• Tidak ada hasil yang ditemukan

FULL SKRIPSI KIKI Terbaru

N/A
N/A
Tin F

Academic year: 2023

Membagikan "FULL SKRIPSI KIKI Terbaru"

Copied!
150
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi adalah keluarga, terutama melihat status sosial ekonomi orang tua. Penelitian yang dilakukan terkait status sosial ekonomi dan teman sebaya terhadap perilaku konsumsi adalah penelitian yang dilakukan oleh Bintana Afiati dan Riza Yonisa Kurniawan pada tahun 2014 dengan judul “Pengaruh status sosial ekonomi dan teman sebaya terhadap perilaku konsumsi siswa kelas XI IPS MAN Sidoarjo – siswa”. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa status sosial ekonomi dan kelompok teman sebaya secara simultan mempengaruhi perilaku konsumsi.

Berdasarkan temuan tersebut, peneliti ingin mengetahui perilaku konsumsi siswa dan mengetahui pengaruh status sosial ekonomi dan teman sebaya terhadap perilaku konsumsi remaja dalam hal ini khususnya siswa SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga.

Identifikasi Masalah

Selain untuk memiliki barang, banyak siswa yang juga menghabiskan uang jajannya untuk membeli rokok, bermain game online bersama teman-temannya, atau menonton video YouTube di warung internet yang tidak ada hubungannya dengan tugas sekolah. Berdasarkan fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa konsumsi yang dilakukan oleh para pelajar tersebut termasuk dalam perilaku konsumsi berlebihan. Ada perilaku yang ditiru siswa dalam pola konsumsi teman-temannya di sekolah, mulai dari merokok hingga menghabiskan uang jajan untuk bermain game online tanpa memperhatikan pendapatan orang tuanya.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

KAJIAN PUSTAKA

Deskripsi Teori

  • Perilaku Konsumsi
  • Status Sosial Ekonomi
  • Kelompok Teman Sebaya

Individu-individu dalam kelompok sebaya berasal dari latar belakang yang berbeda-beda dan mempunyai kebiasaan yang berbeda-beda. Kelompok teman sebaya ini dibentuk, diorganisir dan dipimpin oleh anak itu sendiri (childborn, child-created, child-directed). Ini termasuk kelompok teman sebaya informal, misalnya: kelompok bermain, geng, dan kelompok.

Dalam kelompok sebaya informal tidak ada bimbingan dan partisipasi dari orang dewasa; Dalam kelompok ini, orang dewasa bahkan tidak dilibatkan.

Penelitian yang Relevan

Sebab, meskipun status sosial siswa rendah, mereka mungkin memiliki perilaku konsumsi yang tidak rasional.

Kerangka Berpikir

Peneliti bagian pertama fokus pada data mengenai status sosial ekonomi orang tua seperti pendidikan, pendapatan, fasilitas dan tempat tinggal. Bagian kedua peneliti fokus pada data mengenai peer group termasuk indikatornya dan bagian ketiga data mengenai perilaku konsumsi mahasiswa berdasarkan indikator.

Paradigma Penelitian

Hipotesis Penelitian

METODE PENELITIAN

  • Desain Penelitian
  • Variabel Penelitian
  • Waktu dan Tempat Penelitian
  • Populasi dan Sampel Penelitian
    • Populasi
    • Sampel
  • Definisi Oprasional
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Instrumen Penelitian
  • Uji Coba Instrumen Penelitian
    • Teknik Analisis Data

H0 : “Tidak terdapat pengaruh positif status sosial ekonomi terhadap perilaku konsumsi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga Tahun 2016/2017”. Ha : “Terdapat pengaruh positif status sosial ekonomi terhadap perilaku konsumsi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga Tahun 2016/2017”. Ha : “Terdapat pengaruh positif peer group terhadap perilaku konsumsi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga Tahun Pelajaran 2016/2017”.

H0 : “Tidak terdapat pengaruh bersama status sosial ekonomi dan kelompok teman sebaya terhadap perilaku konsumsi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga Tahun 2016/2017.” Ha : “Terdapat pengaruh bersama antara status sosial ekonomi dan peer group terhadap perilaku. Artinya variabel status sosial ekonomi dan peer group mempunyai kontribusi terhadap perilaku konsumsi mahasiswa.

Pengaruh Status Sosial Ekonomi Terhadap Perilaku Konsumsi Siswa Kelas 1 IPS SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga Tahun 2016/2017. Pengaruh Peer Group Terhadap Perilaku Konsumsi Siswa IPS XI. kelas di SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga 2016/2017. Pengaruh Status Sosial Ekonomi dan Kelompok Teman Sebaya Terhadap Perilaku Konsumsi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga Tahun 2016/2017.

Status sosial ekonomi berpengaruh positif terhadap perilaku konsumtif siswa kelas XI. SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga Angkatan 2016/2017. Status sosial ekonomi dan kelompok teman sebaya secara bersama-sama mempengaruhi perilaku konsumsi mahasiswa.

Tabel 1. Kisi-kisi Angket
Tabel 1. Kisi-kisi Angket

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Hasil Penelitian

  • Gambaran Umum Tempat Penelitian
  • Deskripsi Variabel Penelitian

SMA Negeri 1 Rembang terletak di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. SMA Negeri 1 Rembang merupakan SMA Negeri keempat ditinjau dari usia SMA Negeri di wilayah Purbalingga. SMA Negeri 1 Rembang resmi dibuka berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik No. tanggal 20 Juni 1991 tentang pembukaan dan pendirian sekolah tahun ajaran.

Untuk menentukan kategori tren status sosial ekonomi, terlebih dahulu dihitung mean ideal (Mi) dan standar deviasi ideal (SDi). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kecenderungan status sosial ekonomi kelompok teman sebaya kelas A adalah sekelompok individu yang mempunyai umur dan kedudukan status sosial yang sama, yang saling berinteraksi dalam jangka waktu tertentu untuk mencapai tujuan bersama. .

Kelompok teman sebaya dalam penelitian ini dinilai berdasarkan 20 item pertanyaan yang masing-masing memiliki skor maksimal 4 dan skor minimal 1. Untuk menentukan kategori tren peer group terlebih dahulu dihitung mean ideal (Mi) dan standar deviasi ideal (SDi). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kecenderungan kelompok teman sebaya di kelas

Untuk menentukan kategori tren perilaku konsumsi, terlebih dahulu dihitung mean ideal (Mi) dan standar deviasi ideal (SDi). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumsi sedang tren di kelas

Tabel 8. Kategori Kecenderungan Status Ekonomi  No  Kelas
Tabel 8. Kategori Kecenderungan Status Ekonomi No Kelas

Hasil Analisis Data

  • Pengujian Prasyarat Analisis
  • Pengujian Hipotesis

Status sosial ekonomi Bebas dari multikolinearitas Kelompok pertemanan. menunjukkan bahwa nilai VIF yang diperoleh kurang dari 4 dan berdasarkan analisa diatas menunjukkan bahwa nilai VIF yang ditemukan sebesar 1,024. Karena nilai tersebut kurang dari 4 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat kolinearitas antara variabel status sosial ekonomi dengan peer group. Hasil uji homosedastisitas terlihat pada Tabel 14. 2 sisi) Keterangan Status Sosial Ekonomi 0,927 Homosedastisitas Kelompok sejawat 0,178 Homosedastisitas Sumber: data primer, diolah tahun 2017.

Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi untuk variabel status sosial ekonomi sebesar 0,927 dan lingkungan teman sebaya sebesar 0,178. Uji hipotesis digunakan untuk membuktikan apakah rumusan masalah yang digunakan dalam penelitian terbukti atau tidak. Karena signifikansinya kurang dari 0,05 maka Ho ditolak yang berarti hipotesis yang menyatakan bahwa “Terbukti terdapat pengaruh positif status sosial ekonomi terhadap perilaku konsumsi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga adalah signifikan.

H0 : “Tidak terdapat pengaruh positif peer group terhadap perilaku konsumsi siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga Tahun Pelajaran 2016/2017.” Karena signifikansinya kurang dari 0,05 maka Ho ditolak yang berarti hipotesis yang menyatakan “terdapat pengaruh positif peer group terhadap perilaku konsumsi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga terbukti signifikan. Karena signifikansinya kurang dari 0,05 maka Ho ditolak yang berarti hipotesis yang menyatakan bahwa “Terdapat pengaruh secara bersama-sama status sosial ekonomi dan kelompok teman sebaya terhadap perilaku konsumsi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga terbukti. menjadi signifikan.

Berdasarkan hasil analisis regresi berganda dapat diketahui besarnya sumbangan relatif dan sumbangan efektif masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Total sumbangan efektif terhadap perilaku konsumsi siswa sebesar 21,80%, sedangkan 78,20% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian.

Tabel 11. Hasil Uji Normalitas
Tabel 11. Hasil Uji Normalitas

Pembahasan

Dalam penelitian ini peneliti menguji hipotesis besarnya pengaruh variabel status sosial ekonomi terhadap perilaku konsumsi mahasiswa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa status sosial ekonomi terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku konsumsi mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh status sosial ekonomi terhadap perilaku konsumsi siswa SMPI Al-Azhar 17 Pontianak adalah sebesar 0,543.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara status sosial ekonomi terhadap perilaku konsumsi mahasiswa. Dalam penelitian ini peneliti menguji hipotesis besarnya pengaruh variabel peer group terhadap perilaku konsumsi siswa. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pengaruh parsial peer group terhadap perilaku konsumsi mahasiswa adalah besar.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa peer group berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku konsumsi mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis terlihat bahwa pengujian hipotesis terdapat pengaruh secara bersama-sama status sosial ekonomi dan kelompok teman sebaya terhadap perilaku konsumsi IPS siswa kelas XI SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga Tahun Pelajaran 2016/2017. Secara lebih rinci diketahui bahwa status sosial ekonomi memberikan sumbangan relatif sebesar 42,86%, dan kelompok teman sebaya memberikan sumbangan relatif sebesar 57,14% terhadap perilaku konsumsi pelajar.

Kelompok teman sebaya mempunyai pengaruh positif terhadap perilaku konsumsi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Rembang Purbalingga angkatan 2016/2017. Status sosial ekonomi dan peer group secara bersama-sama mempunyai pengaruh positif terhadap perilaku konsumsi golongan

PENUTUP

Kesimpulan

Implikasi

Peer group dapat diartikan sebagai kelompok yang dibentuk oleh siswa karena merasa cocok dalam hal tertentu. Artinya kedepannya sekolah dapat mengajarkan kepada siswa pentingnya bersosialisasi tanpa membentuk kelompok tersendiri, sehingga dapat meningkatkan rasa kekeluargaan antar siswa tanpa memandang kelompok tertentu, sehingga tujuan untuk mengurangi perilaku konsumsi siswa juga dapat tercapai. tercapai. Hal ini menunjukkan bahwa kategori status sosial ekonomi rendah dan kelompok teman sebaya yang rendah pun dapat mempengaruhi perilaku konsumsi siswa, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa semakin tinggi status sosial ekonomi dan kelompok teman sebaya maka akan semakin tinggi pula perilaku konsumsi siswa. .

Untuk memastikan peningkatan perilaku konsumsi siswa tidak terus meningkat, pihak sekolah, orang tua dan...

Saran

Beri tanda silang (X) di samping salah satu jawaban yang menurut Anda benar-benar sesuai dengan kondisi sosial ekonomi keluarga Anda. Dilihat dari pekerjaan orang tua Anda, rata-rata pendapatan bulanan yang diterima orang tua Anda. 3 Saya dan teman-teman berbincang tentang hal-hal yang berkaitan dengan tabungan (manajemen keuangan) 4 Saya mendapat informasi tentang tempat belanja.

11 Saya mengikuti apa yang teman saya lakukan meskipun pendapat saya tidak sesuai dengan pendapat saya.12 Saya memakai pakaian yang sama dengan teman saya. 18 Ketika saya menemukan produk yang bagus, teman saya menyarankan saya untuk segera membelinya. 19 Teman saya mengajak saya untuk membeli jika sudah tersedia. 9 Saya membeli barang-barang yang benar-benar saya perlukan dan dapat saya gunakan dalam jangka waktu lama.

15 Saya akan segera menggunakan barang yang akan saya beli, meskipun barang tersebut sudah lama namun masih dapat digunakan. 16 Saya senang menggunakan barang-barang yang baru saya beli karena barang-barang tersebut merupakan penggunaan tabungan saya sendiri dan saya sangat membutuhkannya. 18 Jika saya puas, saya akan memberitahu orang-orang di sekitar saya untuk membeli barang seperti yang saya beli.

19 Jika barang yang saya beli mengecewakan saya, saya tidak akan lagi membeli barang di tempat yang sama. 20 Ketika saya puas dengan suatu produk atau layanan.

Gambar

Gambar 1. Paradigma Penelitian  Keterangan:
Tabel 1. Kisi-kisi Angket
Tabel 2. Skor Jawaban Instrumen
Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Status Sosial Ekonomi  Butir Pernyataan  r hitung  Keterangan
+7

Referensi

Dokumen terkait

pengiriman data. Untuk mencari waktu yang di butuhkan untuk mengirimkan data dari sumber ke tujuan. Untuk mencari parameter yang digunakan untuk mengetahui bandwidth yang

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dan Pasal 22 telah diterima secara lengkap dan benar, paling lambat dalam waktu 10 (sepuluh) hari kerja, Direktur Jenderal

rasional bila dalam memenuhi barang, barang tersebut benar-benar dapat memenuhi kebutuhan kita. Semakin lama jangka waktu pemuasaannya maka akan semakin

Untuk hasil perhitungan analisis lapangan didapat penggunaan biaya alat berat untuk pekerjaan galian dan timbunan membutuhkan waktu 100 jam, dengan biaya sewa alat berat

Barang Atau Produk Yang Anda Pesan Kami Jamin 100% Asli Dan Pasti Sampai Ke Tempat Anda Dalam Waktu Singkat Setelah Anda Melakukan Konfirmasi Kepada Kami.. Sebagai Buktinya, Kami

KOH 10% sering digunakan untuk menipiskan lapisan kitin dengan waktu perendaman 10 jam, karena konsentrasi KOH yang rendah dan membutuhkan waktu yang relatif lama,

Penelitian ini memperlihatkan bahwa Analisis Keranjang Belanja tidak hanya digunakan untuk menentukan kecenderungan pelanggan dalam membeli barang-barang secara

Gillespie i Collection Localities Gillespie Trips 9-11 9 Omai - Essequibo River 10 Kanuku Mountains - Rupununi Savanna 11 Aurora - Cuyuni River 0 25 50 100 Miles