• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hukum Bisnis Hak Kekayaan Intelektual

N/A
N/A
Dwi Wardhani

Academic year: 2025

Membagikan "Hukum Bisnis Hak Kekayaan Intelektual"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

HUKUM BISNIS

Hak Kekayaan Intelektual

(HaKI)

(2)

Pengertian Hak Kekayaan Intelektual (selanjutnya disebut HaKI) atau Hak Milik Intelektual adalah padanan kata yang biasa digunakan untuk Intellectual Property Rights (IPR) atau Geistiges Eigentum, dalam bahasa

Jermannya.

Istilah atau terminologi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) digunakan untuk pertama kalinya pada tahun 1790. Adalah Fichte yang pada tahun 1793

mengatakan tentang hak milik dari si pencipta ada

pada bukunya. Yang dimaksud dengan hak milik disini bukan buku sebagai benda, tetapi buku dalam

pengertian isinya. HaKI terdiri dari tiga kata kunci,

yaitu Hak, Kekayaan, dan Intelektual.

(3)

Dasar Hukum Kekayaan Hak Intelektual (HaKI)

Perjanjian Internasional

a. Berne Convention 1883 Hak cipta

b. Paris Convention 1886 Paten, Merek, desain Industri

c. Perjanjian TRIPs (Agreement on trade related Aspects of Intellectual Property Rights), WTO 1994

d. Konvensi Lainnya yang berakaitan dengan Teknis antara lain, WCT, WPPT, Madrid Protocol PCT

(4)

Undang-Undang Nasional

a. UU No. 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang b. UU No. 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri

c. UU No. 32 Tahun 2000 Tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu

d. UU No. 13 Tahun 2016 Tentang Paten e. UU No. 20 Tahun 2016 Tentang Merek f. UU No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta

(5)

Hak Kekayaan Industri (Industrial Property

Rights)

Hak Paten Hak Merek

UU 31/2000 UU 13/2016 UU 20/16

Hak Cipta (Copyrights)

UU 28/2016

Ruang Lingkup Hak Kekayaan Hak Intelektual (HaKI)

(6)

Pengertian Hak Cipta, Paten (Paten), Desain Industri (Industrial Design) dan Merek (Trademark)

1. Hak Cipta

Menurut UU No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta Pasal 1 Ayat 1

Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Ayat 2

Pencipta adalah seorang atau beberapa orang yang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama menghasilkan suatu ciptaan yang bersifat khas dan pribadi.

Ayat 3

Ciptaan adalah setiap hasil karya cipta di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang dihasilkan atas inspirasi, kemampuan, pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian yang diekspresikan dalam bentuk nyata.

(7)

2. Hak Paten

Menurut UU No. 13 Tahun 2016 Tentang Hak Paten Pasal 1 Ayat 1

Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau

memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Ayat 2

Invensi adalah ide inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan

pengembangan produk atau proses Ayat 3

Inventor adalah seorang atau beberapa orang yang secara bersama-sama melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam kegiatan yang menghasilkan Invensi.

(8)

3. Desain Industri

Menurut Undang-undang No. 31 Tahun 2000 Pasal 1 Ayat 1

Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan.

4. Hak Merek

Menurut Undang-undang 20 Tahun 2016 Pasal 1 Ayat 1

Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.

(9)

Hak-hak yang tercakup dalam Hak Cipta Hak Cipta

Hak Eksklusif

Beberapa hak eksklusif yang umumnya diberikan kepada pemegang hak cipta adalah hak untuk:

a. membuat salinan atau reproduksi ciptaan dan menjual hasil salinan tersebut (termasuk, pada umumnya,salinan elektronik,

b. Mengimpor dan mengekspor ciptaan

c. menciptakan karya turunan atau derivatif atas ciptaan (mengadaptasi ciptaan),

d. menampilkan atau memamerkan ciptaan di depan umum,

e. menjual atau mengalihkan hak eksklusif tersebut kepada orang atau pihak lain.

(10)

Hak Eksklusif

bahwa hanya pemegang hak ciptalah yang bebas melaksanakan hak cipta tersebut, sementara orang atau pihak lain dilarang melaksanakan hak cipta tersebut tanpa persetujuan pemegang hak cipta.

Dilarang

a. kegiatan menerjemahkan, b. mengadaptasi, 

c. mengaransemen d. mengalihwujudkan, e. menjual,

f. menyewakan, g. meminjamkan, h. mengimpor, i. memamerkan,

j. mempertunjukkan kepada publik,  k. Menyiarkan,

l. merekam, dan

m. mengkomunikasikan ciptaan kepada publik melalui sarana apapun".

(11)

Ciptaan Yang dilindungi menurut UU No. 28 Tahun 2016 Pasal 40

Ciptaan yang dilindungi meliputi Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, terdiri atas:

a. buku, pamflet, perwajahan karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lainnya;

b. ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan sejenis lainnya;

c. alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;

d. lagu dan/atau musik dengan atau tanpa teks;

e. drama, drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;

f. karya seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung, atau kolase;

g. karya seni terapan;

h. karya arsitektur;

i. peta;

j. karya seni batik atau seni motif lain;

k. karya fotografi; Potret;

l. karya sinematografi;

m. terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, basis data, adaptasi, aransemen, modifikasi dan karya lain dari hasil transformasi;

(12)

Ciptaan Yang tidak Di Lindungi Pasal 41

Hasil karya yang tidak dilindungi Hak Cipta meliputi:

a. hasil karya yang belum diwujudkan dalam bentuk nyata;

b. setiap ide, prosedur, sistem, metode, konsep, prinsip, temuan atau data walaupun telah diungkapkan, dinyatakan, digambarkan,

dijelaskan, atau digabungkan dalam sebuah Ciptaan; dan c. alat, Benda, atau produk yang diciptakan hanya untuk

menyelesaikan masalah teknis atau yang bentuknya hanya ditujukan untuk kebutuhan fungsional.

(13)

Syarat Pengajuan Hak cipta

Mendaftar ke kantor Departemen Hukum dan HAM

Mendaftar Secara daring/website (online) https://e-hakcipta.dgip.go.id

Menggunakan Jasa Konsultan HaKi

Syarat-syarat Hak cipta

a. Nama, status kewarganegaraan, dan alamat lengkap pendaftar

b. alamat lengkap pemegang hak cipta c. Judul karya

d. Waktu dan lokasi karya diumumkan untuk pertama kali Uraian karya secara singkat

e. Sample karya yang didaftarkan (format lengkpanya dapat Anda temukan di laman situs Ditjen HKI)

(14)

Contoh Hak Cipta telah dilindungi

(15)

All Rights Reserved:

Artinya dalam Bahasa Indonesia adalah "Hak cipta dilindungi undang-undang". Di Indonesia, pendaftaran ciptaan bukan merupakan suatu keharusan bagi pencipta atau pemegang hak cipta, dan timbulnya

perlindungan suatu ciptaan dimulai sejak ciptaan itu ada atau terwujud dan bukan karena pendaftaran.

Namun demikian, surat pendaftaran ciptaan dapat dijadikan sebagai alat bukti awal di pengadilan apabila timbul sengketa di kemudian hari terhadap ciptaan.

Copyright©

Hak cipta (lambang internasional: ©) adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan "hak untuk menyalin suatu ciptaan". Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.

(16)

Contoh Kasus Pelanggaran Hak Cipta

1. Mahasiswa membuat tugas, artikel, jurnal tanpa memberi sumber, memperbanyak/copy, yang sebenarnya tidak ada izin dari penerbitnya atau penulis.

2. Membuat alamat web mengatasnamakan orang lain untuk kepentingan pribadi, tanpa izin dari pemiliknya

3. Permasalahan antara Samsung VS Apple yang menyatakan bahwa Perusahaan samsung telah meniru produk Apple, yang dinyatakan samsung telah melakukan pelanggaran hak cipta dan paten.

Perusahaan Apple menuntut perusahaan Samsung dengan denda 2,5 Miliar Dolar

(17)

BAB XVII

Kententuan Pidana Pelanggaran Hak Cipta Pasal 112 dan 113

Pasal 112

Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dan/atau Pasal 52 untuk Penggunaan Secara Komersial, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/ a tau pidana denda paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).

Pasal 113

1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf i untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/ atau pidana denda paling banyak RplOO.OOO.OOO (seratusjuta rupiah).

2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/ a tau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

3. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/ a tau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/ a tau pidana denda paling banyak Rpl.OOO.OOO.OOO,OO (satu miliar rupiah).

4. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/ a tau pidana denda paling banyak Rp 4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).

(18)

Manfaat Pentinganya HaKI di Lindungi

 Meningkatkan Posisi perdagagan dan Investasi

 Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)

 Mendorong perusahaan untuk bersaing secara Internasional

 Membantu komersialisasi dari suatu invensi (temuan)

 Mengembangkan sosial, budaya, ekonomi

 Menambah nilai material

(19)

Daftar Pustaka

Adoe, Kaleb, 2010. HUKUM BISNIS. Kupang: Politeknik Negeri Kupang.

Simatupang, Richard, 1996. Aspek Hukum dalam Bisnis. Jakarta: Rineka Cipta.

Saidin, 1997. Aspek Hukum Hak Atas Kekayaan Intelektual. Jakarta: Raja Grafindo.

Supramono, Gatot, 1989. Tindak Pidana Hak Cipta: Masalah Penangkapan dalam Tingkat Penyidikan. Jakarta:

Pustaka Kartini.

Sumber lainnya:

1. http://prasetyohp.staff.hukum.uns.ac.id/hki-dan-perlindungan-pengetahuan-tradisional-di-indonesia/hki-dan- perlindungan-pengetahuan-tradisional-di-indonesia/

2. http://www.scribd.com/doc/12686190/Sekilas-Haki-Di-Indonesia-Indonesia-Intellectual-Property-Law-in- brief

3. http://bjnatasyakusumah.blogspot.com/2010/04/studi-kasus-tentang-sengketa-atas-merek.html

4. http://id.wikipedia.org/wiki/Hak_cipta

5. http://dinnirwanrusti20.blogspot.com/2014/09/makalah-hak-atas-kekayaan-intelektual.html

(20)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Adapun juga dari bunyi Pasal 113 ayat (2) Undang-undang Hak Cipta, yaitu: Setiap orang yang dengan tanpa izin pencipta atau pemegang hak cipta melakukan pelanggaran hak

Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam

(3) Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat

Setiap orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat 1 huruf c,

Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat 1 huruf c,

Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat 1 huruf a,

Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat 1 huruf c,

Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat 1 huruf c,