• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan sanitasi dengan kesehatan ibu hamil

Elsa Ananda Alfiany

Academic year: 2023

Membagikan "Hubungan sanitasi dengan kesehatan ibu hamil"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sanitasi merupakan intervensi yang bertujuan untuk mengurangi akibat paparan penyakit dengan menciptakan lingkungan yang bersih, kita akan memutus rantai penularan penyakit. Ada empat komponen sanitasi dasar yaitu penyediaan air bersih, pembuangan limbah rumah tangga, pembuangan sampah. dan penyediaan jamban sehat. Menurut WHO pada tahun 1992, sanitasi lingkungan mengacu pada segala situasi yang mempengaruhi kesehatan seseorang yang berhubungan dengan kotoran, drainase, pembuangan limbah, air bersih, faktor penyakit, kondisi perumahan, persediaan makanan dan keselamatan kerja (Shofa, 2017). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2017 Indonesia menduduki peringkat ketiga negara dengan kondisi sanitasi terburuk.

Di Indonesia, topik sanitasi masih menjadi topik yang sulit karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi, sehingga berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat dan keseimbangan lingkungan. Berdasarkan data Puskesmas Bunta tahun 2020, jumlah rujukan ibu hamil sebanyak 28 orang, dengan penyebab tersering adalah preeklampsia dan perdarahan. Dilihat dari wilayah kerja Puskesmas Bunta yang meliputi wilayah pesisir, kebersihan lingkungan yang buruk di wilayah pesisir kemungkinan menjadi salah satu faktor penyebab buruknya kehamilan.

Sanitasi lingkungan seperti sumber air, tempat pembuangan sampah rumah tangga, tempat buang air besar dan pengelolaan sampah rumah tangga berperan penting dalam kehamilan buruk karena air yang tidak murni, air limbah rumah tangga yang tergenang, penumpukan sampah rumah tangga dan feses di sembarang tempat dapat menarik agen. oleh karena itu penelitian ini merupakan upaya untuk fokus pada sanitasi lingkungan sebagai salah satu faktor penyebab buruknya kehamilan, oleh karena itu peneliti tertarik untuk menyelidiki apakah terdapat pengaruh sanitasi lingkungan terhadap kesehatan ibu hamil di wilayah pesisir.

Rumusan Masalah

Pada Desa Bunta 1 menduduki peringkat pertama sebanyak 9 orang, disusul Desa Kalaka sebanyak 5 orang, Desa Kalumbangan sebanyak 4 orang, Desa Bohotokong, Desa Bunta 2 dan Desa Pongian sebanyak 3 orang dan angka acuan terendah adalah Desa Polo sebanyak 1 orang (Puskesmas). Bunta, 2020).

Tujuan Penelitian......................................................................................2D

Hasil penelitian diharapkan dapat menambah pengetahuan ibu hamil akan pentingnya kebersihan lingkungan terhadap kesehatan ibu hamil sebagai upaya mencegah kematian pada ibu hamil. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap program perencanaan remediasi lingkungan dalam bidang promosi kesehatan khususnya di wilayah pesisir pantai di wilayah operasi Puskesmas Bunta. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan referensi bagi lembaga dalam proses pembelajaran yang melibatkan guru dan siswa khususnya di bidang kesehatan lingkungan dan kesehatan ibu hamil.

Sebagai pengalaman berharga bagi peneliti dalam menambah pengetahuan dan pengalaman terkait kebersihan dan kesehatan lingkungan pada ibu hamil serta pengembangan diri khususnya dalam bidang penelitian.

Keaslian Penelitian

Masyarakat pesisir Pantai Ballona Kecamatan Taliwang yang mempunyai pengetahuan baik tentang sanitasi sebanyak 40 responden (40,4%), yang mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 53 responden (53,5%) Masyarakat pesisir Pantai Ballona yang mempunyai sikap positif sebanyak 49 orang. masyarakat pesisir Pantai Ballona Kecamatan Taliwang yang memiliki kinerja baik terkait sanitasi lingkungan sebanyak 0 responden, yang memiliki kinerja cukup sebanyak 39 responden (39,4%) dan yang memiliki kinerja kurang baik sebanyak 60 responden (60,6%) dan yang memiliki kinerja baik. berperilaku buruk. pengetahuan tentang sanitasi adalah 6. Di Duidelik, lebih sedikit literatur yang tersedia mengenai perilaku sanitasi ibu dan dampak buruk kehamilan.

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini terletak pada tujuan penelitian, waktu penelitian, lokasi penelitian, metode penelitian dan teknik pengambilan sampel dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dan pendekatan cross-sectional yaitu mempelajari dinamika korelasi dan hubungan antara variabel independen (dampak perbaikan lingkungan) dengan variabel dependen (kesehatan ibu hamil).

TINJAUAN PUSTAKA

  • Telaah Pustaka
    • Sanitasi
    • Kesehatan Ibu Hamil
    • Sanitasi Pada Ibu
  • Kerangka Teori
  • Kerangka Konsep
  • Landasan Teori
  • Hipotesis Penelitian

Kebersihan yang tidak memadai adalah penyebab utama penyakit di seluruh dunia, dan kebersihan yang baik mempunyai dampak positif terhadap kesehatan keluarga dan masyarakat, terutama di kalangan anak-anak. Permasalahan utama kesehatan masyarakat Indonesia umumnya masih terfokus pada perumahan yang layak, penyediaan air bersih, kamar mandi keluarga, pembuangan sampah, dan pembuangan limbah rumah tangga. Sampah rumah tangga dalam jumlah besar dibuang langsung ke masyarakat sekitar, baik ke saluran pembuangan maupun ke laut.

Masa kehamilan merupakan masa yang rentan bagi kesehatan, baik bagi kesehatan ibu maupun janin yang dikandungnya. Kematian ibu biasanya disebabkan oleh kurangnya akses terhadap layanan kesehatan ibu yang berkualitas, terutama layanan darurat yang tepat waktu. Status kesehatan ibu sebelum dan selama kehamilan merupakan faktor penting yang mempengaruhi terjadinya dan berkembangnya komplikasi.

Sanitasi merupakan faktor penting yang sangat penting bagi kesehatan ibu dan bayi yang akan dilahirkan. Terdapat pengaruh sumber air bersih terhadap kesehatan ibu hamil di wilayah pesisir wilayah kerja Puskesmas Bunta pada tahun 2021. Terdapat pengaruh sumber air bersih terhadap kesehatan ibu hamil di wilayah pesisir wilayah kerja Puskesmas Bunta pada tahun 2021. Terdapat pengaruh sumber air bersih terhadap kesehatan ibu hamil di wilayah pesisir wilayah kerja Puskesmas Bunta pada tahun 2021. daerah pada tahun 2021.

Terdapat pengaruh tempat buang air besar terhadap kesehatan ibu hamil di wilayah pesisir wilayah kerja Puskesmas Bunta Tahun 2021. Terdapat pengaruh pengelolaan sampah rumah tangga terhadap kesehatan ibu hamil di wilayah pesisir pantai pada tahun 2021. wilayah kerja Puskesmas Bunta Tahun 2021. Sumber air bersih tidak berpengaruh terhadap kesehatan. Ibu hamil di wilayah pesisir wilayah kerja Puskesmas Bunta Tahun 2021.

Tidak terdapat pengaruh tempat pembuangan sampah rumah tangga terhadap kesehatan ibu hamil di wilayah pesisir wilayah kerja Puskesmas Bunta Tahun 2021. Tidak terdapat pengaruh pengelolaan sampah terhadap kesehatan ibu hamil di wilayah pesisir wilayah kerja Puskesmas Bunta Tahun 2021. Puskesmas Bunta pada tahun 2021.

Gambar 2.1 Teori HL Blum tentang derajat kesehatan (Hayati,2021; Notoadmojo,2012)
Gambar 2.1 Teori HL Blum tentang derajat kesehatan (Hayati,2021; Notoadmojo,2012)

METODE PENELITIAN

  • Desain Penelitian
  • Tempat dan Waktu Penelitian
  • Populasi dan Sampel Penelitian
  • Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
  • Instrumen Penelitian
  • Uji Validitas dan Reabilitas
  • Alur Penelitian
  • Pengolahan dan Analisis Data
    • Ethical Clearance

Instrumen penelitian ini adalah: Data primer mengenai perbaikan lingkungan pesisir dan kesehatan ibu hamil yang diambil melalui kuesioner. Kuesioner Kesehatan Ibu Hamil dan Sanitasi Lingkungan akan diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Hubungan Sumber Air dengan Kesehatan Ibu Hamil Hasil analisis hubungan sumber air dengan kesehatan ibu hamil memberikan hasil sebagai berikut.

Kemudian pengelolaan sampah hasil pembakaran dengan kesehatan ibu hamil sehat sebanyak 17 responden dan sakit sebanyak 8 responden. Kemudian ibu hamil yang buang air besar di kamar mandi sendiri bersama ibu hamil sehat sebanyak 11 responden, dan sakit 4 responden. Kemudian ibu hamil yang tempat pembuangannya di saluran drainase, ibu hamil sehat sebanyak 16 responden, dan ibu hamil sakit sebanyak 2 responden.

Hasil tertinggi diperoleh yaitu sumber air dari sumur dengan jumlah responden sebanyak 36 orang ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bunta. Keuntungan dari penelitian ini adalah kita dapat mengetahui apakah ada hubungan antara perbaikan lingkungan dengan kesehatan ibu hamil di wilayah pesisir. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh remediasi lingkungan terhadap kesehatan ibu hamil di wilayah pesisir wilayah kerja Puskesmas Bunta Tahun 2021 dapat disimpulkan bahwa.

Terdapat hubungan antara sumber daya air dengan kesehatan ibu hamil dengan nilai P value sebesar 0,001 (<0,05) dengan kekuatan hubungan r sebesar 0,448 yang berarti korelasinya sedang. Terdapat hubungan antara tempat pembuangan sampah rumah tangga dengan kesehatan ibu hamil dengan nilai P-value sebesar 0,000 (<0,05) dengan r hubungan yang kuat sebesar 0,568 yang berarti korelasinya sedang. Terdapat hubungan antara tempat buang air besar dengan kesehatan ibu hamil dengan nilai P value sebesar 0,001 (<0,05) dengan kekuatan hubungan r sebesar 0,467 yang berarti korelasinya sedang.

Terdapat hubungan antara pengelolaan sampah rumah tangga dengan kesehatan ibu hamil dengan nilai P-value sebesar 0,008 (<0,05) dengan kekuatan hubungan r sebesar 0,409 berarti korelasinya sedang. Terdapat pengaruh antara sumber air, pengelolaan sampah rumah tangga, tempat buang air besar dan pembuangan sampah rumah tangga terhadap kesehatan ibu hamil.

Tabel 3.1 Definisi oprasional Variabel Definisi
Tabel 3.1 Definisi oprasional Variabel Definisi

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil

  • Analisis
  • Analisis

Variabel dalam penelitian ini meliputi variabel bebas yaitu sanitasi lingkungan yang terbagi atas sumber air, tempat pembuangan sampah rumah tangga, tempat buang air besar, pengelolaan sampah rumah tangga dan variabel terikatnya adalah Kesehatan Ibu Hamil. Sampel dalam penelitian ini adalah 48 orang ibu hamil yang bertempat tinggal di wilayah pesisir pantai yang meliputi 3 kecamatan dan 1 kota wilayah kerja Puskesmas Bunta. Sebaran kelompok kesehatan ibu hamil pada masa kehamilan menunjukkan 24 ibu hamil sakit, dan 24 ibu hamil sehat di wilayah pesisir wilayah kerja Puskesmas Bunta.

Sebaran kelompok sumber air bersih memperoleh hasil tertinggi yaitu sumur yang disurvei 26 ibu hamil dan air PAM yang disurvei 22 ibu hamil dengan hasil terendah. Distribusi kelompok pengelola sampah di rumah tangga terbukti paling baik yaitu pembakaran dengan jumlah responden 25 ibu hamil, dan paling sedikit di pekarangan rumah dengan jumlah responden 16 ibu hamil. Sebaran kelompok yang ditemukan buang air besar tertinggi yaitu di laut dengan jumlah ibu hamil sebanyak 20 orang, dan terendah di toilet umum.

Sebaran kelompok pembuangan sampah rumah tangga mencapai hasil tertinggi yaitu di laut yang disurvei 19 ibu hamil, dan terendah di laut yang disurvei 11 ibu hamil di wilayah kerja GZ Bunta. . Tujuan dari analisis bivariat adalah untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat yaitu hubungan kebersihan lingkungan dengan kesehatan ibu hamil. Dari tabulasi silang diatas terlihat sumber air sumur dengan ibu hamil sehat sebanyak 7 responden dan sakit sebanyak 19 responden, kemudian sumber air PAM dengan ibu hamil sehat sebanyak 17 responden dan sakit sebanyak 5 responden.

Berdasarkan tabel silang diatas terlihat bahwa pengelolaan sampah rumah tangga yang dibuang ke halaman rumah dengan kesehatan ibu hamil sehat sebanyak 3 responden, dan kesehatan ibu hamil sakit sebanyak 13 responden, maka pengelolaan sampah ditanam. dengan kesehatan ibu hamil yang sehat sebanyak 4 responden dan kesehatan ibu hamil yang sakit sebanyak 3 responden. Hubungan Tempat Buang Air Besar Dengan Kesehatan Ibu Hamil Hasil analisis hubungan tempat buang air besar dengan kesehatan ibu hamil diperoleh hasil sebagai berikut. Berdasarkan karakteristik jumlah kehamilan tertinggi yaitu 1 kehamilan dengan jumlah responden 17 ibu hamil dan terendah 9 kehamilan dengan jumlah responden 1 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bunta.

Jadi temuan secara keseluruhan terdapat pengaruh antara sumber air, pengelolaan sampah rumah tangga, tempat buang air besar dan pembuangan sampah rumah tangga terhadap kesehatan ibu hamil. Penentu kesehatan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan dengan mencapai kontak minimal 4 kali selama kehamilan (K4). 34; Pengaruh Sanitasi Lingkungan Terhadap Kesehatan Ibu Hamil Di Pesisir Wilayah Kerja Puskesmas Bunta Tahun 2021 “Menyatakan bersedia/tidak bersedia menjadi responden dalam pengumpulan data untuk penelitian ini dengan catatan apabila saya sewaktu-waktu saya merasa dirugikan dalam hal apapun, saya berhak membatalkan persetujuan saya ini.

Kondisi lingkungan rumah ibu hamil dan tempat pembuangan sampah tepat di bawah rumah ibu hamil.

Gambar 1.1 Skema Alur Penelitian
Gambar 1.1 Skema Alur Penelitian

Gambar

Gambar 2.1 Teori HL Blum tentang derajat kesehatan (Hayati,2021; Notoadmojo,2012)
Gambar 2.2 Kerangka Teori Pengaruh Sanitasi Lingkungan Terhadap Kesehatan Ibu Hamil (Siahaan,2018; Ustün,2019; Dewi,2021; Patel,2019)
Tabel 3.1 Definisi oprasional Variabel Definisi
Gambar 1.1 Skema Alur Penelitian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil, Tingkat Pendapatan Keluarga Dan Jarak Layanan Kesehatan Dengan Cakupan Pelayanan Antenatal Di Bidan Praktek Swasta(BPS) Desa Sekarputih, Kota

Angka kematian ibu hamil menggambarkan status gizi dan kesehatan ibu, kondisi kesehatan lingkungan, dan tingkat pelayanan kesehatan terutama ibu hamil, ibu melahirkan,

Mengingat besarnya dampak anemia defisiensi zat besi bagi kesehatan ibu hamil dan janin, sementara pemerintah sendiri telah melakukan upaya pencegahan anemia pada ibu

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Rangkasbitung.. Setelah dilakukan

Status kesehatan ibu hamil akan menunjukkan baik buruknya kondisi ibu dan juga terhadap perkembangan janin yang sedang dikandung, bagi ibu sendiri kesehatan yang

Status kesehatan ibu hamil akan menunjukkan baik buruknya kondisi ibu dan juga terhadap perkembangan janin yang sedang dikandung, bagi ibu sendiri kesehatan yang

HUBUNGAN UMUR KEHAMILAN DENGAN STATUS KESEHATAN GINGIVA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA.. PUSKESMAS ANDALAS KECAMATAN

Ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu hamil , usia ibu hamil, keterpaparan informasi dengan pengetahuan ibu hamil mengenai kedaruratan obstetri ( tanda