• Tidak ada hasil yang ditemukan

implementasi integrated marketing communication (imc)

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "implementasi integrated marketing communication (imc)"

Copied!
113
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh Nurul Hasanah NIM 170502132

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

MATARAM 2021

(2)

Skripsi

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar Sarjana Ekonomi (S.E)

Oleh Nurul Hasanah NIM 170502132

PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

MATARAM 2021

(3)

ii

(4)

iii

(5)

v

(6)

vi

HALAMAN MOTTO

“Kegagalan dan Kesalahan Mengajari Kita Untuk Mengambil Pelajaran dan Menjadi Lebih Baik”

(7)

vii

HALAMAN PERSEMBAHAN

“Skripsi ini saya persembahkan untuk orang tua saya (Najamuddin dan Haeriah), adik-adik saya Zidan dan Khopid, semua keluarga saya, sahabat-sahabat saya, serta guru-guru dan dosen-dosen saya”

(8)

viii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin

Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat, hidayah, serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini yang berjudul “Impelementasi Integrated Marketing Communication (IMC) pada Produk Kredit Usaha Rakyat (Studi Kasus pada Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1)” dengan baik.

Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita dari zaman Jahiliyah menuju zaman Islamiyah dan telah menjadi suri tauladan bagi umat manusia di muka bumi ini.

Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini tidak akan berhasil dengan baik tanpa adanya bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini secara khusus penulis menyampaikan terimakasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Mutawalli, M.Ag. selaku Rektor UIN Mataram yang telah memberikan tempat kepada peneliti untuk menuntut ilmu.

2. Bapaj Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram.

3. Ibu Dewi sartika Nasution, M.Ec selaku ketua Program Studi Perbankan Syariah UIN Mataram.

4. Bapak Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag sebagai pembimbing I dan Ibu Dahlia Bonang M.Si sebagai pembimbing II atas kesabaran dan ketulusan

(9)

ix

hatinya telah meluangkan waktu, memberikan arahan, dan bimbingan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.

5. Bapak Dr. Muh. Salahudin, M.Ag selaku Dosen Wali yang telah memberikan arahan kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi.

6. Bapak dan Ibu Dosen fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram yang telah dengan sabar mengajar dan memberikan ilmunya kepada peneliti selama mengikuti program studi ini.

7. Kedua orang tua, kakek dan nenek, serta seluruh keluarga yang sangat tulus memberikan waktu dan kasih sayangnya, dan tidak pernh lelah memberikan doa, bantuan, serta dukungan.

8. Sahabat dan teman-teman khususnya kak Cahyadi, Ibu, Biq Sahni, Luluq, Jihan, Yati, Dina, Emon dan teman yang lain yang terus memberikan saran serta dukungan selama menyelesaikan skripsi ini.

9. Dan seluruh pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat disebutkan satu persatu, peneliti mengucapkan terimakasih banyak.

Dengan segala kerendahan hati penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna karena banyaknya kekurangan dan keterbatasan kemampuan penulis. Oleh karena itu penulis mengarapkan kritik dan saran dari semua pihak guna perbaikan yang lebih baik kedepannya.

(10)

x

Mataram, 2021 Penulis

Nurul Hasanah

(11)

xi DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN... ii

NOTA DINAS PEMBIMBING ... iii

PERNYATAAN KEASLIAN ... iv

HALAMAN PENGESAHAN ... v

MOTTO ... vi

HALAMAN PERSEMBAHAN... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

ABSTRAK ... xv

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah... 5

C. Tujuan dan Manfaat ... 5

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 6

E. Telaah Pustaka ... 7

F. Kerangka Teori ... 12

G. Metode Penelitian ... 23

H. Sistematika Pembahasan... 30

(12)

xii

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN ... 31

A. Gambaran Umum Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 ... 31

B. Implementasi Integrated Marketing Communication pada Produk BSI KUR di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 ... 49

C. Kendala-Kendala dalam Mempromosikan Produk BSI KUR di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 ... 58

BAB III PEMBAHASAN ... 61

A. Implementasi Integrated Marketing Communication pada Produk BSI KUR di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 ... 61

B. Kendala-Kendala dalam Mempromosikan Produk BSI KUR di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 ... 71

BAB IV PENUTUP ... 73

A. Kesimpulan ... 73

B. Saran ... 74

DAFTAR PUSTAKA ... 76

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 78

(13)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Struktur Organisasi ... 36

(14)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Pedoman Wawancara

Lampiran 2 Hasil Wawancara Lampiran 3 Wawancara Informan Lampiran 4 Kartu Konsul

Lampiran 5 Surat Izin Penelitian

(15)

xv

IMPLEMENTASI INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION (IMC) PADA PRODUK KREDIT USAHA RAKYAT (STUDI KASUS PADA

BANK SYARIAH INDONESIA KC MATARAM PEJANGGIK 1)

Oleh:

Nurul Hasanah NIM 170502132

ABSTRAK

Produk KUR di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 baru diperkenalkan pada pertengahan tahun 2020 sebelum bank tersebut merger dan pada saat itu BSI KC Mataram Pejanggik 1 masih bernama BNI Syariah sehingga dapat digolongkan menjadi produk yang masih sangat baru di bank tersebut, dan hingga saat ini jumlah nasabah BSI KUR di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 kurang lebih sebanyak 20 nasabah dan dengan realisasi sekitar 10 miliar. Angka realisasi tersebut merupakan angka yang cukup rendah jika dibandingkan dengan realisasi penyaluran KUR pada bank Konvensional. Selain karena produk itu merupakan produk baru di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1, penyebab kurangnya minat masyarakat menggunakan produk BSI KUR tersebut adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai keberadaan Bank Syariah dan pembiayaan KUR. Serta persaingan yang ketat dengan Bank Konvensional maupun bank-bank syariah lainnya yang ada di sekitar Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui impelementasi integrated marketing communication yang dilakukan pada Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 dalam memasarkan produk KUR BSI. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dimana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada beberapa pegawai bank dan nasabah KUR BSI di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1, serta beberapa masyarakat umum.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa komunikasi pemasaran terpadu yang digunakan pada produk KUR BSI di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 terdiri dari iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, pemasaran langsung dan penjualan pribadi, namun strategi promosi penjualan dan pemasaran langsung belum dilakukan dengan maksimal.

Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran, Integrated Marketing Communication, Kredit Usaha Rakyat, Bank Syariah.

(16)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Dengan mayoritas penduduk beragama Islam di Indonesia, cukup untuk menjadikannya sebagai pangsa pasar dalam mengembangkan lembaga keuangan syariah. Salah satu lembaga keuangan syariah yang saat ini berkembang yaitu bank-bank dengan prinsip syariah.

Seiring dengan perkembangan Bank Syariah di Indonesia, maka kompetisi diantara para pelaku Bank Syariah dalam upaya memasarkan produknya harus semakin tinggi. Harus ada strategi yang dilakukan untuk menarik minat masyarakat menggunakan produk Bank Syariah. Strategi pemasaran merupakan hal yang fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Kegiatan pemasaran selalu ada disetiap usaha, baik itu usaha yang tujuannnya untuk mencari keuntungan ataupun usaha sosial. Pentingnya pemasaran dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan dan keingin masyarakat akan produk dan jasa. Pemasaran modern dituntut lebih dari sekedar pengembangan produk, memberikan harga terjangkau dan menentukan tempat yang strategis, namun dalam pemasaran hal yang terpenting adalah bagaimana produk tersebut dapat dikomunikasikan kepada masyarakat. Perusahaan harus bisa menciptakan, meningkatkan dan mempertahankan strategi komunikasi pemasaran agar tidak kalah saing dengan perusahaan lain di kemudian hari.

(17)

Komunikasi pemasaran merupakan sarana yang digunakan oleh perusahaan untuk menginformasikan perusahaan dan produknya. Komunikasi pemasaran adalah suatu kegiatan pemasaran yang berupaya menyebarkan informasi, membujuk serta mengingatkan masyarakat atas merek dan produknya agar para calon pelanggan dapat melakukan pembelian.

Dalam komunikasi pemasaran terdapat istilah integrated marketing communication (IMC) atau yang lebih dikenal dengan komunikasi pemasaran terpadu. Komunikasi pemasaran modern akan lebih efektif dan efisien jika didukung dengan IMC. Pada IMC seluruh saluran komunikasi digunakan oleh perusahaan dalam menjangkau pelanggan saling berintegrasi dan mendukung satu dengan yang lainnya sehingga dapat memaksimalkan usaha.1 Menurut Terence A. Shimp, IMC adalah proses pengembangan dan implementasi berbagai bentuk program komunikasi persuasif kepada pelanggan dan calon pelanggan secara berkelanjutan.2

Komunikasi pemasaran terpadu merupakan upaya untuk menjadikan seluruh kegiatan pemasaran dan promosi perusahaan dapat menghasilkan citra atau image yang bersifat satau dan konsisten bagi konsumen. Upaya ini menuntut agar setiap pesan yang keluar harus berasal dari sumber yang sama sehingga segala informasi yang diumumkan perusahaan memiliki kesamaan tema serta image yang sama di mata konsumen.

1 Aurora Pritasani Kamarga, “Pengaplikasian Integrated Marketing Communication Pada Peningkatan Penjualan Ekspor Perusahaan Manufaktur”, Jurnal Ekonomika, Vol. 5, Nomor 2, Desember 2012, hlm.Ibid., hlm. 53.

2 Terence A. Shimp, eriklanan romosi dan Aspek Tambahan komunikasi emasaran

Terpadu, Jilid 1, Edisi Terjemahan (Jakarta: Erlangga, 2007), Hlm. 7.

(18)

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti bahwa salah satu perusahaan yang menerapkan IMC atau komunikasi pemasaran terpadu adalah Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1. Penerapan IMC pada Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 dilakukan dengan pendekatan-pendekatan dengan nasabah, melalui iklan dan melakukan komunikasi dengan nasabah.

Pada penelitian ini, peneliti memfokuskan penelitian terhadap penerapan IMC pada salah satu produk pembiayaan yang ditawarkan oleh Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 yaitu pembiayaan KUR Syariah. KUR Syariah adalah pembiayaan produktif dalam bentuk modal kerja atau investasi yang ditujukan kepada debitur individu khusunya masyarakat ekonomi menengah ke bawah maupun kelompok usaha produktif yang layak namun belum memiliki agunan.3 KUR ini merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka pemberdayaan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKMK), dimana untuk mensukseskan pelaksanaan KUR ini maka pemerintah menjalin kerjasama dengan beberapa bank pelaksana yang salah satunya adalah Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1.

Secara umum produk KUR yang disalurkan oleh Bank Syariah Indonesia terdiri dari KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil. KUR bukan sesuatu yang baru di BSI, karena produk tersebut sudah ada sebelum penggabungan ketiga bank tersebut, baik itu BSM, BNIS dan BRIS.

Sementara produk KUR di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1

3 Kementrian Koordinator, Kumpulan Peraturan Kredit Usaha Rakyat (Jakarta: E-Book,

2016), 73.

(19)

baru diperkenalkan pada pertengahan tahun 2020 sebelum bank tersebut merger dan pada saat itu BSI KC Mataram Pejanggik 1 masih bernama BNI Syariah sehingga dapat digolongkan menjadi produk yang masih sangat baru di bank tersebut, dan hingga saat ini jumlah nasabah BSI KUR di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 kurang lebih sebanyak 20 nasabah dan dengan realisasi sekitar 10 miliar.4 Angka realisasi tersebut merupakan angka yang cukup rendah jika dibandingkan dengan realisasi penyaluran KUR pada bank Konvensional, sebagai contoh adalah penyaluran KUR pada BRI Kantor Cabang Mataram dengan total penyaluran KUR pada tahun 2020 mencapai 450 miliar.5

Selain karena produk itu merupakan produk baru di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1, penyebab kurangnya minat masyarakat menggunakan produk BSI KUR tersebut adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai keberadaan Bank Syariah dan pembiayaan KUR. Serta persaingan yang ketat dengan Bank Konvensional maupun bank-bank syariah lainnya yang ada di sekitar Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1.

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk mendalami lebih jauh bagaimana implementasi integrated marketing communication (IMC) pada produk BSI KUR yang ada di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1, dan melakukan penelitian dengan judul

“Implementasi Integrated Marketing Communication (IMC) pada Produk

4 Tyo, wawancara, Mataram, Selasa 16 Februari 2021.

5 Suara NTB, Penyaluran KUR di BRI Mataram Mendekati Rp 500 Miliar, pada https://www.suarantb.com/penyaluran-kur-di-bri-mataram-mendekati-rp500-miliar/, diakses pada tanggal 18 Februari 2021.

(20)

Kredit Usaha Rakyat (Studi Kasus pada Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1)”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan peneliti, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana implementasi integrated marketing communication (IMC) pada produk BSI KUR di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1?

2. Apa saja kendala yang dihadapi oleh Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 dalam mempromosikan produk BSI KUR?

C. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui implementasi in,tegrated marketing communication (IMC) pada produk BSI KUR di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1.

b. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam mempromosikan produk BSI KUR di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1.

2. Manfaat

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Manfaat Teoritis

(21)

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk memperluas ilmu bagi peneliti sendiri, dan menjadi bahan kajian dalam pengembangan teori untuk mendalami konsep integrated marketing communication.

b. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi perusahaan sebagai bahan masukan dan pertimbangan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan strategi pemasaran yang efektif.

D. Ruang Lingkup dan Setting penelitian 1. Ruang Lingkup penelitian

Ruang lingkup penelitian ini berhubungan dengan Implementasi integrated marketing communication (IMC) pada produk pembiayaan BSI KUR di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Mataram Pejanggik 1. Dimana dalam penelitian ini sarana komunikasi pemasaran seperti iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, pemasaran langsung, dan penjualan pribadi dipadukan ke dalam IMC untuk melakukan strategi komunikasi pemasaran produk BSI KUR di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1.

2. Setting Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1, Jl. Pejanggik No. 23, Cakranegara Barat, Kec. Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, 83239.

(22)

E. Telaah Pustaka

Telaah pustaka merupakan penelusuran terhadap karya-karya terdahulu sebagai bahan rujukan yang berupa penelitian atau skripsi serta jurnal yang ada kaitannya dengan tema penelitian yang peneliti lakukan:

1. Skripsi Izzah Abidah tahun 2017, dengan judul “Implementasi Integrated Marketing Communication (IMC) pada Produk Pembiayaan BSM Cicil Emas (Studi Kasus pada PT. Bank Syariah Mandiri Tbk. Kantor Cabang Bojonegoro)”.6

Penelitian ini difokuskan untuk membahas bagaimana implementasi atau penerapan integrated marketing communication pada produk pembiayaan BSM cicil emas pada PT. Bank Syariah Mandiri Tbk.

Kantor cabang Bojonegoro. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, di mana dalam menentukan informan untuk wawancara menggunakan purposive sampling.

Adapun Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam implementasi strategi bauran komunikasi pemasaran terpadu yang digunakan dalam mengkomunikasikan produk BSM Cicil Emas di PT.

Bank Syariah mandiri KC Bojonegoro diantaranya yaitu, Iklan (brosur, banner, dan website), promosi penjualan menggunakan hadiah dan pembebasan biaya administrasi hanya pada saat event gathering, penjualan personal dilakukan dengan cara presentasi mengenai produk di

6Izzah Abidah, “Implementasi Integrated Marketing Communication (IMC) padaProduk Pembiayaan BSM Cicil Emas (Studi Kasus pada PT. Bank Syariah Mandiri Tbk. Kantor Cabang Bojonegoro)”, (Skripsi, Fakultas Ekonomi, UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, 2017).

(23)

berbagai instansi, hubungan masyarakat dilakukan satu kali pada tanggal 16 agustus 2016.

Dari penelitian terdahulu tersebut terdapat persamaan dengan penelitian yang sekarang,yakni sama-sama membahas tentang integrated marketing communication. Adapun perbedaanya, yakni penelitian yang peneliti lakukan sekarang terfokus pada produk pembiayaan BSI KUR sedangkan penelitian Izzah Abidah lebih terfokus pada produk pembiayaan BSM Cicil Emas.

2. Skripsi Melia Rosdiana tahun 2018, dengan judul “Pengaruh Integrated Marketing Communication (IMC) terhadap Minat Nasabah (studi kasus pada BPRS Harta Insan Karimah Ciledug)”.7

Penelitian tersebut membahas tentang pengaruh Integrated Marketing Communication terhadap minat nasabah yang dilihat dari beberapa variabel yaitu advertising, public relation, personal selling, sales marketing, direct marketing, event.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian tersebut yaitu penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Data dalam penelitian tersebut diperoleh dari pembagian kuesioner yang diberikan kepada anggota dan diisi oleh anggota.

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa berdasarkan penelitian iklan, penjualan pribadi, promosi penjualan, dan acara berpengaruh signifikan secara parsial terhadap minat nasabah BPRS HIK Ciledug,

7Melia Rosdiana, “Pengaruh Integrated Marketing Communication (IMC) terhadap Minat Nasabah (studi kasus pada BPRS Harta Insan Karimah Ciledug)”, (Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2018).

(24)

sedangkan hubungan masyarakat dan pemasaran langsung tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap minat nasabah BPRS HIK Ciledug.

Dari penelitian terdahulu tersebut terdapat persamaan dengan penelitian yang sekarang, yakni sama-sama membahas tentang integrated marketing communication. Adapun perbedaanya, yakni penelitian yang peneliti lakukan sekarang terfokus pada implementasi integrated marketing communication produk pembiayaan BSI KUR, sedangkan Melia Rosdiana lebih terfokus pada pengaruh Integrated Marketing Communication terhadap minat nasabah.

3. Skripsi Reny Karlina 2020, dengan judul “Analisis Strategi Pemasaran Produk Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat Mikro di BRI Syariah KCP Mojoagung”.8

Penelitian tersebut membahas tentang penerapan bauran pemasaran pembiayaan KUR Mikro di BRI Syariah KCP Mojoagung dan strategi promosi terhadap pembiayaan KUR Mikro di BRI Syariah KCP Mojoagung. Dalam penelitian tersebut menggunakan penelitian field research dengan pendekatan kualitatif.

Hasil dari penelitian tersebut yaitu strategi bauran pemasaran pembiayaan KUR Mikro di BRI Syariah KCP Mojoagung meliputi product (produk), price (harga), place (tempat), people (orang), physical evidence (fasilitas fisik), dan proces (proses). Strategi promosi

8Reny Karlina , “Analisis Strategi Pemasaran Produk Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat Mikro di BRI Syariah KCP Mojoagung”, (Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Ponorogo, 2020).

(25)

pembiayaan KUR Mikro di BRI Syariah KCP Mojoagung terdiri dari door to door, canvasing, open table saat kegiatan CFD, referral (bekerjasama dengan nasabah), serta online marketing yang dilakukan melalui media sosial facebook.

Dari penelitian terdahulu tersebut terdapat persamaan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti sekarang, yaitu sama-sama fokus pada produk pembiayaan Kredit Usaha Rakyat syariah. Adapun perbedaannya, yaitu dalam penerapan strategi pemasaran yang digunakan. Penelitian yang peneliti lakukan sekarang fokus pada penerapan integrated marketing communication pada produk pembiayaan BSI KUR sedangkan penelitian Reny Karlina fokus pada penerapan strategi bauran pemasaran.

4. Jurnal Riris Eka Atsila, Siti Saroh dan Dadang krisdianto tahun 2020, dengan judul “Pengaruh Electronic Word of Mouth, Online Consumer Review, dan Integrated Marketing Communication di Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Konsumen Ghealshy Shoes)”.9

Penelitian ini difokuskan membahas tentang apakah Electronic Word of Mouth, Online Consumer Review, dan Integrated Marketing Communication di Media Sosial berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada konsumen Ghealsy Shoes. Penelitian ini menggunakan

9Riris Eka Atsila, Siti Saroh dan Dadang krisdianto, “Pengaruh Electronic Word of Mouth, Online Consumer Review, dan Integrated Marketing Communication di Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian”, JLAGABI, Vol. 9, Nomor 1, Januari 2020.

(26)

metode penelitian kuantitatif, di mana teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner, wawancara dan pengamatan atau observasi.

Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Online Consumer Review, dan Integrated Marketing Communication berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada toko Ghealsy Shoes.

Berdasarkan paparan diatas peneliti menemukan beberapa perbedaan antara penelitian terdahulu diatas dengan penelitian yang peneliti lakukan. Jurnal tersebut membahas tentang bagaimana Electronic Word of Mouth, Online Consumer Review, dan Integrated Marketing Communication di Media Sosial berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada konsumen Ghealsy Shoes, sedangkan penelitian ini difokuskan pada implementasi Integrated Marketing Communication pada produk BSI KUR di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Mataram Pejanggik 1. Persamaan di antara kedua penelitian ini sama- sama membahas tentang Integrated Marketing Communication.

5. Jurnal Aurora Pritasani Kamarga tahun 2012, dengan judul

“Pengaplikasian Integrated Marketing Communication pada Peningkatan Penjualan Ekspor Perusahaan Manufaktur”.10

Penelitian tersebut menyatakan bahwa komunikasi pemasaran modern dapat membantu perusahaan manufaktur untuk meningkatkan penjualnnya secara efektif dan efisien, dimana dalam komunikasi

10Aurora Pritasani Kamarga, “Pengaplikasian Integrated Marketing Communication pada Peningkatan Penjualan Ekspor Perusahaan Manufaktur”, Jurnal Ekonomi, Vol. 5, Nomor 2, Desember 2012.

(27)

pemasaran modern perusahaan dapat menggunakan seluruh saluran komunikasi untuk menjangkau konsumen. Komunikasi modern juga menjadi lebih efektif dan efisien jika didukung dengan IMC. Pada IMC seluruh media digunakan sebuah perusahaan dalam mencapai pelanggan yang saling terintegrasi dan mendukung satu sama lain sehingga mengoptimalkan usaha dalam mempengaruhi pasar baru dibidang ekspor serta dapat meningkatkan penjualan signifikan.

Berdasarkan paparan diatas peneliti menemukan beberapa perbedaan antara penelitian terdahulu diatas dengan penelitian yang peneliti lakukan. Perbedaannya terletak pada objek yang dikaji, dimana di dalam jurnal tersebut fokus pada perusahaan manufaktur dalam meningkatkan penjualan ekspornya, sedangkan penelitian yang peneliti lakukan ini fokus pada implementasinya pada produk jasa perbankan yaitu produk BSI KUR yang ada di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1.

F. Kerangka Teori

Untuk memahami dan menjadi acuan terhadap konsep implementasi integrated marketing communication pada produk KUR BSI. Penulis akan merumuskan kerangka teori sebagai berikut:

1. Pemasaran

Kegiatan pemasaran selalu ada dalam setiap usaha, baik itu usaha yang tujuannya untuk mencari keuntungan maupun usaha sosial.

Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan perusahaan untuk mengembangkan usahanya.

(28)

William J. Stanton dalam Basu Swastha dan Irawan menyatakan bahwa, pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan- kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.11 2. Komunikasi Pemasaran

Kata lain dari komunikasi pemasaran adalah promosi. Pada dasarnya komunikasi pemasaran merupakan kegiatan pemasaran yang berupaya menyebarkan informasi, membujuk serta mengingatkan masyarakat atas merek dan produknya agar para calon pelanggan dapat melakukan pembelian.12

Selain itu, komunikasi pemasaran juga menggambarkan suara, bahasa dan mereknya serta merupakan sarana dimana perusahaan dapat membangun dialog dan membangun hubungan dengan konsumen.

Komunikasi pemasaran memiliki tiga tujuan utama, yaitu:13 1) Untuk menyampaikan informasi (komunikasi informatif)

2) Mempengaruhi pelanggan untuk melakukan pembelian (komunikasi persuasif)

3) Mengingatkan masyarakat untuk melakukan pembelian ulang (komunikasi mengingatkan kembali).

11 Basu Swastha dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Liberty, 2008), edisi ke-2, hlm.5.

12 Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran Edisi 3, (Yogyakarta: ANDI, 2008), hlm. 219.

13 Ibid., hlm. 220.

(29)

3. Integrated Marketing Communication (Komunikasi Pemasaran Terpadu)

Dalam sebuah pemasaran masih ada yang beranggapan cara promosi yang lebih efektif, terutama menggunakan media massa. Sebenarnya untuk mendapatkan pelanggan berbagai media komunikasi yang digunakan dalam pemasaran. Perusahaan harus berupaya untuk mengintegrasikan segala kegiatan komunikasi pemasaran agar saling mendukung satu sama lain.

Integrated Marketing Communication (IMC) merupakan sebuah konsep dimana suatu perusahaan mengintegrasikan dan mengkoordinasikan berbagai saluran komunikasi untuk mengirim pesan yang jelas, konsisten, dan meyakinkan tentang perusahaan dan produknya.14 Misalnya, iklan umum, respons langsung, promosi penjualan, dan hubungan masyarakat.15

Agar proses komunikasi pemasaran terpadu bisa berjalan efektif, maka terdapat langkah-langkah dalam rangkaian proses komunikasi pemasaran terpadu yang perlu diperhatikan, yaitu:16

a. Mengidentifikasikan pemirsa sasaran

Proses identifikasi dimulai dengan pikiran yang jelas tentang pemirsa sasaran. Pemirsa mungkin menjadi pembeli potensial,

14 Philip Kotler dan Gary Amstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran, Edisi Ke-12, terj. Bob

Sabran, (Jakarta: Erlangga, 2008), hlm. 120.

15 Morissan, Periklanan Komunikasi Pemasaran Terpadu, Edisi ke-1 (Jakarta: Kencana, 2015), hlm. 8.

16Philip Kotler dan Gary Amstrong, Prinsip…, hlm. 123.

(30)

mereka yang membuat keputusan pembelian. Pemirsa bisa mencakup orang, kelompok, dan masyarakat secara keseluruhan.

b. Menetukan tujuan komunikasi

Selanjutnya pemasar menentukan tujuan komunikasi, dimana dalam hal ini tujuan komunikasi dilakukan untuk mengetahui dan memutuskan respon dari pelanggan.

c. Merancang pesan

Setelah memutuskan respon pelanggan yang diinginkan, pemasar mengembangkan pesan yang efektif. Karena idealnya, pesan harus mendapatkan perhatian, mempertahankan minat, dan menumbuhkan keinginan serta menggerakkan tindakan.

d. Memilih Media

Pemasar harus memilih saluran komunikasi yang efektif untuk menyampaikan sebuah pesan. Saluran komunikasi dibagi menjadi dua, saluran komunikasi yang bersifat pribadi dan nonpribadi.

e. Menetapkan total anggaran komunikasi pemasaran

Selanjutnya pemasar memutuskan anggaran komunikasi pemasaran. Dalam menentukan total anggaran komunikasi pemasaran ada beberapa metode yang harus diperhatikan yaitu:

metode terjangkau, metode persentase penjualan, metode paritas kompetitif, metode tujuan dan tugas.

f. Memutuskan bauran komunikasi pemasaran

(31)

Konsep komunikasi pemasaran terpadu menyarankan bahwa perusahaan harus memadukan sarana promosi secara cermat menjadi bauran promosi yang terkoordinasi.

Komunikasi pemasaran terpadu atau IMC tidak hanya bertujuan untuk melakukan promosi kepada pasar namun juga berfungsi untuk mengajak serta melakukan komunikasi dengan pelanggan. Kunci utama dalam komunikasi pemasaran terpadu ialah perencanaan berbagai macam saluran komunikasi, sehingga dapat memberikan pengaruh yang besar bagi pelanggan. Komunikasi pemasaran terdiri dari lima saluran komunikasi, yaitu:17

1) Periklanan (advertising)

Iklan merupakan salah satu media komunikasi yang paling banyak digunakan oleh perusahaan dalam mempromosikan produknya secara tidak langsung. Iklan adalah salah satu bentuk dari komunikasi impersonal (impersonal communication) yang digunakan oleh perusahaan dalam mengkomunikasikan produknya, baik yang berupa barang ataupun jasa.18 Iklan yang dilakukan diberbagai media diharapkan mampu membangun kesadaran pelanggan tentang produk perusahaan.

Terdapat beberapa tujuan periklanan, antara lain:19

17 Ibid., hlm. 121.

18Rambat Lupiyoadi, Manajemen Pemasaran Jasa, (Jakarta: Salemba Empat, 2013), hlm.

178.

19 Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, Edisi Ke-13, terj. Bob Sabran, (Jakarta: Erlangga, 2009), hlm. 203.

(32)

a) Iklan informatif, iklan yang bersifat memberikan informasi tentang produknya kepada calon pelanggan dan menciptakan kesadaran merek.

b) Iklan persuasif, iklan yang tujuannya untuk menciptakan keyakinan, kesukaan dan pembelian produk maupun jasa.

c) Iklan pengingat, iklan yang tujuannya mendorong pelanggan untuk melakukan pemebelian berulang.

d) Iklan penguat, iklan yang tujuannya untuk meyakinkan pembeli bahwa yang mereka pilih adalah pilihan yang tepat.

Ada beberapa media yang digunakan dalam periklanan, yaitu: surat kabar, televisi, pengeposan langsung, radio, majalah, luar ruang, yellow pages, buletin, brosur, telepon, internet.20 Iklan merupakan salah satu media yang paling penting dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat. Dalam Al- qur’an dijelaskan aturan tentang komunikasi yang harus diperhatikan dalam merancang sebuah iklan. Al-qur’an telah menjelaskan tentang perlunya berkata jujur dalam menyampaikan sebuah informasi21 yaitu terdapat dalam QS. Al- Ahzab ayat 70:

يِذَّلا اَهُّيَآٰ ي وُق َو َهللا اوُقَّتا اوُنم ا َن

يِدَس الًوَق اوُل ااد

20 Ibid., hlm. 211.

21 Muhammad Anwar and Muhammad Saeed, “Promotional Tools of Marketing: An

Islamic Perspective”, Intellectual Discourse, Vol. 4, Nomor 1-2, 1996, hlm. 21.

(33)

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar”22

2) Hubungan Masyarakat

Hubungan masyarakat merupakan suatu bentuk manajemen komunikasi yang bertujuan agar dapat mempengaruhi citra perusahaan terhadap produk maupun jasa.23

Hubungan masyarakat menggunakan beberapa sarana, diantaranya yaitu: peralatan pers, ceramah, seminar, laporan tahunan, sumbangan, pemberitaan, hubungan komunitas, lobi, media identitas, dan majalah perusahaan.24

Hubungan masyarakat harus sesuai dengan pemasaran syariah karena mereka tidak hanya fokus pada hubungan antar perusahaan dan financial saja, namun juga fokus pada hubungan masyarakat.25

3) Promosi Penjualan

Promosi penjualan atau yang biasa disebut dengan promo merupakan suatu bentuk komunikasi langsung menggunakan berbagai insentif yang dapat diatur untuk mempengaruhi

22QS. Al-Ahzab [33]: 70. Mushaf Aisyah Al-Qur’an dan Terjemahan untuk Wanita, (Quran Suara Agung, 2016), hlm. 427.

23 Harman Malau, Manajemen Pemasaran Teori dan Aplikasi Pemasaran Era Tradisional sampai Era Modernisasi Global, (Bandung: Alfabeta,2018), hlm. 117.

24Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, Edisi Ke-12, (Jakarta:

Indeks, 2007), hlm. 205.

25 Muhammad Anwar and Muhammad Saeed, “Promotional Tools of Marketing: An

Islamic Perspective”, Intellectual Discourse, Vol. 4, Nomor 1-2, 1996, hlm. 26.

(34)

pembelian produk dengan cepat atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli oleh pelanggan.26

Ada beberapa instrumen yang digunakan dalam promosi penjualan, yaitu: kontes, game, undian, cendera mata dan hadiah, sample, pekan raya dan pameran dagang, pameran peragaan, rabat, kupon, pembiayaan margin/bunga rendah, diskon, hiburan, tukar tambah, program berkelanjutan dan tie- in.27

Semua instrumen yang ada dalam promosi penjualan harus disusun dengan prinsip sedekah dan saling memberi. Dalam Al- Qur’an dijelaskan bahwa:

نُت ىّٰتَح َّرِبْلا اوُلاَنَت نَل وُقِف

ُقِفنُت اَم َو ۗ َنوُّب ِحُت اَّمِم ا ََ نِم او

يِلَع ٖهِب هللا َّنِاَفٍء

م

Artinya: “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh Allah Maha Mengetahui”28

4) Penjualan Personal (Personal Selling)

Penjualan personal adalah suatu bentuk penyampaian informasi pribadi yang dilakukan oleh penjual yang bertujuan

26 Uyung Sulaksana, Integrated Marketing Communications Teks dan Kasus, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007), Cet. 3, hlm. 109.

27 Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, Edisi Ke-12, (Jakarta:

Indeks, 2007), hlm. 205.

28 QS. Ali ‘Imran [3]: 92. Mushaf Aisyah Al-Qur’an dan Terjemahan untuk Wanita, (Quran Suara Agung, 2016), hlm. 62.

(35)

untuk melakukan penjualan dan untuk membangun hubungan dengan pelanggan.29

Ada beberapa alat-alat promosi yang digunakan dalam personal selling, yaitu: presentasi penjualan, pertemuan penjualan, program insentif, contoh/sampel, pasar malam dan pameran dagang.30

Personal selling merupakan suatu bentuk interaksi langsung antara pemasar dengan pelanggan yang tujuannya untuk memperjual belikan produk maupun jasa. Oleh sebab itu, dalam hal ini kepribadian si pemasar dan informasi yang disampaikan sangat berperan penting dalam penjualan personal. Sesuai dengan ajaran dalam agama Islam para pemasar harus mampu untuk memberikan masukan kepada pelanggan untuk selalu melakukan hal baik dan menghindarkan diri hal yang buruk.31 Dalam Al-Quran sudah dijelaskan bahwa:

َّي ةَّمُا مُكنِ م نُكَتل َو ِفوُرعَملاِب َنوُرُماَي َو ِريَخلا ىَلِا َنوُعد

َنوُحِلفُملا ُمُه َكِئٰٓ لوُا َو ؕ ِرَكنُملا ِنَع َنوَهنَي َو

Artinya: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang

29Philip Kotler dan Gary Amstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran, Edisi Ke-12, terj. Bob Sabran, (Jakarta: Erlangga, 2008), hlm.182.

30 Ibid.,hlm. 223.

31 Muhammad Anwar and Muhammad Saeed, “Promotional Tools of Marketing: An

Islamic Perspective”, Intellectual Discourse, Vol. 4, Nomor 1-2, 1996, hlm. 27.

(36)

makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.32

5) Pemasaran Langsung (direct marketing)

Pemasaran langsung merupakan penggunaan saluran komunikasi langsung untuk menjangkau dan mengirimkan barang dan jasa kepada pelanggan tanpa menggunakan perantara pemasaran. Pemasaran langsung dapat menggunakan sejumlah saluran untuk menjangkau pelanggan, seperti surat langsung, pemasaran katalog, telemarketing, TV interaktif, kios, situs web, dan peralatan bergerak (mobile).33

4. Pembiayaan Modal Kerja Syariah

Pembiayaan modal kerja (PMK) syariah adalah pembiayaan jangka pendek yang diberikan kepada individu atau perusahaan dengan tujuan untuk membiayai kebutuhan usahanya yang berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Fasilitas PMK dapat diberikan kepada seluruh sektor/subsektor yang dinilai prospek, tidak bertentangan dengan syariat islam dan peraturan perundang-undangan.34

Jenis pembiayaan modal kerja yang diberikan dapat dibagi menjadi 5 macam, yaitu:

a. PMK Mudharabah adalah transaksi penanaman dan penanaman dana dari pemilik dana (shahibul maal) kepada pengelola dana (mudharib)

32QS. Ali ‘Imran [3]: 104. Mushaf Aisyah Al-Qur’an dan Terjemahan untuk Wanita, (Quran Suara Agung, 2016), hlm.63.

33 Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, Edisi Ke-13, terj. Bob Sabran, (Jakarta: Erlangga, 2009), hlm. 240.

34Adiwarman Karim, Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan, (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2010), hlm. 234.

(37)

untuk melakukan usaha tertentu, dengan ketentuan bahwa keuntungan dibagi sesuai dengan kesepakatan.

b. PMK istishna’ adalah transaksi jual beli antara pembeli dengan pembuat barang.

c. PMK Salam adalah transaksi jual beli barang, di mana pembeli memberi uang di depan secara tunai dan barangnya diserahkan kemudian atau untuk waktu yang telah ditentukan.

d. PMK Murabahah adalah transaksi jual beli barang dengan menyebutkan perolehan dan keuntungan yang disepkati oleh penjual dan pembeli.

e. PMK Ijarah adalah transaksi sewa menyewa suatu barang dalam waktu tertentu melalui pembayaran sewa.

5. Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah

Kredit Usaha Rakyat atau yang biasa disingkat KUR, adalah kredit atau pembiayaan kepada UMKM-K (Usaha Mikro, kecil, Menengah- Koperasi) dalam bentuk pemberian modal kerja dan investasi yang didukung dengan fasilitas penjaminan untuk usaha produktif.35 Pemberian KUR yang dilakukan oleh pemerintah merupakan suatu upaya untuk meningkatkan akses pada sumber pembiayaan dan pengembangan UMKM dan Koperasi, dan upaya untuk mengentaskan kemiskinan.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah adalah pembiayaan produktif dalam bentuk modal kerja atau investasi yang ditujukan kepada debitur

35 Peraturan Menteri Keuangan No. 135/PMK.05/2008 tentang Fasilitas Penjaminan

Kredit Usaha Rakyat.

(38)

individu khusunya masyarakat ekonomi menengah ke bawah maupun kelompok usaha produktif yang layak namun belum memiliki agunan.36 Tujuan KUR Syariah yaitu untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada sektor produktif; meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah; serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

G. Metode Penelitian

1. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif deskriptif karena data yang diperoleh dari lapangan lebih banyak yang bersifat informasi dan berbentuk kata-kata bukan simbol atau angka yang disajikan secara rinci dalam penelitian. Sebagaimana dikatakan oleh Bodgan dan Taylor dalam Moleong, bahwa penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.37 Alasan peneliti menggunakan penelitian kualitatif karena peneliti ingin mendapatkan gambaran yang jelas tentang implementasi integrated marketing communication pada produk BSI KUR di bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1.

36Kementrian Koordinator, Kumpulan eraturan Kredit Usaha Rakyat (Jakarta: E-Book, 2016), 73.

37 Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2018), hlm. 4.

(39)

2. Kehadiran Peneliti

Kehadiran peneliti dalam sebuah penelitian bertujuan untuk mendapatkan data-data atau informasi yang dibutuhkan dengan melibatkan diri secara langsung sebagai objek peneliti dalam waktu yang telah ditentukan. Dalam metode penelitian kualitatif peneliti perlu turun langsung ke lokasi penelitian agar mempermudah proses pengumpulan data atau informasi yang berkaitan dengan masalah-masalah yang diteliti.

3. Jenis dan Sumber data a. Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:38

1) Data Kualitatif

Data kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang diamati. Data yang dimaksud adalah hasil wawancara dan observasi yang berkaitan dengan implementasi integrated marketing communication produk BSI KUR di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1.

2) Data Kuantitatif

Data kuantitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data empiris berupa angka-angka. Dalam

38 Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif dan Penelitian gabungan, (Jakarta:

Prenadamedia Group, 2016), hlm. 328.

(40)

penelitian ini data yang dimaksud adalah data yang berkaitan dengan jumlah produk dan jumlah nasabah BSI KUR di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1.

b. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian dapat dibagi dua yaitu:

a) Data Primer

Data primer merupakan data yang langsung diperoleh pada saat pengumpulan data. Dalam penelitian ini, sumber data yang diperoleh langsung dengan cara wawancara, dan pengamatan yang diperoleh dari pihak Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 mengenai implementasi/penerapan integrated marketing communication.

b) Data Sekunder

Data sekunder merupakan data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara.

Umumnya berupa bukti catatan atau laporan histori yang tersusun dalam bentuk arsip atau dokumen.39 Disini peneliti mengambil dari buku-buku, jurnal ataupun artikel yang berkaitan dengan integrated marketing communication yang dianggap perlu sebagai penunjang dalam penelitian ini.

39 Muhammad Teguh, Metodologi Penelitian Ekonomi, Teori dan Aplikasi, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1999), hlm. 122.

(41)

4. Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data dalam penelitiaan ini yaitu menggunakan beberapa metode, diantaranya:

a. Observasi (Pengamatan)

Menurut Nawawi dan Martini observasi merupakan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap unsur-unsur yang terlihat dalam suatu gejala dalam objek penelitian.40 Adapun observasi yang digunakan oleh peneliti adalah observasi non partisipatif. Di mana peneliti tidak ikut serta secara langsung dalam penelitian melainkan peneliti hanya sebagai pengamat saja.

Observasi non partisipatif dilakukan dengan cara mendatangi secara langsung Bank Syariah Indonesia Mataram Pejanggik 1.

Dalam observasi ini peneliti melakukan pengamatan terhadap orang ataupun pegawai bank bagaimana melakukan komunikasi pemasaran. Peneliti juga mencari data yang berkaitan dengan letak dan kondisi kantor Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1.

b. Wawancara (interview)

Wawancara merupakan metode untuk mendapatkan informasi dengan cara menanyakan sesuatu kepada beberapa orang yang menjadi infroman yang dilakukan dengan bertatap muka secara langsung dan dibantu dengan alat perekam untuk menyimpan hasil

40 Afifudin dan Beni Ahmad Saebani, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2012), hlm. 134.

(42)

wawancara. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan wawancara terstruktur, di mana wawancara yang dilakukan seperti percakapan biasa namun tetap mengikuti pedoman yang telah dibuat serta tetap mengikuti dan menyesuaikan dengan kondisi dan situasi informan.41 Berkaitan dengan hal ini peneliti melakukan wawancara langsung dengan pegawai Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 dan nasabah yang menggunakan produk BSI KUR. Hal- hal yang diwawancarai meliputi: (a) cara mengkomunikasikan ide, (b) strategi komunikasi pemasaran yang digunakan, (c) strategi periklanan yang digunakan dalam mengkomunikasikan ide, (d) kendala yang dihadapi dalam mengkomunikasikan ide.

c. Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan atau karya seseorang tentang suatu yang sudah berlalu, dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari sesorang.42 Teknik dokumentasi ini peneliti gunakan berupa foto atau dokumen untuk mengumpulkan data terkait dengan lokasi penelitian, sejarah berdirinya Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1, struktur organisasi, dan keadaan yang berkaitan dengan bagaimana implementasi integrated marketing communication pada produk BSI KUR di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1.

41Iskandar, Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial: Kualitatif dan Kuantitatif, (Jakarta:

Gaung Persada Press, 2009), hlm.217.

42 Ahmad Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan penelitian Gabungan Edisi pertama, (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2014), hlm.391.

(43)

5. Analisis Data

Bodgan dalam buku Sugiyono menyatakan bahwa analisis data merupakan suatu proses mencari dan menyusun secara sistematis data- data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan- bahan sehingga lebih mudah difahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.43

Dalam penelitian ini teknik analisis data yang peneliti gunakan adalah analisis data model Milles dan Huberman. Aktivitas analisis data Miles dan Huberman terdiri atas:44

1. Reduksi Data

Langkah pertama yang dilakukan adalah mereduksi data.

Reduksi data ialah merangkum, memilih hal-hal pokok, dan memfokuskan pada hal-hal yang penting. Dalam penelitian ini, teknik reduksi data yang dilakukan oleh peneliti adalah merangkum pernyataan-pernyataan para informan dalam wawancara mengenai integrated marketing communication.

2. Penyajian Data (data display)

Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Teknik penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, dan juga dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori dan flowcart. Dalam hal ini peneliti

43 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif Kuantatif dan R&D, (Bandung:Alfabeta, 2019), hlm. 244.

44Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung:

Alfabeta, 2014), hlm. 218-220.

(44)

menyajikan data dalam bentuk uraian yang singkat untuk memudahkan peneliti sehingga dapat memahami apa yang terjadi.

3. Conclusion Drawing/Verification,

Langkah selanjutnya setelah data disajikan yaitu penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal.

6. Keabsahan Data

Keabsahan data bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas dan keakuratan data yang diperoleh di lapangan. Untuk mendapatkan data atau informasi yang benar-benar valid dan akurat, maka perlu dicek keabsahan datanya dengan menggunakan beberapa metode, yaitu:

a. Kecukupan Referensi

Kecukupan referensi yaitu ketersediaan berbagai sumber informasi yang digunakan untuk melengkapi data-data penelitian.

Peneliti mengumpulkan data-data yang banyak untuk mendukung penelitian dan memilih data yang relevan untuk memperoleh keabsahan data.

b. Triangulasi Metode

Triangulasi metode merupakan salah satu cara untuk memeriksa keabsahan data, di mana dalam hal ini dilakukan dengan cara mengecek data pada sumber yang sama dengan metode yang berbeda.

(45)

c. Pemeriksaan Sejawat Melalui Diskusi

Teknik ini dilakukan dengan cara berdiskusi dengan teman sejawat yang memiliki pengetahuan tentang masalah yang diteliti sehingga dapat menambah wawasan oleh peneliti.

H. Sistematika Pembahasan

Secara keseluruhan sistematika pembahasan terdiri dari 4 bab, yaitu sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan. Dalam bab ini peneliti menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup dan setting penelitian, tinjauan pustaka, kerangka teori, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.

Bab II Paparan Data dan Temuan. Bab ini mengemukakan data dan temuan yang peneliti temukan di lapangan mencakup gambaran umum lokasi penelitian dan temuan-temuan dalam melakukan penelitian yang berkaitan dengan implementasi integrated marketing communication pada produk KUR BSI di Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1.

Bab III Pembahasan. Dalam bab ini peneliti mendeskripsikan secara menyeluruh semua tentang hasil analisa secara kualitatif mengenai implementasi integrated marketing communication pada produk KUR BSI.

Bab IV Penutup. Pada bab ini terdiri dari kesimpulan dan saran-saran dari penulis.

(46)

BAB II

PAPARAN DATA DAN TEMUAN

A. Gambaran Umum Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 1. Sejarah singkat Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1

Bank Syariah Indonesia atau disingkat BSI, merupakan salah satu lembaga perbankan yang ada di Indonesia. Bank ini diresmikan pada tanggal 1 Februari 2021 pukul 13.00 WIB, Bank Syariah Indonesia merupakan hasil penggabungan anak perusahaan BUMN di bidang perbankan, diantaranya yaitu Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Negara Indonesia Syariah (BNIS), dan Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS).

Penggabungan ini akan menyatukan kelebihan dari ketiga bank syariah sehingga mengahdirkan layanan yang lebih lengkap, jangkauan yang lebih luas, serta kapasitas permodalan yang lebih baik. Didukung sinergi dengan perusahaan induk (Mandiri, BNI, BRI) serta komitmen pemerintah melalui kementrian BUMN, Bank Syariah Indonesia didorong untuk dapat bersaing di tingkat global.45

Pada tanggal 27 Januari 2021, OJK secara resmi mengeluarkan izin penggabungan usaha PT. Bank Syariah Mandiri, PT. Bank Negara Indonesia Syariah, dan PT. Bank Rakyat Indonesia Syariah menjadi Bank syariah Indonesia dengan Nomor SR-3/PB.1/2021. Adapun kantor cabang Bank Syariah Indonesia yang merupakan penggabungan kantor cabang dari ketiga bank yang merger yaitu lebih dari 1.120 kantor

45 https://www.ir-bankbsi.com/corporate_history.html, diakses pada tanggal 25 Maret

2021, pukul 12.23.

(47)

cabang, dimana salah satunya adalah Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1.

2. Profil Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 146

Nama Bank : Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 Alamat : Jl. Pejanggik No.23 Cakranegara, Kota Mataram, Nusa

Tenggara Barat Kode Pos : 83231

Telepon : 0370-644622 Kode Bank : 427

Website : https://www.bankbsi.co.id

Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 merupakan salah satu Bank Syariah Indonesia yang ada di Nusa Tenggara Barat yang resmi beroperasi sebagai BSI pada tanggal 1 Februari 2021 dan sampai saat ini masih dalam proses transisi secara bertahap hingga Oktober 2021. Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 ini memiliki lokasi yang sangat strategis berada di pinggir jalan utama pusat kota mataram, dimana lokasi tersebut banyak dilalui oleh masyarakat sehingga masyarakat mudah untuk mengunjunginya. Adapun batas lokasi kantor Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 saat ini adalah sebagai berikut:

Sebelah Timur : Pertokoan Sebelah Barat : Pura

46 Dokumentasi, Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1, 28 Maret 2021.

(48)

Sebelah Selatan : Pura

Sebelah Utara : Perumahan warga

3. Visi dan Misi Bank syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 memiliki Visi dan Misi sebagai berikut :47

Visi :

Top 10 Global Islamic Bank, menciptakan Bank Syariah yang masuk dalam 10 besar menurut kapitalisasi pasar secara global dalam waktu 5 tahun ke depan.

Misi :

1. Memberikan akses solusi keuangan syariah di Indonesia. Melayani

>20 juta nasabah dan menjadi top 5 bank berdasarkan asset (500+T) dan nilai buku 50 T di tahun 2025.

2. Menjadi bank besar yang memberikan nilai terbaik bagi para pemegang saham. Top 5 bank yang paling profitable di Indonesia (ROE 18%) dan valuasi kuat (PB>2).

3. Menjadi perusahaan pilihan dan kebanggaan para talenta terbaik Indonesia. Perusahaan dengan nilai yang kuat dab memberdayakan masyarakat serta berkomitmen pada pengembangan karyawan dengan budaya berbasis kinerja.

47 Dokumentasi, Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1, 28 Maret 2021.

(49)

4. Sarana dan Prasarana pada Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1

Kondisi kantor Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 yang terdiri dari 3 lantai dan memiliki masing-masing ruang bagian di antaranya sebagai berikut:48

a. Lantai 1

1) Bagian kanan luar ruangan ATM 2) Ruang bagian dalam:

a) Pintu pertama (Banking Holl)

b) Sebelah kanan CS (Customer service), CSH (customer service head) dan Ansurance.

c) Bagian tengah Teller d) Tempat duduk dan toilet 3) Samping kiri ruang khusus tamu 4) Ruang Operational Manager (OM) 5) Ruang arsip

b. Lantai 2

1) Ruang Branch Manager (BM) 2) Bagian Sales

3) Bagian Processing 4) Ruang rapat 5) Toilet

48 Dokumentasi, Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1, 28 Maret 2021.

(50)

c. Lantai 3

1) Bagian Financing Administration 2) Ruang penyimpanan arsip dan gudang 3) Musholla dan toilet

4) Ruang dapur.

(51)

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1

(52)

6. Job Description a. Branch Manger

Branch manager bertugas untuk mengawasi kegiatan yang dijalankan oleh cabang serta mengawasi setiap kegiatan operasional perbankan terkait pelayanan, rencana bisnis bank, anggaran, dan pengembangan SDM.

b. Branch Operations & Service Manager

Branch operations & service manager bertugas untuk mengkoordinasikan dan mengawasi kegiatan operasional dan pelayanan di kantor.

c. Back Office Head

Back office head memiliki tugas sebagai berikut:

1) Mengkoordinasi hubungan kerja antar pegawai

2) Mempersiapkan segala sesuatu terkait kebutuhan pegawai dan permasalahan pegawai

3) Mengatur segala kebutuhan kantor 4) Mengatur keuangan kantor

5) Membuat laporan pajak bulanan dan tahunan kantor 6) Mengatur dan mengelola kas kantor

7) Mengamankan inventaris kantor

8) Mengatur pegawai outsourching (pegawai dasar) 9) Menyiapkan kendaraan untuk pegawai kantor

(53)

d. Fund & Transactional Staff

Fund & transactional staff memiliki tugas yaitu:

1) Menghimpunan dana dari masyarakat

2) Mengelola dan memaintance dana yang masuk keluar

3) Memasarkan produk dana dan mengelola rekening nasabah dana besar

4) Mengidentifikasi dan menawarkan apa yang dibutuhkan oleh nasabah.

e. Consumer Staff Consumer Staff bertugas untuk:

1) Membuat akad pembiyaan

2) Menyiapkan biaya-biaya pembiayaan nasabah yang akan melakukan proses akad

3) Berkoordinasi dengan pihak notaris

4) Membuat dan mengelola rekening yang akan dijadikan rekening pembiayaan

f. Recovery Remedial Assistant

1) Bertugas untuk membuat laporan penyelamatan pembiayaan 2) Berkoordinasi dengan petugas KJPD

3) Melakukan negoisasi dengan nasabah pembiayaan bermasalah 4) Menyusun rencana penyelamatan dan penyelesaian

(54)

5) Memonitoring aktivitas rekening nasabah pembiayaan bermasalah

6) Melakukan penagihan secara berkala

7) Melakukan pemasaran rumah yang akan dilelang g. Micro Staff

1) Bertugas untuk mencari nasabah pembiayaan 2) Membuat laporan nasabah pembiayaan 3) Memasarkan produk-produk pembiayaan 4) Mengelola rekening pembiayaan nasabah h. Administration Assistant

1) Memiliki tugas untuk mempersiapkan segala keperluan kantor 2) Membuat laporan pajak bulanan dan tahunan kantor

3) Mengkoordinasi segala kebutuhan pegawai kantor 4) Membuat kas kecil untuk keperluan kantor sehari-hari 5) Mengkoordinasi pegawai outsourching

6) Menerima dan mengkoordinasi pihak eksternal 7) Membuat voucher transaksi untuk kas kecil 8) Menyiapkan keperluan para tamu

i. Operational Staff

1) Bertugas untuk membuat laporan kliring antar bank dan melakukan transaksi antar bank di Bank Indonesia

2) Membuat dan membukukan voucher pembiayaan 3) Membukukan transaksi pembiayaan

(55)

4) Membuat laporan pembiayaan j. Costumer Service

1) Bertugas untuk memberikan penjelasan untuk mengenal produk- produk bank

2) Memberi arahan bagaimana cara menggunakan produk tersebut lebih lanjut

3) Melayani keluhan dari para nasabah terkait ATM yang hilang, pemblokiran ATM, penggantian rekening baru, lupa dengan PIN ATM, dll.

k. Teller

1) Bertugas untuk menerima uang setoran dari nasabah dan mencocokkan dengan tanda setoran

2) Memastikan membayar uang kepada yang berhak untuk menghindari kesalahan yang merugikan perusahaan

3) Mencairkan uang para nasabah yang melakukan transaksi, dll.

7. Produk-produk Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1 a. Produk Simpanan

1) Tabungan Easy Wadiah

Tabungan Easy Wadiah merupakan tabungan dengan akad syariah skema titipan dan dengan tanpa biaya administrasi bulanan. Setoran awal dimulai dari Rp. 100.000 sudah memperoleh fasilitas berupa kartu ATM yang bisa digunakan di seluruh mesin ATM BSI, Mandiri dan ATM lain berlogo

(56)

bersama. Namun pada tabungan Easy Wadiah tidak berlaku bonus dari Bank Syariah Indonesia.

2) Tabungan Easy Mudharabah

Tabungan Easy Mudharabah merupakan jenis tabungan dengan akad kerjasama dengan gratis biaya administrasi untuk tarik tunai di semua ATM Bank Mandiri dan mesin EDC.

3) Tabungan Mabrur

Tabungan mabrur merupakan tabungan yang direkomendasikan untuk yang punya impian pergi ke tanah suci.

Tabungan mabrur hanya membutuhkan setoran awal Rp. 100.000 dan untuk setoran berikutnya mulai dari Rp. 10.000. setelah saldo terkumpul Rp. 25.100.000 nantinya Bank Syariah Indonesia akan mendaftarkannya ke Siskohat.

4) TabunganKu

TabunganKu merupakan salah satu jenis tabungan Bank Syariah Indonesia yang dalam pengelolaannya menggunakan akad Wadiah Yad Dhamanah. TabunganKu hanya membutuhkan setoran awal sebesar Rp. 20.000, tapi jika ingin tambahan fasilitas berupa kartu ATM BSI maka setoran awal untuk membuka TabunganKu adalah Rp. 80.000.

5) Tabungan BSI Giro

Tabungan BSI Giro dikelola menggunakan akad Wadiah Yad Dhamanah. Adapun beberapa keuntungan yang ditawarkan

Gambar

Gambar 2.1 Struktur Organisasi ....................................................................
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Bank Syariah Indonesia KC Mataram Pejanggik 1

Referensi

Dokumen terkait

Menurut anda apa berbedaan antara bank Syariah dengan bank konvensional.. Apakah anda pernah menggunakan atau memakai