• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fun Learning.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Fun Learning.pdf"

Copied!
268
0
0

Teks penuh

Konsep yang perlu dikuasai tersebut mencakup: pengertian perkembangan dan pertmbuhan, ciri-ciri khas remaja yang sedang berkembang dan prinsip-prinsip perkembangan. Remaja memang memperlihatkan tingkah laku yang khas sebagai tanda mereka berkembang sebagai remaja yang normal.

TAHAP DAN TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA

Usaha yang dapat dilakukan untuk mengembangkan tugas-tugas perkembangan ini para pendidik perlu memahami tugas remaja yang berkenaan dengan. Untuk memahami jenis tugas perkembangan remaja perlu dipahami hal-hal yang harus dilakukan oleh orang dewasa.

KEBUTUHAN REMAJA

Contoh dari jenis kebutuhan ini antara lain kebutuhan untuk makan, minum, pekaian, seks, udara segar, istirahat dan sejenisnya. Pada bagian terdahulu telah dikemukakkan bahwa pada usia remaja memiliki beberapa jenis kebutuhan yang lebih menonjol untuk.

PERTUMBUHAN FISIK REMAJA

Banyak anak laki-laki tidak menyadari apa yang terjadi pada saat kejadian.. tanda gejala sex primer ini juga terjadi pada anak perempuan. Karena mencapai masa remaja lebih dulu, anak perempuan lebih cepat menunjukkan tanda-tanda perilaku yang menonjol daripada anak laki-laki.

PERKEMBANGAN INTELIGENSI REMAJA

Untuk lebih memahami perkembangan inteligensi remaja, sistematika pembahsan dikembangkan sebagai berikut: (1) pengeritan inteligensi, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan inteligensi, (3). Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan inteligensi antara lain faktor bawaan (genetik), gizi, kematangan, pembentukan dan kebebasan psikologis, lingkungan dan budaya.

PERKEMBANGAN KREATIVITAS REMAJA

Pada pembahasan materi berikut ini akan disajikan jenis lingkungan yang dapat memupuk berkembangnya kreativitas seseorang. Mengenai faktor apa saja yang dapat mempengaruhi berkembangnya kreativitas seseorang, berikut ini David Campbel (dalam Mangunhardjono, 1986) menjelaskan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi, yaitu.

BAKAT KHUSUS

Prestasi yang menonjol dalam salah satu bidang mencerminkan bakat yang unggul dalam bidang tersebut, begitu juga sebaliknya. Inteligensi termasuk kemampuan umum, sedangkan kemampuan khusus mengacu kepada bakat yang dimiliki individu yang biasanya disebut dengan bakat khusus.

PERKEMBANGAN EMOSI REMAJA

Ketakutan terhadap masalah atas sikap orang tua yang tidak 1) adil dan cendurung menolak di dalam keluarga. Apabila diharapkan pada suatu tugas atau tujuan yang diharapkan orang lain yang terbayangkan bukannya keberhasilan dalalm menjalankan tugas tersebut, namun justru kegagalan yang akan ditemui. Ciri kematangan emosi dapat dilihat dari ciri-ciri tingkah laku : mandiri dalam arti emosional, mampu menerima diri sendiri dan orang lain apa adanya, mapu menampilkan ekspresi emosi sesuuai dengan situasi dan kondisi yang ada, dan mampu mengendalikan emosi-emosi negatif sehingga pemunculannya tidak impulsif.

Adapun remaja yang tidak matang emosinya dapat dilihat dari ciri-ciri tingakah laku : cenderung melihat sisi negatif dari orang lain, impulsif, kurang mampu menerima diri sendiri dan orang lain apa adanya, kurang mampu memahami orang lain dan cenderung untuk selalu dipahami oleh orang lain, dan tidak mau memahami kasalahan yang diperbuat.

PERKEMBANGAN MORAL REMAJA

Pelopor teori Kognitif adalah Jean Piaget yang menekankan bahwa perkembangan kognitif erat kaitannya dengan perkembangan moral remaja. Hoffman juga meneliti pengaruh keberadaan orang tua laki-laki dalam keluarga terhadap perkembangan moral remaja. Piaget menyatakan bahwa interksi dengan teman sebaya dan kemampuan bermain peranan meningkatkan perkembangan moral remaja.

Pendidikan moral yang diberkan di sekolah harus dapat mendorong perkembangan moral yang mengarah pada level konvensional.

PERKEMBANGAN SOSIAL REMAJA

Kolberg mengemukakan bahwa proses perkembangn tingkah laku sosial sesuai dengan jenis kelamin dalam diri remaja berlangsung sebagai berikut. Ada tiga faktor penting yang mempengaruhi tingkah laku sosial remaja yaitu orang tua, sekolah dan teman sebaya. Remaja telah diperkenalkan tingkah laku sosial dan nilai nilai bertingkah laku yang dijunjung tinggi oleh orang tua.

Remaja yang berkembang tingkah laku sosial remaja dapat diketahui dari ketertarikannya terhadap lawan jenis, kemandirian sosial, kesenangan berkelompok dengan teman sebaya.

PERKEMBANGAN KONSEP DIRI REMAJA

Konsep diri merupakan pandangan seseorang tentang dirirnya, berdasarkan pandangan atau penilaian orang lain terhadap dirinya itu. Oleh karena itu, tidak ada remaja yang merasa terisolir yang dapat memperburuk konsep diri siswa. Konsep diri yang berorientasi eksternal sering dihubungkan dengan aspek tingkah laku pura-pura dan matrialistik.

PRILAKU MENYIMPANG PADA REMAJA

Wujud dari prilaku menyimpang itu dapat bermacam-macam, mulai dari jenis yang tergolong masih ringan hingga berat. Banyak faktor atau sumber yang menjadi penyebab timbulnya prilaku menyimpang baik yang berasal dari dalam diri maupun dari luar diri individu yang bersangkutan. Dalam bagian ini juga dikemukakan berbagai upaya yang dapat dilakukan oleh keluarga, sekolah dan masyarakat untuk menanggulangi prilaku menyimpang.

Menurut aliran humanisme bahwa terjadinya prilaku menyimpang itu disebabkan oleh : (I) seseorang belajar mangenai sikap penyesuaian yang salah, (2) seorang menggunakan cara- cara makanisme pertahanan diri (defence mechanism) secara berlebihan.

REMAJA DAN PENGEMBANGAN SIKAP KEWARGANEGARAAN

Pemahaman terhadap pilar kebangsaan diharapkan dapat menjadi wahana internalisasi nilai-nilai yang berguna bagi kehidupan peserta didik. Nilai- nilai tersebut dapat diinternalisasikan dalam diri siswa melalui proses pembelajaran Pemahaman terhadap pilar kebangsaan. Guru diharapkan dapat menginternalisasikan nilai-nilai sosial dan moral ke dalam diri siswa dalam proses pembelajaran.

Materi, metode dan proses pembelajaran yang dilaksanakan pada Pemahaman terhadap pilar kebangsaan sebagai upaya internalisasi nilai- nilai yang terkandung dalam materi tersebut, juga harus memberikan kemungkinan bagi pengembangan emosi peserta didik dengan sebesar-.

REMAJA, GENDER DAN HAK-HAK ASASI MANUSIA

Dewasa ini dalam kehidupan masyarakat luas, permasalahan gender dan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia masih sering terjadi. Untuk mengatasi masalah kekerasan bias gender dan pelanggaran hak-hak asasi manusia tersebut, diperlukan adanya layanan bimbingan dan konseling. Perwujudan dan keinginan ini terkandung di dalamnya hak-hak asasi baik dalam bidang politik, ekonomi dan sosial budaya.

Dengan memperhatikan isi dan makna pembukaan Undang- undang Dasar 1945 jelas bahwa bangsa Indonesia mengakui tentang adanya hak-hak asasi manusia dan kewajiban-kewajiban warga negara (nasional).

Oleh sebab itu, di masyarakat laki- laki selalu digambarkan dengan sifat maskulin dan perempuan dengan sifat feminim. Hal itu mengisyaratkan bahwa pemerintah mengakui adanya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam segala kegiatan pembangunan di Indonesia. Mereka senantiasa diarahkan untuk menyesuaikan diri dengan gagasan tentang sifat laki-laki dan perempuan melalui imbalan dan hukuman.

Pembeda antara kaum laki-laki dan perempuan di mata Allah SWT adalah derajat keimanan dan ketaqwaaanya.

LAYANAN BK DAN PENGEMBANGAN BUDI PEKERTI REMAJA

Budi Pekerti yang mempunyai arti yang sangat jelas dan sederhana, yaitu: Perbuatan (Pekerti) yang dilandasi atau dilahirkan oleh Pikiran dan hati yang jernih dan baik (Budi). Guru harus mampu menjadi pembelajar yang baik untuk dapat mewujudkan pendidikan budi pekerti yang pada akhirnya akan bermuara terhadap pemuliaan harkat dan martabat kemanusiaan manusia. Oleh karena itu, para guru di sekolah diharapkan mampu melaksanakan pendidikan dengan High-Touch (sentuhan tinggi) dalam penanaman budi pekerti.

Guru pembimbing/konselor memiliki tanggung jawab dan beban moral yang sangat berat terhadap berbagai kondisi merosotnya moral dan budi pekerti anak dan remaja peserta didik kita.

REMAJA DAN PENGEMBANGAN DIMENSI KEMANUSIAN

Dalam proses pendidikan Islam, pendidikharus memiliki dasar ilmu pendidikan Keislaman yang kuat sehingga seluruh dimensi kemanusiaan peserta didik dapat dikembangkan seoptimal mungkin. Pengembangan berbagai dimensi kemanusiaan peserta didik akan dapat dilakukan melalui peristiwa pendidikan yang kondusif dan akan terjadi apabila situasi pendidikan tumbuh dan berkembang melalui teraktualisasinya kewibawaan yang salah satunya dapat tercermin melalui gaya yang ditampilkan pendidik dalam proses pembelajaran sebagai wahana relasi antara pendidik dengan peserta didik. Kenyataan bahwa dalam pendidikan Islam, guru sering menampilkan gaya yang kurang disenangi peserta didik seperti pemarah dan cepat emosional, cerewet dan pilih kasih, bertentangan dengan nilai-nilai keislaman Hubungan yang terjadi antara pendidik dengan peserta didik dalam proses.

Kondisi negatif dalam hubungan guru dengan peserta didik bersifat kontraproduktif terhadap motivasi untuk mendorong peserta didik belajar dengan lebih giat dan lebih berhasil dalam mencapai tujuan pendidikan.

Artinya: Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan- keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi (Q.S.

Nafs juga bermakna menunjukkan kepada apa yang terdapat dalam diri manusia yang menghasilkan tingkah laku sebagaimana surat Al-Rad ayat 11 sebagai berikut:.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa lebih dari separuh peserta didik yang berbakat memiliki prestasi belajar jauh di bawah kemampuannya atau underachiever. Dengan pemahaman ini, pendidik dapat memberikan perlakukan secara proporsional terhadap peserta didik sesuai dengan tingkat kecerdasan mereka. Dari berbagai uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bahwa diperlukan pemahaman yang lebih baik pada diri pendidik terhadap peserta didik dan aplikasinya tentang dimensi-dimensi kemanusian dan pengembangannya dalam proses pembelajaran.

Upaya ini harus segera dilakukan agar tercipta kesamaan persepsi dan pemahaman antara pendidik dengan peserta didik.

REMAJA DAN

Bangsa Indonesia sedang mengalami masalah besar dengan adanya suatu gerakan radikalisme yang mengancam keamanan, ketentraman NKRI. Mahasiswa sebagai generasi muda yang penuh dengan semangat menjadi salah satu sasaran gerakan radikalisme tesebut. Kondisi ini muncul dan terjadi apabila pemahaman agama pada kalangan mahasiswa tertutup dan tekstual sehingga mereka merasa sebagai kelompok yang suka mengkafirkan orang lain serta menganggap orang lain sesat sehingga perlu dilenyapkan kalau perlu dengan kekerasan.

Manusia dalam kaitannya sebagai mahasiswa harus ditempatkan sebagai pribadi yang utuh; yakni manusia sebagai kesatuan sifat makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial.

PERILAKU RADIKALISME

Dalam suatu interaksi sosial dikatakannya bahwa interaksi merupakan suatu hubungan yang dinamis antara orang perorangan. Dalam kaitannya dengan interaksi sosial yang berkaitan dengan komunikasi interpersonal, ada beberapa faktor yang dapat menjadi penghambat dalam interaksi atau hubungan tersebut. Balas dendam dalam interaksi sosial dapat mengakibatkan berkembangnya bentuk-bentuk interaksi yang cenderung mengarah kepada sikap-sikap negatip yang dapat merugikan pihak lain.

Prasangka dalam interaksi sosial mahasiswa dapat terwujud dalam bentuk ketidakpercayaan terhadap pihak lain, merasa orang lain .. akan merugikan dan menyakiti atau telah melakukan kesalahan.

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

Kehidupan sehari-hari masing-masing kelompok etnik masih terkait dengan adat istiadat dan bahasa asal daerahnya. Menurut pandangan Smith, bahwa suatu kelompok etnik dapat dibedakan dengan empat karakteristik yaitu; (1) perasaan spesifik tentang asal usul kelompok; (2) pengetahuan tentang sejarah dan kepercayaan kelompok dalam hal eksistensinya; (3) satu atau lebih dimensi-dimensi budaya kolektif individu dan (4) adanya solidaritaas kolektif yang unik. Dari uraian di atas dapat diasumsikan bahwa paling tidak terdapat tiga tesis yang dapat digunakan untuk menyebut suatu kelompok etnik;.

Karenanya kelompok etnik bisa saja memiliki bahasa sendiri, adat-istiadat serta agama sendiri, berbeda dengan kelompok lainnya yang ada dalam suatu masyarakat.

Referensi

Dokumen terkait

Tugas perkembangan keluarga pada tahap ini antara lain Memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti: kebutuhan tempat tinggal, privasi dan rasa aman, Membantu anak

Apakah pendapatan yang anda terima dari hasil pekerjaan itu dapat9. membantu memenuhi

Dari berbagai hasil penelitian ternyata wanita yang bekerja ikut membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, yang menjadisumbangan wanita bagi penghasilan keluarga

Disisi lain orang tua memiliki tanggung jawab bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga , oleh sebab itu mereka meminta tolong pihak lain untuk membantu dalam pendidikan anaknya

Membantu kedua orang tua dapat dilakukan memenuhi kebutuhan orang tua seperti membelikan makanan, pakaian.. 4) Menziarahi dan Mendoakan Kedua Orang Tua Menziarahi dan

Peran orang tua yang mengasihi dan mendi- dik anak-anak sejak masih kecil untuk takut akan Tuhan mempunyai peran penting dalam perkembangan iman remaja sehingga mereka

Dari berbagai hasil penelitian ternyata wanita yang bekerja ikut membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, yang menjadisumbangan wanita bagi penghasilan keluarga

Penyuluhan kesehatan yang dilakukan kepada keluarga dengan ODGJ dapat membantu keluarga untuk mengetahui kebutuhan hidup klien, bagaimana untuk membantu memenuhi