• Tidak ada hasil yang ditemukan

GEOLOGI INDONESIA DAN GEOLOGI SEJARAH

N/A
N/A
Wildan Ardiansyah

Academic year: 2024

Membagikan "GEOLOGI INDONESIA DAN GEOLOGI SEJARAH"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

EVOLUSI KEHIDUPAN DI ZAMAN KAMBRIUM

Zaman Kambrium, yang berlangsung sekitar 541 hingga 485 juta tahun lalu, merupakan periode yang sangat penting dalam sejarah kehidupan di Bumi. Periode ini ditandai dengan peristiwa yang dikenal sebagai "Ledakan Kambrium", di mana terjadi peningkatan yang sangat pesat dalam keragaman bentuk kehidupan multiseluler. Sebelumnya, kehidupan di Bumi didominasi oleh organisme sederhana. Dalam waktu yang relatif singkat, muncul berbagai filum hewan yang kompleks, termasuk arthropoda (seperti trilobita), moluska, echinodermata, dan chordata (yang nantinya berevolusi menjadi vertebrata). Fenomena ini sering disebut sebagai salah satu peristiwa evolusi paling signifikan dalam sejarah kehidupan di Bumi. (Erwin, D. H., & Valentine, J. W. (2013). The Cambrian Explosion: The construction of animal biodiversity. Nature, 494(7436), 49-57.)

Trilobita merupakan kelompok arthropoda yang sangat dominan pada zaman Kambrium. Fosil mereka ditemukan dalam jumlah yang sangat banyak dan bervariasi. Selain trilobita, kelompok hewan lain seperti brachiopoda, sponge, dan cacing juga sangat melimpah.

Perubahan lingkungan yang signifikan pada zaman Kambrium, seperti peningkatan kadar oksigen di atmosfer dan lautan, serta perubahan kimiawi air laut, mendukung diversifikasi kehidupan yang pesat. Perubahan-perubahan ini memungkinkan organisme mengembangkan bentuk tubuh yang lebih kompleks dan strategi bertahan hidup yang baru. (Gould, S. J. (1989).

Wonderful life: The Burgess Shale and the nature of history. W. W. Norton & Company.)

Gambar 1.1 (fosil-fosil yang mewakili jaman kambrium : (a-c) trilobite; (df) brachiopoda;(g) hyilithid; (h,i) molluska; (j-i) echinodermata; dan (m,n) archaeocyathid. Sumber : Aliison R. Palmer in

lapedes 1978)

Proses evolusi yang terjadi pada zaman Kambrium sangat kompleks dan masih menjadi topik penelitian yang aktif. Beberapa faktor yang mungkin berperan dalam ledakan kehidupan ini antara lain mutasi genetik, seleksi alam, dan adaptasi terhadap lingkungan yang berubah.

(2)

Meskipun terjadi ledakan kehidupan, tidak semua organisme yang muncul pada zaman Kambrium berhasil bertahan hidup. Banyak spesies mengalami kepunahan akibat perubahan lingkungan yang drastis, kompetisi antar spesies, atau peristiwa bencana alam. Kepunahan massal yang terjadi pada akhir zaman Kambrium menyebabkan hilangnya banyak kelompok hewan, namun juga membuka peluang bagi kelompok hewan lain untuk berkembang dan mendominasi pada periode-periode selanjutnya. (Sepkoski, J. J. (1993). Biodiversity: Past, Present, and Future. JHU Press.)

Zaman kambrium merupakan periode yang sangat krusial dalam sejarah evolusi kehidupan di bumi. Perubahan lingkungan signifikan pada masa itu mendorong mahluk hidup untuk beradaptasi dengan cepat agar dapat bertahan hidup. Peningkatan kadar oksigen di atmosfer dan lautan, serta perubahan kimiawi air laut menciptakan kondisi yang memungkinkan munculnya berbagai kehidupan kompleks. Adaptasi yang terjadi mencakup perkembangan cangkang dan kerangka keras untuk perlindungan, munculnya berbagai bentuk alat gerak untuk mencari makan dan menghindari prredator, serta spesialisai organ dalam untuk menjalankan fungsi-fungsi vital.

 KEJADIAN GEOLOGI YANG TERJADI PADA MASA KAMBRIUM

Bagaimana makhluk hidup kompleks khususnya flora dan fauna (tumbuhan dan hewan) muncul pertama kali di Bumi, maka jawaban yang tepat adalah “Penciptaan”, melalui sebuah peristiwa kejadian yang dikenal sebagai “Ledakan Kambrium“. Peristiwa tektonik yang terlibat dalam pemecahan Rodinia juga mengubah cekungan samudra, yang memaksanya meluas dan membanjiri sebagian benua. Mencairnya gletser Varanger selama Neoproterozoikum juga berperan dalam banjir benua. Episode ini mewakili salah satu kenaikan permukaan laut terbesar dan paling persisten dari Eon Fanerozoikum. Meskipun tingkat banjir benua bervariasi, untuk sebagian besar benua permukaan laut mencapai maksimumnya pada bagian tengah dan akhir Kambrium, dikombinasikan dengan peningkatan suhu Kambrium dan perubahan geografi Bumi, menyebabkan peningkatan laju erosi yang mengubah kimia samudra. Hasil yang paling menonjol adalah peningkatan kandungan oksigen air laut, yang membantu menyiapkan panggung untuk peningkatan dan diversifikasi kehidupan di kemudian hari-peristiwa yang kemudian dikenal sebagai "ledakan Kambrium". (Richard Monestarsky 1993 “Mysteries of the Orient”, Discover, Nisan)

Seperti yang disebutkan sebelumnya, periode ini dikenal sebagai pembagian waktu di mana terjadi ledakan kehidupan yang lebih intens daripada yang pernah diketahui. Itu dikenal sebagai “ledakan Kambrium”.

(3)

Gambar 1.1 Evolusi ledakan kambrium dan munculnnya kehidupan

Ledakan ini memunculkan keanekaragaman hayati yang luar biasa di planet ini yang mencakup banyak kelompok hewan yang kita kenal sekarang. Antara hewan-hewan yang muncul ini, di temukan filum chordata yang termasuk dalam genus vertebrata dan yang mencakup manusia.

Gambar 1.2 filum chordata

Akan tetapi, di Zaman Kambrium, tiba-tiba saja muncul 13 filum yang berbeda. Gambar ini berlawanan dengan teori evolusi, karena menurut teori evolusi, jumlah filum makhluk hidup bertambah secara bertahap, seperti bertambahnya percabangan pada sebatang pohon. Tidak

(4)

diketahui secara pasti bagaimana percikan ledakan biologis seperti itu bisa terjadi. Diyakini bahwa mungkin oksigen yang kemudian hadir di atmosfer dan berkat emisi oleh cyanobacteria dan alga yang melakukan fotosintesis, oksigen dapat mencapai tingkat yang diperlukan agar semua organisme dapat tumbuh sendiri. Struktur yang lebih kompleks memberikan berbagai bentuk kehidupan. (Phillip E. Johnson 1994 “Darwinism’s Rules of Reasoning”, Darwinism:

Science or Philosophy, Foundation for Thought and Ethics)

Referensi

Dokumen terkait

Pada Zaman ini mulai muncul tanda tanda kehidupan dengan munculnya makhluk pertama di bumi “makhluk bersel satu (microorganisme) seperti protozoa, dan berkembang

Flora dan fauna adalah kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan sangat berguna bagi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya di bumi.. Untuk melindungi

Objek menggambar dapat berbentuk flora (tumbuhan), fauna (hewan), dan alam benda, baik benda buatan manusia atau benda yang berasal dari alam. Menggambar sebaiknya dimulai

Selain itu keberadaan Indonesia di wilayah tropika memiliki keuntungan dalam keberagaman sumber daya alam dan makhluk hidup (flora dan fauna), namun Indonesia

Tim Survei Terpadu, 2007, Survey Terpadu Daerah Panas Bumi Bonjol, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat , Pusat Sumber Daya Geologi, Badan Geologi.

Indonesia memiliki Keanekaragaman hayati tinggi Dalam hutan hujan tropik terdapat berbagai jenis tumbuhan flora dan hewan fauna yang belum dimanfaatkan Beberapa pulau di Indonesia

KONDISI ALAM NEGARA-NEGARA DI DUNIA No Negara Batas Wilayah Luas Iklim Bentuk Muka Bumi Geologi Contoh Penduduk Sumber Barat Timur Utara Selatan Flora Fauna 1 Jepang

Istilah Geologi pertama kali diperkenalkan oleh Richard de Bury (1473) sebagai nama lain untuk Ilmu Pengetahuan