SKRIPSI SKRIPSI
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN
STATUS GIZI PADA ANAK BALITA DI BAGAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA DI BAGAN
PERCUT KECAMATAN PERCUT SEI TUAN PERCUT KECAMATAN PERCUT SEI TUAN
KABUPATEN DELI SERDANG KABUPATEN DELI SERDANG
OLEH:
OLEH:
SARI INDAH WAHYUNI GULO SARI INDAH WAHYUNI GULO
160204091 160204091
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN PROGRAM STUDI KEPERAWATAN FAKULTAS
FAKULTAS FARMASI FARMASI DAN IL DAN ILMU MU KESEHATAN KESEHATAN UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
TAHUN 2020
TAHUN 2020
SKRIPSI SKRIPSI
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN
STATUS GIZI PADA ANAK BALITA DI BAGAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA DI BAGAN
PERCUT KECAMATAN PERCUT SEI TUAN PERCUT KECAMATAN PERCUT SEI TUAN
KABUPATEN DELI SERDANG KABUPATEN DELI SERDANG
Skripsi ini diajukan sebagai syarat
Skripsi ini diajukan sebagai syarat memperoleh gelar Sarjana Keperawatanmemperoleh gelar Sarjana Keperawatan (S.Kep) di Program Studi Ners Fakultas
(S.Kep) di Program Studi Ners Fakultas Farmasi Dan Ilmu KesehatanFarmasi Dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia
Universitas Sari Mutiara Indonesia
OLEH:
OLEH:
SARI INDAH WAHYUNI GULO SARI INDAH WAHYUNI GULO
160204091 160204091
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN PROGRAM STUDI KEPERAWATAN FAKULTAS
FAKULTAS FARMASI FARMASI DAN IL DAN ILMU MU KESEHATAN KESEHATAN UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
TAHUN 2020
TAHUN 2020
BERITA ACARA PERBAIKAN SKRIPSI BERITA ACARA PERBAIKAN SKRIPSI
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
FAKULTAS FARMASI DAN ILMU KESEHATAN FAKULTAS FARMASI DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
Pada Hari Selasa 6 Oktober 2020 telah diadakan sidang skripsi dengan judul : Pada Hari Selasa 6 Oktober 2020 telah diadakan sidang skripsi dengan judul : Hub
Hubungungan an PolPola a PemPemberberian ian MakMakan an DenDengan Statugan Status s GizGizi i PadPada a AnaAnak k BalBalita ita DiDi Bagan Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2020.
Bagan Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2020.
Nama
Nama : Sari Indah Wahyuni Gulo: Sari Indah Wahyuni Gulo Nim
Nim : 16 02 04 091: 16 02 04 091
Skripsi ini telah diperbaiki dan diperiksa : Skripsi ini telah diperbaiki dan diperiksa :
N
Noo HHaall PPeerrnnyyaattaaaann//SSaarraann//KKrriittiikk DDoosseen n PPeenngguujjii
1
1 BBAAB B II,, BAB III, BAB III, BAB IV BAB IV
-- KonKonsep sep teoteori jri jadwadwalal makan balita seperti apa makan balita seperti apa -- TamTambahbahkan ketekan keterbarbatasatasann
penelitian penelitian
-- TamTambahbahkan kan dafdaftartar pustaka
pustaka
-- PerPerbaibaiki ki AnaAnalisalisa univariat dan bivariat univariat dan bivariat -- PerPerbaibaiki moki modifdifikaikasisi
kuesioner kuesioner
-- PerPerbaibaiki pengki pengolaolahan dathan dataa bagian editing
bagian editing
Ns. Rinco Siregar, S.
Ns. Rinco Siregar, S.
Kep, MNS Kep, MNS
2
2 KKaattaa
Pengantar, Pengantar, BAB IV, BAB IV, BAB I BAB I
-- PePerbrbaiaiki kki katata pea pengnganantatar r -- PePerbrbaiaiki ki pepembmbahahasasanan -- TTaammbbaahhkkaan n ddaattaa
surveynya surveynya
-- PePerbrbaiaiki hki hasasil pil penengogolalahh datanya.
datanya.
Ns.Rumondang Gultom, Ns.Rumondang Gultom, S.Kep,MKM
S.Kep,MKM
ii
HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PENGESAHAN
Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Status
Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Status Gizi Pada Gizi Pada Anak Balita Di Bagan Percut Kecamatan Percut
Anak Balita Di Bagan Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2020
Kabupaten Deli Serdang Tahun 2020
Telah dipertahankan di depan Tim Penguji Skripsi Telah dipertahankan di depan Tim Penguji Skripsi
Pada hari Selasa, 6 Oktober 2020 Pada hari Selasa, 6 Oktober 2020
TIM PENGUJI TIM PENGUJI
K
Keettuua a PPeenngguujjii : : NNss. . NNoovviitta a AArryyaannii, , MM. . BBiioommeedd (( ))
P
Peenngguujji i II : : NNss. . RRiinncco o SSiirreeggaarr, , SS. . KKeepp, , MMNNSS (( ))
P
Peenngguujji i IIII : : NNss. . RRuummoonnddaanng g GGuullttoomm, , MMKKMM (( ))
D
Diisseettuujjuui i OOlleeh h MMeeddaann, , 006 6 OOkkttoobbeer r 22002200 Fakultas
Fakultas Farmasi Farmasi & & Ilmu Ilmu Kesehatan Kesehatan Program Program Studi Studi KeperawatKeperawatanan D
Deekkaann KKeettuuaa
(T
(Tararuuli li RoRohahana na SiSinanagga, a, SPSP, , MMKMKM) ) ((NsNs. . RiRincnco o SSirireeggarar, , MMNSNS))
ii ii
PERNYATAAN PERNYATAAN
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN STATUS HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN STATUS
GIZI PADA ANAK BALITA DI
GIZI PADA ANAK BALITA DI BAGAN PERCUT BAGAN PERCUT KECAMATAN PERCUT SEI TUAN
KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI KABUPATEN DELI SERDANG
SERDANG
SKRIPSI SKRIPSI
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini adalah hasil karya sendiri dan Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini adalah hasil karya sendiri dan belum
belum pernah pernah diajukan diajukan oleh oleh orang orang lain lain untuk untuk memperoleh memperoleh gelar gelar kesarjanaan kesarjanaan didi suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya, tidak terdapat karya atau suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya, tidak terdapat karya atau pendapat
pendapat yang yang pernah pernah ditulis ditulis dan dan diterbitkan diterbitkan oleh oleh orang orang lain lain dalam dalam naskah naskah ini,ini, kecuali tertulis dan tercantum dalam daftar pustaka.
kecuali tertulis dan tercantum dalam daftar pustaka.
Medan, Medan, 06 06 Oktober Oktober 20202020 Peneliti Peneliti
(Sari (Sari Indah Indah Wahyuni Wahyuni Gulo)Gulo)
iii iii
DAFTAR RIWAYAT HIDUP DAFTAR RIWAYAT HIDUP
A.
A. IdIdenentititatas s DiDiriri 1
1.. NNaammaa : : SSaarri i IInnddaah h WWaahhyyuunni i GGuulloo 2
2.. NNIIMM : : 116600220044009911 3
3.. JJeenniis s KKeellaammiinn : : PPeerreemmppuuaann 4
4.. TTememppatat//TTggl Ll Lahahiirr : D: Daaiirrii, 0, 02 J2 Jaannuuaarri 1i 1999988 5
5.. AAggaammaa : : IIssllaamm 6
6.. AAnnaak k kkee : : 1 1 ((PPeerrttaammaa)) 7
7.. NNaamma a AAyyaahh : : AAbbdduul l HHaammiid d GGuulloo 8
8.. NNaamma a IIbbuu : : SSaallaawwaatti i BBeerruuttuu 9
9.. AAllaammaat t RRuummaahh : : JJllnn. . LLuukku u V V LLiinnggkkuunnggaan n I I MMeeddaann 1
100.. EEmmaaiill :: [email protected]@gmail.com 1
111.. NNo o HHpp : : 008855227700442200557722
B.
B. RiRiwawayayat Pt Penendidididikakann 1
1.. TTaahhuun 2n 2000044--22001100 : S: SD D NNeeggeerri 0i 06600993388 2
2.. TTahahuun n 22001100--22001133 : : SSMMP P NNeeggeerri i 221 1 MMeeddanan 3
3.. TTahahuun n 20201313-2-2001616 : : SSMKMKS S FaFarmrmasasi i YPYPFSFSU U MeMeddanan 4.
4. TaTahuhun 20n 201616-2-2020200 : S1 : S1 KeKepeperarawawatatan Prn Progograram Stm Stududi Ni Nerers Fas Fakukultltasas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia
Mutiara Indonesia
iv iv
PROGRAM STUDI
PROGRAM STUDI KEPERAWATANKEPERAWATAN
FAKULTAS FARMASI DAN ILMU KESEHATAN FAKULTAS FARMASI DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA Skripsi,
Skripsi, 06 06 Oktober Oktober 20202020 Sari Indah Wahyuni Gulo Sari Indah Wahyuni Gulo HUB
HUBUNGUNGAN AN POPOLA LA PEMPEMBERBERIAN IAN MAKMAKAN AN DENDENGAN GAN STASTATUS TUS GIZGIZII PADA ANAK BALITA DI BAGAN PERCUT KECAMATAN PERCUT SEI PADA ANAK BALITA DI BAGAN PERCUT KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2020
TUAN KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2020 xiv + 47 halaman + 9 tabel + 12 lampiran
xiv + 47 halaman + 9 tabel + 12 lampiran
ABSTRAK ABSTRAK
Balita adalah anak yang telah menginjak usia di atas satu tahun atau di bawah Balita adalah anak yang telah menginjak usia di atas satu tahun atau di bawah lima tahun yaitu 24-60 bulan. Masa ini menjadi tantangan bagi orang tua karena lima tahun yaitu 24-60 bulan. Masa ini menjadi tantangan bagi orang tua karena anak susah makan,
anak susah makan, memilmemilih ih makan dan suka makan dan suka pada jajan pada jajan yang kandunyang kandungan gizinyagan gizinya tidak baik seperti mie instant, sehingga menyebabkan kekurangan atau kelebihan tidak baik seperti mie instant, sehingga menyebabkan kekurangan atau kelebihan asupan zat gizi yang dapat mempengaruhi status gizi dan kesehatannya. Tujuan asupan zat gizi yang dapat mempengaruhi status gizi dan kesehatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan pola pemberian makan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan pola pemberian makan den
dengan gan statstatus us gizgizi i padpada a anaanak k balbalita ita di di bagbagan an perpercutcut. . DesDesain ain penpenelielitian tian yanyangg digun
digunakan dalam peneliakan dalam penelitian ini adalahtian ini adalah cross sectional cross sectional . Jumlah populasi dalam . Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 67 orang di Bagan Percut dengan jumlah sampel 25 penelitian ini adalah sebanyak 67 orang di Bagan Percut dengan jumlah sampel 25
orang yang
orang yang diambdiambil il menggmenggunakaunakan n teknikteknik simple simple random srandom sampling.ampling. Penelitian iniPenelitian ini menggunakan kuesioner pola pemberian makan dan tabel z-score. Hasil penelitian menggunakan kuesioner pola pemberian makan dan tabel z-score. Hasil penelitian berdasarkan
berdasarkan analisa analisa statistik statistik dengan dengan menggunakan menggunakan uji uji chi chi square square dengan dengan tingkattingkat ke
kemamaknknaaaan n <0<0,0,05 5 dididadapapatktkan an hahasisil l p=p=0,0,03037. 7. NiNilalai i p p lelebibih h kekecicil l dadari ri 0,0,0505 me
menanandndakakan an H1 H1 diditerterimima a dadan n H0 H0 diditotolaklak, , arartitinynya a teterdrdapapat at huhububungngan an popolala pemberian makan dengan
pemberian makan dengan status gizi status gizi pada anak balita pada anak balita di Bagan Percut di Bagan Percut KecamatanKecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Nilai koefisien korelasi (r)=0,069 yang Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Nilai koefisien korelasi (r)=0,069 yang berarti
berarti menunjukan menunjukan hubungan yang hubungan yang kuat kuat . . Nilai Nilai r r bertanda bertanda positif positif yang yang memilikimemiliki makna bahwa semakin tepat pola pemberian makannya maka semakin baik pula makna bahwa semakin tepat pola pemberian makannya maka semakin baik pula status gizi balita tersebut.
status gizi balita tersebut.
K
Kaatta a KKuunncci i :: Pola pemberian makan, status gizi, anak balita Pola pemberian makan, status gizi, anak balita Daftar Pustaka :
Daftar Pustaka : 2007-2020 2007-2020
v v
NURSING STUDY PROGRAM NURSING STUDY PROGRAM FACULTY OF PHARMACY AND
FACULTY OF PHARMACY AND HEALTH SCIENCESHEALTH SCIENCES UNIVERSITY OF SARI MUTIARA INDONESIA
UNIVERSITY OF SARI MUTIARA INDONESIA Thesis, 06 October 2020
Thesis, 06 October 2020 Sari Indah Wahyuni Gulo Sari Indah Wahyuni Gulo RE
RELALATITIONONSHSHIP IP OF OF FEFEEDEDINING G PAPATTTTERERNS NS WIWITH TH NUNUTRTRITITIOIONANALL STATUS IN CHILDREN IN PERCUT CHART OF PERCUT DISTRICT, STATUS IN CHILDREN IN PERCUT CHART OF PERCUT DISTRICT, SEI TUAN, DELI SERDANG DISTRICT, 2020
SEI TUAN, DELI SERDANG DISTRICT, 2020 xiv + 47 pages + 9 tables + 12 attachments
xiv + 47 pages + 9 tables + 12 attachments
ABSTRACT ABSTRACT
Toddlers are children who have reached the age of over one year or under five Toddlers are children who have reached the age of over one year or under five yea
years, rs, namnamely ely 24-24-60 60 monmonthsths. . ThiThis s perperiod is iod is a a chachallellenge nge for for parparentents s becbecausausee children find it difficult to eat, choose to eat and like snacks with poor nutritional children find it difficult to eat, choose to eat and like snacks with poor nutritional content such as instant noodles, which lead to deficiency or excess intake of content such as instant noodles, which lead to deficiency or excess intake of nutrients that can affect their nutritional status and health. The purpose of this nutrients that can affect their nutritional status and health. The purpose of this study was to identify the relationship between feeding patterns and nutritional study was to identify the relationship between feeding patterns and nutritional status in children under five in the percut chart. The research design used in this status in children under five in the percut chart. The research design used in this study was cross sectional. The population in this study was 67 people in Chart study was cross sectional. The population in this study was 67 people in Chart Percut with a sample size of 25 people who were taken using simple random Percut with a sample size of 25 people who were taken using simple random sampling technique. This study used a feeding pattern questionnaire and a z-score sampling technique. This study used a feeding pattern questionnaire and a z-score table. The results of the study were based on statistical analysis using the chi table. The results of the study were based on statistical analysis using the chi square test with a significance level of <0.05, the result was p = 0.037. P value square test with a significance level of <0.05, the result was p = 0.037. P value less than 0.05 indicates H1 is accepted and H0 is rejected, meaning that there is a less than 0.05 indicates H1 is accepted and H0 is rejected, meaning that there is a relationship between feeding patterns and nutritional status in children under five relationship between feeding patterns and nutritional status in children under five in Percut Percut, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency. The correlation in Percut Percut, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency. The correlation coefficient (r) = 0.069, which means that it shows a strong relationship. The value coefficient (r) = 0.069, which means that it shows a strong relationship. The value of r is positive, which means that the more appropriate the feeding pattern, the of r is positive, which means that the more appropriate the feeding pattern, the better the nutritional status of the toddler.
better the nutritional status of the toddler.
Ke
Keywyworordsds :: Feeding pattern, nutritional status, children under five Feeding pattern, nutritional status, children under five References:
References: 2007-20202007-2020
vi vi
KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR
Puji dan syukur peneliti panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas berkat Puji dan syukur peneliti panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan anugerahnya sehingga peneliti dapat menyelesaikan penyusunan Skripsi yang dan anugerahnya sehingga peneliti dapat menyelesaikan penyusunan Skripsi yang berjudul
berjudul “Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Status Gizi Pada Anak “Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Status Gizi Pada Anak Balita Di Bagan Percut Tahun 2020”.
Balita Di Bagan Percut Tahun 2020”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu Skripsi ini disusun sebagai salah satu persyaratan
persyaratan untuk untuk menyelesaikan menyelesaikan pendidikan pendidikan program program sarjana sarjana keperawatankeperawatan (S.Kep
(S.Kep) ) di di ProgrProgram am Studi Ilmu Studi Ilmu KeperaKeperawatan Universitwatan Universitas as Sari Mutiara Sari Mutiara IndoIndonesianesia Tahun 2020.
Tahun 2020.
Da
Dalam lam pepenynyususununan an skskripripsi si inini, i, pepeneneliliti ti babanynyak ak memendndapapat at babantntuauan n beberurupapa bimbingan
bimbingan dan dan dukungan dukungan dari dari berbagai berbagai pihak. pihak. Dengan Dengan segala segala kerendahan kerendahan hati,hati, peneliti mengucapkan
peneliti mengucapkan terima kasterima kasih yang ih yang sebesar-besarnya sebesar-besarnya kepada yang kepada yang terhormatterhormat Bapak/Ibu :
Bapak/Ibu : 1.
1. ParlinParlindungdungan Puan Purba, rba, SH, SH, MM, MM, selaku selaku Ketua Ketua YayasaYayasan San Sari Muri Mutiara tiara MedanMedan..
2.
2. Dr. Dr. Ivan Ivan ElisabElisabeth Peth Purba, urba, M.Kes, M.Kes, selaku selaku RektoRektor Unir Universitaversitas Sari s Sari MutiaMutiarara Indonesia.
Indonesia.
3.
3. TarulTaruli Rohi Rohana ana SinagSinaga, Sa, SP, MP, MKM, KM, selaku selaku Dekan Dekan FakulFakultas Ftas Farmasi armasi dan dan IlmuIlmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia.
Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia.
4.
4. Ns. RiNs. Rinco Sinco Siregregar, S.ar, S.KepKep, MNS, se, MNS, selaklaku Ketuu Ketua Proga Program Stram Studi Kepudi Keperawerawataatann Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia dan Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia dan penguji
penguji I I yang yang telah telah meluangkan meluangkan waktunya waktunya untuk untuk memberi memberi masukan masukan kepadakepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.
peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.
5
5.. AAnnshshaarri i SSyyaah h SS. . AAgg, , sesellaakku u KKeeppaalla a DDeesa sa BBagagaan n PPeercrcuut t yyaanng g tteellaahh memb
memberikan kesempatan kepada erikan kesempatan kepada penelipeneliti ti untuuntuk k melakumelakukan kan penelpenelitian diitian di Bagan Percut.
Bagan Percut.
6.
6. Ns. NoNs. Novitvita Aryana Aryani, M. Bioi, M. Biomed selmed selaku doaku dosen pesen pembimbimbimbing yanng yang melug meluangangkankan wa
waktktununya ya ununtutuk k memembmbimimbibing ng dadan n memembmberi eri mamasusukakan n kekepapada da pepenenelilititi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.
vii vii
7.
7. NsNs. . RuRumomondndanang g GuGultltomom, , MKMKM M selselakaku u PePengngujuji i II yang telII yang telah meluah meluanangkgkanan waktu serta pikiran untuk memberikan bimbingan dan arahan saran kepada waktu serta pikiran untuk memberikan bimbingan dan arahan saran kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.
peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.
8.
8. Ns. AgNs. Agnes Silvnes Silvina Marbina Marbun, S.un, S.Kep, MKep, M.Kep, s.Kep, selaku delaku dosen sekosen sekaligualigus wali kelas wali kelass peneliti
peneliti yang yang telah telah memberi memberi arahan arahan kepada kepada peneliti peneliti dalam dalam menyelesaikanmenyelesaikan skripsi ini dengan tepat waktu.
skripsi ini dengan tepat waktu.
9.
9. SeSelulururuh h DoDosesen n PrProgograram m StStududi i KeKepeperarawawatatan n FaFakukultltas as FaFarmrmasasi i dadan n IlIlmumu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia yang telah banyak memberikan Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia yang telah banyak memberikan dukungan
dukungan
kepada peneliti.
kepada peneliti.
10.
10. TerTerima kasih kepadima kasih kepada a kedkedua ua oraorangtngtua ua tertercincinta ta penpenelieliti, Abdul Hamid Guloti, Abdul Hamid Gulo (Ayah
(Ayah) dan Salawat) dan Salawati i BerutBerutu (Ibu) yang selau (Ibu) yang selalu memberlu memberikan kasih sayikan kasih sayang,ang, do’a serta perhatian dan dukungan kepada peneliti dalam penyusunan skripsi do’a serta perhatian dan dukungan kepada peneliti dalam penyusunan skripsi ini.
ini.
11.
11. TerTerimaimakasikasih h kepkepada sahabaada sahabat, t, temteman-an-temteman, dan an, dan kelkeluaruarga ga yanyang g tidtidak ak bisbisaa disebut satu persatu yang telah ikut membantu dan memberikan dukungan disebut satu persatu yang telah ikut membantu dan memberikan dukungan serta motivasi sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.
serta motivasi sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.
Dengan segala kerendahan hati peneliti mengucapkan terimakasih. Semoga skripsi Dengan segala kerendahan hati peneliti mengucapkan terimakasih. Semoga skripsi in
ini i dadapapat t bebermrmananfafaat at babagi gi pepembmbacaca a seksekalialianan. . TeTerimrima a kakasisih h ununtutuk k semsemuaua bimbingan, arahan, kritikan dan saran yang telah dib
bimbingan, arahan, kritikan dan saran yang telah diberikan oleh semua pihak.erikan oleh semua pihak.
Medan,
Medan, 06 06 Oktober Oktober 20202020 Peneliti
Peneliti
Sari Indah Wahyuni Sari Indah Wahyuni
viii viii
DAFTAR ISI DAFTAR ISI
Halaman
Halaman
BERITA ACARA PERBAIKAN SKRIPSI ...
BERITA ACARA PERBAIKAN SKRIPSI ...ii HALAMAN PENGESAHAN ...
HALAMAN PENGESAHAN ... ... iiii PERNYATAAN ...
PERNYATAAN ... ... iiiiii DAFTAR RIWAYAT HIDUP ...
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... ... iviv ABSTRAK...
ABSTRAK... ... vv ABSTRACT
ABSTRACT ... ... vivi KATA PENGANTAR...
KATA PENGANTAR... .. viivii DAFTAR ISI...
DAFTAR ISI... ... ixix DAFTAR
DAFTAR TABEL...TABEL...xiiixiii DAFTAR
DAFTAR LAMPIRAN...LAMPIRAN...xiv...xiv
BAB 1
BAB 1 PENDAHULUAN ...PENDAHULUAN ... ... 11 A.
A. Latar Belakang ...Latar Belakang ... 1... 1 B.
B. Rumusan Masalah Rumusan Masalah ... 5... 5 C. Tujuan ...
C. Tujuan ... ... 55 1. Tujuan
1. Tujuan Umum ...Umum ... ... 55 2. Tujuan
2. Tujuan Khusus ...Khusus ... ... 66 D.
D. Manfaat ...Manfaat ... 6... 6 1. Bagi
1. Bagi Responden ...Responden ... ... 66 2.
2. Bagi Bidan Bagi Bidan Desa ...Desa ... 6... 6
ix ix
3.
3. Bagi Universitas Bagi Universitas Sari Mutiara Sari Mutiara ... 6.... 6 4.
4. Bagi PenBagi Peneliti Selanjtnyeliti Selanjtnya ...a ... 6... 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... .... 77 A.
A. Konsep Konsep Tumbuh Tumbuh Kembang Kembang Balita Balita ... 7... 7 1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan
1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
Perkembangan Balita Balita ... 8... 8 B.
B. Konsep SKonsep Status Gizi Ptatus Gizi Pada Balita ..ada Balita ... 9... 9 1. Status Gizi ... 9 1. Status Gizi ... 9 2. Penilaian
2. Penilaian Status Gizi Status Gizi Pada Pada Balita ...Balita ... 10. 10 3. Kategori Status Gizi
3. Kategori Status Gizi Balita ...Balita ... ... 1212 4. Kebutuhan Gizi Balita ...
4. Kebutuhan Gizi Balita ... 13.. 13 C.
C. Konsep Pola Konsep Pola Pemberian Makan Pemberian Makan ... 15... 15 1. Pengertian Pola
1. Pengertian Pola Makan ...Makan ... 15... 15 2.
2. Faktor-Faktor Yang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pola Mempengaruhi Pola Pemberian MakanPemberian Makan pada Balita ...
pada Balita ... 15. 15 3.
3. Pola Pemberian Pola Pemberian Makanan Sesuai Makanan Sesuai Usia ...Usia ... 18... 18 4.
4. Upaya Ibu Upaya Ibu Dalam Pemenuhan Dalam Pemenuhan Nutrisi Balita ... 19Nutrisi Balita ... 19 D.
D. Komponen PKomponen Pola Makan ola Makan ... 20... 20 1. Jenis Makanan ...
1. Jenis Makanan ... ... 2020 2. Jumlah Porsi Makanan ... 22 2. Jumlah Porsi Makanan ... 22
3. Jadwal Makanan ...
3. Jadwal Makanan ... ... 2323
x x
E.
E. Kerangka Konsep Kerangka Konsep ... 24... 24 BAB III
BAB III METODE PENELITIAN ...METODE PENELITIAN ... ... 2525 A.
A. Desain Penelitian ...Desain Penelitian ... 25... 25 B.
B. Populasi dan Sampel ...Populasi dan Sampel ... 25... 25 1.
1. Populasi ...Populasi ... 25... 25 2.
2. Sampel ...Sampel ... 25... 25 C. Tempat Penelitian
C. Tempat Penelitian ... ... 2626 D. Waktu Penelitian ...
D. Waktu Penelitian ... ... 2727 E.
E. Definisi Operasional Definisi Operasional ... 27... 27 F.
F. Aspek PengAspek Pengukuran ukuran ... 27... 27 1.
1. Pola Pemberian Pola Pemberian Makan .Makan ... 27... 27 2.
2. Status Gizi Status Gizi ... 28... 28 G.
G. Uji Validitas dan Reabilitas ...Uji Validitas dan Reabilitas ... 29... 29 1.
1. Uji Validitas Uji Validitas ... 29... 29 2.
2. Uji Reabilitas ...Uji Reabilitas ... 30... 30 H.
H. Pengumpulan Pengumpulan Data ...Data ... 31... 31 I.
I. Pengolahan Data Pengolahan Data ... 31... 31 J.
J. Etika Penelitian ...Etika Penelitian ... 33... 33 K.
K. Analisa Data Analisa Data ... 34... 34 1.
1. Analisa Analisa Univariat Univariat ... .. 3434 2.
2. Analisa Bivariat ...Analisa Bivariat ... 35... 35
xi xi
BAB IV HASIL PENELIT
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... IAN DAN PEMBAHASAN ... 3636 A.
A. Hasil Penelitian ...Hasil Penelitian ... 36... 36 1.
1. Gambaran Umum LoGambaran Umum Lokasi dan Penelitian ...kasi dan Penelitian ... 36... 36 2.
2. Analisa Univariat ...Analisa Univariat ... 36... 36 3.
3. Analisa Bivariat .Analisa Bivariat ... 40... 40 B.
B. Pembahasan ...Pembahasan ... 41... 41 1.
1. Pola Pemberian Makan ..Pola Pemberian Makan ... 41... 41 2.
2. Status Gizi Status Gizi ... 43... 43 3.
3. Hubungan Pola Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Pemberian Makan Dengan Status Gizi Gizi BalitaStatus Gizi Gizi Balita ...
... ... 4444 BAB V
BAB V KESIMPULKESIMPULAN DAN AN DAN SARAN ...SARAN ... ... 4646 A.
A. Kesimpulan ...Kesimpulan ... 46... 46 B. Keterbatasan Peneliti ... 46 B. Keterbatasan Peneliti ... 46 C.
C. Saran Saran ... 46... 46 DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
LAMPIRAN
xii xii
DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL
Halaman Halaman
Tabel 2.1 Penilaian Status Gizi Berdasarkan Indeks BB/U, TB/U, BB/TB .... 11
Tabel 2.1 Penilaian Status Gizi Berdasarkan Indeks BB/U, TB/U, BB/TB .... 11
Tabel 2.2 Takaran Konsumsi Makanan Sehari Pada Anak ... 19
Tabel 2.2 Takaran Konsumsi Makanan Sehari Pada Anak ... 19
Tabel 3.1 Definisi Operasional Tabel 3.1 Definisi Operasional ... ... 2727 Tabel 3.2 Uji Validitas Instrumen Child Feeding Quetionaire (CFQ) ... 29
Tabel 3.2 Uji Validitas Instrumen Child Feeding Quetionaire (CFQ) ... 29
Tabel 3.3 Uji Reabilitas Instrumen Child Feeding Quetionaire (CFQ) ... Tabel 3.3 Uji Reabilitas Instrumen Child Feeding Quetionaire (CFQ) ... 30... 30
Tabel 4.1 Distribusi Usia, Jenis Kelamin dan Berat Badan Responden ... 37
Tabel 4.1 Distribusi Usia, Jenis Kelamin dan Berat Badan Responden ... 37
Tabel 4.2 Distribusi Usia, Pendidikan, Pekerjaan dan Pendapatan Ibu ... 38
Tabel 4.2 Distribusi Usia, Pendidikan, Pekerjaan dan Pendapatan Ibu ... 38
Tabel 4.3 Distribusi Pola Pemberian Makan ... 39
Tabel 4.3 Distribusi Pola Pemberian Makan ... 39
Tabel 4.4 Tabel Distribusi Tabel 4.4 Tabel Distribusi Status Gizi ...Status Gizi ... 40... 40
xiii xiii
DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR LAMPIRAN
La
Lampmpiriran 1an 1 : Le: Lembmbar Pear Persrsetetujujuauan Menn Menjajadi Rdi Resespopondndenen Lam
Lampirpiran 2an 2 : Ku: Kuesiesioneoner Gamr Gambarbaran Stan Statuatus Gizs Gizi Ani Anak Bak Balialita Beta Bedasdasarkarkanan Antropometri
Antropometri La
Lampmpiriran 3an 3 : K: Kueuesisiononer Per Pemembeberirian an PoPola la MaMakakann La
Lampmpiriran an 44 : L: Lemembabar Pr Penencatcatatatan an BB BB babalilitata La
Lampmpiriran 5an 5 : SO: SOP PeP Pengngukukururan Ban Beraerat Bat Badadan Bn Balialitata Lampiran
Lampiran 6 6 : : Surat Surat Ijin Ijin PenelitianPenelitian Lamipran
Lamipran 7 7 : : Surat Surat Balasan Balasan PenelitianPenelitian La
Lampmpiriran an 88 : L: Lemembabar Kr Kononsusul Sl Skrkripipsisi L
Laammppiirraan 9n 9 : : MMaaststeer Dr Daattaa La
Lampmpiriran 1an 100 : Ha: Hasisil Sl SPSPSSS La
Lampmpiriran 1an 111 : H: Hasasil il UjUji Ei Etitik k La
Lampmpiriran an 1212 : D: Dokokumumenentatasisi
xiv xiv
BAB 1 BAB 1
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
A.
A. LLatataar Br Beelalakakangng
Balita adalah anak yang telah menginjak usia di atas satu tahun atau di bawah Balita adalah anak yang telah menginjak usia di atas satu tahun atau di bawah lim
lima a tahtahun un yaiyaitu tu 2424-60 bulan. Masa -60 bulan. Masa ini menjaini menjadi di tantantantangan gan bagbagi i oraorang ng tuatua ka
karerena na ananak ak sususasah h mamakakan, n, mememimililih h mamakakan n dadan n susuka ka papada da jajajajan n yayangng kan
kandundungan gan gizgizinyinya a tidtidak ak baibaik k sepseperterti i mie mie insinstantant, t, sehsehingingga ga menmenyebyebabkabkanan kekurangan atau kelebihan asupan zat gizi yang dapat mempengaruhi status kekurangan atau kelebihan asupan zat gizi yang dapat mempengaruhi status gizi dan
gizi dan kesehkesehatannyatannya a (Boed(Boediarsih, dkk, 2019). Balita iarsih, dkk, 2019). Balita diangdianggap pada gap pada risikorisiko gizi terbesar karena pola pemberian makan yang buruk akan berdampak pada gizi terbesar karena pola pemberian makan yang buruk akan berdampak pada pertumbuhan
pertumbuhan dan dan perkembangan. perkembangan. Hal Hal tersebut tersebut menyebabkan menyebabkan kelompok kelompok usiausia balita
balita terjadi terjadi peningkatan peningkatan risiko risiko morbiditas morbiditas dan dan mortalitas mortalitas (Subarkah, (Subarkah, dkk,dkk, 2016).
2016).
Zat gizi dari makanan merupakan sumberutama untuk memenuhi kebutuhan Zat gizi dari makanan merupakan sumberutama untuk memenuhi kebutuhan ana
anaktuktumbumbuh h kemkembanbang g optoptimaimal l sehsehingingga ga dapdapatmatmencaencapai pai kesekesehathatan an yanyangg paripurna,
paripurna, yaitusehat yaitusehat fisik, fisik, sehat sehat mental, mental, dan dan sehat sehat sosial. sosial. Setiap Setiap harinyaharinya anakmembutuhkan asupan gizi seimbang yangterdiri dari karbohidrat, protein, anakmembutuhkan asupan gizi seimbang yangterdiri dari karbohidrat, protein, lemak,vitamin dan mineral. Asupan kandungan gizitersebut dapat diperoleh lemak,vitamin dan mineral. Asupan kandungan gizitersebut dapat diperoleh da
dari ri mamakakananan n yayang ng didikokonsnsumumsi si yayang ng bebergrgununa a ununtutuk k pepertrtumumbubuhahanonotak tak (in
(inteletelegengensiasia) ) dan dan perpertumtumbuhbuhan an fisifisik. k. UntUntuk uk menmengetgetahuahui i stastatustusgizgizi i dandan ke
kesehsehatatan an ananak ak secsecarara a memenynyelelururuhuhdadapapat t didililihahat t mumulalai i dadari ri pepenanampmpililanan umum
umum(berat (berat badan badan dan dan tingtinggi gi badanbadan),tand),tanda-tanda-tandafisik, afisik, motomotorik, rik, fungsfungsionalional,, emosi dan kognisianak. Berdasarkan pengukuran antropometrimaka anak yang emosi dan kognisianak. Berdasarkan pengukuran antropometrimaka anak yang sehat bertambah umur, bertambah berat, dan tinggi. Salah satu cara penilaian sehat bertambah umur, bertambah berat, dan tinggi. Salah satu cara penilaian status gizi balitaadalah dengan pengukuran antropometri yangmenggunakan status gizi balitaadalah dengan pengukuran antropometri yangmenggunakan indeks berat badan menurutumur (BB/U) dan di kategorikan dalam “gizilebih, indeks berat badan menurutumur (BB/U) dan di kategorikan dalam “gizilebih, gizi baik, gizi kurang, gizi
gizi baik, gizi kurang, gizi buruk”.(Muzayyaroh, 2017).buruk”.(Muzayyaroh, 2017).
1 1
Berdasarkan data
Berdasarkan dataWorld Health OrganitationWorld Health Organitation (WHO) pada tahun 2017 lebih(WHO) pada tahun 2017 lebih dari setengah kematian balita disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dari setengah kematian balita disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dan diobati melalui
dan diobati melalui intervintervensi ensi sederhsederhana dan ana dan terjanterjangkau. Anak-anagkau. Anak-anak k yangyang kekurangan gizi, terutama mereka yang kekurangan gizi akut, memiliki risiko kekurangan gizi, terutama mereka yang kekurangan gizi akut, memiliki risiko kem
kematiaatian n yanyang g leblebih ih tintinggiggi. . FakFaktortor-fak-faktor tor yanyang g berberhubhubungungan an dendengan gan gizgizii berkontribusi
berkontribusi pada pada sekitar sekitar 45% 45% kematian kematian pada pada anak anak di di bawah bawah usia usia 5 5 tahuntahun (Hanim, 2020).
(Hanim, 2020).
Pe
Pemamantntauauan an stastatutus s gigizi zi (P(PSGSG) ) di di InIndodonenesisia a papada da tatahuhun n 202015 15 PSPSG G tetelalahh berhasil
berhasil dilakukandi dilakukandi seluruh seluruh Kabupaten Kabupaten dan dan kota kota di di Indonesia, Indonesia, yakni yakni 496496 Kab
Kabupaupatenten/Ko/Kota ta MadMadya ya dendengan gan melmelibatibatkan kan leblebih ih kurkurang ang 165165.00.000 0 BalBalitaita sebaga
sebagai i sampelsampelnya. PSG nya. PSG 2015 menunj2015 menunjukkaukkan n hasil yang hasil yang lebih baik lebih baik dari tahundari tahun se
sebebelulumnmnyaya. . PePersrsenentatase se babalilita ta dedengngan an gigizi zi bubururuk k dadan n sasangngat at pependndek ek men
mengalgalami ami penpenuruurunannan. . PSG PSG 202015 15 menmenyebyebut ut 3,83,8% % BalBalita ita menmengalgalami ami gizgizii buruk.
buruk. Angka Angka ini ini turun turun dari dari tahun tahun sebelumnya sebelumnya yakni yakni 4,7%. 4,7%. Hasil Hasil PSG PSG 2015,2015, antara lain: Status Gizi
antara lain: Status Gizi BalitBalita a menurmenurut Indeks Berat ut Indeks Berat Badan per Usia Badan per Usia (BB/U(BB/U),), didapatkan hasil: 79,7% gizi baik; 14,9% gizi kurangdan 1,5% gizi lebih.
didapatkan hasil: 79,7% gizi baik; 14,9% gizi kurangdan 1,5% gizi lebih.
Status Gizi Balita Menurut Indeks Tinggi Badan per Usia (TB/U), didapatkan Status Gizi Balita Menurut Indeks Tinggi Badan per Usia (TB/U), didapatkan hasil: 71% normal dan 29,9% Balita pendek dan sangat pendek. Status Gizi hasil: 71% normal dan 29,9% Balita pendek dan sangat pendek. Status Gizi Balit
Balita Menurut a Menurut IndexIndext t Berat BaBerat Badan per Tdan per Tingginggi Badan (Bi Badan (BB/TB)B/TB), didap, didapatkanatkan has
hasil il : : 82,82,7% 7% NorNormalmal, , 8,28,2% % kurkurus,us,5,35,3% % gemgemuk, uk, dan 3,7% dan 3,7% sansangat gat kurkurusus (Rahmadaniah, 2019).
(Rahmadaniah, 2019).
Berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2008- Berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2008- 200
2009 9 menmenunjunjukkukkan an angangka ka kemkematiatian an balbalita ita sebsebesar esar 46 46 per per 1.01.000 00 kelkelahiahiranran hidup atau setiap hari ada 566 kematian balita. Sedangkan status gizi pada hidup atau setiap hari ada 566 kematian balita. Sedangkan status gizi pada tahun 2009 jumlah anak kuang gizi sebesar 5 juta. Tahun 2010 di Indonesia tahun 2009 jumlah anak kuang gizi sebesar 5 juta. Tahun 2010 di Indonesia dilap
dilaporkan Angka Kematian Neonatal (AKN), Angka orkan Angka Kematian Neonatal (AKN), Angka KematiKematian an Bayi (AKB)Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKBA) berturut-turut sebesar 19/1000 kelahiran dan Angka Kematian Balita (AKBA) berturut-turut sebesar 19/1000 kelahiran
3 3
hidup (KH), 34/1000 dan 44/1000 KH dari target
hidup (KH), 34/1000 dan 44/1000 KH dari target AKB dan AKBA tahun 2015AKB dan AKBA tahun 2015 23/1000 KH dan 32/1000 KH
23/1000 KH dan 32/1000 KH (Kemenkes RI, 2010).(Kemenkes RI, 2010).
Saat ini Indonesia dihadapkan pada Beban Gizi Ganda atau sering disebut Saat ini Indonesia dihadapkan pada Beban Gizi Ganda atau sering disebut Double
Double BurdenBurden, yang artinya pada saat negara ini masih terus bekerja keras, yang artinya pada saat negara ini masih terus bekerja keras mengatasi masalah kekurangan gizi seperti gizi buruk, kurus, dan stunting, mengatasi masalah kekurangan gizi seperti gizi buruk, kurus, dan stunting, namun pada saat yang sama juga harus menghadapi masalah kelebihan gizi namun pada saat yang sama juga harus menghadapi masalah kelebihan gizi atau obesitas khususnya pada balita (Hanim, 2020).
atau obesitas khususnya pada balita (Hanim, 2020).
S
Statatutus s gigizi zi ananak ak bbalalitita a sesecacara ra sesedederhrhanana a dadappat at didikketetahahuui i ddenengganan memb
membandinandingkan antara gkan antara berat badan berat badan menurmenurut ut umur maupun menurut panjangumur maupun menurut panjang badannya dengan rujukan (standar) yang telah ditetapkan. Apabila berat badan badannya dengan rujukan (standar) yang telah ditetapkan. Apabila berat badan
menu
menurut umur rut umur sesuai dengan standasesuai dengan standar, r, anak disebutanak disebut gizi gizi baik baik . Kalau sedikit di. Kalau sedikit di bawah
bawah standar standar disebutdisebut gizi gizi kurang kurang . Apabila jauh dibawah standar dikatakan. Apabila jauh dibawah standar dikatakan gizi
gizi buruk buruk . Namun penghitungan berat badan menurut panjang badan lebih. Namun penghitungan berat badan menurut panjang badan lebih memberi arti klinis. Anak kurang gizi pada tingkat ringan dan atau sedang memberi arti klinis. Anak kurang gizi pada tingkat ringan dan atau sedang masih seperti anak-anak lain, beraktivitas, bermain dan sebagainya, tetapi bila masih seperti anak-anak lain, beraktivitas, bermain dan sebagainya, tetapi bila di
diamamati ati dedengngan an seseksksamama a babadadannnnya ya mumulalai i kukururus s dadan n stastamiminananynya a mumulalaii menurun. Pada fase lanjut (gizi buruk) akan rentan terhadap infeksi, terjadi menurun. Pada fase lanjut (gizi buruk) akan rentan terhadap infeksi, terjadi pengurusan otot, pembengkakan hati, dan berbagai gangguan yang lain
pengurusan otot, pembengkakan hati, dan berbagai gangguan yang lain sepertiseperti mis
misalnalnya ya perperadaadangangan n kulkulit, it, infinfekseksi, i, kelkelainainan an orgorgan an dan dan funfungsigsinya nya (ak(akibaibatt atrophy
atrophy/ pengecilan organ tersebut) (Rahmadaniah, 2019)./ pengecilan organ tersebut) (Rahmadaniah, 2019).
Statu
Status s gizi seseorang dipengarugizi seseorang dipengaruhi hi oleh beberapa faktor, baik oleh beberapa faktor, baik secara langsungsecara langsung maupun tidak langsung. Ketidak sesuaian antara jumlah gizi yang diperoleh maupun tidak langsung. Ketidak sesuaian antara jumlah gizi yang diperoleh dan kebutuhan gizi serta penyakit infeksi, seperti diare dapat memengaruhi dan kebutuhan gizi serta penyakit infeksi, seperti diare dapat memengaruhi st
statatus us gigizi zi sesecacara ra lalangngsusungng, , tetergrganantutung ng papada da bebesasarnrnya ya dadampmpak ak yayangng ditimbulkan. Faktor yang secara tidak langsung memengaruhi status gizi ialah ditimbulkan. Faktor yang secara tidak langsung memengaruhi status gizi ialah pengetahuan,
pengetahuan, persepsi, persepsi, kebiasaan kebiasaan makan,dan makan,dan kondisi kondisi sosial sosial ekonomi.ekonomi.
Prevalensi balita dengan status gizi kurang yang cenderung meningkat apabila Prevalensi balita dengan status gizi kurang yang cenderung meningkat apabila
tidak diatasi akan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius. Oleh tidak diatasi akan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius. Oleh seb
sebab ab ituitu, , perperlu lu dildilakuakukan kan upaupaya ya untuntuk uk menmenekaekan n preprevalvalensensi i balbalita ita dendengangan status gizi kurang.Upaya yang dapat dilakukan untuk menekan kejadian balita status gizi kurang.Upaya yang dapat dilakukan untuk menekan kejadian balita den
dengan gan statstatus us gizgizi i kurkurang ang ialialah ah menmeningingkatkatkan kan mutmutu u gizgizi i perperoraorangangan n dandan masyarakat dengan cara memperbaiki pola konsumsi makanan yang sesuai masyarakat dengan cara memperbaiki pola konsumsi makanan yang sesuai den
dengan gan gizgizi i seimseimbanbang, g, memmemperperbaibaiki ki perperilakilaku u sadsadar ar gizgizi, i, aktaktiviivitas tas fisifisik,k, meningkatkan akses dan mutu pelayanan gizi sesuai dengan kemajuan ilmu meningkatkan akses dan mutu pelayanan gizi sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan
pengetahuan dan dan teknologi, teknologi, serta serta meningkatkan meningkatkan sistem sistem kewaspadaan kewaspadaan padapada pangan dan gizi (Khayati dan Ririn, 20
pangan dan gizi (Khayati dan Ririn, 2018).18).
Ber
Berdasdasarkarkan penelan penelitiitian an DamDamaiyaiyantanti, i, dkk (20dkk (2016) tent16) tentang ang polpola a makmakan ygan yg memil
memiliki iki hubuhubungan dengan ngan dengan pertupertumbuhmbuhan an dan dan perkemperkembangabangan n anak anak dimandimanaa orang tua yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang pola makan orang tua yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang pola makan dan pertumbuhan (status gizi) akan mampu untuk memantau dan melatih anak dan pertumbuhan (status gizi) akan mampu untuk memantau dan melatih anak untuk perkembangan dengan optimal sehingga jika terjadi kelainan tumbuh untuk perkembangan dengan optimal sehingga jika terjadi kelainan tumbuh k
kemembbanang g ppadada a ananak ak babalilita ta ddapapat at ddididetetekeksi si sesecacara ra ddinini.i.BeBegigitutupupunn denganpenelitianPurwani dan Mariyam (2013) mengatakan pola makan pada denganpenelitianPurwani dan Mariyam (2013) mengatakan pola makan pada balita
balita sangat sangat berperan berperan penting dalam penting dalam proses proses pertumbuhan pada pertumbuhan pada balita, balita, karenakarena da
dalam lam mamakakananan n babanynyak ak memengnganandudung ng gigizizi.G.Gizizi i inini i sansangagat t beberprpenengagaruruhh terhadap nafsumakan. Jika pola makan tidak tercapai dengan baik pada balita terhadap nafsumakan. Jika pola makan tidak tercapai dengan baik pada balita maka pertumbuhan balita akan terganggu seperti tubuh kurus,kulit kering, maka pertumbuhan balita akan terganggu seperti tubuh kurus,kulit kering, sering sakit, kurang lin
sering sakit, kurang lincah, cah, pendek bahkan bpendek bahkan bisa terjadi gizi buruk padisa terjadi gizi buruk pada balita.a balita.
Diman
Dimana a pada jumlah pada jumlah makan menurut (Sulistyonmakan menurut (Sulistyoningsihingsih, , 20112011) ) adalah jenisadalah jenis makanan pokok yang dimakan setiap hari terdiri dari makanan pokok, lauk makanan pokok yang dimakan setiap hari terdiri dari makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayuran, dan buah yang dikonsumsi setiap hari. Makanan hewani, lauk nabati, sayuran, dan buah yang dikonsumsi setiap hari. Makanan pokok
pokok adalah adalah sumber sumber makanan makanan utama utama di di negara negara Indonesia Indonesia yang yang dikonsumsidikonsumsi setiap orang atau sekelompok masyarakat yang terdiri dari beras, jagung, sagu, setiap orang atau sekelompok masyarakat yang terdiri dari beras, jagung, sagu, umbi-umbian dan tepung. Frekuensi makan adalah beberapa kali makan
umbi-umbian dan tepung. Frekuensi makan adalah beberapa kali makan dalamdalam sehari meliput
sehari meliputi i makan pagi, makan siang, makan makan pagi, makan siang, makan malam dan malam dan makan selinganmakan selingan
5 5
(Depkes, 2013). Sedangkan jumlah makan (Willy, 2011) adalah banyaknya (Depkes, 2013). Sedangkan jumlah makan (Willy, 2011) adalah banyaknya ma
makakananan n yayang ng didimamakakan n dadalalam m setsetiaiap p ororanang g atatau au setsetiaiap p inindidivividu du dadalalamm kelompok.
kelompok.
Berda
Berdasarkan sarkan survey survey awal awal yang dyang dilakuilakukan pekan peneliti padneliti pada tahua tahun 201n 2019 jum9 jumlahlah anak balita di Dusun XVI Kecamatan Percut Sei Tuan terdapat 67 anak balita.
anak balita di Dusun XVI Kecamatan Percut Sei Tuan terdapat 67 anak balita.
Didapatkan data dari bidan setempat di daerah Kecamatan Percut Sei Tuan Didapatkan data dari bidan setempat di daerah Kecamatan Percut Sei Tuan bahwa jumlah
bahwa jumlah anak balita anak balita yang mengalami yang mengalami gizi kurang gizi kurang sebanyak 3 sebanyak 3 orang danorang dan yang mengalami gizi buruk tidak ada. Dari hasil wawancara
yang mengalami gizi buruk tidak ada. Dari hasil wawancara terhadap beberapaterhadap beberapa ibu
ibu disdisana ana yanyang g memmemiliiliki ki anaanak k balbalitaita. . BerBerdasdasarkarkan an penpengamgamatan atan penpenelitelitii ter
terdapdapat at bebbeberaperapa a balbalita ita yanyang g menmengalgalami ami konkondisdisi i badbadan an kurkurus, us, berberambambutut pirang
pirang dan dan memiliki memiliki kulit kulit tubuh tubuh yang yang kering. kering. Kemudian Kemudian pengetahuan pengetahuan ibuibu tentang pola makannya, ibu menyebutkan anak tersebut jarang mengkonsumsi tentang pola makannya, ibu menyebutkan anak tersebut jarang mengkonsumsi sayur-
sayur-sayurasayuran, n, susu, maupun buah-bususu, maupun buah-buahan. Selain itu, ahan. Selain itu, pola makan pola makan anak jugaanak juga tid
tidak ak terteratuatur r bisbisa a sehsehari ari hanhanya ya dua kali dua kali sajsaja. a. Dan jumlaDan jumlah h makmakanaanan n yanyangg diberikan pada anak sehari hanya 1-2 piring nasi atau berkisar 4 sampai 6 diberikan pada anak sehari hanya 1-2 piring nasi atau berkisar 4 sampai 6 sendok makan saja dan itupun tidak habis. Berdasarkan inilah saya tertarik sendok makan saja dan itupun tidak habis. Berdasarkan inilah saya tertarik untuk mengambil judul penelitian tentang “Hubungan Pola Pemberian Makan untuk mengambil judul penelitian tentang “Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Status Gizi Pada Anak Balita Di Bagan Percut Kecamatan Percut Sei Dengan Status Gizi Pada Anak Balita Di Bagan Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2020”
Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2020”
B.
B. RuRumumusasan Mn Masasalalahah
Apakah ada Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Status Gizi Pada Anak Apakah ada Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Status Gizi Pada Anak Balita di Bagan Percut ?
Balita di Bagan Percut ? 1. Tujuan Umum 1. Tujuan Umum
Untuk mengidentifikasi Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Status Untuk mengidentifikasi Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Status Gizi Pada Anak Balita di Bagan Percut.
Gizi Pada Anak Balita di Bagan Percut.
2.2. Tujuan KhususTujuan Khusus 1.
1. MenMengidgidententifiifikasi Pokasi Pola Pemla Pemberberian Makian Makan Padan Pada Anak Baa Anak Balitlita Di Bagaa Di Bagann Percut.
Percut.
2.
2. MenMengidgidententifiifikasi kasi StaStatus tus GizGizi Pai Pada Bda Balialita Di ta Di BagBagan Pan Percuercut.t.
C
C.. MMaannffaaaatt 1
1. . BBaaggi i RReessppoonnddeenn
Sebagai bahan informasi untuk mengetahui Pola Pemberian Makan Sebagai bahan informasi untuk mengetahui Pola Pemberian Makan Dengan Status Gizi Pada Balita di Bagan Percut.
Dengan Status Gizi Pada Balita di Bagan Percut.
2
2.. BBaaggi i BBiiddaan n DDeessaa
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi tambahan bagi Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi tambahan bagi te
tenanaga ga kekesesehahatatan n ununtutuk k memenanambmbah ah wawawawasasan n agagar ar bibisa sa lelebibihh me
mempmperherhatiatikakan n kekesehsehatatan an wawargrgananya ya dadalalam m memengngamambibil l lanlangkgkahah mencegah terjadinya gizi kurang.
mencegah terjadinya gizi kurang.
3.
3. BaBagi Ugi Uniniveversrsititas Sas Sarari Mi Mututiaiarara
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan informasi bagi Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan informasi bagi mah
mahasisasiswa wa sari sari mumutiartiara a khkhusuususnysnya a proprogragram m stustudi di ilmilmu u keskesehaehatantan men
mengengenai ai PolPola a PemPemberberian ian MakMakan an DenDengan gan StaStatus tus GizGizi i PadPada a AnaAnak k Balita.
Balita.
4.
4. BaBagi Pegi Peneneliliti Seti Selalanjnjututnynyaa Ha
Hasisil l pepenenelilititian an inini i dadapapat t didijajadidikakan n sesebabagagai i babahahan n pepenenelilititianan selanjutnya sebagai informasi tambahan untuk mengetahui Hubungan selanjutnya sebagai informasi tambahan untuk mengetahui Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Status Gizi Pada Anak Balita.
Pola Pemberian Makan Dengan Status Gizi Pada Anak Balita.
BAB II BAB II
TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA
A.
A. Konsep TKonsep Tumbuh Kemumbuh Kembang Balitabang Balita
Usia balita merupakan masa pertumbuhan dasar anak dan periode penting Usia balita merupakan masa pertumbuhan dasar anak dan periode penting dalam proses tumbuh kembang anak. Masa tumbuh kembang pada usis ini dalam proses tumbuh kembang anak. Masa tumbuh kembang pada usis ini merupakan masa yang berlangsung cepat dan tidak
merupakan masa yang berlangsung cepat dan tidak akan pernah terulang, atauakan pernah terulang, atau se
serinring g didisebsebut ut gogoldlden en agage e atatau au mamasa sa kekeememasaasan. n. PaPada da mamasaa saa inini, i, babalilitata membutuhkan asupan zat gizi yang cukup dalam jumlah dan kualitas yang membutuhkan asupan zat gizi yang cukup dalam jumlah dan kualitas yang lebih banyak, karena pada umumnya aktivitas fisik yang cukup tinggi dan lebih banyak, karena pada umumnya aktivitas fisik yang cukup tinggi dan masih dalam proses belajar (Boediarsih, dkk, 2019).
masih dalam proses belajar (Boediarsih, dkk, 2019).
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses berkelanjutan dan saling Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses berkelanjutan dan saling terkait di masa kanak-kanak. Pertumbuhan dan perkembangan yang adekuat terkait di masa kanak-kanak. Pertumbuhan dan perkembangan yang adekuat me
mengnginindidikakasisikan kan kekesehsehatatan an babayi yi atatau au ananakak. . PePertrtumumbubuhahan n memerurupapakakann peningkatan
peningkatan ukuran ukuran fisik fisik sedangkan sedangkan perkembangan perkembangan merupakan merupakan rangkaianrangkaian proses
proses ketika ketika bayi bayi dan dan anak-anak anak-anak mengalami mengalami peningkatan peningkatan berbagaiberbagai ketrampilan dan fungsi (Rahmadaniah, 2019)
ketrampilan dan fungsi (Rahmadaniah, 2019)
Pe
Pertrtumumbubuhahan n dadan n peperkrkemembabangngan an ananak ak didipepengngararuhuhi i ololeh eh dudua a fafaktktor or d
diiaannttaarraannyya a ffaakkttoor r hheerreeddiittaass//kkeettuurruunnaan n ddaan n lliinnggkkuunnggaann..
Fak
Faktortorherheredieditas/tas/ketketuruurunan nan diadiantantaranranya ya yaiyaitu tu penpenententuan uan benbentuk tuk fisifisik k dandan panjang tulang
panjang tulang yang akan yang akan tumbuh serta tumbuh serta potensi potensi untuk penyakit untuk penyakit tertentu tertentu yangyang diseb
disebabkan oleh abkan oleh faktofaktor r genetgenetik, ik, sedangsedangkan kan faktofaktor r lingklingkungan merupakanungan merupakan fa
faktktor or yayang ng didipepengngaruaruhi hi ololeh eh ororanang g tutua a didianantatararanynya a kekecucukukupapan n gigizizi,, pemeliharaan kesehatan dan upaya pendidikan (Wido
pemeliharaan kesehatan dan upaya pendidikan (Widodo, 2009).do, 2009).
7 7
1.
1. FaktFaktor-for-faktoaktor r yang yang mempmempengaengaruhi ruhi pertpertumbuhumbuhan an dan dan perkperkembaembanganngan balita
balita
Menurut (Santri, dkk 2014) Tingkat pertumbuhan dan perkembangan pada Menurut (Santri, dkk 2014) Tingkat pertumbuhan dan perkembangan pada anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain status ekonomi anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain status ekonomi dan tingkat pendidikan.
dan tingkat pendidikan.
1.
1. SStatatutus Eks Ekoononomimi Sta
Status tus ekoekonomnomi i kelkeluaruarga ga dapdapat at memmempenpengargaruhi uhi perpertumtumbuhbuhan an dandan perkembangan anak. Anak
perkembangan anak. Anak yang dibesarkan di yang dibesarkan di keluarga yang keluarga yang memilikimemiliki status ekonomi tinggi akan lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan status ekonomi tinggi akan lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan gizi yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang dibesarkan di gizi yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang dibesarkan di kel
keluaruarga ga yanyang g berberstatstatus us ekoekonomnomi i sedsedang ang atau atau renrendah. dah. AnaAnak k dendengangan latar belakang status ekonomi rendah biasanya memiliki keterkaitan latar belakang status ekonomi rendah biasanya memiliki keterkaitan den
dengan gan masmasalah alah kekkekuraurangangan n makmakanaanan, n, keskesehaehatan tan linlingkugkungangan n yanyangg buruk,
buruk, serta serta ketidaktahuan ketidaktahuan terhadap terhadap proses proses tumbuh tumbuh kembang. kembang. HalHal ters
tersebuebut t akaakan n menmenghaghambambat t perpertumtumbuhbuhan an dan dan perperkemkembanbangan gan anaanak k secara langsung.
secara langsung.
2.
2. TiTingngkakat Pent Pendidididikakann
Status ekonomi sering dikaitkan dengan tingkat pendidikan seseorang, Status ekonomi sering dikaitkan dengan tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi status ekonomi seseorang akan semakin tinggi pula semakin tinggi status ekonomi seseorang akan semakin tinggi pula tin
tingkagkat t penpendiddidikaikannynnya. a. KelKeluaruarga ga dendengan gan tintingkgkat at penpendiddidikaikan n yanyangg tinggi akan lebih mudah menerima informasi atau arahan tentang cara tinggi akan lebih mudah menerima informasi atau arahan tentang cara meningkatan tumbuh kembang anak, penggunaan fasilitas kesehatan, meningkatan tumbuh kembang anak, penggunaan fasilitas kesehatan, serta pendidikan yang terbaik untuk anaknya dibandingkan keluarga serta pendidikan yang terbaik untuk anaknya dibandingkan keluarga dengan tingkat pendidikan rendah.
dengan tingkat pendidikan rendah.
Tum
Tumbubuh h kemkembanbang g anaanak k dapdapat at jugjuga a dipdipengengaruaruhi hi oleoleh h berberbagbagai ai fakfaktor tor lainnya seperti stimulasi orang tua, nutrisi, serta jenis kelamin. Nutrisi dan lainnya seperti stimulasi orang tua, nutrisi, serta jenis kelamin. Nutrisi dan stimulasi orang tua merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan dalam stimulasi orang tua merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan dalam keberlangsungan proses tumbuh kembang anak. Anak yang mendapatkan keberlangsungan proses tumbuh kembang anak. Anak yang mendapatkan
9 9
kebutuhan nutrisi yang cukup dan stimulasi yang terarah dari orang tua kebutuhan nutrisi yang cukup dan stimulasi yang terarah dari orang tua akan memiliki tumbuh kembang yang optimal.
akan memiliki tumbuh kembang yang optimal.
B.
B. Konsep SKonsep Status Gtatus Gizi Pada izi Pada BalitaBalita 1.
1. Status Status GiziGizi
Status gizi diartikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh Status gizi diartikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan zat gizi. Status gizi keseimbangan antara kebutuhan dan masukan zat gizi. Status gizi sangat ditentukan oleh ketersediaan zat gizi dalam jumlah cukup dan sangat ditentukan oleh ketersediaan zat gizi dalam jumlah cukup dan dalam kombinasi waktu yang tepat di tingkat sel tubuh agar
dalam kombinasi waktu yang tepat di tingkat sel tubuh agar berkembang dan berfungsi secara normal. Status gizi ditentu
berkembang dan berfungsi secara normal. Status gizi ditentukan olehkan oleh sepenuhnya zat gizi yang diperlukan tubuh dan
sepenuhnya zat gizi yang diperlukan tubuh dan faktor yang menentukanfaktor yang menentukan besarnya kebutuhan, penyerapan, d
besarnya kebutuhan, penyerapan, dan penggunaan zat-zat tersebut.an penggunaan zat-zat tersebut.
Kebutuhan bahan makanan pada setiap individu berbeda
Kebutuhan bahan makanan pada setiap individu berbeda karena adanyakarena adanya variasi genetik yang akan mengakibatkan perbedaan dalam proses
variasi genetik yang akan mengakibatkan perbedaan dalam proses metabolisme. Sasaran yang dituju yaitu
metabolisme. Sasaran yang dituju yaitu pertumbuhan yang optimalpertumbuhan yang optimal tanpa disertai oleh keadaan defisiensi gizi. Status gizi yang baik akan tanpa disertai oleh keadaan defisiensi gizi. Status gizi yang baik akan turut berperan dalam pencegahan terjadinya berbagai penyakit,
turut berperan dalam pencegahan terjadinya berbagai penyakit, khususnya penyakit infeksi dan dalam ter
khususnya penyakit infeksi dan dalam tercapainya tumbuh kembangcapainya tumbuh kembang anak yang optimal. (Triaswulan, 2012).
anak yang optimal. (Triaswulan, 2012).
Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan
penggunaan zat-zat zat-zat gizi. gizi. Faktor-faktor Faktor-faktor yang yang mempengaruhi mempengaruhi status status gizigizi adalah konsumsi makanan dan pengguanan zat-zat gizi dalam tubuh.
adalah konsumsi makanan dan pengguanan zat-zat gizi dalam tubuh.
Tub
Tubuh uh yanyang g memmemperperoleh oleh cukcukup up zatzat-zat -zat gizgizi i dan dan digdigunaunakan kan secasecarara efisien akan mencapai status gizi yang optimal. Defisiensi zat mikro efisien akan mencapai status gizi yang optimal. Defisiensi zat mikro seperti vitamin dan mineral memberi dampak pada penurunan status seperti vitamin dan mineral memberi dampak pada penurunan status gizi dalam waktu yang lama
gizi dalam waktu yang lama (Soekirman, 2012).(Soekirman, 2012).
2. Penilaian status gizi pada balita 2. Penilaian status gizi pada balita
Ada
Ada bebbeberaperapa a cara cara melmelakuakukan kan penpenilailaian ian stastatus tus gizgizi i padpada a kelkelompompok ok masyar
masyarakat. akat. Salah satunya Salah satunya adalah dengan adalah dengan pengupengukuran tubuh kuran tubuh manusmanusiaia yang dikenal dengan Antropometri. Dalam pemakaian untuk penilaian yang dikenal dengan Antropometri. Dalam pemakaian untuk penilaian status gizi, antropomteri disajikan dalam bentuk indeks yang dikaitkan status gizi, antropomteri disajikan dalam bentuk indeks yang dikaitkan dengan variabel lain. Variabel tersebut adalah sebagai berikut :
dengan variabel lain. Variabel tersebut adalah sebagai berikut : aa.. UUmmuur r
Um
Umur ur sasangngat at memememegagang ng peperarananan n dadalalam m pepenenentntuauan n ststatatus us gigizizi,, kesalahan penentuan akan menyebabkan interpretasi status gizi yang kesalahan penentuan akan menyebabkan interpretasi status gizi yang sala
salah. h. HasHasil il penpenimbimbangangan an berberat at badbadan an maumaupun pun tintinggi ggi badbadan an yanyangg akurat, menjadi tidak berarti bila tidak disertai dengan penentuan umur akurat, menjadi tidak berarti bila tidak disertai dengan penentuan umur y
yanang g tetepapat. t. KKesesalalahahan an yyanang g seseririnng g mumuncncuul l adadalalah ah adadananyyaa kecenderungan untu
kecenderungan untuk memilih angkk memilih angka yang a yang mudah seperti 1 mudah seperti 1 tahun; 1,5tahun; 1,5 tahun; 2 tahun. Oleh sebab itu penentuan umur anak perlu dihitung tahun; 2 tahun. Oleh sebab itu penentuan umur anak perlu dihitung deng
dengan cermat. an cermat. KetenKetentuanntuannya adalah 1 ya adalah 1 tahun adalah 12 bulan, 1 tahun adalah 12 bulan, 1 bulanbulan adalah
adalah 30 30 hari. hari. Jadi Jadi perhitperhitungaungan umn umur ur adalah adalah dalam dalam bulan bulan penuhpenuh,, artinya sisa umur dalam hari tidak diperhitungkan ( Depkes, 2014).
artinya sisa umur dalam hari tidak diperhitungkan ( Depkes, 2014).
b.
b. Berat BadanBerat Badan
Berat badan merupakan salah satu ukuran yang memberikan gambaran Berat badan merupakan salah satu ukuran yang memberikan gambaran ma
massa ssa jajarinringagan, n, tetermrmasuasuk k cacairiran an tutububuh. h. BeBerarat t babadadan n sasangngat at pepekaka ter
terhadhadap ap perperubaubahan han yanyang g menmendaddadak ak baibaik k karkarena ena penpenyakyakit it infinfekseksii maupun
maupun konsumsi konsumsi makanan makanan yang myang menurun. enurun. Berat badan Berat badan ini ini dinyatakandinyatakan da
dalalam m bebentntuk uk inindedeks ks BBBB/U /U (B(Bererat at BaBadadan n memenunururut t UmUmurur) ) atatauau melakukan penilaian
melakukan penilaian dengam melihat dengam melihat perubahan perubahan berat badan pberat badan pada saatada saat pengukuran
pengukuran dilakukan, dilakukan, yang yang dalam dalam penggunaannya penggunaannya memberikanmemberikan gambaran keadaan kini. Berat badan paling banyak digunakan karena gambaran keadaan kini. Berat badan paling banyak digunakan karena ha
hanynya a memememerlrlukukan an sasatu tu pepengngukukururanan, , hahanynya a sajsaja a tetergrganantutung ng papadada ketetapan umur, tetapi kurang dapat menggambarkan kecenderungan ketetapan umur, tetapi kurang dapat menggambarkan kecenderungan perubahan situasi gizi dari waktu ke waktu (Djumad
perubahan situasi gizi dari waktu ke waktu (Djumadias Abunain, 2015).ias Abunain, 2015).
11 11
cc.. TTiinnggggi i BBaaddaann Tinggi badan
Tinggi badan memberikan gambaran memberikan gambaran fungsi pertumbfungsi pertumbuhan yang uhan yang dilihatdilihat dari keadaan
dari keadaan kurus kkurus kering dan ering dan kecil pendek. kecil pendek. Tinggi Tinggi badan badan sangat baik sangat baik untuk melihat keadaan gizi masa lalu terutama yang berkaitan dengan untuk melihat keadaan gizi masa lalu terutama yang berkaitan dengan keada
keadaan an berat bberat badan ladan lahir renahir rendah ddah dan kuran kurang gang gizi padizi pada masa ba masa balita.alita.
Tinggi badan dinyatakan dalam bentuk Indeks TB/U ( tinggi badan Tinggi badan dinyatakan dalam bentuk Indeks TB/U ( tinggi badan menurut umur), atau jug
menurut umur), atau juga a indeks BB/TB ( Bindeks BB/TB ( Berat Badan menurut Tinggierat Badan menurut Tinggi Badan)
Badan) jarang jarang dilakukan dilakukan karena karena perubahan perubahan tinggi tinggi badan badan yang yang lambatlambat dan biasanya
dan biasanya hanya dilakukan hanya dilakukan setahun sekali. Keadaan setahun sekali. Keadaan indeks ini padindeks ini padaa umumnya memberikan gambaran keadaan lingkungan yang tidak baik, umumnya memberikan gambaran keadaan lingkungan yang tidak baik, kemiskinan dan akibat tidak sehat yang menahun ( Depkes RI, 2014).
kemiskinan dan akibat tidak sehat yang menahun ( Depkes RI, 2014).
Berat badan
Berat badan dan dan tinggi tinggi badan badan adalah salah adalah salah satu parameter satu parameter penting penting untuk untuk men
menententukaukan n statstatus us kesekesehathatan an manmanusiusia, a, khkhusuususnysnya a yanyang g berberhubhubungunganan de
dengngan an ststatatus us gigizizi. . PePengnggugunanaan an InIndedeks ks BBBB/U/U, , TBTB/U /U dadan n BBBB/T/TBB merup
merupakan indikatoakan indikator r status gizi status gizi untuuntuk k melihmelihat at adanyadanya a ganggangguan fungsiguan fungsi pertumbuhan dan kompo
pertumbuhan dan komposisi tubuh.sisi tubuh.
Pe
Pennggggununaaaan n bbererat at babaddan an dadan n titingnggi gi babaddan an akakan an lelebbih ih jejelalas s ddanan se
sensnsititivive/e/pepeka ka dadalalam m memenununjnjukukkakan n kekeadadaaaan n gigizi zi kukurarang ng bibilala dib
dibandandingingkan kan dendengan gan penpenggggunaunaan an BB/BB/U. U. DinDinyatyatakaakan n daldalam am BB/BB/TB,TB, menurut standar WHO
menurut standar WHO bila prevalensi bila prevalensi kurus/wasting < -2kurus/wasting < -2SD diatas 10 SD diatas 10 %% menunjukan suatu daerah tersebut mempunyai masalah gizi yang sangat menunjukan suatu daerah tersebut mempunyai masalah gizi yang sangat serius
serius dan dan berhubungan berhubungan langsung langsung dengan dengan angka angka kesakitan.kesakitan.
Tabel 2.1 Peni
Tabel 2.1 Penilaian laian StatuStatus Gizi berdasarkan Inds Gizi berdasarkan Indeks BB/U,Teks BB/U,TB/U, BB/TB/U, BB/TBB Standart Baku Antropometeri WHO-NCHS
Standart Baku Antropometeri WHO-NCHS
No
No Indeks yangIndeks yang dipakai dipakai
Batas Batas
Pengelompokan
Pengelompokan Sebutan Status GiziSebutan Status Gizi 1
1 BBBB//UU < < --3 3 SSDD GGiizzi i bbuurruuk k
- - 3 3 ss//d d <<--2 2 SSDD GGiizzi i kkuurraanngg - - 2 2 ss//d d ++2 2 SSDD GGiizzi i bbaaiik k > > ++2 2 SSDD GGiizzi i lleebbiihh
2
2 TTBB//UU < < --3 3 SSDD SSaannggaat t PPeennddeek k -
- 3 3 ss//d <d <--2 2 SSDD PPeennddeek k -
- 2 2 ss//d d ++2 2 SSDD NNoorrmmaall
>
> ++2 2 SSDD TTiinnggggii
3
3 BBBB//TTBB < < --3 3 SSDD SSaannggaat t KKuurruuss -
- 3 3 ss//d <d <--2 2 SSDD KKuurruuss -
- 2 2 ss//d d ++2 2 SSDD NNoorrmmaall
>
> ++2 2 SSDD GGeemmuuk k Sumber Sumber : : Depkes Depkes RI RI 20142014
3. Kategori Status Gizi 3. Kategori Status Gizi
1.
1. Status gStatus gizi balizi balita dinita dinilai menilai menurut 3 urut 3 indekindeks, yaits, yaitu Berat Bu Berat Badan madan menuruenurutt Umur (BB/U), Tinggi Badan menurut Umur (TB/U), Berat Badan Umur (BB/U), Tinggi Badan menurut Umur (TB/U), Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB).
menurut Tinggi Badan (BB/TB).
a)
a) BBBB/U /U adadalalah ah beberarat t babadadan n ananak ak yayang dicng dicapapai ai papada da umumur ur tertentu
tertentu b)
b) TB/U TB/U adalah adalah tinggi tinggi badan badan anak anak yang yang dicapai dicapai pada pada umur umur tertentu.
tertentu.
c)
c) BB/BB/TB adalTB adalah berat badah berat badan anak diban anak dibandandingingkan denkan dengan tingan tinggiggi badan yang dicapai.
badan yang dicapai.
Ketiga nilai indeks status gizi diatas dibandingkan dengan Ketiga nilai indeks status gizi diatas dibandingkan dengan baku pertubuhan WHO.
baku pertubuhan WHO.
13 13
2.
2. Z-SZ-Scorcore adale adalah nilah nilai simpai simpangangan BB atau Tan BB atau TB dari nilB dari nilai BB atau TBai BB atau TB normal menurut baku pertumbuhan WHO.
normal menurut baku pertumbuhan WHO.
3.
3. ConContoh perhtoh perhituitungngan Z-Scoan Z-Score BB/U: (BB anakre BB/U: (BB anak- - BB standBB standar)/ar)/stastandandar r deviasi BB standar.
deviasi BB standar.
4.
4. BaBatatasan unsan untutuk k kakatetegogori stari statutus gizi bas gizi balilita menta menururut Indut Indekeks BB/s BB/U,U, TB/U,
TB/U, BB/TBB/TB menurut WHB menurut WHO dapat dilihO dapat dilihat pada tabel “pengat pada tabel “pengertianertian kategori status gizi balita”
kategori status gizi balita”
4.
4. Kebutuhan Kebutuhan Gizi BGizi Balitaalita Proses tumbu
Proses tumbuh h kembkembang pada ang pada masa balita masa balita berlanberlangsung sangat pesat yaitugsung sangat pesat yaitu pertumbuhan
pertumbuhan fisik fisik dan dan perkembangan perkembangan psikomotorik, psikomotorik, mental mental dan dan sosial.sosial.
Pertumbuhan fisik balita perlu memperoleh asupan zat gizi dari makanan Pertumbuhan fisik balita perlu memperoleh asupan zat gizi dari makanan seharihari dalam jumlah yang cukup dan berkualitas baik untuk mendukung seharihari dalam jumlah yang cukup dan berkualitas baik untuk mendukung pertumbuhan.
pertumbuhan. Kebutuhan Kebutuhan gizi gizi pada pada anak anak diantaranya diantaranya energi, energi, protein, protein, lemak,lemak, air, hidrat arang, vitamin, dan mineral (Adriani dan wirjatmadi, 2012).
air, hidrat arang, vitamin, dan mineral (Adriani dan wirjatmadi, 2012).
1. Energi 1. Energi
Ene
Energi rgi daldalam am makmakanaanan n berberasal asal dardari i nutnutrisi risi karkarbohbohidridrat, at, proproteitein, n, dandan lemak. Setiap gram protein menghasilkan 4 kalori, lemak 9 kalori dan 13 lemak. Setiap gram protein menghasilkan 4 kalori, lemak 9 kalori dan 13 karbohidrat 4 kalori. Distribusi kalori dalam makanan anak yang dalam karbohidrat 4 kalori. Distribusi kalori dalam makanan anak yang dalam keseimbangan diet (
keseimbangan diet (balanced diet balanced diet ) ialah 15% berasal dari protein, 35%) ialah 15% berasal dari protein, 35%
dari lemak dan 50% dari karbohidrat. Kelebihan energi yang tetap setiap dari lemak dan 50% dari karbohidrat. Kelebihan energi yang tetap setiap hari sebanyak 500 kalori, dapat menyebabkan kenaikan berat badan 500 hari sebanyak 500 kalori, dapat menyebabkan kenaikan berat badan 500 gram dalam seminggu (Soekirman, 2012).
gram dalam seminggu (Soekirman, 2012).
2. Protein 2. Protein
Nilai gizi protein ditentukan oleh kadar as
Nilai gizi protein ditentukan oleh kadar asam amino esensial. Akan tetapiam amino esensial. Akan tetapi dal
dalam am prapraktektek k sehsehari-ari-harhari i umuumumnymnya a dapdapat at ditditententukaukan n dardari i asalasalnynya.a.