PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
LANDASAN TEORI
Implementasi
Penerapan prinsip kesantunan didasarkan pada indikator kesantunan berbahasa yaitu menghargai orang lain dalam berinteraksi dengan siswa. Kesantunan berbahasa siswa dengan guru bahasa Indonesia melalui media sosial Whatsap di SMP Negeri 2 Bukittinggi”. Rekaman video percakapan yang dijadikan data penelitian memuat permasalahan terkait penerapan prinsip kesantunan berbahasa.
Jumlah siswa di kelas yang dilakukan penelitian penerapan prinsip kesantunan berbahasa dalam kegiatan diskusi di kelas VIII A SMP Negeri 01 Kikim Tengah Desa Tanjung Aur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan berjumlah 27 orang, diantaranya 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan42. Sehubungan dengan data penelitian penerapan prinsip sopan santun linguistik dalam kegiatan diskusi di Kelas VIII A SMPN 01 Kikim Tengah. Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan mengenai penerapan kesantunan dalam pengajaran bahasa Indonesia pada guru dan siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Kikim Tengah Kabupaten Lahat Saat Diskusi, penulis memaparkan penerapan dan kesalahan pada saat diskusi.
Berdasarkan beberapa penjelasan tersebut, penulis menutup analisis dan menyimpulkan kesantunan dan maksim yang digunakan guru dan siswa di Kelas VIII A SMP Negeri 1 Kikim Tengah Kabupaten Lahat. Menyadari adanya penggunaan bahasa Indonesia yang melanggar prinsip kesantunan berbahasa dalam kegiatan diskusi siswa kelas VIII A SMP Negeri 1. Namun dalam pelaksanaan kegiatan prinsip kesantunan berbahasa dalam berdiskusi hendaknya mengetahui cara penggunaan prinsip tersebut. kesopanan.
Prinsip kesantunan berbahasa dengan sikap simpati terhadap orang lain dapat memelihara rasa sopan santun terhadap orang lain. Penerapan kesantunan berbahasa dengan melihat dan menghayati maksim simpati memberikan kesempatan siswa untuk bersimpati kepada orang lain selama belajar bahasa Indonesia. Maksim simpati ini juga dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran khususnya kegiatan diskusi, sehingga guru dan siswa dapat menerapkan prinsip kesantunan berbahasa dalam maksim simpati.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh mengenai penerapan prinsip kesantunan berbahasa dalam kegiatan diskusi pembelajaran bahasa Indonesia, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut. Bagi guru bahasa Indonesia, hasil penelitian ini hendaknya menjadi bahan refleksi dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dalam penerapan prinsip kesantunan berbahasa dalam kegiatan diskusi. Prinsip Kesopanan Berbahasa Antara Pemandu dan Wisatawan Jepang di Candi Prambanan (Studi Analisis Pragmatis), Jurnal Pendidikan.
Sopan santun berbahasa siswa dengan guru bahasa Indonesia melalui media sosial Whatsap di SMP Negeri 2 Bukittinggi. Judul: Penerapan Prinsip Santun Berbahasa Dalam Kegiatan Diskusi Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas VIII SMA Kikim Tengah Kabupaten Lahat.
Penelitian Terdahulu
Kerangka Berpikir
METODE PENELITIAN
Setting Penelitian
Setting penelitian atau tempat dilakukannya penelitian ini terletak di kota Lahat, tepatnya di SMP Negeri 1 Kikim Tengah Kabupaten Lahat. Mengapa peneliti memilih SMP 1 Kikim Tengah, karena peneliti melihat masih kurang adanya prinsip sopan santun dalam pembuatan atau penerapan di SMP.
Subjek Dan Informan
Situasi fisik dan sosial, pengetahuan peserta sebelumnya yang dibagikan oleh peserta komunikasi dan hal-hal lain yang berkaitan dengan wacana lisan sebagai data pertama. Data informasi situasi percakapan, terutama yang berkaitan dengan situasi fisik dan sosial yang sama, hanya dicatat satu kali saja. Data ini juga dapat mengungkapkan pengetahuan atau pendapat mereka tentang prinsip-prinsip etika berbahasa melalui wawancara tidak terstruktur.
Data-data tersebut disimpan dalam bentuk dokumen tersendiri, tidak dicantumkan dalam catatan lapangan, dan selanjutnya digunakan oleh peneliti untuk membantu interpretasi hasil penelitian yang berkaitan dengan data pertama. Sumber data penelitian ini adalah rekaman kata-kata pada saat proses diskusi pada kelas belajar mengajar bahasa Indonesia di kelas VIII A SMP Negeri 1 Kikim Tengah Kabupaten Lahat.
Teknik Pengumpulan Data
Peneliti menggunakan teknik ini dengan harapan agar data yang diperoleh pada saat observasi dapat menghindari bias data. Teknik Mencatat di Lapangan Dalam proses percakapan yang berlangsung, peneliti melakukan pencatatan di lapangan yaitu deskriptif dan reflektif. Catatan deskriptif merupakan uraian tentang apa yang didengar, dilihat, dan apa yang dipikirkan selama pengumpulan data, sedangkan catatan reflektif merupakan penafsiran terhadap apa yang dikatakan.
Alasan peneliti menggunakan teknik anotasi adalah untuk memudahkan peneliti dalam menganalisis dan mengolah data. Teknik Perekaman Pada penelitian ini peneliti melakukan teknik perekaman dengan menggunakan alat perekam yaitu kamera digital. Melalui alat perekam tersebut peneliti mempunyai dokumentasi nyata berupa rekaman suara siswa pada saat proses diskusi yang akan dijadikan data penelitian ini.
Proses pengumpulan data dapat dilakukan secara berulang-ulang dengan memutar rekaman pidato siswa, agar diperoleh hasil yang baik. Tujuan pengambilan foto atau visual adalah agar data penelitian lebih ilmiah dan dapat dijadikan bukti bahwa penelitian tersebut benar-benar dilakukan tanpa adanya rekayasa data.
Keabsahan Data
Teknik Analisis Data
Dimana gambaran penerapan pembelajaran bahasa Indonesia yang dilakukan oleh guru dan siswa sudah cukup baik, namun masih banyak siswa yang belum memahami bagaimana prinsip kesantunan. Penelitian ini juga berfokus pada metode apa saja yang digunakan guru untuk membantu diskusi dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII A SMP Negeri 1 Kikim Tengah Kabupaten Lahat. Dari penjelasan di atas mengenai penerapan prinsip kesantunan pada salah satu guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Kikim Tengah Kabupaten Lahat, Bapak. Meirzah, S, Pd menyatakan bahwa dalam suatu kegiatan diskusi harus ada kesepakatan agar diskusi dapat berjalan dengan baik, oleh karena itu prinsip etika berbahasa sangat penting agar suatu kegiatan diskusi dapat berlangsung sesuai dengan prinsip yang telah ditentukan, oleh karena itu penting untuk diperhatikan. memiliki moderator, pencatat, penyaji dan peserta diskusi.
Dalam menerapkan prinsip kesantunan, guru harus menguasai maksim pengajaran apa yang tepat untuk diterapkan kepada siswa, bagaimana cara menyampaikan pendapat, saran, atau menjelaskan materi. Hal ini memungkinkan penerapan prinsip kesantunan mengalir seiring dengan aktivitas dan diskusi dalam proses belajar mengajar. Mewujudkan penggunaan bahasa Indonesia yang menganut prinsip kesantunan di kelas VIII. Diskusi siswa SMP Negeri 1 Kikim Tengah Desa Tanjung Aur berlangsung secara komprehensif dengan adanya diskusi dan proses tanya jawab.
Adanya prinsip kesantunan berbahasa dalam kegiatan berdiskusi mampu membuat siswa lebih akrab, misalnya dengan humor guru atau ada tuturan siswa yang tidak relevan dengan topik pembahasan. Berdasarkan penelitian yang menyatakan bahwa penelitian dengan menggunakan prinsip kesantunan linguistik mampu menunjukkan potensi pendidikan karakter objek kajian saat berdiskusi. Dapat disimpulkan bahwa pada penjelasan dan contoh di atas, terdapat suatu kegiatan belajar mengajar dan kegiatan diskusi di kelas, khususnya pembelajaran bahasa Indonesia, sangat memerlukan prinsip kesantunan dan maksim linguistik yang harus diterapkan oleh guru dan siswa, agar dapat memudahkan kegiatan diskusi menjadi lebih menyenangkan, efektif dan baik.
Bagi siswa, hasil penelitian ini hendaknya dijadikan bahan penilaian diri setelah mereka mengetahui penerapan dan prinsip kesantunan berbahasa dalam kegiatan diskusi tentang pembelajaran bahasa Indonesia yang telah dilakukan. Kegiatan diskusi pembelajaran bahasa Indonesia untuk siswa SMA 1 Kelas VIII Kikim Tengah Kabupaten Lahat. Temui dan perkenalkan diri Anda dengan guru bahasa Indonesia yang mengajar kelas VIII A di SMP Negeri 1 Kikim Tengah Kabupaten Lahat.
Guru : Dalam suatu kegiatan diskusi harus ada pengaturan agar diskusi berjalan dengan baik, oleh karena itu prinsip berbahasa yang santun sangat penting agar suatu kegiatan diskusi dapat berjalan sesuai aturan prinsip yang telah ditentukan, oleh karena itu penting adanya moderator, pencatat. dan presenter serta peserta diskusi. Guru : Menerapkan prinsip kesantunan sebagai seorang guru harus menguasai maksim-maksim apa saja yang tepat pada saat mengajar agar dapat diterapkan kepada siswa bagaimana caranya.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Interprestasi Hasil Penelituan
PENUTUP
Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis dapat memberikan saran kepada beberapa pihak, semoga dapat bermanfaat bagi setiap pembaca dan bagi penulis sendiri. Bagi sekolah khususnya, sumber data penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi tentang penggunaan bahasa Indonesia yang benar untuk meningkatkan kualitas komunikasi yang baik antara siswa dengan siswa, siswa dan guru di kelas untuk menerapkan prinsip kesantunan dalam berbahasa. penerapan bahasa. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi ketika melakukan penelitian serupa dan semoga bermanfaat bagi pembaca.
Guru : Di dalam kelas untuk melaksanakan proses belajar mengajar atau berdiskusi terdapat kendala yaitu yang pertama adalah faktor bahasa, dimana siswa sering kali masih menggunakan bahasa daerah dan kurang menguasai bahasa tersebut dalam kegiatan proses pembelajaran, yang kedua adalah Faktor penghambat diskusi materi, siswa sering kesulitan dalam menguasai dan memahami materi. Terakhir, pada pembahasan faktor penghambatnya, mereka masih belum memahami sedikit pun tentang kata tanya seperti siapa, dimana, bagaimana dan kapan.