dikenyataannya dia tidak menunjukan perilaku yang baik kepada keluarga dan pekerjaannya. Dia sadar dan mengakui kepada dirinya sendiri seperti apa di sebenarnya karena terdapat pengalaman yang dialaminya. Sehingga pengalaman itu menjadi tolak ukur pencapaian seorang isteri yang ingin menjadi isteri yang baik dan bertanggung jawab atas pekerjaannya.
• Pandangan Kepribadian :
❖ Organisme : Terdapat pengalaman yang dialami oleh isteri tersebut sehingga ia menyadari dirinya seperti apa { persepsi sesseorang
mengenai apa yang terjadi di dalam dirinya sehingga menjadii pengalaman isteri untuk dapat menerima dirinya seperti apa}
❖ Medan Fenomenal : Terdapat dorongan dasar yaitu mengaktualisasikan dan mengembangkan diri dengan realitas subjektifnya dimana ia memandang dunianya seperti diamati atau dialaminya. Dia beranggapan bahwa ia adalah ibu yang baik dan bertanggung jawab terhadap pekerjaanya. { persepsi mengenai diri sendiri / pengalaman internal )
❖ Self : konsep self menggambarkan konsepsi orang mengenai dirinya sendiri. Misalnya orang mungkin beranggapan bahwa dia sebagai “ isteri yang baik, bertanggung jawab atas pekerjaanya”
4. Identifikasi asumsi perilaku bermasalah :
Adanya ketidakseimbangan/ketidaksesuian antara pengalaman organismik dan self yang menyebabkan individu merasa rapuh dan mengalami salah suai. Setiap pengalaman yang tidak sesuai dengan struktur self akan diamati sebagai ancaman.
Semakin kuat struktur selfnya, semakin banyak pengalaman yang dianggap ancaman karena tidak sesuia dengannya, sehingga semakin kuat pula sikap mempertahankan diri dari ancaman. Ketika pengalaman yang dialami oleh isteri (organismik) tidak sesuai dengan selfnya (beranggapan ia adalah isteri yang baik dan bertanggung jawab terhadap pekerjannya yang akan menyebabkan isteri tersebut merasa cemas dan menolak situasi yang baru.
B. Teori Kepribadian Behavioristik 1. Masalah kasus :
Seorang anak yang didiskriminasi oleh teman-temannya 2. Deskripsi masalah :
Seorang anak telah berkali-kali mengalami perlakuan diskriminasi oleh teman- temannya pada saat berkumpul. Dia sudah sering bereaksi mengundurkan diri untuk berkumpul dengan teman-temannya itu. Lama-kelamaan setiap berkumpul bersama temannya baginya menjadi situasi yang mengancam, tidak nyaman untuk dirinya. Akibatnya, dia selalu menyibukan diri dengan aktivitas lain agar tidak bertemu dengan teman-temannya. Dia merasa lega karena lolos dari perlakuan temannya yang membuat dia terancam dan tidak nyaman bagi dirinya. Akhirnya dia terlalu nyaman terhadap dunianya sendiri. Namun, sebagai manusia dia juga berkeinginan untuk berpacaran tetapi dia mengalami kesulitan untuk berbicara dengan orang lain, karena terlalu sibuk dengan urusannya sendiri.
3. Identifikasi pandangan manusia dan pandangan kepribadian :
• Pandangan Manusia
❖ Perubahan yang terjadi dalam dirinya adalah sebagai indikasi adanya proses belajar. Dalam behavioristik menaruh perhatian besar pada reaksi emosional sebagai hasil belajar, khususnya rasa khawatir, cemas, gelisah dan takut (anxiety). Yang sering
mendorong rasa tidak tenang, tidak nyaman dan mendasari tingkah laku manusia. Rasa tidak nyaman dan terancam tersebut mendorong untuk melakukan sesuatu untuk mengurangi dan menghilangkan perasaan itu.
• Pandangan Kepribadian
❖ Kepribadian manusia adalah perilakunya yang dibentuk berdasarkan hasil pengalaman. Pengalaman tersebut diperoleh dari interkasi individu dengan lingkungannya. Disini seseorang tersebut memiliki pengalaman yaitu diperlakukan diskirminasi terhadap teman-temannya sehingga ia memiliki kepribadian yang tidak suka bergaul terhadap orang lain, dan ia terlalu sibuk dengan dunianya sendiri.
4. Identifikasi asumsi perilaku bermasalah :
Tingkah laku atau kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat, yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan. Disini seseorang tersebut terlalu nyaman/sibuk dengan aktivitasnya. Sehingga ia canggung untuk berbicara dengan orang lain. Dengan rasa canggung tersebut pasti membuat orang lain tidak nyaman untuk dekat dengannya sehingga dia tidak memiliki teman.
Karena itu kita adalah mahluk sosial, manusia dikatakan sebagai mahluk sosial karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan/interaksi dengan orang lain ( adanya indikator tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan)
C. Teori Kepribadian Trait-Factor 1. Masalah kasus :
Siswa SMA yang mengalami kesulitan dalam perencanaan dan perkembangan karirnya
2. Deskripsi masalah :
Terdapat siswa SMA kelas 3 yang mengalami kesulitan dalam perencanaan dan perkembangan karirnya. Siswa mendapati masalah yang berhubungan dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau mencari pekerjaan setelah lulus SMA nanti. Masalah yang dihadapi siswa tersebut di antaranya adalah binggung dalam menentukan jurusan, menentukan cita-cita, bahkan binggung dalam menentukan potensi diri, bakat serta minat yang dimiliki dan sering merasa cemas untuk mendapatkan pekerjaan pasca lulus nanti. Akibat faktor binggung itu, siswa itu menentukan pilihan karir hanya berdasarkan pilihan orang tua atau bahkan hanya mengikuti apa kata teman. Akibatnya siswa tersebut mengalami ketidak matangan karir dengan kata lain siswa tersebut masih belum bisa memutuskan karir apa yang dipilih atau bahkan terjadi kesalahan dalam memilih karir.
3. Identifikasi pandangan manusia dan pandangan kepribadian :
• Pandangan tentang manusia
❖ Manusia berusaha untuk menggunakan pemahaman diri dan pengetahuan kecakapan dirinya sebagai dasar pengembangan potensinya. Disini bahwa siswa tersebut berusaha untuk menggunakan pemahaman dirinya dengan menunjukan pilihan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau mencari pekerjaan setelah lulus SMA nanti sebgai dasar pengembangan potensinya.
❖ Manusia banyak berhadapan dengan “pengintroduksi” (orang tua, guru, teman) konsep hidup yang baik, yang menghadapkannya pada pilihan-pilihan. Disini siswa tersebut dihadapkan pada pilihan orang tua atau hanya mengikuti apa kata teman. Sehingga akhirnya siswa tersebut merasa binggung dengan mengalami ketidak matangan karir dengan kata lain siswa tersebut masih belum bisa memutuskan karir apa yang dipilih atau bahkan terjadi kesalahan dalam memilih karir.
❖ Manusia mempunyai potensi untuk berbuat baik atau buruk. Disini jika siswa tersebut memiliki perencanaan dan pengambilan keputusan yang matang, ia akan menguasai tugas berkaitan dengan karir, baik pengetahuan maupun sikap yang sesuai dengan persyaratan karir yang ia inginkan. Jika siswa tersebut tidak memiliki perencanaan dan pengambilan keputusan yang matang, mengakibatkan ia mengaku salah jurusan sehingga seringkali menimbulkan rasa malas dalam belajar dan tentunya berdampak pada penguasaan skill dan perencanaan karirnya.
• Pandangan tentang kepribadian
❖ Perkembangan kepribadian manusia yang ditentukan oleh faktor pembawaan dan lingkungan. Disini siswa tersebut tidak bisa menentukan karirnya. Karena faktor binggung ,ia menentukan pilihan karir hanya berdasarkan pilihan orang tua atau bahkan hanya mengikuti apa kata teman. Terdapat faktor bawaan yaitu binggung untuk memilih atau menentukan karir. Serta faktor lingkungan yaitu orang tua yang menentukan pilihan karirnya untuk perkembangan potensinya atau ia hanya mengikuti apa kata temannya.
4. Identifikasi asumsi perilaku bermasalah :
Individu yang tidak mampu memahami kekuatan atau kelemahan yang ada pada dirinya sehingga individu tersebut tidak dapat mengaktualisasikan dirinya secara optimal. Disini siswa tersebut binggung dalam menentukan jurusan, menentukan cita-cita, bahkan binggung dalam menentukan potensi diri, bakat serta minat yang dimiliki dan sering merasa cemas untuk mendapatkan pekerjaan pasca lulus nanti.
Sehingga siswa tersebut tidak dapat mengaktualisasikan dirinya secara optimal karena faktor binggung tadi.