• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 METRO TIMUR

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 METRO TIMUR "

Copied!
159
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Berikut hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Metro Timur semester tengah. SD sebagai guru IPS pada tanggal 15 April 2017 bahwa dalam proses pembelajaran IPS, siswa kelas V SDN 1 Metro Timur tahun ajaran 2017/2018 banyak menemui kendala. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, diperlukan alternatif metode pembelajaran yang cocok dan menarik, maka peneliti disini menggunakan alternatif pemecahan masalah dengan menggunakan model pembelajaran kolaboratif Think Pair Share (TPS).

Model pembelajaran Think Pair Share (TPS) merupakan salah satu bentuk pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa, sehingga model ini efektif dalam memvariasikan suasana pola diskusi kelas. Dengan memahami permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka peneliti disini mencoba melakukan penelitian dengan harapan tujuan pembelajaran IPS dapat tercapai dengan baik sehingga siswa yang pasif dalam proses pembelajaran dapat berubah menjadi aktif dalam pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajarnya, peneliti mencoba menerapkan metode Think. pardel (berpikir, berpasangan, berbagi) dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berjudul: “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif TPS Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas V SD Negri 1 Metro Timur Tahun Pelajaran.

Identifikasi Masalah

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Berdasarkan kedua penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Metro Timur untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS dengan menerapkan model pembelajaran Cooperative Learning Think Pair Share (TPS). Rencana pelaksanaan pembelajaran dibuat sesuai dengan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS).

Rencana pelaksanaan pembelajaran didasarkan pada Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS). Penggunaan model pembelajaran kolaboratif Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS siswa kelas V SDN 1 Metro Timur tahun pelajaran 2017/2018.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian yang Relevan

LANDASAN TEORI

Hasil Belajar

  • Pengertian Hasil Belajar
  • Ciri-Ciri Hasil Belajar
  • Jenis-jenis hasil belajar
  • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kolaboratif Think-Pair-Share (TPS) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 2 Nambarejo.6. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas VI. kelas MI Nurul Iksan Bumi Nabung.7. Kemudian bedanya dengan penelitian Siti Istikomah lainnya adalah bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas VI MI nurul Iksan Bumi Nabung.

Sebagai pendidik, selain membimbing kegiatan belajar peserta didik, pendidik juga harus mengetahui ciri-ciri hasil belajar. Sedangkan dalam proses belajar mengajar, hasil dapat dilihat melalui hasil belajar yang dicapai oleh siswa.

Hakikat Pembelajaran IPS di SD

  • Pengertian IPS
  • Karakteristik Pembelajaran IPS di SD/MI
  • Tujuan Pengajaran IPS
  • Ruang Lingkup IPS
  • Tujuan Cooperative Learning
  • Karakteristik Cooperatif Learning
  • Ciri-ciri Cooperative Learning
  • Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif

Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk pembelajaran IPS adalah Model Pembelajaran Kolaboratif TPS. Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok kolaboratif kecil yang beranggotakan 4-6 orang dengan struktur kelompok yang heterogen. Tujuan utama pembelajaran kooperatif adalah agar siswa belajar secara berkelompok dengan temannya, saling menghargai pendapat dan memberi.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran kolaboratif adalah mengaktifkan seluruh siswa dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Agus Suprijon, langkah-langkah pembelajaran kooperatif adalah 1) Penjelasan tujuan pembelajaran dan persiapan siswa. siap untuk belajar.

Model Cooperative Learning Tipe Think Pair Share (TPS)

  • Pengertian model Cooperative Learning Tipe TPS
  • Langkah-Langkah Pembelajaran Think Pair Share (TPS) 27
  • Kelebihan dan kekurangan Cooperatif Learning Tipe

Observasi ini digunakan untuk melihat penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think dalam proses pembelajaran. Pembelajaran pada siklus I sampai dengan 2 kali pertemuan, proses pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pembelajaran Think Pair Share (TPS). Untuk mengetahui kemampuan dan keberhasilan siswa setelah melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS), diberikan tes (post test) di akhir siklus.

Lembar observasi ini merupakan lembar yang digunakan untuk mengamati penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS). Selain itu, pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS) juga dapat meningkatkan keterlibatan siswa.

Hipotesis Penelitian

METODOLOGI PENELITIAN

  • Definisi Operasional Variabel
  • Setting Penelitian
  • Subjek Penelitian
  • Prosedur Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Instrumen Penelitian
  • Teknik Analisis Data
  • Indikator Keberhasilan

Untuk menganalisis penerapan model pembelajaran kooperatif think pair share (TPS) dilakukan analisis kualitatif, observasi ini dicatat dalam lembar observasi. Prasyarat sebelum dilakukan pembelajaran IPS dengan menggunakan aplikasi model pembelajaran Cooperative Learning Tipe Think Pair Share (TPS) untuk siswa kelas V SDN 1 Metro Timur. Siswa mengeluh ketika dihadapkan dengan pelajaran IPS. Pada tahap ini peneliti berperan sebagai guru, dengan peneliti merencanakan pembelajaran dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS).

Perencanaan langkah-langkah yang akan dilaksanakan di II. siklus, didasarkan pada pelaksanaan siklus I. yang dilakukan. a) Menyiapkan bahan pelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS). Pada pertemuan pertama pada siklus kedua, siswa memahami jalannya pembelajaran model kolaboratif Think Pair Share (TPS). Siswa yang belajar pada siklus II pertemuan kedua sudah memahami alur penggunaan model pembelajaran cooperative learning think in pair (TPS).

Berikut hasil belajar terkait dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) untuk kelas V mata pelajaran IPS pada kegiatan ekonomi di Indonesia. Hasil penelitian diperoleh data hasil belajar IPA dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS) pada Siklus I dan Siklus II ditunjukkan pada Tabel 4.6 dan Grafik III sebagai berikut. Dari hasil analisis penelitian pada Siklus I dan Siklus II dapat dikemukakan bahwa model pembelajaran kolaboratif Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V di SDN 1 Metro Timur.

Berdasarkan penjelasan tersebut diketahui bahwa pembelajaran yang dilakukan dengan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS) dapat mengatasi masalah-masalah penyesuaian diri. Dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) merupakan inovasi yang dirasakan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran kolaboratif Think Pair Share (TPS) diharapkan dapat dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS yang disesuaikan dengan materi pelajaran.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Deskripsi Lokasi Penelitian
  • Deskripsi Data Hasil Penelitian

SD Negeri 1 Metro Timur merupakan lembaga pendidikan dasar yang didirikan pada tahun 1961. Lokasi sekolah ini berada di Jl. Ahmad Yani No. 86, Kelurahan Iring Mulyo, Kecamatan Metro Timur. Keberadaan SD Negeri 1 Metro Timur didirikan karena kebutuhan masyarakat Kecamatan Metro Timur untuk menyekolahkan anaknya di sekolah dasar yang lebih dekat dengan masyarakat setempat, karena pada saat berdirinya SD Negeri 1 Metro Timur, Metro District East 48 bukanlah tempat banyak SD lainnya berada.

Mengingat pentingnya lembaga pendidikan dasar bagi putra putri masyarakat Kecamatan Metro Timur maka didirikanlah Sekolah Dasar yang selanjutnya disebut SD Negeri 1 Metro Timur atas prakarsa tokoh dan pejabat setempat. Sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri 1 Metro Timur seperti terlihat pada tabel di bawah ini. Proses belajar mengajar di SD Negeri 1 Metro Timur tidak lepas dari keberadaan tenaga pengajar dan pendampingan pengelola administrasi.Syarat jumlah guru dan tenaga kependidikan adalah 22 orang, dimana jumlah tenaga pendidik dan kependidikan telah memenuhi kebutuhan. staf untuk melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran.

Terdapat 286 siswa yang terdaftar di SD Negeri 1 Metro Timur dari kelas I sampai dengan kelas VI seperti yang tertera pada tabel. Pada pertemuan pertama ini, Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Think Pair Share (TPS) tidak mencapai tujuannya, hal ini dikarenakan siswa belum terbiasa dengan model tersebut. Hasil belajar yang diamati dalam penelitian ini adalah ranah kognitif peserta didik, penilaian hasil belajar peserta didik didasarkan pada kemampuan peserta didik dalam mengerjakan soal pre-test dan post-test yang diberikan kepada peserta didik oleh guru kelas V. SDN 1 Metro Timur dengan jumlah siswa siklus I sebanyak 20 orang.

Hal ini terlihat dari persentase ketuntasan siswa sebelum kampanye atau saat peneliti melakukan survei pendahuluan di SDN 1 Metro Timur sebesar 35%. Perencanaan dilakukan pada II. siklus, menekankan optimalisasi proses pembelajaran dengan melaksanakan pembelajaran yang disesuaikan dengan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS), dan guru mendorong siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran, memantau kesulitan belajar siswa dan memotivasi siswa untuk bersemangat dalam belajar. grup. 2) Implementasi tindakan. Dalam penelitian ini di II. Dari siklus tersebut terlihat bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kolaboratif Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari siklus sebelumnya, sehingga tidak perlu terlalu banyak melakukan revisi, namun yang diperlukan untuk tindakan selanjutnya adalah memaksimalkan dan mempertahankan apa yang telah ada, dengan tujuan agar tujuan pembelajaran selanjutnya dapat tercapai dalam pelaksanaan proses belajar mengajar.

Gambar 1.siswa sedang berfikir secara individual
Gambar 1.siswa sedang berfikir secara individual

Pembahasan

  • Analisis data Hasil Belajar siswa siklus I & II

Dari hasil penelitian diketahui tingkat ketuntasan belajar siswa pada siklus I diketahui 20% pre-test dan 50% pada post-test, sedangkan pada siklus II tingkat ketuntasan hasil belajar siswa pada pretest. . adalah 60% dan skor post-test adalah 80%. Jadi, tingkat ketuntasan hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II meningkat sebesar 30%, maka indikator keberhasilan dalam penelitian ini tercapai karena setelah pelaksanaan siklus II sudah mencapai 80%. Seperti rendahnya hasil belajar IPS, karena pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kolaboratif Think Pair Share (TPS) dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari atau menemukan sendiri pemahamannya terhadap mata pelajaran, siswa harus mampu berpikir secara individu agar daya pikir siswa keterampilan dapat dikembangkan.

Karena penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS) tidak hanya berpusat pada guru, sehingga siswa lebih aktif berpartisipasi dan suasana belajar lebih nyaman, siswa tampak lebih antusias untuk berpartisipasi di dalam kelas. Hal ini terlihat dari persentase ketuntasan hasil belajar siswa yaitu sebesar 50% pada siklus I, menjadi 80% pada siklus II, dengan peningkatan sebesar 30%. Diharapkan kepala sekolah lebih memberikan motivasi kepada guru IPS untuk menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS) dalam proses belajar mengajar.

Diharapkan siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran, karena keikutsertaan siswa dalam kegiatan pembelajaran akan membantu siswa lebih memahami materi yang diberikan oleh guru, sehingga hasil belajar siswa akan meningkat. Skripsi Siska Futi Fatkhurohmah, Upaya Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Think-Pair-Share (TPS) Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Nambarejo Tahun Pelajaran STAIN Metro. Skripsi Siti Istikomah, Penggunaan Metode Pembelajaran Kooperatif Think Pair Sharing (TPS) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran IPA Kelas VI MI Nurul Iksan Bumi Nabung STAIN Metro Tahun Pelajaran.

Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang ingin dicapai dengan menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

  • Keadaan Sarana Dan Prasarana SDN 1 Metro Timur
  • Daftar Keadaan Guru Dan Karyawan SDN 1 Metro Timur
  • Jumlah Siswa SDN 1 Metro Timur Tahun 2017/2018
  • Hasil Belajar Siswa Siklus I
  • Hasil Belajar Siswa Siklus II
  • Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS
  • Struktur Organisasi SD N 1 Metro Timur
  • Denah Ruang Kelas SD N 1 Metro Timur
  • Siswa sedang berfikir secara individual
  • Siswa sedang berdiskusi dengan pasangannya
  • Siswa sedang membagikan diskusinya

Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah dalam skala nasional pada masa Hindu-Buddha dan Islam, keragaman ciri alam dan etnik serta kegiatan ekonomi di Indonesia. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memikirkan jawaban atas pertanyaan atau masalah yang disampaikan oleh guru, langkah ini dapat dikembangkan dengan meminta siswa untuk menuliskan hasil pemikirannya masing-masing. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memikirkan jawaban atas pertanyaan atau masalah yang disajikan.

Siswa memasangkan pasangannya masing-masing dengan susunan yang telah ditentukan guru sebelumnya gg.

TABEL KERJA HASIL BELAJAR  (PRETEST)   SISWA KELAS V MATA PELAJARAN IPS
TABEL KERJA HASIL BELAJAR (PRETEST) SISWA KELAS V MATA PELAJARAN IPS

Gambar

Gambar 1.siswa sedang berfikir secara individual
Gambar 3. Siswa sedang membagikan hasil   diskusinya
Gambar 2. Siswa sedang berdiskusi dengan  pasangannya
Grafik II
+6

Referensi

Dokumen terkait

peneliti tertarik untuk melakukan pene litian tentang “ Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Talking Stick pada Mata Pelajaran IPS

Dari uraian diatas, maka penulis tertarik sekali untuk mengadakan penelitian dengan judul “ Peningkatan motivasi dan hasil belajar IPS melalui pembelajaran

: Penggunaan Model Quantum Teaching untuk meningkatkan Hasil Belaja r Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SD Negeri No. Naeklan Simbolon,

Dari analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model dengan menggunakan model pembelajaran Artikulasi pada mata pelajaran IPS materi Kerja

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui strategi Deep dialogue pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri

Apabila seorang guru hanya menggunakan metode ceramah tanpa metode yang bervariasi akan membuat siswa kurang dapat memahami makna mata pelajaran IPS, selain itu

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kontribusi dan menganalisis tingkat kontribusi minat belajar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran IPS siswa kelas IV SD Negeri

Hasil wawancara tersebut juga sesuai dengan pernyataan siswa yaitu “kami merasa mudah menyerapi dan memahami materi pelajaran IPS pada saat pembelajaran