• Tidak ada hasil yang ditemukan

Imam Dalam keluarga. kepala keluargalah yang menjadi Imam

N/A
N/A
Noveriani Lase

Academic year: 2025

Membagikan "Imam Dalam keluarga. kepala keluargalah yang menjadi Imam "

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Imam dalam keluarga

Mata Kuliah :

Teologi PL 1

DOSEN PENGAMPU:

Pdt. Dr. Sriwahyuni

Di susun Oleh : Martin marbun Nim : 22237719

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI EBENHAEZER

Tanjung Enim, November 2023

(2)

BAB I Pendahuluan A. Latar belakang

Perjanjian lama dan perjanjian baru memiliki jeda yang cukup berarti di masa PL dan PB. Dalam kitab PL diakhiri dengan kitab Maleakhi, dalam susunan septuaginta hal ini dipakai juga dalam gereja. Dan kitab tawarikh dalam susunan Tanakh Ibrani.

Penulisan kitab maleakhi sekitar tahun 430-420 SM sedangkan kitab Tawarikh diperkirakan pada tahun 400-420 SM. Maka selang waktunya diperkirakan 400 tahun hingga sampai kelahiran Yesus Kristus, dan sering di sebut sebagai masa sunyi (silent age), bahkan masa ini sering kali disebut sebagai ungkapan lain yaitu zaman di mana Tuhan berhenti berfirman, atau masa Roh Tuhan meninggalkan Israel.

Namun dalam beberapa waktu ada perubahan yang signifikan dalam hal politik agama dan sosial di daerah Yudea dan sekitarnya. Akibat dari pada perubahan inilah yang membuat pembaca kitab PB merasakan lompatan yang sukar dan menjadi sulit untuk dipahami setelah membaca kitab PL, baik dalam hal pemerintahan, geografinya, agama dan sebagainya. Maka inilah yang mengangkat topik tentang masa Intertestamental menjadi bahasa yang menarik. Pada masa ini dianggap seolah-olah Allah berdiam dan tidak berurusan dengan manusia, tetapi sebenarnya Allah sedang berkarya pada masa itu, sehingga pada masa intertamental tidak hanya berarti masa sunyi, tetapi masa penggenapan atau masa persiapan.

Masa penggenapan adalah masa di mana 400 tahun antara perjanjian lama dan perjanjian baru. Di mana pada masa itu banyak bangsa-bangsa yang berkuasa seperti pada zaman Babilonia, media persia, Yunani dan Romawi. Pada masa ini juga disebut sebagai masa penghukuman, di mana bangsa Israel mengalami penghukuman dan di buang ke Babel dan Asyur. Sekaligus sebagai masa persiapan bagi kedatangan Yesus Kristus, lahir menjadi Juruselamat manusia dengan seluruh aspek persiapan bangsa bahasa dan budaya.1

Pada masa perjanjian lama, jabatan seorang imam adalah jabatan yang paling tinggi, secara khusus di dalam bait suci serta dalam rangka penyelenggaraan korban,

1 Louis Berkhof, The History of Chirstian Doctrines (Michigan : Grand Rapids. 1981), hal. 47 (terjemahan langsung).

(3)

dan imam besar harus berasal dari keturunan haru. Imam besar bertanggung jawab sebagai pengantara, antara umat dengan Allah, karna dialah yang akan masuk ke dalam tirai kemah suci atau bait suci untuk mengadakan upacara perdamaian.

Tetapi ketika masa pelayanan Yesus jabatan sebagai imam sudah bergeser dari keagamaan kepada jabatan politik. Para imam menjadi orang-orang yang bergelimang harta tanpa harus bekerja, sebab mereka mendapat penghidupan dari suku-suku Israel.

Maka melalui itu jabatan sebagai imam besar menjadi jabatan bergengsi sehingga menjadi incaran oleh orang-orang dari keturunan Harun. Untuk menjadi imam besar, mereka harus berusaha mendekatkan diri kepada pemerintah, karna pemerintah berhak dan memiliki wewenang untuk menetapkan imam besar, namun para pemerintah yang memiliki wewenang untuk memberikan jabatan sebagai imam, memanfaatkan imam juga untuk memberikan keuntungan bagi pemerintah. Dan kalo kita melihat dalam perjanjian baru bahwa imam besar memiliki pengikut Kisahpararasul. 5:17,21.

Mempelajari tentang keimaman adalah hal yang penting, karna bagaimanapun kebenaran firman Tuhan membahas tentang keimaman, baik dalam perjanjian lama maupun dalam perjanjian baru.

A. Rumusan masalah

1. Apa arti imam dalam perjanjian lama 2. Kapan munculnya konsep imam

3. Bagaimana konsep imam dalam perjanjian baru 4. Imam dalam pandangan Kristen

5. Bagaimana peran Keluarga sebagai imam dalam keluarga B. Tujuan penulisan

1. Agar kita paham dan mengerti apa yang menjadi pengertian imam itu sendiri 2. Supa kita tahu sejak kapan konsep imam itu ada

3. Agar kita tahu peranan imam itu dalam kehidupan Kristen

BAB II

(4)

PEMBAHASAN A. Arti imam dalam perjanjian lama

Dalam pengertian lain, kata imam sering juga disebut sebagai ketua sidang, sedangkan dalam arti lain dalam keagamaan imam adalah sebagai wakil manusia dalam urusan keagamaan. Dan dalam perjanjian lama imam bertindak sebagai pembantu nabi Musa dalam jabatannya sebagai perantara Keluaran 24:5, dan kemudian pekerjaan diserahkan kepada suku Lewi Bil 16:40, memangku jabatan sebagai imam dan dianggap sebagai jabatan yang paling istimewa dan penting dalam negara Yahudi.

B. Munculnya konsep imam

Jika kita mempelajari tentang konsep imam, maka kita akan menemukan dalam perjanjian lama ada dua jenis imamat, ini terjadi ketika bangsa Israel sudah menguasai serta mengambil alih tanah Kanaan, dan bangsa Israel membangun rumah ibadah serta kenisah Yerusalem. Dan sejak itulah jabatan imamat menjadi aktual, sebab imamat pada awalnya diturunkan kepada beberapa keluarga imam saja, hal ini dimulai dari keluarga Musa di Dan Hak 18:30, keluarga Eli di syilo. Kedua keluarga berasal dari Mesir dan termasuk keturunan Lewi. Dalam hal ini keluarga imamat Musa tidak ada yang di ketahui, tetapi keluarga imamat dari Eli diterima dalam silsilah arun. Pada masa zaman Daud mereka di desak oleh keturunan zadok 1 Sam 2:27-36. Namun ketika sudah masa pembuangan mereka hanya di berikan tugas-tugas yang lebih rendah, karna imam agung berdiri sebagai pimpinan dari antara para imam-imam dan keturunan Lewi.

Dan pada saat melawani para imam dibagi menjadi 24 golongan menurut undian 1 Taw 25; Luk 1:8-9.2

Jadi asal mula imam itu jelas ada, imam yang pernah ada tercatat dalam Kejadian 4:3-4. Dan pada zaman dahulu kepala keluarga sudah bertindak sebagai imam Kejadian 8:20; 12:8; 35:7. Dan sesudah bangsa Israel keluar dari Mesir, para orang- orang muda diberi hak untuk melakukan pekerjaan sebagai imam Keluaran 24:5; 19:22 dan juga ketika dalam pelaksanaan ibadah di kemah suci, anak-anak Harun diangkat sebagai imam dengan perjanjian yang kekal Keluaran 29:9; 40:15, itulah peraturan taurat, bahwa hanya keturunan Harunlah yang terpilih menjadi imam Bil 3:10 16:40;

2 J.I Packer, Merrill C. Tenny, William White, Ensiklopedia Fakta Alkitab, Seri 1 (Malang : Gandum Mas, 2003), hal. 822

(5)

18:7. Dan para imam dikuduskan oleh Allah untuk jawaban tersebut Keluaran 29:44 dan mereka ditahbiskan di depan orang banyak Keluaran 28:41; Bil3:3.

C. Konsep imam dalam perjanjian baru

Dalam perjanjian baru, Yesus juga mengakui keimaman Yahudi Markus 1:44;

Lukas 17:14; ketika Lukas mengadakan Kritik secara tidak langsung kepada kaum imam dan para Lewi Lukas 10:31-32, dan ia juga mengatakan bahwa pada saat itu banyak juga para imam yang mulai percaya kepada Kristus Kisahpararasul 6:7 sedangkan para rasul dan pembantunya tidak pernah disebut sebagai imam. Mereka disebut sebagai pengawas jemaat, pengkhotbah dan mengajar 1Tim 5:17 dan mengolesi orang-orang yang saki Yakobus 5:14. Namun kemudian dalam tulisan setelah Alkitab barulah mereka disebut sebagai imam.3

D. Imam dalam pandangan Kristen

Imam yang terdapat dalam kamus besar bahasa Indonesia diartikan sebagai seorang pemimpin dalam sebuah ibadah.4 Sedangkan konteks dalam agama Kristen Imam diartikan sebagai seseorang yang memiliki tugas serta peranan yang khas yaitu sebagai pemimpin dalam sebuah ibadah di dalam Gereja. Dan kata lain dapat di sinonimkan dengan kata Padre, kepala, pemimpin, pastor, dan pendeta.5 Dan dalam pandangan Alkitab, yang dimaksud dengan imam adalah pengantara antara manusia dengan Tuhan, dan imam berfungsi untuk menyampaikan keluhan umat manusia kepada Tuhan.

Kata imam juga dapat diartikan sebagai Priests yaitu seorang anggota keluarga yang dikhususkan untuk memberikan persembahan kurban kepada Allah. Seorang imam juga harus berkualitas dalam konteks keci keluarga dan setelah itu berkembang lebih luas lagi yaitu masyarakat atau umat Allah seperti yang dikatakan sebagai imam lewi dalam PL Keluaran 28:1; 32:25-29, imamat 8:1-9.6 Sedangkan Yesus disebut sebagai Imam Agung Ibrani 4:14-5:10 Ia sebagai pengantara antara manusia dan Allah 1Timotius 2:5.7

3 S. Wismoady Wahono, Disini Kutemukan (Jakarta : BPK Gunung Mulia, 2010), hal. 270

4 W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2009), 375.

5 H. Kridalaksana, Kamus Sinonim Bahasa Indonesia (Nusa Indah: Ende, 2009), 132.

6 Paulus Kunto Baskoro, “Konsep Imam dan Jabatan Imam Pada Masa Intertestamental,” Jurnal Teologi Berita Hidup 3, no. 1 (2020): 81–95,

https://www.e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jbh/article/view/50/49.

7 SJ. Gerald O’collins, SJ & Edward G. Farrugia, Kamus Teologi (Yogyakarta: Kanisius, 2009), 112-113.

(6)

Imam Pribadi meningkat menjadi Imam Keluarga naik lagi menjadi Imam Lewi dan setelah imam Lewi naik menjadi Imam Besar atau Imam Besar Agung yaitu Yesus Kristus (Ibr. 4:14-16) dan Imam- Imam suku Suku Lewi yang dimaksud adalah Orang- Orang yang Percaya (1 Petrus 2:9)

E. Peranan keluarga sebagai imam dalam keluarga

Dalam penciptaan alam semesta ini, Allah telah membentuk tiga lembaga dalam dunia ini, yaitu lembaga keluarga, Gereja dan pemerintahan. Ketiga lembaga ini memiliki perannya masing-masing dan saling berhubungan antara ketiga lembaga tersebut.8 Tentunya kepala keluarga yang sudah dipercayai sebagai imam dalam keluarga tersebut harus bisa menjadi teladan yang baik serta bertanggung jawab dalam keluarga tersebut.

Dalam perjanjian lama orang tua digambarkan sebagai kepada keluarga yang bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan serta kerohanian dan moral anak-anak yang sudah dipercayakan Tuhan. Pada masa bangsa Israel, seorang kepala keluarga memiliki peran yang sama seperti nabi dan imam, yaitu menyampaikan karya keselamatan Allah kepada anak-anak yang sudah diberikan oleh Tuhan.

Dalam perjanjian baru menunjukkan bahwa seorang ayah atau suami memegang tanggung jawab sebagai kepala keluarga Efesus 5:23 sedangkan Istri adalah sebagai penjaga keserasian dan keseimbangan keluarga.9 Kepala keluarga, juga yang dapat disebut sebagai imam memiliki fungsi, antara lain: yang pertama, sebagai pemimpin ibadah dalam keluarga, ibadah dalam perjanjian lama dalam bahasa Ibraninya adalah ע ?בֲAדֹ Cהָ (avoda), sedangkan dalam bahasa Yunaninya adalah λατρειαν (latreian) yang mengandung makna tindakan dalam rangka mempersembahkan ibadat kepada Tuhan. Yang kedua sebagai pengajar firman Tuhan kepada keluarga. Tentunya sebagai kepala keluarga harus mampu dan bisa menyampaikan firma Tuhan ditengah- tengah keluarga, karna sebagai orang yang beriman harus mampu menyampaikan dan menjelaskan apa arti imannya baik secara kontekstual maupun dalam pengalaman perjalanan hidup, karna pengalaman hidup bersama dengan Allah tidak bisa diabaikan, karna hal itu harus selalu disampaikan dan diulang-ulang Ulangan 6:6-9, pada masa Yahudi mengajar anak-anak maupun anggota keluarga mengenai firman Tuhan adalah

8 Ronald W. Leigh, Melayani Dengan Evektif: 34 Prinsip Pelayanan Bagi Pendeta dan Kaum Awam (Jakarta: BPK-Gunung Mulia, 2007), 107.

9 Andriaan MF. Wakkary, “Peran Keluarga Kristen Bagi Pendidikan Remaja,” Rhema: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika 4, no. 1 (2018): 4–8,

https://e-journal.stt-yestoya.ac.id/index.php/rhema/article/view/32/21.

(7)

suatu kewajiban yang harus dilakukan setiap waktu dan kesempatan. Musa mengatakan dalam Ulangan 6:6 bahwa apa yang diperintahkan oleh Tuhan haruslah diperhatikan, artinya bahwa harus dilakukan secara aktif bukan pasif.

Ketiga, kepala keluarga harus bisa menjadi penasihat dan teladan. Iman keluarga dapat bertumbuh dengan baik apa bila seorang kepala keluarga memiliki contoh yang baik dalam penyampaian firman Tuhan, itulah sebabnya kepala keluarga harus bisa menjadi imam dan penasihat yang baik. dalam kitab 1 Timotius 4:12 kata teladan dalam bahasa Yunani adalah τύπος (tupos) yang artinya adalah teladan dan contoh, kalo kita melihat keteladanan yang Paulus minta adalah teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan dan kesucian.10 Maka nasihat dan keteladanan seorang kepala keluarga harus berbanding lurus dengan cara hidup, sehingga setiap nasihat yang disampaikan bisa di terima dengan baik oleh setiap anggota keluarga.

Kesimpulan

10 Samuel B. Hakh, Berakar Didalam Dia dan Dibangun si Atas Dia (Jakarta: BPK-Gunung Mulia, 2002), 20-21.

(8)

Melalui pembahasan yang sudah saya kerjakan yaitu tentang peran Imam dalam keluarga, maka kepala keluarga adalah representasi Allah. Selain itu juga sering disebut sebagai figur, panutan, pendidik, pemimpin, serta menjadi teladan. Tetapi kebanyakan dimasa sekarang ini tidak sedikit kepala keluarga yang tidak dapat menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam mendidik keluarga maupun umat yang dipercayakan kepadanya, bahkan pada masa sekarang ini keluarga Kristen banyak yang tidak mampu membawa pengaruh yang benar ditengah-tengah keluarga. Maka dari situlah pembahasan makalah ini saya buat supaya dapat menyelesaikan maslah tersebut. Maka yang menjadi inti dari pada pembahasan ini adalah bagaimana seorang kepala keluarga yang dipercayakan sebagai imam harus sadar bahwa figur seorang ayah yang menjadi imam adalah perwakilan Allah dalam mendidik keluarga, maka tugas yang harus di kerjakan kepala keluarga yang menjadi imam adalah mampu menuntun keluarga untuk menjadi sebuah keluarga yang hidup dan serupa dengan karakter Kristus yang menjadi panutan dalam kehidupan orang yang percaya.

Referensi

Dokumen terkait

Subjek penelitian ini adalah keluarga dekat penderita dan tahu kalau dalam keluarga terdapat penderita HIV/AIDS (ayah /ibu/istri/suami/anak/tinggal serumah) yang bersedia

keluarga poligami rentan terjadi konflik antara suami dengan istri-istrinya serta konflik antara istri dengan istri.. Konflik yang terjadi dalam keluarga poligami ini adalah istri

Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami istri dan anaknya atau ayah dengan anaknya, atau ibu dengan anaknya, (Loka, 2012). Tetapi

Sehingga Keluarga dalam arti sempit artinya yaitu sepasang suami istri dan anak- Sehingga Keluarga dalam arti sempit artinya yaitu sepasang suami istri dan anak- anak yang

Fokus Masalah dalam skripsi ini adalah 1) Bagaimana peran dan tanggung jawab suami istri dalam keluarga Jaksa Penuntut Umum?, 2) Bagaimana membangun pola komunikasi yang baik

Berbeda dengan hukum adat Bali yang menekankan bahwa tanggung jawab suami istri terhadap keluarga dan masyarakat terdiri atas tanggung jawab sekala atau kenyataan dan

Keluarga Pedagang dan Wiraswasta memandang bahwa pendidikan agama dalam keluarga menjadi tanggung jawab ayah dan ibu; (3) keluarga Petani dan Buruh memandang bahwa orangtua

Karena keluarga sakinah yang berarti' keluarga yang terbentuk dari pasangan suami istri yang sakinah yang berarti' keluarga yang terbentuk dari pasangan suami istri