• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hakikat Penciptaan Manusia dalam Perspektif Agama Islam

N/A
N/A
Sukahar

Academic year: 2024

Membagikan "Hakikat Penciptaan Manusia dalam Perspektif Agama Islam"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 HAKIKAT PENCIPTAAN MANUSIA 1. QS al-Mu’minūn [23] ayat 12-14

a. Lafal

ٍنْيِط ْنّم ٍةَلٰلُس ْنِم َناَسْنِ ْلا اَنْقَلَخ ْدَقَلَو ۚ ٍنْيِكّم ٍراَرَق ْيِف ًةَفْطُن ُهٰنْلَعَج ّمُث ۖ ١٢

ّمُث ١٣

ّمُث اًمْحَل َمٰظِعْلا اَنْوَسَكَف اًمٰظِع َةَغْضُمْلا اَنْقَلَخَف ًةَغْضُم َةَقَلَعْلا اَنْقَلَخَف ًةَقَلَع َةَفْطّنلا اَنْقَلَخ ْيِقِلٰخْلا ُنَسْحَا ُهّٰللا َكَراَبَتَف َخٰا اًقْلَخ ُهٰن َۗن َۗر ْأَشْنَا ١٤

b. Terjemah

ٍةَلٰلُس

= sari pati

ٍنْيِط

= tanah

ًةَفْطُن

= air mani

ٍنْيِكّم ٍراَرَق

= tempat

ًةَقَلَع

= sesuatu yang menggantun/menempel

ًةَغْضُم

= segumpal daging

اًمٰظِع

= tulang belulang

اًمْحَل

= daging

12. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (yang berasal) dari tanah.

13. Kemudian, Kami menjadikannya air mani di dalam tempat yang kukuh (rahim).

14. Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang menggantung (darah). Lalu, sesuatu yang

menggantung itu Kami jadikan segumpal daging. Lalu, segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang.

Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah sebaik-baik pencipta.

ٍنْيِط ْنّم ٍةَلٰلُس ْنِم َناَسْنِ ْلا اَنْقَلَخ ْدَقَلَو ۚ ٍنْيِكّم ٍراَرَق ْيِف ًةَفْطُن ُهٰنْلَعَج ّمُث ۖ ١٢

ّمُث ١٣

ّمُث اًمْحَل َمٰظِعْلا اَنْوَسَكَف اًمٰظِع َةَغْضُمْلا اَنْقَلَخَف ًةَغْضُم َةَقَلَعْلا اَنْقَلَخَف ًةَقَلَع َةَفْطّنلا اَنْقَلَخ ْيِقِلٰخْلا ُنَسْحَا ُهّٰللا َكَراَبَتَف َخٰا اًقْلَخ ُهٰنْأ َشْنَا َۗن َۗر ١٤

Tafsir Lengkap Kemenag

12. (12) Sesungguhnya Kami (Allah) telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Ada segolongan ahli tafsir menyatakan, bahwa yang dimaksud dengan manusia di sini ialah keturunan Adam termasuk kita sekalian, yang berasal dari air mani. Dari hasil penelitian ilmiah, sebenarnya air mani itu pun berasal dari tanah setelah melalui beberapa proses perkembangan. Makanan yang merupakan hasil bumi, yang dimakan oleh manusia, dan alat pencernaannya berubah menjadi cairan yang bercampur dengan darah yang menyalurkan bahan-bahan hidup dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh manusia ke seluruh bagian anggotanya. Jika manusia itu meninggal dunia dan dimasukkan ke dalam kubur di dalam tanah, maka badannya akan hancur lebur dan kembali menjadi tanah lagi, sesuai dengan firman Allah:

۞ ىٰرْخُا ًةَراَت ْمُكُجِرْخُن اَهْنِمَو ْمُكُدْيِعُن اَهْيِفَو ْمُكٰنْقَلَخ اَهْنِم

Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu, dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain. (°āhā/20: 55)

13. (13) Kemudian Kami (Allah) tempatkan saripati air mani itu dalam tulang rusuk sang suami yang dalam persetubuhan dengan istrinya ditumpahkan ke dalam rahimnya, suatu tempat penyimpanan yang kukuh bagi janin sampai saat kelahirannya.

14. (14) Kemudian air mani itu Kami (Allah) kembangkan dalam beberapa minggu sehingga menjadi al-‘alaq (yang menempel di dinding rahim), dari al-‘alaq dijadikan segumpal daging, dan segumpal daging dijadikan tulang belulang, dan ada bagian yang dijadikan daging, kemudian tulang belulang itu dibungkus dengan daging, laksana pakaian penutup tubuh, kemudian dijadikan makhluk yang (berbentuk) lain, setelah ditiupkan Roh ke dalamnya, sehingga menjadi manusia yang sempurna, dapat berbicara, melihat, mendengar, berpikir yang tadinya hanya merupakan benda mati. Maka Mahasuci Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

Menurut para saintis, Tahapan-tahapan dalam embriologi manusia sebagai berikut:

• Nutfah, atau dalam bahasa Arabnya ‘nutfa’, mempunyai arti ‘sedikit air’, atau ‘setetes air’. Hal ini jelas mendeskripsikan air yang sedikit yang dipancarkan lelaki saat bersanggama. Air yang sedikit ini mengandung sperma. Sperma atau spermatozoa terdapat di dalam air yang

menjijikan dan berbentuk ikan yang berekor panjang (ini adalah salah satu arti kata sulalah.

(2)

Dalam surah As-Sajdah/32 ayat 8, air mani disebut sebagai “... Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang diremehkan....” Surah al-Insān/76 ayat 2 dan as-Sajdh/32 ayat 8 berkaitan dengan kandungan dari air mani. Ilmu pengetahuan modern menemukan bahwa air mani terdiri atas empat macam lendir yang berbeda yang dihasilkan oleh empat kelenjar yang berbeda, yaitu kelenjar biji pelir, kelenjar saluran seminal, kelenjar prostat, dan kelenjar saluran kencing.

• Sperma dibentuk di dalam buah pelir. Buah pelir sendiri dibentuk, sebagaimana dibuktikan ilmu pengetahuan, oleh sel-sel yang ada di bawah bakal ginjal, di bagian punggung embrio.

Kelompok sel ini kemudian turun sampai di bawah tulang rusuk, pada saat beberapa minggu sebelum kelahiran bayi. Diperkirakan jumlah sperma dalam satu kali ejakulasi adalah 500 – 600 juta ekor. Akan tetapi dari jumlah tersebut, hanya satu yang dapat melakukan

pembuahan. Setelah terjadi pembuahan, maka terjadi perubahan cepat dari indung telur. Ia segera menghasilkan membran yang mencegah sperma lain untuk ikut membuahi.

• Setelah sel telur dibuahi, dan menempelkan diri di dinding uterus dan memperoleh makanan dari ibunya, maka ia akan tumbuh cepat. Pada waktu dua sampai tiga minggu kemudian, apabila dilihat dengan mata telanjang, ia akan berubah dari bentukan ‘lintah’ atau ‘alaqah’ ke bentukan ‘mu«gah’ atau ‘daging yang telah dikunyah’. Pola yang terakhir ini sebetulnya dibentuk oleh adanya tonjolan dan lekukan, yang pada waktunya nanti akan menjadi organ- organ dalam (jantung, usus) dan luar (kaki, tangan). Surah al-¦ajj/22: 5 menambahkan satu catatan dari embrio. Dalam ayat ini, mudghah dideskripsikan dengan tambahan “yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna kejadiannya ...” Ini menggambarkan hal yang terjadi pada tahap ‘diferensiasi’, dimana banyak organ mulai berkembang dalam waktu yang tidak bersamaan. Sehingga menimbulkan situasi antara selesai di bagian lain namun belum sempurna di bagian lainnya.

• Dua tahapan terakhir yang disebutkan pada surah al-Mu’minun/23: 14 bercerita tentang

‘pembentukan tulang belulang’ setelah tahap mudgah. Pada akhirnya, ceritera diakhiri dengan memberinya “baju”, yang terdiri atas daging dan otot. Apabila kita mengikuti pertumbuhan embrio, maka kira-kira pada umur empat minggu suatu proses ‘diferensiasi’ mulai berjalan.

Dalam proses ini kelompok-kelompok sel pada embrio akan berubah bentuk dan mulai

membentuk organ-organ berukuran besar. Salah satu yang berkembang pertama kali adalah tulang tengkorak. Proses ini akan disusul kemudian oleh pembentukan calon otot, telinga, mata, ginjal, jantung dan banyak lagi.

Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadis dari Abdullah bin Mas’ud, bahwa Rasulullah mengatakan:

ِِ ّمُث ،َكِلاَذ َلْثِم ًةَقَلَع َنْوُكَي ّمُث ،اًمْوَي َنْيِعَبْرَأ ِهّمُا ِنْطَب ىِف ُهُقْلَخ ُعَمْجُيَل ْمُكَدَحَا ّنا : ِتاَمِلَك ِةَعَبْرَأِب ُرَمْؤُيَو ُحْوّرلا ِهْيِف ُخَفْنَيَف ُكَلَمْلا ِهْيَلِا ُلَسْرُي ّمُث ،َكِلاَذ َلْثِم ًةَغْضُم َنْوُكَي ُلَمْعَيَل ْمُكَدَحَا ّنِا ُهُرْيَغ َهَلا َل يِذّلاَوَف ؟ٌدْيِعَس ْمَا ّيِق َش َوُه ْلَهَو ،ُهُلَمَعَو ُهُلَجَاَو ُهُقْزِر

ِلَمَعِب ُهَل ُمَتْخُيَف ُباَتِكْلا ِهْيَلَع ُقِبْسَيَف ،ٌعاَرِذ ّلِا اَهَنْيَبَو ُهَنْيَب َنْوُكَي اَم ّىتَح ِةّنَجْلا ِلْهَا ِلَمَعِب

ٌعاَرِذ ّلِا اَهَنْيَبَو ُهَنْيَب َنْوُكَي اَم ّىتَح ِراّنلا ِلْهَا ِلَمَعِب ُلَمْعَيَل ْمُكَدَحَا ّنِاَو ،اَهُلُخْدَيَف ِراّنلا ِلْهَا دمحا هاور) .اَهُلُخْدَيَف ِةّنَجْلا ِلْهَا ِلَمَعِب ُهَل ُمَتْخُيَف ، ُباَتِكْلا ِهْيَلَع ُقِبْسَيَف

)

“Sesungguhnya seseorang di antara kamu dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya empat puluh hari, kemudian menjadi ‘alaqah seperti itu, kemudian menjadi mu«gah (gumpalan daging) seperti itu. Kemudian malaikat diutus kepadanya, lalu ia meniupkan ruh padanya. Dan ia diperintahkan kepada empat kalimat, rizqinya, ajalnya, amalnya, dan apakah ia seorang yang celaka atau bahagia. Demi Zat yang tidak ada tuhan selain-Nya, sesungguhnya seseorang di antara kamu beramal amalan penghuni surga, sehingga antara dia dan surga hanya tinggal satu hasta saja. Namun dia sudah tercatat sebagai penghuni neraka, maka ia mengakhiri amalnya dengan amalan penghuni neraka, sehingga ia masuk neraka. Dan sesungguhnya seseorang di antara kamu beramal amalan penghuni neraka, sehingga antara dia dengan neraka hanya tinggal satu hasta saja. Namun ia sudah tercatat sebagai penghuni surga, maka ia mengakhiri amalnya dengan amalan penghuni surga, sehingga ia masuk surga.” (Riwayat A¥mad)

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Umar bin Khattab berkata: Keinginanku bersesuaian dengan kehendak Allah pada empat perkara.

Pertama: Saya usulkan pada Rasulullah saw supaya di belakang Maqam Ibrahim dijadikan tempat salat maka turunlah firman Allah:

ّلَصُم َم ٰرْبِا ِماَقّم ْنِم اْوُذِخّتاَو

ۗى ٖه

Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat salat. (al-Baqarah/2: 125)

(3)

Kedua: Saya usulkan kepada Rasulullah saw supaya istri-istrinya memasang tabir (hijab) bila kedatangan tamu laki-laki, yang kadang-kadang tidak saleh semuanya, maka turunlah firman Allah:

اَجِح ِء َرّو ْنِم ّنُهْوُلٔـْسَف اًعاَتَم ّنُهْوُمُتْلَاَس اَذِاَو

ٍۗب ۤا

Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. (al-A¥zāb/33: 53)

Ketiga: Saya berkata kepada istri-istri Nabi supaya berhenti menimbulkan kesulitan kepada beliau, karena mungkin Allah akan memberi ganti dengan istri-istri yang lebih baik, maka turunlah firman Allah:

ّنُكْنّم اًرْيَخ اًجاَوْزَا ٓٗهَلِدْبّي ْنَا ّنُكَقّلَط ْنِا ٓٗهّبَر ىٰسَع

Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu. (at-Ta¥r³m/66: 5)

Keempat: Setelah turun ayat 12, 13 dan 14 Surah al-Mu`minµn, maka saya ucapkan

fatabārakallāhu aḥsanul Khāliq³n, dan Rasululah saw bersabda, “Demikian itu sesuai dengan yang diturunkan-Nya.”

Kesimpulan ayat

Proses penciptaan manusia berasal dari saripati tanah, lalu air mani dalam rahim, segumpal darah, segumpal daging, tulang belulang yang dibungkus dengan daging.

Hadis tentang proses penciptaan manusia

َمّلَس َو ِهْيَلَع ُ ّا ىّلَص ِا ُلوُس َر اَنَثّد َح :َلاَق ُهْنَع ُا َي ِض َر ٍد ْوُع ْسَم ِنْب ِا ِدْبَع ِنَم ْحّرلا ِدْبَع ْيِبَا ْنَع

ُقوُد ْصَمْلا ُقِداّصلا َوُه َو

ًةَقَلَع َكِلَذ ْيِف ُن ْوُكَي ّمُث اًم ْوَي َنْيِعَب ْرَأ ِهّمُأ ِنْطَب ىِف ُهُقْلَخ ُعَمْجُي ْمُكَدَحَأ ّنِإ

ٍتاَمِلَك ِعَب ْرَأِب ُرَم ْؤُي َو َح ْوّرلا ِهْيِف ُخُفْنَيَف ُكَلَمْلا ُلَس ْرُي ّمُث َكِلَذ َلْثِم ًةَغْضُم َكِلَذ ْيِف ُن ْوُكَي ّمُث َكِلَذ َلْثِم

ِةّن َجْلا ِلْهَأ ِلَمَعِب ُلَمْعَيَل ْمُكَدَحَأ ّنِإ ُهُرْيَغ َهَلِإ َل ىِذّلا َوَف ٌدْيِعَس ْوَأ ّىِقَش َو ِهِلَمَع َو ِهِلَجَأ َو ِهِق ْز ِر ِبْتَكِب

ْمُكَد َحَأ ّنِإ َو اَهُلُخ ْدَيَف ِراّنلا ِلْهَأ ِلَمَعِب ُلَمْعَيَف ُباَتِكْلا ِهْيَلَع ُقِبْسَيَف ٌعاَرِذ ّلِإ اَهَنْيَب َو ُهَنْيَب َنوُكَي اَم ىّتَح

ِل ْهَأ ِلَمَعِب ُلَم ْعَيَف ُباَتِكْلا ِهْيَلَع ُقِب ْسَيَف ٌعا َرِذ ّلِإ اَهَنْيَب َو ُهَنْيَب َنوُكَي اَم ىّت َح ِراّنلا ِلْهَأ ِلَمَعِب ُلَم ْعَيَل (ملسمو يراخبلا هاور) .اَهُلُخ ْدَيَف ِةّن َجْلا

Telah disampaikan kepada kami oleh Abu Bakr bin Abi Syaibah dari Abu Mu’awiyah dan Waki’ dari Muhammad bin Abdullah dari Numair al-Hamdani

dari ayahnya, juga dari Abu Mu’waiyah dan Waki’ dari A’masy dari Zaid bin Wahb dari Abdillah bin Mas’ud r.a, bahwasanya ia berkata: Rasulullah saw. yang dialah orang yang jujur dan terpercaya pernah berkata kepada kami.‚Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim

ibunya selama empat puluh hari (berupa nutfah atau sperma), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) selama waktu itu juga, kemudian menjadi mudghah (segumpal daging) selama waktu itu pula, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya dan mencatat empat perkara yang telah ditentukan, yaitu; rezekinya, ajal, amal perbuatan, dan sengsara atau bahagianya.

Maka demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya, sesunggguhnya ada seseorang di

antara kalian beramal dengan amalan penghuni surga, sehingga tidak ada jarak antara dirinya dengan surga kecuali sehasta saja, namun ketetapan (Allah) mendahuluinya, sehingga ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka ia pun masuk neraka. Dan sesunggguhnya ada seseorang di antara kalian beramal dengan amalan penghuni neraka, sehingga tidak ada jarak antara dirinya dengan neraka kecuali sehasta saja, namun ketetapan (Allah) mendahuluinya, sehingga ia beramal dengan amalan ahli surga, maka ia pun masuk surga. (HR. BukhariMuslim)

Kesimpulan Hadis:

Proses penciptaan manusia dalam kandungan ibu dimulai dari berkumpulnya sperma dan sel telur (nutfah) dalam rahim selama 40 hari. Sperma dan sel telur kemudian berubah menjadi kemudian

(4)

menjadi ‘alaqah (segumpal darah) selama 40 hari, kemudian menjadi mudghah (segumpal daging) selama waktu 40 hari, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya dan mencatat empat perkara yang telah ditentukan, yaitu; rezekinya, ajal, amal perbuatan, dan sengsara atau bahagianya.

Anjuran untuk senantiasa beramal sholeh karena manusia tidak tahu kapan ajalnya datang.

QS al-Naḥl [16]:78 Lafal ayat dan terjemah

          

     

78. dan Allah dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

Kosa Kata/Kalimat (Mufradat)

 Terjemah Lafal Terjemah Lafal

Menjadikan/memb erikan

 mengeluarkan

kamu



pendengaran  perut 

penglihatan  Ibu-ibumu 

dan hati  tidak

mengetahui  ل agar kamu

bersyukur

  sesuatupun 

Kesimpulan ayat

Manusia lahir dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, kemudian Allah swt. menganugerahi pendengaran, penglihatan dan hati nurani;

QS al-Baqarah [2]:30-32 Lafal ayat dan terjemah

           

          

       

    

        

 

          

  

30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

31. Dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian

mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"

32. Mereka menjawab: "Maha suci Engkau, tidak ada yang Kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana."

Kosa Kata/Kalimat (Mufradat)

 Terjemah Lafal Terjemah Lafal

Mengajarkan  khalifah 

Nama-nama 

Apakah Engkau hendak menjadikan



Seluruhnya  Membuat 

(5)

kerusakan Memperlihatkan

kepada malaikat  menumpahkan 

Sebutkan

kepadaku  darah 

Orang-orang yang

benar  kami bertasbih 

Kami mengetahui  memuji

Engkau 

Maha mengetahui  Kami

mensucikan 

Maha bijaksana  Aku

mengetahui 

Yang tidak

kamu ketahui  

Kesimpulan ayat

Manusia ditugasi sebagai khalifah di muka bumi karena kelebihan manusia jika dibandingkan makhluk lain termasuk malaikat. Kelebihan anugerahAllah swt. adalah kelengkapan unsur penciptaan manusia, yaitu jasad fisik, ruh termasuk di dalamnya nafsu, dan yang terpenting kelebihan akal pikiran.

QS az-Zariyat [51]: 56 Lafal ayat dan terjemah

      

56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Kosa Kata/Kalimat (Mufradat)

 Terjemah Lafal Terjemah Lafal

manusia  Kami tidak

menjadikan 

Untuk beribadah  jin 

Kesimpulan ayat

Tujuan diciptakannya jin dan manusia tidak lain adalah untuk beribadah kepada-Nya.

ِهّمُأ ِنْطَب ْيِف ُهُقلخ ُعَم ْجُي مُكَدَحَأ ّنإ : ُق ْوُدْصَمْلا ُقِداّصلا َوُهو َمّلَس َو ِهْيَلَع ُا ىّلَص ِا ُل ْوُسَر اَنَثّدَح :َلاق ُهْنَع ُا َي ِضَر ٍد ْوعْسَم ِنب ِا ِدْبَع ْنَع ِبْتَكِب :ٍتاَمِلَك ِعَب ْرَأِب ُرَم ْؤُي َو ،َح ْوّرلا ِهْيِف ُخُفْنَيف ُكَلَمْلا ِهْيَلِإ ُلَسْرُي ّمُث ،َكِلَذ َلثِم ًةَغْضُم ُن ْوُكَي ّمُث ،َكِلَذ َلْثِم ًةَقَلَع ُن ْوُكَي ّمُث ،ًةَفْطُن اًم ْوَي َنْيِعَب ْرَأ ُقِبْسَيَف ٌعاَرِذ ّلِإ اَهَنْيَب َو ُهَنْيَب ُن ْوُكَي اَم ىّتَح ِةّنَجْلا ِلْهَأ ِلَمَعِب ُلَمْعَيَل ْمُكَدَحَأ ّنِإ ،ُهُرْيُغ َهَلِإ َل ْيِذّلا ِا َوَف ،ٌدْيِعَس ْوَأ ّيِقَش َو ،ِهِلَمَع َو ،ِهِلَجَأ َو ،ِهِق ْز ِر ُلَم ْعَيَف ،ُباَتِكْلا ِهْيَلَع ُقِبْسَيَف ٌعاَرِذ ّلِإ اَهَنْيَب َو ُهَنْيَب ُن ْوُكَي اَم ىّتَح ِراّنلا ِلْهَأ ِلَمَعِب ُلَمْعَيَل ْمُكَدَحَأ ّنِإ َو ،اَهُلُخْدَيَف ِراّنلا ِلْهَأ ِلَمَعِب ُلَمْعَيَف ُباَتِكْلا ِهْيَلَع

ٌمِل ْسُم َو ّي ِراَخُبْلا ُها َوَر .اَهُلُخْدَيَف ِةّنَجْلا ِلْهَأ ِلَمَعِب

Referensi : https://almanhaj.or.id/12020-proses-penciptaan-manusia-dan-ditetapkannya-amalan- hamba-3.html

Takdir Setiap Manusia sudah Tertulis

اَنَثّدَح :َلاَق ُهْنَع ُهللا َيِضَر ْدْوُعْسَم ِنب ِهللا ِدْبَع ْنَع ِهللا ُلْوُسَر

ُقِداّصلا َوُهَو َمّلَسَو ِهْيَلَع ُهللا ىّلَص

ِهّمُأ ِنْطَب ْيِف ُهُقْلَخ ُعَمْجُي ْمُكَدَح َأ ّنِإ) :ُقْوُدْصَمـلا

ّمُث ،َكِلَذ َلْثِم ًةَقَلَع ُنْوُكَي ّمُث ،ًةَفْطُن ًاَمْوَي َنْيِعَبْر َأ

(6)

ُكَلَمـلا ِهْيَلِإ ُلَسْرُي ّمُث ،َكِلَذ َلْثِم ًةَغْضُم ُنْوُكَي

ِهِقْزِر ِبْتَكِب : ٍتاَمِلَك ِعَبْر َأِب ُرَمْؤُيَو ،َحْوّرلا ِهْيِف ُخُفنَيَف

َهَلِإ َل ْيِذّلا هللاَوَف .ٌدْيِعَس ْو َأ ّيِقَشَو ِهِلَمَعَو ِهِلَجَأَو اَم ىّتَح ِةّنَجلا ِلْهَأ ِلَمَعِب ُلَمْعَيَل ْمُكَدَحَأ ّنِإ ُهُرْيَغ

ُباَتِكلا ِهْيَلَع ُقِبْسَيَف ٌعاَرِذلإ اَهَنْيَبَو ُهَنْيَب ُنْوُكَي

ُلَمْعَيَل ْمُكَدَحَأ ّنِإَو ،اَهُلُخْدَيَف ِراّنلا ِلْهَأ ِلَمَعِب ُلَمْعَيَف

ٌعاَرِذ لإ اَهَنْيَبَو ُهَنْيَب ُنْوُكَياَم ىّتَح ِراّنلا ِلْهَأ ِلَمَعِب

ِةّنَجلا ِلْه َأ ِلَمَعِب ُلَمْعَيَف ُباَتِكلا ِهْيَلَع ُقِبْسَيَف

ٌمِلْسُمَو ّيِراَخُبْلا ُهاَوَر .(اَهُلُخْدَيَف.

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bercerita kepada kami, dan beliau adalah orang yang benar lagi dibenarkan: ”Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama 40 hari berwujud nuthfah (mani), kemudian menjadi ‘alaqah (gumpalan darah) selama itu juga, kemudian menjadi mudghah (gumpalan daging) selama itu juga. Kemudian diutus seorang malaikat, lalu dia meniupkan ruh kepadanya, dan dia (malaikat tadi) diperintah untuk menulis 4 kalimat (perkara): tentang rezekinya, amalannya, ajalnya dan (apakah) dia termasuk orang yang sengsara atau bahagia.

Demi Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan yang haq selain Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian, benar-benar beramal dengan amalan penduduk jannah (surga) sehingga jarak antara dia dengan jannah itu tinggal sehasta. Namun dia didahului oleh al kitab (catatan takdirnya) sehingga dia beramal dengan amalan penduduk neraka, maka diapun masuk ke dalamnya. Dan sunguh, salah deorang dari kalian beramal dengan amalan penduduk neraka hingga jarak antara di dengan neraka tinggal satu hasta. Namun dia didahului oleh catatan takdir, sehingga dia beramal dengan amalan penduduk jannah, maka dia masuk ke dalamnya.” (HR Al Bukhari dan Muslim)[1]

[1] Diriwayatkan oleh Al Bukhari (no. 3208, 3332, 6594, 7454) dan Muslim (no. 2643).

.ٌرْيَفُع ُهَل ُلاَقُي ٍراَمِح ىَلَع ملس و هيلع ا ىلص ِهّللا ِلوُسَر َفْدِر ُتْنُك :َلاَق - هنع ا يضر - ٍلَبَج ِنْب ِذاَعُم ْنَع ِّنِإَف» :َلاَق .ُمَلْعَأ ُهُلوُسَرَو ا :ُتْلُق َلاَق لله؟ا ىَلَع ِدابعلا ّقح امو ِداَبِعْلا ىَلَع ِهّللا ّقَح اَم يِرْدََتَأ !ُذاَعُم اَي :َلاَقَف :َلاَق ِهِب ُكِرْشُي َل ْنَم َِبّذَعُي َل ِْنَأ ّلَجَو ّزَع ِهّللا ىَلَع ِداَبِعْلا ّقَحَو .ًائْيَش ِهِب اوُكِرْشُي َلَو ِهّللا اوُدُبْعَي ِْنَأ ِداَبِعْلا ىَلَع ِهّللا ّقَح اوُلَِكّتَيَف .ْمُهْرّشَبَُت َل» :َلاَق لله؟َساّنلا ُرّشَبُأ َلَفَأ !ِهّللا َلوُسَر اَي :ُتْلُق َلاَق «ًائْيَش».

عوضوملا طبار: https://www.alukah.net/sharia/0/84160/%D8%B4%D8%B1%D8%AD-%D8%AD

%D8%AF%D9%8A%D8%AB-%D9%85%D8%A7-%D8%AD%D9%82-

%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87-%D8%B9%D9%84%D9%89-

(7)

%D8%A7%D9%84%D8%B9%D8%A8%D8%A7%D8%AF-%D9%88%D9%85%D8%A7-%D8%AD

%D9%82-%D8%A7%D9%84%D8%B9%D8%A8%D8%A7%D8%AF-%D8%B9%D9%84%D9%89-

%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87%D8%9F/#ixzz7bCI6A6Eq

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penelitian dari fokus masalah yang peneliti kaji ditemukan kesimpulan bahwa Manusia dan lingkungan dalam pandangan ekologi Islam adalah suatu

• Sementara agama Islam dapat di definisikan sebagai suatu system ajaran ketuhanan yang berasal dari Allah swt, yang diturunkan kepada ummat manusia dengan wahyu melalui

Menurut (Idris & Mokodenseho, 2021) Pendidikan Agama Islam adalah proses spiritual, akhlak, intelektual dan sosial yang bertujuan membimbing manusia baik secara individu

Al- Qur’an menginformasikan bahwa penciptaan manusia pertamana yaitu, Nabi Adam as, tidak sama dengan penciptaan manusia setelahnya, yang mana Allah SWT menciptakan

ini, sepertinya dunia pendidikan Islam dapat dikatakan merupakan salah satu upaya manusia yang sengaja dipersembahkan ke arah pengembangan potensi yang dimiliki

Di dalam Protestan penciptaan Adam diturunkan ke bumi oleh Allah adalah karena larangan atau dosa yang telah dilakukannya dan Isa bin Maryam yang lahir dari rahim

Berdasarkan berbagai aspek yang telah kami bahas, maka kami dapat menyimpulkan bahwa pandangan islam tentang manusia yaitu tujuan dari manusia diciptakan oleh Sang Pencipta

Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep dan proses penciptaan karakter fantasi sebagai ilustrasi grafis dari tema kepribadian manusia menurut enneagram.