MATA KULIAH GEOLOGI SEJARAH TUGAS V
OLEH:
SAMY MUFLIH IQBAL D061231027
DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
GOWA 2025
1. Jelaskan konsep dasar kejadian selama zaman paleozoikum?
Jawab :
Zaman Paleozoikum, yang berlangsung sekitar 541 hingga 252 juta tahun yang lalu, merupakan era geologi yang sangat penting dalam sejarah Bumi karena ditandai oleh perubahan besar dalam kehidupan dan lingkungan planet ini.
Paleozoikum berarti "kehidupan purba," dan selama periode ini terjadi evolusi dramatis dari bentuk kehidupan sederhana menuju organisme yang lebih kompleks, serta perubahan signifikan dalam tektonik lempeng, iklim, dan struktur geologi Bumi. Paleozoikum terdiri dari enam periode utama: Kambrium, Ordovisium, Silur, Devon, Karbon, dan Permian, masing-masing memiliki karakteristik unik dalam perkembangan biologi dan geologi.
Pada awal Paleozoikum, terutama di periode Kambrium, terjadi fenomena yang dikenal sebagai Ledakan Kambrium, yaitu periode di mana banyak kelompok organisme baru muncul secara cepat dalam catatan fosil. Invertebrata laut seperti trilobita, brachiopoda, dan moluska mulai berkembang pesat. Selain itu, bentuk kehidupan pertama yang memiliki kerangka keras mulai muncul, yang memungkinkan fosilasi lebih baik dan memberikan informasi yang lebih rinci tentang kehidupan pada masa itu. Selama periode Ordovisium dan Silur, kehidupan terus berkembang dengan munculnya vertebrata primitif seperti ikan tanpa rahang.
Selain itu, tumbuhan pertama mulai menjajah daratan, yang kemudian akan mengarah pada ekosistem darat yang lebih kompleks.
Memasuki periode Devon, ikan bertulang mulai mendominasi lautan, dan vertebrata pertama yang memiliki rahang mulai berkembang. Selain itu, pada masa ini, tumbuhan vaskular mulai meluas, memungkinkan ekosistem darat menjadi lebih stabil dan mendukung munculnya arthropoda darat serta vertebrata amfibi pertama. Selama periode Karbon, hutan lebat yang terdiri dari tumbuhan seperti pakis raksasa dan pohon-pohon purba (Lycophyta dan Sphenophyta) mendominasi daratan, menciptakan lingkungan yang kaya akan oksigen. Sisa-sisa tumbuhan ini kemudian terkubur dan membentuk lapisan batu bara yang masih dapat ditemukan hingga saat ini. Pada periode ini pula, serangga raksasa berkembang karena kadar oksigen yang lebih tinggi, serta reptil pertama mulai berevolusi dari amfibi.
Periode Permian, yang merupakan bagian akhir dari Paleozoikum, ditandai oleh dominasi reptil awal yang mulai berkembang menjadi berbagai kelompok yang nantinya akan mendominasi era Mesozoikum. Pada masa ini, benua super Pangea mulai terbentuk akibat pergerakan tektonik lempeng, menyebabkan perubahan iklim yang drastis. Akhir Permian ditandai oleh peristiwa kepunahan massal terbesar dalam sejarah Bumi, yang dikenal sebagai Kepunahan Permian-Trias.
Sekitar 90-96% spesies laut dan 70% spesies darat punah akibat perubahan iklim ekstrem, aktivitas vulkanik besar, dan kemungkinan dampak asteroid.
Adapun tabel penjelasan konsep dasar kejadian selama zaman paleozoikum Periode Waktu (Juta Tahun
Lalu) Ciri Utama Peristiwa Penting
Kambrium 570-517 juta tahun yang lalu
Ledakan kambrium dengan kemunculan organisme kompleks
pertama
Munculnya invertebrata laut
seperti trilobite, moluska dan
brachiopoda
Ordovisium 500-450 juta tahun yang lalu
Diversifikasi hewan laut, munculnya ikan tanpa
rahang
Tumbuhan pertama mulai menjelajah daratan, kepunahan massal kecil terjadi di
akhir periode
Silur 435-423 juta tahun yang lalu
Evolusi ikan berahang, kolonisasi daratan lebih
lanjut
Tumbuhan vascular pertama muncul, serta arthropoda darat
awal
Devon 395-360 juta tahun yang lalu
Zaman ikan, munculnya vertebrata yang memiliki rahang
Ikan bertulang mendominasi, amfibi
pertama muncul, awal kolonisasi
hewan di darat
Karbon 345-290 juta tahun yang lalu
Hutan tropis raksasa, kadar oksigen tinggi
Pembentukan batubara dari tumbuhan purba, serangga raksasa berkembang, reptile
pertama muncul
Permian 280-251 juta tahun yang lalu
Dominasi reptil awal, terbentuknya pangea
Kepunahan massal terbesar (Permian-
Triassic), menghilangkan 90- 96% spesies laut dan
70% spesies darat
2. Sebutkan perbedaan utama organisme dan cangkangnya di masing-masing periode pada zaman paleozoikum?
Jawab :
Selama zaman Paleozoikum, perkembangan organisme dan cangkangnya mengalami perubahan signifikan yang mencerminkan evolusi morfologis dan adaptasi ekologis yang dinamis. Pada periode Kambrium, misalnya, munculnya trilobita menunjukkan keberadaan organisme dengan eksoskeleton keras yang tersusun dari kalsit dan chitin, di mana cangkangnya memiliki segmentasi jelas dan ornamentasi yang masih relatif sederhana, menandai awal evolusi kehidupan multiseluler yang cepat pada masa Ledakan Kambrium.
Memasuki zaman Ordovisium, terjadi diversifikasi yang lebih lanjut dengan berkembangnya brachiopoda seperti Leptaena yang memiliki cangkang bivalve khas namun berbeda dari kerang sejati, serta munculnya nautiloid seperti Orthoceras yang menunjukkan bentuk cangkang silindris panjang dengan struktur internal berupa siphuncle, yang menandakan adaptasi ke lingkungan laut yang semakin kompleks.
Fosil Trilobit pada zamanKambrium
Fosil Orthoceras pada zaman ordovisium
Pada Silur, organisme seperti tabulate dan rugose coral, misalnya Halysites, mulai membentuk struktur terumbu yang kompleks, sedangkan brachiopoda dan moluska memperoleh variasi dalam bentuk dan pola pertumbuhan cangkangnya, mencerminkan pergeseran ekosistem laut yang lebih stabil dan terstruktur.
Memasuki Devon, terdapat perkembangan pesat pada kelompok vertebrata laut, termasuk ikan berlapis pelindung seperti Dunkleosteus, walaupun bukan organisme bershell dalam arti tradisional, namun kemunculan ammonoid awal seperti Goniatites menjelaskan terkait evolusi cangkang yang semakin halus dengan ornamentasi spiral yang lebih jelas, serta brachiopoda dan moluska yang mengembangkan cangkang dengan mikrostruktur kristalin yang lebih kompleks.
Fosil Halysitesyang di temukan di
Ohio, Amerika Serikat
Pada periode Karbon, hutan luas dan kondisi lingkungan yang kaya oksigen mendukung munculnya berbagai jenis invertebrata laut dengan cangkang yang lebih beraneka, seperti brachiopoda berornamen Spirifer yang menampilkan pola simetris dan lengkungan cangkang yang khas, serta perkembangan molluska yang menunjukkan variasi ukuran dan bentuk cangkang yang lebih beragam.
Fosil Filum Brachiopoda berornamen spirifer
Pada akhir Permian, meskipun terjadi tekanan lingkungan dan kepunahan massal, beberapa kelompok seperti cephalopoda yang masih mempertahankan cangkang berornamen spiral, serta brachiopoda dan bivalvia dengan cangkang yang cenderung lebih tipis dan sederhana, masih bertahan sebagai sisa-sisa kehidupan laut, menandakan adaptasi terakhir dalam upaya bertahan hidup sebelum transisi ke era Mesozoikum.
Fosil Ammonoidpada zaman Devon
3. Jelaskan terbentuknya super benua Pangea dan apa ciri-cirinya?
Jawab :
Pembentukan super benua Pangea merupakan hasil akhir dari proses dinamis lempeng tektonik yang berlangsung selama akhir Paleozoikum hingga awal Mesozoikum. Menurut teori tektonik lempeng, pada masa itu, fragmen-fragmen benua yang terpisah secara geografis secara perlahan bergerak akibat arus konveksi di dalam mantel Bumi, yang mengakibatkan pergerakan dan penyatuan lempenglempeng benua. Proses ini melibatkan serangkaian tabrakan dan penyatuan, di mana benua-benua besar seperti Gondwana dan Laurasia saling mendekat dan akhirnya bergabung membentuk satu massa daratan raksasa, yaitu Pangea. Ciri-ciri utama Pangea antara lain adalah kontinuitas daratan yang luas dengan batas-batas geologis yang menunjukkan bekas sutur tempat terjadinya pertemuan lempeng, yang terlihat dari pola patahan dan rangkaian pegunungan yang terbentuk akibat penekanan dan lipatan kerak bumi.
Selain itu, distribusi fosil dan kesamaan formasi batuan pada wilayah yang kini terpisah oleh lautan mendukung adanya konektivitas geologis di masa lampau.
Di dalam interior Pangea, kondisi iklim cenderung ekstrem, dengan area padang pasir yang luas karena jaraknya yang jauh dari pengaruh moderasi laut, sedangkan tepi benua menunjukkan tanda-tanda sedimentasi yang dipengaruhi oleh interaksi laut-darat. Bukti paleomagnetik juga menguatkan teori penyatuan benua ini, di mana rekaman arah medan magnet dalam batuan tua menunjukkan pergerakan benua secara sistematis. Dengan demikian, Pangea bukan hanya sekadar penggabungan daratan, tetapi juga cerminan kompleksitas proses tektonik Bumi
Fosil Belemnit pada zaman Permian
yang mengubah konfigurasi geografis dan iklim global, sehingga menyiapkan panggung bagi evolusi dan diversifikasi kehidupan di era Mesozoikum.