LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA UMUM PERCOBAAN I
IDENTIFIKASI KARBOHIDRAT
OLEH
NAMA : SANTI
NIM : F1C1 20 042
KELOMPOK : IX (SEMBILAN)
ASISTEN : INDAH RISMA DAMAYANTI
LABORATORIUM KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI 2022
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Karbohidrat merupakan senyawa karbon, hydrogen dan oksigen yang terdapat dalam alam. Banyak karbohidrat mempunyai rumus empiris CH2O.
Karbohidrat sebenarnya adalah polisakarida aldehid dan keton atau turunan mereka. Nama karbohidrat berasal dari kenyataan bahwa kebanyakan senyawa dari golongan ini mempunyai rumus empiris yang menunjukkan bahwa senyawa tersebut adalah karbon “hidrat” dan memiliki perbandingan 1:2:1 untuk C, H dan O. Perbandingan jumlah atom H dan O adalah 2:1 seperti pada molekul air. Pada senyawa yang termasuk karbohidat terdapat gugus fungsi yaitu gugus –OH, gugus aldehid, atau gugus keton (Fitri dan Yolla, 2020). Sampel yang akan digunakan pada percobaan identifikasi karbohidrat adalah pati ubi jalar, pati kacang hijau, sari buah lemon, sari buah naga, sari buah semangka dan sari buah jeruk. Tidak banyak yang mengetahui bahwa kulit melon mengandung protein dan karbohidrat.
Kulit melon juga memiliki kandungan pektin yaitu 1,50%. Pektin adalah senyawa karbohidrat yang membentuk gel apabila bereaksi dengan gula dan asam.
Kulit melon memiliki kandungan gizi yang baik sebagai pangan alternatif.
Sehingga, bahan ini dapat diolah kembali menjadi berbagai produk pangan lainnya (Apsari ddk., 2019). Semangka memiliki kandungan karbohidrat sederhana berupa fruktosa. Fruktosa adalah gula yang ditemukan secara alami dalam buah-buahan dan termasuk kedalam golongan karbohidrat sederhana.
Karbohidrat sederhana akan lebih cepat diserap kedalam tubuh karena memiliki struktur yang sederhana sehingga tidak membutuhkan banyak tahap untuk bisa
diserap kedalam sistem vena porta (Budiman dan Tutut, 2019). Untuk mengidentifikasi karbohidrat pada buah dapat dilakukan dengan cara uji iodin, uji benedict dan uji fehling.
Uji Iodin bertujuan untuk mengidentifikasi polisakarida berupa amilosa.
Prinsip iodin adalah terjadinya reaksi antara polisakarida dengan iodin membentuk rantai poliiodida (Ginting dkk., 2020). Uji benedict adalah uji kimia untuk mengetahui kandungan gula (karbohidrat) pereduksi. Gula pereduksi meliputi semua jenis monosakarida beberapa disakarida seperti laktosa dan maltosa (Cahyany dan Muhammad, 2018). Uji fehling merupakan salah satu uji yang digunakan untuk membedakan senyawa aldehid dan keton. Prinsip uji fehling adalah membedakan gugus senyawa aldehid dan keton dalam suatu sampel dengan menambahkan reagen fehling A dan fehling B (Antonius dkk., 2022). Klasifikasi karbohidrat terdiri dari monosakarida, disakarida dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang sederhana, dalam arti molekulnya hanya terdiri atas beberapa karbon saja dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis dalam kondisi lunak menjadi karbo lain. Monosakarida tidak berwarna, bentuk kristalnya larut dalam air tetapi tidak larut dalam pelarut non-polar. Berdasarkan latar belakang tersebut maka dilakukanlah praktikum percobaan identifikasi karbohidrat.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dikaji pada percobaan identifikasi karbohidrat adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana cara mengidentifikasi karbohidrat pada sampel pati ubi jalar dan pati kacang hijau dengan uji iodin?
2. Bagaimana cara mengidentifikasi karbohidrat pada sampel sari buah naga merah, sari buah melon, sari buah semangka dan sari buah jeruk dengan uji benedict?
3. Bagaimana cara mengidentifikasi karbohidrat pada sampel sari buah naga merah, sari buah melon, sari buah semangka dan sari buah jeruk dengan uji fehling?
C. Tujuan
Tujuan yang akan dicapai pada percobaan identifikasi karbohidrat adalah sebagai berikut
1. Untuk mengidentifikasi karbohidrat pada sampel pati ubi jalar dan kacang hijau dengan uji iodin.
2. Untuk mengidentifikasi karbohidrat pada sampel sari buah naga merah, sari buah melon, sari buah semangka dan sari buah semangka dengan uji benedict.
3. Untuk mengidentifikasi karbohidrat pada sampel sampel sari buah naga merah, sari buah melon, sari buah semangka, sari buah jeruk dengan uji fehling.
D. Manfaat
Manfaat yang akan diperoleh pada percobaan identifikasi karbohidrat adalah sebagai berikut:
1. Dapat mengidentifikasi karbohidrat pada sampel pati ubi jalar dan sari buah jeruk dengan uji iodin.
2. Dapat mengidentifikasi karbohidrat pada sampel sari buah naga merah, sari buah melon, sari buah semangka dan sari buah semangka dengan uji benedict.
3. Dapat mengidentifikasi karbohidrat pada sampel sari buah naga merah, sari buah melon, sari buah semangka dan sari buah semangka dengan uji fehling.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Karbohidrat yang terdiri dari karbon, hydrogen dan oksigen merupakan senyawa organik yang berfungsi sebagai sumber energi bagi hewan dan manusia.
Monosakarida adalah glukosa, yang digunakan sebagai energy sumber oleh hewan. Glukosa dapat berasal dari pati dan gula dalam makanan, dari glikogen yang disimpan dalam tubuh, atau disintesis dari kerangka karbon asam amino, laktat, gliserol, atau propionat melalui gluko-neogenesis. Otak lebih suka menggunakan glukosa sebagai sumber energi utamanya, dan glukosa diperlukan sumber energi untuk sel darah merah dan sel lain dengan sedikit atau tidak ada mitokondria (Navarro dkk., 2019).
Pereaksi Iodin bertujuan untuk menentukan adanya polisakarida seperti pati, glikogen dan selulosa. Pati yang menghasilkan warna biru menandakan adanya amilosa atau yang berwarna ungu menandakan adanya amilopektin. Untuk glikogen akan menghasilkan warna mera-coklat. Sedangkan selulosa menghasilkan warna negatif. Misalnya, pati yang ditambahkan asam klorida menghasilkan warna negatif saat diujikan dengan iodin. Sehingga hal tersebut dapat diasumsikan bahwa pati sudah terhidrolisis secara menyeluruh. (Sa’adah dkk., 2022). Prinsip iodin adalah terjadinya reaksi antara polisakarida dengan iodin membentuk rantai poliiodida.
Uji benedict adalah reagen kimia kompleks yang terdiri dari natrium karbonat, natrium sitrat dan tembaga (II) sulfat pentahidrat. Uji benedict biasanya digunakan untuk mendeteksi gula pereduksi dalam sampel. Dengan demikian, uji benedict dapat mendeteksi karbohidrat sederhana yang mengandung gugus fungsi
keton atau aldehida bebas. Uji benedict positif ditandai dengan perubahan warna biru jernih menjadi merah bata dengan terbentuknya endapan (Figueroa, 2022).
Larutan fehling adalah reagen kimia yang umum dikenal untuk mendeteksi zat pereduksi. Sampai saat ini, spesies larutan fehling dan kimia belum dieksplorasi dengan baik. Alasan karena kompleks tartratocuprate, yang dapat mencegah pengendapan tembaga hidroksida dalam larutan yang sangat sensitif terhadap kondisi reaksi dan pertumbuhan kristal yang cocok untuk studi difraksi sinar-X. fheling dapat digunakan untuk menyaring glukosa dalam urin, sehingga mendeteksi diabetes. Selain itu fheling juga masih umum digunakan untuk menentukan gula pereduksi dalam produk gula (Meng dkk., 2019).
Natrium klorida (NaOH) atau soda api adalah produk sampingan dari proses klorin-alkali. Natrium klorida (soda api) sangat larut dalam air dan larutan natrium hidroksida adalah basa kuat. Natrium hidroksida juga dikenal sebagai alkali dan merupakan senyawa anorganik dengan rumus NaOH. NaOH adalah senyawa ionik padat berwarna putih yang terdiri dari kation Na+ dan anion hidroksida OH-. Natrium hidroksida adalah senyawa basa dan alkali yang sangat kaustik, yang menguraikan protein pada suhu lingkungan (Ahmad dan Sayed, 2019).
III. METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Percobaan Identifikasi Karbohidrat pada hari Selasa, 25 Oktober 2022 pukul 07.30-10.00 WITA dan bertempat di Laboratorium Kimia Fisika, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.
B. Alat dan Bahan 1. Alat
Alat-alat yang digunakan pada percobaan Identifikasi Karbohidrat adalah gelas kimia 250 ml dan 50 mL, tabung reaksi, rak tabung, hot plate, pipet tetes, batang pengaduk dan cutter.
2. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan Identifikasi Karbohidrat adalah reagen benedict, reagen iodin, reagen fehling A, fehling B, pati ubi jalar, beras merah, sari buah naga merah, sari buah melon, sari buah semangka, sari buah jeruk, asam klorida (HCl), natrium hidroksida (NaOH), akuades (H2O) dan tisu.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan
1. Data Pengamatan a. Uji Iodin
No
. Perlakuan Hasil Pengamatan
Sebelum Sesudah
1
Pati Ubi Jalar 4 mL + 2 mL larutan Iodin + dipanaskan + 2 mL
NaOH Berwarna coklat Berwarna coklat keruh
2
Pati Ubi Jalar 4 mL + 2 mL larutan Iodin + dipanaskan + 2 mL
HCl
bewarna coklat berwarna putih terbentuk endapan
3
Pati Kacang Hijau 4 mL + 2 mL larutan Iodin + dipanaskan +
2 mL NaOH
Berwarna hijau berwarna coklat muda terbentuk endapan
4
Pati Kacang Hijau 4 mL + 2 mL larutan Iodin + dipanaskan +
2 mL HCl
berwarna hijau
Berwarna hijau kecoklatan
b. Uji Benedict
No
. Perlakuan Hasil Pengamatan
Sebelum Sesudah
1.
Sari buah naga merah + larutan benedict 2 mL
+ dipanaskan
berwarna merah berwarna hijau kehitaman
2.
Sari buah melon + larutan benedict
2 mL+ dipanaskan berwarna biru
terbentuk endapan berwarna coklat kemerahan
3.
Sari buah semangka + larutan benedict
2 mL+ dipanaskan berwarna kuning
muda berwarna coklat kemerahan
4.
Sari buah jeruk + larutan benedict 2 mL+ dipanaskan
berwarna kuning Berwarna hijau kecoklatan
c. Uji Fehling No
. Perlakuan Hasil Pengamatan
Sebelum Sesudah
1
Sari buah naga merah + larutan Fehling A 2 mL +
Fehling B 1 mL +
dipanaskan berwarna merah berwarna coklat tua
2
Sari buah melon + larutan Fehling A 2 mL + Fehling B 1 mL + dipanaskan
berwarna hijau berwarna coklat kemerahan
3
Sari buah Semangka + larutan Fehling A 2 mL + Fehling B 1 mL+ dipanaskan
berwarna kuning muda
terbentuk buih, endapan warna coklat
4
Sari buah Jeruk + larutan Fehling A 2 mL + Fehling B 1 mL+ dipanaskan
Berwarna kuning terbentuk endapan berwarna coklat tua
2. Reaksi a. Uji Iodin
b. Uji Benedict
c. Uji Fehling
B. Pembahasan
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, yang menyediakan 4 kalori (kiojoule) energy pangan per gram. Karbohidrat juga mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan, misalnya rasa, warna, tekstur dan lain-lain. Sedangkan dalam tubuh karohidrat berguna untuk mencegah tumbuhnya ketosis, pemecahan tubuh protein yang berlebihan, kehilangan mineral dan berguna untuk membantu metabolisme lemak dan protein. Kebanyakan karbohidrat yang dikonsumsi adalah tepung atau amilum atau pati yang ada dalam gandum, jagung, beras, kentang dan padi-padian lainnya.
Kerbohidrat juga menjadi komponen struktur penting pada makhluk hidup dalam bentuk serat (fiber), seperti selulosa, pectin, serta lignin (Fitri dan Yolla, 2020).
Percobaan identifikasi karbohidrat dilakukan dengan 3 tahap. Tahap pertama diawali dengan uji iodin. Uji iodin adalah suatu uji yang digunakan untuk mengidentifikasi adanya polisakarida. Sampel yang akan digunakan pada uji iodin adalah pati ubi jalar dan pati beras merah. Masing-masing sampel akan direaksikan dengan asam klorida dan natrium hidroksida. Tujuan digunakannya asam klorida yaitu untuk menghidrolisis polisakarida menjadi monosakarida sebagai penyusunnya, sedangkan untuk penambahan natrium hidroksida bertujuan untuk memberi suasana basa pada uji iodin. Setelah itu, masing-masing sampel ditambahkan reagen iodin, tujuannya untuk membuktikan adanya polisakarida dalam larutan uji dan juga berfungsi sebagai indikator yang dapat menunjukkan adanya perubahan warna pada sampel. Kemudian larutan dikocok lalu dipanaskan agar dapat mempercepat proses terjadinya reaksi dan diamati perubahan pada masing-masing sampel. Pada pati kacang hijau berubah warna menjadi hijau kecoklatan, pati beras merah terbentuk endapan dan berubah warna menjadi coklat mudah ketika direaksikan dengan NaOH, pati ubi jalar terbentuk endapan dan berwarna putih serta pati ubi jalar berubah warna menjadi keruh ketika direaksikan dengan NaOH. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka sampel pati kacang hijau dengan uji iodin menunjukkan uji positif karena karena terjadi perubahan warna menjadi dan terbentuk endapan
Selanjutnya tahap kedua yaitu uji benedict. Tujuan dilakukan uji benedict adalah untuk mengidentifikasi karbohidrat melalui reaksi gula pereduksi yang
meliputi semua jenis monosakarida dan beberapa disakarida seperti laktosa dan maltosa. Pada tahap ini perlakuanya hampir sama dengan tahap pertama yang membedakan adalah sampel yang digunakan yaitu sari buah jeruk, sari buah semangka kuning, sari buah melon dan sari buah naga yang dimasukan kedalam tabung reaksi yang berbeda dan direaksikan dengan reagen benedict yang bertujuan untuk membuktikan adanya kandungan gula pereduksi dalam suatu larutan yang digunakan. Setelah itu sampel dikocok dan dipanaskan sehingga muncul perubahan pada masing-masing sampel. Pada sampel sari buah jeruk terbentuk endapan berwarna coklat, sari buah melon terjadi perubahan warna yaitu coklat kemerahan, sari buah semangka kuning terbentuk buih dan endapan coklat serta sari buah naga terjadi perubahan warna yaitu coklat tua. Berdasarkan hasil uji tersebut maka dapat dikatakan bahwa sampel positif terjadi hanya pada sari melon dan semangka yang menandakan bahwa pada sari melon dan semangka terdapat banyak gula pereduksi (fruktosa dan glukosa).
Tahap terakhir yaitu uji Fehling, dimana sampel yang digunakan sama dengan tahap kedua pada uji Benedict, namun yang membedakan adalah reagen yang digunakan pada uji Fehling yaitu reagen Fehling A (CuSO4) dan reagen Fehling B (NaOH). Uji Fehling digunakan untuk menunjukkan sifat khusus karbohidrat dengan adanya karbohidrat pereduksi dan untuk mengetahui adanya gugus aldehid. Uji Fehling dilakukan dengan mereaksikan masing-masing sampel dengan reagen Fehling A dan Fehling B kedalam tabung reaksi yang berbeda-beda lalu dipanaskan, sehingga masing-masing sampel ditandai dengan adanya perubahan yaitu sari buah jeruk terbentuk endapan warna coklat tua, sari buah
semangka kuning terbentuk buih dan endapan coklat, sari buah melon berubah warna menjadi coklat kemerahan dan sari buah naga terbentuk warna coklat tua.
Berdasarkan perubahan warna yang teerjadi, maka dapat dilihat bahwa uji fehling yang dilakukan positif untuk semua sampel sari buah. Hal ini menandakan bahwa semua sari buah positif mengandung glukosa.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, M. dan Seyed, H. S., 2019, Investigation of NaOH Properties, Production and Sale Mark in the World, Journal of Multidisciplinary Engineering Science and Technology (JEMST), 6(10).
Antonius, Dhifa M., Ditya M., Leni J., Novi K., Nurmanisari, Vridolin V. dan Siti H., 2022, Aldehid dan Keton, Praktikum Kimia Organik Dasar, 1(1).
Apsari, D.P.N., Damiati dan Cokorda I.R.M., 2019, Pemanfaatan Kulit Melon Menjadi Selai, Jurnal Bosaparis: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 10(1).
Budiman, F.A. dan Tutut P., 2019, Perubahan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Mellitus Tipe 2 yang diberi Semangka,Healthy-Mu Journal, 3(1).
Cahyany, R.P. dan Muhammad A.S., 2018, Pengukuran Kadar Glukosa Urin dengan Metode Oksidasi Reduksi Benedict, INA-Rxiv, 1(10).
Figueroa, E.C.P, 2022, Universidad De Investigation De Tecnologia Experimental Yachay, Universidad Yachay Teach, 1(1).
Fitri, A.S. dan Yolla A.N.F., 2020, Analisis Senyawa Kimia pada Karbohidrat, Saintek, 17(1).
Ginting, L., Wijanarka dan Endang K., 2020, Isolasi Bakteri Endofit Tanaman Pepaya (Carica Papaya L.) dan Uji Aktivitas Enzim Amilase, Berkala Bioteknologi, 3(2).
Meng, W., Hongfang Y., Shuai L., Feng X. dan Weijian X., 2019, Emergence of complex chiral coordination clusters (CuII48Na12) by using multiple ligands under oxidazing conditions, Dalton Transactions, 48(10).
Navarro, D.M.D.L., Jerubella J.A. dan Hans H.S., 2019, Structures and Characteristics of Carbohydrates in Diets Fed to Pigs: a Review, Journal of Animal Science and Biotechnology, 10(1).
Sa`adah, H., Heri W., Rosiana R., Yulistia B.,Soemarie, 2022, The Potential of Lai Fruit Seed Starch (Durio kutejensis) as A New Excipient in Pharmaceutical Preparations through Specific and Non-Specific
Characterization, International Journal of Advancement in Life Sciences Research, 5(3).
V. KESIMPULAN
Berdasarkan tujuan dan hasil pengamatan pada percobaan identifikasi karbohidrat, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Identifikasi karbohidrat pada sampel pati kacang hijau dengan uji iodin menunjukkan uji positif karena karena terjadi perubahan warna menjadi dan terbentuk endapan.
2. Identifikasi karbohidrat pada sampel sari buah jeruk, sari buah melon, sari buah semangka kuning dan sari buah naga dengan uji Benedict menunjukkan uji positif pada buah jeruk, semangka, melon dan buah naga karena terjadi pembentukan endapan merah bata.
3. Identifikasi karbohidrat pada sampel sari buah jeruk, sari buah melon, sari buah semangka kuning dan sari buah naga uji fehling menunjukkan uji positif pada buah jeruk, semangka, melon dan buah naga karena terjadi pembentukan endapan merah bata.