• Tidak ada hasil yang ditemukan

DASAR PEMBENTUKAN KELUARGA ISLAM surakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DASAR PEMBENTUKAN KELUARGA ISLAM surakarta "

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

DASAR PEMBENTUKAN KELUARGA ISLAM

Dasar pembentukan rumah tangga bahagia yang Islami sbb :

1. Adanya kesamaan agama antara calon suami istri untuk mewujudkan kehormatan dalam lingkungan keluarga.

2. Adanya keseimbangan/keserasian antara calon suami istri. 3. Adanya kemampuan calon suami istri (al ba'ah).

Rosulullah SAW bersabda :"Wahai para pemuda, barang siapa diantara kamu telah mampu (Alba'ah) memikul beban keluarga, hendaklah ia kawin, itu akan lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat mampu menjaga kehormatan.Barang siapa yang belum mampu, hendaklah berpuasa. sesungguhnya berpuasa itu akan menjadi benteng yang menjaganya (dari perbuatan zina)". (HR. Bukhori dan Muslim).

Rumah tangga bahagia adalah rumah tangga yang berkualitas dan agar mendapatkan rahmat Allah SWT, maka ada lima aspek pokok kehidupan yang harus dipenuhi, yaitu :

1. Terwujudnya suasana kehidupan yang Islami, antara lain dengan melaksanakan:  Membiasakan membaca, menulis Al Qur'an dan memahami isinya secara rutin.  Membudayakan Sholat berjamaah dalam berkeluarga.

 Melaksanakan amalan ubudiyah yaumiyah (ibadah harian) dalam keluarga, misalkan do'a-do'a, ucapan basmalah (Bismillahhirrohmaanirrohim) setiap mulai pekerjaan dan ucapan hamdalah (alhamdulillah) setiap selesai pekerjaan serta mengucapkan salam.

2. Terlaksananya pendidikan dalam keluarga, seperti yang dituntunkan oleh Lukman Al Hakim

kepada putranya (QS. Lukman : 12-19) antara lain :  Pendidikan ke Esaan Tuhan (Tauhid).

 Pendidikan pengetahuan dan keilmuan.  Pendidikan akhlaq.

 Pendidikan ketrampilan.  Pendidikan kemandirian.

3. Terwujudnya kesehatan keluarga dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :  Kebersihan rumah dan lingkungan.

 Olah raga keluarga yang rutin.

 Kebersihan, kesehatan dan gizi keluarga (empat sehat lima sempurna enam halal).

4. Terwujudnya ekonomi keluarga yang sehat, antara lain :  Mengusahakan memiliki yang halal dan baik.

 Mengendalikan keuangan keluarga, hemat dan tidak kikir.  Membiasakan menabung.

(2)

5. Terwujudnya hubungan keluarga yang selaras, serasi, seimbang dengan jalan antara lain :  Membina sopan santun, etika dan akhlaq sesuai dengan kedudukan masing-masing isi

keluarga.

 Menciptakan suasana keakraban antara anggota keluarga, seperti waktu-waktu sesudah Sholat berjama'ah, waktu makan bersama dan waktu rekreasi.

 Menciptakan suasana keterbukaan, rasa saling memiliki dan rasa tanggung jawab satu sama lain diantara anggota keluarga.

 Menumbuhkan rasa saling menghargai, saling menghormati, saling memaafkan kesalahan satu sama lain diantara anggota keluarga.

 Melaksanakan kehidupan bertengga, berteman dan bermasyarakat, sesuai ajaran Islam.

Rosulullah SAW bersabda : "Apabila Allah menghendaki rumah tangga bahagia, maka diberikan kecenderungan mempelajari ilmu agama, yang muda menghormati yang tua, serasi (harmonis) dalam kehidupan, hemat dan hidup sederhana, melihat (mengawasi) cacat (kekurangan) mereka, dan kemudian melakukan taubat/minta maaf. Dan jika Allah menghendaki sebaliknya, maka ditinggalkannya mereka dalam kesesatan." (HR. Dailami).

Rosulullah bersabda :

Referensi

Dokumen terkait

Temuan penelitian menjelaskan terdapat enam kategori pemaknaan terhadap keluarga bahagia pada pasangan suami istri Islam, yaitu: pemaknaan terhadap agama,

Teluk Seberang Kota Jambi adalah mewujudkan hubungan yang baik/harmonis antara suami istri, dapat dicapai antara lain melalui: adanya saling pengertian, saling menerima

Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa (1) upaya yang dilakukan pasangan suami istri yang tidak memiliki anak dalam mewujudkan keluarga sakinah

Adapun kewajiban dari suami adalah memberi nafkah kepada istri, tetapi penomena yang terrjadi pada zaman sekarang adalah sudah terbalik istri yang mencari nafkah keluarga dan

Peran istri menjadi penanggung jawab dalam keluarga dikarenakan pendapatan suami yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam rumah tangga, peran suami yang lalai

Tujuan khusus dari penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat kesiapan menikah suami dan istri, pemenuhan tugas dasar, dan tugas krisis pada keluarga anak

Hasil penelitian pemenuhan tugas dasar pada keluarga dengan suami istri bekerja pada aspek papan menunjukkan hasil yang lebih tinggi, dimana istri baik dengan

Pemenuhan Hak-Hak Istri dalam Kasus Khulu’ pada Masa Pandemi di Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami, istri,