• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN SIFAT UJUB DAN PERILAKU CYBERBULLYING

N/A
N/A
Gemilang Makmur .P

Academic year: 2023

Membagikan "HUBUNGAN SIFAT UJUB DAN PERILAKU CYBERBULLYING"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan masalah

Tujuan penelitian

Manfaat penelitian

  • Manfaat Teoritis
  • Manfaat Praktis

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara sifat uyube dengan perilaku cyberbullying. Kami berharap penelitian ini dapat memberikan pemahaman dan memberikan informasi kepada mahasiswa atau teman-teman yang membacanya, dan kami berharap dapat menjadi bahan referensi bagi para peneliti selanjutnya.

LANDASAN TEORI

Pengertian Perilaku Cyberbullying

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa cyberbullying adalah suatu tindakan kekerasan yang dengan sengaja dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain dengan menggunakan teknologi digital seperti email, pesan teks, pesan foto atau video, dengan tujuan untuk melakukan perundungan terhadap seseorang untuk mempermalukan, hingga mengutuk dan mengutuk. mengancam.

Aspek-aspek Cyberbullying

Fitnah atau fitnah atau fitnah adalah perilaku menyebarkan kedengkian atau fitnah terhadap seseorang dengan tujuan merusak citra dan nama baik orang lain tanpa memperhatikan fakta dan kebenaran. Impersonation, disebut juga impersonation atau masquarade, adalah meniru atau berpura-pura menjadi seseorang dan mengirimkan pesan-pesan buruk yang tidak mengatasnamakan diri sendiri (pelaku). Outing adalah perilaku menyebarkan rahasia orang lain (korban) melalui gambar, video, apapun yang berhubungan dengan rahasia seseorang (korban).

Sedangkan trikey adalah perilaku meyakinkan seseorang (korban) dengan cara berbohong untuk mendapatkan berbagai macam rahasia dari seseorang, misalnya foto atau privasi orang tersebut. Isolasi atau eksklusi adalah perilaku di mana seseorang mendorong orang lain ke dalam format grup atau diskusi online. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa aspek atau ciri-ciri perilaku cyberbullying yang terjadi.

Faktor yang mempengaruhi perilaku Cyberbullying

Orang yang memiliki sifat cinta selalu menganggap remeh orang lain dan tidak peduli dengan orang disekitarnya. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya ciri-ciri ujub menurut Firdaus (2003) adalah sebagai berikut: (a) ketampanan; (b) mempunyai kekuasaan; (c) mempunyai kecerdasan; (d) keturunan yang terhormat; (e) kedudukan; (f) jumlah pengikut yang sangat banyak; (g) kekayaan berlimpah; (h) popularitas tinggi; (i) Kelompok. Berdasarkan uraian teori di atas maka hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif (satu arah) antara karakteristik yuub dengan perilaku cyberbullying.

Skala sifat ujub yang digunakan diuji oleh Pratiwi (2020) dengan nilai reliabilitas sebesar 0,99, sedangkan skala cyberbullying diuji oleh Rizal (2017) dengan nilai reliabilitas sebesar 0,902. Berdasarkan Tabel 4.2 di atas secara umum terlihat bahwa sifat sikap dan perilaku terhadap cyberbullying sangat bervariasi sesuai dengan hasil yang diperoleh dari hasil penelitian (secara empiris). Berdasarkan Tabel 4.5 di atas terlihat bahwa sebagian besar subjek dalam penelitian ini memiliki sifat ujub dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 37,8%.

Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara sifat ujjub dengan perilaku cyberbullying. Berdasarkan hasil uji korelasi sifat ujube dengan perilaku cyberbullying diperoleh hasil koefisien korelasi (r) sebesar 0,356 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 (p<0,05). Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif (satu arah) yang signifikan antara sifat uyube dengan perilaku cyberbullying.

Semakin tinggi sifat ujub maka semakin tinggi pula perilaku cyberbullying yang dilakukan seseorang. Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan menyatakan terdapat hubungan positif (searah) yang signifikan antara karakteristik ujub dengan perilaku cyberbullying. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara karakteristik ujub dengan perilaku cyberbullying dengan nilai (r) sebesar 0,356 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05).

Arah yang ditunjukkan dalam penelitian ini adalah sifat ujub mempunyai arah positif terhadap cyberbullying.

Sifat Ujub

  • Pengertian Ujub
  • Ciri-ciri Sifat Ujub
  • Faktor-faktor Sifat Ujub
  • Akibat dari Sifat Ujub

Kerangka Berpikir Teoritis

  • Definisi Operasional Perilaku Cyberbullying
  • Definisi Operasional Sifat Ujub

Willard (2005) menjelaskan bahwa cyberbullying adalah tindakan kejam yang dilakukan secara sengaja terhadap orang lain dengan mengirimkan atau menyebarkan hal-hal berbahaya melalui internet atau teknologi digital. Patchin dan Hinduja (2012) menjelaskan bahwa cyberbullying terjadi ketika seseorang berulang kali menghina, mengejek, atau melecehkan orang lain yang menggunakan media internet melalui ponsel pintar atau perangkat elektronik lainnya. Menurut Kowalski (2008), perilaku cyberbullying dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pengalaman bullying tradisional, karakteristik kepribadian, persepsi korban, ketegangan dan peran interaksi orang tua.

Diantara ciri-ciri yang diuraikan dalam DSM IV yang berhubungan dengan penyakit liver dalam Islam, salah satunya disebut ciri ujub. Menurut Azwar (2010), perbedaan kelompok signifikan atau hubungan signifikan antar variabel yang diteliti diperoleh dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Variabel terikat merupakan variabel penelitian yang digunakan untuk mengetahui besar kecilnya pengaruh atau pengaruh variabel lain.

Menurut Azwar (2009), definisi operasional adalah definisi yang mempunyai makna tunggal dan diterima secara obyektif apabila indikator-indikator dari variabel yang bersangkutan terlihat. Cyberbullying adalah tindakan kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang terhadap orang lain dengan menggunakan teknologi digital seperti email, pesan teks, pesan gambar atau video, dengan tujuan untuk mempermalukan, mengumpat, dan mengancam seseorang. Perilaku cyberbullying diukur menggunakan skala cyberbullying yang disusun oleh Rizal (2017) berdasarkan aspek-aspek cyberbullying yang dikemukakan oleh Willard (2005), yaitu kemarahan (flaming), pelecehan, penguntitan di media sosial (cyberstalking), fitnah atau pencemaran nama baik. (fitnah), peniruan identitas (masquerade), penipuan (out and deception) dan pengucilan.

Semakin tinggi skor skala yang dicapai maka semakin tinggi pula tingkat perilaku cyberbullying dan sebaliknya. Sifat ujub adalah penyakit hati dimana seseorang terlalu mencintai dirinya sendiri dan ingin dipuji orang lain serta merasa dirinya hebat dan juga merasa dirinya lebih dari kebanyakan orang lainnya. Sifat ujub diukur dengan menggunakan skala sifat ujub yang disusun oleh Pratiwi, Muriska, Santana dan Yanti (2019) berdasarkan konsep ujub yang dikembangkan oleh Al-Ghazali (1996), Al-Ghazali (2005), Al-Ghazali (2008 ), Al-Ghazali (2014), Farid (2008), Daud (2005) dan Syahhat (2001) dan merangkumnya menjadi 4 sifat utama yaitu sombong, meremehkan dan meremehkan orang lain, keras kepala dan lemah iman kepada Allah.

Semakin tinggi skor skala maka semakin dominan sifat ujub yang dimiliki seseorang, dan sebaliknya semakin rendah skor skala maka semakin rendah sifat ujub yang dimiliki seseorang.

Populasi dan Sampel Penelitian

  • Populasi Penelitian
  • Sampel Penelitian

Menurut Azwar (2009), sampel adalah bagian dari populasi, karena sampel adalah bagian dari populasi, tentunya sampel harus mempunyai ciri-ciri dari populasi. Menurut Crocker & Algina, jumlah 200 orang saja sudah cukup untuk dijadikan sampel, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 230 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode non-probability sampling, yaitu metode yang disebut metode ini apabila besarnya peluang anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel tidak diketahui.

Salah satu bentuk non-probability sampling adalah kuota sampling, yang tujuannya adalah untuk mengambil sejumlah sampel tertentu yang dapat mencerminkan karakteristik populasi.

Metode Pengumpulan Data

  • Skala Perilaku Cyberbullying
  • Skala Sifat Ujub

Skala dalam penelitian ini disusun oleh Rizal (2017) berdasarkan bentuk-bentuk cyberbullying yang ditemukan oleh Willard (Beran & Li, 2007) yang terdiri dari tujuh bentuk cyberbullying yaitu: Blaming, Online Harassment, cyberbullying, meremehkan, masquerade, Excursion dan pengecualian. Pada pernyataan baik, jawaban (SR) sering mendapat skor 4, kadang-kadang (KD) mendapat skor 3, Jarang (JR) mendapat skor 2, Tidak Pernah (TP) mendapat skor 1. Sementara itu, pada pernyataan pernyataan kurang baik tidak pernah (TP) mendapat skor 4, Jarang (JR) mendapat skor 3, Kadang-kadang (KD) mendapat skor 2, dan sering (SR) mendapat skor 1.

Skala dalam penelitian ini disusun berdasarkan buku Bidayatul Hidayah dan Ihya' Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali dan diperoleh dari buku-buku lain yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan penulis. Metode pemeringkatan pada skala ini menggunakan nilai berkisar antara 5-1 untuk pernyataan positif dan 1-5 untuk pernyataan kurang baik. Pada penilaian pernyataan kurang baik, SS diberi skor 1, S diberi skor 2, N diberi skor 3, TS diberi skor 4, STS diberi skor 5.

Tabel 3.1. Blue Print skala Cyberbullying
Tabel 3.1. Blue Print skala Cyberbullying

Validitas dan Reliabilitas

  • Validitas
  • Reliabilitas

Dalam penelitian ini penulis tidak melakukan uji reliabilitas apapun karena skala yang digunakan telah diuji oleh peneliti sebelumnya.

Metode Analisis Data

  • Uji Asumsi Normalitas
  • Uji Linieritas
  • Uji Hipotesis Penelitian

Analisis regresi ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel terikat (Y) dan variabel bebas (X) mempunyai hubungan linier atau tidak. Data yang nilai signifikansinya ≥ 0,05 dikatakan linier, sedangkan data yang nilai signifikansinya ≤ 0,05 dikatakan linier (Priyatno, 2012).

HASIL DAN PEMBAHASAN

  • Orientasi Kancah Penelitian
  • Pelaksanaan Penelitian
  • Hasil Penelitian
    • Deskripsi Subjek Penelitian
    • Deskripsi Data Penelitian
    • Hasil Analisis Data
  • Pembahasan

Pada variabel sifat ujub diperoleh rentang skor sebesar 91 hingga 219, sedangkan pada variabel perilaku cyberbullying diperoleh rentang skor sebesar 28 hingga 74. Pada variabel sifat ujub diperoleh mean hipotetik (nilai median) sebesar 189 , dimana nilai rata-rata ini lebih tinggi dari nilai rata-rata empiris yaitu mencapai 146,26. Sedangkan untuk variabel perilaku cyberbullying diperoleh nilai mean hipotetik sebesar 67.5, dimana nilai mean tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan mean empiris sebesar 40.87.

Selain itu, hasil deskripsi data survei yang diperoleh akan digunakan untuk kategorisasi skala berdasarkan nilai mean (nilai rata-rata) dan nilai standar deviasi skala sifat ujub dan skala cyberbullying. Berdasarkan tabel 4.4 di atas terlihat sebagian subjek dalam penelitian ini melakukan cyberbullying dengan kategori sedang dengan persentase sebesar 46,5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dari 230 subjek, 87 orang memiliki ciri-ciri ujub dalam kategori sedang.

Normal Tidak Normal Berdasarkan tabel 4.6 diatas diperoleh hasil data karakteristik Ujub dengan nilai K-SZ sebesar 0,753 dengan signifikansi 0,625 (p>0,05), hasil tersebut menunjukkan. Sedangkan nilai K-SZ untuk data cyberbullying sebesar 2,097 dengan signifikansi 0,000 (p>0,05), dengan hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel perilaku cyberbullying tidak berdistribusi normal. Berdasarkan uji linearitas diperoleh nilai F-value Linearity sebesar 2064,734 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 (p<0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hubungan sifat ujub dengan cyberbullying bersifat linier.

Semakin tinggi sifat pencerobohan, maka ia akan diikuti dengan semakin tinggi tingkah laku siber yang dilakukan seseorang dan sebaliknya semakin rendah sifat pencerobohan, semakin rendah tingkah laku siber seseorang.orang tersebut. Manakala sifat ujube atau bangga diri menurut Daud (2005) ialah menyanjung diri kerana menganggap dirinya sempurna, menjadi takut kepada dirinya sendiri, seolah-olah dia betul dan tidak pernah melakukan kesalahan. Hasil kajian yang dijalankan oleh Malihah & Alfiasari (2018) menunjukkan bahawa tingkah laku siber yang sering dilakukan oleh remaja dalam penyelidikan ini ialah meninggalkan seseorang daripada kumpulan dalam talian mereka atau yang juga dipanggil pengecualian.

Hasil penelitian ini berkaitan dengan penjelasan tentang sifat-sifat ujub dimana menurut Al-Ghazali (2005) ujub sangat bangga pada dirinya sendiri, kagum dan senang pada dirinya sendiri meskipun melakukan perbuatan salah termasuk durhaka kepada Allah, orang yang ujub akan menganggap bahwa kesuksesan dan kesuksesannya disebabkan oleh usahanya, dan dia juga cenderung menyerah pada usaha kerasnya. Kelemahan dalam penelitian ini adalah (1) penelitian ini tidak menggunakan probabilitas sampling, dimana pengambilan sampel tidak memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota populasi, (2) pembagian skala dilakukan secara tidak langsung (melalui Google Form), sehingga Penulis tidak dapat melihat sampel satu per satu saat mengisi mangkuk. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat mengetahui perbedaan perilaku cyberbullying ditinjau dari usia atau melakukan penelitian dengan menggunakan variabel lain terkait psikologi Islam yang diduga mempengaruhi seseorang yang melakukan cyberbullying.

Tabel 4.1 Data demografi penelitian
Tabel 4.1 Data demografi penelitian

Gambar

Tabel 4.1  Data Demografi Penelitian ...........................................................
Tabel 3.1. Blue Print skala Cyberbullying
Tabel 3.2. Blue Print Skala Sifat Ujub
Tabel 4.1 Data demografi penelitian
+5

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi mahasiswa melakukan prokrastinasi akademik adalah dukungan keluarga inti, setiap bentuk dukungan keluarga mempunyai

Salah satu dampak dari interaksi beberapa faktor di atas yang cukup penting mempengaruhi munculnya gangguan perilaku adalah rendahnya ketrampilan sosial anak, yaitu kemampuan

Melalui situs jejaring sosial, perilaku cyberbullying yang dapat dilakukan adalah mengirimkan komentar bernada kasar atau offensif, menggunakan identitas orang lain

Karakteristik individu mempengaruhi perilaku prososial seseorang, salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku prososial adalah tingkat kebergamaan, menurut Batson dan

Melalui situs jejaring sosial, perilaku cyberbullying yang dapat dilakukan adalah mengirimkan komentar bernada kasar atau offensif, menggunakan identitas orang lain untuk membuat

Salah satu faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan, antara lain usia, pendidikan, pekerjaan dan informasi, seseorang yang mempunyai sumber informasi

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang penulis lakukan sebelumnya bahwa keluarga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku makan

Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa gangguan tidur merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kadar hemoglobin dalam darah.3 Penelitian ini tidak sejalan dengan