PENDAHULUAN
Latar Belakang
Selain itu, efikasi diri mampu melihat keyakinan terhadap kemampuan yang dimiliki individu dalam menghadapi suatu masalah. Selain itu, mahasiswa juga harus memiliki efikasi diri akademik untuk dapat menyelesaikan tugas dan masalah yang dihadapi dalam kegiatan akademik. Menunjukkan bahwa efikasi diri akademik berperan signifikan dalam memprediksi resiliensi siswa dengan nilai R-squared sebesar 0,0330 menunjukkan bahwa efikasi diri akademik memberikan kontribusi relatif terhadap resiliensi sebesar 33% dan sisanya sebesar 67%.
Dijelaskan pula dalam penelitian yang dilakukan oleh Nurul Afifah dkk (2022)15 bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri akademik berperan signifikan terhadap resiliensi mahasiswa tahun pertama yang menunjukkan hasil sebesar 60,2%. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa penting untuk meningkatkan academic self-efficacy mahasiswa khususnya tahun pertama untuk lebih meningkatkan resiliensi dalam menghadapi dinamika perkuliahan.
Rumusan Masalah
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti sebagai data awal pada mahasiswa semester I program studi Bimbingan Konseling Islam UIN Mataram bahwa mereka benar-benar mengalami masalah membaca di bidang akademik dimana masalah tersebut sangat membutuhkan resiliensi untuk dapat bertahan dalam situasi yang tidak menguntungkan. atau keadaan. Dari hasil tes angket yang diisi oleh 100 siswa sebagai permulaan terlihat bahwa terdapat sepuluh siswa yang memiliki kelemahan pada aspek ruang lingkup, diantaranya siswa yang ragu dengan kemampuan dan keterampilannya, siswa yang memiliki tidak percaya bahwa upaya mereka cukup untuk melakukan tugas kuliah mereka dengan benar. Nah, siswa tidak percaya bahwa mereka dapat mengerjakan tugas dengan baik, dan siswa tidak percaya bahwa mereka mampu menghadapi berbagai jenis tantangan yang akan mereka alami. . Selain itu, siswa juga memiliki kelemahan pada aspek kompetensi sosial (keterampilan adaptasi), antara lain siswa yang tidak mampu menerima perbedaan lingkungan, siswa yang tidak mampu mengenali segala kekurangannya, siswa yang tidak mampu mencari solusi atau mencari jalan. dari masalah yang mereka hadapi, dan siswa yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Dengan berbagai latar belakang permasalahan di atas, hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk mengangkat sebuah judul yang berkaitan dengan mahasiswa semester 1 program studi UIN BKI.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah dapat menambah khazanah atau ilmu pengetahuan dan menambah jumlah kajian teoritis yang berkaitan dengan aspek-aspek psikologi perkembangan, khususnya yang berkaitan dengan isu-isu yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan psikis peserta didik. . Manfaat praktis yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah dapat memberikan informasi yang akurat mengenai hubungan antara academic self-efficacy dengan persistensi pada mahasiswa semester I program studi Bimbingan Konseling Islam UIN Mataram.
Definisi Operasional
Manfaat praktis yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah dapat memberikan informasi yang tepat tentang hubungan antara efikasi diri akademik dan resiliensi pada mahasiswa semester.
KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
Kajian Pustaka
Kemiripan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada metode penelitian yang digunakan yaitu metode uji korelasi kuantitatif, dan juga pada salah satu variabel yang menguji kemandirian akademik. 19 Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dijelaskan bahwa kemandirian akademik berperan penting dalam memprediksi resiliensi siswa. Kemiripan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada variabelnya, tetapi juga pada metode penelitian yang menggunakan metode uji korelasi kuantitatif.
Persamaannya terletak pada variabel dan juga metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif pengujian korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri akademik berperan signifikan dalam resiliensi mahasiswa tahun pertama sebesar 60,2%.
Kerangka Teori
Aspek ini terkait dengan kekuatan individu yang mengarah pada stabilitas keyakinan akan kemampuannya. Aspek ini berkaitan dengan kemampuan individu, yaitu sejauh mana individu percaya pada kemampuannya untuk menangani situasi tugas yang tidak stabil. Artinya aspek ini meliputi keyakinan dalam menyelesaikan tugas dalam berbagai situasi dan keyakinan individu dalam menghadapi masalah sesuai situasi.
Secara bahasa, resiliensi merupakan istilah bahasa Inggris dari kata resiliensi, yang artinya resiliensi, ketangguhan atau kegembiraan.27. Seseorang yang memiliki harga diri yang baik dalam hidupnya akan membantunya dalam menghadapi berbagai jenis masalah.
Hipotesis Penelitian
METODE PENELITIAN
- Jenis Pendekatan Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Waktu dan Tempat Penelitian
- Variabel Penelitian
- Desain Penelitian
- Instrumen / Alat dan Bahan Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data/ Prosedur Penelitian
- Teknik Analisis Data
Penelitian ini berdesain korelasional karena dalam penelitian ini berusaha untuk mengetahui apakah ada hubungan antara efikasi diri akademik dengan resiliensi pada mahasiswa semester 1 Program Studi Bimbingan Konseling Islam UIN Mataram. Dengan uji korelasi ini, peneliti dapat mengukur keeratan hubungan antara variabel academic self-efficacy (X) dan resiliensi (Y). Berdasarkan output tabel di atas, korelasi antara variabel academic self-efficacy (X) dan resiliensi (Y) menunjukkan nilai sebesar 0,723.
Korelasi antara academic self-efficacy dengan resiliensi berada pada kategori korelasi kuat atau tinggi. Kesimpulannya, ada hubungan yang signifikan antara variabel efikasi diri akademik (X) dan resiliensi (hubungan signifikan antara variabel efikasi diri akademik (X) dan resiliensi (Y). 0,05 maka variabel efikasi diri akademik sesuai digunakan untuk memprediksi resiliensi siswa.
Berdasarkan hasil uji korelasi diperoleh nilai R sebesar 0,723 yang merupakan koefisien korelasi antara efikasi diri akademik dengan resiliensi. Nilai R menunjukkan bahwa hubungan antara academic self-efficacy dengan resiliensi berada pada kategori sangat kuat. Pada penelitian lain sebelumnya yang diteliti oleh Luluk Fujiati (2020), menunjukkan adanya hubungan positif antara academic self-efficacy dan resiliensi pada mahasiswa Bidikmisi FIP UNNES.
Setelah peneliti mengaitkan hasil penelitiannya dengan hasil beberapa penelitian sebelumnya tentang kemandirian dan resiliensi akademik. Meningkatkan kemandirian akademik siswa membantu siswa beradaptasi dan bertahan dalam hambatan atau masalah yang mereka hadapi. Dimana Ha menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kemandirian akademik dan resiliensi pada mahasiswa semester 1 Program Studi Bimbingan Konseling Islam UIN Mataram.
PELAKSANAAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 37
Deskripsi Lokasi Penelitian
Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram diresmikan berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2017 pada tanggal 3 April 2017. Dalam sejarahnya, UIN Mataram lahir dari proses panjang yang dimulai dari Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ilmu Budaya. IAIN Sunan Ampel Syariah Surabaya (saat ini UINSA Surabaya) cabang Mataram sejak tahun 1996. Berdasarkan Keputusan Presiden No. 11 Tahun 1997 tentang pendirian sekolah menengah Islam negeri, IAIN Sunan Ampel cabang Surabaya di Mataram berubah status menjadi Mataram Negeri Institut Agama Islam (IAIN) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 91 Tahun 2004 mengalihkan status STAIN Mataram menjadi IAIN Mataram.
UIN Mataram merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri yang terletak di wilayah tenggara Indonesia yang berada di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi merupakan salah satu fakultas di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang mempelajari implementasi sistem pendidikan tinggi Islam dalam kajian sistem komunikasi penyiaran, pembinaan masyarakat, bimbingan konseling dan manajemen dakwah . Bimbingan dan Konseling Islam merupakan salah satu program studi yang dibuka oleh Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, dengan adanya program studi Bimbingan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi mengkaji dan mengembangkan kompetensi dalam bimbingan dan konseling Islam secara profesional.
Visi Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) adalah terwujudnya Prodi Bimbingan dan Konseling Islam sebagai pusat kajian dan pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam. Keempat, membangun kerjasama dengan para pihak dalam meningkatkan pengamalan tri dharma perguruan tinggi di bidang Bimbingan dan Konseling Islam. Tujuan dibukanya program studi BKI adalah untuk menciptakan Sarjana Sosial (S.Sos) yang memiliki kualifikasi akademik profesional dan kompetensi di bidang Bimbingan dan Konseling Islam serta berkepribadian dan berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Terkait dengan kompetensi lulusan antara lain pelatihan BKI; pertama, mampu menguasai dan memahami ilmu Bimbingan dan Konseling Islami secara komprehensif, baik secara teoritis maupun metodologis. Kedua, mampu bertindak solutif dan efektif dalam menghadapi persoalan-persoalan kehidupan sosial dan keagamaan di masyarakat, baik secara individu maupun kelompok. Ketiga, mampu menciptakan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat, baik dengan merefleksikan perilaku pribadi maupun melalui kegiatan bimbingan dan konseling Islami.
Uji Prasyarat
Dari output tabel di atas dapat diambil keputusan uji normalitas variabel kecukupan dan resiliensi akademik yaitu 0,200 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Dengan demikian, hasil uji normalitas ini menegaskan bahwa peneliti dapat melanjutkan ke tahap analisis selanjutnya untuk melakukan analisis uji korelasi. Korelasi product moment adalah analisis untuk mengukur keeratan hubungan linier antara dua variabel yang berdistribusi normal.
Uji Hipotesis
Error of Estimate (SEE) adalah nilai yang digunakan untuk menilai kelayakan variabel independen dalam memprediksi variabel dependen. Keputusannya adalah angka probabilitas dari hasil perhitungan adalah 0,000, angka probabilitas 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak.
Pembahasan
Pada penelitian lain sebelumnya yang dilakukan oleh Suci Hatijah (2018), hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri akademik berhubungan negatif dengan siswa yang akan menghadapi ujian nasional, yang menunjukkan korelasi r sebesar 0,647 dan sig. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemandirian dan resiliensi akademik siswa maka semakin rendah kecemasan akademik siswa menghadapi ujian nasional, begitu pula sebaliknya. 50 Oktha Devi Anggriani Hubungan Efikasi Diri dengan Resiliensi Jurnal Konseling Indonesia, Vol 2, Nomor 2, April 2017, hlm.
Sehingga mahasiswa Bidikmisi sangat membutuhkan ketahanan akademik dan efikasi diri agar dapat percaya pada kemampuannya dan bertahan dalam kondisi stress. Menurut Bandura dalam Alwisol menjelaskan bahwa efikasi diri akademik merupakan suatu bentuk keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam melakukan sesuatu yang dapat membentuk kontrol dalam dirinya. Efikasi diri akademik ini memberikan keyakinan terhadap kemampuan yang dimiliki siswa bahwa mereka mampu memecahkan atau mengatasi suatu masalah dan hambatan yang dialami dalam kehidupan akademik.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan oleh peneliti, ternyata nilai R (korelasi) sebesar 0,723 yang menunjukkan bahwa academic self efficacy dan resiliensi memiliki hubungan yang positif (kuat), artinya semakin tinggi kemandirian akademik siswa, maka semakin besar resiliensi siswa tersebut. 29 Ketika suatu tugas sulit, saya takut 30 Saya dapat berkonsentrasi pada pekerjaan yang sedang dikerjakan.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran