• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUMOR ITU SERIUS - ARWAH SETIAWAN

N/A
N/A
Kresno Brahmantyo

Academic year: 2024

Membagikan " HUMOR ITU SERIUS - ARWAH SETIAWAN"

Copied!
798
0
0

Teks penuh

Tiga dekade lalu, Arwah Setiawan pernah menulis kegelisahannya terhadap buku dan pembajakan di salah satu artikelnya. Oleh karena itu, buku ini dihadirkan kepada pembaca secara serius sebagai upaya memperluas cita-cita Arwah Setiawan mengenai masa depan humor di Indonesia. Termasuk pemahaman bahwa di Indonesia penciptanya adalah Arwah Setiawan (Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 1977); tapi humor itu harusnya lucu, masih ada perbedaan pendapat.

Catatan-catatan Arwah Setiawan yang berserakan saat asyik bercanda ketika semangatnya memuncak diselamatkan oleh salah satu asistennya yang bernama Tommy dan sebagian besar catatan lainnya menjadi bahan penelitian M. Ada beberapa hal penting yang kembali ditampilkan sebagai gambaran suasana hati tulus Arwah Setiawan saat mengalami kesurupan dan. Apa yang terkandung dalam hasil penelitian Suhadi, disadari atau tidak, seolah menggambarkan suasana yang ada dalam humor ilmiah Arwah Setiawan yang penuh gairah.

Silakan saksikan dan nikmati dengan sepenuh hati (hampir) semua ekspresi lucu, genit, nakal, nakal, konyol, konyol dan konyol yang diciptakan oleh Arwah Setiawan yang pemikirannya melampaui waktu.

TENTANG ARWAH

Dan tidak harus tentang sesuatu yang besar seperti pengalaman perang yang selalu dianggap sangat penting oleh masyarakat, tetapi cukup tentang pengalaman hidup yang dianggap penting oleh dirinya – dan mungkin oleh istri dan anak-anaknya. Datuk Madjoindo atau Kawan Bergelut adalah hadiah dari Suman Hs. dan dibelikan oleh orang tua saya, baju Humor jadi lebih canggih; buku terjemahan dan Tom Sawyer, American Boy karya Mark Twain. Karena situasi penuh keributan dan tawa, kami – Arwah dan saya – tidak bisa berbincang baik, kami sepakat untuk bertemu di kantor majalah Horison di Balai Budaya keesokan paginya.

Saat masih bekerja di USIS (United State Information Service - Majalah Titian) Jakarta, hampir seluruh gajinya dihabiskan untuk humor. Puncak syahadat Arwah terpancar ketika ia menyampaikan materi berjudul Humor Itu Serius di Taman Ismail Marzuki pada 26 Juli 1977, dan artikel (ringkasan ceramahnya) dimuat di Harian Kompas pada Selasa 9 Agustus 1977. Tempat Sains dan Seni diakui sebagai bidang budaya "resmi", sedangkan humor masih bersifat "bawah tanah".

Dalam kumpulan lajur yang lebih tebal dan "berat". anda tidak akan menemuinya dalam buku Humor Zaman Edan.

SERIUSNYA ARWAH

Namun calon peserta lomba tari humor yang pernah diadakan oleh Lembaga Humor Indonesia (Purn) akan menjawab pertanyaan yang sama dengan "agar bisa ditertawakan". Sebab ketika pihak penyelenggara berencana mengadakan Humorous Dance Competition, selain ingin menciptakan sebuah karya seni yang lucu, mereka juga bermaksud “menggali” dari apa yang sudah ada. Sementara “silent humor” alias komedi pantomim mendapat banyak penilaian dan pujian, sebaliknya seni “knocking humor” begitu sering disebut.

Banyak orang yang beranggapan bahwa humor tinggi atau “intelektual” adalah humor yang membahas suatu topik yang hanya diketahui di kalangan berpendidikan tinggi. Dan bagaimanapun juga, tingkat pengetahuan seseorang setidaknya harus menjadi kerangka acuan yang menentukan jenis humor yang dia hargai. Mood yang tinggi akan mengajak penonton untuk aktif mencari 'di mana lucunya'. Humor pop menceritakan atau menentukan di mana kita harus tertawa.

Selain menggelitik, humor yang baik juga menyampaikan pesan atau informasi, meski tidak secara eksplisit.

Pidato di Taman Ismail Marzuki)

Pertimbangan A. MENGAMATI

Dan dalam masyarakat luas, humor belum mendapat perhatian dan pengakuan yang cukup sebagai bidang budaya yang sah dan sangat signifikan. Memang secara umum sektor kreatif dalam kebudayaan belum mendapat perhatian khusus di sini, misalnya dibandingkan dengan sektor politik, ekonomi, atau fisik; namun di dalam sektor kreatif itu sendiri. Faktanya, jika menyangkut humor yang membutuhkan pencernaan mental yang cukup, orang sering kali kurang jeli dan merespons dengan “kekerasan” – terutama jika mereka merasa hal itu menyinggung perasaan mereka secara pribadi.

Saling berkait dengan situasi di atas, kualiti ciptaan jenaka di negara kita hari ini kebanyakannya masih di bawah taraf kreativiti. Di negara kita, artikel atau esei jarang dibaca dalam bentuk cetakan, hampir tidak ada kuliah dari mimbar, dan tidak ada satu buku pun di perpustakaan di mana seorang pengulas Indonesia secara khusus membincangkan atau menganalisis humor.

MERENUNGKAN

Di negara kita, artikel atau esai jarang dibaca di media, hampir tidak ada ceramah di mimbar, dan dalam bidang sastra tidak ada satu buku pun yang secara khusus membahas atau menganalisis humor oleh seorang pembahas Indonesia. 4) Kesempatan yang besar untuk memberikan kesempatan kepada para pelawak dan masyarakat umum untuk meningkatkan dan memperdalam pemahamannya tentang humor. Jika kita melihat banyaknya kajian tentang humor yang dilakukan oleh para pemikir besar sejak Plato, Hobbes, Freud, Koestler hingga ribuan buku dan artikel di luar negeri, rasanya sudah tiba saatnya bagi kita untuk mulai memperdalam pengetahuan tentang bidang yang begitu penting. . namun masih terbengkalai. Hal ini bukan sekedar untuk mengetahui, namun untuk menambah kearifan dan selera budaya kita dalam humor.

Selain banyaknya penelitian tentang humor, terdapat juga banyak organisasi humor dan gaya berbeda di luar negeri, yang juga bertujuan untuk membantu masyarakat mengembangkan kreativitas dan meningkatkan apresiasi terhadap humor.

MEMUTUSKAN

  • Sifat dan Fungsi
  • Struktur Organisasi
  • Sistem Kerja dan Pembiayaan
  • Rencana Kegiatan

Anggota dewan penasihat dipilih oleh dewan ketua berdasarkan keahlian, komitmen atau pengalamannya di bidang humor atau bidang lain yang berkaitan erat dengan humor. Bidang ini menangani segala kegiatan yang berhubungan dengan kartun/karikatur dan penulisan humor, misalnya di media massa, perpustakaan, pameran, dan lain-lain. Ketua dan para pembantunya terdiri dari kartunis, penulis atau orang-orang yang berpengalaman di bidang tersebut. Ketua dan para pendamping terdiri dari mereka yang ahli dan berpengalaman di bidang audiovisual.

Ini juga akan berfungsi sebagai tempat pertemuan seperti di atas, meskipun lebih pada ranah ide. Sebagai permulaan, mungkin Anda bisa memulai dengan diskusi informal terlebih dahulu, di mana para komedian veteran, pemerhati humor, dan komedian baru saling bertukar pikiran dan pengalaman di bidang humor. Jadi, mata pelajaran yang bisa diajarkan di Akademi Humor ini misalnya psikologi humor, logika humor, teknik humor; humor dalam sosiologi, antropologi, komunikasi, sastra, seni, dll; dan tentunya latihan humor seperti dalam menulis, seni karikatur, seni komedi, dll.

Kompetisi Tari Lucu” dengan dana yang hampir tidak cukup hanya untuk membayar para juri dan beberapa lainnya. Namun berdasarkan kelompok “idealis” yang tidak jauh berbeda dengan kelompok LHI “lama”, hasil kerja tim anak muda ini masih jauh dari apa yang diinginkan kaum “realis” – secara finansial, Pekan Humor tahun 1992 masih terlalu jauh. "realistis" ". Namun kelebihan tersebut tidak bisa menutupi rasa penasaran untuk tetap bertekad mengaktifkan kembali LHI dan menutup segala kekurangan tersebut dengan semangat dan tatanan baru yang diharapkan lebih “profesional” dan lucu.

Contoh lainnya adalah pertunjukan “total humor” yang dirancang sepenuhnya sebagai sebuah konsep, namun karena kekurangan dana tidak dapat dilaksanakan. Apalagi ide mendirikan "Humor Center" yang saya akui sejak awal memang merupakan rencana yang "ambisius". Mereka antara lain terdiri dari anggota baru Djati Kusumo, mantan pimpinan kelompok Kuartet-S dan kini anggota DPR-RI; yang kehadirannya di pengurus LHI mengukuhkan citra LHI sebagai lembaga yang “memperjuangkan” humor yang “membantu mencerdaskan bangsa”. Hal ini juga dipertegas dengan kehadiran Darminto M.

Pada masa booming "komedi" di televisi itulah LHI berencana memasukkan program TV reguler setelah "Warung Pojok", yang aslinya diberi judul - maaf - dalam "Warung Umpet". Belum dijelaskan apakah LHI akan memberikan alternatif di ajang yang menjadi keinginan mereka setiap kali menggelar kompetisi seperti Pekan Humor Indonesia beberapa waktu lalu. Kini keadaan sudah tenang, karena untuk tayangan kali ini LHI bekerja sama dengan puluhan rumah produksi yang beberapa di antaranya sudah berpengalaman atau sudah mempunyai pengalaman di dunia film layar lebar.

KOLOM ARWAH

Saat saya memasuki halaman, seorang "redneck" (pria Selatan kurang ajar yang suka melecehkan orang Afrika-Amerika) yang tampaknya bertugas sebagai pengawal mendekati saya. BIP-BOP dikatakan sebagai permainan yang hanya menampilkan pemain tegap yang melakukan gerakan mekanis sambil berkata, "bip-bop, bip-bop," diiringi semacam paduan suara, "Yang Mulia!" dan satu seruan, "Masih ada harapan!". Sebuah karya seni, katanya, harus sudah menjelaskan dirinya sendiri; tidak dijelaskan dengan cara ekstra-artistik seperti bahasa sehari-hari." Dan dia menolak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Tapi tunggu sebentar." Dan dia keluar sejenak untuk kembali lagi dan membawa arbanat milik tetangganya seorang penjual arumanis. Setelah rambutnya “dioperasi”, ia kembali menaiki Yamahanya dan melirik ke arah petugas yang terkekeh geli melihat hasil pekerjaan mereka pada rambutnya. Permisi Pak!" Dia mengangkat "rambutnya", yang ternyata adalah rambut palsu, atau wig compang-camping, dan melemparkannya ke arah petugas.

Quo vadis dari orang Romawi, yang seleranya begitu merosot sehingga mereka suka melihat pertunjukan banci yang tidak mengandung maskulinitas sama sekali?” begitulah cara dia menulisnya. -kata-katanya jelas dan tidak perlu ditiru lagi, kecuali kata "Cina" yang berasal dari kata "Tjina". Dahulu namanya "Tionghoa", namun setelah ada petunjuk pergantian nama diubah menjadi "Cina", nama panggilannya adalah "Cuk". dan khusus di daerah surabaya sering disingkat menjadi “cuk” yang maknanya hanya bisa kita pahami jika kita mengenal awalan “jan”.

Karena walaupun "seperti itu" mungkin tidak etis, tapi lihat konteksnya dulu, terima kasih). Sebab, kata dia, meski ada sektor yang dirugikan, ada juga pihak yang diuntungkan di sektor lain, misalnya perusahaan yang “back-ing” (atau “decking”, atau backing, atau apa pun.) Itu saja. . Ceritamu. Sekelompok putra Baratayuda dari Jawa menerobos masuk ke kantor Sara dan menghiasinya dengan berbagai ucapan seperti: "BH Yessir PKI" dan "Sarang Sara untuk Gestapo". Mereka juga menggerebek rumah BH Yessir yang juga orang Jawa asli.

Jadi “perjuangan harus diakhiri dan ‘Hier stehe ich, ich kann nicht anders’, sebut saja, dalam bahasa Jawa tentunya sadja. Ide ini,” katanya dalam sebuah seminar, “bertujuan untuk memberikan jalan keluar pragmatis bagi suatu fenomena sosial , yang sudah menjadi bagian dari adat istiadat dan kepribadian bangsa.

Referensi

Dokumen terkait

Mata Pelajaran : BAHASA SUNDA Nama :Kelas : I (Satu) Skor / Nilai Paraf Hari/Tanggal : Guru Orang Tua Waktu : 30 Menit I. Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B atau C pada jawaban yang paling benar

(mimik wajah serius) Kalau nama obat kampung saya tidak tahu nona karena obat tersebut dibawa orang tua sudah dalam bentuk jadi, saya tinggal minum airnya yang sudah

Tuhan Yesus Kristus sebagai bentuk pertangung jawaban saya terhadap talenta yang diberikanNya. Serta kepada kedua orang tua saya yang selalu menyebutkan nama saya dalam

Tuhan Yesus Kristus sebagai bentuk pertangung jawaban saya terhadap talenta yang diberikanNya. Serta kepada kedua orang tua saya yang selalu menyebutkan nama saya dalam

LAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PKM) Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PDGK 4209) S1 PGSD Universitas Terbuka DISUSUN OLEH : NAMA : .....................NIM : .....................SEMESTER: IV (EMPAT) UPBJJ : UT PANGKAL PINANG POKJAR : MUNTOK MASA REGISTRASI : 2015.1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH UNIVERSITAS TERBUKA PANGKAL PINANG TAHUN 2015 2 / 9 ii LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PELAKSNAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PDGK 4209) Oleh ..................... telah diketahui dan disahkan oleh Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok sebagai salah satu tugas akhir semester IV (Empat). Tempat : Muntok Hari : Minggu Tanggal : Mei 2015 Pembimbing Mahasiswa Sarbudiono, S.Pd ..................... NIP. 19680528 199103 1 005 NIM. ..................... 3 / 9 iii KATA PENGANTAR Alhamdullilah, segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT dan atas berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini dengan baik. Melalui mata kuliah ini, penulis berlatih untuk menerapkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dipelajari dalam kegiatan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran, sehingga penulis dapat mengoreksi diri agar menjadi seorang guru yang profesional. Penyusunan laporan tugas akhir semester IV ini tentu tidak lepas dari bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, diantaranya : 1.Bapak Drs. Syarif Fadillah, M.Si, selaku kepala UPBJJ UT Pangkal Pinang; 2.Bapak Hermansyah selaku pengelolah UT pangkal Pinang Pokjar Muntok; 3.Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok; 4.Bapak Mulkan selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Jebus; 5.Bapak Sarmin selaku Kepala sekolah Dasar Negeri 5 Simpang Teritip; 6.Bapak Jhoni Darma Putra, S.Pd.SD selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 6 Parittiga; 7.Bapak Parjana, S.Pd.SD selaku Supervisor 2 yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar; 8.Kedua orang tua dan teman Mahasiswa yang telah memberi bantuan baik moral, maupun materi dan juga semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan walaupun penulis telah bekerja dengan maksimal. Maka dari itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak guna perbaikan, selanjutnya penulis berharap Laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini akan memberi manfaat bagi pembaca, dan semua pihak yang berkepentingan. Muntok, Mei 2015 Penulis, 4 / 9 iv DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... ii KATA PENGANTAR ................................................................................. iii DAFTAR ISI ........................................................................................ iv BAB I. PENDAHULUAN......................................................................1 A.Latar Belakang ...........................................................................1 B.Deskripsi Profil Mahasiswa .............................................................2 BAB II. PELAKSANAAN PKM.......................................................................... 3 A.Manfaat Mengikuti PKM ...............................................................3 B.Tempat Pelaksanaan PKM ..............................................................3 C.Waktu Pelaksanaan PKM ...............................................................3 BAB III. ULASAN PROSES SELAMA PELAKSANAAN PKM .....................5 A.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Eksakta ........................5 B.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Non Eksakta ..................5 BAB IV. PENUTUP.............................................................................6 A.Kesimpulan ................................................................................. 6 B.Saran ......................................................................................... LAMPIRAN ............................................................................................. oLembar Kelengkapan Berkas Laporan Praktek PKM ...............................oSurat Rekomendasi Kepaka Sekolah ...................................................oSurat Kesediaan Teman Sejawat .......................................................o10 (Sepuluh) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...................................... o3 (Tiga) APKG 1 dan APKG 2 .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Refleksi .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Observasi .......................................................oJurnal Pembimbingan .................................................................... 5 / 9 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Mengajar pada hakekatnya ialah membelajarkan siswa, dalam arti mendorong dan membimbing siswa belajar. Membelajarkan siswa mengandung maksud agar guru berupaya mengaktifkan siswa belajar. Dengan demikian, di dalam proses pembelajaran guru menggunakan berbagai strategi dan media semata-mata supaya siswa belajar (Sri Anitah W, dkk, 2009:1.3). Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Ketegasan di atas menjelaskan bahwa guru harus memiliki sikap keprofesionalisme yang harus dimiliki. Profesional sendiri adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) yang telah dilaksanakan, diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman dan untuk mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemammpuan Mengajar (PKM) maka perlu disusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan tersebut guna dijadikan acuan untuk pelaksanaan pembelajaran lebih baik. Kegiatan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar dilaksanakan di SD Negeri 4 Jebus yang beralamat di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. SD Negeri 4 Jebus dikepalai oleh bapak Mulkan memiliki 7 tenaga pendidik dan 2 tenaga kependidikan. Sekolah ini memiliki 6 rombel dengan jumlah siswa 108 orang yang kebanyakan merupakan penduduk setempat.

dfLAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PKM) Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PDGK 4209) S1 PGSD Universitas Terbuka DISUSUN OLEH : NAMA : .....................NIM : .....................SEMESTER: IV (EMPAT) UPBJJ : UT PANGKAL PINANG POKJAR : MUNTOK MASA REGISTRASI : 2015.1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH UNIVERSITAS TERBUKA PANGKAL PINANG TAHUN 2015 2 / 9 ii LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PELAKSNAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PDGK 4209) Oleh ..................... telah diketahui dan disahkan oleh Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok sebagai salah satu tugas akhir semester IV (Empat). Tempat : Muntok Hari : Minggu Tanggal : Mei 2015 Pembimbing Mahasiswa Sarbudiono, S.Pd ..................... NIP. 19680528 199103 1 005 NIM. ..................... 3 / 9 iii KATA PENGANTAR Alhamdullilah, segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT dan atas berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini dengan baik. Melalui mata kuliah ini, penulis berlatih untuk menerapkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dipelajari dalam kegiatan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran, sehingga penulis dapat mengoreksi diri agar menjadi seorang guru yang profesional. Penyusunan laporan tugas akhir semester IV ini tentu tidak lepas dari bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, diantaranya : 1.Bapak Drs. Syarif Fadillah, M.Si, selaku kepala UPBJJ UT Pangkal Pinang; 2.Bapak Hermansyah selaku pengelolah UT pangkal Pinang Pokjar Muntok; 3.Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok; 4.Bapak Mulkan selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Jebus; 5.Bapak Sarmin selaku Kepala sekolah Dasar Negeri 5 Simpang Teritip; 6.Bapak Jhoni Darma Putra, S.Pd.SD selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 6 Parittiga; 7.Bapak Parjana, S.Pd.SD selaku Supervisor 2 yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar; 8.Kedua orang tua dan teman Mahasiswa yang telah memberi bantuan baik moral, maupun materi dan juga semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan walaupun penulis telah bekerja dengan maksimal. Maka dari itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak guna perbaikan, selanjutnya penulis berharap Laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini akan memberi manfaat bagi pembaca, dan semua pihak yang berkepentingan. Muntok, Mei 2015 Penulis, 4 / 9 iv DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... ii KATA PENGANTAR ................................................................................. iii DAFTAR ISI ........................................................................................ iv BAB I. PENDAHULUAN......................................................................1 A.Latar Belakang ...........................................................................1 B.Deskripsi Profil Mahasiswa .............................................................2 BAB II. PELAKSANAAN PKM.......................................................................... 3 A.Manfaat Mengikuti PKM ...............................................................3 B.Tempat Pelaksanaan PKM ..............................................................3 C.Waktu Pelaksanaan PKM ...............................................................3 BAB III. ULASAN PROSES SELAMA PELAKSANAAN PKM .....................5 A.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Eksakta ........................5 B.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Non Eksakta ..................5 BAB IV. PENUTUP.............................................................................6 A.Kesimpulan ................................................................................. 6 B.Saran ......................................................................................... LAMPIRAN ............................................................................................. oLembar Kelengkapan Berkas Laporan Praktek PKM ...............................oSurat Rekomendasi Kepaka Sekolah ...................................................oSurat Kesediaan Teman Sejawat .......................................................o10 (Sepuluh) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...................................... o3 (Tiga) APKG 1 dan APKG 2 .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Refleksi .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Observasi .......................................................oJurnal Pembimbingan .................................................................... 5 / 9 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Mengajar pada hakekatnya ialah membelajarkan siswa, dalam arti mendorong dan membimbing siswa belajar. Membelajarkan siswa mengandung maksud agar guru berupaya mengaktifkan siswa belajar. Dengan demikian, di dalam proses pembelajaran guru menggunakan berbagai strategi dan media semata-mata supaya siswa belajar (Sri Anitah W, dkk, 2009:1.3). Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Ketegasan di atas menjelaskan bahwa guru harus memiliki sikap keprofesionalisme yang harus dimiliki. Profesional sendiri adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) yang telah dilaksanakan, diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman dan untuk mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemammpuan Mengajar (PKM) maka perlu disusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan tersebut guna dijadikan acuan untuk pelaksanaan pembelajaran lebih baik. Kegiatan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar dilaksanakan di SD Negeri 4 Jebus yang beralamat di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. SD Negeri 4 Jebus dikepalai oleh bapak Mulkan memiliki 7 tenaga pendidik dan 2 tenaga kependidikan. Sekolah ini memiliki 6 rombel dengan jumlah siswa 108 orang yang kebanyakan merupakan penduduk setempat.

Nama Penjawab : Ahda Sabila NIM : 21010714073 Jawaban : Upaya yang dapat dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua siswa bahwa anak tetap harus memperoleh pendidikan non