• Tidak ada hasil yang ditemukan

Group 2 Hukum Perjanjian

N/A
N/A
Kristina Meysi

Academic year: 2023

Membagikan "Group 2 Hukum Perjanjian"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

HUKUM

PERJANJIAN

GROUP 2 - 4A MPI

Perjanjian Perkawinan Terhadap Harta Yang Diperoleh Selama Perkawinan Pasca Perceraian

(2)

Judul Jurnal: Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan

Judul Artikel: Perjanjian Perkawinan Terhadap Harta Yang Diperoleh Selam Perkawinan Pasca Perceraian

Judul artikel sudah cukup menarik, hal ini didasarkan pada judul yang jelas dan tidak terlalu panjang. Selain itu topik yang diangkat juga menarik menarik yaitu mengenai perjanjian perkawinan. Dan juga tujuan artikel tergambar jelas dalam judul bahwa perjanjian perkawinan yang akan dibahas itu mengenai harta selama perkawinan dan pasca perceraian.

(3)

Sistematika Artikel

Abstrak, Kata kunci, Pendahuluan, Permasalahan,

Metode penelitian, Pembahasan,

Penutup, dan Daftar pustaka.

Sistematika dari artikel "Perjanjian Perkawinan Terhadap Harta Yang Diperoleh Selama Perkawinan Pasca

Perceraian" terdiri dar:

(4)

Kesesuaian

Judul dengan Isi

Judul artikel dengan isi sudah sesuai.

Judul: Perjanjian Perkawinan Terhadap Harta Yang Diperoleh Selama Perkawinan Pasca Perceraian, lalu dalam

Isinya: Menjelaskan dengan detail mengenai bagaimana seharusnya dalam suatu pernikahan adanya perjanjian terhadap harta yang akan diperoleh selama perkawinan. Dalam pembahasan dijelaskan bagaimana pentingnya perjanjian perkawinan itu, lalu apa yang harus dilakukan terhadap perjanjian perkawinan tersebut agar dapat memiliki kuasa untuk nantinya.

(5)

Rumasan Masalah

Apakah dasar hukum pertimbangan Hakim dalam putusan Pengadilan Tinggi Nomor 449/PDT/2016/PT.BDG terhadap harta yang

diperoleh selama perkawinan pasca perceraian sudah sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku?

Bagaimanakah kedudukan serta akibat hukum perjanjian perkawinan terhadap harta yang diperoleh selama perkawinan

pasca perceraian dalam Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 449/PDT/2016/PT.BDG?

(6)

Metode

Pengumpulan Data

Hukum Primer

KUHPerdata, Reglemen Acara Perdata (Rv), UU No. 22 Th 1946 Tentang Pencatatan Nikah, Talak,

Rujuk, UU No. 1 Th 1974 Tentang Perkawinan, UU No. 30 Th 2004

Tentang Jabatan Notaris, DLL

Hukum Sekunder

Literatur atau Buku Baacaan, Karya Ilmiah, Hasil Penelitian,

Pendapat para Ahli hukum, jurnal/artikel

Hukum Tersier

Kaamus Hukum

(7)

Kesesuaian Pengutipan dengan Daftar ustaka

Penulisan dalam jurnal ini sudah baik dan sesuai dengan sumber yang digunakan.

Contoh:

Pengutipan peraturan perundang-undangan ditulis sama persis, semua keputusan Mahkamah Agung, Pengadilan Tinggi, dan Pengadilan Negeri ditulis dan dicantumkan di daftar pustaka.

Namun ada beberapa definisi atau pengertian istilah-istilah penting yang tidak mencantumkan sitasi namanya, misalnya definisi dan diakhiri dengan dalam kurung nama dan tahun.

(8)

Isi Artikel

Secara Ringkas

Hakim menganggap sah perjanjian perkawinan yang dibuat penggugat dan tergugat. Seharusnya perjanjian tersebut tidak sah karena tidak memenuhi syarat, yaitu mendaftarkan ke notaris, KUA atau Pengadilan Negeri sebagaimana Pasal 152 KUHPerdata. Sehingag hal ini bertentangan dengan Undang- Undang yang berlaku. Berdasarkan hal diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa antara penggugat dan tergugat tidak ada perjanjian perkawinan sehingga harta yang diperoleh selama perkawinan pasca perceraian menjadi harta bersama.

(9)

Thank You!

Hanif Hanafi [195264011]

Hilwah Dzibaqiyya Elsholiha [195264013]

Kristina Meysi Siagian [195264018]

Widya Ayu Kumarasari [195264031]

Group 2 1.

2.

3.

4.

Referensi

Dokumen terkait

Perjanjian perkawinan yang dibuat pada waktu atau sebelum perkawinan dilangsungkan pada intinya dibuat dengan tujuan untuk mengatur akibat hukum perkawinan suami istri terhadap

hikmah yang terbaik dalam menyelesaikan skripsi dengan judul : ” ANALISIS TENTANG STATUS HUKUM MACAM- MACAM HARTA PERKAWINAN DALAM KAITANNYA DENGAN PERCERAIAN

Perjanjian Perkawinan Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Bahwa mulai saat perkawinan dilangsungkan demi hukum berlaku persatuan bulat antara harta kekayaan suami

Berdasarkan uraian di atas terhadap kekuatan mengikat akta notariil perjanjian perkawinan terkait harta bersama yang dibuat pasca pencatatan perkawinaan dapat

Perjanjian perkawinan menurut KHI bukan hanya terbatas tentang harta yang didapat selama perkawinan, akan tetapi mencakup harta bawaan masing-masing suami

Selain anak yang berdampak pada perceraian tersebut juga berdampak kepada harta perkawinan mereka dimana apabila terjadi suatu perceraian maka harta perkawinan

Namun dikarenakan perjanjian ini didasarkan pada kesepakatan dan itikad baik kedua belah pihak untuk mengatur tentang harta benda perkawinan mereka dan telah memenuhi syarat-syarat

Dari uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa perjanjian perkawinan terhadap harta bersama yaitu perjanjian tertulis yang disahkan oleh pegawai pencatat nikah, perjanjian tersebut