Desa Paramaian bagian barat berbatasan dengan 1 desa dari kecamatan Daha Selatan yaitu desa Baruh Jaya. Selain itu, di bagian barat desa Paramaian berbatasan langsung dengan wilayah administrasi Kabupaten Hulu Sungai Utara yaitu Desa Ambahai dan Desa Sapala di Kecamatan Paminggir. Awalnya kampung Pandak Daun dan Kampung Paramaian merupakan satu kesatuan, namun kemudian terjadi pemekaran dan pada tahun 1978 menjadi kampung definitif.
Desa Pandak Daun terletak di bagian tengah Kabupaten Daha Utara dan bagian utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Berdasarkan survei dan analisis data spasial, luas desa Pandak Daun adalah 7.002 ha yang terletak di antara Sungai Negara dan Sungai Barita. Desa Pandak Daun berbatasan dengan 10 wilayah desa dengan rincian 5 desa di Kecamatan Daha Utara dan 5 desa di Kabupaten Hulu Sungai Utara, dengan rincian 2 desa di Kecamatan Paminggir, 1 desa di Kecamatan Danau Panggang dan 2 desa di Kecamatan Babirik.
Desa Pandak Daun beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata tahunan dan perubahan iklim. Dampak dari lokasi kampung Pandak Daun yang berada di antara 2 sungai utama sangat mempengaruhi kehidupan warga ketika terjadi banjir. Pendidik dan tenaga kesehatan di desa Pandak Daun dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Jusran dan teman-temannya yang mulai terpecah di desa Pandak Daun dan menjadi desa terakhir.
Penyajian Data
Uraian Hasil Wawancara Informan 1
Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak. Saifullah dalam upaya pemberdayaan pemerintah desa Paramaian menjelaskan bahwa pemerintah desa Paramaian selalu berusaha untuk mengembangkan pemberdayaan yang ada di desa Paramaian dengan melihat potensi yang ada di desa Paramaian. Adapun respon masyarakat terhadap kegiatan pemberdayaan yang dilakukan di desa Paramaian, masyarakat sangat mendukung dan juga memberikan masukan agar pemberdayaan kedepannya lebih baik lagi. Saat ditanya tentang faktor pendukung kegiatan pemberdayaan tersebut spontan beliau menjawab yaitu potensi desa, lahan pertanian di desa Paramaian cukup luas, sehingga dilakukan kegiatan pelatihan kelompok tani.
Menurut Bpk. Penjelasan Rabbani merupakan faktor pendukung dari kegiatan pemberdayaan ini potensi Desa Paramaian ditinjau dari potensi alamnya. Tn. Rabbani juga menjelaskan upaya mengatasi faktor penghambat kegiatan pemberdayaan masyarakat yaitu dengan terus memberikan masukan kepada Kepala Desa Paramaian mengenai dana yang diperlukan untuk mengembangkan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Nyonya. Jamnah mengatakan, bentuk keikutsertaannya dalam kegiatan penguatan masyarakat adalah terjun langsung, seperti terlibat dalam kegiatan pelatihan kue.
Menurut seorang informan bernama Khairani yang berusia 25 tahun, kegiatan pemberdayaan di Desa Paramaian cukup baik dari segi lapangan. Bentuk partisipasi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Paramaian adalah partisipasi dalam pertemuan-pertemuan yang diadakan di kantor Desa Paramaian. Pendapat Khairani untuk pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan ke depan untuk seluruh lapisan masyarakat di Desa Paramaian dapat dilibatkan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak. Ahmad yang berusia 59 tahun mengatakan, pemberdayaan di Desa Paramaian sangat baik di sektor pertanian. Selain itu, Bpk. Ahmad juga terlibat langsung dalam pelatihan petani yang diadakan oleh pemerintah desa Paraman. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak. Budi selaku Kepala Desa Pandak Daun menjelaskan upaya pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan dan saat ini sedang dilatih pembuatan jamu tradisional dan program pemberdayaan.
Tanggapan masyarakat terhadap kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh Sekretaris Desa menyebutkan bahwa memang tidak sedikit masyarakat yang tidak mendukung pemberdayaan masyarakat yang dilakukan. Menurutnya, faktor pendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah tempat yang cukup untuk beternak ayam petelur. Tn. Romansyah menilai pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di Desa Pandak Daun kurang optimal.
Tn. Bentuk partisipasi Romansyah dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah dengan terlibat dalam program pemberdayaan kelompok awam. Dikatakannya, tidak banyak manfaat yang bisa diraih karena di Desa Pandak Daun, pemberdayaan masyarakat lebih ditujukan kepada masyarakat yang kondisi ekonominya di bawah.
Analisis Data
Pengelolaan Alokasi Dana Desa Pandak Daun dan Desa Paramaian dalam Pemberdayaan Masyarakat
Manajemen penyaluran dana desa (ADD) melihat empat aspek yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan, untuk mengetahui bagaimana pengelolaan ADD di desa Pandak Daun dan desa Paramaian. Perencanaan alokasi dana desa di desa Pandak Daun dilakukan dengan melibatkan masyarakat desa melalui musyawarah yang diadakan dimana. Berdasarkan kutipan wawancara menggambarkan bahwa perencanaan pengelolaan alokasi dana desa dalam pemberdayaan desa Pandak Daun dan desa Paramaian melibatkan masyarakat, lembaga desa, RT dan tokoh masyarakat, yang dianggap memahami perencanaan pengelolaan dan dilakukan. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, hasilnya dinilai sudah cukup baik dan sesuai dengan teori George R.
Berdasarkan petikan wawancara di atas terlihat bahwa organisasi melibatkan masyarakat dalam pengelolaan alokasi dana desa di desa Pandak Daun dan desa Paramaian dan hasilnya sejalan dengan teori George R. Sekretaris desa Pandak Daun dan Paramaian village Sekertaris sejauh ini telah mengelola kepemimpinan masing-masing ADD dengan cukup baik. Sekretaris Desa Pandak Daun dan Sekretaris Desa Paramaian memberikan pengarahan pelaksanaan alokasi dana desa dalam rapat yang diadakan di kantor desa masing-masing.
Berdasarkan petikan hasil wawancara di atas, pemerintah Desa Pandak Daun dan Desa Paramaian telah berusaha melakukan pembinaan kepada masyarakat, walaupun hasilnya kurang maksimal karena pemahaman masyarakat yang terbatas, hasil tersebut dianggap sesuai dengan Teori George R. Tahapan pengawasan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Pandak Daun selama ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan pengaduan atau aduan. Keterbukaan kesempatan yang diberikan kepada masyarakat merupakan gambaran pemerintah Desa Pandak Daun dan Desa Paramaian memberdayakan masyarakat desanya untuk mengawal pelaksanaan kegiatan Alokasi Dana Desa.
Verifikasi laporan dinas afiliasi sendiri difasilitasi dengan menggunakan aplikasi Siskuedes, namun dinas afiliasi tetap harus turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi kegiatan apa saja yang telah dilakukan di Desa Pandak Daun dan Desa Paramaian secara fisik. Dalam hal pelaporan penggunaan ADD selama ini masyarakat Desa Pandak Daun dan Desa Paramaian belum sepenuhnya diikutsertakan. Untuk pelaporan ADD sendiri, baik di kampung Pandak Daun maupun Paramaian, dilakukan melalui pertemuan yang mengundang tokoh masyarakat yang dipercaya untuk membahas laporan pertanggungjawaban ADD.
Pemberdayaan masyarakat Desa Pandak Daun dan Desa Paramaian dalam tahap pengawasan pengelolaan ADD sebenarnya dapat dilihat dari dua perspektif. Sehingga fokus dalam proses pengelolaan ADD terkait pemberdayaan di Desa Pandak Daun dan Desa Paramaian adalah melihat partisipasi masyarakat dalam pengawasan, transparansi laporan sebagai bentuk pengawasan dan pertanggungjawaban pelaporan, yang kemudian dikaitkan dengan proses pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan data di atas menggambarkan bahwa pengawasan terhadap pengelolaan Alokasi Dana Desa dalam pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Desa Pandak Daun dan Desa Paramaian meliputi proses monitoring dan evaluasi, hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Inu Kencana Syafiie mengenai definisi pengawasan.
Salah satu faktor pendorong pengelolaan alokasi dana desa di Desa Pandak Daun dan Desa Paramaian dalam penguatan masyarakat setempat adalah partisipasi masyarakat desa. Partisipasi masyarakat Desa Pandak Daun dan Desa Paramaian terlihat dari masyarakat yang memberikan harapan pada tahap perencanaan.
Perbedaan Pengelolaan Alokasi Dana Desa Pandak Daun dan Desa Paramaian dalam Pemberdayaan Masyarakat
Keberanian atau pola pikir masyarakat ketika masyarakat Desa Pandak Daun dan Desa Paramaian masih kurang berani memasarkan produk yang mereka buat setelah disosialisasikan atau dilatihkan dalam salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat. Di desa Pandak Daun, kegiatan pemberdayaan masyarakat hanya melibatkan masyarakat yang tercatat miskin. Sedangkan di desa Paramaian, kegiatan pemberdayaan masyarakat melibatkan seluruh lapisan masyarakat, baik kaya maupun miskin.
Dari data di atas terlihat bahwa pemerintah desa Pandak Daun dan desa Paramaian telah melakukan upaya untuk mengikutsertakan masyarakatnya dalam pengelolaan ADD dalam pemberdayaan masyarakat. Di desa Pandak Daun dan desa Paramaian untuk meningkatkan keterbukaan dan transparansi kepada masyarakat dengan menggunakan plakat dan juga mendampingi dan membagikannya pada saat acara-acara keagamaan seperti sebelum sholat Jum'at biasa. Dalam melakukan perubahan anggaran, di desa Paramaian jika terjadi perubahan anggaran akan dilakukan perubahan termasuk kelembagaan dan elemen masyarakat, berbeda dengan desa Pandak Daun jika terjadi peningkatan anggaran. perubahan akan dilakukan dengan melibatkan instansi terkait dan masyarakat tidak semuanya terlibat.
Berdasarkan data diatas Desa Pandak Daun dan Desa Paramaian telah proaktif dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses informasi terkait pengelolaan penyaluran dana desa, hal ini sesuai dengan Peraturan Bupati Hulu Sungai Selatan No. 20 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa, dimana dalam memperoleh informasi bagi masyarakat dalam tahap pelaksanaan pengelolaan alokasi dana desa, pemerintah desa membuat spanduk selain mensosialisasikan dan membagikannya pada saat acara-acara keagamaan seperti menjelang sholat jumat, yang bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan penggunaan anggaran alokasi dana desa dalam pemberdayaan masyarakat. Keadilan dalam Islam mendukung nilai-nilai kebenaran, kejujuran dan keberanian serta stabilitas. Hal ini dapat kita lihat dari kinerja pemerintah desa baik desa Paramaian maupun desa Pandak Daun dalam meningkatkan keterbukaan kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat mengungkapkan besaran anggaran yang diterima desa. Menurut Bpk. Miftahul Huda, seminggu sekali pemerintah desa Pandak Daun membagikan pakan ayam untuk sayuran di rumah-rumah warga penerima bantuan bibit.
Di desa Pandak Daun dan desa Paramaian dalam hal pertanggungjawaban dari pemerintah desa kepada masyarakat cukup baik karena pengawasan langsung dilakukan oleh pemerintah dari masing-masing desa turun langsung ke lapangan. Dari hasil wawancara diatas dapat diperoleh data bahwa yang membuat masyarakat lebih sejahtera adalah program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh pemerintah desa Paramaian karena respon positif dari masyarakat, selain menggunakan mesin perontok padi lebih banyak beras. itu diambil dari petani dan tidak terbuang sia-sia. Sementara itu, program pemberdayaan yang dilakukan Pemerintah Desa Pandak Daun tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakat karena ayam yang dipeliharanya mati dimakan ular dan kesalahan dalam memberi makan ayam.
Dalam hal pertanggungjawaban kepada otoritas yang lebih tinggi, desa Pandak Daun dan desa Paramaian tidak pernah bermasalah, karena selalu dilakukan SPJ (Surat Pertanggungjawaban) yang diberikan oleh kepala desa yang diketahui oleh BPD. dan diserahkan kepada camat/tim pendukung dari camat yang kemudian diberikan kepada bupati melalui tim pendamping bupati. Berdasarkan data di atas menggambarkan bahwa pelaporan tentang proses pengelolaan alokasi dana desa dalam pemberdayaan masyarakat harus diinformasikan kepada masyarakat, baik di desa Pandak Daun maupun di desa Paramaian, hasilnya dinilai cukup baik dan sesuai dengan amanat. Peraturan Bupati Hulu Sungai Selatan Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa. 1 Masyarakat yang termasuk dalam tahap perencanaan pengelolaan Alokasi Dana Desa dalam pemberdayaan masyarakat masih terbatas.